Anda di halaman 1dari 15

Bahan Bangunan dari Plastik

Plastik telah menjadi kebutuhan manusia yang sangat penting dalam kehidupan sehari-
hari. Setiap hari kita pasti menggunakan plastik untuk melakukan aktivitas. Plastik sendiri
merupakan bahan sintetik atau semi-sintetik yang termasuk dalam bahan organik. Plastik
adalah istilah umum dari polimer, material yang terdiri dari rantai panjang karbon dan
elemen-elemen lain yng mudah dibuat menjadi berbagai macam bentuk dan ukuran.

Lalu, apa saja sih bahan bangunan yang terbuat dari plastik? Berikut adalah penjelasannya.

Bekisting Plastik

Kayu yang biasanya digunakan untuk bekisting (alat cetak beton) sudah semakin sulit
untuk didapatkan. Dalam dunia konstruksi di Indonesia sendiri, penggunaan bekisting kayu
hampir belum ada yang menggantikan. Namun, beberapa tahun terakhir ini telah ada produk
bekisting yang menggunakan bahan dasar plastik yang dikompositkan dengan bahan
fiberglass. Bahan plastik yang dikompositkan dengan fiberglass tersebut memiliki
kemampuan yang sama dan bahkan lebih baik dibandingkan kayu untuk digunakan sebagai
bekisting.

Bekisting plastik (Sumber: www.alibaba.com)

Banyak pabrik di luar negeri yang telah memproduksi sistem bekisting plastik ini secara
masal. Bekisting plastik yang mereka buat bisa digunakan untuk berbagai elemen struktur
pondasi, kolom, dinding, dan juga pelat lantai. Dengan ini berarti, hampir semua elemen
struktur beton dapat menggunakan sistem bekisting plastik. Beberapa perusahaan yang
telah memasarkan produk sistem bekisting plastik (Plastic Formwork System) yaitu:

 Hangzhou Yongshun Plastic Industry


 EPIC EC
 Moladi

Bekisting plastik (Sumber: manajemenproyekindonesia.com)

Berikut adalah beberapa keunggulan dari bekisting plastik:

1. Bebas kelembaban dan tidak mengalami perubahan dimensi atau bentuk.


2. Pemasangan lebih mudah dan tanpa perlu minyak bekisting.
3. Mempercepat waktu pelaksanaan bekisting.
4. Tidak berkarat.
5. Tidak gampang rusak oleh air sehingga cocok untuk konstruksi bawah tanah dan
lingkungan berair.
6. Efisien secara biaya.
7. Kualitas hasil yang lebih baik.
8. Gampang dipasang dan dilepas sehingga mengurangi biaya upah.
9. Daya tahan lama, dapat digunakan 40-70 kali. Ada produk yang dapat digunakan
hingga 1000 kali.
10. Dapat dibor, dipaku, diketam, dan diproses seperti digerjaji.

Plastic Formwork (Sumber: www.archiexpo.com)


Kisaran Harga Bekisting Plastik Tahun 2015

1. Geotub : bekisting untuk fondasi atau kolom berbentuk pipa atau silinder dengan
berbagai pilihan ukuran

2. Geopanel : Bekisting untuk pembuatan panel (slab atau dinding)

 Ukuran 75cm x 20 cm : Rp 486.500


 Ukuran 75cm x 23 cm : Rp 511.700
 Ukuran 75cm x 30 cm : Rp 571.900
 Ukuran 75cm x 40 cm : Rp 646.800
 Ukuran 75cm x 60 cm : Rp 969.500

3. Geopanel star : bekisting untuk pembuatan fondasi atau kolom berbentuk kotak

(segi empat yang ukurannya bisa disesuaikan, mulai dari 20cm sampai tak terhingga)

 Ukuran 20 – 60cm : Rp 21.842.800


 Ukuran 20 – 65cm : Rp 22.556.800
 Ukuran 70 – 100cm : Rp 30.161.600

Bekisting Plastik untuk Proyek Konstruksi

Kayu yang sering digunakan sebagai bekisting semakin sulit didapatkan dan area hutan
sebagai bahan baku kayu pun semakin berkurang. Penebangan hutan dihadapkan pada
permasalahan yang semakin hari semakin besar yaitu pemanasan global (Global Warming).
Dalam dunia konstruksi di Indonesia, penggunaan bekisting kayu hampir belum ada
penggantinya. Proyek konstruksi di Indonesia sepertinya masih sangat menggantungkan
kayu sebagai material utama pembuatan bekisting. Ada alternatif dengan menggunakan
material baja atau besi, namun penggunaannya masih terbatas karena material tersebut
memiliki berat jenis yang tinggi sehingga menimbulkan masalah kesulitan pelaksanaan
dalam aplikasinya.
Selama ratusan tahun negara kita merupakan penghasil bahan baku dari hutan yang besar.
Bisa jadi merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Namun itu dulu… Sekarang dengan
banyaknya penebangan hutan secara liar dan eksploitasi yang besar-besaran, hutan kita
semakin menyusut sehingga saat ini kita mulai menghadapi kelangkaan kayu sebagai bahan
bekisting dalam pengerjaan proyek konstruksi.Coba perhatikan saja banyaknya volume kayu
yang dibutuhkan untuk bekisting dalam suatu proyek.

Gambar 1. Elemen- elemen Bekisting dalam Suatu Proyek Konstruksi (Klik gambar untuk memperbesar)

Itu baru penggunaan bekisting dalam 1 ruangan saja loh... Coba bayangkan berapa
banyak kayu yang dibutuhkan untuk bekisting dalam proyek besar seperti di bawah
ini...

Gambar 2. Keseluruhan Penggunaan Bekisting Kayu dalam Proyek Konstruksi


Berdasarkan pengalaman selama mengerjakan proyek, bekisting pekerjaan struktur beton
telah menghabiskan begitu banyak kayu yang setelah digunakan, tidak dapat diolah kembali
dan menjadi masalah baru yaitu sampah. Penggunaan kayu bekisting merupakan satu-satunya
hal yang membuat pelaksanaan konstruksi masih belum bisa dikatakan ”green”. Penggunaan
begitu banyak kayu telah membuat enviromental assesment pada perusahaan kontraktor yang
telah mendapatkan sertifikasi ISO 14000 tidak begitu bagus. Masalah ini telah menjadi
handycap yang harus diselesaikan.
Sudah saatnya kita mulai memikirkan alternatif lain selain kayu sebagai bahan bekisting.
Beberapa tahun terakhir telah ada produk bekisting yang menggunakan bahan dasar plastik
yang dikompositkan dengan bahan fiber glass. Bahan plastik yang dikompositkan dengan
fiber glass tersebut memiliki kemampuan yang sama, bahkan lebih baik dari kayu untuk
digunakan sebagai bekisting.
Banyak pabrik di luar negeri telah memproduksi sistem bekisting plastik ini secara massal.
Bekisting plastik yang mereka buat dapat digunakan untuk elemen struktur pondasi, kolom,
dinding dan pelat lantai. Hal ini berarti hampir semua elemen struktur beton dapat
menggunakan sistem bekisting plastik yang mereka produksi. Beberapa perusahaan yang
telah memasarkan produk sistem bekisting plastik / Plastic Formwork System antara lain:

 Hangzhou Yongshun Plastic Industry.


 EPIC ECO.
 Moladi.

Berikut ini adalah contoh aplikasi penggunaan bekisting plastik dalam beberapa proyek
konstruksi :

Gambar 3. Aplikasi Penggunaan Bekisting Plastik Untuk Sloof

Gambar 3. Aplikasi Penggunaan Bekisting Plastik Untuk Pelat Lantai

Gambar 4. Aplikasi Penggunaan Bekisting Plastik Untuk Core Wall


Gambar 5. Aplikasi Penggunaan Bekisting Plastik Untuk Kolom
Material plastik untuk pengganti kayu pada bekisting merupakan ide yang brillian.
Hal ini disebabkan karena plastik memiliki keunggulan yang lebih dari pada kayu disamping
untuk kepentingan pelestarian lingkungan. Berikut ini adalah keunggulan bekisting plastik:

1. Bebas kelembaban dan tidak mengalami perubahan dimensi atau bentuk.


2. Pemasangan lebih mudah dan tanpa perlu minyak bekisting.
3. Mempercepat waktu pelaksanaan bekisting.
4. Tidak berkarat.
5. Tidak gampang rusak oleh air sehingga cocok untuk konstruksi bawah tanah dan
lingkungan berair.
6. Efisien secara biaya.
7. Kualitas hasil yang lebih baik.
8. Gampang dipasang dan dilepas sehingga mengurangi biaya upah.
9. Daya tahan lama, dapat digunakan 40-70 kali. Ada produk yang dapat digunakan
hingga 1000 kali.
10. Dapat dibor, dipaku, diketam, dan diproses seperti digerjaji.

Terlihat bekisting plastik memiliki banyak keunggulan dibanding dengan bekisting kayu baik
dari sisi mutu, biaya, dan waktu. Bagi Owner dan Perencana, bekisting plastik akan
menurunkan biaya proyek. Sedangkan bagi kontraktor, bekisting plastik akan mempercepat
pelaksanaan. Bagi Pemerintah dan Masyarakat luas, bekisting plastik akan mengurangi
penggunaan kayu secara signifikan sehingga sangat membantu dalam pelestarian lingkungan.

Dinding
Saat ini banyak sekali dijual cat tembok dan wallpaper yang manarik. Tetapi jika
menginginkan membuat dinding lebih unik dan menarik. Berikut ada 17 ide bagaimana
membuat dinding tidak hanya sekedar tembok bercat polos, tetapi menjadi dinding yang
cantik, menarik dan unik.

1. Melamin

Melamin mempunyai tekstur yang halus dan elegan. Kelebihan melamin adalah
fleksibilitasnya yang memungkinkan Anda untuk menyesuaikan setiap bentuk dan ukuran,
dan memungkinkan pemotongan tepat dan akurat.

2. Batu Vicenza

Batu Vicenza sangat populer di Italia, tampilan kasar, unik, dan kelihatan sangat elegan. Jenis
batu ini bisa di pasang dalam berbagai konsep interior, tergantung bagaimana memasang dan
padanannya.

3. Rustic
Seperti yang kita lihat, batu rustic terlihat tebal, berat, dan tidak merata. Di balik batu ini
Anda dapat menempatkan sebuah dinding tipis, sebagai dinding untuk menunjukkan
keunikan batu ini.

4. Marmer yang Sangat Elegan

Marmer terkenal sebagai baru yang sangat cantik dan tak lekang oleh waktu. Tampilannya
yang elok dan perawatan yang mudah membuat marmer tetap menjadi favorit. Dari luar
negeri marmer yang terkenal adalah dari Yunani dan Romawi kuno. Namun marmer dari kota
Tulungagung tidak kalah juga dibandingkan dengan marmer Yunani.

Lantai
Lantai Keramik

Jenis ini merupakan jenis umum dan mudah untuk ditemukan di pasaran. Adapun ukuran
yang dijual dipasaran adalah 40×40, 60×60, 30×60. Untuk corak dan warnanya sangat
beragam.

(+) Kelebihan:
1. Harga relatif murah.
2. Perawatannya mudah.
3. Mudah dibersihkan.
4. Mempunyai ukuran, warna, dan corak yang beragam.
5. Memiliki ketahanan akan noda.
6. Tahan lama

(-) Kekurangan:

1. Mudah pecah.
2. Berisik.

Homogenous Tile

Homogenous tile yang sering juga disebut granite tile adalah material penutup lantai dan
dinding yang terbuat dari bahan-bahan seperti tanah liat, silika, dan kaolin yang
dicampuR menjadi satu sehingga homogen. Biasanya cara yang paling mudah untuk
membedakan dengan keramik adalah bagian bawah homogenous memiliki warna putih
sedangkan untuk keramik memiliki warna tanah liat.

(+) Kelebihan:

1. Material Homogenous tile memiliki kekuatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan
material lantai keramik, sehingga lebih tahan lama.
2. Homogenous tile memiliki tampilan yang mewah dan tersedia dalam berbagai macam
motif dan warna.
3. Homogenous tile tersedia dalam bermacam-macam ukuran dari 40 x 40 cm, 60 x 60
cm, 80 x 80 cm, 100 x 100 cm, sampai 120 x 120 cm.
4. Lapisan atas granite tiletidak mudah tergores ataupun terkikis seperti marmer bila
mendapat goresan.

(-) Kekurangan:

1. Dalam tahap pengerjaan pemotongan memerlukan pisau khusus karena keras dan
tebal.
2. Harga lebih mahal dibandingkan keramik.
3. Variasi warna dan motifnya tidak 100% mungkin sama, sehingga lebih baik
melebihkan volume yang sudah di hitung. Karena untuk persediaan yang memiliki
warna dan motif yang sama.

Lantai Terrazzo

Lantai ini terbuat dari semen dan pasir yang pada bagian atasnya dilapisi bahan keras dengan
beberapa beberapa kombinasi campuran antara kulit kerang laut dan pecahan marmer,
sehingga tampak berbagai corak dan texstur sesuai bahan yang digunakan.

(+) Kelebihan:

1. Memiliki warna dan motif yang bervariasi.


2. Tidak menimbulkan alergi.
3. Mempunyai kekuatan yang cukup tinggi.
4. Tidak mudah terbakar.

(-) Kekurangan:

1. Harus dipasangkan oleh yang sudah professional dibidangnya.


2. Mudah berlumut apabila terkena air terus menerus.
3. Tidak nyaman apabila berjalan dengan kaki telanjang.

Lantai Tegel

Tegel terbuat dari campuran bahan semen dan pasir beton, dan diatasnya disiram aci supaya
halus. Memiliki ketebalan hingga 2,5 cm, sehingga cukup berat mengangkatnya. Lantai tegel
dapat ditemukan pada rumah-rumah lama yang umumnya berada di Indonesia. Warna lantai
tegel dipasaran beragam, mulai dari abu-abu, merah, biru, kuning dan lain sebagainya, lantai
tegel berukuran 30 cm x 30 cm atau 40 cm x 40 cm.

(+) Kelebihan:

1. Harga relatif murah.


2. Pemasangan yang mudah.
3. Memberikan kesan sejuk.

(-) Kekurangan:

1. Lantai tegel jika terkena asam (cuka) akan membekas/bernoda yang sulit untuk di
bersihkan.
2. Cukup berat.

Lantai Marmer

Batuan hasil dari proses metamorfosa atau malihan dari batu gamping yang terbentuk dalam
waktu ratusan tahun. Pengolahannya hanya memerlukan proses pemotongan dan penghalusan
saja.

(+) Kelebihan:

1. Ukuran tidak terbatas.


2. Tidak gampang melenting.
3. Sambungan nat lebih kecil sehingga terlihat lebih menyatu.
4. Dengan ukuran yang lebih besar, ruangan jadi tampak lebih luas.
5. Marmer bersifat dapat menyimpan dingin dalam waktu yang cukup lama, sehingga
dapat menyejukkan ruangan.
6. Tahan api dan lebih mampu menahan beban yang berat dibandingkan jenis lain.

(-) Kekurangan:

1. a. Marmer sulit dibersihkan apabila terkena kotoran.


2. Memerlukan perawatan ekstra dibandingkan keramik karena mudah kusam dan harus
dipoles lagi.
3. Memerlukan pisau khusus karena keras dan tebal, setelah dipasang marmer harus
dipoles lagi.
4. Harga relatif mahal.
5. Warna tergantung pada alam.

Atap

Jenis Jenis Atap


Atap adalah bagian utama sebuah rumah. bahan pembuatan atap tergantung dari fungsi dan
keinginan sang pemilik rumah. berikut beberapa ulasan mengenai jenis – jenis atap untuk
anda yang masih bingung memilihnya.

1. Atap Sirap

Atap Sirap biasanya dibuat dari bahan kayu besi atau kayu ulin tua yang tahan cuaca. Atap
sirap biasa digunakan oleh bangunan yang menonjolkan kesederhanaan namun tetap mewah
seperti pendopo, villa, gazebo, gedung pertemuan, dan lain sebagainya.

Bisa digunakan untuk kemiringan 25 – 40 derajat.


Kelebihan:

 Setiap lembar sirap memiliki warna, lebar, ketebalan dan potongan yang unik
sehingga terlihat alami.
 Membuat rumah terasa sejuk karena tidak menyerap panas dan memberikan sirkulasi
udara yang bagus bagi atap.

Kekurangan :

 Bahan susah didapatkan, harganya mahal, pemasangannya susah, perawatan harus


teratur dan telaten.
2. Atap dari Genteng Beton

Atap beton terbagi dua, yaitu atap genteng beton dan atap beton bertulang (cor). Untuk atap
genteng beton biasa ditemukan di atap rumah minimalis atau modern. Sedangkan atap beton
bertulang digunakan pada rumah yang akan ditingkat atau yang memiliki ruang santai di atap
rumah.Genteng beton akhir-akhir ini menjadi pilihan bagi para pengembang perumahan.
Banyak rumah-rumah minimalis dan rumah mewah di komplek perumahan yang
menggunakan atap dari bahan genteng beton. Kemiringan Genteng beton yang digunakan 30°
– 35° .

Kelebihan :

 Dilapisi dengan serat dan bahan aditif tertentu.


 Genteng beton juga memiliki ketahanan yang tinggi terhadap pelapukan, kebakaran,
cuaca dan serangga.

Kekurangan :

 genteng ini tentu memiliki bobot yang lebih berat dan harganya lebih mahal.

Genteng beton memang memiliki kualitas lebih tinggi ketimbang genteng tanah liat dilihat
dari kekokohannya dan variasinya. Namun untuk pemilihan bagi masyarakat menengah ke
bawah genteng tanah liat lebih cocok. Dan untuk masyarakat perumahan atau perkotaan
dengan rumah mewah cenderung menyesuaikan, yakni tentu lebih memilikih atap dengan
bahan genteng beton.

3. Genteng Keramik
Genteng keramik dibuat dari bahan baku keramik. Genteng keramik memiliki berbagai
macam warna yang cukup beragam, sebab pada saat proses finishingnya dilapisi dengan
pewarna pada bagian atasnya (glazur). Genteng keramik masih jarang dipakai karena cukup
mahal

Bahan dasar jenis genteng ini tetap keramik, namun telah mengalami proses finishing glazur.
tersedia dalam beragam warna dan ukuran. Aplikasinya cocok untuk atap balkon hunian
modern. Genteng ini bertumpu pada rangka kayu dan beton.

Kelebihan :

 Lebih tahan lama dan kuat menahan beban manusia.


 Warna akan tahan lama karena diproses dengan pembakaran dengan suhu 1100 ° C.
 Sistem interlock yang memungkinkan adannya celah untuk mengaitkan.

Kelemahannya :

 Diperlukan ketelitian pada saat pemasangan reng sehingga tidak terjadi kebocoran di
dalam rumah.
 Selain itu diperlukan kemiringan atap minimum 30° agar air hujan dapat mengalir
sempurna dan genting tidak dapat terlepas ketika diterpa angin (jika dipasang pada
sudut kemiringan 45 – 60 °.
 Perlu bantuan baut ketika memasangnya agar genting tidak terlepas dan lebih kuat.