Anda di halaman 1dari 8

e-Journal Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Ganesha

Jurusan Pendidikan Matematika (Volume x Tahun xxxx)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN READING CONCEPT MAP RECIPROCAL


TEACHING (REMAP RT) TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA
KELAS X MIPA SMA NEGERI 2 SINGARAJA

N.K. Wartini, G.A. Mahayukti, I.M. Sugiarta

Jurusan Pendidikan Matematika


Universitas Pendidikan Ganesha
Singaraja, Indonesia

e-mail: ketut_wartini40@yahoo.com, gustiayumahayukti@gmail.com,


imadesugiarta54@gmail.com

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Reading


Concept Map Reciprocal Teaching (Remap RT) terhadap prestasi belajar
matematika siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan post-test
only control group design. Populasi penelitan ini adalah seluruh siswa kelas X MIPA
SMA Negeri 2 Singaraja tahun ajaran 2017/2018 sebanyak 5 kelas. Uji kesetaraan
populasi menggunakan uji Anava. Sampel dipilih dengan teknik cluster random
sampling. Data prestasi belajar matematika siswa diperoleh melalui tes uraian.
Analisis data menggunakan uji-t satu pihak yaitu pihak kanan, dengan taraf
signifikansi 5%. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh rata-rata skor prestasi
belajar matematika siswa kelas eksperimen adalah 73,24 sedangkan pada kelas
kontrol adalah 68,42. Hasil pengujian dengan uji-t diperoleh nilai thitung = 2,3025 dan
ttabel = 1,9977, sehingga thitung > ttabel, dapat dikatakan bahwa prestasi belajar
matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran
Reading Concept Map Reciprocal Teaching (Remap RT) lebih baik dari prestasi
belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran
konvensional. Jadi, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Reading Concept
Map Reciprocal Teaching (Remap RT) berpengaruh positif terhadap prestasi belajar
matematika siswa.

Kata kunci: model pembelajaran Reading Concept Map Reciprocal Teaching


(Remap RT), pembelajaran konvensioal, prestasi belajar matematika.

Abstract

This study is aimed at determining the effect of Reading Concept Map Reciprocal
Teaching (Remap RT) learning model towards achievement in learning
mathematics. This research is a quasi-experiment research with post-test only
control group design. The population of this study was all students of Class X MIPA
in SMA Negeri 2 Singaraja in the academic year of 2017/2018, which consisting of 5
classes. The process of equaliting the population sampel was done by using Anova.
The sample of this study was chosen by using cluster random sampling technique.
The data of students mathematics learning achievement were collected by using
students mathematics learning achievement test in the form of essay test. Data
analysis is done using one-tailed t-test, with a significance level of 5%. Based on the
analysis it is obtained that average score of learning achievement of experimental
class is 73,24 while the control class is 68,42. Result of testing by t-test, shows that
tcount is 2,3025 and the values ttable is 1,9977 so that, tcount > ttable, it can be said that
the mathematics achievement of students who learned with the Reading Concept
Map Reciprocal Teaching (Remap RT) model is better than the mathematics
achievement of students who learned with conventional learning method. So it can
be concluded that Reading Concept Map Reciprocal Teaching (Remap RT) teaching
technique gives positive effect to improve students’ mathematics achievement.
e-Journal Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Matematika (Volume x Tahun xxxx)

Keywords: Reading Concept Map Reciprocal Teaching (Remap RT), conventional


learning, students’ mathematics achievement.

PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan salah satu melainkan berpusat pada siswa (Student
sektor terpenting dalam kehidupan yang centered). Tugas guru sebagai pendorong
dapat meningkatkan sumber daya dan pembimbing saat berlangsungnya
manusia yang berkualitas agar dapat proses pembelajaran di kelas. Jika
bersaing ditengah kemajuan media penerapan kurikulum 2013 diterapkan
teknologi dan komunikasi yang secara optimal maka kemungkinanan
mengharuskan seseorang untuk berfikir kulitas pendidikan dapat meningkat
logis, kritis, terbuka dan kreatif. Dengan sehingga mutu pendidikan di Indonesia
demikian pendidikan seharusnya mengalami peningkatan.
mendapatkan perhatian yang lebih dalam Akan tetapi, dari upaya yang telah
rangka untuk meningkatkan mutunya. di lakukan tersebut sampai saat ini belum
Semakin meningkatnya mutu pendidikan membuahkan hasil yang optimal pada
maka kualitas sumber daya manusia juga pembelajaran matematika. Hal ini terlihat
akan mengalami peningkatan. Berbagai dari masih rendahnya prestasi belajar
upaya telah dilakukan oleh pemerintah matematika siswa yang tercermin dari
dalam rangka meningkatkan mutu hasil laporan TIMMS (Trends In Student
pendidikan salah satunya adalah dengan Achievement in Mathematics and Science)
adanya perubahan kurikulum. Perubahan 2003 dalam bidang matematika dan
dilakukan untuk memperbaiki hal yang Indonesia berada di peringkat 34 dari 45
yang sudah ada, baik dalam metode negara dengan rerata skor 411, tahun
maupun cara-cara kerja dalam rangka 2007 Indonesia berada di peringkat 36
untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. dari 49 negara, tahun 2011 Indonesia
Perubahan kurikulum dari kurikulum KTSP berada di peringkat 38 dari 45 negara
menjadi kurikulum 2013 dimaksudkan dengan mengumpulkan skor 386. Sejalan
agar peserta didik mampu lebih baik dengan laporan TIMMS 2015 tersebut,
dalam melakukan observasi, bertanya, prestasi belajar matematika di kabupaten
bernalar, dan mengkomunikasikan buleleng dalam bidang matematika juga
(mempresentasikan), apa yang mereka tergolong masih rendah hal ini di lihat dari
peroleh atau mereka ketahui setelah rata-rata nilai ujian nasional siswa Sekolah
menerima materi pembelajaran. Dalam hal Menengah Atas (SMA) yang disajikan
ini proses pembelajaran tidak lagi dalam tabel 01 di bawah ini.
berpusat pada guru (Theacher centered)

Tabel 01. Nilai Rata-rata UN Matematika Tingkat SMA Se-Kabupaten Buleleng .


Tahun Ajaran Rata-rata Ujian Nasional

2013/2014 61,93

2014/2015 56,28

2015/2016 50,24

(Sumber: Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng, 2017)

Dari data diatas terlihat bahwa Menangulangi hal tersebut, guru


prestasi belajar matematika dari tahun ke- matematika memiliki tugas untuk
tahun mengalami penurunan sehingga meningkatkan prestasi belajar siswa
perlu adanya upaya untuk meningkatkan dengan mengambil langkah-langkah yang
prestasi belajar matematika siswa. bisa dilakukan untuk meningkatkan
prestasi belajar matematika. Salah satu
e-Journal Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Matematika (Volume x Tahun xxxx)

langakah yang dapat dilakukan guru akan dipelajari selanjutnya. Setelah


dalam pembelajaran matematika adalah kegiatan presentasi dan pembahasan
memilih model pembelajaran yang sesuai materi selesai, siswa dapat mengerjakan
dengan tuntutan kurikulum yang ada saat soal-soal latihan. Baik dalam hal
ini. Menurut Rusman, (2012:133) menyelesaikan permasalahan nyata atau
mengungkapkan bahwa “model mengaplikasikan materi yang telah
pembelajaran dapat dijadikan pola pilihan, dipelajari.
artinya para guru boleh memilih model Menurut hasil penelitian yang
pembelajaran yang sesuai dan efisien dilakukan oleh Suwiasa (2014)
untuk mencapai tujuan pendidikannya”. menyatakan bahwa adanya pengaruh
Model pembelajaran yang dirasa pendekatan Reciprocal Teaching (RT)
dapat meningkatkan prestasi belajar terhadap kemampuan matematis siswa
metematika siswa dengan mengali kelas X IPA SMA Negeri 8 Denpasar .
konsep-konsep pembelajaran serta Siswa yang belajar dengan pendekatan
bersifat student center dan memiliki Reciprocal Teaching (RT) lebih tinggi
tahapan-tahapan dalam proses daripada kemampuan koneksi matematis
pembelajaran yang berupa merangkum siswa yang dibelajarakan dengan metode
materi dengan peta konsep yang secara konvensional. Sejalan dengan penelitian
langsung mengharuskan siswa untuk itu, memperkuat pendapat Palincar (2002)
membaca setiap materi pelajaran yang yang menyatakan Reciprocal Teaching
diberikan dikelas adalah Model (RT) merupakan strategi pembelajaran
Pembelajaran Reading Concept Map yang dapat mendorong siswa dalam
Reciprocal Teaching yang disingkat meningkatkan metakognisi. Selain itu,
dengan Remap RT. penelitian ini juga sejalan dengan
Reading Concept Map Reciprocal penelitian yang dilakukan oleh Antika
Teaching (Remap RT) merupakan model (2015) dan Dinnurriya (2015) bahwa
pembelajaran yang memiliki tahapan pembelajaran Remap Coople dapat
berupa membaca, meringkas dalam meningkatkan keterampilan metakognitif
bentuk peta konsep, mengajukan dan hasil belajar kognitif siswa. Selain
pertanyaan, mengklarifikasi dan penelitian yang dilakukan tersebut
memprediksi. Tahapan pertama model penelitian juga dilakukan oleh Zubaidah
pembelajaran Reading Concept Map (2016) dengan menggunakan Model
Reciprocal Teaching (Remap RT) adalah Pembelajaran Reading Concept Map
membaca (reading) dalam proses Reciprocal Teaching (Remap RT) dapat
membaca siswa akan mendapatkan meningkatkan keterampilan berfikir kritis
intisari dari apa yang telah dibaca dan siswa serta menumbuhkan sikap positif
mengenal istilah-istilah berupa lambang siswa. Sehingga, apabila melalui Model
dan simbol-simbol. Tahapan kedua adalah Pembelajarn Reading Concept Map
meringkas dalam bentuk peta konsep Reciprocal Teaching (Remap RT) siswa
(Concept Mapping) dalam hal ini siswa dapat meningkatkan keterampilan berfikir
bebas menyusun sendiri peta pikirannya kritis maka besar kemungkinan siswa juga
sehingga peta konsep yang disusun siswa dapat meningkatkan prestasi belajarnya.
bersifat unik. Tahapan ketiga adalah Sintak-sintak dalam model Reading
tahap Questioning dalam hal ini siswa Concept Map Reciprocal Teaching
didorong untuk mengajukan pertanyaaan (Remap RT) memberikan kesempatan
sehingga mampu mendorong siswa untuk kepada siswa untuk menggali
berfikir kritis. Tahapan keempat adalah pengetahuan dan mengharuskan siswa
tahap Clarifying dalam hal ini siswa untuk berperan aktif dalam proses
diberikan kesempatan untuk pembelajaran.
mempresentasikan hasil rangkuman di Berdasarkan pemaparan diatas,
dalam kelompok. Tahap terakhir adalah maka peneliti tertarik untuk mengadakan
Predicting yaitu kegiatan yang dilakukan penelitian eksperimen yang berjudul
oleh siswa untuk memprediksi atau “Pengaruh Model Pembelajaran Reading
menduga pengembangan materi yang Concept Map Reciprocal Teaching
e-Journal Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Matematika (Volume x Tahun xxxx)

(Remap RT) Terhadap Prestasi Belajar Negeri 2 Singaraja.”


Matematika Siswa Kelas X MIPA SMA

METODE
Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah prestasi belajar
pada penelitian ini adalah eksperimen matematika siswa. Desain penelitian yang
semu dengan desain post-test only control digunakan dalam penelitian ini adalah post
grup design. Populasi dalam penelitian ini test only control group design.
adalah seluruh siswa kelas X MIPA SMA Instrumen yang digunakan dalam
Negeri 2 Singaraja tahun ajaran penelitian ini berupa tes yaitu tes uraian,
2017/2018 yang berjumlah 163 dan yang digunakan untuk mengukur prestasi
tersebar menjadi 5 kelas yaitu kelas X belajar matematika siswa. Tes prestasi
MIPA1, X MIPA2, X MIPA3, X MIPA4, dan belajar berupa tes uraian (essay), agar
X MIPA5. dapat mengetahui bagaimana siswa
Sebelum melakukan penarikan menuangkan pemikirannya secara tertulis
sampel, terlebih dahulu dilakukan sesuai dengan apa yang telah dipelajari
pengujian kesetaraan terhadap 5 tehadap jawaban dari permasalahan yang
kelompok sampel dengan menggunakan diberikan.
Analisis Varians (ANAVA) satu jalur. Uji Instrumen penelitian yang telah
kesetaraan ini dilakukan untuk disusun perlu diujicobakan untuk
memperlihatkan bahwa sampel populasi mendapatkan gambaran secara empirik
yang digunakan setara. Data yang tentang kelayakan tes tersebut
digunakan dalam uji kesetaraan ini adalah dipergunakan sebagai instrumen
nilai ulangan akhir semester ganjil tahun penelitian. Uji validitas isi instrumen
ajaran 2017/2018 kelas X MIPA SMA dilakukan oleh dua orang pakar untuk
Negeri 2 Singaraja. menguji apakah tes yang dibuat relevan
Setelah diperoleh kelompok sampel atau tidak. Kemudian dilakukan uji coba
yang setara, dilakukan pengambilan dan hasil uji coba tersebut digunakan
sampel secara acak kelas sebagai sampel untuk menguji validitas dan reliabilitas
penelitian dengan menggunakan teknik instrumen penelitian. Untuk menguji
cluster random sampling. Hasilnya adalah validitas butir soal uraian digunakan rumus
terpilihnya dua kelas yaitu kelas X MIPA 2 koefisien korelasi product-moment Carl
dan X MIPA 3. Dari dua kelas tersebut Pearson (Candiasa, 2010a) dengan rumus
dilakukan pengundian untuk menentukan sebagai berikut.
perlakuan yang diterima masing-masing N  XY  ( X )( Y )
kelompok sampel. Hasil pengundian rxy 
adalah sebagai berikut. (1) Kelas X MIPA ( N  X 2  ( X ) 2 )( N  Y 2  ( Y ) 2 )
3 sebagai kelompok eksperimen Sedangkan untuk uji reliabilitasnya
memperoleh perlakuan dengan model digunakan rumus Alpha Cronbach
pembelajaran Reading Concept Map sebagai berikut (Candiasa, 2010a).
 n    i 
Reciprocal Teaching (Remap RT), (2) 2

Kelas X MIPA 2 sebagai kelompok kontrol r11    1 


memperoleh perlakuan dengan model  n  1   t2 

pembelajaran konvensional. Sebelum melakukan uji hipotesis,
”Variabel bebas penelitian ini adalah terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat
model pembelajaran yang diterapkan di yaitu uji normalitas dan uji homogenitas
kelas eksperimen dan di kelas kontrol. varians. Untuk menguji normalitas sebaran
Model pembelajaran yang diterapkan di data digunakan Uji Lilliefors, sedangkan
kelas eksperimen adalah model untuk menguji homogenitas varians
pembelajaran Reading Concept Map menggunakan Uji-F. Jika terbukti data
Reciprocal Teaching (Remap RT) dan berdistribusi normal dan homogen, maka
model pembelajaran yang diterapkan pada untuk menguji hipotesisnya digunakan uji t
kelas kontrol adalah model pembelajaran
konvensional. Sedangkan varibel terikat
e-Journal Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Matematika (Volume x Tahun xxxx)

satu ekor dengan taraf signifikan 5% (n1  1) s12  (n2  1) s 22


s gab 
2
(  0,05) dan rumus sebagai berikut.
(n1  n2  2)
Y1  Y2
t hit 
1 1 HASIL DAN PEMBAHASAN
s gab  Rangkuman data prestasi belajar
n1 n 2
siswa pada kedua kelompok sampel dapat
Dengan, dilihat pada Tabel 02.

Tabel 02 Hasil Analisis Data Prestasi Belajar Matematika Siswa

Kelompok
Variabel
Eksperimen Kontrol

N 33 33

68,42
𝑋̅ 73,24

SD 8,6459 8,3518

Berdasarkan Tabel 0.2 terlihat maka H0 diterima yang berarti data skor
bahwa rata-rata nilai prestasi belajar tes prestasi belajar matematika siswa
matematika siswa yang mengikuti berasal dari populasi yang berdistribusi
pembelajaran dengan model normal. Uji homogenitas varians dilakukan
pembelajaran Reading Concept Map dengan Uji-F. Berdasarkan hasil
Reciprocal Teaching (Remap RT) perhitungan diperoleh bahwa nilai Fhitung =
kelompok eksperimen lebih tinggi daripada 1,0717 dan nilai Ftabel = 1,8044. Apabila
rata-rata nilai prestasi belajar matematika dibandingkan, nilai Fhitung < Ftabel. Dengan
siswa pada kelompok kontrol yang demikian H0 diterima dan hal tersebut
mengikuti pembelajaran dengan model berarti tidak ada perbedaan varians antara
pembelajaran konvensional. kelompok eksperimen dan kelompok
Sebelum uji hipotesis dilakukan, kontrol (data homogen).
terlebih dahulu dilakukan pengujian Berdasarkan hasil uji normalitas dan
prasyarat yaitu uji normalitas dan homogenitas varians diperoleh bahwa
homogenitas varians terhadap data skor data prestasi belajar matematika siswa
prestasi belajar matematika siswa. untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol
Hasil uji normalitas data prestasi berdistristribusi normal dan memiliki
belajar matematika siswa pada kelas varians yang homogen. Maka dari itu,
eksperimen diperoleh Lhitung = 0,0861 < pengujian hipotesis bisa dilakukan dengan
Ltabel = 0,1542 (untuk n = 33 pada taraf menggunakan uji-t satu ekor. Rangkuman
signifikansi 5%) , pada kelompok kontrol hasil pengujian data prestasi belajar
diperoleh Lhitung = 0,1221 < Ltabel =0,1542 matematika siswa dengan menggunakan
(untuk n = 33 pada taraf signifikansi 5%), uji-t disajikan pada Tabel 03.

Tabel 03 Rangkuman Hasil Uji-t

Kelompok n 𝑌̅ s2 s 2 gab t hitung ttabel


Eksperimen 33 73,2424 74,7519
72,2519 2,3025 1,9977
Kontrol 33 68,4242 69,7519
e-Journal Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Matematika (Volume x Tahun xxxx)

Berdasarkan Tabel 03 dapat dilihat materi yang belum di mengerti oleh siswa.
bahwa t hitung  2,3025 dan t tabel  1,9977 Guru mempersilakhan guru siswa untuk
. memimpin diskusi dalam kelompoknya
Oleh karena t hitung > t tabel maka 𝑯𝟎 dan saling bertanya jawab atas
ditolak dan 𝑯𝒂 diterima. Ini berarti bahwa pertanyaan peta konsep yang telah dibuat
nilai rata-rata prestasi belajar matematika oleh masing-masing siswa sebelumnya.
siswa yang mengikuti model pembelajaran Kemudian guru memilih secara acak salah
Reading Concept Map Reciprocal satu perwakilan kelompok untuk untuk
Teaching (Remap RT) lebih tinggi mempresentasikan hasil diskusi kelompok
dibandingkan dengan siswa yang dan guru akan memberikan klarifikasi, jika
mengikuti pembelajaran konvensional. terjadi kesalahan dalam pemahaman
Pada kelas eksperimen, siswa. Tahap selanjutnya adalah
pembelajaran dilakukan melalui diskusi memprediksi jawaban, pada tahap ini
kelompok. Kegiatan diskusi siswa diberikan kesempatan untuk
mengharuskan siswa untuk lebih aktif menyelesaikan pertanyaan yang sudah
dalam memecahkan suatu masalah. Pada mereka buat sendiri melalui diskusi
Model Pembelajaran Reading Concept kelompok dan LKS. Siswa dapat
Map Reciprocal Teaching (Remap RT), menemukan jawaban atas pertanyaannya
sintak-sintak didalamya yang menekankan sendiri dan mengaitkan materi yang
pada aktivitas siswa untuk belajar secara diperoleh dari hasil ringkasan yang telah
aktif, dan kreatif. dibuat oleh siswa. Dengan cara ini dapat
Penerapan Model Pembelajaran meningkatkan kemampuan siswa dalam
Reading Concept Map Reciprocal mempelajari matematika sehingga
Teaching (Remap RT) terdapat lima berdampak pada peningkatan prestasi
tahapan yang disusun yaitu (1) Reading belajar matematika siswa.
atau kegiatan membaca, (2) Concept Berbeda halnya dengan
Mapping (Peta Konsep), (3) Menyusun pembelajaran konvensional, pembelajaran
Pertanyaan (Questioning), (4) konvensional yang diterapkan di kelas
Mengklarifikasi (Clarifying), dan (5) kontrol adalah model pembelajaran
Memprediksi (Predicting). Dalam proses kooperatif semu dimana sintak-sintak
membaca siswa diarahkan untuk didalamnya masih kurang menumbuhkan
mengenali kata-kata, lambang-lambang kekreatifan siswa. Terdapat beberapa
dan definisi dari suatu materi yang tahap dalam pembelajaran konvensional
sedang dipelajari. Hal ini dapat yaitu: Pada awal pembelajaran guru
meningkatkan wawasan siswa tentang memberikan salam dan menyampaikan
mengenali makna dari suatu tulisan. materi kepada seluruh siswa. Kemudian
Membuat peta konsep akan lebih guru membagikan LKS kepada siswa dan
memudahkan siswa untuk mengingat dikerjakan secara berkelompok dengan
materi yang sudah dibaca. Membaca dan jumlah anggota kelompok empat sampai
penyusunan peta konsep bisa dilakukan lima orang. Siswa menyelesaiakan
oleh siswa dirumah sebelum proses permasalahan pada LKS, namun pada
pembelajaran berlangsung disekolah hal kegiatan ini tidak semua siswa aktif dalam
ini dilakukan karena terbatasnya waktu berdiskusi dan hanya didominasi oleh
pembelajaran dikelas. Setiap siswa siswa yang pandai, hal ini dipengaruhi
diwajibkan untuk membuat peta konsep oleh banyaknya anggota kelompok yang
dan harus selalu siap menjadi guru siswa membuat siswa yang merasa kurang,
di dalam kelompoknya. Setelah proses enggan untuk berpendapat. Setelah
membaca dan meringkas dalam bentuk selesai mengerjakan LKS, siswa diberikan
peta konsep langkah selanjutnya adalah kesempatan untuk mempresentasikan
menyusun pertanyaan. Pertanyaan yang hasilnya. Peran guru adalah untuk
disusun oleh siswa adalah pertanyaan meluruskan pemahanan konsep yang
yang terkait dengan materi yang sudah keliru. Kemudian guru memberikan
dibaca dan diringkas serta menanyakan kuis/tes secara berkelompok dan
memberikan penghargaan kepada tim
e-Journal Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Matematika (Volume x Tahun xxxx)

yang menonjol atau berprestasi. matematika siswa yang mengikuti


Berdasarkan pengamatan peneliti, pada pembelajaran dengan model
saat diskusi kelompok terlihat banyak pembelajaran Reading Concept Map
anggota kelompok yang hanya menunggu Reciprocal Teaching (Remap RT) lebih
jawaban temannya tanpa ikut baik dengan siswa yang dibelajarkan
berpartisipasi dalam diskusi. Selain itu, dengan model pembelajaran
kecendrungan munculnya topik yang konvensional.
menyimpang dari proses pembelajaran
lebih tinggi akibat kegiatan diskusi dalam PENUTUP
kelompok didominasi oleh beberapa Berdasarkan hasil penelitian dan
orang. Ini juga disebababkan oleh tidak hasil uji hipotesis dapat ditarik kesimpulan
adanya penyebaran tanggung jawab ke bahwa prestasi belajar matematika siswa
setiap anggota kelompok. Oleh karena itu, yang mengikuti model pembelajaran
upaya peningkatan prestasi belajar Reading Concept Map Reciprocal
matematika siswa masih kurang optimal. Teaching (Remap RT) lebih baik
Berdasarkan hasil pengujian dibandingkan dengan model pembelajaran
hipotesis dan uraian di atas, dapat dilihat konvensional. Sehingga model
bahwa model pembelajaran Reading pembelajaran Reading Concept Map
Concept Map Reciprocal Teaching Reciprocal Teaching (Remap RT)
(Remap RT) berpengaruh positif terhadap memberikan berpengaruh positif terhadap
prestasi belajar matematika siswa. Hal ini prestasi belajar matematika siswa kelas X
dibuktikan dengan hasil post test yang MIPA SMA Negeri 2 Singaraja.
menunjukkan bahwa prestasi belajar

DAFTAR PUSTAKA

Antika, L. T. 2015. Hubungan Antara Minat Kritis, dan Hasil Belajar Kognitif
Baca, Keterampilan Metakognitif, Siswa Kelas X SMA Malang. Tesis
dan Keterampilan Berpikir Kritis tidak diterbitkan. Malang:
dengan Hasil Belajar Biologi Pascasarjana Universitas Negeri
Berbasis Reading Concept Map Malang.
Think Pair Share (TPS). Tesis
tidak diterbitkan. Malang: Palincsar, A. S. 2002. Reciprocal
Pascasarjana Universitas Negeri Teaching: Teacher and Student
Malang. Use Prior Knowledge and Dialogue
to Construct a Shared Meaning of
Candiasa, I.M.2010a. Pengujian Instrumen the Text and Improve Reading
Penelitian Disertai Aplikasi Comprehension. (Online).
ITEMAN dan BIGSTEPS. (http://www.sdcoe.k12.ca.us/score/
Singaraja: Universitas Pendidikan promising/ tips/rec.html), diakses
Ganesha. 20 April 2017.

Candiasa, I M. 2010b. Statistik Univariat Suwiasa, I Wayan 2010 dengan ”


dan Bivariat Disertai Aplikasi Pengaruh Pendekatan Reciprocal
SPSS.Singaraja : Unit Penerbitan Teaching Terhadap Kemampuan
Universitas Pendidikan Ganesha Koneksi Matematis Siswa Kelas
X IPA SMA Negeri 8 Denpasar”.
Skripsi (tidak diterbitkan).
Dinnurriya, M. S. 2015. Pengaruh Model Singaraja: Universitas Pendidikan
Pembelajaran Biologi Berbasis Ganesha.
Reading Concept Map Numbered
Heads Together (Remap NHT) Pangestusti, A. A., Mistianah, Corebima,
terhadap Minat Baca, Kemampuan A. D., Zubaidah, S. 2015. Using
Metakognitif, Keterampilan Berpikir Reading-Concept Map-Teams
e-Journal Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Matematika (Volume x Tahun xxxx)

Games Tournamen (Remap-


TGT) to Improve Reading
Interest of Tenth Grade Student
of Laboratory Senior High
School State University of
Malang. American Journal of
Educational Research.3(2):250-
254.