Anda di halaman 1dari 5

Kementerian Kesehatan RI mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan

sebagian urusan pemerintahan di bidang kesehatan.

Berdasarkan Permenkes 64 Tahun 2016, pasal 3 dalam melaksanakan tugas, Kementerian


Kesehatan RI menyelenggarakan fungsi :

 perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan masyarakat,


pencegahan dan pengendalian penyakit, pelayanan kesehatan, dan kefarmasian dan alat
kesehatan;
 koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada
seluruh unsur organsisasi di lingkungan Kementerian Kesehatan;
 pengelolaan barang milik negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Kesehatan;
 pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang kesehatan;
 pelaksanaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia di bidang
kesehatan serta pengelolaan tenaga kesehatan;
 pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian
Kesehatan di daerah;
 pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Kesehatan;
 pelaksanaan dukungan substansif kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan
Kementerian Kesehatan;

http://p2p.kemkes.go.id/tugas-dan-fungsi/

Visi Dan Misi


NAWACITA
Kementerian Kesehatan berperan serta dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui
agenda prioritas Kabinet Kerja atau yang dikenal dengan Nawa Cita, sebagai berikut:

 Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa
aman pada seluruh warga Negara.
 Membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang
bersih, efektif, demokratis dan terpercaya.
 Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam
kerangka negara kesatuan.
 Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang
bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya.
 Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.
 Meningkatkan produktifitas rakyat dan daya saing di pasar Internasional.
 Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis
ekonomi domestik.
 Melakukan revolusi karakter bangsa.
 Memperteguh ke-Bhineka-an dan memperkuat restorasi sosial Indonesia.
http://p2p.kemkes.go.id/visi-dan-misi/

Struktur Organisasi Ditjen Pencegahan dan


Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian
Kesehatan Republik Indonesia

http://p2p.kemkes.go.id/struktur-organisasi-kementerian-kesehatan-republik-indonesia/

Unit Kerja dan Pejabat


 DIREKTUR JENDERAL PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT
dr. Anung Sugihantono, M.Kes
Pria kelahiran Temanggung ini sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal
Kesehatan Masyarakat. Beliau juga pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Bina Gizi
dan Kesehatan Ibu dan Anak dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun
2011 serta Kepala Badan Penanaman Modal Daerah Provinsi Jawa Tengah tahun 2009.
Pada Februari 2018, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro dan S2 di
Universitas Gajah Mada ini ditunjuk oleh Menteri Kesehatan sebagai Dirjen Pencegahan
dan Pengendalian Penyakit (P2P). Penghargaan yang terakhir diterima: Satyalancana
Karya Satya 30 Tahun

 Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit

dr. Asjikin Iman Hidayat


Dachlan, MHA
Informasi Kontak
Nomor Telpon : 021-4247608
Ext. : 109/163

Pria kelahiran Bandung ini dilantik sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan
Pengendalian Penyakit pada tanggal 9 September 2016. Sebelumnya, peraih gelar Magister
Administrasi Rumah Sakit ini menduduki jabatan sebagai Kepala Pusat Pendidikan SDM
Kesehatan pada tahun 2016, Kepala Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDMK tahun 2014,
Badan PPSDM Kesehatan dan Direktur RS Anak dan Bunda Harapan Kita Jakarta, dengan
didahului sebagai Direktur Keuangan RS Hasan Sadikin Bandung. Penghargaan yang terakhir
diterima: Bakti Karya Husada Tri Windu.

 Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik

dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, Dsc


Informasi Kontak

Nomor Telpon : 021-4247608


Ext. : 138/139

Sebelum diangkat sebagai Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor
dan Zoonotik, Ditjen P2P, beliau pernah menjabat sebagai Direktur Surveilans dan
Karantina Kesehatan tahun 2016. perempuan kelahiran Bandung peraih gelar Doktor
Bidang Penelitian Pelayanan Kesehatan dari Erasmus University, Netherland ini
sebelumnya menjabat sebagai Direktur Bina Kesehatan Anak, Ditjen Bina Gizi dan KIA
sampai dengan tahun 2015 dan Kepala Pusat Data dan Informasi, Setjen sampai dengan
tahun 2013. Penghargaan yang terakhir diterima: Satyalancana Karya Satya 20 Tahun.

 Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung

dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes


Informasi Kontak

Nomor Telpon : 021-4247608


Ext. : 129/131

Sebelum menjabat sebagai Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular


Langsung, perempuan kelahiran Ujung Pandang ini pernah menjabat sebagai Direktur
Surveilans, Imunisasi, Karantina, dan Kesehatan Matra pada tahun 2014. Beliau
merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar dan meraih
gelar Magister Administrasi dan Kebijakan Kesehatan dari Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta.

 Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan

drg. R. Vensya Sitohang M.Epid


Informasi Kontak

Nomor Telpon : 021-4247608


Ext. : 146/148

Sebelum menjabat sebagai Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, Ditjen P2P
pada tanggal 19 Februari 2018, perempuan kelahiran Pangkal Pinang ini menjabat
sebagai Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik.
Beliau merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara dan
meraih gelar Magister Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas
Indonesia. Penghargaan yang terakhir diterima: Satyalancana Karya Satya 20 Tahun.

 Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular

 Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza


Dr. dr. Fidiansjah, Sp.KJ., MPH
Informasi Kontak

Nomor Telpon : 021-4247608


Ext. : 116/118

Sebelum menjabat sebagai Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan


Jiwa dan Napza tahun 2016, pria kelahiran Jakarta lulusan Universitas Indonesia dengan
gelar Doktor Ilmu Kedokteran ini pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Kesehatan Haji,
Setjen Kemenkes tahun 2013 dan Direktur Utama RSJ Prof. Dr. Soeroyo Magelang tahun
2010 serta Direktur Utama RSKO Jakarta tahun 2009.

http://p2p.kemkes.go.id/unit-kerja-dan-pejabat/

Anda mungkin juga menyukai