Anda di halaman 1dari 13

Analisis Biomedik dan Forensik 2017

Penentuan Iodin dalam Urin Menggunakan Metode Mikroplate

Henivia Novanti, Nadya Indah, Abdi Jepri B, Ina Widia, Erma Febriani, Tyara
Hardini, Sarah Muthi’ah, Nuzaha BSA, Iflakhatul Ulfa, Nimas Tika
Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang

Abstrak

Iodin merupakan senyawa micronutrient yang esensial, karena perannya dalam


pembentukan hormon tiroid. Iodin merupakan senyawa biologi sebagai tanda adanya
penyakit defisiensi iodin. Tujuan dari praktikum ini adalah mementukan kadar iodin
menggunakan metode mikroplate yang sederhana, cepat dan kuantitatif yang
berdasarkan rekasi Sandell-Kolthoff. Metode yang dilakukan meliputi digesti
ammonium persulfate dalam mikroplate dalam oven pada suhu 90 0C selama 90
menit. Kemudian campuran digesti dipindahkan ke mikroplate transparan dan reaki
Sandell-Kolthoff terjadi pada suhu 25 oC selama 30 menit. Iodin dalam urin diukur
dengan dengan microplate reader pada panjang gelombang 405 nm. Hasil
pengukuran kurva baku menujukkan nilai y=-0,1148x + 0,7234 dengan regresi
(R2)=0,9588. Hasil menujukkan rata-rata kadar iodin dalam urin kelompok 4 adalah
5.966 mg/L.
Kata kunci : Iodin, Urin, Mikroplate, Reaksi Sandell-Kolthoff

Simple Microplate Method for Determination of Urinary Iodine

Abstract

Iodine is an essential micronutrient, because of its role in the regulation of the thyroid
hormone. Iodine is a biochemical parameter for iodine deficiency disorders. Our aim
was to determine the level of iodine with rapid, quantitative, and simple method
based on the Sandell-Kolthoff reaction using Microplate method. The method was
used ammonium persulfate digestion in a microplate in an oven at 90 oC for 90 min.
after the digestion process, the digestion mixture transferred in toa transparent
microplate and the Sandell-Kolthoff reaction was performed at 25oC for 30 minute.
Urinary iodine was measured by a microplte reader at 405nm. the result show the
regression equation is y=-0,1148x + 0,7234 and R2 = 0,9588. The mean of Iodine
concentration in urine of group 4 is 5.966 mg/L.
Key words : Iodine, Urine, Microplate, Sandell-Kolthoff reaction
Analisis Biomedik dan Forensik 2017

Pendahuluan dalam reaksi Sandell-Kolthoff; (B)


kebocoran gas selama proses sampel,
Konsentrasi yodium urin
membutuhkan asap khusus; dan (c)
adalah penanda biokimia yang baik
kesulitan untuk menemukan asam
untuk kontrol GAKI (IDDs) (Dunn,
klorida (Dunn, 1993).
1993). Sebagian besar metode umum
untukpenentuan iodine dalam urin Di sisi lain, metode alternatif
berdasarkan pada reaki Sandell- yang menggunakan amonium persulfat
Kolthoff (Sandell, 1937). Namun, zat pencernaan baru-baru dilaporkan
yang tercampur dengan Reaksi sebagai tidak berbahaya, tidak
Sandell-Kolthoff biasanya meledak, dan metode yang mudah
mempengaruhi kinerja dari metode ini. digunakan (Pino, 1996). Pencernaan
Asam klorida pencernaan adalah salah persulfat kemungkinan pengukuran
satu teknik yang baik untuk yang tidak berbahaya (tidak ada gas
menghilangkan zat yang menggangu klorin). Namun, metode ini masih
(Zak, 1952). belum benar-benar cocok untuk
pengujian Karena memakan waktu dan
The International Council for
menghasilkan jumlah limbah beracun
Control of Iodine Deficiency Disorders
yang tidak sedikit.
(ICCIDD) telah menyusun metode
berdasarkan reaksi Sandell-Kolthoff, Tujuan dari praktikum ini
yang digunakan di beberapa adalah dapat menentukan kadar iodine
laboratorium di seluruh dunia. dalam urine menggunakan metode
Diantara metodenya, asam klorida mikroplate. Alasan menggunakan
pencernaan yang paling umum metode mikroplate karena dapat
digunakan. Meskipun memberikan meminimalkan jumlah beracun dari
pengukuran yang akurat, metode ini limbah serta mempermudah dan
juga memiliki kekurangan sebagai mempercepat prosedur pengujian
berikut : (a) produksi limbah beracun (Ohashi, 2000). Prinsip yang
(0,5 mL / test) dari arsenic trioksida
Analisis Biomedik dan Forensik 2017

digunakan Prinsip adalah iodine, urin, kandungan urin antara lain adalah
dan reaksi Sandell-Kolthoff. nitrogen (ureum,kreatinin,dan asam
urat),asam hipurat adalah zat sisa
Urin merupakan cairan sisa
pencernaan dari sayuran dan buah
metabolisme yang dieksresikan oleh
yang dikonsumsi,badan keton zat sisa
ginjal yang kemudian akan
metabolism lemak,ion-ion elektrolit
dikeluarkan dari dalam tubuh melalui
yaitu ada
proses urinasi. Urin akan disaring
(Na,Cl,K,ammonium,sulfat,Ca,dam
didalam ginjal dan kemudian akan
Mg). eksresi urin diperlukan untuk
dibawa melalui ureter menuju andung
membuang molekul-molekul sisa dlam
kemih dan kemudian akan dibuang
tubuh,karena sebagian pembuangan
keluar tubuh melalui uretra. Komposisi
cairan oleh tubh adalah melalui sekresi
urin akan berubah sepanjang proses
urin (Iqbal ali,2008).
reabsorpsi ketika molekul yang
penting bagi tubuh kita. Cairan yang Iodin merupakan zat besi

tersisa mengandung urea dalam kadar esensial bagi tubuh,karena iodin

yang cukup tinggi dan mengandung merupakan komponen utama dari

berbagai senyawa yang berlebih yang hormone thyroxin. Terdapat dua ikatan

akan berpotensi menjadi racun yang organik yang menunjukan biokativitas

akan dibuang keluar tubuh hormone ini, yaitu trijodotyronin (T 3)

(Winarno,2002). dan tetrajodotyronin (T4) atau


thyroxin. Iodium dikonsentrasikan
pH urin yang terkandung dalam didalam kelenjar gndk (glandula
tubuh yaitu berkisar 4,8-7,5 urin juga trhyroxin) untuk dipergunakan dalam
akan menjadi lebih asam jiga sintesa hormn thyroxin. Hormone ini
seseorang mengkonsumsi banyak ditimbun dalam folikel kelenjar
protein dan urin akan menjadi lebih gondok,terkonjugasi dengan protein
basa jiga seseorang mengkonsumsi yang disebut thyroglobulin dipecah
banyak sayuran. Secara kimiawi dan dilepaskan hormone thyroxin yang
Analisis Biomedik dan Forensik 2017

dikeluarkan oleh folikel kelenjear Metode


kedalam aliran darah (Yuastika,1985).
Alat
Prinsip untuk penentuan I2
Alat yang digunakan pada praktikum
dalam urin menggunakan metode
kali ini adalah Microplate reader
mikroplate didasarkan pada reaksi
(IMMUNO-MINI; NalgeNunc
Sandell-Kolthoff. Pertama,
International), Oven standard (ST-450
menghilangkan zat pengganggu dan
drying oven; Shibata Scientific
melepaskan iodin yang terikatmpada
Technology), Sealing cassette,
senyawa-senyawa dalam urin, dengan
SEROCLUSTER 96-well microplate
asam klorida, ammonium persulfat,
(Corning Costar Japan).
pengabuan serta digesti. Kedua,
melibatkan reaksi kimia seperti Ce Bahan

(IV) dn As (III) ) (Hedayati, 2011). Bahan yang digunakan untuk


Reaksi Sandell-Kolthoff merupakan praktikum kali ini adalah air
reaksi yang melibatkan iodide deionisasi, Ammonium Persulfat,
berperan sebagai katalis di reaksi Arsenic Trioksida, Asam Perklorat
4+ 3+
reduksi Ce menjadi Ce dengan (700 g / L), Asam Sulfat, Dihidrat
arsenic (suasana asam) mengalami Sulfat, Kalium Iodat, Natrium Klorida,
3+ 5+
oksidasi As menjadi As (Dyrka, Potassium Klorat, Tetraammonium
2011) Cerium (IV), dan urin.

Reaksi : Prosedur

2Ce4+ (aq) + As3+ (aq)  2Ce3+ (aq) + As5+ (aq) Pembuatan Larutan
(Yellow) (Colourless) Dilarutkan larutan HCl 3.3 mol/L
dengan 500 g Potassium chlorate
dalam 1000 mL air dalam erlenmeyer
sambil dipanaskan selama 60 menit,
(Sokolik,
setelah itu ditambahkan asam 2011)
perkolat
Analisis Biomedik dan Forensik 2017

dengan pengadukan yang konstant. Larutam Ceric amonium sulfat


Kemudian disimpan larutan pada 225 ° (0,019 mol / L).
C dalam freezer semalam. Disaring
Dilarutkan Tetraammonium cerium
suspensi dengan kaca filter (5-10 mm
(IV) sulfat dihidrat (6 g) dalam 1,75
mesh). Disimpan fltrat dalam kulkas (4
mol / L asam sulfat dan disesuaikan
° C) sampai digunakan (Ohashi, 2000).
dengan volume akhir 500 mL dengan
Larutan amonium persulfat (1,31 larutan asam yang sama (Ohashi,
mol / L). 2000).

Dilarutkan Ammonium persulfat (30 Kalibrator yodium


g) dalam air sampai volume akhir 100
Dilarutkan 168,6mg Kalium iodat
mL. Dibuat larutan segar ini sebelum
dalam labu volumetrik 100 mL, untuk
digunakan (Ohashi, 2000).
membuat larutan stok 7.88 mmol /L
Larutan asam Arsenious (0,05 mol / (1000 mg / L iodine). Diencerkan
L). larutan stok 100- dan 10.000 kali lipat,
dan larutan kerja dari 0,039-4,73 mmol
Dilarutkan Arsenik trioksida (5 g)
/ L (5-600 mg / L iodine) yang siap
dalam 100 mL 0,875 mol / L larutan
(Ohashi, 2000).
natrium hidroksida. Ditambahkan
asam sulfat pekat (16 mL) perlahan- Penentuan Iodin dalam Urin
lahan ke dalam larutan dalam
Metode APDM (Ammonium Persulfate
penangas es. Setelah dingin,
Digestion on Microplate)
ditambahkan 12,5 g natrium klorida ke
dalam larutan, dan diencerkan Dipipet kalibrator 50𝜇l dan 50 𝜇l

campuran sampai 500 mL dengan air sampel urin ke dalam polypropylene

dingin lalu disaring (Ohashi, 2000). plate (PP). lalu ditambahkan 100 𝜇L
larutan ammonium persulfat untuk
mencapai konsentrasi akhir 0,87
mol/L. Polypropylene plate (PP) yang
Analisis Biomedik dan Forensik 2017

sudah terisi tadi ditempatkan kedalam Konsentrasi Log Absorbansi


kaset. Kaset ditutup rapat selama 45 Konsentrasi 1 2 Rata -
menit dan disimpan dalam oven rata
bersuhu 90°C. Setelah mengalami 3,90625 0,5917 0,834 0,89 0,65707
digesti, bagian bawah kaset 7,8125 0,8927 0,831 0,712 0,62292
didinginkan hingga suhu kamar 15,625 1,1938 0,688 0,786 0,5932
dengan menggunakan air keran (untuk 31,25 1,4948 0,803 0,754 0,55725
menghindari kondensasi uap pada 62,50 1,7958 0,517 0,441 0,4835
bagian atas dan menghentikan proses 125 2,0969 0,549 0,469 0,48575
digesti). Kemudian kaset dibuka 250 2,3979 0,485 0,44 0,4625
dipindahkan secara aliquot ke dalam
polystyrene 98 - well microtiter plate.
Grafik Kurva Baku Penentuan Iodin
Selanjutnya dicampur dengan larutan
dalam Urin
asam arsenic sebanyak 100 𝜇L dan
ditambahkan sebanyak 50 𝜇L larutan
ceric ammonium sulfate dengan cepat
(dalam 1 menit) menggunakan pipet
multichannel. Didiamkan selama 30
menit pada suhu 25°C. lalu diukur
absorbansi pada 405 nm dengan
pembaca microplate .

Hasil

7.1 Penentuan Konsentrasi Iodin


dalam Urin
Tabel hasil penentuan iodin
dalam urin sintesis
Analisis Biomedik dan Forensik 2017

Tabel Hasil Penentuan Konsentrasi c = shift log (0,8898)


iodine dalam urin c = 7,758

Sampel Absorbansi Rata- Log Konsentrasi


SAMPEL 33
rata konsentrasi iodin
y = -0,1148x + 0,7234
1 2 3 4 iodin (mg/L)
0,63625 = -0,1148x + 0,7234
25 0,694 0,51 0,35 0,5 0,51525 1,813 65,01
32 0,578 0,9 0,65 0,35 0,62125 0,8898 7,758 0,1148x = 0,08715
33 0,775 0,37 0,99 0,41 0,63625 0,759 5,741 x = 0,7591
34 0,574 0,78 0,75 0,76 0,7165 0,06 1,148 c = shift log (0,7591)
35 0,418 0,22 0,53 0,26 0,35675 3,194 1563,1
c = 5,741
36 0,33 0,234 0,459 0,252 0,31875 3,525 3349,6
37 0,68 0,7 0,395 0,552 0,58175 1,234 17,15
38 0,27 0,616 0,341 0,643 0,4675 2,229 169,4 SAMPEL 34
39 0,371 0,608 0,485 0,667 0,53275 1,661 45,814 y = -0,1148x + 0,7234
102 0,375 0,272 0,317 0,374 0,3345 3,388 2443,4 0,7165 = -0,1148x + 0,7234
0,1148x = 0,0069
x = 0,060
SAMPEL 25
c = shift log (0,060)
y = -0,1148x + 0,7234
c = 1,148
0,51525 = -0,1148x + 0,7234
0,1148x = 0,20815
SAMPEL 35
x = 1,813
y = -0,1148x + 0,7234
c = shift log (1,813)
0,35675 = -0,1148x + 0,7234
c = 65,01
0,1148x = 0,36665
x = 3,194
SAMPEL 32
c = shift log (3,194)
y = -0,1148x + 0,7234
c = 1563,1
0,62125 = -0,1148x + 0,7234
0,1148x = 0,10215
SAMPEL 36
x = 0,8898
y = -0,1148x + 0,7234
Analisis Biomedik dan Forensik 2017

0,31875 = -0,1148x + 0,7234


0,1148x = 0,40465 SAMPEL 102
x = 3,525 y = -0,1148x + 0,7234
c = shift log (3,525) 0,3345 = -0,1148x + 0,7234
c = 3349,6 0,1148x = 0,3889
x = 3,388
SAMPEL 37 c = shift log (3,388)
y = -0,1148x + 0,7234 c = 2443,4
0,58175 = -0,1148x + 0,7234
0,1148x = 0,14165 Pembahasan
x = 1,234
Praktikum kali ini adalah untuk
c = shift log (1,234)
menentukan kadar iodin dalam urine
c = 17,15
menggunakan metode APDM. Iodin
atau sering juga disebut sebagai
SAMPEL 38
iodium adalah salah satu unsur yang
y = -0,1148x + 0,7234
cukup penting bagi homestasis tubuh
0,4675 = -0,1148x + 0,7234
manusia. Iodin berperan penting dalam
0,1148x = 0,2559
pembentukan hormone tiroid yang
x = 2,229
selanjutnya bekerja pada metabolism
c = shift log (2,229)
seluler dan reproduksi.
c = 169,4
Iodin tidak dapat di produksi

SAMPEL 39 oleh tubuh manusia, sehingga harus

y = -0,1148x + 0,7234 dipenuhi melalui asupan makanan dan

0,53275 = -0,1148x + 0,7234 minuman yang mengandung iodium

0,1148x = 0,19065 seperti garam dapur. Sekitar 90%

x = 1,661 iodium yang masuk ke dalam tubuh

c = shift log (1,661) akan diekskresikan melalui urine.

c = 45,814 Kadar iodium dalam urine ini dapat


Analisis Biomedik dan Forensik 2017

diukur melalui pemeriksaan EIU dimasukkan ke dalam well dan


(Eksresi Iodium Urine). Urine yang ditambahkan 100 µL ammonium
digunakan dalam pemeriksaan ini persulfate untuk digesti. Penambahan
merupakan urine 24 jam atau urine kalibrator ditujukan untuk mendapat
pagi hari. Pemeriksaan EIU keakuratan hasil melalui
menggunakan prinsip metode pembandingan hasil yang didapatkan.
microplate yag didasarkan pada reaksi Penambahan ammonium persulfat
Sandell-Kolthoff ion Ceric yang bertujuan untuk memperoleh iodium
berwarna kuning akan berubah dalam bentuk I-, hal ini dikarenakan
menjadi ion Ceric yang berwarna Iodium yang berada di dalam urin
kuning muda hingga tidak berwarna. berada dalam bentuk I- dan iodium
terikat dengan T3 dan T4. Pada larutan
Metode microplate dengan
kalium iodat ini setelah ditambahkan
APDM adalah metode yang sangat
ammonium persulfate akan terjadi
sederhana, murah, sensitive, dan cukup
reduksi dalam bentuk Iodat (IO3-) dan
ramah lingkungan. Pada prosedur kali
akan menjadi bentuk Iodin (I-) yang
ini dilakukan preparasi bahan dan
sama dengan bentuk iodin yang berada
sample. Semua preparasi baik itu baku
dalam urine. Amonium persulfate
maupun sample dilakukan pada
efektif digunakan dalam proses digesti
microplate wells. Microplate wells ini
khususnya pada sampel urin. Selain
membutuhkan sekitar 50-100 µL
diketahui efektif dalam digesti sampel
bahan, sehingga dapat menghemat
urin, penggunaan ammonium
bahan bahan yang digunakan. Sample
persulfate lebih tidak toksik
dan baku dimana baku yang digunakan
dibandingkan dengan pendigesti
adalah larutan baku kalium iodat
lainnya yang umum digunakan seperti
sebanyak 50 µL diambil dan
asam klorida yang akan menghasilkan
diletakkan ke dalam microplate wells.
gas klorin sebagai hasil akhir digesti.
Kalibrator bersama sampel urin Kemudian campuran tersebut
masing-masing sebanyak 50 µL dilakukan digesti dengan berdasarkan
Analisis Biomedik dan Forensik 2017

reaksi Sandell-Kolthoff. Reaksi ini Tetapi waktu pembacaan 20-50 detik


merupakan teknik yang sering dan waktu mempipet kurang dari satu
digunakan untuk penentuan kadar menit, selisih atau jeda dari keduanya
iodine dan merupakan reaksi kinetic. maksimal adalah 40 detik sehingga
Proses digesti ini berlangsung selama kemungkinan keselahan yang terjadi
90 menit dengan suhu 90°C selama 60 adalah ~2% untuk reaksi 30 menit.
menit kondisi well tertutup untuk Penanganan asam arsenic dilakukan
menjaga volume sampel dan dengan teliti karena bersifar toksik,
kontaminasi silang antara well. Well Selanjutnya microplate diukur pada
yang digunakan dipastikan bersifat panjang gelombang 405 nm.
inert dan tahan terhadap suhu tinggi.
Kadar normal iodin dalam urin
Tujuan akhir yang diharapkan dari
adalah sebesar 100-200µg/L. Apabila
proses ini adalah mengubah iodide
kadar iodin dalam urin melebihi
menjadi iodin. Setelah dikeluarkan
normal, seseorang dapat dikatakan
dari proses digesti, bagian bawah well
menderita penyakit hipertiroid,
dibasahi dengan air untuk menghindari
sedangkan apabila kadar iodin dalam
kondensasi dari penguapan pada
urin kurang dari normal maka
bagian atas weld dan memberhentikan
seseorang dapat dikatakan menderita
proses digesti. Kemudian dipindahkan
penyakit hipotiroid. Selain itu,
ke well dengan multichannel pipet,
intensitas warna larutan uji juga dapat
ditambahkan asam arsenic 100µL dan
digunakan sebagai parameter untuk
50µL ceric ammonium sulfat untuk
menentukan konsentrasi iodin dalam
mereduksi I2 menjadi I- lalu didiamkan
urin. Semakin pudar warna kuning dari
pada suhu kamar selama 30 menit.
larutan, menunjukkan konsentrasi
Penambahan larutan ceric ammonium
iodin dalam urin semakin tinggi dan
sulfat dilakukan secara dalam interval
melebihi kadar normalnya, sehingga
waktu yang sama dengan pembacaan
mengindikasikan seseorang terkena
yang bersamaan mengingat reaksi
penyakit hipertiroid. Sebaliknya,
Sandell-Kolthoff bersifat kinetic.
Analisis Biomedik dan Forensik 2017

apabila warna kuning dari larutan berpengaruh pada perubahan senyawa


semakin pekat, maka menunjukkan kompleks dalam urin menjadi senyawa
konsentrasi iodin dalam urin semakin yang lebih sederhana. Pada praktikum
rendah dan kurang dari kadar ini suhu yang digunakan lebih rendah
normalnya, sehingga mengindikasikan dari semestinya sehingga dapat
seseorang terkena penyakit hipotiroid. diperkirakan mempengaruhi
keakuratan pengukuran iodin dalam
Faktor yang mempengaruhi
urin. Selain itu pengaruh cara
tinggi dan rendahnya kadar iodin
pemipetan yang kurang baik juga
dalam urin pada seseorang diantaranya
dapat mempengaruhi, sebab butuh
konsumsi makanan yang mengandung
ketelitian yang tinggi untuk melakukan
iodin perhari, anemia, asupan protein
pipeting terhadap larutan dalam
per hari, zat gaitrogenik, status gizi
volume yang sangat kecil. Dampak
dan status infeksi.
dari adanya hal tersebut menyebabkan
Dalam praktikum ini simpangan deviasi dari nilai
menggunakan 10 orang responden absorbansi yang didapatkan menjadi
untuk diuji konsentrasi iodin dalam sangat besar sehingga perhitungan
urin. Hasilnya adalah rata-rata kadar konsentrasi iodin dalam urin menjadi
iodin dalam urin pada 10 responden kurang akurat.
yaitu sebesar 919.261 µg/L, dan tidak
Simpulan
ada satu responden pun yang kadar
iodin dalam urinnya berada pada Hasil pengukuran konsentrasi iodin
rentang normal. Hasil tersebut sangat dalam urin dengan menggunakan
jauh melebihi kadar normalnya. Dari metode microplate yang dilakukan
hasil tersebut dapat dikatakan seluruh terhadap 10 responden menunjukkan
responden mengalami hipertitoid. bahwa seluruh responden mengalami
Namun hasil tersebut belum dapat hipertiroid, dimana konsentrasi iodin
dikatakan akurat sebab suhu yang dalam urinnya melebihi batas normal.
digunakan pada proses digesti Namun hasil tersebut belum dapat
Analisis Biomedik dan Forensik 2017

dipastikan secara akurat sebab masih Ohashi.2002. Simple Microplate


terdapat faktor yang diperkirakan Method for Determination of
dapat menurunkan keakuratan dalam Urinary Iodine. Clinical
pengukuran. chemistry. Vol 46(2). Hal: 529-
536.
Daftar pustaka
Pino S, Fang S, Braverman LE. 1996.
Dunn JT, Crutchfield HE, Gutekunst
Ammonium persulfate: a safe
R, Dunn AD. 1937.Methods for
alternative oxidizing reagent
measuring iodine in urine. The
for measuring urinary iodine.
Netherlands: International
Clin Chem Vol 42 (43):239.
Council for Control of Iodine
Deficiency Disorders, Vol Sandell EB, Kolthoff IM.1937 Micro
7(16) determination of iodine by
catalytic method. Microchem
Dyrka, A., et al. 2011. Assay of Iodine
Acta Vol 1:9–25.
in Edible Salt Using Sandell-
Kolthoff Catalytic Method. Sokolik, Charles W, Walker, Annie S,
Journal of Laboratory Nishioka, Gary M. 2011. A
Diagnostic. 47 (2) : 425-429. Simple and Sensitive Assay for
Measureing Very Small
Hedayati, M., Khazan, M., Yaghmaee,
Volumes of Microprinted
M.Z., Behdadfar, L.,
Solutions. Anal Chem Insight.
Daneshpour, M.S. 2011. Rapid
Vol. 6 : 61-66
Microwave Digestion and
Microplate Reading Format Winarno, F.G., 2002. Kimia Pangan
Method for Urinary Iodine dan Gizi. Jakarta :Gramedia
Determination : Clin Chme Lab Pustaka Utama..
Med. 49 (10) : 1749 – 1751.
Yuastika,Ketut, D.S.P.D.,1985.
Iqbal,Ali,2008.Urinalisis (Analisis Penyakit Kelenjar
Kemih). Jakarta : Erlangga
Analisis Biomedik dan Forensik 2017

Tiroid.Denpasar:Universitas
Udayana.

Zak B, Willard HH, Myers GB, Boyle


AJ.1952. Chloric acid method
for determination of protein-
bound iodine. Anal Chem Vol
24(8): 1345–1348.