Anda di halaman 1dari 12

HUBUNGAN ANTARA BIMBINGAN DAN KONSELING,

PSIKOTERAPI DAN RELIGIO PSIKOTERAPI


Makalah Ini Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Bimbingan dan Konseling
Dosen Pengampu : Teguh Fachmi, M.Si.

Disusun Oleh :

1. Hani Nur Mayasari (23070150061)


2. Zuliana Sulistyaningrum (23070150036)
3. Umi Sa’adah (23070160052)

JURUSAN TADRIS MATEMATIKA


FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA
2018
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Salah satu cabang ilmu psikologi yang mengkaji masalah atau problem
terkait tentang masalah kejiwaan adalah psikoterapi. Psikoterapi
(phsycoterapy) adalah pengobatan alam pikiran, atau lebih tepatnya
pengobatan dan perawatan gangguan psikis melalui metode psikologis.
Psikoterapi tidak bisa terlepaskan dari bimbingan konseling, karena pada
dasarnya manusia tidak bisa luput dari permasalahan, baik permasalahan itu
kecil dan sederhana. Bimbingan dan Konseling ini merupakan usaha untuk
membantu individu dalam mengatasi masalah-masalahnya.
Pada pengertian tersebut, psikoterapi selain digunakan untuk
penyembuhan penyakit mental, juga digunakan untuk membantu,
mempertahankan dan mengembangkan integritas jiwa agar tumbuh secara
sehat dan memiliki kemampuan penyesuaian diri lebih efektif terhadap
lingkungannya. Salah satu jenis atau macam-macam dari psikoterapi adalah
religius psikoterapi. Baik psikoterapi maupun religio psikoterapi memiliki
fungsi yang hampir sama, yaitu fungsi kuratif (penyembuhan), preventif
(pencegahan) dan konstruktif (pemeliharaan dan pengembangan) jiwa yang
sehat.
Bimbingan dan konseling, psikoterapi, dan religio psikoterapi sama-sama
penting dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, dalam penulisan makalah
ini penulis akan sedikit membahas mengenai hubungan antara bimbingan dan
konseling, psikoterapi, dan religio psikoterapi.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, rumusan masalah dalam penulisan makalah ini
adalah :
1. Bagaimana konsep dari bimbingan dan konseling, psikoterapi dan religio
psikoterapi?

1
2. Bagaiamanakah hubungan antara bimbingan dan konseling, psikoterapi
dan religio psikoterapi?

C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penulisan makalah ini adalah :
1. Mengetahui konsep bimbingan dan konseling, psikoterapi dan religio
psikoterapi?
2. Mengetahui hubungan antara bimbingan dan konseling, psikoterapi, dan
religio psikoterapi

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Bimbingan dan Konseling, Psikoterapi, dan Religio


Psikoterapi
1. Pengertian Bimbingan dan Konseling
Bimbingan merupakan suatu proses bantuan yang diberikan kepada
seseorang agar dapat mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki,
mengenali dirinya sendiri, mengatasi persoalan-persoalan sehingga dapat
menemukan sendiri jalan hidupnya secara bertanggung jawab.
Konseling diartikan sebagai upaya yang dilakukan dengan tatap muka
antara konselor dengan klien (cuonselee) yang berisi usaha yang
manusiawi, dalam suasana keahlian dengan didasarkan atas norma-norma
yang berlaku, supaya klien memperoleh konsep diri dan kepercayaan diri
sendiri dalam memperbaiki tingkah lakunya.
Bimbingan dan Konseling (BK) yaitu serangkaian kegiatan berupa
bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli kepada konseli dengan cara
tatap muka, baik secara individu atau beberapa orang dengan memberikan
pengetahuan tambahan untuk mengatasi permasalahan yang dialami oleh
konseli dengan cara terus menerus dan sistematis.
Tujuan bimbingan konseling yang terkait dalam aspek belajar adalah
memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar, dan
memahami berbagai hambatan yang mungkin muncul dalam proses belajar
yang dialaminya, memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif,
memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat, memiliki
ketrampilan atau teknik belajar yang efektif, memiliki ketrampilan untuk
menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan, memiliki kesiapan mental
dan kemampuan untuk menghadapi ujian.
2. Pengertian Psikoterapi
Psikoterapi (psychotherapy) berasal dari dua suku kata yaitu psycho
dan therapy. Psycho berarti jiwa, dan therapy berarti penyembuhan.

3
Dengan demikian, psikoterapi (psychotheapy) adalah penyembuhan jiwa.
Psikoterapi juga dapat diartikan sebagai pengobatan, yaitu pengobatan dan
perawatan gangguan psikis melalui metode psikologis.
Psikoterapi (psychotherapy) yaitu pengobatan jiwa dengan cara
kebatinan atau penerapan teknik khusus (termasuk pendekatan konseling)
pada penyembuhan penyakit mental atau kesulitan-kesulitan penyesuaian
diri setiap hari, atau penyembuhan melalui keyakinan agama dan diskusi
dengan para pakar, baik guru, ustadz maupun konselor.
Psikoterapi dapat juga dikatakan perawatan dengan menggunakan
alat-alat psikologis terhadap permasalahan yang berasal dari kehidupan
emosional, dimana seorang ahli sengaja menciptakan hubungan
profesional dengan klien/pasien dengan tujuan menghilangkan mengubah,
atau menurunkan gejala-gejala yang ada, memperbaiki tingkah laku yang
rusak, serta meningkatkan pertumbuhan serta perkembangan kepribadian
yang positif.
Tujuan psikoterapi adalah untuk memberikan rasa aman, bebas, agar
klien mengeksplorasi diri dengan enak, sehingga ia bisa mengenali hal-hal
yang mencegah pertumbuhannya dan bisa mengalami aspek-aspek
perkembangan pada dirinya yang sebelumnya ditolak atau terhambat.
Psikoterapi juga untuk memungkinkan individu berkembang ke arah
keterbukaan, memperkuat kepercayaan diri, kemauan melakukan sesuatu
dan meningkatkan spontanitas dan kesegaran dalam hidupnya.
3. Pengertian Religio Psikoterapi
Religio psikoterapi adalah penyembuhan penyakit kejiwaan yang
didasari nilai keagamaan. Segala bentuk usaha penyembuhan dari masalah
kejiwaan dengan pendekatan agama dapat disebut sebagai religio
psikoterapi. Bagian dari religio psikoterapi yang berkembang dalam
lingkungan Islam adalah psikoterapi Islam. Sebagai religio psikoterapi,
psikoterapi Islam adalah proses perawatan dan penyembuhan penyakit
kejiwaan melalui interfensi psikis yang didasari nilai keagamaan sesuai
dengan ajaran agama yang dianut. Dasar nilai keagamaan tersebut adalah

4
dengan membangkitkan kekuatan kerohanian dan kekuatan spiritual
keimanannya dalam menghadapi penyakit. Sebab kekuatan tersebut
merupakan potensi universal yang ada pada setiap jiwa manusia dari
agama manapun.
Psikoterapi Islam sendiri berupaya menyembuhkan masalah jiwa
(nafs) pada manusia secara rohaniah yang didasarkan pada tuntutan Al-
Quran dan al-Hadits. Jadi yang dimaksud religio psikoterapi adalah suatu
usaha untuk membantu individu dengan memberi pengobatan, perawatan
dan dukungan terhadap penderita gangguan psikis yang dilakukan secara
intensif dan dalam jangka waktu yang panjang berlandaskan nilai-nilai
keagamaan atau ajaran agama.
Pendapat para ahli tentang pengaruh agama terhadap kesehatan mental
(psikoterapi)
1. William James (seorang filosof dan ahli ilmu jiwa Amerika),
berpendapat sebagai berikut:
a. Tidak diragukan lagi bahwa terapi terbaik bagi keresahan adalah
keimanan kepada Tuhan.
b. Keimanan kepada Tuhan merupakan salah satu kekuatan yang
harus terpenuhi untuk menopang seseorang dalam hidup ini.
c. Antara kita dengan Tuhan terdapat suatu ikatan yang tidak terputus
apabila kita menundukkan diri di bawah pengarahan-Nya, maka
semua cita-cita dan harapan kita akan tercapai.
d. Gelombang lautan yang menggelora, sama sekali tidak membuat
keruh ketenangan relung hati yang dalam dan tidak membuatnya
resah. Demikian halnya dengan individu yang keimanannya
mendalam, ketenangannya tidak akan terkeruhkan oleh gejolak
superfisial yang sementara sifatnya. Sebab individu yang benar-
benar religius akan terlindung dari keresahan, selalu terjaga
keseimbangannya, dan selalu siap untuk menghadapi segala
malapetaka yang terjadi.

5
2. A.A. Briel (psikoanalisis) menngatakan bahwa, ‘’individu yang benar-
benar religius tidak akan pernah menderita sakit jiwa.’’
3. Arnold Tjadi karena kemiskinan rohaniah dan teroynbee (sejarawan
Inggris) mengemukakan bahwa krisis yang diderita orang-orang Eropa
pada zaman modern ini pada dasarnya terapi satu-satunya bagi
penderita yang sedang mereka alami ialah kembali kepada agama.
4. Dadang Hawari Idries (psikiater) mengemukakan bahwa dari sejumlah
penelitian para ahli, meningkatkan kemampuan mengatasi penyakit
dan bisa disimpulkan (1) komitmen agama dapat mencegah dan
melindungi sesorang dari penyakit, dan mempercepat pemulihan
penyakit, (2) agama lebih bersifat protektif daripada problem
producing, dan (3) komitmen agama mampunyai hubungan signifikan
dan positif dengan clinical benefit.
Dari pendapat-pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa agama
mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kesehatan mental
individu. Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa individu tidak akan
mencapai atau memiliki mental yang sehat tanpa agama.
Mengenai kaitan antara keimanan kepada Tuhan dan pengamalan
ajaran-Nya dengan kesehatan mental, dalam Al-Quran ayat yang
menunjukan hal tersebut, yaitu sebagai berikut:
1. Surat At-Tiin mengisyaratkan bahwa “manusia akan mengalami
kehidupan yang hina/jatuh martabatnya termasuk juga kehidupan
psikologisnya yang tidak nyaman (mentalnya tidak sehat) kecuali
orang-orang yang beriman dan beramal saleh (berbuat kebajikan).”
2. Surat Al’Ashr, yaitu bahwa ‘’semua manusia itu merugi (celaka
hidupnya, tidak tentram, atau perasan resah dan gelisah) kecuali
orang-orang yang beriman, beramal shaleh, dan saling mewasiati
dengan kebenaran dan kesabaran.’’
3. Surat Ar-Ra’du : 28, ‘’yaitu, orang-orang yang beriman dan hati
mereka menjadi tentram dengan berzikir kepada Allah. Ingatlah,

6
hanya dengan berzikir kepada Allah-lah, hati akan menjadi tentram
(bahagia).’’
Agama dijadikan sebagai dasar filosofis psikoterapi alasannya adalah
karena agama melibatkan manusia seutuhnya. Agama berarti kehidupan
”dunia-dalam” seseorang tentang ketuhanan disertai keimanan dan
peribadatan dengan tujuan untuk mencapai kebahagian dunia dan akhirat.
Agama mengkaji manusia secara keseluruhan, sebagai totalitas dengan
seutuhnya dan dengan cara yang sedalam-dalamnya. Manusia dengan
segala aspek dan fungsi kejiwaan dikaji oleh agama. Alasan mengapa
agama melibatkan manusia seutuhnya. Kehidupan atau pengalaman dunia-
dalam seseorang tentang ketuhanan berhubungan erat dengan fungsi finalis
(motivasi dan emosi atau efektif dan konatif).

B. Hubungan Antara Bimbingan dan Konseling, Psikoterapi, dan Religio


Psikoterapi
Pada dasarnya BK dan psikoterapi mempunyai beberapa perbedaan,
antara lain: pertama istilah BK biasanya digunakan dalam bidang pendidikan
seperti pusat bimbingan dan konseling untuk siswa, sedangkan psikoterapi
biasanya digunakan dalam bidang kesehatan. Kedua BK tidak terfokus untuk
membantu individu yang mempunyai masalah dalam kejiwaan atau psikisnya,
tetapi BK membantu individu agar individu tersebut mampu membuat
keputusannya sendiri dalam menyelesaikan masalahnya, sedangkan
psikoterapi terfokus untuk membantu individu yang mempunyai masalah
kejiwaan atau lebih cenderung kepada masalah gangguan psikis pada masa
lalunya.
Akan tetapi psikoterapi tidak bisa terlepaskan dari bimbingan konseling,
karena pada dasarnya manusia tidak bisa luput dari permasalahan, baik
permasalahan itu kecil dan sederhana di mana seseorang bisa mengatasinya
dengan kekuatan mental dan agama yang ia yakini, maupun masalah yang
besar, sulit dan rumit, di mana seseorang tidak bisa keluar dari masalah tanpa

7
bantuan, arahan, dan bimbingan orang lain, dalam hal ini termasuk peranan
konselor yang profesional.
Membahas mengenai masalah, dalam agama Islam terdapat beberapa
ayat Al-Quran yang menunjukkan bahwa Tuhan membuat seseorang
menderita sakit dan Dialah yang menyembuhkannya, seperti ucapan Nabi
Yahya yang menyatakan: ”Jika aku sakit maka Dialah yang
menyembuhkannya”. (QS As-Syu’aro: 80). Dan juga sabda Nabi Muhammad
SAW yang menyatakan : “Allah tidaklah menurunkan suatu penyakit,
melainkan Dia juga menurunkan obat penyembuhnya”. Dan Allah
menyebutkan dalam kitab suci Al-Qur’an bahwa Allah tidak menurunkan Al-
Quran melainkan untuk menjadi obat penyembuh bagi orang mukmin antara
lain seperti firman Allah SWT : “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu
yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-
Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian
belaka”. (QS Al-Isra: 82). Dalam kasus Nabi Muhammad SAW sendiri yang
pernah disihir oleh orang kafir, dapat disembuhkan dengan membaca surat Al-
Falaq. Dengan demikian jika dilihat dari peristiwa sejarah pada masa Nabi,
sistem penyembuhan (healing) terhadap penyakit dilakukan dengan religio
psikoterapi meskipun saat itu belum didasari dengan sistem pendekatan
disiplin ilmu, namun hanya berdasarkan petunjuk wahyu Tuhan semata-mata.
Faktor keyakinan pribadi yang berupa iman tersebut dapat berfungsi sebagai
sumber kekuatan penyembuh terhadap penyakit rohaniah pada khususnya.
Berdasarkan uraian di atas, bimbingan dan konseling, psikoterapi, dan
religio psikoterapi mempunyai hubungan antara satu dengan yang lain.
Hubungan tersebut diantaranya:
1. BK, psikoterapi, dan religio psikoterapi merupakan usaha untuk membantu
individu dalam mengatasi masalah-masalahnya.
2. BK, psikoterapi dan religio psikoterapi sama-sama membantu individu
mengembangkan segala aspek dalam dirinya guna meningkatkan kualitas
hidup masing-masing.

8
3. BK, psikoterapi dan religio psikoterapi pada dasarnya mempunyai tujuan
yang sama, yaitu membantu individu untuk: berkembang berbagai aspek
kehidupannya, sehingga individu mampu mengenali dirinya secara baik,
mampu memenuhi hak dan kewajibannya sebagai makhluk ciptaan Tuhan,
makhluk sosial dan makhluk individu.
Jadi dapat dikatakan bahwa antara bimbingan dan konseling, psikoterapi
dan religio psikoterapi memiliki hubungan yang saling berkaitan yang satu
dengan yang lainnya. Ketiganya sama-sama mengkaji dan membahas masalah
terkait dengan kejiwaan manusia. Akan tetapi, khusus pada bimbingan dan
konseling pemecahan masalah tersebut dikembalikan lagi kepada konseli atau
orang yang bermasalah, sehingga kedudukan bimbingan dan konseling hanya
sebatas untuk membimbing dan menyarankan alternatif solusi, dan bukan
solusi. Adapun psikoterapi dan religio psikoterapi berorientasi pada
penyembuhan jiwa yang bermasalah, namun perbedaannya pada religio
psikoterapi aspek yang ditekankan adalah penyembuhan yang dilakukan
berdasarkan atau dilandaskan pada nilai-nilai spiritual atau ajaran agama yang
dianut dan yang diyakini baik oleh pihak penyembuh dan pihak yang
disembuhkan.

9
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Bimbingan dan konseling adalah serangkaian kegiatan berupa bantuan yang
dilakukan oleh seorang ahli kepada konseli dengan cara tatap muka, baik secara
individu atau beberapa orang dengan memberikan pengetahuan tambahan untuk
mengatasi permasalahan yang dialami oleh konseli, dengan cara terus menerus
dan sitematis. Psikoterapi adalah suatu usaha untuk membantu individu dengan
memberi pengobatan, perawatan dan dukungan terhadap penderita gangguan
psikis yang dilakukan secara intensif dan dalam jangka watu yang panjang.
Sedangakan psikoterapi religius adalah suatu usaha untu membantu individu
dengan memberi pengobatan, perawatan dan dukungan terhadap penderita
gangguan psikis yang dilakukan secara intensif dan dalam jangka watu yang
panjang berlandaskan nilai-nilai keagamaan atau ajaran agama.
Hubungan bimbingan dan konseling, psikoterapi dan religius psikoterapi
adalah sama-sama mengkaji dan membahas masalah terkait dengan kejiwaan
manusia. Akan tetapi, khusus pada bimbingan dan konseling pemecahan masalah
tersebut dikembalikan lagi kepadacounselee atau orang yang bermasalah,
sehingga kedudukan bimbingan dan konseling hanya sebatas untuk membimbing
dan menyarankan alternatif solusi, dan bukan solusi. Adapun psikoterapi dan
religius psikoterapi berorientasi pada penyembuhan jiwa yang bermasalah, namun
perbedaannya pada religius psikoterapi aspek yang ditekankan adalah
penyembuhan yang dilakukan berdasarkan atau dilandaskan pada nilai-nilai
spiritual atau ajaran agama yang dianut dan yang diyakini baik oleh pihak
penyembuh dan pihak yang disembuhkan.

10
DAFTAR PUSTAKA

Yusuf, Syamsu dan Nurihsan, Juntika A. 2010. Landasan Bimbingan dan


Konseling. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Lahmuddin. 2012. Psikoterapi Dalam Perspektif Bimbingan Konseling Islam.
Sumatera Utara: Jurnal Miqot. Vol. XXXVI No. 2 Juli-Desember 2012.
Atikasari, Dara Rahma. 2016. Hubungan Antara Bimbingan dan Konseling,
Psikoterapi, dan Psikoterapi Religius. Diambil dari http://dararahmaa.
blogspot.co.id/2016/10/hubungan-bimbingan-dan-konseling.html. Diakses
pada 26 Februari 2018.
Saifullah, Najib. 2013. Hubungan Bimbingan Konseling, Psikoterapi dan
Religioterapi. Diambil dari https://dokumen.tips/documents/hubungan-
bimbingan-konseling-psikoterapi-dan-religioterapi-matakuliah-bimbingan-
konseling-stain-salatiga-2013.html. Diakses pada 28 Februari 2018.

11