Anda di halaman 1dari 12

Tugas

Perencanaan Kota
“ Penerapan Konsep Kota Mandiri di Kota Palu “

Di Susun Oleh :
DEVI ADINDA UTARI Y. F 231 15 025
MOH TAUFIK LAMINULA F 231 15 028
ATIKAH YULIADZANI D. F 231 15 031
AIDIL F 231 15 044

PROGRAM STUDI S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TADULAKO
PALU
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kota Terpadu Mandiri adalah kawasan transmigrasi yang pembangunan dan


pengembangannya dirancang menjadi pusat pertumbuhan yang mempunyai fungsi
perkotaan melalui pengelolaan sumberdaya alam yang berkelanjutan yang
mempunyai fungsi sebagai berikut : Pusat kegiatan pertanian berupa pengolahan
barang pertanian jadi dan setengah jadi serta kegiatan agribisnis; Pusat pelayanan
agroindustri khusus (special agroindustry services), dan pemuliaan tanaman unggul;
Pusat pendidikan, pelatihan di sektor pertanian, industri dan jasa; Pusat
perdagangan wilayah yang ditandai dengan adanya pasar-pasar grosir dan
pergudangan komoditas sejenis.

KTM dibangun dengan konsep agropolitan (Depnakertrans,2006). Menurut


Anwar (2006) Pembangunan kota kecil dilingkungan pertanian merupakan
pembangunan pusat-pusat pelayanan pada kota-kota kecil mencakup pula
perlengkapan infrastruktur fasilitas publik perkotaan.

Setiap KTM terdiri dari 9.000 sampai 10.000 kepala keluarga (KK),tapi bukan
berarti seluruhnya KK yang baru sama sekali, melainkan sebagian termasuk masyarakat
yang telah ada di wilayah tersebut. Komponen permukiman dalam KTM terdiri atas
permukiman penduduk yang sudah ada, permukiman transmigrasi, dan areal yang
dapat direncanakan untuk permukiman transmigrasi yang baru. KTM bertujuan
mendukung ketahanan pangan dan penyediaan papan, mendukung ketahanan nasional,
mendorong strategi pemerataan investasi serta pertumbuhan ekonomi nasional dan
daerah, dan penanggulangan pengangguran secara berkesinambungan dalam jangka
panjang.

Kota Palu memiliki luas lahan 395,1 km² yang merupakan kota lima dimensi yang
terdiri atas lembah, lautan, sungai, pegunungan, dan teluk. Kota Palu sendiri dilewati
oleh garis Khatulistiwa dan berada pada ketinggian 100 - 500 mdpl Kota Palu sebagai
salah satu kota tropis di Indonesia dengan curah hujan kurang dari 1.000 mm per tahun
1.2 Rumusan Masalah
a) Bagaimana penerapan kota Mandiri di Kota Palu?

1.3 Tujuan

a) Mengetahui tata cara perancangan sistem Kota Mandiri di perkotaan


b) Mengetahui manajemen perkotaan Kota Mandiri yang baik dan benar.

1.4 Sasaran

a) Peningkatan investasi budidaya dan industri pertanian , jasa dan perdagangan


b) Meningkatkan produktivitas transmigran dan penduduk sekitar
c) Peningkatan pemanfaatan ruang yang berwawasan lingkungan
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kota Mandiri
Kota mandiri adalah sebuah kota yang tidak menjadi milik
setiap wilayah tertentu. Karena tingkat pemerintahan di bawah negara bagian
seperti county (setingkat kabupaten) secara historis menjadi lembaga yang kuat dalam
pemerintahan lokal. Kota mandiri kebanyakan terdapat di negara
bagian Maryland dan Virginia, di mana konstitusi negara bagian tersebut merupakan
sebuah kasus yang khusus yang memunculkan jenis kota seperti ini. Biro Sensus
Amerika Serikat menggunakan county sebagai unit dasar untuk penyajian informasi
statistik, dan memperlakukan kota mandiri di tingkat setara county untuk tujuan
itu. Baltimore, Maryland adalah kota mandiri terbesar di Amerika Serikat.

Kota mandiri kota yang sudah direncanakan dan dikembangkan dalam kaitan
kota yang tumbuh dan berkembang. Kota yang dibangun pada lokasi yang belum ada
konsentrasi penduduknya. Kota mandiri memenuhi kebutuhan penduduknya dalam
segi barang dan jasa dalam skala pemukiman yang besar. Adapun kategori Kota mandiri
antara lain :

 Kota Pusat Pemerintahan


 Kota Industri
 Kota Pertambangan
 Kota Usaha Kehutanan
 Kota Instalasi Ketenagaan
 Kota Instalasi Militer
 Kota Pusat Rekreasi
 Pemukiman Khusus Berskala Besar

2.2 Kota Mandiri Menurut Fungsinya


Kota baru dapat dibedakan berdasarkan fungsinya. Dalam hal ini, ada beberapa
golongan kota baru, yaitu :

 Kota bau yang dibangun untuk pusat kekuasaan atau pemerintahan kerajaan
baru, negara baru, provinsi baru atau kabupaten baru.
 Kota baru yang dibangun untuk menunjang kegiatan pemanfaatan sumber daya
alam.
 Kota Baru yang dibangun untuk menunjang kegiatan pendidikan tinggi.
 Kota baru dibangun untuk mengatasi masalah di kota-kota besar dan
metropolitan, seperti masalah lalu lintas, perumahan kumuh, pencemaran
lingkungan dan pedagang kaki lima. Kota baru golongan ini dibangun di sekitar
kota besar atau metropolitan yang menjadi kota induknya.

Kota Baru ada yang hanya mempunyai satu fungsi utama, seperti kota untuk
tempat tinggal, industri dan pendidikan. Fungsi lainnya hanya merupakan penunjang
agar fungsi utama berjalan baik. Ada pula kota baru yang mempunyai beberapa fungsi
yang sulut dibedakan mana yang utama dan penunjang.

2.3 Konsep Kota Mandiri


Konsep kota mandiri harus menciptakan basis ekonomi dan kelengkapan ekologi
kota yang dapat menarik minat massa dengan segala aktivitasnya. Diperlukan
keseriusan pengembang untuk menyediakan infrastruktur dan jaringan transportasi
yang mengintegrasikan kota mandiri dengan kota induknya.

Konsep kota mandiri tentang bagaimana sebuah kota mampu untuk membuat
penghuninya tidak perlu keluar dari komplek perumahan untuk mendapatkan yang
mereka perlukan. Kota mandiri yang pertama kali dikenal luas adalah kota mandiri BSD
oleh pengembang Sinar Mas. BSD menyediakan semuanya dalam area pemukiman,
mulai kompleks perkantoran, sarana bermain sampai sarana belanja modern dan
tradisional.

fasilitas yang disediakan di pemukiman dengan konsep kota mandiri akan


menaikkan harga pemukiman di komplek tersebut karena dengan berbagai fasilitas
tersebut, bukan hanya akan menaikkan posisi tawar dari pengembang dari pengembang
lain di kawasan tersebut, tetapi juga akan menaikkan cost pembangunan rumah.
Kenaikan cost tersebut akan juga ditanggung oleh konsumen dalam bentuk harga
rumah.
2.4 Kekurangan Dan Kelebihan Kota Mandiri
Menurut Prof. Ir. Eko Budihardjo dan Prof. Dr. Ir. Djoko Sujarto, terdapat empat
indikator pencapaian suatu kota menjadi mandiri ditinjau dari fungsi sosio-ekonomis,
yaitu:

 Memiliki potensi yang mampu menunjang kehidupannya sendiri.


 Berperan sebagai pusat pengembangan wilayah sekitarnya.
 Menjadi daya tarik bagi penduduk sekitarnya (counter magnet).
 Memiliki sistem bentuk kota yang spesifik dan geografisnya.

Empat poin indikator diatas inilah yang menunjukkan kesuksesan pembangunan


kota baru sebagai kota yang mandiri, jika satu poin saja tidak terpenuhi maka
pembangunan kota baru dapat dinilai belum sukses.

Untuk kerkurangan dalam Kota Mandiri ada beberapa masalah yang terjadi,
antara lain :

 Kawasam yang tidak mampu menunjukkan kemandirian.


 Dampak lalu lintas yang menjadi problem kemacetan di kota-kota besar.
 Bangunan-bangunan komersial yang tidak sesuai dengan master plan kota.
 Daya dukung lingkungan yang mempengaruhi perubahan guna lahan kota.
BAB III

PEMBAHASAN
3.1 Letak Geografis dan Adminstrasi
Kota Palu berada pada kawasan dataran Lembah Palu dan Teluk Palu, dengan
ketinggian rata-rata 0 – 700 meter diatas permukaan laut, terletak pada posisi 119,45 -
121,15 BT dan 0,36 - 0,56 LS. Luas wilayah Kota Palu adalah 395,06 km2 yang berada
pada kawasan dataran Lembah Palu dan Teluk Palu . Kota palu terdiri dari 8 kecamatan
yaitu
- Kecamatan Palu Barat terdiri dari Kelurahan Ujuna, Baru, Siranindi, Kamonji,
Balaroa Dan Lere
- Kecamatan Tatanga terdiri Dari Keluraham Duyu, Pengawu, Palupi, Tavanjuka,
Boyaoge Dan Nunu
- Kecamatan Palu Selatan terdiri dari Kelurahan Birobuli Selatan, Petobo , Birobuli
Utara, Tatura Utara, Dan Tatura Selatan
- Kecamatan Palu Timur terdiri dari Besusu Barat, Besusu Tengah, Besusu Timur,
Lolu Utara Dan Lolu Selatan
- Kecamatan Mantikulore terdiri dari Kelurahan Talise, Tanamodindi, Lasoani,
Kawatuna , Poboya, Tondo, Layana Indah Dan Talise Valangguni
- Kecamatan Palu Utara terdiri dari Kelurahan Mamboro, Taipa, Kayumaloe
Pajeko, Kayumaloe Ngapa, Dan Mamboro Barat
- Kecamatan Taweli terdiri dari Kelurahan Panau, Lambara, Baiya, Pantoloan Dan
Pantoloan Boya.

Berdasarakan posisi geografisnya kota palu memiliki batas-batas administrasi :


- Utara : Kabupaten Donggala
- Selatan : Kabupaten Sigi
- Barat : Kabupaten Donggala Dan Sigi
- Timur : Kabupaten Parigi Moutong Dan Donggala
Peta 1.1 Peta Administrasi Kota Palu

Sumber : Google, 2017

Letak Kota Palu berbentuk memanjang dari timur ke barat terdiri dari dataran
rendah, dataran bergelombang dan dataran tinggi. Berdasarkan topografinya, wilayah
Kota Palu dapat dibagi menjadi 3 zona ketinggian yaitu:
1. Sebagian kawasan bagian barat sisi timur memanjang dari arah utara ke
selatan, bagian timur ke arah utara dan bagian utara sisi barat memanjang dari
utara ke selatan merupakan dataran rendah/pantai dengan ketinggian antara
0 – 100 m di atas permukaan laut.
2. Kawasan bagian barat sisi barat dan selatan, kawasan bagian timur ke arah
selatan dan bagian utara ke arah timur dengan ketinggian antara 100 – 500 m
di atas permukaan laut.
3. Kawasan pegunungan dengan ketinggian lebih dari 500 m di atas permukaan
laut.
Kota Palu berada pada kawasan dataran Lembah Palu dan Teluk Palu, dengan
ketinggian rata-rata 0 – 700 meter diatas permukaan laut, terletak pada posisi 119,45 -
121,15 BT dan 0,36 - 0,56 LS. Luas wilayah Kota Palu adalah 395,06 km2 yang berada
pada kawasan dataran Lembah Palu dan Teluk Palu.

3.2 Iklim
Berbeda dengan daerah-daerah lain di Indonesia yang mempunyai dua musim, Kota
Palu memiliki karakteristik yang spesifik, dikarenakan Kota Palu tidak dapat
digolongkan sebagai daerah musiman atau non zona musim.
Kota Palu memiliki iklim tropis. Kota Palu memiliki sejumlah besar curah hujan
sepanjang tahun. Hal ini berlaku bahkan untuk bulan terkering. Lokasi ini
diklasifikasikan sebagai Af berdasarkan Köppen dan Geiger. Suhu rata-rata tahunan
adalah 27.3°C di Palu. Tentang 2779 mm presipitasi yang jatuh setiap tahunnya.
Pada tahun 2015, suhu udara maksimum yang tercatat pada Stasiun Udara mutriara
Palu adalah 36,5°C terjadi pada bulan Oktober, sedangkan suhu udara minimum terjadi
pada bulan juli yaitu sebesar 23,0°C. Rata-rata suhu udara tertinggi terjadi pada bulan
oktober dan desember yaitu sebesar 29°C.

Curah hujan tertinggi yang tercatat pada stasiun meteorologi mutiara palu tahun 2015
terjadi pada bulan juni yaitu 111,2 mm. Sementara itu angin tertinggi terjadi pada bulan
september yaitu 5,5 knots, sedangkan kecepatan angin terendah terjadi pada bulan
januari dan mei sebesar 4,1 knots. Arah angin pada tahun 2015 masih berada pada
posisi barat laut.

3.3 Demografis
Penduduk kota palu berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2015 sebanyak 368.086
jiwa yang terdiri atas 185,105 jiwa penduduk laki-laki dan 182,981 jiwa penduduk
perempuan. Dibandingkan dengan proyeksi jumlah penduduk tahun 2014, penduduk
palu mengalami pertumbuhan sebesar 1,62 persen dengan masing-masing presentase
pertumbuhan penduduk laki-laki sebesar 1,61 persen dan penduduk perempuan
sebesar 1,64 persen. Sementara itu besarnya angka rasio jenis kelamin tahun 2015
penduduk laki-laki terhadap penduduk perempuan sebesar 101 yang berarti setiap 100
penduduk perempuan terdapat 101 penduduk laki-laki atau jumlah penduduk
perempuan relatif lebih sedikit dari penduduk laki-laki.
Tabel 3.3.1 Jumblah penduduk kota palu berdasarkan jenis kelamin
Kecamatan Luas Pria Wanita Total Kepadatan Rasio
Wilayah P+w Jenis
kelamin
Palu barat 8.28 29. 779 29 713 59492 7.185 100
Tatanga 14.95 19.343 18.784 38.127 2.550 103
Ulijadi 40.25 13.330 13.124 26.454 657 102
Palu 27.38 33.791 33.331 67.122 2.452 101
Selatan
Palu Timur 7.71 34.169 34.356 68.534 8.889 99
Manti 206.8 30.647 29.979 60.626 293 102
Kulore
Palu Utara 29.94 11.077 11.033 22.110 738 100
Taweili 59.75 10.036 9.701 19.737 330 103
Sumber : Bps Kota Palu dalam angka

Kepadatan penduduk di kota palu tahun 2015 mencapai 932 jiwa/km2 dengan
rata-rata jumlah penduduk per rumah tangga 4 orang. Kepadatan penduduk di 8
kecamatan cukup beragam dengan kepadatan penduduk tertinggi terletak di kecamatan
palu timur dengan kepadatan sebesar 8.983 jiwa/km2 dan terendah di kecamatan
mantikulore sebesar 293 jiwa/km². Sementara itu jumlah rumah tangga mengalami
pertumbuhan sebesar 2,13 persen dari tahun 2014.
Sarana Pendidikan

Di kota palu masih butuhkan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai,terlebih
dalam rangka menyukseskan progran wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun. Oleh
Karena itu sarana di kota palu harus memdai, berikut table sarana Pendidikan

Table 3.3.2 jumlah sarana pendidikan


Kecamatan SD SMP SMA Universitas

Palu Barat 26 7 4 2
Tatanga 15 6 3 -
Ulujadi 16 2 1 -
Palu Selatan 19 11 3 1
Palu Timur 28 10 7 3
Mantikulore 27 3 4 1
Palu Utara 15 3 1 1
Tawaeli 16 3 2 2
Total 162 45 25 10
Sumber table : Dinas Pendidikan kota palu , Bps kota palu

Sarana peribadatan
Untuk suatu kegiatan ke agamaan yang ada di kota palu , yang bermacam macam agama
dan budaya

Table 3.3.3 jumlah sarana perbadatan


Kecamatan Mesjid Gereja Pura Vihara

Palu Barat 124 1 - 3


Tatanga - - - -
Ulujadi - 1` - -
Palu Selatan 109 68 - 1
Palu Timur 70 11 - 1
Mantikulore - - 2 -
Palu Utara 43 3 - -
Tawaeli - 2 - -
Total 346 86 2 5
Sumber : kementrian agama kota palu , Bps kota palu 2015