Anda di halaman 1dari 8

Berikut ini persyaratan yang harus dilengkapi dalam mengurus sertifikat tanah.

Persyaratan

1. Formulir permohonan yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon atau kuasanya di atas
materai cukup

2. Surat Kuasa apabila dikuasakan

3. Fotocopy identitas (KTP, KK) pemohon dan kuasa apabila dikuasakan, yang telah dicocokkan
dengan aslinya oleh petugas loket

4. Asli Bukti perolehan tanah/Alas Hak

5. Asli Surat-surat bukti pelepasan hak dan pelunasan tanah dan rumah (Rumah Gol III) atau
rumah yang dibeli dari pemerintah

6. Foto copy SPPT PBB Tahun berjalan yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket,
penyerahan bukti SSB (BPHTB) dan bukti bayar uang pemasukan (pada saat pendaftaran hak)

7. Melampirkan bukti SSP/PPh sesuai dengan ketentuan

Waktu

 38 (tiga puluh delapan) hari untuk:

Tanah pertanian yang luasnya tidak lebih dari 2 Ha


Tanah non pertanian yang luasnya tidak lebih dari 2.000 m2

 57 (lima puluh tujuh) hari untuk:

Tanah pertanian yang luasnya lebih dari 2 Ha


Tanah non pertanian yang luasnya lebih dari 2.000 m2 s.d. 5.000 m2

 97 (sembilan puluh tujuh) hari untuk:

Tanah non pertanian yang luasnya lebih dari 5.000 m2

Keterangan

Formulir permohonan memuat:

1. Identitas diri

2. Luas, letak dan penggunaan tanah yang dimohon

3. Pernyataan tanah tidak sengketa

4. Pernyataan tanah dikuasai secara fisik


Catatan:

Tidak termasuk tenggang waktu pemenuhan kewajiban pembayaran sesuai SK


Jangka waktu tidak termasuk waktu yang diperlukan untuk pengiriman berkas/dokumen dari Kantah
ke Kanwil dan BPN RI maupun sebaliknya.

Biaya Mengurus Sertifikat

Biaya mengurus sertifikat tanah berbeda-beda tergantung jenis tanah dan luasnya. Nah sobat ngopo
bisa hitung sendiri estimasi biayanya dengan menggunakan aplikasi resmi yang sudah ada di website
BPN (http://www.bpn.go.id)

Contoh : Biaya pengurusan sertifikat tanah perumahan dengan ukuran 10M x 25M (250M2) maka
biaya yang harus dibayarkan adalah sebagai berikut :

Biaya Pengukuran: Rp. 150.000


Biaya Panitia: Rp. 355.000
Biaya Pendaftaran: Rp. 50.000
Total Biaya: Rp. 555.000

Nah sobat ngopo bisa mencobanya sendiri. Ikuti langkahnya berikut ini :

1. Buka situs BPN : http://www.bpn.go.id

2. Klik tulisan "Syarat dan Biaya"

3. Klik tulisan "PELAYANAN PENDAFTARAN TANAH PERTAMA KALI"

4. Klik tulisan "PEMBERIAN HAK"

5. Klik tulisan "HAK MILIK"

6. Klik tulisan "HAK MILIK PERORANGAN"

7. Klik tulisan "Simulasi Biaya"

8. Silakan isi kolom yang tersedia sesuai dengan jenis dan ukuran tanah kamu.

Jika ternyata ada yang tidak beres dalam pengurusan sertifikat tanah kamu, silakan laporkan ke sini :

 http://wbs.bpn.go.id

 https://www.lapor.go.id

Ayo sebarkan! Untuk Indonesia yang lebih baik dan bersih.

Dilanjut Masri, Sertifikat adalah bukti terkuat dalam kepemilikan tanah. Kegiatan PTSL kesempatan
dan peluang besar bagi masyarakat untuk mengurus sertifikat, karena pengurusannya tidak dipungut
biaya (gratis), dan petugas BPN langsung turun ke lokasi untuk mengukur tanah milik warga.
Sebelum Tahun 2017 pengurusan sertifikat gratis namanya Program Nasional (Prona) dengan sisitim
elompat lompat. Kemudian prona diganti namanya dari pusat menjadi PTSL.

Sistim PTSL sistimya berkelompok dengan melibatkan Ketua RT, RW,Kadus dan Kepala Desa.

Persyaratan untuk mengurus serifikat dengan sisitim PTSL, surat kepemilikan tanah seperti surat
hibah, Surat jual beli, SKGR, Foto Copi KTP, Foto Copy KK,dan 4 lembar Materai.

Bagi masyarakat yang tidak memiliki surat tanah sama sekali,dapat dikeluarkan surat sertifikatnya
asal Kepala Desa mau mengisi surat Formulir, dengan sempadan yang tidak keberatan,dan lahan
tidak sengketa.

"Kemudian kemudahan dalam sistim PTSL pajak tanah yang harus dibayar kepada pemerintah dapat
di tangguhkan. Sementara kalau Prona harus dibayar pajak terlebih dahulu," sebut Masri.

CARA PENGAJUAN PRONA / PTSL UNTUK SERTIPIKASI TANAH SECARA MASAL DAN GRATIS

Agoes Djibril 4 months ago BPN Kabupaten Pekalongan, cara mudah mengurus sertifikat
tanah, cara pengajuan PRONA tahun 2017, informasi publik, program pemerintah sertipikat tanah
masal tahun 2017, program sertipikat tanah PTSL,

Pada pemerintahan Jokowi menargetkan untuk sertipikasi tanah menyeluruh di seluruh Indonesia.
Diharapkan nantinya tanah milik warga negara Indonesia semua memiliki sertipikat. Sertipikat tanah
merupakan dasar kepemilikan hak atas tanah secara resmi menurut hukum, sehingga jika
dikemudian hari ada sengketa tanah atau pengalihan fungsi tanah si pemilik tanah dapat menuntut
ganti rugi atas tanah tersebut. Namun untuk memiliki sertipikat tanah dibutuhkan banyak biaya, jika
kita mengurus sendiri melalui perantara notaris pembuat akta tanah tentu akan membutuhkan
banyak biaya, apalagi jika memiliki banyak bidang tanah.

Namun tidak semua masyarakat sadar akan arti penting sebuah sertipikat, hal ini terjadi pada
masyarakat pedesaan. Mereka masih berpedoman kapada Leter C dan SPPT yang mereka anggap
sebagai surat kepemilikan tanah. Memang pada zaman dahulu kepemilikan tanah hanya berdasarkan
Petok/Petuk dan Leter C. Nah untuk meringankan beban masyarakat pedesaan untuk menerbitkan
sertipikat tanah Pemerintah melalui BPN (Badan Pertanahan Nasional) menyelenggarakan Program
Percepatan Sertipikat Tanah Melalui Pendaftaran Sistematis Lengkap (PTSL) yang dahulu dikenal
dengan PRONA.

Agar sebuah desa mendapatkan program PTSL maka Pemerintah Desa diminta untuk mengajukan
proposal permohonan PTSL kepada Kepala Kantor BPN di Kabupaten/Kota dan mengetahui Camat
setempat. Kemudian Desa mempersiapkan berkas berkas kelengkapan kepemilikan tanah yang
meliputi :

1. Leter C//Buku C Desa yang mencatat asal usul kepemilikan tanah.

2. Formulir Permohonan (Bisa di sediakan oleh BPN)

3. KK dan KTP Elektronik terbaru yang berlaku, jika pemohon belum memiliki KTP maka dapat
menggunakan AKTA Kelahiran dan dilampiri Surat Perwalian.

4. SPPT / Nomor SPPT dan Jumlah Nominatif NJOP

Semua berkas tersebut dilampirkan pada formulir pemohon, serta data dimasukan ke dalam formulir
permohonan dengan format excel (format pengisian disediakan BPN). Dalam soft copy pengisian
data pemohon meliputi:

 Nama Pemohon

 Tanggal lahir

 No. KTP

 Nomor C Desa

 No Persil Tanah

 Luas tanah

 Batas batas bidang tanah

 Asal Usul kepemilikan tanah

Demikian sedikit gambaran singkat tentang permohonan sertipikat tanah secara masal yang dapat
diajukan kepada BPN semoga bermanfaat. Semua kegiatan program PTSL tidak dipungut biaya
sedikitpun alias gratis.
KONVERSI

 PELAYANAN PENDAFTARAN TANAH PERTAMA KALI

 KONVERSI, PENGAKUAN DAN PENEGASAN HAK

 KONVERSI

 Persyaratan dan Jangka Waktu

 Proses

 Simulasi Biaya

Persyaratan

1. Formulir permohonan yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon atau kuasanya di atas
materai cukup

2. Surat Kuasa apabila dikuasakan

3. Fotocopy identitas (KTP, KK) pemohon dan kuasa apabila dikuasakan, yang telah dicocokkan
dengan aslinya oleh petugas loket

4. Bukti pemilikan tanah/alas hak milik adat/bekas milik adat

5. Foto copy SPPT PBB Tahun berjalan yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket
dan penyerahan bukti SSB (BPHTB)

6. Melampirkan bukti SSP/PPh sesuai dengan ketentuan

Waktu

98 (sembilan puluh delapan) hari

Keterangan

Formulir permohonan memuat:

1. Identitas diri

2. Luas, letak dan penggunaan tanah yang dimohon

3. Pernyataan tanah tidak sengketa

4. Pernyataan tanah dikuasai secara fisik

KRITERIA SUBYEK PRONA

Subyek atau peserta PRONA adalah masyarakat golongan ekonomi lemah sampai dengan menengah.
Masyarakat golongan ekonomi lemah sampai dengan menengah yang memenuhi persyaratan
sebagai subyek/peserta PRONA yaitu pekerja dengan penghasilan tidak tetap antara lain petani,
nelayan, pedagang, peternak, pengrajin, pelukis, buruh musiman dan lain-lain pekerja dengan
penghasilan tetap:
a. pegawai perusahaan baik swasta maupun BUMN/BUMD dengan penghasilan per bulan sama
atau di bawah Upah Minimum Regional (UMR) yang ditetapkan oleh masing-masing
kabupaten/kota, yang dibuktikan dengan penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK)
dan surat keterangan penghasilan dari perusahaan;

b. veteran, Pegawai Negeri Sipil pangkat sampai dengan Penata Muda Tk.I (III/d), prajurit
Tentara Nasional Indonesia pangkat sampai dengan Kapten dan anggota Kepolisian Negara
Republik Indonesia pangkat sampai dengan Komisaris Polisi, dibuktikan dengan foto copy
Surat Keputusan pangkat terakhir;

c. istri/suami veteran, istri/suami Pegawai Negeri Sipil, istri/suami prajurit Tentara Nasional
Indonesia, istri/suami anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud
dalam huruf b), dibuktikan dengan foto copy Surat Keputusan pangkat terakhir dan akta
nikah;

d. pensiunan Pegawai Negeri Sipil, pensiunan Tentara Nasional Indonesia dan pensiunan
anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, dibuktikan dengan foto copy Surat Keputusan
pensiun;

e. janda/duda pensiunan Pegawai Negeri Sipil, janda/duda pensiunan Tentara Nasional


Indonesia, janda/duda pensiunan anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, dibuktikan
dengan foto copy Surat Keputusan pensiun janda/duda dan akta nikah.

Peserta PRONA berkewajiban untuk:

1. Menyediakan/menyiapkan Alas hak/alat bukti perolehan/penguasaan tanah yang akan


dijadikan dasar pendaftaran tanah sesuai ketentuan yang berlaku.

2. Menunjukkan letak dan batas-batas tanah yang dimohon (dapat dengan kuasa).

3. Menyerahkan Bukti Setor Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Bukti
Setor Pajak Penghasilan dari Pengalihan Hak Atas Tanah dan Bangunan (PPh) bagi peserta
yang terkena ketentuan tersebut.

4. Memasang patok batas tanah sesuai ketentuan yang berlaku.

KRITERIA LOKASI

Di dalam penetapan lokasi PRONA perlu memperhatikan kondisi wilayah dan infrastruktur
pertanahanan yang tersedia.

1. Kondisi Wilayah:
Lokasi Kegiatan PRONA diarahkan pada wilayah-Wilayah sebagai berikut:

o desa miskin/tertinggal;

o daerah pertanian subur atau berkembang;

o daerah penyangga kota, pinggiran kota atau daerah miskin kota;

o daerah pengembangan ekonomi rakyat;

o daerah lokasi bencana alam;

o daerah permukiman padat penduduk serta mempunyai potensi cukup besar untuk
dikembangkan;
o daerah diluar sekeliling transmigrasi;

o daerah penyangga daerah Taman Nasional;

o daerah permukiman baru yang terkena pengembangan prasarana umum atau


relokasi akibat bencana alam.

2. Infrastruktur Pertanahan
Penetapan lokasi wilayah desa/kelurahan PRONA, hendaknya memperhatikan ketersediaan
infrastruktur pertanahan, antara lain:

1. Rencana Umum Tata Ruang Wilayah;

2. Inventarisasi Pengaturan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah (IP4T);

3. Peta Penatagunaan Tanah;

4. Peta Pengukuran dan Pendaftaran Tanah (Fotogrametis);

5. Infrastruktur Titik Dasar Teknik dan Peta Dasar Pendaftaran;

6. Teknologi Informasi dan Komunikasi;

7. Mobil dan peralatan Larasita; dan

8. Infrastruktur lainnya.

KRITERIA OBYEK PRONA

1. Tanah sudah dikuasai secara fisik

2. Mempunyai alas hak (bukti kepemilikan)

3. Bukan tanah warisan yang belum dibagi

4. Tanah tidak dalam keadaan sengketa

5. Lokasi tanah berada dalam wilayah kabupaten lokasi peserta program yang dibuktikan
dengan KTP

6. Memenuhi ketentuan tentang luas tanah maksimal obyek PRONA.

LUAS DAN JUMLAH TANAH OBYEK PRONA

1. Tanah Negara:

o Tanah non pertanian dengan luas sampai dengan 2.000 m2 (dua ribu meter persegi),
kecuali obyek PRONA yang berlokasi wilayah Kab/Kota Kantor Pertanahan tipe A
sampai dengan luas 500 m2 (lima ratus meter persegi); dan

o Tanah pertanian dengan luas sampai 2 ha (dua hektar).

2. Penegasan konversi/pengakuan hak :

o Tanah non pertanian dengan luas sampai dengan 5.000 m2 (lima ribu meter persegi),
kecuali obyek PRONA yang berlokasi wilayah Kab/Kota Kantor Pertanahan tipe A
sampai dengan luas 1.000 m2 (seribu meter persegi); dan

o Tanah pertanian dengan luas sampai 5 ha (lima hektar).


3. Jumlah bidang tanah:
Bidang tanah yang dapat didaftarkan atas nama seseorang atau 1 (satu) peserta dalam
kegiatan PRONA paling banyak 2 (dua)bidang tanah