Anda di halaman 1dari 2

PENANGANAN OBAT KOSONG

No. Dokumen No. Revisi Halaman


PT.FAR.80 1/2
Tanggal Terbit Ditetapkan
RUMAH SAKIT Direktur
UMUM DAERAH 13 Maret 2012
PROF.DR.
Dr. Chaeruddin Nur, MM
MARGONO NIP. 195704301985031010
SOEKARJO
PURWOKERTO
PROSEDUR
TETAP

RUANG Prosedur ini mengatur tata cara bagaimana penanganan


LINGKUP
bila terjadi obat kosong di pelayanan
TUJUAN Agar obat dapat terlayani baik di pelayanan dan mencegah
terjadinya obat kosong terlalu lama
KEBIJAKAN 1. Pelaporan obat kosong dilakukan oleh satelit farmasi di
pelayanan kepada gudang farmasi pada hari yang sama
saat diketahui adanya kekosongan obat
2. Pengecekan obat kosong dilaksanakan setiap hari
3. Kekosongan obat life saving tidak boleh lebih dari 24 jam
PETUGAS 1. Petugas farmasi di Satelit Farmasi Pelayanan
2. Petugas farmasi di Gudang Farmasi
PROSEDUR 1. Melakukan pengecekan obat kosong setiap hari dari
masing-masing satelit farmasi di pelayanan
2. Pencatatan obat kosong ke dalam buku khusus (defekta)
3. Pelaporan obat kosong sesuai catatan ke gudang farmasi
4. Penerimaan pelaporan obat kosong dari satelit farmasi yang
bersangkutan dan melakukan pengecekan ketersediaan
stok obat tersebut di gudang farmasi maupun di satelit
farmasi yang lain.
5. Pengiriman obat yang diminta ke satelit farmasi yang
membutuhkan disertai dengan daftar permintaan bila stok
masih ada di gudang atau satelit farmasi yang lain.
6. Pengadaan ulang obat yang kosong di gudang farmasi
sesuai dengan daftar obat kosong di gudang maupun satelit
farmasi di pelayanan.
7. Pemesanan obat langsung untuk obat cito atau life saving.
PENANGANAN OBAT KOSONG
No. Dokumen No. Revisi Halaman
PT.FAR.80 2/2
Tanggal Terbit Ditetapkan
RUMAH SAKIT Direktur
UMUM DAERAH 13 Maret 2012
PROF.DR.
Dr. Chaeruddin Nur, MM
MARGONO NIP. 195704301985031010
SOEKARJO
PURWOKERTO
PROSEDUR
TETAP
8. Bila terjadi kekosongan obat di Satelit Farmasi Rawat Jalan
dan diketahui tidak adanya stok di gudang farmasi maupun
satelit farmasi yang lain, maka dilakukan copy resep.
UNIT TERKAIT 1. Distributor atau PBF
2. Satelit Farmasi
3. Bidang Pelayanan
4. Pengadaan Obat