Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN

A. Topik : ASI EKSKLUSIF


B. Hari, tanggal : Selasa, 3 Juni 2014
C. Waktu : Pukul 09.00 - 10.00 WIB
D. Tempat : Polindes
E. Penyuluh : Yuvita Candra Dewi
F. Tujuan :
1. Tujuan umum
Selesai penyuluhan diharapkan ibu hamil dapat memahami tentang ASI
Eksklusif dan cara menyusui yang benar
2. Tujuan khusus
a) Ibu dapat menjelaskan tentang pengertian ASI Eksklusif.
b) Ibu dapat menyebutkan manfaat ASI.
c) Ibu dapat menjelaskan tentang upaya-upaya untuk memperbanyak ASI.
d) Ibu dapat menjelaskan tentang alasan pemberian ASI selama 6 bulan.
e) Ibu dapat menjelaskan tentang cara menyusui yang benar.
f) Ibu dapat menjelaskan tentang cara pemberian ASI ketika sedang bekerja atau
pergi.
G. Metode : ceramah, diskusi, dan tanya jawab
H. Media : leaflet dan lembar balik
I. Peserta : ibu hamil
J. Jumlah peserta : 6 orang
K. Materi penyuluhan : (terlampir)
L. Kegiatan penyuluhan :
No. Waktu Kegiatan penyuluh Kegiatan peserta
1. 3 menit Pembukaan :
Salam Menjawab Salam
Perkenalan Mendengarkan
Tujuan Memperhatikan
2. 15 menit Pelaksanaan :
Ibu dapat menjelaskan tentang ASI Memperhatikan
Eksklusif.
Ibu dapat menyebutkan manfaat Memperhatikan
ASI Eksklusif.
Ibu dapat menjelaskan upaya-upaya Memperhatikan
untuk memperbanyak ASI.
Ibu dapat menjelaskan tentang Memperhatikan
alasan pemberian ASI selama 6 bulan.
Ibu dapat menjelaskan tentang cara Memperhatikan
menyusui yang benar.
Ibu dapat menjelaskan tentang cara Memperhatikan
pemberian ASI ketika sedang bekerja
atau pergi.
3. 10 menit Evaluasi :
Menanyakan kepada peserta tentang Menjawab pertanyaan
materi yang telah diberikan, dan
reinforcement kepada ibu-ibu yang
dapat menjawab pertanyaan.
4. 2 menit Terminasi :
Mengucapkan terima kasih atas Mendengarkan
peran serta peserta.
Mengucapkan salam penutup Menjawab salam

M. Instrument evaluasi : (terlampir)


Lampiran 1

MATERI PENYULUHAN ASI EKSKLUSIF

1. Pengertian
ASI eksklusif adalah pemberian Air Susu Ibu (ASI) sedini mungkin setelah
persalinan, diberikan tanpa jadwal dan tidak diberi makanan lain, termasuk susu formula,
air gula, madu, air putih atau makanan tambahan apapun, sampai bayi berumur 6 bulan.
Setelah 6 bulan, bayi mulai dikenalkan dengan makanan lain dan tetap diberi ASI sampai
bayi berumur dua tahun.

ASI merupakan nutrisi yang sesuai bagi bayi. Nutrisi adalah zat penyusun bahan
makanan yang diperlukan oleh tubuh untuk metabolisme. Yaitu air, protein, lemak,
karbohidrat, vitamin, dan mineral.

Kolostrum merupakan susu pertama yang berwarna kekuning-kuningan yang


mengandung antibodi yang kuat untuk mencegah infeksi.

2. Manfaat ASI
a. Bagi bayi
1) Zat gizi yang ideal sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pencernaan
bayi.
2) Memperoleh zat kekebalan tubuh alamiah dari ASI.
3) Menyebabkan pertumbuhan yang baik.
4) Menunjang perkembangan rahang, gusi dan gigi bayi dikemudian hari.
5) ASI tidak menyebabkan alergi pada bayi.
6) Mempunyai efek psikologis yang menguntungkan.
b. Bagi Ibu
1) Memperkuat ikatan batin dan jalinan kasih sayang antara ibu dan anak.
2) Mempercepat pengembalian bentuk dan ukuran rahim.
3) Mempercepat penurunan berat badan.
4) Mempercepat berhentinya pendarahan setelah melahirkan.
5) Mengurangi kemungkinan resiko kanker payudara.

.
3. Upaya-upaya memperbanyak ASI
ASI tidak mencukupi biasanya disebabkan Ibu / bayinya / keduanya. Untuk
menambah kesediaan isi maka
Ibu :
a. Ibu beristirahat cukup
b. Pengaturan makanan yang baik
1) Sumber karbohidrat seperti Nasi, ubi, jagung, mie, tepung beras, macaroni,
kentang , sereal dan bihun.
2) Sumber protein hewani seperti telur, ayam, daging, ikan dan susu.
3) Sumber protein nabati seperti tahu, tempe, oncom dan kacang-kacangan.
4) Sayuran lebih baik yang berwarna seperti bayam, kangkung, sawi, wortel,
buncis, dan sebagainya. Karena sayuran tersebut dapat membantu
merangsang produksi ASI.
5) Pilihlah buah-buahan yang berwarna seperti pepaya, jeruk, apel, pisang dan
sebagainya yang banyak mengandung vitamin dan mineral.
c. Perlu minum dalam jumlah lebih banyak kurang lebih 8 gelas dalam 1 hari akan
lebih bermanfaat bila ibu menyusui minuman cairan bergizi seperti susu, air,
kacang-kacangan, sari buah-buahan, air sayuran daun hijau dan sebagainya.
d. Hindarilah makanan yang merangsang terlalu pedas, terlalu dingin, terlalu panas,
mengandung alkohol untuk menjaga alat-alat pencernaan.
e. Tidak disarankan untuk minum jamu setelah melahirkan.

Untuk bayi, bayi harus :


a. Diberikan ASI setiap 2 jam hal ini akan menambah ketersediaan ASI (menyusui
selama 10-15 menit di setiap payudara)
b. Bangunkan bayi jika sudah waktunya untuk disusui.
c. Susui bayi pada tempat yang tenang dan nyaman.
d. Tidurkan bayi di samping ibu.
e. Berikan hanya ASI pada bayi bukan makanan tambahan lainnya.

4. ASI harus diberikan 6 bulan karena :


Pada masa itu bayi belum memiliki enzim pencernaan yang sempurna untuk
mencerna makanan atau minuman lain. Terlebih semua jenis nutrisi yang dibutuhkan oleh
bayi sudah bisa dipenuhi dari ASI.
5. Posisi menyusui yang benar adalah :
a. Gendong bayi ibu dengan seluruh tubuhnya menghadap tubuh ibu
b. Posisi hidung dan dagu bayi menghadap payudara
c. Tahan kepala, leher, dan punggung bayi dengan tangan ibu
d. Bayi sebaiknya menangkupkan seluruh bagian dari puting dan areola (bagian hitam
disekitar putting) masuk ke mulutnya.

6. Tips pemberian ASI apabila ibu sedang bekerja atau sibuk :


a. Berikan ASI sebelum berangkat dan sesudah pulang kerja.
b. Bila payudara terasa penuh, ASI dapat dikeluarkan dan disimpan.
c. ASI dapat disimpan 6 jam dalam lemari es.
d. ASI dimasukkan dalam tempat / gelas / botol yang benar dan bersih.
e. ASI tersebut dapat diberikan kepada bayi segera setelah ibu sampai dirumah.
f. ASI tidak boleh dipanaskan secara langsung di atas api.

DAFTAR PUSTAKA

Manuaba, Ida Bagus Gde. 2000. Ilmu kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga
Berencana untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC.

Prawirohardjo, Sarwono. 2003. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta :


Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Saifuddin, Abdul Bari. 2001. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, Jakarta :
JPNKR-POG
Lampiran 2

Instrumen Evaluasi
No. Tahapan Evaluasi
Pembuatan rencana kegiatan dibuat 1 bulan sebelum
Pembuatan rencana
hari pelaksanaan dan diajukan kepada pembimbing
kegiatan
untuk disetujui.
1. Input Materi penyuluhan dibuat berdasarkan identifikasi
Materi penyuluhan
masalah yang ada yaitu ASI eksklusif.
Sarana dan prasarana dalam penyuluhan, disiapkan 1
Sarana prasarana
minggu sebelum pelaksanaan.
Tujuan penyuluhan disampaikan sebelum
Menjelaskan tujuan dan
menyampaikan materi, untuk memikat peserta agar
mencairkan suasana
ingin mendengarkan materi yang akan disampaikan.
Materi yang disampaikan jelas dan mudah dimengerti
Menjelaskan materi
oleh peserta.
2. Setelah materi disampaikan, peserta mengajukan
Proses Mengajukan pertanyaan
pertanyaan mengenai materi yang belum jelas..
Setiap pertanyaan dijawab dengan sejelas mungkin dan
Menjawab pertanyaan
dengan bahasa yang mudah dimengerti.
Kesimpulan dari penyuluhan disampaikan oleh
Kesimpulan penyuluhan
penyuluh.
Penutupan Penutupan disampaikan oleh penyuluh..
Peserta penyuluhan ikut berpartisipasi dalam
penyuluhan yang diadakan oleh ahli gizi yang
Kehadiran
bertemakan ASI eksklusif. Partisipasi kehadiran
peserta yaitu 75%.

3. Output Penyuluhan berjalan dengan lancar, peserta


Suasana jalannya memperhatikan penyaji saat menyampaikan materi
penyuluhan sambil membaca leafletnya.

penyampaian penyuluhan sudah sesuai dengan materi


Kesesuaian penyampaian
yang telah direncanakan.
DAFTAR PERTANYAAN DAN JAWABAN
PROSES PENYULUHAN

1. Apakah setelah melahirkan diperkenankan untuk memijat rahim ?


Jawaban :
Tidak, karena memijat rahim dapat menyebabkan kerusakan pada rahim dan
sebaiknya dengan cara memberikan ASI pada bayi serta melakukan proses Inisiasi
Menyusu Dini (IMD)

2. Apakah minum jamu diperkenankan pada saat setelah melahirkan ?


Jawaban :
Minum jamu setelah melahirkan diperkenankan, akan tetapi harus diimbangi
dengan mengkonsumsi air putih minimal 8 gelas dalam sehari dan tidak berlebihan.