Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH MOTIVASI DALAM

ORGANISASI

Di buat guna untuk memenuhi tugas kuliah :

Mata Kuliah : Perilaku Organisasi

Dosen Pembimbing : Miftahurrohman, S.Kom, M.Kom

Disusun Oleh :

1. Maslinda Eka Priani (KDG.15-A1)

2. Raffida Zakki Hidayati (KDG.15-A1)

SEKOLAH TINGGI ELEKTRONIKA & KOMPUTER


STEKOM
JURUSAN DESAIN GRAFIS
Jl. Sukarno-Hatta 61 Kendal
KATA PENGANTAR

Alhamdulilah, Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan taufik,
hidayah dan inayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini.
Tidak lupa pula terimakasih kepada dukungan dari Bapak Dosen yang telah
memberikan tugas ini dan orang – orang terdekat saya yaitu orang tua dan teman –
teman pula yang senantiasa mendukung dan memberikan motivasi sehingga saya
dapat meyelesaikan tugas makalah ini.
Saya sangat menyadari makalah ini dibuat jauh dari kesempurnaan dan mungkin
banyak kesalahan dalam penulisan , untuk itu sekiranya saya hanya manusia biasa
yang ingin juga memperbaiki dan membenahi makalah ini.
Mohon kritik dan sarannya.

Kendal, 14 September 2017

Penulis

2|Page
DAFTAR ISI

1.Hal Judul ...................................................................................................... 1

2.Kata Pengantar............................................................................................ 2

3.Daftar Isi…………………………………..………………….…….……… 3

4.Bab I Pendahuluan

A. Latar
Belakang…………………………………………….………..…………..4
B. Tujuan………………………………………………….…………………4
C. Rumusan
Permasalahan……………………………….…….………………....…....4
D. Metode Penulisan………………………………….………..………..…..5
E. Sistematika
Penulisan……………………...…………………..………………………5

5.BAB II PEMBAHASAN

a) Pengertian Motivasi…………………………...…..…………...………....6
b) Pentingnya Motivasi dalam
Organisasi.............………………….…………………….….………..….6
c) Proses Timbulnya Motivasi dalam Organisasi..………………………….8
d) Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Motivasi.........................……………………..…….……………………..9
e) Teori-teori
Motivasi.........................……………………..…….……………………..9

6.BAB III PENUTUPAN

A. Kesimpulan………..……………………………………..……….……..13

7.Daftar Pustaka………………………………...……………….....…...……13

3|Page
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak pernah lepas dari kehidupan
berorganisasi karena pada dasarnya manusia merupakan makhluk sosial yang
cenderung hidup dan terlibat di dalam anggota kemasyarakatan. Organisasi di dalam
kehidupan tampak begitu beragam baik di dalam kehidupan kehidupan rumah tangga
hingga tingkat organisasi yang lebih kompleks yaitu organisasi di dalam dunia kerja.

Organisasi merupakan sekelompok orang yang melakukan kerjasama untuk


mencapai tujuan bersama. Dalam arti dinamis menyoroti unsur manusia yang ada di
dalamnya. Manusia merupakan unsur terpenting dari seluruh unsur organisasi, karena
hanya manusia yang memiliki sifat kedinamisan.1 Oleh karena itu, untuk mencapai
tujuan organisasi dengan baik, maka diperlukan sumber daya untuk mencapainya.
Sumber daya merupakan energi, tenaga dan kekuatan yang diperlukan untuk
menciptakan aktivitas ataupun kegiatan. Sumber daya itu antara lain sumber daya
alam, sumber daya finansial, sumber daya ilmu dan teknologi, serta sumber daya
manusia. Diantara sumber daya tersebut, sumber daya terpenting ialah sumber daya
manusia (Wirawan, 2009). Sumber daya manusia dianggap penting karena dapat
mempengaruhi efisiensi dan efektifitas organisasi, serta merupakan pengeluaran
pokok organisasi dalam menjalankan kegiatannya (Simamora, 2006).

Sumber daya manusia merupakan orang-orang yang bekerja di dalam suatu organisasi
sudah seharusnya mendapat perhatian supaya perjalanan organisasi tersebut sesuai yang
diharapkan. Perhatian yang dimaksud dalam hal ini adalah motivasi. Motivasi memiliki
peran penting dalam membangun kinerja seseorang lebih maksimal. Oleh karena itu, di
dalam makalah ini akan dibahas mengenai pentingnya motivasi di dalam organisasi, dan
alasan inilah yang menjadi dasar pemikiran saya dalam penyelesaian makalah ini. Unsur
motivasi di dalam organisasi memang sangat diperlukan guna mendapatkan hasil pekerjaan
yang memuaskan dan efisien.

Tujuan

1. Untuk mengetahui pengertian motivasi menurut para ahli.


2. Untuk mengetahui pentingnya motivasi dalam organisasi.

4|Page
3. Untuk mengetahui proses timbulnya motivasi dalam organisasi
4. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi.
5. Untuk mengetahui teori-teori tentang motivasi.

B. Rumusan Permasalahan

1. Apa pengertian motivasi menurut para ahli?


2. Seberapa penting motivasi dalam organisasi?
3. Bagaimana proses timbulnya motivasi dalam organisasi?
4. Apa faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi?
5. Apa saja teori-teori motivasi?

C. Metode Penulisan

Penulis memakai metode kepustakaan dalam penulisan makalah ini. Referensi


makalah ini bersumber tidak hanya dari buku, tetapi juga dari media media lain seperti
web, blog, dan perangkat media massa yang diambil dari internet.

D. Sistematika Penulisan

Makalah ini disusun menjadi tiga bab, yaitu bab pendahuluan, bab isi, dan bab
penutup.

 BAB I PENDAHULUAN
Dalam bab ini, akan membahas tentang latar belakang, tujuan penulisan,
rumusan makalah, metode penulisan, dan sistematika penulisan.

 BAB II PEMBAHASAN
Pada bab ini, dibagi berdasarkan sub-bab yang berkaitan tentang Motivasi
dalam organisasii.

 BAB III PENUTUP


Pada bab ini, menguraikan tentang kesimpulan dari seluruh isi makalah.

5|Page
BAB II
PEMBAHASAN

a) Pengertian Motivasi
Motivasi adalah keseluruhan proses pemberian motivasi bekerja kepada
bawahan sedemikian rupa sehingga mereka mau bekerja dengan ikhlas demi
tercapainya tujuan organisasi dengan efisien dan ekonomis (Siagian, 1994:128).
Menurut George R. Terry, motivasi adalah keinginan yang terdapat pada seorang
individu yang merangsangnya melakukan tindakan.1[1] Selanjutnya menurut
Greenberg dan Baron (1993:114) adalah suatu proses yang mendorong,
mengarahkan dan memelihara perilaku manusia kearah pencapaian tujuan.2[2]
Berdasarkan beberapa pengertian diatas maka dapat diambil kesimpulan
bahwa motivasi adalah suatu proses seorang individu dalam berperilaku
sedemikian rupa sehingga mau bekerja atau bertindak demi tercapainya tujuan
organisasi.

b) Pentingnya Motivasi dalam Organisasi


Motivasi organisasi adalah suatu keahlian , dalam mengarahkan pegawai dan
organisasi agar mau bekerja. Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai, manusia
akan termotivasi oleh kebutuhan yang dimilikinya. Pendapat ini sejalan dengan
Robin yang mengemukakan bahwa motivasi organisasi adalah kesediaan untuk
mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi untuk tujuan organisasi yang di
kondisikan oleh kemampuan upaya itu dalam memenuhi beberapa kebutuhan
individual.
Motivasi ini dapat pula dikatakan sebagai energi untuk membangkitkan
dorongan dalam diri. Terkait dengan motivasi organisasi lima fungsi utama
manajemen adalah planning, organizing, staffing, leading, dan controlling. Pada

6|Page
pelaksanaanya, setelah rencana dibuat, organisasi dibentuk, dan disusun
personalianya , langkah berikutnya adalah menugaskan atau mengarahkan
anggota menuju ke arah tujuan yang telah di tentukan .
Fungsi pengarahan ini secara sederhana membuat anggota melakukan sesuatu
sesuai dengan apa yang diinginkan dan harus mereka lakukan. Memotivasi
organisasi merupakan kegiatan kepemimpinan yang termasuk di dalam fungsi ini.
Kemampuan ketua organisasi untuk memotivasi anggotanya akan sangat
menentukan efektifitas ketua. Ketua harus dapat memotivasi para anggotanya
agar pelaksanaan kegiatan dan kepuasan kerja mereka meningkat.
Jika ketua membiarkan anggotanya berjalan tanpa motivasi, maka bisa di
pastikan kinerja organisasi yang memburuk , menemukan kegagalan program
kerja bahkan terancam bubar. Menurut Atkinson, suatu organisme (dalam diri
manusia dan hewan) yang dimotvasi akan terjuan ke dalam suatu aktivitas secara
lebih giat dan lebih efisien daripada yang tidak di motivasi. Motivasi organisasi
sebisa mungkin memahami masalah anggotanya , sehingga bisa memecahkan
masalah secara formal maupun informal . Baik secara organisatoris maupun
pendekatan secara personal.
Sebagai pimpinan organisasi , sebisa mungkin memahami masalah
anggotanya sehingga bisa memecahkan masalah secara bersama. Peran evaluasi
sangat penting dalam hal ini. Sehingga tidak ada anggota yang merasa terpaksa
menjalankan roda organisasi. Apalagi jika organisasi bersifat sukarela, alias tidak
ada upah kerja untuk anggotanya.

c) Proses Timbulnya Motivasi dalam Organisasi


Proses motivasi terdiri beberapa tahapan proses (Indriyo Gitosudarmo, 1997)
sebagai berikut:
1) Apabila dalam diri manusia itu timbul suatu kebutuhan tertentu dan kebutuhan
tersebut belum terpenuhi maka akan menyebabkan lahirnya dorongan untuk
berusaha melakukan kegiatan.
2) Apabila kebutuhan belum terpenuhi maka seseorang kemudian akan mencari
jalan bagaimana caranya untuk memenuhi keinginannya

7|Page
3) Untuk mencapai tujuan prestasi yang diharapkan maka seseorang harus
didukung oleh kemampuan, keterampilan maupun pengalaman dalam memenuhi
segala kebutuhannya.
4) Melakukan evaluasi prestasi secara formal tentang keberhasilan dalam
mencapai tujuan yang dilakukan secara bertahap
5) Seseorang akan bekerja lebih baik apabila mereka merasa bahwa apa yang
mereka lakukan dihargai dan diberikan suatu imbalan atau ganjaran
6) Dari gaji atau imbalan yang diterima kemudian seseorang tersebut dapat
mempertimbangkan seberapa besar kebutuhan yang bisa terpenuhi dari gaji atau
imbalan yang mereka terima.

d) Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi


Motivasi sebagai proses psikologis dalam diri seseorang akan dipengaruhi oleh
beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut dapat dibedakan atas faktor intern dan
ekstern yang berasal dari karyawan.

1. Faktor Internal
Faktor Intern yang dapat mempengaruhi pemberian motivasi pada seseorang
antara lain:
a. Keinginan untuk dapat hidup;
b. Keinginan untuk dapat memiliki;
c. Keinginan untuk memperoleh penghargaan;
d. Keinginan untuk memperoleh pengakuan;
e. Keinginan untuk berkuasa.

2. Faktor Eksternal
Faktor ekstern juga tidak kalah peranannya dalam melemahkan motivasi kerja
seseorang. Faktor-faktor ekstern itu adalah:
a. Kondisi lingkungan kerja;
b. Kompensasi yang memadai;
c. Supervise yang baik;
d. Adanya jaminan pekerjaan;
e. Status dan tanggung jawab;

8|Page
f. Peraturan yang fleksibel.

e) Teori-teori Motivasi
1. TEORI MOTIVASI ABRAHAM MASLOW (1943-1970)

Abraham Maslow (1943;1970) mengemukakan bahwa pada dasarnya semua manusia


memiliki kebutuhan pokok. Ia menunjukkannya dalam 5 tingkatan yang berbentuk piramid,
orang memulai dorongan dari tingkatan terbawah.

Lima tingkat kebutuhan itu dikenal dengan sebutan Hirarki Kebutuhan Maslow, dimulai
dari kebutuhan biologis dasar sampai motif psikologis yang lebih kompleks; yang hanya akan
penting setelah kebutuhan dasar terpenuhi. Kebutuhan pada suatu peringkat paling tidak
harus terpenuhi sebagian sebelum kebutuhan pada peringkat berikutnya menjadi penentu
tindakan yang penting.

 Kebutuhan fisiologis (rasa lapar, rasa haus, dan sebagainya)


 Kebutuhan rasa aman (merasa aman dan terlindung, jauh dari bahaya)
 Kebutuhan akan rasa cinta dan rasa memiliki (berafiliasi dengan orang lain, diterima,
memiliki)
 Kebutuhan akan penghargaan (berprestasi, berkompetensi, dan mendapatkan
dukungan serta pengakuan)
 Kebutuhan aktualisasi diri (kebutuhan kognitif: mengetahui, memahami, dan
menjelajahi; kebutuhan estetik: keserasian, keteraturan, dan keindahan;

Nb : Kebutuhan aktualisasi diri adalah mendapatkan kepuasan diri dan menyadari


potensinya)

2. TEORI MOTIVASI HERZBERG (1966)

9|Page
Menurut Herzberg (1966), ada dua jenis faktor yang mendorong seseorang untuk
berusaha mencapai kepuasan dan menjauhkan diri dari ketidakpuasan. Dua faktor itu
disebutnya faktorhigiene (faktor ekstrinsik) dan faktor motivator (faktor intrinsik).
Faktor higiene memotivasi seseorang untuk keluar dari ketidakpuasan, termasuk
didalamnya adalah hubungan antar manusia, imbalan, kondisi lingkungan, dan
sebagainya (faktor ekstrinsik), sedangkan faktor motivator memotivasi seseorang untuk
berusaha mencapai kepuasan.
3. TEORI MOTIVASI DOUGLAS Mc GREGOR

Mengemukakan dua pandangan manusia yaitu teori X (negative) dan teori y (positif),
Menurut teori x empat pengandaian yag dipegang manajer;

a. Karyawan secara inheren tertanam dalam dirinya tidak menyukai kerja


b. Karyawan tidak menyukai kerja mereka harus diawasi atau diancam dengan hukuman
untuk mencapai tujuan.
c. Karyawan akan menghindari tanggung jawab.
d. Kebanyakan karyawan menaruh keamanan diatas semua factor yang dikaitkan dengan
kerja.

Kontras dengan pandangan negative ini mengenai kodrat manusia ada empat teori Y :
a. Karyawan dapat memandang kerjasama dengan sewajarnya seperti istirahat dan bermain.
b. Orang akan menjalankan pengarahan diri dan pengawasan diri jika mereka komit pada
sasaran.
c. Rata rata orang akan menerima tanggung jawab.
d. Kemampuan untuk mengambil keputusan inovatif.

4. ACHIEVEMENT THEORY MC CLELLAND (1961)

Yang dikemukakan oleh Mc Clelland (1961), menyatakan bahwa ada tiga hal penting
yang menjadi kebutuhan manusia, yaitu:
 Need for achievement (kebutuhan akan prestasi)
 Need for afiliation (kebutuhan akan hubungan sosial/hampir sama dengan
soscialneed-nya Maslow)
 Need for Power (dorongan untuk mengatur)

10 | P a g e
5. TEORI MOTIVASI VROOM (1964)

Victor H. Vroom, dalam bukunya yang berjudul “Work And Motivation” mengetengahkan
suatu teori yang disebutnya sebagai “ Teori Harapan”. Teori ini menjelaskan tentang
Kuatnya kecenderungan untuk bertindak/bekerja tergantung pada kuatnya harapan bahwa
tindakannya itu akan diikuti suatu adanya daya tarik serang individu atas keluaran/hasil
tertentu yang dijanjikan oleh organisasi.

6. Teori Keadilan

Inti teori ini terletak pada pandangan bahwa manusia terdorong untuk menghilangkan
kesenjangan antara usaha yang dibuat bagi kepentingan organisasi dengan imbalan yang
diterima. Artinya, apabila seorang pegawai mempunyai persepsi bahwa imbalan yang
diterimanya tidak memadai, dua kemungkinan dapat terjadi, yaitu :

 Seorang akan berusaha memperoleh imbalan yang lebih besar, atau


 Mengurangi intensitas usaha yang dibuat dalam melaksanakan tugas yang menjadi
tanggung jawabnya.

Dalam menumbuhkan persepsi tertentu, seorang pegawai biasanya menggunakan empat


hal sebagai pembanding, yaitu:

 Harapannya tentang jumlah imbalan yang dianggapnya layak diterima berdasarkan


kualifikasi pribadi, seperti pendidikan, keterampilan, sifat pekerjaan dan
pengalamannya;
 Imbalan yang diterima oleh orang lain dalam organisasi yang kualifikasi dan sifat
pekerjaannnya relatif sama dengan yang bersangkutan sendiri;
 Imbalan yang diterima oleh pegawai lain di organisasi lain di kawasan yang sama
serta melakukan kegiatan sejenis;
 Peraturan perundang-undangan yang berlaku mengenai jumlah dan jenis imbalan
yang merupakan hak para pegawai.

7. Teori Clyton Alderfer (Teori “ERG”)

Teori Alderfer dikenal dengan akronim “ERG” . Akronim “ERG” dalam teori Alderfer
merupakan huruf-huruf pertama dari tiga istilah yaitu: E = Existence (kebutuhan akan
eksistensi), R = Relatedness (kebutuhanuntuk berhubungan dengan pihak lain, dan G =
Growth (kebutuhan akan pertumbuhan).

11 | P a g e
Alderfer, meyakini bahwa kebutuhan manusia dapat diklasifikasi menjadi 3 kategori yang
teterdiri dari:

1. Kebutuhan atas pengakuan (eksistensi)

2. Kebutuhan untuk persahabatan/berserikat dengan yang lain

3. Kebutuhan untuk berkembang.

Jika makna tiga istilah tersebut didalami akan tampak dua hal penting. Pertama,
secara konseptual terdapat persamaan antara teori atau model yang dikembangkan oleh
Maslow dan Alderfer. Karena “Existence” dapat dikatakan identik dengan hierarki pertama
dan kedua dalam teori Maslow; “ Relatedness” senada dengan hierarki kebutuhan ketiga dan
keempat menurut konsep Maslow dan “Growth” mengandung makna sama dengan “self
actualization” menurut Maslow.

12 | P a g e
BAB III

PENUTUPAN

A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan dalam makalah ini maka dapat disimpulkan bahwa
motivasi memberikan peranan penting dalam produktivitas di dalam organisasi
dimana individu tersebut bekerja. Banyak para ahli yang memberikan definisi
mengenai motivasi berdasarkan sudut pandangnya, salah satunya adalah Siagian
(1994:128) yang mengatakan bahwa motivasi adalah keseluruhan proses pemberian
motivasi bekerja kepada bawahan sedemikian rupa sehingga mereka mau bekerja
dengan ikhlas demi tercapainya tujuan organisasi dengan efisien dan ekonomis.
Selanjutnya faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi baik secara internal maupun
eksternal. Kemudian teori-teori yang mendukung motivasi terbagi dua yaitu teori
motivasi kepuasan dan teori motivasi proses. Motivasi selain berperan dalam
meningkatkan produktivitas bagi organisasi, motivasi juga memberikan kontribusi
yang besar dalam memberikan masukan yang berarti kepada bawahan berkaitan
dengan kinerja yang seharusnya diterapkan di suatu organisasi, baik organisasi
pemerintah maupun swasta.

Daftar Pustaka
Makalah.(2015,September).MAKALAH "MOTIVASI DALAM ORGANISASI".Diperoleh
08 September 2017, dari http://makalahtugasmu.blogspot.co.id/2015/09/makalah-motivasi-
dalam-organisasi.html
Makalah Perilaku Organisasi.(2014, 18 Maret).Motivasi dalam organisasi.Diperoleh 08
September 2017, dari http://puputwahyulestary.blogspot.co.id/2014/03/motivasi-dalam-
organisasi.html

13 | P a g e