Anda di halaman 1dari 15

MANAJEMEN

Pengambilan Keputusan

Oleh :

Kelompok 6

Olivia Nuraini Rozakwaty (1707531097)

Ni Luh Ketut Windy Gangga M.P. (1707531107)

Ni Made Ayu Candra Dewi (1707531157)

JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA

BUKIT JIMBARAN

2018

1
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam kehidupan, manusia memiliki berbagai aktivitas yang mewarnai dirinya.


Mereka juga mengikuti berbagai organisasi dalam aktivitasnya. Setiap organisasi pasti
memiliki berbagai persoalan, perbandingan, dan perubahaan. Semuanya itu biasa diselesaikan
dengan suatu proses yang dinamakan dengan pengambilan keputusan.

Pengambilaan keputusan yang dilakukan oleh sebuah organisasi adakalanya


dilakukan dengan kelompok. Akan tetapi, Pengambilan Keputusan Kelompok memiliki
berbagai kelebihan dan kelemahan. Dalam pengambilan keputusan juga mempuyai berbagai
gaya melaksanakannya dan juga memiliki metode-metode.

Dalam makalah ini akan diterangkan hal-hal yang menyangkut dengan materi diatas
secaraa sederhana.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dari pengambilan keputusan kelompok?
2. Apa kebaikan dan kelemahan keputusan kelompok?
3. Apa saja gaya dalam pengambilan keputusan?
4. Apa penjelasan dari metode kuantitatif dalam pengambilan keputusan?

C. Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini adalah:

1. Untuk mengetahui maksud dari pengambilan keputusan kelompok.


2. Untuk mengetahui kebaikan dan kelemahan keputusan kelompok.
3. Untuk mengetahui gaya dalam pengambilan keputusan.
4. Untuk mengetahui penjelasan dari metode kuantitatif dalam pengambilan keputusan

D. Manfaat

Manfaat yang dapat diperoleh bagi mahasiswa adalah sebagai media pembelajaran agar
lebih memahami apa itu Pengambilan Keputusan Kelompok

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengambilan Keputusan Kelompok

Keputusan adalah hasil pemecahan masalah yang dihadapinya dengan tegas. Hal
itu berkaitan dengan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mengenai “apa yang harus
dilakukan” dan seterusnya mengenai unsur-unsur perencanaan. Dapat juga dikatakan
bahwa keputusan itu sesungguhnya merupakan hasil proses pemikiran yang berupa
pemilihan satu diantara beberapa alternatif yang dapat digunakan untuk memecahkan
masalah yang dihadapinya.
Setelah pengertian keputusan disampaikan, kiranya perlu pula diikuti dengan
pengertian tentang “pengambilan keputusan”. Pengambilan keputusan menggambarkan
proses melalui mana serangkaian kegiatan dipilih sebagai penyelesaian suatu masalah
tertentu. Pengambilan keputusan dapat dilakukan atas dasar perorangan atau kelompok.
Kelompok adalah himpunan, kumpulan, atau jumlah orang yang dianggap ada
hubungannya satu sama lain atau disatukan oleh ikatan atau kepentingan bersama.

Pengambilan Keputusan Kelompok adalah pengambilan keputusan yang


mengikutsertakan kelompok didalamnya, dimana para kelompok diberikan kebebasan
untuk membagikan pengetahuannya atau analisanya terhadap suatu alternatif.

. Manajemen kadang-kadang mencoba menghindari keterlibatan kelompok dengan


menekankan organisasi sebagai keseluruhan, bahkan sampai mencoba membubarkan
kelompok-kelompok yang merusak. Namun, kesetiaan pada kelompok, teman sekerja,
jauh lebih kuat daripada kesetiaan pada organisasi yang lebih besar. Karena, satu-satunya
cara mengembangkan kesetiaan menyeluruh adalah dengan membangun kerjasama
kelompok, dimana kelompok dapat melaksanakn kontrol lebih kuat terhadap anggotanya
daripada manajemen sendiri.

Untuk melibatkan kelompok harus memperhatikan karakteristik-karakteristik situasi


dan gaya pembuatan keputusannya, karena hal ini dapat mempengaruhi apakah
melibatkan kelompok lebih baik dilakukan atau tidak.

3
B. Kebaikan dan Kelemahan Keputusan Kelompok

Banyak para menejer yang beranggapan bahwa keputusan yang dibuat kelompok
seperti panitia lebih efektif karena mereka memaksimumkan pengetahuan yang lain.
Namun, ada juga menejer yang sangat anti dengan pengambilan keputusan yang
melibatkan kelompok, merka beranggapan bahwa melibatkan kelompok akan
memperlambat jalannya proses pengambilan keputusan, dan menjadikan keputusan yang
tidak berbobot. Ini berarti pengambilan keputusan kelompok memiliki kelemahan selain
kelebihan yang harus dipertimbangkan oleh para manajer. Kelemahan dan kelebihan
tersebut adalah :

KELEBIHAN

1. Dalam pengembangan tujuan , kelompok memberikan jumlah pengetahuan yang lebih


besar

2. Dalam pengembangan alternative, usaha-usaha individual anggota kelompok dapat


memungkinkan pencarian lebih luas dalam berbagai bidang fungsional organisasi

3. Dalam penilaian alternative, kelompok memounyai kerangka pandangan yang lebih


besar

4. Dalam pemilihan alternative, kelompok lebih dapat menerima resiko disbanding


pembuat keputusan individual

5. Karena berpartisipasi dalam proses pembuatan keputusan, para anggota kelompok


secara individual lebih termotivasi untuk melaksanakan keputusan

6. Kreativitas yang lebih besar dihasilkan dari interaksi antar individu dengan berbagai
pandangan yang berbeda-beda

KELEMAHAN

1. Implementasi keputusan apakah dibuat oleh kelompok atau tidak harus diselesaikan
oleh para menejer secara individual. Karena kelompok tidak diberikan tanggung
jawab, keputusan-keputusan kelompok dapat menghasilkan situasi dimana tidak
seorangpun merasa bertanggung jawab dan saling melempar tanggung jawab

2. Berdasarkan perhitungan nilai dari waktu sebagai salah satu sumber daya organisasi,
keputusan kelompok sangat memakan biaya

4
3. Pembuatan keputusan kelompok adallah tidak efisien bila keputusan dibuat dengan
cepat

4. Keputusan kelompok dalam berbagai kasu, dapat merupakan hasil kompromi atau
bukan sepenuhnya keputusan kelompok.

5. Bila atasan terlibat, atau bila seseorang mempunyai kepribadian yang dominan,
keputusan yang dibuat kelompok dalam kenyataannya bukan keputusan yang dibuat
oleh kelompok.

C. Berbagai Gaya Dalam Pengambilan Keputusan

Manajer karena otoritasnya dalam suatu organisasi dipenuhi dengan serangkaian


pengambilan keputusan untuk menentukan alternative tindakan dalam penyalesaian
permasalahan yang dihadapi. Pengambilan keputusan merupakan komponen aktifitas
manejer, terutama apabila manejer tersebut melaksanakan perencanaan.Dalam proses
perencanaan tersebut, menejer menetapkan tujuan organisasi, sumber daya yang akan
digunakan, dan bawahan mana yang akan menjalankan setiap tugas yang telah
ditetapkan.

Perilaku seseorang akan mendekati dalam melaksanakan pengambilan keputusan.


Gaya kepemimpinan dan gaya hidup adalah dua diantara contoh gaya yang
mempengaruhi didalam mengambil keputusan. Seperti halnya gaya ( perilaku )
kepemimpinan yang ditampilkan oleh seseorang didalam melakukan pengambilan
keputusanpun bermacam – macam. Menurut Carl Jung ( 1923 ) seorang psikolog telah
mengindentifikasikan empat fungsi dalam kaitanya dengan pengambilan keputusan,
Yaitu :

1. Sensing ( Pengideraan ): berkaitan dengan tendensi untuk mencari fakta, bersifat


realistis, dan melihat sesuatu dalam perspektif yang obyektif. Karenanya fungsi
ini menempatkan nilai yang tinggi pada fakta yang dapat divertivikasi oleh
penggunaan pancaindera , menyukai rutinitas dan presisi.
2. Intuiting ( Intuisi ) :Yaitu berkaitan dengan tendensi untuk mencoba menyingkap
kemungkinan – kemungkinan baru guna mengubah cara menangani sesuatu.
Menyukai situasi yang baru dan unik , tidak menyukai hal – hal yang bersifat
rutin, detail dan presisi.

5
3. Thinking ( Pemikiran): adalah tendensi untuk mencari hubungan sebab akibat
yang sistematik untuk dianalisis secara utuh, dan membedakan dengan tegas
antara yang benar dan yang salah, dan pemikiranya bertumpu pada proses
kognitif.
4. Feeling ( Perasaan ): yaitu tendensi untuk mempertimbangkan bagaimana
perasaan diri sendiri dan orang lain sebagai akibat dari keputusan – keputusan
yang dibuat, dalam hal ini ada perbedaan – perbedaan antara yang baik dan
buruk, bernilai dan tak bernilai.dan ia menggantungkan diri pada proses afektif

Manajer dalam mengambil keputusan dapat berperan dalam berbagai macam


gaya. Pada beberapa organisasi seringkali terdapat variasi gaya pengambilan keputusan
manajemen antara satu manejer dengan manejer lain. Gaya manejer dalam mengambil
keputusan akan banyak diwarnai oleh beberapa hal seperti latar belakang pengetahuan,
perilaku, pengalaman, dan sejenisnya.

Vroom-Yetton adalah penggagas pohon keputusan, unsur kedua dari pohon


keputusan itu adalah “gaya” dalam pengambilan keputusan. Secara umum, gaya
pengambilan keputusan sebagai berikut[10] :

1. Manager membuat keputusan sendiri, dengan menggunakan informasi yang tersedia


pada waktu tertentu.
2. Manager mendapatkan informasi yang diperlukan dari para bawahan dan mengambil
keputusan yang sesuai. Peranan yang dimainkan seseorang adalah lebih dalam hal
penyediaan informasi yang diperlukan kepada manejer dibanding perumusan atau
penilaian alternative
3. Manager membicarakan masalah dengan bawahan secara individualdan mendapatkan
gagasan-gagasan dan saran-saran tanpa mengikutsertakan para bawahan sebagai suatu
kelompok
4. Manager membicarakan situasi keputusan dengan para bawahan sebagai suatu
kelompok dan mengumpulkan gagasan-gagasan dan saran-saran mereka dalam suatu
pertemuan kelompok. Keputusan yang dihasilkan dapat atau tidak mencerminkan
masukan atau perasaan para bawahan
5. Manager membicarakan situasi keputusan dengan para bawahan sebagai suatu
kelompok dan kelompok menyusaun dan menilai alternatif-alternatif. Manejer tidak

6
bermaksud untuk mempengaruhi para bawahan dan berkeinginan untuk menerima
serta mengimplementasikan setiap keputusan hasil consensus.

Gambar Pohon Keputusan Vroom-Yetton :

Pengambil keputusan (manejer) sebagai seorang yang harus melakukan


pengambilan keputusan harus memenuhi berbagai criteria dasar, terutama syarat
intelektual dan mental. Hal ini dimaksudkan untuk dapat melakukan pengambilan
keputusan secara bertanggung jawab. Manejer harus mampu membedakan tanggung
jawab untuk mengambil keputusan dengan tanggung jawab untuk menjalankan
keputusan.

D. Metode Kuantitatif Dalam Pengambilan Keputusan

Bagi para manejer, membuat rencana-rencana dan keputusan-keputusan yang


efektif sangat sulit, karena semakin kompleks dan mahalnya informasi berbagai
organisasi. Manejer tidak bisa hanya bergantung padapada intuisinya saja dalam
perencanaan dan pembuatan keputusan, tetapi mereka memerlukan berbagai teknik dan
peralatan kuantitatif.

7
Teknik dan peralatan kuantitatif dalam pembuatan keputusan telah dikembangkan 40
tahun yang lalu, dan dikenal sebagai teknik-teknik “operation research/riset operasi”.
Pendekatan-pendekatan riset operasi muncul dalam perang dunia ke-II. Pada dasarnya,
riset operasi mencakup pengumpulan tim-tim para ahli, seperti ahli matematika, fisika,
dan statistik untuk membantu kekuatan angkatan perang membuat berbagai keputusan
pengoperasian strategik. Mereka memadukan berbagai pengetahuan untuk
mengembangkan “model-model” kuantitatif, yang menunjukkan perilaku variabel-
variabel dalam setiap situasi. Model-model metode kuantitatif berupa riset operasi
meliputi:

1. Programasi linier, adalah suatu peralatan riset operasi yang digunakan untuk
memecahkan masalah “optimasi” atau masalah dimana ada satu jawaban
“terbaik” dari serangkaian alternatif.
2. Teori antrian. Karena hampir semua sistem ekonomi dan bisnis beroperasi
dengan jumlah sumber daya yang relative terbatas, maka sering dijumpai
orang-orang, produk,komponen produk, atau kertas kerja sedang menunggu
untuk dilayani.
3. Analisis network, adalah suatu peralatan manajerial yang dikembangkan untuk
membantu manajemen dalam perencanaan, pengawasa, dan penjadwalan
proyek-proyek yang relative kompleks dan tidak rutin.
4. Teori permainan, suatu pendekatan matematik untuk membuat model
persaingan atau pertentangan antara pihak-pihak yang tak berkepentingan.
5. Model rantai Markov, adalah suatu teknik matematik yang berguna untuk
pembuatan model berbagai macam sistem dan proses bisnis.
6. Programasi dinamik. Adalah sekumpulan teknik programasi matematik yang
digunakan untuk pembuatan keputusan yang bertingkat-tingkat.
7. Simulasi. Adalah kegiatan pelaksanaan percobaan-percobaan dengan
satumodel (bukan kehidupan nyata) dalam berbagai cara teratur dan
direncanakan.

KEISTIMEWAAN METODE KUANTITATIF/ RISET OPERASI

1. Dapat memberi pandangan yang luas


2. Dapat memberi indentitas dan ukuran dari sasaran
3. Memberi kuantitas dari variabel-variabel yang relevan
8
4. Menggunakan model-model yang memperlihatkan hubungan secara kuantitatif
5. Optimalisasi atau minimalisasi fungsi-fungsi tertentu
6. Berfikir secara teratur dengan metoda yang logis

CIRI-CIRI RISET OPERASI

Ada tujuh ciri utama riset operasi, yaitu:

1. Terpusat pada pembuatan keputusan. Hasil akhir riset operasi harus berupa informasi
yang secara langsung membantu manejer mencapai suatu keputusan. Lebih dari itu,
usulan riset operasi harus dapat diimplementasikan
2. Penggunaan metode ilmiah. Riset operasi mempergunakan pendekatan ilmiah untuk
pemecahan masalah. Ini meliputi perumusan masalah, pemahaman perilaku system
masalah, dan pengembangan berbagai penyelesaian yang mungkin
3. Penggunaan model matematik. Suatu model menurut definisi adalah, suatu penyajian
dari kenyaataan. Riset operasi menyederhanakan, unsur-unsur masalah kompleks
menjadi persamaan matematik, yang digunakan untuk menyusun suatu model
4. Efektifitas ekonomi. Kegiatan yang disarankan oleh riset operasi harus member hasil
keuangan yang lebih besar dibanding biayanya, dalam bentuk penghematan atau
penghasilan
5. Bergantung pada komputer. Komputer biasanya diperlukan untuk memproses model
6. Pendekatan tim. Masalaah-masalah yang dialamatkan kepada riset operasi sering
terlalu kompleks bagi seorang untuk memecahkannya sendiri
7. Orientasi system. Riset operasi mempertimbangkan apa yang paling baik bagi
organisasi secara keseluruhan, bukan bagi departemen atau divisi.

KEBAIKAN dan KELEMAHAN PENGGUNAAN METODE KUANTITATIF (RISET


OPERASI)

KEBAIKAN

1. Memungkinkan untuk memperinci suatu masalah kompleks dan berskala besar


menjadi bagian-bagian lebih kecil sehingga lebih mudah untuk didiagnosa dan
dianalisa

9
2. Dalam penyusunan dan analisa model-model riset operasi, Para peneliti harus
memperhatikan perincian dan mengikuti berbagaai prosedur logik dan sistemaatik.
Hal ini menambah kemungkinan bahwa pembuaatan keputusan akan menghasilkan
keputusan yang baik
3. Teknik-teknik riset operasi sangat membantu dalam penilaian alternatif-alternatif

Ada beberapa tambahan :

4. Riset operasi dengan cepat menunjukkan selisih atau variasi data yang dibutuhkan
untuk menghasilkan pemecahaan persoalan yang dikerjakan
5. Riset Operasi memungkinkan kita memahami situasi dan perubahan kondisi yang
mendasari keputusan yang harus dibuat, serta memastikan pengaruh perubahan
tersebut, tanpa dampak negative dan biaya yang berlebihan
6. Riset operasi memungkinkan kita mendapatkan pemecahan persoalan yang kompleks
jauh lebih cepat daripada bila kita herus memeriksa semua kemungkinan kombinasi
variabel yang terlibat
7. Riset operasi memungkinkan kita menyusun suatu model situasi sehingga pemecahan
yang dihasilkannya dapat dikerjakan dengan computer
8. Karena lebih mampu memecahkan persoalan, Riset operasi menghemat waktu
manajemen dan menghindari dilibatkannya intuisi-intuisi yang tidak perlu

KELEMAHAN

1. Proyek-proyek riset operasi sering terlalu mahal bagi banyak organisasi atau banyak
jenis masalah, sehingga sebelum keputusan untuk menggunakannya dibuat perlu
dailakukan analisa keuangan terlebih dahulu
2. Riset operasi tidak dapat diterapkan secara efektif dalaam banyak situasi. beberapa
masalah sangat kompleks untuk dipecahkan dengan peralatanperalatan matematik
yang tersedia

10
3. Riset operasi dapat dengan mudah menjadi teknik-teknik yang terpisah dari
kenyataan, mungkin kaarena anggapan-anggapan tentang masalah atau karena
variabel-variabel tertentu diabaikan

Ada beberapa tambahan

4. Pendekatan Riset operasi seringkali harus menyederhanakan persoalan terlebih dahulu


5. Untuk pemecahan persoalan yang sekali saja, riset operasi sering terlalu mahal
dibanding dengan teknik pemecahan lain yang lebih sederhana

Teknik-teknik metoda kuantitatif memang dapat memberikan pedoman bagi manejer untuk
pembuatan keputusan, tetapi tidak untuk kebijaakan manejerial

PEDOMAN PENGGUNAAN RISET OPERASI

Wagner mengemukakan bahwa program-program riset operasi akan paling berguna dengan
meliputi delapan unsur :

1. Dukungan manajemen puncak. Tanpa dukungan manajemen puncak, suatu program


riset operasi akan cenderung kurang mempunyai kerjasama antar manejer.
Manajemen puncak juga berkepentingan untuk menjamin bahwa program riset
operasi memberikan pemenuhaan kebutuhan organisasi keseluruhan, dan bukan hanya
satu bagian.
2. Tanggung jawab manejerial bagi program. Jika para manejer mempunyai tanggung
jawab akhir keberhasilan suatu proyek riset operasi, mereka akan lebih cenderung
menjadi terlibat secara aktif.
3. Partisipasi manejer. Bila para manejer berpartisipasi dalam penetapan tujuan-tujuan
program, model-model riset operasi akan lebih realistic.
4. Penggunaan kebijakaan manejerial. Saran seorang manejer juga harus
dipertimbangkan dalam proses riset operasi. Prosedur ini akan menghindarkan suatu
proyek riset operasi berjalan pada jalur yang salah dan mmembuat lebih terbuka
terhadap penyelesaian-penyelesaian yang ditawarkan oleh riset operasi.
5. Pengumpulan data secara cepat. Proses pengadaan informasi yang lama dan
berkepanjangan tidak berguna bagi manejer yang memerlukannya untuk membuat
keputusan secepat mungkin.

11
6. Aspek-aspek teknik tidak dibiarkan mendominasi. Prosedur-prosedur matematik dan
teknik riset operasi tentu saja harus dilakukan dengan benarbila teknik tersebut
diharapkan bernilai.
7. Persiapan untuk kesulitan-kesulitan awal. Ketika suatu system riset operasi baru
sedang diuji dan diterapkan, kesulitan-kesulitan sementara akan timbul. Bila manejer
mengantisipasi masalah-masalah dan mempersiapkannya, efektivitas system tidak
akan terganggu.
8. Penyimpanan laporan secara akurat.

E. STUDY KASUS
Kasus Kekecewaan Pelanggan Perusahaan Apple Terhadap Penurunan Harga
Iphone
Pada tanggal 5 September 2007 Steve Jobs, CEO perusahaan Apple melakukan
praktek diskriminasi harga sebagai strategi pemasarannya yaitu menurunkan harga
produk iphone mereka yang sangat sukses sejumlah $200 dari harga semula sebesar $599
yang merupakan harga perkenalan yang sudah ada sejak 2 bulan. Tak perlu dibicarakan,
ia menerima email yang sangat banyak dari para pelanggan yang kecewa dan marah. 2
hari kemudian Steve Jobs menawarkan $100 kredit yang dapat digunakan di toko Apple
dan online store kepada para pelanggan yang sudah membayar harga penuh.

Analisis:
Dilihat dari kasus dan penjabaran materi diatas, menurut pendapat kami tindakan
penurunan harga Iphone yang dilakukan oleh Steve Jobs termasuk dalam pengambilan
keputusan yang diambil secara strategis karena keputusan ini dibuat oleh manajemen
puncak. Disini Steve Jobs menggunakan proses pengambilan keputusan dengan cara
keputusan desain atau intuiting, yaitu dengan pengembangan dan analisis terhadap
berbagai kemungkinan tindakan, dengan kata lain Steve Jobs berfikir bahwa dengan
menurunkan harga Iphone maka kemungkinan penjualan Iphone akan melonjak, dan itu
akan membuat pengguna iphone lebih banyak, sehingga di masa yang akan datang,
iphone bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi dan semakin menguntungkan
perusahaan.
Tetapi yang dilakukan Steve Jobs termasuk dalam metode kewenangan tanpa diskusi
dimana pengambilan keputusan ini diputuskan oleh pemimpin otokratik, jadi Steve Jobs
dalam memutuskan penurunan harga Iphone menggunakan tipe keputusan strategi proses

12
pengambilan keputusan desain atau intuiting dan metode kewenangan tanpa diskusi serta
menghasilkan sebuah keputusan yanhg tidak terprogram dan akhirnya mengakibatkan
kekecewaan pelanggan Apple

Penyelesaian :
Sebaiknya, Steve Jobs menggunakan cara Thinking atau berpikir dan Sensing atau
Penginderaan, karena keputusan yang dihasilkan dengan Thinking dan Sensing berdasarkan
fakta yang dianalisis, dan itu memperkecil kemungkinan keputusan yang diambil salah
sasaran. Selain itu, seharusnya Steve Jobs juga menggunakan metode Kesepakatan dalam
pengambilan keputusan. Dengan metode Kesepakatan, Steve Jobs juga ikut memerhatikan
etika dan hak para pegawai dalam memberikan saran.

13
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari paparan atau penjelasan di atas, maka penulis dapat menyimpulkan diantaranya
adalah :
Keputusan adalah cara bertindak yang dipilih oleh manajer untuk mencapai sasaran
dan pemecahan masalah.
Pengambilan keputusan yang baik merupakan bagian vital dari manajemen yang baik
karena setiap keputusan yang diambil akan menentukan bagaimana sebuah organisasi dapat
mencapai tujuan.
Dalam hal ini pengambilan keputusan, terdapat cara, langkah, serta metode yang
digunakan sehingga pengambilan keputusan merupakan langkah akhir dalam fungsi
manajemen (perencanaan) sebagai petunjuk langkah-langkah selanjutnya.
B. Saran
Dalam pengambilan keputusan dalam manjemen, kita perlu mempelajari beberapa
aspek yang sudah kami susun dalam Pembahasan makalah ini, kita semua pasti tidak
menginginkan keputusan yang kita ambil adalah keputusan yang bisa membuat kita menyesal
di kemudian hari. Untuk itu makalah ini sangat perlu dan dibutuhkan oleh semua orang
khususnya mahasiswa yang masih memerlukan ilmu dan pengetahuan dalam pengambilan
keputusan untuk menentukan kehidupan di masa yang akan datang agar menjadi manusia
yang lebih baik.

14
DAFTAR PUSTAKA

Handoko, T. H. (2017). Manajemen. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.

“Pengambilan Keputusan”, http://halimahironti.blogspot.sg/2015/12/2-contoh-kasus-dan-


analisis-penurunan.html, diakses pada 5 Maret 2018 pukul 13.58

15