Anda di halaman 1dari 29

FOURIER TRANSFORM INFRARED (FTIR)

UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH


Karakterisasi Material
yang dibina oleh Ibu Rr. Poppy Puspitasari, M.T., Ph.D.

Disusun oleh:
Muhammad Irsyad 150514605582
Onny Yunas Leman 150514604631
Udin Syamsudin 150514601882

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
Maret 2018
KATA PENGANTAR

Segala puji penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat
karunia-Nya penulis mampu menyelesaikan sebuah buku yang berjudul “Fourier
Transform Infrared”. Tujuan dari penulisan dan penyusunan buku ini adalah
sebagai bentuk pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan penulis.

Pada kesempatan kali ini tak lupa penulis mengucapkan terimakasih kepada :

1. Bapak Dr. Sukarni., S.T., M.T. sebagai Kaprodi S1 Teknik Mesin Universitas
Negeri Malang/ yang telah mendukung secara penuh kepada Mahasiswanya.
2. Ibu Rr. Poppy Puspitasari, M.T., Ph.D. sebagai dosen pembimbing
matakuliah Krakterisasi Material.
3. Seluruh Mahasiswa Teknik Mesin yang telah mendukung tersusunya buku ini
dengan baik.
4. Dan semua pihak pendukung yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.

Kami menyadari masih terdapat kekurangan dalam buku ini untuk itu
kritik dan saran terhadap penyempurnaan buku ini sangat diharapkan. Semoga
buku ini dapat memberi maanfaat bagi mahasiswa Teknik Mesin dan bagi semua
pihak yang membutuhkan serta bagi penulis pada khususnya.

Malang, 10 Maret 2018

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................... i


DAFTAR ISI ......................................................................................................... ii

BAB I. FOURIER TRANSFORM INFRARED (FTIR)


1.1 Latar Belakang ................................................................................... 1
1.2 Definisi Fourier Transform Infrared .................................................. 2

BAB II. PRINSIP KERJA FOURIER TRANSFORM INFRARED


2.2 Prinsip Kerja Fourier Transform Infrared ........................................... 6
2.3 Bagian – Bagian Fourier Transform Infrared...................................... 8

BAB III. APLIKASI FOURIER TRANSFORM INFRARED


3.1 Aplikasi Fourier Transform Infrared .................................................. 11
3.2 Prosedur Kerja Fourier Transform Infrared ....................................... 15
3.3 Studi Kasus Fourier Transform Infrared ............................................ 19

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 22

ii
BAB I
FOURIER TRANSFORM INFRARED (FTIR)

1.1 Latar Belakang


Teknik analisis spektroskopi termasuk salah satu tenik analisis
instrumental. Teknik tersebut memanfaatkan fenomena interaksi materi
dengan gelombang elektromagnetik seperti sinar-x, ultraviolet, cahaya
tampak, dan inframerah. Fenomena interaksi bersifat spesifik baik absorpsi
maupun emisi. Interaksi tersebut menghasilkan signal-signal yang disadap
sebagai alat analisis kualitatif dan kuantitatif. Contoh teknik spektroskopi
absorpsi adalah UV/VIS, inframerah (FTIR) dan absorpsi atom (AAS).
Sedang contoh spektroskopi emisi adalah spektroskopi nyala dan Inductively
Coupled Plasma (ICP), yang merupakan alat ampuh dalam analisis logam.

Gambar 1 Alat FTIR

Spektroskopi inframerah merupakan salah satu alat yang banyak


dipakai untuk mengidentifikasi senyawa, baik alami maupun buatan.
Penemuan infra merah ditemukan pertama kali oleh William Herschel pada
tahun 1800. Penelitian selanjutnya diteruskan oleh Young, Beer, Lambert dan
Julius melakukan berbagai penelitian dengan menggunakan spektroskopi
inframerah. Pada tahun 1892 Julius menemukan dan membuktikan adanya
hubungan antara struktur molekul dengan inframerah dengan ditemukannya
gugus metil dalam suatu molekul akan memberikan serapan karakteristik yang
tidak dipengaruhi oleh susunan molekulnya. Penyerapan gelombang

1
elektromagnetik dapat menyebabkan terjadinya eksitasi tingkat-tingkat energi
dalam molekul. Dapat berupa eksitasi elektronik, vibrasi, atau rotasi.
Dalam bidang fisika bahan, seperti bahan-bahan polimer, inframerah
juga dipakai untuk mengkarakterisasi sampel. Suatu kendala yang
menyulitkan dalam mengidentifikasi senyawa dengan inframerah adalah tidak
adanya aturan yang baku untuk melakukan interpretasi spektrum. Karena
kompleksnya interaksi dalam vibrasi molekul dalam suatu senyawa dan efek-
efek eksternal yang sulit dikontrol seringkali prediksi teoretik tidak lagi
sesuai. Pengetahuan dalam hal ini sebagian besar diperoleh secara empiris.
Metode spektroskopi inframerah merupakan suatu metode yang
meliputi teknik serapan (absorbtion), teknik emisi (emission), teknik
fluoresensi (fluorescence). Komponen medan listrik yang banyak berperan
dalam spektroskopi umumnya hanya komponen medan listrik seperti dalam
fenomena transmisi, pemantulan, pembiasan, dan penyerapan.

1.2 Definisi FTIR (Fourier Transform InfraRed)

Spektroskopi infrared merupakan suatu metode yang mengamati


interaksi molekul dengan radiasi elektromagnetik yang berada pada daerah
panjang gelombang 0.75 – 1.000 µm atau pada bilangan gelombang 13.000 –
10 cm-1. Spektrofotometer Infrared adalah spektrofotometri yang berdasar
pada penyerapan panjang gelombang infra merah. Cahaya infra merah terbagi
menjadi infra merah dekat, pertengahan, dan jauh.

Daerah Panjang Bilangan Frekuensi


Gelombang (mm) Gelombang (cm-1) (Hz)

Dekat 0,78 – 2,5 12800 – 4000 3,8×1014 – 1,2×1014


Tengah 2,5 – 50 4000 – 200 1,2×1014 – 6,0×1014
Jauh 50 – 1000 200 – 10 6,0×1014 – 3,0×1014
Tabel 1. Pembagian cahaya infra merah berdasarkan jarak

Pada spektro IR meskipun bisa digunakan untuk analisa kuantitatif,


namun biasanya lebih kepada analisa kualitatif. Umumnya spektro IR
digunakan untuk mengidentifikasi gugus fungsi pada suatu senyawa, terutama

2
senyawa organik. Setiap serapan pada panjang gelombang tertentu
menggambarkan adanya suatu gugus fungsi spesifik.

Gambar 2 Spektroskopi Inframerah

Konsep radiasi infra merah diajukan pertama kali oleh Sir William
Herschel (1800) melalui percobaannya mendispersikan radiasi matahari
dengan prisma. Ternyata pada daerah sesudah sinar merah menunjukkan
adanya kenaikan temperatur tertinggi yang berarti pada daerah panjang
gelombang radiasi tersebut banyak kalori (energi tinggi). Daerah spektrum
tersebut selanjutnya disebut infrared. Spektroskopi inframerah ditujukan untuk
maksud penentuan gugus-gugus fungsi molekul pada analisa kualitatif,
disamping untuk tujuan analisis kuantitatif.
Dasar Spektroskopi Inframerah dikemukakan oleh Hooke dan
didasarkan atas senyawa yang terdiri atas dua atom atau diatom yang
digambarkan dengan dua buah bola yang saling terikat oleh pegas. Jika pegas
direntangkan atau ditekan pada jarak keseimbangan tersebut maka energi
potensial dari sistim tersebut akan naik.
Setiap senyawa pada keadaan tertentu telah mempunyai tiga macam
gerak, yaitu:
1. Gerak Translasi, yaitu perpindahan dari satu titik ke titik lain.
2. Gerak Rotasi, yaitu berputar pada porosnya.

3
3. Gerak Vibrasi, yaitu bergetar pada tempatnya.

Gambar 3 macam – macam gerakan pada senyawa

Bila ikatan bergetar, maka energi vibrasi secara terus menerus dan
secara periodik berubah dari energi kinetik ke energi potensial dan sebaiknya.
Jumlah energi total adalah sebanding dengan frekuensi vibrasi dan tetapan
gaya (k) dari pegas dan massa (m1 dan m2) dari dua atom yang terikat. Energi
yang dimiliki oleh sinar infra merah hanya cukup kuat untuk mengadakan
perubahan vibrasi.
Panjang gelombang atau bilangan gelombang dan kecepatan cahaya
dihubungkan dengan frekuensi melalui bersamaan berikut: Setiap molekul
memiliki harga energi yang tertentu. Bila suatu senyawa menyerap energi dari
sinar infra merah, maka tingkatan energi di dalam molekul itu akan tereksitasi
ke tingkatan energi yang lebih tinggi. Sesuai dengan tingkatan energi yang
diserap, maka yang akan terjadi pada molekul itu adalah perubahan energi
vibrasi yang diikuti dengan perubahan energi rotasi.
Metode spektroskopi FTIR (Fourier Transform Infrared), yaitu
metode spektroskopi inframerah modern yang dilengkapi dengan teknik
transformasi Fourier untuk deteksi dan analisis hasil spektrumnya. Dalam hal
ini metode spektroskopi yang digunakan adalah metode spektroskopi absorbsi,
yaitu metode spektroskopi yang didasarkan atas perbedaan penyerapan radiasi
inframerah oleh molekul suatu materi. Absorbsi inframerah oleh suatu materi
dapat terjadi jika dipenuhi dua syarat, yakni kesesuaian antara frekuensi
radiasi inframerah dengan frekuensi vibrasional molekul sampel dan
perubahan momen dipol selama bervibrasi.
Adapun prinsip dari FTIR adalah sebagai berikut:

4
• Penyerapan sinar IR oleh molekul/ikatan yang bervibrasi.
• Penyerapan sinar IR menyebabkan berubahnya frekuensi vibrasi.
• Sinar yang diserap karakteristik untuk setiap ikatan.
Pada dasarnya Spektrofotometer FTIR (Fourier Trasform Infra Red)
adalah sama dengan Spektrofotometer IR dispersi, yang membedakannya
adalah pengembangan pada sistim optiknya sebelum berkas sinar infra merah
melewati contoh. Dasar pemikiran dari Spektrofotometer FTIR adalah dari
persamaan gelombang yang dirumuskan oleh Jean Baptiste Joseph Fourier
(1768-1830) seorang ahli matematika dari Perancis. Fourier mengemukakan
deret persamaan gelombang elektromagnetik.

Gambar 4 Jean Baptiste Joseph Fourier

Sebuah Spektrometer FT-IR adalah sebuah alat yang memperoleh


broadband NIR untuk spektrum FIR. Tidak seperti instrumen dispersif, yaitu
grating monokromator atau spektrograf, sebuah Spektrometer FTIR
mengumpulkan semua panjang gelombang secara bersamaan. FTIR
Spektrometer sering hanya disebut FT-IR. Namun untuk puritan, sebuah FTIR
(Fourier Transform InfraRed) adalah metode memperoleh spektrum
inframerah dengan pertama-tama mengumpulkan sebuah interferogram dari

5
sinyal sampel menggunakan interferometer, dan kemudian melakukan
Transformasi Fourier (FT) pada interferogram untuk mendapatkan spektrum.
Sebuah Spektrometer FTIR mengumpulkan dan mendigitalkan interferogram
tersebut, melakukan fungsi FT, dan menampilkan spektrum.
FTIR sangat berguna untuk mengidentifikasi bahan kimia yang baik
organik atau anorganik. Hal ini dapat dimanfaatkan menduga jumlah beberapa
komponen dari suatu campuran yang tidak diketahui. Hal ini dapat diterapkan
pada analisis padatan, cairan, dan gas. Istilah FTIR mengacu pada
perkembangan yang baru dalam cara di mana data dikumpulkan dan
dikonversi dari pola interferensi untuk spektrum. Instrumen FTIR Hari ini
adalah komputerisasi yang membuat mereka lebih cepat dan lebih sensitif
dibandingkan dengan instrumen dispersif tua.
FTIR dapat digunakan untuk mengidentifikasi bahan kimia dari
tumpahan, cat, polimer, coating, obat-obatan, dan kontaminan. FTIR mungkin
merupakan alat yang paling ampuh untuk mengidentifikasi jenis ikatan kimia
(kelompok fungsional). Panjang gelombang dari cahaya yang diserap adalah
karakteristik dari ikatan kimia seperti dapat dilihat dalam spektrum beranotasi.

Gambar 5 Spektrofotometer IR dispersi dan Spektrofotometer FTIR

6
Spektrofotometer inframerah konfensional dikenal sebagai alat
dispersi. Dengan terhubung pada komputer dan mikroposesor sebagai alat
dasarnya, hal ini telah tersebar luas dan dikenal dengan nama alat Fourier
Transform Infrared (FTIR) Spectrometer, yang mana mempengaruhi sejumlah
keuntungan. Dibandingkan suatu kinerja pada monokromator, alat FTIR
memakai suatu interferometer untuk mendeteksi peak yang mengandung
pengganggu yang terdeteksi.

7
BAB II
PRINSIP KERJA FOURIER TRANSFORM INFRARED

2.1 Prinsip Kerja FTIR

Sistim optik Spektrofotometer Fourier Transform Infra Red dilengkapi


dengan cermin yang bergerak tegak lurus dan cermin yang diam. Dengan
demikian radiasi infra merah akan menimbulkan perbedaan jarak yang
ditempuh menuju cermin yang bergerak (M) dan jarak cermin yang diam (F).
Perbedaan jarak tempuh radiasi tersebut adalah 2 yang selanjutnya disebut
sebagai retardasi (δ). Hubungan antara intensitas radiasi IR yang diterima
detektor terhadap retardasi disebut sebagai interferogram. Sedangkan sistim
optik dari Spektrofotometer InfraRed yang didasarkan atas bekerjanya
interferometer disebut sebagai sistim optik Fourier Transform InfraRed.

Gambar 6 LASER

Pada sistim optik digunakan radiasi LASER (Light Amplification by


Stimulated Emmission of Radiation) yang berfungsi sebagai radiasi yang
diinterferensikan dengan radiasi infra merah agar sinyal radiasi infra merah
yang diterima oleh detektor secara utuh dan lebih baik.

8
Detektor yang digunakan dalam Spektrofotometer Fourier Transform
Infra Red adalah Tetra Glycerine Sulphate (TGS) atau Mercury Cadmium
Telluride (MCT). Detektor MCT lebih banyak digunakan karena memiliki
beberapa kelebihan dibandingkan detektor TGS, yaitu memberikan respon
yang lebih baik pada frekuensi modulasi tinggi, lebih sensitif, lebih cepat,
tidak dipengaruhi oleh temperatur, sangat selektif terhadap energi vibrasi yang
diterima dari radiasi infra merah.

Gambar 7 Mercury Cadmium Telluride

Adapun perbedaan antara IR dan FTIR ialah terletak pada alat optiknya
yaitu pada FTIR dilengkapi dengan Interferometer.

Gambar 8 Skema pada FTIR

Pada alat interferometer. Radiasi dari sumber IR konvensional


dibedakan kedalam dua alur oleh suatu pemisah berkas cahaya , satu alur
menuju posisi cermin yang ditentukan, dan yang lainnya menjauhi cermin.
Ketika berkas cahaya dipantulkan, salah satu cahaya dipindahkan (keluar dari
tahap) dari yang lainnya sejak ia menjadi lebih kecil (ataupun lebih besar)
tujuan jaraknya untuk menjauhi cermin, dan mereka dikombinasikan kembali
untuk menghasilkan suatu rumus gangguan (semua panjang gelombang dalam

9
berkas cahaya) sebelum melewati sampel. Sampel mendeteksi secara serentak
semua panjang gelombang, dan menukar rumus gangguan dengan waktu
seperti cermin yang terusmenerus diteliti pada percepatan linier. Hasil
penyerapan radiasi oleh sampel merupakan suatu spectrum dalam daerah
waktu, yang disebut suatu interferogram, yang menyerap intensitas sebagai
fungsi dari lintasan optis yang membedakannya dengan kedua berkas cahaya
tersebut.

Gambar 9 Prinsip kerja FTIR sederhana

Interferogram adalah nama format sinyal diakuisisi oleh spektrometer


FT-IR. Hal ini biasanya jauh lebih kompleks daripada mencari sinusoida
tunggal, yang akan diharapkan jika hanya satu panjang gelombang cahaya
hadir. leh karena itu, kontribusi mereka semua di maksimum dan sinyal sangat
kuat dihasilkan oleh detektor sistem. Sebagai perbedaan jalur optik, OPD,
tumbuh
, panjang gelombang yang berbeda menghasilkan pembacaan puncak
pada posisi yang berbeda dan, untuk sinyal broadband, mereka tidak pernah
lagi mencapai puncaknya pada waktu yang sama. Dengan demikian, menjadi
sebuah kompleks mencari sinyal berosilasi dengan menurunnya amplitudo.
Suatu jenis interferogram yang mana tinggi bagian signal yang
dihasilkan ketika kedua kaca diletakkan sama jauh dari pemisah berkas
cahaya, ketika gangguan yang merusak diantara kedua cermin tersebut bernilai
nol, dan disebut sebagai pusat masalah. Intensitas mulai menjauh secara cepat
dari ini, menuju gangguan. Ini disesuaikan dengan menggunakan komputer,
kedalam daerah frekuensi untuk mengetahui operasi matematika yang dikenal

10
sebagai Fourier transformation (karenanya lebih dikenal dengan nama
Fourier Transform Infrared Spectrophotometer). Suatu hasil spektrum
inframerah yang ditunnjukkan secara konvensional.

2.2 Bagian – Bagian FTIR

Proses instrumental normal adalah sebagai berikut:

Gambar 10 Bagian – Bagian FTIR

1. Sumber: Energi infra merah dipancarkan dari pijaran sumber benda hitam
(black body). Sinar ini melewati celah yang mengontrol jumlah
energi yang disampaikan kepada sampel (dan akhirnya untuk
detektor).
2. Interferometer: Sinar memasuki interferometer dimana “encoding spectral”
terjadi. Sinyal Interferogram yang dihasilkan kemudian
keluar interferometer.
3. Sampel: Sinar memasuki ruang sampel dimana ditransmisikan melalui atau
terpantul dari permukaan sampel, tergantung pada jenis analisis
yang dicapai. Di sinilah frekuensi energi tertentu, yang karakter
unik dari sampel diserap.
4. Detector: Sinar akhirnya lolos ke detektor untuk pengukuran akhir.
Detektor yang digunakan secara khusus dirancang untuk
mengukur sinyal interferogram khusus
5. Komputer: Sinyal yang diukur didigitalkan dan dikirim ke komputer,

11
dimana transformasi Fourier terjadi. Spektrum inframerah
terakhir ini kemudian dipresentasikan kepada pengguna untuk
interpretasi dan setiap manipulasi lebih lanjut.
Karena harus ada skala relatif untuk intensitas penyerapan, background
spectrum juga harus diukur. Biasanya pengukuran tanpa sampel dalam sinar.
Hal ini dapat dibandingkan dengan pengukuran dengan sampel dalam berkas
untuk menentukan ”persentase transmisi” hasil teknik ini dalam spektrum
yang memiliki semua karakteristik instrumental dihapus.
Jadi, semua fitur spektral yang hadir secara ketat karena sampel.
Sebuah pengukuran latar belakang tunggal dapat digunakan untuk pengukuran
sampel banyak karena spektrum ini adalah karakteristik dari instrumen itu
sendiri.

Gambar 11 Layout Spektrofotometer sederhana

Cara Perawatan dan Penyimpanan Spektrofotometer:


1. Sebelum digunakan, biarkan mesin warming-up selama 15-20 menit.
2. Spektrofotometer sebisa mungkin tidak terpapar sinar matahari langsung,
karena cahaya dari matahari akan dapat mengganggu pengukuran.
3. Simpan spektrofotometer di dalam ruangan yang suhunya stabil dan diatas
meja yang permanen.
4. Pastikan kompartemen sampel bersih dari bekas sampel.
5. Saat memasukkan kuvet, pastikan kuvet kering.

12
6. Lakukan kalibrasi panjang gelombang dan absorban secara teratur.

Gambar 12 Spektrofotometer

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan Spektrofotometer:


1. Larutan yang dianalisis merupakan larutan berwarna.
Apabila larutan yang akan dianalisis merupakan larutan yang tidak
berwarna, maka larutan tersebut harus diubah terlebih dahulu menjadi
larutan yang berwarna. Kecuali apabila diukur dengan menggunakan
lampu UV.
2. Panjang gelombang.
Panjang gelombang yang digunakan adalah panjang gelombang yang
mempunyai absorbansi maksimal. Hal ini dikarenakan pada panjang
gelombang maksimal, kepekaannya juga maksimal karena pada panjang
gelombang tersebut, perubahan absorbansi untuk tiap satuan konsentrasi
adalah yang paling besar. Selain itu disekitar panjang gelombang
maksimal, akan terbentuk kurva absorbansi yang datar sehingga hukum
Lambert-Beer dapat terpenuhi. Dan apabila dilakukan pengukuran ulang,
tingkat kesalahannya akan kecil sekali.
3. Kalibrasi Panjang gelombang dan Absorban.
Spektrofotometer digunakan untuk mengukur intensitas cahaya yang
dipancarkan dan cahaya yang diabsorbsi. Hal ini bergantung pada

13
spektrum elektromagnetik yang diabsorb oleh benda. Tiap media akan
menyerap cahaya pada panjang gelombang tertentu tergantung pada
senyawa yang terbentuk. Oleh karena itu perlu dilakukan kalibrasi panjang
gelombang dan absorban pada spektrofotometer agar pengukuran yang di
dapatkan lebih teliti.

BAB III
APLIKASI FOURIER TRANSFORM INFRARED

3.1 Aplikasi FTIR

Spektroskopi inframerah biasanya digunakan untuk penelitian dan


digunakan dalam industri yang sederhana dengan teknik yang sederhana dan
untuk mengontrol kualitas. Spektroskopi inframerah mempunyai ketepatan
yang tinggi pada aplikasi kimia organik dan anorganik. Spektroskopi
inframerah juga sukses kegunaannya dalam semikonduktor mikroelektronik.
Untuk contoh, spektroskopi inframerah dapat digunakan untuk semikonduktor
seperti silikon, gallium arsenida, galliumnitrida, zincselenida, silikon amorp,
silikonnitrida, dan sebagainya. Selain itu, ada beberapa aplikasi FTIR dalam
berbagai bidang diantaranya:

1. Bidang Kesehatan

a. Mengaktifkan molekul air dalam tubuh. Hal ini disebabkan karena


inframerah mempunyai getaran yang sama dengan molekul air.
Sehingga, ketika molekul tersebut pecah maka akan terbentuk molekul
tunggal yang dapat meningkatkan cairan.
b. Meningkatkan sirkulasi mikro. Bergetarnya molekul airdan pengaruh
inframerah akan menghasilkan panas yang menyebabkan pembuluh
kapiler membesar, dan meningkatkan temperatur kulit, memperbaiki
sirkulasi darah dan mengurani tekanan jantung.

14
c. Meningkatkan metabolisme tubuh. Jika sirkulasi mikro dalam tubuh
meningkat, racun dapat dibuang dari tubuh kita melalui metabolisme.
Hal ini dapat mengurangi beban liver dan ginjal.
d. Mengembangkan Ph dalam tubuh. Sinar inframerah dapat
membersihkan darah, memperbaiki tekstur kulit dan mencegah rematik
karena asam urat yang tinggi.
e. Inframerah jarak jauh banyak digunakan pada alat-alat kesehatan.
Pancaran panas yang berupa pancaran sinar inframerah dari organ-
organ tubuh dapat dijadikan sebagai informasi kondisi kesehatan organ
tersebut. Hal ini sangat bermanfaat bagi dokter dalam diagnosis
kondisi pasien sehingga ia dapat membuat keputusan tindakan yang
sesuai dengan kondisi pasien tersebut. Selain itu, pancaran panas
dalam intensitas tertentu dipercaya dapat digunakan untuk proses
penyembuhan penyakit seperti cacar. Contoh penggunaan inframerah
yang menjadi trend saat ini adalah adanya gelang kesehatan Bio Fir.
Dengan memanfaatkan inframerah jarak jauh, gelang tersebut dapat
berperang dalam pembersihan dalam tubuh dan pembasmian kuman
atau bakteri.

2. Bidang Komunikasi

Gambar 13 sensor infrared

15
a. Adanya sistem sensor infra merah. Sistem sensor ini pada dasarnya
menggunakan inframerah sebagai media komunikasi yang
menghubungkan antara dua perangkat. Penerapan sistem sensor infra
ini sangat bermanfaat sebagai pengendali jarak jauh, alarmkeamanan,
dan otomatisasi pada sistem. Adapun pemancar pada sistem ini terdiri
atas sebuah LED (Lightemitting Diode) infra merah yang telah
dilengkapi dengan rangkaian yang mampu membangkitkan data untuk
dikirimkan melalui sinar inframerah, sedangkan pada bagian penerima
biasanya terdapat foto transistor, fotodioda, atau modulasi. Infra merah
yang berfungsi untuk menerima sinar inframerah yang dikirimkan oleh
pemancar.
b. Adanya kamera tembus pandang yang memanfaatkan sinar inframerah.
Sinar inframerah memang tidak dapat ditangkap oleh mata telanjang
manusia, namun sinar inframerah tersebut dapat ditangkap
oleh kamera digital atau video handycam. Dengan adanya suatu
teknologi yang berupa filter IR PF yang berfungi sebagai penerus
cahaya infra merah, maka kemampuan kamera atau video tersebut
menjadi meningkat. Teknologi ini juga telah diaplikasikan ke kamera
handphone.
c. Untuk pencitraan pandangan seperti nightscoop.
d. Inframerah digunakan untuk komunikasi jarak dekat, seperti
pada remote Gelombang inframerah itu mudah untuk dibuat, harganya
relatif murah, tidak dapat menembus tembok atau benda gelap, serta
memiliki fluktuasi daya tinggi dan dapat diinterfensi oleh cahaya
matahari.
e. Sebagai alat komunikasi pengontrol jarak jauh. Inframerah dapat
bekerja dengan jarak yang tidak terlalu jauh (kurang lebih 10 meter
dan tidak ada penghalang).
f. Sebagai salah satu standardisasi komunikasi tanpa kabel. Jadi,
inframerah dapat dikatakan sebagai salah satu konektivitas yang

16
berupa perangkat nirkabelyang digunakan untuk mengubungkan atau
transfer data dari suatu perangkat ke parangkat lain. Penggunaan
inframerah yang seperti ini dapat kita lihat pada handphone dan laptop
yang memiliki aplikasi Ketika kita ingin mengirim file ke handphone,
maka bagian infra harus dihadapkan dengan modul infra merah pada
PC. Selama proses pengiriman berlangsung, tidak boleh ada benda lain
yang menghalangi. Fungsi inframerah pada handphone dan laptop
dijalankan melalui teknologi IrDA (Infra red Data Acquition). IrDA
dibentuk dengan tujuan untuk mengembangkan sistem komunikasi via
inframerah.

3. Bidang keruangan
Inframerah yang dipancarakan dalam bentuk sinar infra merah
terhadap suatu objek, dapat menghasilkan foto infra merah. Foto
inframerah yang bekerja berdasarkan pancaran panas suatu objek dapat
digunakan untuk membuat lukisan panas dari suatu daerah atau objek.
Hasil lukisan panas dapat menggambarkan daerah mana yang panas
dan tidak. Suatu lukisan panas dari suatu gedung dapat digunakan
untuk mengetahui dari zona bagian mana dari gedung itu yang
menghasilkan panas berlebihann sehingga dapat dilakukan perbaikan-
perbaikan yang diperlukan.
4. Bidang Industri

Gambar 14 Lampu Infrared

17
a. Lampu inframerah. Merupakan lampu pijar yang kawat pijarnya
bersuhu di atas ±2500°K. Hal ini menyebabkan sinar infra merah
yang dipancarkannya menjadi lebih banyak daripada lampu pijar
bisa. Lampu infra merah ini biasanya digunakan untuk
melakukan proses pemanasan di bidang industri.
b. Pemanasan inframerah merupakan suatu kondisi ketika energi
inframerah menyerang sebuah objek dengan kekuatan energi
elektromagnetik yang dipancarkan di atas -273 °C (0°K dalam
suhu mutlak). Pemanasan inframerah banyak digunakan pada
alat-alat seperti, pemanggang dan bola lampu (90% panas – 10%
cahaya).

Secara keseluruhan, analisis menggunakan Spektrofotometer FTIR


memiliki kelebihan utama selama teknik dispersif dibandingkan metode
konvensional lainnya, yaitu:
1. Kecepatan: Karena semua frekuensi diukur secara simultan, pengukuran
oleh FTIR dilakukan dalam hitungan detik. Ini kadang-kadang disebut
sebagai Advantage Felgett.
2. Sensitivitas: Sensitivitas secara dramatis ditingkatkan dengan FTIR karena
berbagai alasan. Detektor bekerja jauh lebih sensitif, kemampuan optik
jauh lebih tinggi (disebut sebagai Advantage Jacquinot) yang
menghasilkan tingkat kebisingan yang jauh lebih rendah, dan proses scan
cepat memungkinkan penambahan beberapa scan untuk mengurangi
kebisingan pengukuran acak ke tingkat yang diinginkan (disebut sebagai
sinyal rata-rata).
3. Mekanikal yang sederhana: Cermin bergerak dalam interferometer bagian
yang terus bergerak di instrumen. Dengan demikian, ada kemungkinan
sangat sedikit kerusakan mekanisnya.
4. Kalibrasi internal: Instrumen ini menggunakan laser HeNe sebagai
panjang gelombang internal kalibrasi standar (disebut sebagai Advantage
Connes). Instrumen ini mengkalibrasi otomatis dan tidak membutuhkan
kalibrasi dari user.

18
Keunggulan ini, bersama dengan yang lain, membuat pengukuran
yang dilakukan oleh FTIR sangat akurat dan direproduksi. Dengan demikian,
teknik yang sangat handal untuk identifikasi positif dari hampir setiap sampel.
Manfaat sensitivitas memungkinkan identifikasi bahkan dalam konten terkecil.
Hal ini membuat FTIR menjadi alat bantu untuk pengendalian kualitas atau
aplikasi jaminan kualitas, analisis dari konten yang tidak diketahui. Selain itu,
sensitivitas dan akurasi detektor FTIR, bersama dengan berbagai macam
algoritma perangkat lunak, telah secara dramatis meningkatkan penggunaan
praktis inframerah untuk analisis kuantitatif. Metode kuantitatif dapat dengan
mudah dikembangkan dan dikalibrasi dan dapat corporated ke dalam prosedur
sederhana untuk analisis rutin.
Dengan demikian, teknik Fourier Transform Infrared (FTIR) telah
membawa keuntungan praktis yang signifikan untuk spektroskopi inframerah.
Ini telah memungkinkan banyak pengembangan teknik sampling baru yang
dirancang untuk mengatasi masalah yang menantang yang tidak mungkin
dengan teknologi yang lebih tua. Hal ini membuat penggunaan analisis
inframerah hampir tak terbatas.

3.3 Prosedur Kerja FTIR


1. Preparation Sample
a. Alat: Interferometer FTIR Shimadzu 8400
b. Bahan: Kristal KBr, Polistiren film check.
2. Penggunaan alat Interferometer FTIR
a. Persiapan alat
Sumber arus listrik dan alat FTIR dinyalakan, kemudian
komputer dinyalakan dan ditunggu beberapa menit.
b. Pengukuran
Pada desktop klik gambar “Shortcut” program aplikasi FTIR
8400. Ditunggu beberapa saat sampai keluar “dialogbox” dan klik
“OK” sehingga muncul menu pada layar, kemudian klik “FTIR8400”
pada menu. Setelah itu klik “BKGStart” untuk memulai pengukuran
dan ditunggu spektra pada layar sampai menghilang.

19
Sampel siap ukur ditempatkan pada tempat sampel dari alat
interferometer. Klik lagi “FTIR8400” pada menu, kemudian klik
“BKGStart” untuk memulai pengukuran. Lalu diisi dialog box
dengan identitas sampel dan klik ”SAMPELSTART”. Ditunggu
spektra yang diperoleh. Spektra yang diperoleh muncul pada layar
diklik “Peaktabel” pada menu “CALC” untuk memunculkan harga
bilangan gelombang. “Treeshold” dan “Noise Level” ditentukan
untuk mengatur pemunculan harga bilangan gelombang.
c. Mematikan alat FTIR
Komputer dimatikan dengan cara mengklik Start Shutdown
kemudian alat FTIR serta sumber listriknya dimatikan.
3. Data Pengamatan
a. Spektrum hasil pengukuran Kristal KBr yang masih baik.

b. Spektrum pengukuran polystyrene standar

20
c. Membandingkan hasil spektrum pengukuran dengan spektrum
standar polistiren untuk pengecekan harga bilangan gelombang
(wave number check)

d. Penyesuaian peak-peak hasil spektra pengukuran polistiren standar


dengan peta spektra standar polistiren

Dari hasil praktikum pengenalan alat FTIR 8400 Spektroskopi inframerah


ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi suatu senyawa yang belum diketahui,

21
karena spektrum yang dihasilkan spesifik untuk senyawa tersebut. Metode ini
banyak digunakan karena:
1. Cepat dan relatif murah.
2. Dapat digunakan untuk mengidentifikasi gugus fungsional dalam molekul.
3. Spektrum inframerah yang dihasilkan oleh suatu senyawa adalah khas dan
oleh karena itu dapat menyajikan sebuah fingerprint (sidik jari) untuk
senyawa tersebut.

22
3.3 Studi Kasus FTIR

Studi Kasus pada makalah ini berjudul “FTIR spectroscopy as a tool for
nano-material characterization” yaitu tentang penggunaan Spektroskopi FTIR
untuk pengkarakterisasian material nano, karena percabangan secara kovalen
molekul fungsional ke carbon nano-tubes (CNTs) merupakan langkah penting
untuk memanfaatkan sifat yang baik dari serat nano tersebut untuk memanfaatkan
potensinya dalam meningkatkan sifat mekanik dan termal material komposit.
Sementara spektroskopi Fourier Transform InfraRed (FTIR) dapat menampilkan
berbagai ikatan kimia dalam material.

Prosedur kimia untuk pencabangan molekul fungsional ke CNT terdiri


dari dua tahap dalam satu reaksi pot. Langkah pertama terdiri dari inisiasi situs
reaktif di dinding CNT dengan menggunakan alkil litiat dan tahap kedua, molekul
fungsional ikatan yang mengandung cincin oksiran. Pada gambar diatas setiap
situs fungsional terdiri dari dua cabang, yaitu cabang butil dan cabang epoksida

Pada studi kasus ini ditemukan bahwa database yang ada di FTIR library
tidak mencakup semua informasi ikatan yang ada di CNT yang difungsikan
karena ikatan antara molekul yang dicabangkan dan CNT dalam studi FTIR
merupakan hal yang baru. Untuk memperluas penerapan FTIR ke nano-material,
dalam jurnal ini juga menyajikan metode teoritis untuk mendapatkan spektroskopi
FTIR dan membandingkannya dengan hasil eksperimen peneliti.

Dengan menggunakan spektrometer FTX Perkin-Elmer System GX 2000,


analisis FTIR ekstensif dilakukan pada sampel f-CNT. Sampel disiapkan dengan
mengambil sejumlah kecil f-CNT dalam bentuk bubuk dan campurkan dengan
potassium bromide untuk membuat beberapa cakram tipis dan semi transparan.
Cakram kemudian dianalisis dalam spektrometer di bawah kondisi sekitar
menggunakan resolusi wavenumber yang berbeda. Pertama, pemindaian sampel

23
yang luas dilakukan dari 400 cm-1 sampai 4000 cm-1 dengan langkah 4 cm-1.
Daftar rentang wavenumber yang diketahui yang diperoleh dari database FTIR.

Untuk mendapatkan spektrum sampel yang lebih rinci, analisis FTIR


presisi tinggi pada kisaran sempit 800-1800 cm-1 dilakukan dengan langkah 0,1
cm-1. Untuk memvisualisasikan puncak yang tertutup karena konvolusi, turunan
orde pertama spektrum dilakukan. Informasi yang dikumpulkan dalam spektrum
tersebut mengungkapkan puncak yang tidak dapat diidentifikasi dalam database
unsur awal murni seperti puncak pada panjang gelombang 1401 cm-1 dan 1470
cm-1, namun diyakini sangat penting untuk karakterisasi pencabangan molekul
fungsional pada CNT.

Untuk mengidentifikasi signifikansi setiap puncak, model f-CNT harus


dilakukan dan mode getaran yang berbeda dari molekul makro yang dirancang
harus dibandingkan dengan hasil eksperimen. Karena CNT hampir bersifat
kimiawi, reaksi kimia lebih mungkin terjadi pada lokasi defek reaktif dinding
CNT.

24
Konformasi 6b dan 6c sangat dekat satu sama lain di kedua Binding
Energy (B.E) dan Length (L). Atom karbon yang berada pada posisi 1 untuk
kedua konfigurasi ini terdistorsi dan hibridisasi tetrahedral sp berkontribusi
terhadap keseluruhan stabilitas struktural yang terbentuk. Di sisi lain, atom karbon
yang sama dalam konfigurasi 6a tetap pada posisi semula, yang menyebabkan
susunan yang tidak stabil dengan B.E. sekitar 4 eV kurang dari dua konformasi
lainnya. Sejalan dengan itu, L yang dihitung (CCNT-Cepoxide) pada 6a agak lebih
besar dari 6b dan 6c sekitar 0,26 Å dan ini juga mencerminkan ikatan kovalen
yang jauh lebih lemah dalam konfigurasi tersebut dibandingkan dengan
pengaturan 6b dan 6c. Oleh karena itu, untuk memodelkan fungsionalisasi
kovalen CNT, konfigurasi 6b dipilih untuk menentukan spektrum IR f-CNT.

Secara khusus, peneliti mengilustrasikan sebuah metode untuk


mengidentifikasi molekul fungsional yang dicabangkan pada CNT. Penggunaan
kombinasi analisis FTIR eksperimental dan model FTIR teoritis untuk
mengkarakterisasi fungsionalisasi benda berukuran nano, peneliti dapat
membuktikan bahwa molekul fungsional dapat dicabangkan secara kovalen pada
CNT tanpa perubahan pada kelompok fungsionalnya dan adanya keseuaian antara
metode eksperimental dengan teoritis.

25
DAFTAR PUSTAKA

Anonymous. 2008. Spektroskopi Inframerah Transformasi Fourier, (Online),


(https://id.wikipedia.org/wiki/Spektroskopi_inframerah_transformasi_
Fourier), diakses 24 Januari 2018.

Anonymous. 2011. Spektroskopi Inframerah, (Online), (http://id.wikipedia.org


/wiki/Spektroskopi_inframerah), diakses 25 Januari 2018.

Arherthon, T., dkk., 2010. The Forensic Analysis of Soil by FTIR with
Multivariate Analysis, London. Vol. 1, halaman 1-5.

Daniel, Febrian. 2014. FTIR, (Online), (https://www.academia.edu/30501226/


PENGENALAN_SPEKTROSKOPI_FTIR_FOURRIER_TRANSFORM
_INFRARED), diakses 28 Januari 2018.

Hendrik, Rizal. 2010. FTIR, (Online), (http://hendriksblog.blog.uns.ac.id/


2010/10/12/81/), diakses 23 Januari 2018.

Hermonicolet Corporation. 2007. Introduction to Fourier Transform Infrared


Spectrometry. New York. halaman 13-16.

Khun, Aldhi. 2014. Spektrofotometer Fourier Transform, (Online),


(http://lasunapa.blogspot.co.id/2014/06/spektrofotometer-fourier-
transform .html), diakses 23 Januari 2018.

Mudzakir, Ahmad.dkk. 2008. Praktikum Kimia Anorganik (KI425).Bandung:


Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI.

Stuart, Barbara. 2004. Infrared Spectroscopy: Fundamentals and Applications.


halaman 6-10.

26