Anda di halaman 1dari 16

TUGAS

SISTEM PENGGERAK
METODE BAKAR PEMBAKARAN DALAM

DI SUSUN OLEH :

YANUAR RIZAL WINANDRA (14350681)

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI RONGGOLAWE CEPU


2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat-Nya
penyusun bisa menyelesaikan tugas system penggeraksesuai waktu yang telah ditetapkan.

Penyususn mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan yang telah membantu dalam


penyelesaian tugas ini, penyusun menyadari masih banyak kekurangan dalam laporan ini dan
harap dimaklumi.

Harapan penyusun dalam tugas ini semoga bisa bermanfaat bagi orang banyak, khusunya
bagi penyusun sendiri dan juga para pembaca pada umumnya.
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………………………ii
DAFTAR ISI……………………………………………………………………...iii

BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang……………………………………………....…....1


1.2 Rumusan Masalah…...……………………………………...…….2
1.3 Tujuan Penulisan………………………………………………….2

BAB II. PEMBAHASAN


2.1. Proses Pembakaran Pada Mesin…………………………………..3
2.2 Tipe-Tipe Mesin Pembakaran Dalam…………………....……….8
2.3 Contoh Mesin Pembakaran Dalam……………………,,,,….........9

BAB III. PENUTUP


3.1. Kesimpulan…………………………………………………..…..11
3.2 Saran…………………………………………………………..…13
BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Semua mesin pembakaran dalam bergantung pada pembakaran dari bahan bakar kimia, yang
biasanya dibakar dengan campuran oksigen dari udara (memungkinkan juga untuk
menginjeksikan nitrogen oksida, yang gunanya untuk mendapatkan tenaga tambahan). Proses
pembakaran ini menghasilkan panas dalam jumlah besar, ditambah dengan bahan kimia lain
misalnya karbon dioksida.

Bahan bakar yang paling umum digunakan saat ini tersusun dari hidrokarbon yang berasal
dari bahanbakar fosil.Bahan bakar fosil mencakup bahan bakar diesel, bensin, LPG, dan
juga propana.Mesin yang bahan bakarnya menggunakan bensin, mereka juga dapat
menggunakan bahan bakar natural gas atau LPG tanpa perlu banyak perubahan.

Mesin pembakaran dalam adalah sebuah mesin yang sumber tenaganya berasal dari
pengembangan gas-gas panas bertekanan tinggi hasil pembakaran campuran bahan bakar
dan udara, yang berlangsung di dalam ruang tertutup dalam mesin, yang disebut ruang bakar
(combustion chamber).

"Mesin pembakaran dalam" sendiri biasanya merujuk kepada mesin yang pembakarannya
dilakukan secara berselang-seling. Mesin pembakaran dalam agak berbeda dengan mesin
pembakaran luar (contohnya mesin uap dan mesin stirling), karena pada mesin pembakaran luar,
energinya tidak disalurkan ke fluida kerja yang tidak bercampur dengan hasil pembakaran.
Fluida kerja ini dapat berupa udara, air panas, air bertekanan, atau cairan natrium yang
dipanaskan di semacam boiler

Mesin pembakaran dalam agak berbeda dengan mesin pembakaran luar (contohnya mesin uap
dan mesin stirling), karena pada mesin pembakaran luar, energinya tidak disalurkan ke fluida
kerja yang tidak bercampur dengan hasil pembakaran. Fluida kerja ini dapat berupa udara, air
panas, air bertekanan, atau cairan natrium yang dipanaskan di semacam boiler.
Sebuah mesin piston bekerja dengan membakar bahan bakar hidokarbon atau hodrogen untuk
menekan sebuah piston, sedangkan sebuah mesin jet bekerja dengan panas pembakaran yang
mendorong bagian dalam nozzle dan ruang pembakaran, sehingga mendorong mesin ke depan.

Secara kontras,sebuah mesin pembakar luar seperti mesin uap, bekerja ketika proses
pembakaran memanaskan fluida yang bekerja terpisah, seperti air atau uap, yang kemudian
melakukan kerja.

Mesin jet, kebanyakan roket dan banyak turbin gas termasuk dalam mesin pembakaran dalam,
tetapi istilah "mesin pembakaran dalam" seringkali menuju ke "mesin piston", yang merupakan
tipe paling umum mesin pembakaran dalam.

Mesin pembakaran dalam ditemukan di Cina, dengan penemuan kembang api pada Dinasti Song.
Mesin pembakaran dalam resiprokat (mesin piston) ditemukan oleh Samuel Morey yang
menerima paten pada 1 April.

1.2 Rumusan Masalah

a. Bagaimana Proses Pembakaran Pada mesin?


b. Apa Saja Tipe-Tipe Mesin Pembakaran Dalam?
c. Apa Saja Contoh Mesin Pembakaran Dalam?

1.3Tujuan Penulisan

a. Proses pembakaran Pada Mesin.


b. Tipe-Tipe Mesin Pembakaran Dalam.
c. Contoh Mesin Pembakaran Dalam.
BAB II PEMBAHASAN

2.1 Proses Pembakaran pada Mesin


Secara umum pembakaran didefinisikan sebagai reaksi kimia atau reaksi persenyawaan bahan
bakar oksigen (O2) sebagai oksidan dengan temperaturnya lebih besar dari titik nyala.
Mekanisme pembakarannya sangat dipengaruhi oleh keadaan dari keseluruhan proses
pembakaran dimana atom-atom dari komponen yang dapat bereaksi dengan oksigen yang dapat
membentuk produk yang berupa gas. (Sharma, S.P, 1978).Untuk memperoleh daya maksimum
dari suatu operasi hendaknya komposisi gas pembakaran dari silinder (komposisi gas hasil
pembakaran) dibuat seideal mungkin, sehingga tekanan gas hasil pembakaran bisa maksimal
menekan torak dan mengurangi terjadinya detonasi. Komposisi bahan bakar dan udara dalam
silinder akan menentukan kualitas pembakaran dan akan berpengaruh terhadap performance
mesin dan emisi gas buang. Sebagaimana telah diketahui bahwa bahan bakar bensin
mengandung unsur-unsur karbon dan hidrogen.Terdapat 3 (tiga) teori mengenai pembakaran
hidrogen tersebut yaitu :

a. Hidrokarbon terbakar bersama-sama dengan oksigen sebelum karbon bergabung dengan


oksigen.

b. Karbon terbakar lebih dahulu daripada hidrogen.

c. Senyawa hidrokarbon terlebih dahulu bergabung dengan oksigen dan membentuk senyawa
(hidrolisasi) yang kemudian dipecah secara terbakar. (Yaswaki, K, 1994).Dalam sebuah mesin
terjadi beberapa tingkatan pembakaran yang digambarkan dalam sebuah grafik dengan hubungan
antara tekanan dan perjalanan engkol. Berikut adalah gambar dari grafik tingkatan pembakaran :
Gambar 2.5. Tingkat pembakaran dalam sebuah mesin
(Maleev.V.L, 1995)

Proses atau tingkatan pembakaran dalam sebuah mesin terbagi menjadi empat tingkat atau
periode yang terpisah. Periode-periode tersebut adalah :

1. Keterlambatan pembakaran (Delay Periode) Periode pertama dimulai dari titik 1 yaitu mulai
disemprotkannya bahan bakar sampai masuk kedalam silinder, dan berakhir pada titik 2.
perjalanan ini sesuai dengan perjalanan engkal sudut a. Selama periode ini berlangsung tidak
terdapat kenaikan tekanan yang melebihi kompresi udara yang dihasilkan oleh torak, dan
selanjutnya bahan bakar masuk terus menerus melalui nosel.

2. Pembakaran cepat Pada titik 2 terdapat sejumlah bahan bakar dalam ruang bakar, yang
dipecah halus dan sebagian menguap kemudian siap untuk dilakukan pembakaran. Ketika bahan
bakar dinyalakan yaitu pada titik 2, akan menyala dengan cepat yang mengakibatkan kenaikan
tekanan mendadak sampai pada titik 3 tercapai. Periode ini sesuai dengan perjalanan sudut
engkol b. yang membentuk tingkat kedua.

3. Pembakaran Terkendali Setelah titik 3, bahan bakar yang belum terbakar dan bahan bakar
yang masih tetap disemprotkan (diinjeksikan) terbakar pada kecepatan yang tergantung pada
kecepatan penginjeksian serta jumlah distribusi oksigen yang masih ada dalam udara pengisian.
Periode inilah yang disebut dengan periode terkendali atau disebut juga pembakaran sedikit demi
sedikit yang akan berakhir pada titik 4 dengan berhentinya injeksi. Selama tingkat ini tekanan
dapat naik, konstan ataupun turun. Periode ini sesuai dengan pejalanan engkol sudut c, dimana
sudut c tergantung pada beban yang dibawa beban mesin, semakain besar bebannya semakin
besar c.

4. Pembakaran pasca (after burning) Bahan bakar sisa dalam silinder ketika penginjeksian
berhenti dan akhirnya terbakar.Pada pembakaran pasca tidak terlihat pada diagram, dikarenakan
pemunduran torak mengakibatkan turunnya tekanan meskipun panas panas ditimbulkan oleh
pembakaran bagian akhir bahan bakar.

Dalam pembakaran hidrokarbon yang biasa tidak akan terjadi gejala apabila memungkinkan
untuk proses hidrolisasi. Hal ini hanya akan terjadi bila pencampuran pendahuluan antara bahan
bakar dengan udara mempunyai waktu yang cukup sehingga memungkinkan masuknya oksigen
ke dalam molekul hidrokarbon. (Yaswaki. K, 1994) Bila oksigen dan hidrokarbon tidak
bercampur dengan baik maka terjadi proses cracking dimana akan menimbulkan asap.
Pembakaran semacam ini disebut pembakaran tidak sempurna.

Ada 2 (dua) kemungkinan yang terjadi pada pembakaran mesin berbensin, yaitu :

a. Pembakaran normal

Pembakaran normal terjadi bila bahan bakar dapat terbakar seluruhnya pada saat dan keadaan
yang dikehendaki. Mekanisme pembakaran normal dalam motor bensin dimulai pada saat
terjadinya loncatan bunga api pada busi, kemudian api membakar gas bakar yang berada di
sekitarnya sehingga semua partikelnya terbakar habis. Didalam pembakaran normal, pembagian
nyala api terjadi merata diseluruh bagian. Pada keadaan yang sebenarnya pembakaran bersifat
komplek, yang mana berlangsung pada beberapa phase.Dengan timbulnya energi panas, maka
tekanan dan temperatur naik secara mendadak, sehingga piston terdorong menuju TMB.
Pembakaran normal pada motor bensin dapat ditunjukkan pada (gambar grafik 2.6) dibawah
sebagai berikut:
Gambar 2.6. Pembakaran campuran udara-bensin dan perubahan tekanan didalam silinder
(Sumber : Anonim, 1996, New Traning Manual, penerbit PT. Toyota Astra Motor,1996 Jakarta)

Gambar grafik diatas dengan jelas memperlihatkan hubungan antara tekanan dan sudut engkol,
mulai dari penyalaan sampai akhir pembakaran. Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa beberapa
derajat sebelum piston mencapai TMA, busi memberikan percikan bunga api sehingga mulai
terjadi pembakaran, sedangkan lonjakan tekanan dan temperatur mulai point 2, sesaat sebelum
piston mencapai TMA, dan pembakaran point 3 sesaat sesudah piston mencapai TMA.

b. Pembakaran tidak normal

Pembakaran tidak normal terjadi bila bahan bakar tidak ikut terbakar atau tidak terbakar
bersamaan pada saat dan keadaan yang dikehendaki. Pembakaran tidak normal dapat
menimbulkan detonasi (knocking) yang memungkinkan timbulnya gangguan dan kesulitan-
kesulitan pada motor bakar bensin. Fenomena-fenomena yang menyertai pembakaran tidak
sempurna, diantaranya :

1. Detonasi Seperti telah diterangkan sebelumnya, pada peristiwa pembakaran normal api
menyebar keseluruh bagian ruang bakar dengan kecepatan konstan dan busi berfungsi sebagai
pusat penyebaran. Dalam hal ini gas baru yang belum terbakar terdesak oleh gas yang sudah
terbakar, sehingga tekanan dan suhunya naik sampai mencapai keadaan hampir terbakar. Jika
pada saat ini gas tadi terbakar dengan sendirinya, maka akan timbul ledakan (detonasi) yang
menghasilkan gelombang kejutan berupa suara ketukan (knocking noise)
2. Hal-hal yang menyebabkan terjadinya Detonasi

Pada lapisan yang telah terbakar akan berekspansi. Pada kondisi lapisan yang tidak homogen,
lapisan gas tadi akan mendesak lapisan gas lain yang belum terbakar, sehingga tekanan dan
suhunya naik. Bersamaan dengan adanya radiasi dari ujung lidah api, lapisan gas yang terdesak
akan terbakar tiba-tiba. Peristiwa ini akan menimbulkan letupan mengakibatkan terjadinya
gelombang tekanan yang kemudian menumbuk piston dan dinding silinder sehingga terdengarlah
suara ketukan (knocking) yaitu yang disebut dengan detonasi. Hal-hal yang menyebabkan
terjadinya detonasi antara lain sebagai berikut :

a) Perbandingan kompresi yang tinggi, tekanan kompresi, suhu pemanasan campuran dan suhu
silinder yang tinggi.

b) Masa pengapian yang cepat.

c) Putaran mesin rendah dan penyebaran api lambat.

d) Penempatan busi dan konstruksi ruang bakar tidak tepat, serta jarak penyebaran api terlampau
jauh.
Proses terjadinya detonasi dapat ditunjukkan pada (gambar 2.7) dibawah :

Gambar 2.7. Proses terjadinya detonasi(Wiranto Arismunandar, 2002)

Gambar diatas menjelaskan bahwa detonasi (knocking) terjadi karena bahan bakar terbakar
sebelum waktunya.Hal ini terjadi pada saat piston belum mencapai posisi pembakaran, tetapi
bahan bakar telah terbakar lebih dahulu.
2.2 Tipe-Tipe Mesin Pembakaran Dalam

Mesin dapat diklasifikasikan dalam banyak macam: siklus mesin yang digunakan, layout yang
dipakai, sumber energi, penggunaan mesin, atau dari sistem pendinginnya.

Konfigurasi mesin

Mesin pembakaran dalam dapat dikelompokkan berdasarkan konfigurasinya.

Layout mesin yang umum adalah:

Mesin Piston: Mesin rotary:

Mesin dua-tak Mesin Wankel

Mesin empat-tak Pembakaran terus-menerus:

Mesin enam-tak Turbin Gas

MEsin diesel Mesin jet(termasuk turbojet, turbofan,


ramjet, Rocket, dll
Siklus Atkinson

Siklusempat-tak (atau siklus Otto)


1. Masukan
2.Kompresi
3.Pembakaran
4. Pembuangan

Seperti namanya, mesin pembakaran dalam 4 tak mempunyai 4 tahap dasar yang terus diulangi
setiap 2 putaran mesin:

(1) Siklus masukan (2) Siklus kompresi (3) Siklus pembakaran (4) Sillus pembuangan

1. Siklus masukan: Siklus yang pertama dari mesin pembakaran dalam disebut dengan siklus
masukan karena pada saat ini, posisi piston berpindah ke bawah silinder. Membukanya klep
menyebabkan perubahan posisi piston, dan campuran bahan bakar yang sudah diuapkan
memasuki ruang bakar.Di akhir siklus ini, klep masukan tertutup.

2. Siklus kompresi: Di siklus ini, kedua klep tertutup dan pistonnya kembali bergerak ke atas ke
volume minimum, sehingga menekan campuran bahan bakar. Selagi proses penekanan, tekanan,
suhu, dan kepadatan campuran bahan bakar meningkat.

3. Siklus pembakaran: Ketika pistonnya mencapai volume minimum, lalu busi akan
memantikkan api lalu campuran bahan bakar pun terbakar. Terbakarnya bahan bakar ini
memberikan tenaga pada piston sehingga piston kembali bergerak ke bawah dan menggerakkan
crankshaft.

4. Siklus pembuangan: Di akhir siklus pembakaran, maka klep buang pun membuka. Selama
siklus ini, pistonnya kembali bergerak ke atas menuju volume silinder minimum.Ketika klep
buangan membuka, maka gas sisa pembakaran keluar dari silinder.Di akhir siklus ini, klep
buangan menutup, klep masukan kembali membuka, dan siklus ini dimulai dari awal lagi.

2.3 Contoh Mesin Pembakar Dalam

1.PRINSIP KERJA MOTOR BENSIN

Mesin mobil merupakan pembangkit tenaga (gerak), pada mesin inilah dibangkitkan tenaga yang
kemudian menlmbulkan gerak putar.Bagian-bagian motor dapat dipisahkan menjadi dua yakni
bagian yang bergerak dan bagian yang tak bergerak. Sistim yang ada pada sebuah motor terdiri
atas sistem bahan bakar, sistim pelumasan, dan sistim pendingin Motor dibedakan dari proses
kerjanya yaitu motor empat (4) takt dan motor 2 takt. Sedangkan berdasarkan penyalaan bahan
bakarnya motor juga dibedakan menjadi 2 yaitu motor bensin dan motor diesel.

Motor bensin dan motor diesel bekerja dengan torak bolak balik (naik turun pada motor gerak).
Keduanya bekerja pada prinsip 4 langkah dan prinsip ini umumnya digunakan pada teknik mobil.
Untuk motor dengan penyalaan busi disebut motor bensin dengan menggunakan bahan bakar
bensin(premium), sedangkan untuk motor diesel menggunakan bahan bakar solar atau minyak
diesel.
Dalam proses pembakaran tenaga panas bahan bakar diubah ketenaga mekanik melalui
pembakaran bahan bakar didalam motor. Pembakaran adalah proses kimia dimana
Karbondioksida dan zat air bergabung dengan oksigen dalam udara. Jika pembakaran
berlangsung maka diperlukan : a)Bahan bakar dan udara dimasukkan kedalam motor b)Bahan
bakar dipanaskan hingga suhu tinggi Pembakaran menimbulkan panas dan menghasilkan
tekanan, kemudian menghasilkan tenaga mekanik. Campuran masuk kedalam motor
mengandung udara dan bahan bakar. Perbandingan campuran kira kira 12-15 berbanding 1 setara
12-15 kg udara dalam 1 kg bahan bakar.Yaitu karbon dioksida 85% dan zat asam (Oksigen) 15
% atau 1/5 bagian dengan karbon dioksida dan zat air.Zat lemas (N) tidak mengambil bagian
dalam pembakaran.

Perbedaan motor diesel dan bensin:


1. Gas yang diisap pada langkah motor bensin adalah campuran antara bahan bakar dan
udarasedangkan pada motor diesel adalah udara murni.
2. Bahan bakar pada motor bensin terbakar oleh loncatan bunga api busi, sedangkan pada motor
diesel oleh suhu kompresi tinggi.
3. Motor bensin menggunakan busi sedangkan motor diesel menggunakan injector (nozzel)

Kelebihan dan kekurangan antara motor bensin dan motor diesel;


kelebihan
 Getaran motor bensin lebih halus dan pada ukuran dan kapasitas yang sama mesin motor
bensin lebih ringan
kekurangan
 Motor bensin tidak tahan bekerja terus-menerus dalam waktun yang lama sedangkan
diesel
sebaliknya. Dengan medan yang berat

 Motor bensin peka pada suhu yang tinggi terutama komponen sistem pengapiannya,
sedangkan motor diesel tahan bekerja pada suhu yang tinggi
 Bahan bakar motor bensin harus bermutu baik karena peka terhadap bahan bakar, beda
dengan dengan motor diesel hampir dapat menggunakan bahan bakar dari berbagai jenis
dan mutu. Keduanya baik motor bensin dan diesel keduanya bekerja dengan proses 4 tak
dan 2 tak, dimana motor 4 tak adalah motor yang bekerja setiap satu kali pembakaran
bahan bakamya memerlukan 4 kali langkah piston atau 2 kali putaran poros engkol.

2. Motor Bakar Torak

Motor bakar torak terbagi menjadi 2 jenis utama ialah motor bensin dan motor diesel. Perbedaan
yang utama dari kedua jenis motor bakar torak tersebut ialah pada sistem penyalaannya. Pada
motor bensin, bahan bakar dinyalakan dengan loncatan bunga api listrik..Pada motor diesel,
penyalaan terjadi karena bahan bakar disemprotkan ke dalam ruang silinder yang bersuhu dan
bertekanan tinggi.

Proses pembakaran yang terjadi pada motor bensin sedikit berbeda dengan pada motor diesel.
Karena penyalaannya terjadi dengan cara diberikannya percik api kepada campuran bahan bakar
dan udara yang bertekanan dan bersuhu tinggi, maka proses pembakarannya berlangsung secara
sangat cepat. Dengan demikian siklus kerja motor bensin bisa dianggap mendekati model siklus
Otto, yaitu pemasukan panas terjadi pada volume konstan, atau dianggap bahwa terjadinya
pembakaran campuran bahan bakar dan udara terjadi secara seketika, tepat pada saat torak
berada di posisi TMA.

Sedangkan pada motor diesel, proses penyalaan bahan bakar terjadi dengan cara
disemprotkannya bahan bakar ke dalam ruang silinder berisi udara panas yang suhunya melebihi
titik nyala bahan bakar tersebut. Dengan demikian ketika bahan bakar disemprotkan, bahan bakar
tersebut akan bercampur dengan udara panas dan seketika terjadi penyalaan. Namun pembakaran
seluruh bahan bakar tidak bisa berlangsung secara seketika karena proses penyemprotan bahan
bakar memerlukan waktu yang relatif lama. Pada saat berlangsung penyemprotan bahan bakar
tersebut, torak sudah bergerak menjauh dari TMA. Dengan demikian siklus kerja motor diesel
lebih mendekati siklus diesel, yaitu penyalaan terjadi pada tekanan konstan, atau dianggap bahwa
selama terjadi penyalaan kenaikan tekanan akibat pembakaran seimbang dengan turunnya
tekanan akibat pergeseran torak menjauhi TMA.
BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Pembakaran didefinisikan sebagai reaksi kimia atau reaksi persenyawaan bahan bakar
oksigen (O2) sebagai oksidan dengan temperaturnya lebih besar dari titik nyala. Mekanisme
pembakarannya sangat dipengaruhi oleh keadaan dari keseluruhan proses pembakaran dimana
atom-atom dari komponen yang dapat bereaksi dengan oksigen yang dapat membentuk produk
yang berupa gas. (Sharma, S.P, 1978).

Terdapat 3 (tiga) teori mengenai pembakaran hidrogen tersebut yaitu :


a. Hidrokarbon terbakar bersama-sama dengan oksigen sebelum karbon bergabung dengan
oksigen.
b. Karbon terbakar lebih dahulu daripada hidrogen.
c. Senyawa hidrokarbon terlebih dahulu bergabung dengan oksigen dan membentuk senyawa
(hidrolisasi) yang kemudian dipecah secara terbakar. (Yaswaki, K, 1994).Dalam sebuah mesin
terjadi beberapa tingkatan pembakaran yang digambarkan dalam sebuah grafik dengan hubungan
antara tekanan dan perjalanan engkol. Berikut adalah gambar dari grafik tingkatan pembakaran.

Contoh mesin bakar dalam :

1. Mesin Bakar Bensin

Mesin mobil merupakan pembangkit tenaga (gerak), pada mesin inilah dibangkitkan tenaga yang
kemudian menlmbulkan gerak putar.Bagian-bagian motor dapat dipisahkan menjadi dua yakni
bagian yang bergerak dan bagian yang tak bergerak. Sistim yang ada pada sebuah motor terdiri
atas sistem bahan bakar, sistim pelumasan, dan sistim pendingin Motor dibedakan dari proses
kerjanya yaitu motor empat (4) takt dan motor 2 takt. Sedangkan berdasarkan penyalaan bahan
bakarnya motor juga dibedakan menjadi 2 yaitu motor bensin dan motor diesel.
2. Mesin Bakar Torak

Motor bakar torak terbagi menjadi 2 jenis utama ialah motor bensin dan motor diesel. Perbedaan
yang utama dari kedua jenis motor bakar torak tersebut ialah pada sistem penyalaannya. Pada
motor bensin, bahan bakar dinyalakan dengan loncatan bunga api listrik..Pada motor diesel,
penyalaan terjadi karena bahan bakar disemprotkan ke dalam ruang silinder yang bersuhu dan
bertekanan tinggi.

3.2 Saran

Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam
makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya
pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah
ini.
Penulis berharap para pembaca memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis
demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan – kesempatan
berikutnya.Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang
budiman pada umumnya.

Anda mungkin juga menyukai