Anda di halaman 1dari 22

Case Report Session

BENDA ASING ESOFAGUS

Oleh :

Aulia Pratiwi 1310311038

Nurbeyti Nasution 1310312125

Yola Avisha 1210313031

Selvi Dina Safitri 1010313017

Preseptor :

dr. Al Hafiz, Sp.THT-KL

BAGIAN ILMU KESEHATAN TELINGA HIDUNG TENGGOROK


BEDAH KEPALA DAN LEHER (THT – KL)
RSUP DR. M. DJAMIL PADANG
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2017
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI i
DAFTAR GAMBAR ii
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Rumusan Masalah 3
1.3 Tujuan Penulisan 3
1.4 Manfaat Penulisan 3

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Anatomi
2.2 Definisi
2.3 Epidemiologi
2.4 Klasifikasi
2.5 Etiologi dan Faktor Risiko
2.6 Patofisiologi
2.7 Gambaran Klinis
2.8 Diagnosa
2.9 Penatalaksanaan
2.10 Komplikasi
2.11 Prognosis

BAB 3. LAPORAN KASUS


BAB 4. DISKUSI

DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Anatomi Esofagus 4


Gambar 2.2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Benda asing adalah benda yang berasal dari luar tubuh atau dari dalam

tubuh yang dalam keadaan normal tidak ada. Dari semua kasus benda asing yang

masuk kedalam saluran cerna dan pernapasan anak anak,sepertiganya tersangkut

di saluran pernapasan1. Peristiwa tertelan dan tersangkutnya benda asing

merupakan masalah utama anak usia 6 bulan sampai 6 tahun, dan dapat terjadi

pada semua umur pada tiap lokasi di esophagus, baik ditempat penyempitan

fisiologis maupun patologis dan dapat pula menimbulkan komplikasi fatal akibat

perforasi.2 Benda asing esofagus adalah benda yang tajam maupun tumpul atau

makanan yang tersangkut dan terjepit di esofagus karena tertelan, baik secara

sengaja maupun tidak sengaja.Angka kejadian tertelan benda asing

mengakibatkan 1500 kematian di Amerika Serikat.Sebanyak 80-90 % benda asing

esofagus akan melewati saluran pencernaan selama 7-10 haritanpa komplikasi,

sedangkan 10-20% sisanya membutuhkan tindakan endoskopi dan

1%membutuhkan pembedahan. Sebanyak 75% benda asing saluran cerna berada

di esofagus saat terdiagnosis.2 Benda asing di esophagus merupakan masalah

klinis yang memiliki tantangan tersendiri, meskipun belakangan ini telah terjadi

kemajuan besar dalam teknik anestesi dan instrumentasi, ekstraksi benda asing

saluran cerna bukanlah merupakan suatu prosedur yang mudah dan tetap

memerlukan keterampilan serta pengalaman dari dokter yang melakukannya. Oleh

karena itu kasus ini diangkat pada diskusi kasus mengenai benda asing di

esophagus
1.2. Rumusan Masalah
Case ini membahas mengenai benda asing esofagus dengan komplikasinya

meliputi anatomi, definisi, epidemiologi, etiologi, klasifikasi, patofisiologi,

diagnosis, penatalaksanaan, dan komplikasi yang diakibatkan.

1.3. Tujuan Penulisan


Tujuan penulisan case ini adalah untuk memahami mengenai anatomi,

definisi, epidemiologi, etiologi, klasifikasi, patofisiologi, diagnosis,

penatalaksanaan, dan komplikasi dari benda asing esofagus.

1.4. Metoda Penulisan


Case ini disusun berdasarkan studi kepustakaan dengan merujuk ke berbagai

literatur.
BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA
BAB 3

LAPORAN KASUS

IDENTITAS PASIEN

Nama : Naufal Alvaro Prawira

Umur : 4 tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki

Pekerjaan :-

Alamat : Lubeg

Suku : Minang

MR : 989864

ANAMNESIS

Keluhan utama: .

Tertelan Koin sejak ± 4 jam Sebelum masuk Rumah Sakit.

Riwayat penyakit sekarang

 Awalnya pasien sedang tidur sambil bermain koin, dan secara tidak

sengaja memasukkan koin ke dalam mulut. Orang tua pasien mencoba

mengorek dengan tangan tetapi tidak berhasil.


 Rasa tidak nyaman di leher ada
 Rasa tercekik dan tersumbat di tenggorok tidak ada
 Sesak nafas tidak ada
 Kebiruan tidak ada
 Demam tidak ada
 Kejang tidak ada
 Riwayat tersedak tidak ada
 Sulit menelan dan nyeri menelan tidak ada
 Batuk pilek tidak ada
 Muntah tidak ada
 Anak belum bias bicara per kalimat
 Riwayat alergi makanan ada yaitu telur. Riwayat alergi terhadap obat –

obatan disangkal
 Riwayat perdarahan sulit berhenti tidak ada
 Buang air kecil jumlah dan warna biasa, Buang air besar warna dan

konsistensi biasa.

Riwayat penyakit dahulu -

Riwayat penyakit keluarga

 Tidak ada anggota keluarga yang menderita keluhan yang sama dengan

pasien.

Riwayat Pekerjaan, Sosial, Ekonomi, Kejiwaan dan Kebiasaan

 Pasien merupakan anak dibawah umur.

PEMERIKSAAN FISIK

Status Generalis

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Komposmentis kooperatif

Tekanan darah : 100/ 70 mmHg

Nadi : 98 x/menit

Napas : 26 x/menit

Suhu : 37 o C

Pemeriksaan Sistemik

Kepala : normochepal

Mata : konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik


Leher : tidak ditemukan pembesaran KGB

Paru

Inspeksi : simetris kiri, kanan statis dan dinamis

Palpasi : fremitus kiri = kanan

Perkusi : sonor kiri = kanan

Auskultasi : suara nafas vesikuler normal, rhonki -/-, wheezing -/-

Jantung

Inspeksi : ictus tidak terlihat

Palpasi : ictus kordis teraba 2 jari medial LMCS RIC V

Perkusi : batas jantung normal

Auskultasi : bunyi jantung murni, irama teratur, bising tidak ada

Abdomen

Inspeksi : tak tampak membuncit

Palpasi : hepar dan lien tidak teraba

Perkusi : timpani

Auskultasi : bising usus (+) normal

Extremitas : akral hangat, perfusi baik.

STATUS LOKALIS THT

Telinga

Pemeriksaan Kelainan Dekstra Sinistra


Daun telinga Kel. Kongenital Tidak ada Tidak ada
Trauma Tidak ada Tidak ada
Radang Tidak ada Tidak ada
Kel. Metabolik Tidak ada Tidak ada
Nyeri tarik Tidak ada Tidak ada
Nyeri Tekan Tidak ada Tidak ada

Tragus
Dinding liang Cukup Lapang (N) Cukup Lapang Cukup Lapang

telinga (N) (N)


Sempit - -
Hiperemis Tidak ada Tidak ada
Edema Tidak ada Tidak ada
Massa Tidak ada Tidak ada
Sekret Bau Tidak ada Tidak ada
Warna - -
Jumlah - -
Jenis - -
Membran Timpani
Utuh Warna Putih mengkilat Putih mengkilat
Refleks cahaya Arah jam 5 Arah jam 7

Bulging Tidak ada Tidak ada

Retraksi Tidak ada Tidak ada

Atrofi Tidak ada Tidak ada


Perforasi Jumlah perforasi Tidak ada Tidak ada
Jenis Tidak ada Tidak ada

Kuadran Tidak ada Tidak ada

Pinggir Tidak ada Tidak ada

Mastoid Tanda radang Tidak ada Tidak ada


Fistel Tidak ada Tidak ada
Sikatrik Tidak ada Tidak ada
Nyeri tekan Tidak ada Tidak ada
Nyeri ketok Tidak ada Tidak ada
Tes garputala Rinne (+) (+)

512 Hz
Swabach Sama dg pemeriksa Sama dg pemeriksa
Weber Tida ada lateralisasi
Kesimpulan Normal
Audiometri Tidak dilakukan
Timpanometri Tidak dilakukan
Hidung

Pemeriksaan Kelainan Dekstra Sinistra


Hidung luar Deformitas Tidak ada Tidak ada
Kelainan Tidak ada Tidak ada

kongenital
Trauma Tidak ada Tidak ada
Radang Tidak ada Tidak ada
Massa Tidak ada Tidak ada

Sinus Paranasal

Inspeksi

Pemeriksaan Dekstra Sinistra


Nyeri tekan Tidak ada Tidak ada
Nyeri ketok Tidak ada Tidak ada

Rinoskopi Anterior

Vestibulum Vibrise Ada Ada


Radang Tidak ada Tidak ada
Kavum nasi Cukup lapang (N) Ya Ya
Sempit Tidak Tidak
Lapang Tidak Tidak
Sekret Lokasi Tidak ada Tidak ada
Jenis Tidak ada Tidak ada
Jumlah Tidak ada Tidak ada
Bau Tidak ada Tidak ada
Konka inferior Ukuran Eutrofi Eutrofi
Warna Merah muda Merah muda
Permukaan Licin Licin
Edema Tidak ada Tidak ada
Konka media Ukuran Eutrofi Eutrofi
Warna Merah muda Merah muda
Permukaan Licin Licin
Edema Tidak ada Tidak ada
Septum Cukup lurus/ Cukup lurus Cukup lurus

deviasi
Permukaan Rata Rata
Warna Merah muda Merah muda
Spina Tidak ada Tidak ada
Krista Tidak ada Tidak ada
Abses Tidak ada Tidak ada
Peforasi Tidak ada Tidak ada
Massa Lokasi Tidak ada Tidak ada
Bentuk Tidak ada Tidak ada
Ukuran Tidak ada Tidak ada
Permukaan Tidak ada Tidak ada
Warna Tidak ada Tidak ada
Konsistensi Tidak ada Tidak ada
Mudah digoyang Tidak ada Tidak ada
Pengaruh Tidak ada Tidak ada

vasokonstriktor

Rinoskopi Posterior

Pemeriksaan Kelainan Dekstra Sinistra


Koana Cukup lapang (N) Cukup lapang Cukup lapang
Sempit - -
Lapang - -
Mukosa Warna Merah muda Merah muda
Edema Tidak ada Tidak ada
Jaringan granulasi Tidak ada Tidak ada
Konka superior Ukuran Eutrofi Eutrofi
Warna Merah muda Merah muda
Permukaan Rata Rata
Edema - -
Adenoid Ada/ tidak Ada Ada
Muara tuba Tertutup sekret Tidak Tidak

eustachius
Massa Lokasi - -
Ukuran - -
Bentuk - -
Permukaan - -
Post nasal drip Ada/ tidak Tidak ada Tidak ada
Jenis - -

Orofaring dan Mulut

Pemeriksaan Kelainan Dekstra Sinistra


Trismus Tidak ada
Uvula Edema Tidak ada
Bifida Tidak ada
Palatum mole Simetris/ tidak Simetris Simetris
arkus faring Simetris Simetris
Warna Merah muda Merah muda
Edema Tidak ada Tidak ada
Bercak/ eksudat Tidak ada Tidak ada
Dinding faring Warna Merah muda Merah muda
Permukaan Licin Licin
Tonsil Ukuran T1 T1
Warna Merah muda Merah muda
Permukaan licin licin
Muara/kripti Tidak melebar Tidak melebar
Detritus Tidak ada Tidak ada
Eksudat Tidak ada Tidak ada
Perlengketan Tidak ada Tidak ada

dengan pilar
Peritonsil Warna Merah muda Merah muda
Edema Tidak ada Tidak ada
Abses Tidak ada Tidak ada
Tumor Lokasi Tidak ada Tidak ada
Bentuk - -
Ukuran - -
Permukaan - -
Konsistensi - -
Gigi Karies/ radiks Tidak ada Tidak ada
Kesan Gigi geligi baik
Lidah Warna Merah muda
Bentuk Normal
Deviasi Tidak ada
Massa Tidak ada

Laringoskopi indirek

Pemeriksaan Kelainan Dekstra Sinistra


Epiglotis Bentuk Normal
Warna Merah muda
Edema Tidak ada
Pinggir rata/ tidak Rata
Massa Tidak ada
Aritenoid Warna Merah muda Merah muda
Edema Tidak ada Tidak ada
Massa Tidak ada Tidak ada
Gerakan simetris Simetris
Ventrikular band Warna Merah muda Merah muda
Edema Tidak ada Tidak ada
Massa Tidak ada Tidak ada
Plika vokalis Warna Putih Putih
Gerakan Simetris Simetris
Pinggir medial Rata Rata
Massa Tidak ada Tidak ada
Subglotis/ trakea Massa Tidak ada Tidak ada
Sekret ada / tidak Tidak ada Tidak ada
Sinus piriformis Massa Tidak ada Tidak ada
Sekret Tidak ada Tidak ada
Valekulae Massa Tidak ada Tidak ada
Sekret (jenisnya) Tidak ada Tidak ada

Pemeriksaan Kelenjar Getah Bening Leher

Tidak ditemukan pembesaran kelenjar getah bening.

RESUME

1. Pasien tertelan Koin sejak ± 4 jam Sebelum masuk Rumah Sakit.

2. Awalnya pasien sedang tidur sambil bermain koin, dan secara tidak

sengaja memasukkan koin ke dalam mulut. Orang tua pasien mencoba

mengorek dengan tangan tetapi tidak berhasil.

3. Rasa tidak nyaman di leher ada


4. Rasa tercekik dan tersumbat di tenggorok tidak ada
5. Sesak nafas tidak ada
6. Kebiruan tidak ada
7. Demam tidak ada
8. Kejang tidak ada
9. Riwayat tersedak tidak ada
10. Sulit menelan dan nyeri menelan tidak ada
11. Batuk pilek tidak ada
12. Muntah tidak ada
13. Anak belum bias bicara per kalimat
14. Riwayat alergi makanan ada yaitu telur. Riwayat alergi terhadap obat –

obatan disangkal
15. Riwayat perdarahan sulit berhenti tidak ada
16. Buang air kecil jumlah dan warna biasa, Buang air besar warna dan

konsistensi biasa.
Pemeriksaan Fisik

Status Lokalis

Telinga

Aurikula Dekstra

Liang telinga lapang, massa di liang telinga (-), sekret (-), membran timpani utuh

warna putih mengkilat, refleks cahaya arah jam 5 mastoid tenang,

Aurikula Sinistra

Liang telinga sempit, massa di liang telinga (-), sekret (-), membran timpani utuh

warna putih mengkilat, refleks cahaya arah jam 7 mastoid tenang,

Rhinoskopi Anterior

Kavum nasi dekstra dan sinistra

Kavum nasi lapang, deviasi septum (-), konka inferior eutrofi, konka media

eutrofi, sekret (-), massa (-)

Tenggorok

Arkus faring simetris, uvula ditengah, tonsil T1-T1, Adenoid ada

Pemeriksaan

- Pemeriksaan labor darah rutin

o Hb : 12 g/dl

o Leukosit : 8780 / mm3


o Trombosit : 369.000 /mm3

o Hematokrit : 35%

o PT : 11,1 detik

o APTT : 36,7 detik

o Glukosa sewaktu : 96 mg/dl

- Pemeriksaan Radiologi (Rontgen)


Kesan

Tampak bayangan radiopaque setinggi T1-T3

Diagnosa

Corpus Alienum “koin” et esofagus

Terapi

- IVFD Ka-En 10 tetes/menit

- Injeksi ceftriaxone 2 x 450 mg iv (Skin test)

- Injeksi dexamethasone 3 x 2 mg (iv)

Rencana

- Inform consent esofagoskopi terapeutik

- Cek labor lengkap

- Konsul ke bagian anak untuk toleransi operasi

- Konsul ke bagian anestesi untuk acc operasi

Prognosis

 Quo ad vitam : bonam

 Quo ad sanam : bonam

 Quo ad functionam : bonam


Follow Up

Hari Kamis/14 September 2017

S :/ - Sesak nafas (-)

- Demam (-)

- Keluar darah dari mulut (-)

O :/ KU :Sedang

Kes : CMC

Suhu : Afebris

Thoraks : Retraksi (-), stridor (-), Rhonki -/-, wheezing -/-

Otoskopi ADS : LT Lapang/lapang

MT Utuh/Utuh

Refleks cahaya +/+

Hidung KNDS : KN lapang / lapang,

KI eut/eut

KM eut/eut

Septum ditengah

Tenggorok : arcus faring simetris


Uvula di tengah

Tonsil T1-T1 tenang

Dinding posterior faring tenang

A :/ post ekstraksi koin et esofagus

P :/ IVFD RL 20 tetes

Injeksi Ceftriaxon 2 x 450 mg (iv)

Injeksi dexamethasone 3 x 2 mg (iv)

Cefixim 10 mg 3 x 1
BAB 4

DISKUSI
DAFTAR PUSTAKA