Anda di halaman 1dari 6

Aplikasi Hukum II Termodinamika

2.2.1 Mesin Kalor.


Mesin kalor adalah suatu alat yang dapat mengkonversi energi internal menjadi energi
mekanik. Gagasan dasar mesin kalor adalah bahwa energi mekanik bisa didapat dari energi
termal hanya ketika kalor dibiarkan mengalir dari temperatur tinggi ke rendah. Dalam proses ini,
sebagian kalor dapat diubah menjadi energi mekanik, seperti diagram skematis pada gambar
2.2.1a. Masukkan kalor QH pada temperatur tinggi TH sebagian diubah menjadi kerja W dan
sebagian dibuang sebagai kalor QC pada temperatur yang lebih rendah TL. Dengan kekekalan
energi QH = W + QC. Temperatur tinggi dan rendah TH dan TL disebut temperatur operasi
mesin. Dengan demikian, kerja yang dilakukan oleh mesin kalor adalah:
W = QH – QC 2.2.1.a
Diagram Skematis Mesin Kalor :

Gambar ini
melukiskan skema mesin kalor.
QH menyatakan besarnya input kalor, dan subscript H menyatakan hot
reservoir. QC menyatakan besarnya kalor yang dibuang, dan subscript C
merepresentasikan cold reservoir. W merepresentasikan kerja yang dilakukan. Ketika sebuah
sistem melakukan proses siklus maka tidak terjadi perubahan energi dalam pada sistem.
gambar 2.2.1a skema mesin kalor
Sebuah mesin kalor dapat dikarakteristikan sebagai berikut:
a. Mesin kalor menerima panas dari source bertemperatur tinggi (energi matahari, furnace bahan
bakar, reaktor nuklir,dsb).
b. Mesin kalor mengkonversi sebagian panas menjadi kerja (umumnya dalam bentuk poros yang
berputar).
c. Mesin kalor membuang sisa panas ke sink temperatur rendah.
d. Mesin kalor beroperasi dalam sebuah siklus.

Mengacu pada karakteristik di atas, sebenarnya motor bahan bakar turbin gas tidak
memenuhi kategori sebagai sebuah mesin kalor, karena fluida kerja dari motor bahan bakar dan
turbin gas tidak mengalami siklus termodinamika secara lengkap. Sebuah alat produksi kerja
yang paling tepat mewakili definisi dari mesin kalor adalah pembangkit listrik tenaga air, yang
merupakan mesin pembakaran luar dimana fluida kerja mengalami siklus termodinamika yang
lengkap.
Untuk menghasilkan efisiensi yang tinggi, sebuah mesin kalor harus menghasilkan
jumlah kerja yang besar dan kalor input yang kecil. Karenanya, efisiensi, e, dari suatu mesin
kalor didefinisikan sebagai perbandingan antara kerja yang dilakukan oleh mesin Wdengan kalor
input QH:

e= =
Mesin Carnot
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa

Diagram asli mesin Carnot, 1824

Mesin Carnot adalah mesin kalor hipotetis yang beroperasi dalam suatu siklus reversibel yang disebut siklus
Carnot. Model dasar mesin ini dirancang oleh Nicolas Léonard Sadi Carnot, seorang insinyur
militer Perancis pada tahun 1824. Model mesin Carnot kemudian dikembangkan secara grafis oleh Émile
Clapeyron 1834, dan diuraikan secara matematis oleh Rudolf Clausius pada1850an dan 1860an. Dari
pengembangan Clausius dan Clapeyron inilah konsep dari entropi mulai muncul.

Setiap sistem termodinamika berada dalam keadaan tertentu. Sebuah siklus termodinamika terjadi ketika suatu
sistem mengalami rangkaian keadaan-keadaan yang berbeda, dan akhirnya kembali ke keadaan semula.
Dalam proses melalui siklus ini, sistem tersebut dapat melakukan usaha terhadap lingkungannya, sehingga
disebut mesin kalor.

Sebuah mesin kalor bekerja dengan cara memindahkan energi dari daerah yang lebih panas ke daerah yang
lebih dingin, dan dalam prosesnya, mengubah sebagian energi menjadi usaha mekanis. Sistem yang bekerja
sebaliknya, dimana gaya eksternal yang dikerjakan pada suatu mesin kalor dapat menyebabkan proses yang
memindahkan energi panas dari daerah yang lebih dingin ke energi panas disebut mesin refrigerator.
Pada diagram di samping, yang diperoleh dari tulisan Sadi Carnot berjudul Pemikiran tentang Daya Penggerak
dari Api (Réflexions sur la Puissance Motrice du Feu), diilustrasikan ada dua benda Adan B, yang
temperaturnya dijaga selalu tetap, dimana A memiliki temperatur lebih tinggi daripadaB. Kita dapat
memberikan atau melepaskan kalor pada atau dari kedua benda ini tanpa mengubah suhunya, dan bertindak
sebagai dua reservoir kalor. Carnot menyebut benda A "tungku" dan bendaB "kulkas".[1] Carnot lalu
menjelaskan bagaimana kita bisa memperoleh daya penggerak (usaha), dengan cara memindahkan sejumlah
tertentu kalor dari reservoir A ke B.

Daftar isi

[sembunyikan]

 1 Diagram modern
 2 Teorema Carnot
 3 Catatan kaki
 4 Referensi
Diagram modern[sunting | sunting sumber]
Dibawah ini adalah diagram mesin Carnot sebagaimana biasanya dimodelkan dalam pembahasan modern

Diagram mesin Carnot (modern) - kalor mengalir dari reservoir bersuhu tinggi TH melalui "fluida kerja", menuju
reservoir dingin TC, dan menyebabkan fluida kerja memberikan usaha mekanis kepada lingkungan, melalui siklus
penyusutan (kontraksi) dan pemuaian (ekspansi).

Dalam diagram tersebut, sistem ("fluida kerja"), dapat berupa benda fluida atau uap apapun yang dapat
menerima dan memancarkankalor Q, untuk menghasilkan usaha. Carnot mengusulkan bahwa fluida ini dapat
berupa zat apapun yang dapat mengalami ekspansi, seperti uap air, uap alkohol, uap raksa, gas permanen,
udara, dll. Sekalipun begitu, pada tahun-tahun awal, mesin-mesin kalor biasanya memiliki beberapa konfigurasi
khusus, yaitu QH disuplai oleh pendidih, di mana air didihkan pada sebuah tungku, QC biasanya adalah aliran
air dingin dalam bentuk embun yang terletak di berbagai bagian mesin. Usaha keluaran W biasanya adalah
gerakan piston yang digunakan untuk memutar sebuah engkol, yang selanjutnya digunakan untuk memutar
sebuah katrol. Penggunaannya biasanya untuk mengangkut air dari sebuah pertambangan garam. Carnot
sendiri mendefinisikan "usaha" sebagai "berat yang diangkat melalui sebuah ketinggian".

Teorema Carnot[sunting | sunting sumber]


Sebuah mesin nyata (real) yang beroperasi dalam suatu siklus pada temperatur and tidak mungkin
melebihi efisiensi mesin Carnot.

Sebuah mesin nyata (kiri) dibandingkan dengan siklus Carnot (kanan). Entropi dari sebuah material nyata berubah
terhadap temperatur. Perubahan ini ditunjukkan dengan kurva pada diagram T-S. Pada gambar ini, kurva tersebut
menunjukkan kesetimbangan uap-cair ( lihat siklus Rankine). Sifat irreversibel sistem dan kehilangan kalor ke
lingkungan (misalnya, disebabkan gesekan) menyebabkan siklus Carnot ideal tidak dapat terjadi pada semua
langkah sebuah mesin nyata.

Teorema Carnot adalah pernyataan formal dari fakta bahwa: Tidak mungkin ada mesin yang beroperasi di
antara dua reservoir panas yang lebih efisien daripada sebuah mesin Carnot yang beroperasi pada dua
reservoir yang sama. Artinya, efisiensimaksimum yang dimungkinkan untuk sebuah mesin yang menggunakan
temperatur tertentu diberikan oleh efisiensi mesin Carnot,

Implikasi lain dari teorema Carnot adalah mesin reversibel yang beroperasi antara dua reservoir panas
yang sama memiliki efisiensi yang sama pula.

Efisiensi maksimum yang dinyatakan pada persamaan diatas dapat diperoleh jika dan hanya jika tidak
ada entropi yang diciptakan dalam siklus tersebut. Jika ada, maka karena entropi adalah fungsi keadaan,
untuk membuang kelebihan entropi agar dapat kembali ke keadaan semula akan melibatkan pembuangan
kalor ke lingkungan, yang merupakan proses irreversibel dan akan menyebabkan turunnya efisiensi. Jadi
persamaan di atas hanya memberikan efisiensi dari sebuah mesin kalor reversibel.
Mesin kalor
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa

Mesin kalor adalah sebutan untuk alat yang berfungsi mengubah energi panas menjadi energi mekanik.

Dalam mesin mobil misalnya, energi panas hasil pembakaran bahan bakar diubah menjadi energi gerak mobil.
Tetapi, dalam semua mesin kalor kita ketahui bahwa pengubahan energi panas ke energi mekanik selalu
disertai pengeluaran gas buang, yang membawa sejumlah energi panas. Dengan demikian, hanya sebagian
energi panas hasil pembakaran bahan bakar yang diubah ke energi mekanik. Contoh lain adalah dalam mesin
pembangkit tenaga listrik; batu bara atau bahan bakar lain dibakar dan energi panas yang dihasilkan
digunakan untuk mengubah wujud air ke uap. Uap ini diarahkan ke sudu-sudu sebuah turbin, membuat sudu-
sudu ini berputar. Akhirnya energi mekanik putaran ini digunakan untuk menggerakkan generator listrik.