Anda di halaman 1dari 129

SKRIPSI

HUBUNGAN RESPONSE TIME PERAWAT DENGAN TINGKAT


KEPUASAN PASIEN KATEGORI TRIAGE 4 DAN 5 DI IGD RSUD
KABUPATEN BULELENG

Oleh :
I Gede Putra Kusumajaya
NIM. 12060140050

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BULELENG
2016
SKRIPSI

HUBUNGAN RESPONSE TIME PERAWAT DENGAN TINGKAT


KEPUASAN PASIEN KATEGORI TRIAGE 4 DAN 5 DI IGD RSUD
KABUPATEN BULELENG

Untuk Memenuhi Persyaratan


Memperoleh Gelar Sarjana Keperawatan

Oleh :
I Gede Putra Kusumajaya
NIM. 12060140050

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BULELENG
2016

ii
HALAMAN PERSETUJAN

SKRIPSI

HUBUNGAN RESPONSE TIME PERAWAT DENGAN TINGKAT


KEPUASAN PASIEN KATEGORI TRIAGE 4 DAN 5 DI IGD RSUD
KABUPATEN BULELENG

Untuk Memenuhi Persyaratan


Memperoleh Gelar Sarjana Keperawatan

Oleh :
I Gede Putra Kusumajaya
NIM. 12060140050

TELAH MENDAPAT PERSETUJUAN UNTUK DI UJI

Pembimbing Utama, Pembimbing Pendamping,

Gede Budi Widiarta, S.Kep., Ns., M.Kep Drs. Gede Sukayatna, MM


NIK. 2012. 083. 063 NIK. 2011. 0615. 045

iii
iv
v
MOTTO

Teruslah
berusaha dan
mencoba untuk
meraih apa yang
kamu inginkan

vi
KATA PERSEMBAHAN

Yang Utama dari segalanya


Sembah sujut serta syukur kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Taburan cinta dan
kasih sayang-Mu telah memberikan ku kekuatan, membekaliku dengan ilmu serta
memperkenalkanku dengan cinta. Atas karunia serta kemudahan yang Engkau
berikan akhirnya SKRIPSI yang sederhana ini dapat terselesaikan. Ku
persembahkan karya yang sederhana ini kepada orang sangat ku kasihi dan
kusayangi.
Bapak dan Ibu Tercinta
Sebgai tanda bukti hormat dan rasa terimakasih yang btiada terhingga
kupersembahkan karya kecil ini kepada bapak dan ibu yang telah memberikan
kasih sayang, segala dukungan dan cinta kasih yang tiada terhingga yang tiada
mungkin dapat ku balas hanya dengan selembar kertas yang bertuliskan kata cinta
dan persembahan. Semoga ini menjadi langkah awal untuk membuat bapak dan
ibu bahagia karena saya sadar selama ini belum bisa berbuat yang lebih untuk
bapak dan ibu yang selalu membuatku termotivasi, selalu mendoakanku dan selalu
menasehatiku menjadi lebih baik. Aku bersyukur memiliki orang tua seperti
kalian.
My Brother
Untuk adikku yang selalu berusaha menghiburku. Tiada yang paling mengharukan
saat berkumpul bersama walaupun sering bertengkar tapi hal ini menjadi warna
yang tak akan bisa tergantikan. Terimakasi atas doa dan dukungannya selama ini,
hanya karya kecil ini yang dapat dipersembahkan.
Yang Di hati,..
Terimakasih sudah membantu, memberikan dukungan semangat dan doa yang
tiada henti dalam menyelesaikan SKRIPSI ini, meskipun sering beradu argument
dalam membantu pembuatan SKRIPSI ini, hanya kata terimakasih yang dapat
diucapkan.

vii
Dosen Pembimbing
Bapak Gede Budi Widiarta, S.Kep., Ns., M.Kep dan Bapak Drs. Gede Sukayatna,
MM selaku dosen pembimbing tugas akhir saya terimakasih banyak saya ucapkan
atas bimbingan, bantuan, dan nasehat yang diberikan kepada saya sehingga saya
bisa menjadi tahu dari tidak tahu, menjadi paham dari tidak paham, begitu
iklasnya bapak menuntun saya dalam menuntaskan tugas akhir ini. Bapak, kami
tidak akan pernah lupa atas apa yang telah bapak beri kepada kami, anak
bimbingan bapak. Kalian adalah pembingan yang terhebat dan tersabar. Semoga
Tuhan memberikan sinar sucinya kepada bapak.
Dosen Penguji Tugas Akhirku
Bapak Ns. I Dw. Pt. Gd. Putra Yasa, S.Kep., M.Kep., Sp.MB selaku dosen
penguji saya mengucapkan banyak terimakasih karena berkat bapak saya juga
dapat menyelesaikan tugas akhir ini.
Seluruh Dosen Pengajar di Kampus
Terimakasih banyak atas semua ilmu, didikan dan pengalaman yang sangat berarti
yang telah kalian berikan kepada kami
Seluruh Staf di Kampus
Terimakasih atas segala bantuan dan kerjasama dari kalian, petugas koperasi,
tukang print yang baik hati, bagian perlengkapan yang selalu melengkapi, ibu
kantin dan pak satpam yang selalu mengamankan apa yang perlu di amankan.
Teman – teman Seangkatan ku
Terima kasih atas bantuan dan kerjasamanya selama ini, terimakasih atas
kenangan, canda tawa kalian dan kebersamaan ini.

“Be as yourself as want”


Gede Putra

viii
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa

karena berkat rahmat-Nyalah penulis dapat menyelesaikan SKRIPSI ini dengan

judul “Hubungan Response Time Perawat Dengan Tingkat Kepuasan Pasien

Kategori Triage 4 dan 5 di Instalasi Gawat Darurat RSUD Kabupaten Buleleng”

sebagai salah satu syarat guna meraih gelar sarjana keperawatan.

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada semua

pihak yang telah membantu menyelesaikan SKRIPSI ini. Ucapan terima kasih

penulis berikan kepada:

1. Dr. Ns. I Made Sundayana, M.Si sebagai Ketua STIKes Buleleng yang

memberikan pengarahan dalam pembuatan SKRIPSI.

2. Putu Indah Sintya Dewi, S.Kep., Ns., M.Si selaku Ketua Program Studi S1

Keperawatan yang memberikan pengarahan dalam pembuatan SKRIPSI.

3. Gede Budi Widiarta, S.Kep., Ns., M.Kep sebagai pembimbing utama yang

telah memberikan bantuan sehingga dapat menyelesaikan SKRIPSI ini tepat

waktu.

4. Drs. Gede Sukayatna, MM sebagai pembimbing pendamping yang telah

memberikan bantuan sehingga dapat menyelesaikan SKRIPSI ini tepat waktu.

5. Direktur RSUD Kabupaten Buleleng, yang telah memberikan ijin untuk

melakukan penelitian.

6. Kepala Ruangan IGD RSUD Kabupaten Buleleng, yang telah memberikan

ijin untuk melakukan penelitian.

ix
7. Seluruh perawat di IGD RSUD Kabupaten Buleleng dan pasien kategori

triage 4 dan 5, selaku obyek dari penelitian ini dan telah berkenan untuk di

teliti.

8. Rekan-rekan Mahasiswa Jurusan S1 Keperawatan tahun angkatan 2012 atas

segala dukungan, saran dan masukannya.

9. Seluruh pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan SKRIPSI ini dan

telah mendoakan demi suksesnya tugas akhir ini.

Penulis menyadari bahwa penyusunan SKRIPSI ini masih jauh dari

sempurna, oleh karena itu penulis membuka diri untuk segala saran dan kritik

yang bersifat membangun. Akhirnya, penulis berharap semoga SKRIPSI ini dapat

menambah wawasan pembaca dan dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan.

Bungkulan, 16 Juli 2016

Penulis

x
ABSTRAK

Putra, Kusuma I Gede. 2016. Hubungan Response Time Perawat Dengan


Tingkat Kepuasan Pasien Triage 4 dan 5 di Instalasi Gawat Darurat RSUD
Kabupaten Buleleng. Skripsi, Program Studi S1 Ilmu Keperawatan, Sekolah
Tinggi Ilmu Kesehatan Buleleng. Pembimbing (1) Gede Budi Widiarta, S.Kep.,
Ns., M.Kep. Pembimbing (2) Drs. Gede Sukayatna, MM.

Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya pasien triage 4 dan 5 yang


menyatakan lama mendapat penanganan dan dibiarkan menunggu sehingga
menyebabkan ketidakpuasan terhadap pelayanan yang didapatkan. Kepuasan
pasien ditentukan oleh pelayanan yang salah satunya response time yang cepat.
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan response time perawat
dengan tingkat kepuasan pasien kategori triage 4 dan 5 di IGD RSUD Kabupaten
Buleleng. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross
sectional. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan lembar
kuesioner dengan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel 102 orang.
Dari hasil penelitian didapatkan response time perawat dalam kategori sedang 3
responden (2,9%), lambat 99 responden (97,1%) dan tingkat kepuasan pasien
dalam kategori sangat tidak puas 3 responden (2,9%), tidak puas 80 responden
(78,4%) dan puas 19 responden (18,6%). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah
response time perawat masih dalam kategori lambat (97,1%) dan tingkat kepuasan
pasien sebagian besar tidak puas (78,4%). Diharapkan bagi tenaga kesehatan
khususnya tenaga dibidang keperawatan, dapat meningkatkan response time untuk
meningkatkan kepuasan pasien.

Kata Kunci : Response Time, Kepuasan Pasien, Triage 4 dan 5

xi
ABSTRACT

Putra, Kusumajaya I Gede. 2016. The Relationship Response Time Nurse With
Patient Satisfaction Triage Categories 4 and 5 in Emergency Instalation in
General Hospital Goverment Buleleng Regency. Final Asigment, Nursing
Science Program , Institute of Health Sciences Buleleng. Advisor (1) Gede Budi
Widiarta, S.Kep., Ns., M.Kep. Advisor (2) Drs. Gede Sukayatna, MM.

This research is motivated for the patient triage 4 and 5 which states have long
been treated and left to wait, so that it caus dissatisfaction with the services given.
Patient’s satisfaction is determined by the services one of them is fast response
time. The purpose of this study is to determine the relationship of response time
nurse with patient satisfaction level triage categories 4 and 5 in Emergency
Instalation in General Hospital Goverment Buleleng. The type of this research is
descriptive correlation with cross sectional approach. Collecting data using
observation sheet and questionnaire with technique of accidental sampling with a
sample of 102 people. From the results, response time of nurses in the medium
category are 3 respondents (2.9%), slow are 99 respondents (97.1%) and the level
of patient satisfaction in the category of very dissatisfied are 3 respondents
(2.9%), are not satisfied the are 80 respondents (78.4%) and satisfied are 19
respondents (18.6%). The conclusion of this study is still in the nurse's response
time is slow category (97.1%) and the level of patient satisfaction is most
disatisfied (78.4%). Expected for health workers, especially workers in the field of
nursing, can improve response time to increase patient satisfaction.

Keywords : Response Time, Patient Satisfaction, Triage 4 and 5

xii
RINGKASAN PENELITIAN

HUBUNGAN RESPONSE TIME PERAWAT DENGAN TINGKAT

KEPUASAN PASIEN KATEGORI TRIAGE 4 DAN 5 DI INSTALASI GAWAT

DARURAT RSUD KABUPATEN BULELENG

Oleh : I Gede Putra Kusumajaya (12060140050)

Kepuasan pasien adalah tanggapan pasien terhadap kesesuaian tingkat

kepentingan atau harapan (ekspektasi) pasien sebelum mereka menerima jasa

pelayanan dengan sesudah menerima jasa pelayanan.

Hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Instalasi Gawat Darurat (IGD)

RSUD Kabupaten Buleleng pada 26 Januari 2016, dari hasil observasi response

time perawat dan wawancara dengan 10 pasien kategori triage 4 dan 5 di ruang

Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kabupaten Buleleng didapatkan bahwa

response time perawat di IGD rata-rata > 5 menit. Wawancara yang dilakukan

pada 10 pasien yang setelah mendapatkan respon dan tindakan dari perawat, 7

pasien mengatakan kurang puas karena lamanya perawat menangani mereka dan 3

pasien mengatakan puas dengan pelayanan yang diberikan perawat.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan response time perawat

dengan tingkat kepuasan pasien kategori triage 4 dan 5 di Instalasi Gawat Darurat

RSUD Kabupaten Buleleng.

xiii
Dari hasil penelitian didapatkan bahwa response time perawat di Instalasi

Gawat Darurat RSUD Kabupaten Buleleng yaitu dari 102 responden 3 responden

(2,9%) dalam kategori sedang, 99 responden (97,1%) dalam kategori lambat dan

tidak ada dalam kategori cepat dan tingkat kepuasan pasien dari 102 responden 3

responden (2,9%) dalam kategori sangat tidak puas, 80 responden (78,4%) dalam

kategori tidak puas, 19 responden (18,6%) dalam kategori puas dan tidak ada

dalam kategori sangat puas. Hasil uji analisis didapatkan nilai p value adalah

0,037 nilai ini menujukkan adanya hubungan yang bermakna antara response time

perawat dengan tingkat kepuasan pasien.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah response time perawat dalam

kategori lambat. Tingkat kepuasan pasien dari 102 responden didapatkan bahwa

hanya sebagian kecil responden puas (2,9%) dan sebagian besar responden tidak

puas (78,4%). Dari uji analisis terdapat hubungan yang bermakna antara response

time perawat dengan tingkat kepuasan pasien. Berdasarkan penelitian ini

diharapkan bagi tenaga kesehatan khususnya tenaga dibidang keperawatan,

diharapkan mampu meningkatkan response time untuk meningkatkan kepuasan

pasien.

xiv
DAFTAR ISI

JUDUL ........................................................................................................ i

SAMPUL DALAM ..................................................................................... ii

HALAMAN PERSETUJUAN .................................................................... iii

HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................... iv

LEMBAR PENGESAHAN ........................................................................ v

MOTTO ...................................................................................................... vi

KATA PERSEMBAHAN ........................................................................... vii

KATA PENGANTAR ................................................................................ ix

ABSTRAK .................................................................................................. xi

ABSTRACT ................................................................................................ xii

RINGKASAN PENELITIAN ..................................................................... xiii

DAFTAR ISI ............................................................................................... xv

DAFTAR GAMBAR .................................................................................. xvii

DAFTAR TABEL ....................................................................................... xix

DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................... xx

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang .......................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah ..................................................................... 4

1.3 Tujuan Penelitian....................................................................... 5

1.3.1 Tujuan Umum ........................................................................ 5

1.3.2 Tujuan Khusus........................................................................ 5

xv
1.4 Manfaat Penelitian..................................................................... 5

1.4.1 Manfaat Teoretis .................................................................... 5

1.4.2 Manfaat Praktis ...................................................................... 6

1.5 Keaslian Penelitian .................................................................... 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kepuasan Pasien ........................................................................ 9

2.1.1 Pengertian Kepuasan .............................................................. 9

2.1.2 Kepuasan Pasien .................................................................... 9

2.1.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepuasan........................ 10

2.1.4 Indeks Kepuasan .................................................................... 11

2.1.5 Dimensi Kepuasan .................................................................. 12

2.1.6 Pengukuran Tingkat Kepuasan ............................................... 14

2.2 Response Time ......................................................................... 15

2.2.1 Pengertian Response Time .................................................... 15

2.2.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Response Time .............. 15

2.2.3 Response Time Berdasarkan Waktu Tunggu Triage .............. 16

2.3 Triage ....................................................................................... 16

2.3.1 Pengertian Triage ................................................................... 16

2.3.2 Tujuan Triage ......................................................................... 18

2.3.3 Prinsip Triage ........................................................................ 18

2.3.4 Klasifikasi Triage .................................................................. 19

2.3.5 Kategori Triage ...................................................................... 20

2.4 Hubungan Response Time dengan Tingkat Kepuasan .............. 26

xvi
BAB III KERANGKA KONSEP

3.1 Kerangka Konsep ...................................................................... 27

3.2 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel ............ 28

3.3 Hipotesis .................................................................................... 31

BAB IV METODE PENELITIAN

4.1 Jenis Penelitian .......................................................................... 32

4.2 Kerangka Kerja ......................................................................... 33

4.3 Tempat dan Waktu Penelitian ................................................... 33

4.4 Populasi, Sampel dan Teknik Sampling Penelitian ................... 34

4.5 Jenis dan Cara Pengumpulan Data ............................................ 36

4.6 Pengolahan dan Analisis Data .................................................. 39

4.7 Etika Penelitian ......................................................................... 42

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1 Hasil Penelitian ......................................................................... 44

5.2 Pembahasan ............................................................................... 49

5.3 Keterbatasan .............................................................................. 56

BAB VI PENUTUP

6.1 Kesimpulan................................................................................ 57

6.2 Saran .......................................................................................... 57

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

xvii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Kerangka Konsep Penelitian ................................................... 28

Gambar 4.1 Skema Penelitoian Deskriptif Korelasional ............................ 32

Gambar 4.2 Kerangka Kerja Penelitian ...................................................... 33

xviii
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Triage Australia dan Skala Akuitasnya ....................................... 22

Tabel 2.2 Triage Kanada dan Skala Akuitasnya ......................................... 24

Tabel 2.3 Triage Manchester dan Skala Akuitasnya ................................... 25

Tabel 3.1 Definisi Operasional Variabel ..................................................... 30

Tabel 5.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Umur .............................. 45

Tabel 5.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ................ 45

Tabel 5.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan ..................... 46

Tabel 5.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan ....................... 46

Tabel 5.5 Analisa Data Response Time Perawat ......................................... 47

Tabel 5.6 Analisa Data Tingkat Kepuasan Pasien ...................................... 47

Tabel 5.7 Analisa Hubungan Response Time Dengan Tingkat Kepuasan .. 48

xix
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Jadwal Penelitian

Lampiran 2 : Pernyataan Keaslian Tulisan

Lampiran 3 : Surat Pernyataan Kesediaan Pembimbing

Lampiran 4 : Surat Studi Pendahuluan

Lampiran 5 : Surat Ijin Penelitian

Lampiran 6 : Pengantar Kuesioner

Lampiran 7 : Surat Persetujuan Responden

Lampiran 8 : Lembar Kuesioner dan Observasi

Lampiran 9 : Kisi-Kisi Kuesioner

Lampiran 10 : Lembar Konsul

Lampiran 11 : Anggaran Biaya Penelitian

Lampiran 12 : Master Tabel

Lampiran 13 : Output Analisis Data

xx
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pelayanan gawat darurat merupakan salah satu komponen pelayanan di rumah

sakit yang dilaksanakan di instalasi gawat darurat. Tugas instalasi gawat darurat

(IGD) adalah menyelenggarakan pelayanan asuhan medis dan asuhan

keperawatan serta pelayanan pembedahan darurat bagi pasien yang datang dengan

gawat darurat medis. Sebagai unit pelayanan yang menanggulangi penderita

gawat darurat, komponen pelayanan di IGD harus memenuhi pelayanan

masyarakat dalam penanggulangan penderita gawat darurat dan dikelola

sedemikian rupa sehingga terjalin kerjasama yang harmonis dengan unit-unit dan

instalasi-instalasi lain dalam rumah sakit (Depkes RI, 2006).

Salah satu tujuan dalam pelayanan di rumah sakit adalah kepuasan pelanggan,

baik itu pasien maupun keluarga. Berdasarkan hasil penelitian dari Tomsal Siboro

(2013) kepuasan pasien ditentukan oleh keseluruhan pelayanan yaitu pelayanan

pendaftaran pasien, dokter, perawat, obat-obatan, sarana dan prasarana serta

lingkungan fisik rumah sakit. Sriyono dalam Tomsal Siboro (2013) menjelaskan

bahwa salah satu faktor yang dapat menyebabkan ketidakpuasan pasien adalah

pelayanan yang diberikan oleh perawat di instalasi gawat darurat karena kurang

tanggapnya perawat terhadap kondisi pasien.

1
2

Pelayanan pasien gawat darurat adalah pelayanan yang memerlukan

pertolongan segera yaitu cepat, tepat dan cermat untuk mencegah kematian dan

kecacatan, atau pelayanan pasien gawat darurat memegang peranan yang sangat

penting (Time saving is life saving) seluruh tindakan yang dilakukan pada saat

kondisi gawat darurat harus benar-benar efektif dan efisien, hal ini mengingatkan

bahwa pasien dapat kehilangan nyawa hanya dalam hitungan menit saja karena

waktu adalah nyawa (Sutawijaya, 2009). Standar IGD sesuai Keputusan Menteri

Kesehatan (2009) bahwa indikator waktu tanggap di IGD adalah harus ≤ 5 menit,

waktu tanggap dari perawat pada penanganan pasien gawat darurat yang

memanjang dapat menurunkan usaha penyelamatan pasien.

Menurut Wilde (2009) telah membuktikan secara jelas tentang pentingnya

waktu tanggap (response time) bahkan pada pasien selain penderita penyakit

jantung. Mekanisme response time, disamping menentukan keluasan rusaknya

organ-organ dalam, juga dapat mengurangi beban pembiayaan, kecepatan dan

ketepatan pertolongan yang diberikan pada pasien yang datang ke instalasi gawat

darurat memerlukan standar sesuai dengan kompetensi dan kemampuannya

sehingga dapat menyambung suatu penanganan gawat darurat dengan response

time yang cepat dan penanganan yang tepat. Hal ini dapat dicapai dengan

meningkatkan sarana, prasarana, sumber daya manusia dan manajemen IGD

rumah sakit sesuai standar (Kepmenkes, 2009). Pelayanan dalam kegawat

daruratan memerlukan penanganan secara terpadu dari multidisiplin dan multi

profesi termasuk pelayanan keperawatan yang merupakan bagian integral


3

mengutamakan akses pelayanan kesehatan bagi korban dengan tujuan mencegah

dan mengurangi angka kesakitan, kematian dan kecacatan (Suhartati et al, 2011)

Triage adalah suatu proses tindakan pengelompokkan penderita berdasarkan

pada beratnya cedera yang diprioritaskan ada tidaknya gangguan pada airway,

breathing dan circulation dengan mempertimbangkan sarana, sumber daya

manusia dan probabilitas hidup penderita (Kartikawati, 2012). Adapun jenis-jenis

triage antara lain triage dua tingkat, triage tiga tingkat, triage empat tingkat,

triage lima tingkat, skala triage Australia, skala triage Kanada dan skala triage

Manchester (Kartikawati, 2012). IGD Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten

Buleleng yang sekarang ini sudah menggunakan skala triage Australia dimana

pasien dibedakan dalam 5 (lima) kategori yaitu 1 (satu) sangat mengancam hidup,

2 (dua) sedikit mengancam hidup, 3 (tiga) berisiko mengancam hidup, 4 (empat)

darurat dan 5 (lima) biasa.

Berdasarkan hasil penelitian Purba, dkk (2015). Menunjukkan bahwa

Response Time perawat yang cepat (≤ 5 menit) dan yang lambat (>5 menit) sama,

masing-masing berjumlah 15 orang (50%), menggambarkan bahwa response time

di IGD RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado masih belum 100% memilki

response time ≤5 menit. Hasil kepuasan keluarga menunjukkan kurang puas

berjumlah 6 orang (20%) dan yang puas berjumlah 24 orang (80%), dan terdapat

hubungan yang signifikan (p value = 0.017) antara response time dengan

kepuasan keluarga pasien.

Berbeda dengan penelitian Tumbuan, dkk (2015). Menunjukkan bahwa dari

77 responden, ada 33 responden (42,9%) yang mendapatkan response time yang


4

tepat ≤ 5 menit dari perawat dan 44 responden (57,1%) yang mendapatkan

response time yang tidak tepat > 5 menit dari perawat, sedangkan hasil penelitian

kecemasan pasien menunjukkan bahwa ada 17 responden (22,1%) dengan tingkat

kecemasan ringan, 19 responden (24,7%) dengan tingkat kecemasan sedang, 27

responden (35,1%) dengan tingkat kecemasan berat, 14 responsden (18,2%)

dengan tingkat kecemasan panik dan terdapat hubungan yang signifikan (p value

0,001) antara response time perawat dengan tingkat kecemasan pasien.

Hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Instalasi Gawat Darurat (IGD)

RSUD Kabupaten Buleleng pada 26 Januari 2016, dari hasil observasi response

time perawat dan wawancara dengan 10 pasien kategori triage 4 dan 5 di ruang

Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kabupaten Buleleng didapatkan bahwa

response time perawat di IGD rata-rata > 5 menit. Wawancara yang dilakukan

pada 10 pasien yang setelah mendapatkan respon dan tindakan dari perawat, 7

pasien mengatakan kurang puas karena lamanya perawat menangani mereka dan 3

pasien mengatakan puas dengan pelayanan yang diberikan perawat.

Berdasarkan permasalahan diatas, peneliti tertarik meneliti hubungan

response time perawat dengan tingkat kepuasan pasien kategori triage 4 dan 5 di

Instalasi Gawat Darurat RSUD Kabupaten Buleleng, sehingga nantinya pasien

merasa puas dengan waktu tanggap yang diberikan perawat.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, rumusan masalah dalam penelitian ini

adalah “Bagaimanakah Hubungan Response Time Perawat dengan Tingkat


5

Kepuasan Pasien Kategori Triage 4 dan 5 di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD

Kabupaten Buleleng”

1.3 Tujuan Penelitian

1.3.1 Tujuan Umum

Berdasarkan dari rumusan masalah di atas adapun tujuan umum dari

penelitian ini yaitu untuk mengetahui Hubungan Response Time Perawat dengan

Tingkat Kepuasan Pasien Kategori Triage 4 dan 5 di Instalasi Gawat Darurat

(IGD) RSUD Kabupaten Buleleng.

1.3.1 Tujuan Khusus

Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan umum di atas adapun tujuan

khusus yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut

1) Mengidentifikasi response time perawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD)

RSUD Kabupaten Buleleng.

2) Mengidentifikasi tingkat kepuasan pasien kategori triage 4 dan 5 di Instalasi

Gawat Darurat (IGD) RSUD Kabupaten Buleleng.

3) Menganalisis hubungan response time perawat dengan tingkat kepuasan

pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kabupaten Buleleng.

1.4 Manfaat

1.4.1 Manfaat Teoritis

Secara teoritis adapun manfaat dari penelitian ini adalah untuk

perkembangan ilmu pengetahuan dalam keperawatan gawat darurat khususnya


6

tentang response time dengan tingkat kepuasan pasien, sehingga perawat dapat

meningkatkan response time untuk pasien triage 4 dan 5.

1.4.2 Manfaat Praktis

Secara praktis adapun manfaat dari penelitian ini adalah

1.4.2.1 Bagi Institusi

Sebagai masukan dan informasi perkembangan ilmu pengetahuan untuk

penelitian selanjutnya.

1.4.2.2 Bagi Tempat Penelitian

Sebagai acuan dan bahan dalam memberikan pelayanan sehingga pasien

merasa puas menerima pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD

Kabupaten Buleleng.

1.4.2.3 Bagi Peneliti

Selanjutnya hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dalam

memberikan gambaran maupun informasi bagi peneliti selanjutnya.

1.5 Keaslian Penelitian

Berdasarkan penelitian Purba, dkk (2015) berjudul “ Hubungan Response

Time Dengan Kepuasan Keluarga Pasien Gawat Darurat Pada Triase Merah Di

IGD RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Manado”. Penelitian ini adalah penelitian

kuantitatif, populasi dalam penelitian ini diambil dari jumlah kunjungan pasien

triase merah ke ruang IGD dengan jumlah rata-rata perbulan adalah 30 pasien dan

sampel 30 responden. Desain penelitian ini bersifat survei analitik dengan

pendekatan cross sectional dan tehknik sampling yang digunakan adalah non
7

probability sampling yaitu accidental sampling. Pengambilan data menggunakan

lembar kuisioner dan observasi. Hasil dari penelitian menggunakan uji Chi-

Square didapatkan nilai p value = 0,017, yaitu ada hubungan antara response time

dengan kepuasan keluarga pasien. Penelitian yang saya ambil berjudul “Hubungan

Response Time Perawat Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Katagori Triage 4 dan

5 di IGD RSUD Kabupaten Buleleng” dengan desain penelitian diskriptif korelasi

dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh pasien katagori triage 4 dan

5 yang berkunjung ke IGD dengan sampel 102 responden. Tehnik pengambilan

sampel dengan non probability sampling yaitu accidental sampling dan

pengambilan data menggunakan kuesioner dan observasi di IGD RSUD

Kabupaten Buleleng.

Berdasarkan penelitian Tumbuan, dkk (2015) berjudul “ Hubungan Response

Time Perawat Dengan Tingkat Kecemasan Pasien Kategori Triase Kuning Di IGD

RSU GMIM Kalooran Amurang”. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif,

populasi dalam penelitian ini diambil dari rata-rata jumlah kunjungan pasien triase

kuning per bulan ke ruang IGD yaitu 239 pasien/bulan dengan sampel 77

responden. Desain penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan

cross sectional dan tehknik sampling yang digunakan adalah probability

sampling yaitu purposive sampling. Pengambilan data menggunakan lembar

kuisioner dan observasi. Hasil dari penelitian menggunakan uji Chi-Square

didapatkan nilai p value = 0,001, yaitu ada hubungan yang signifikan antara

response time perawat dengan kecemasan pasien di IGD RSU GMIM Kalooran

Amurang. Penelitian yang saya ambil berjudul “Hubungan Response Time


8

Perawat Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Katagori Triage 4 dan 5 di IGD RSUD

Kabupaten Buleleng” dengan desain penelitian diskriptif korelasi dengan

pendekatan cross sectional. Populasi seluruh pasien katagori triage 4 dan 5 yang

berkunjung ke IGD dengan sampel 102 responden. Tehnik pengambilan sampel

dengan non probability sampling yaitu accidental sampling dan pengambilan data

menggunakan kuesioner dan observasi di IGD RSUD Kabupaten Buleleng.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kepuasan Pasien

2.1.1 Pengertian Kepuasan

Kepuasan pasien adalah tanggapan pasien terhadap kesesuaian tingkat

kepentingan atau harapan (ekspektasi) pasien sebelum mereka menerima jasa

pelayanan dengan sesudah menerima jasa pelayanan (Muninjaya, 2011),

sedangkan menurut Irawan dalam Nursalam(2015) Kepuasan adalah persepsi

terhadap produk atau jasa yang telah memenuhi harapannya. Jadi kepuasan adalah

hasil dari akumulasai konsumen atau pelanggan dalam menggunakan produk atau

jasa. Berdasarkan beberapa pendapat tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa

yang dimaksud dengan kepuasan pasien adalah suatu ungkapan perasaan pasien

terhadap pelayanan yang diterima sesuai dengan pelayanan yang diharapkannya.

2.1.2 Kepuasan Pasien

Pasien adalah makhluk Bio-Psiko-Sosio-Ekonomi-Budaya, artinya dia

memerlukan terpenuhinya kebutuhan, keinginan dan harapan aspek biologis

(kesehatan), aspek psikologis (kepuasan), aspek sosio-ekonomi (papan, sandang,

pangan dan afiliasi sosial) dan aspek budaya. Siapapun yang mengetahui secara

khusus kebutuhan, keinginan ataupun harapan pelanggan atau pasien, maka dialah

yang mempunyai keuntungan berhubungan dengan pelanggan (Nursalam, 2015).

Kepuasan pelanggan terjadi apabila apa yang menjadi kebutuhan, keinginan,

harapan pelanggan dapat anda penuhi, maka pelanggan akan puas. Kepuasan
9
10

pelanggan adalah perasaan senang atau puas bahwa produk atau jasa yang

diterima telah sesuai atau melebihi harapan pelanggan. Kepuasan pasien

merupakan salah satu indikator kualitas pelayanan yang kita berikan dan kepuasan

pasien adalah suatu modal untuk mendapatkan pasien lebih banyak lagi untuk

mendapatkan pasien yang loyal (setia). Pasien yang loyal akan menggunakan lagi

pelayanan kesehatan yang sama bila mereka membutukan lagi. Bahkan telah

diketahui bahwa pasien loyal akan mengajak orang lain untuk menggunakan

fasilitas pelayanan kesehatan yang sama (Nursalam, 2015).

2.1.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepuasan

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien (Moison, Walter

dan White dalam Nooria, 2008) yaitu sebagai berikut:

1) Karakteristik produk, karakteristik produk rumah sakit meliputi penampilan

bangunan rumah sakit, kebersihan dan tipe kelas kamar yang disediakan

beserta kelengkapannya.

2) Harga, semakin mahal harga perawatan maka pasien mempunyai harapan

yang lebih besar.

3) Pelayanan, meliputi pelayanan keramahan petugas rumah sakit, kecepatan

dalam pelayanan dan tanggap terhadap keluhan pasien. Rumah sakit

dianggap baik apabila dalam memberikan pelayanan lebih memperhatikan

kebutuhan pasien maupun orang lain yang berkunjung di rumah sakit.

4) Fasilitas, kelengkapan fasilitas rumah sakit turut menentukan penilaian

kepuasan pasien, misalnya fasilitas kesehatan baik sarana dan prasarana,

tempat parkir, ruang tunggu yang nyaman dan ruang kamar rawat inap.
11

5) Image, yaitu citra, reputasi dan kepedulian perawat terhadap lingkungan

konsumen.

6) Komunikasi, bagaimana keluhan-keluhan dari pasien dengan cepat diterima

oleh perawat.

2.1.4 Indeks Kepuasan

Ada beberapa faktor yang berpengaruh pada kepuasan konsumen. Secara

garis besar dikategorikan dalam 5 kategori yaitu Prodicy Quality, Price

Emotional, Factor, dan Cost of Aquiring (Supriyanto dan Ratna dalam Nursalam,

2015).

1) Product Quality

Bagaimana konsumen akan merasa puas atas produk barang yang

digunakan. Beberapa dimensi yang membentuk kualitas produk barang

adalah performance, reliability,conformance, durability, feature dan lain-

lain.

2) Service Quality

Bagaimana konsumen akan puas dengan jasa yang telah dikonsumsinya.

Dimensi service quality yang lebih dikenal dengan servqual meliputi 5

dimensi yaitu tangible, reliability, assurance, emphaty, responsiveness.

Skala ini dinyatakan dengan skala 1-5. Skala 1 adalah tidak puas dan skala 5

adalah puas. Nilai rerata skala adalah nilai skor (skor=jumlah n pengukuran

dikatakan skala).
12

3) Emotional Factor

Keyakinan dan rasa bangga terhadap produk, jasa yang digunakan

dibandingkan pesaing. Emotional factor diukur dari preceived best score,

artinya persepsi kualitas terbaik dibandingkan pesaingnya.

4) Price

Harga dari produk, jasa yang di ukur dari value (nilai) manfaat

dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan konsumen. Harga adalah

harga pelayanan medis yang harus dibayar.

5) Cost of Aquaring

Biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan barang atau jasa.

2.1.5 Dimensi Kepuasan

Menurut Parasuraman, dkk dalam Lupiyoadi (2009), menyatakan ada lima

dimensi kepuasan yang dikenal dengan SERVQUALmeliputi:

1) Reliability (Keandalan), yaitu kemampuan untuk memberikan pelayanan

yang sesuai dengan janji yang ditawarkan. Menurut Palmer dalam Sari

(2008), item-itemnya meliputi:

a. Petugas mampu menangani masalah pasien dengan tepat.

b. Prosedur Pelayanan yang tidak berbelit-belit.

2) Responsiveness (Daya Tanggap), yaitu respon atau kesigapan petugas dalam

membantu pelanggan, menyampaikan informasi yang jelas dan memberikan

pelayanan yang cepat dan tanggap, yaitu meliputi: kesigapan petugas dalam

melayani pasien, kecepatan petugas dalam penanganan keluhan pasien.

Menurut Palmer dalam Sari (2008), item-itemnya meliputi:


13

a. Petugas menyampaikan informasi yang jelas.

b. Pelayanan yang cepat dan tepat.

3) Assurance (Jaminan), yaitu pengetahuan, kesopansantunan dan kemampuan

para petugas rumah sakit menumbuhkan rasa percaya pada para pasien. Hal

ini meliputi beberapa komponen yaitu komunikasi, kredibilitas, keamanan,

dan sopan santun. Menurut Palmer dalam Sari (2008), item-itemnya

meliputi:

a. Pelayanan yang sopan dan ramah

b. Jaminan keamanan pelayanan dan kepercayan terhadap pelayanan.

c. Keteramipaln petugas dalam bekerja.

4) Tangibles (Bukti Langsung), yaitu kemampuan rumah sakit menunjukkan

eksistensinya kepada pihak-pihak eksternal. Penampilan dan kemampuan

sarana dan prasarana fisik rumah sakit yang dapat diandalkan, keadaan

lingkungan sekitarnya merupakan bukti nyata dari pelayanan yang diberikan

oleh pemberi jasa pelayanan. Hal ini meliputi fasilitas fisik yaitu gedung,

gudang, perlengkapan dan teknologi kesehatan yang digunakan serta

penampilan petugasnya. Menurut Palmer dalam Sari (2008), item-itemnya

meliputi:

a. Petugas selalu menjaga kerapian dan penampilannya.

b. Kebersihan, kerapian dan kenyamanan ruangan dan alat-alat

5) Emphaty (Empati), yaitu memberikan perhatian yang bersifat individual

atau pribadi diberikan kepada para pelanggan dengan berupaya memahami

keinginan pasien. Dimana suatu perusahaan rumah sakit diharapkan


14

memiliki pengetahuan dan pengertian tentang pelanggan secara spesifik,

serta memiliki waktu pengoperasian yang nyaman bagi pasien. Menurut

Palmer dalam Sari (2008), item-itemnya meliputi:

a. Pelayanan yang diberikan tidak memandang pangkat atau status pasien.

b. Petugas perhatian kepada pelanggan.

2.1.6 Pengukuran Tingkat Kepuasan

Pengukuran kepuasan pelanggan merupakan elemen penting dalam

penyediaan pelayanan yang lebih baik, lebih efisien dan lebih efektif. Apabila

pelanggan merasa tidak puas terhadap suatu pelayanan yang disediakan, maka

pelayanan tersebut dapat dipastikan tidak efektif dan efisien. Metode yang sampai

saat ini paling tepat untuk mengukur kepuasan adalah dengan menggunakan

kuesioner (Supranto, 2006). Menurut Nursalam (2015) dan Hidayat (2014) untuk

mengetahui tingkat kepuasan pelanggan dapat diklasifikasikan sebagai berikut.

1) Sangat tidak puas = 1

2) Tidak puas = 2

3) Puas = 3

4) Sangat puas = 4

Cara interpretasi dapat berdasarkan persentase sebagai berikut (Hidayat, 2014).

1) 0 – 25 % = Sangat tidak puas

2) 26 – 50 % = Tidak puas

3) 51 – 75 % = Puas

4) 76 – 100 % = Sangat puas


15

Cara untuk mendapatkan persentase yaitu menggunakan rumus sebagai berikut

(Aspuah, 2011):

Ket:

Sp = Skor perolehan

Sm = Skor maksimal

2.2 Response Time

2.2.1 Pengertian Response Time

Menurut Depkes RI (2006) salah satu indikator mutu pelayanan IGD adalah

waktu tanggap atau yang disebut dengan response time. Menteri Kesehatan pada

tahun (2009) telah menetapkan salah satu prinsip umumnya tentang penanganan

pasien gawat darurat yang harus ditangani paling lama 5 (lima) menit setelah

sampai di IGD, waktu tanggap gawat darurat merupakan gabungan dari waktu

tanggap saat pasien tiba di depan pintu IGD.

2.2.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Response Time

Kecepatan dan ketepatan pertolongan yang diberikan pada pasien yang

datang ke IGD memerlukan standar sesuai dengan kompetensi dan

kemampuannya sehingga dapat menjamin suatu penanganan gawat darurat dengan

response time yang cepat dan penanganan yang tepat. Hal ini dapat dicapai

dengan meningkatkan sarana, prasarana, sumber daya manusia dan manajemen

IGD rumah sakit sesuai standar (Kepmenkes, 2009).


16

2.2.3 Response Time Berdasarkan Waktu Tunggu Triage Australia

Berdasarakan waktu perawatan pasien triage Australia response time

perawat dibagi menjadi lima kategori yaitu sebagai berikut.

1) Kategori 1 (sangat mengancam hidup), response time perawat harus cepat

atau langsung memberikan intervensi kepada pasien.

2) Kategori 2 (sedikit mengancam hidup), response time perawat harus kurang

dari 10 menit.

3) Kategori 3 (berisiko mengancam hidup), response time perawat harus

kurang dari 30 menit.

4) Kategori 4 (darurat), response time perawat harus kurang dari 60 menit.

5) Kategori 5 (biasa), response time perawat harus kurang dari 120 menit.

2.3 Triage

2.3.1 Pengertian Triage

Triage berasal dari bahasa Prancis ‘Trier’ yang artinya membagi atau

mengelompokkan dalam tiga kelompok (Department of Emergency Singapore

General Hospital dalam Kartikawati, 2012). Sistem ini dikembangkan di medan

pertempuran dan digunakan bila terjadi bencana. Di medan pertempuran, triage

digunakan untuk menentukan prioritas penanganan pada korban Perang Dunia I.

Klasifikasi ini digunakan oleh militer perang, untuk mengidentifikasi dan

melakukan penanganan pada tentara korban perang yang mengalami luka ringan

dengan tujuan setelah dilakukan penanganan dapat kembali ke medan perang.


17

Triage mulai digunakan di unit gawat darurat pada tahun 1950 dan tahun

1960. Penggunan triage di unit gawat darurat disebabkan oleh peningkatan jumlah

kunjungan ke unit gawat darurat yang dapat mengarah pada lamanya waktu

tunggu penderita dan keterlambatan di dalam penanganan kasus-kasus kegawatan

(Kartikawati, 2012)

Triage adalah suatu proses penggolongan pasien berdasarkan tipe dan

tingkat kegawatan kondisinya (Zimmermann dan Herr, 2006 dalam Kartikawati,

2012). Triage juga di artikan sebagai suatu tindakan pengelompokkan penderita

berdasarkan pada beratnya cedera yang diprioritaskan ada tidaknya gangguan

pada airway, breathing, dan circulation dengan mempertimbangkan sarana,

sumber daya manusia dan probabilitas hidup manusia (Kartikawati, 2012).

Triagedibedakan menjadi dua yaitu TriagePre-Hospital dan Triage In

Hospital. TriagePre-Hospital yaitu triage yang digunakan pada musibah

massal/bencana dilakukan dengan tujuan bahwa dengan sumber daya yang

minimal dapat menyelamatkan korban sebanyak mungkin. Pada musibah massal,

jumlah korban puluhan atau mungkin ratusan, dimana penolong sangat belum

mencukupi baik sarana maupun penolongnya sehingga dianjurkan menggunakan

teknik START (Simple Triage and Rapid Treatment), sedangkan TriageIn

Hospital pada unit gawat daruratperawat bertanggung jawab dalam menentukan

prioritas perawatan pada pasien. Keakutan dan jumlah pasien, skill perawat,

ketersediaan peralatan dan sumber daya dapat menentukan seting prioritas.


18

2.3.2 Tujuan Triage

Adapun tujuan triage menurut Kartikawati (2012) sebagai berikut.

1) Mengidentifikasi kondisi yang mengancam nyawa.

2) Memprioritaskan pasien menurut kondisi keakutannya.

3) Menempatkan pasien sesuai dengan keakutannya berdasarkan pada

pengkajian yang tepat dan akurat.

4) Menggali data yang lengkap tentang keadaan pasien.

2.3.3 Prinsip Triage

Adapun prinsip triage menurut Kartikawati (2012) sebagai berikut.

1) Triage harus dilakukan dengan segera dan singkat

2) Kemampun untuk menilai dan merespons dengan cepat kemungkinan yang

dapat menyelamatkan pasien dari kondisi sakit atau cedera yang

mengancam nyawa dalam departemen gawat darurat.

3) Pengkajian harus dilakukan secara adekuat dan akurat.

4) Keakuratan dan ketepatan data merupakan kunci dalam proses pengkajian.

5) Keputusan dibuat berdasarkan pengkajian.

6) Keselamatan dan keefektifan perawatan pasien dapat direncanakan jika

terdapat data dan informasi yang akurat dan adekuat.

7) Intervensi yang dilakukan berdasarkan kondisi keakutan pasien.

8) Tanggung jawab yang paling utama dari proses triage yang dilakukan

perawat adalah keakuratan dalam mengkaji pasien dan memberikan

perawatan sesuai dengan prioritas pasien. Hal ini termasuk intervensi

terapeutik dan prosedur diagnostik.


19

9) Tercapainya kepuasan pasien.

a. Perawat triage harus menjalankan triage secara simultan, cepat dan

langsung sesuai keluhan pasien.

b. Menghindari keterlambatan dalam perawatan dalam kondisi yang kritis.

c. Memberikan dukungan emosional pada pasien dan keluarga.

10. Penempatan pasien yang benar pada tempat yang benar saat waktu yang

benar dengan penyedia pelayanan yang benar.

2.3.4 Klasifikasi Triage

Sistem klasifikasi mengidentifikasi tipe pasien yang memerlukan berbagai

level perawatan. Prioritas didasarkan pada pengetahuan, data yang tersedia, dan

situasi terbaru yang ada (Kartikawati, 2012). Huruf atau angka yang sering

digunakan antara lain sebagai berikut.

1) Prioritas 1 atau emergency.

2) Prioritas 2 atau urgent.

3) Prioritas 3 atau nonurgent.

Pasien dapat diklasifikasikan menjadi berikut ini.

1) Korban kritis diberi label merah atau kegawatan yang mengancam nyawa

(prioritas 1). Kriteria pada pengkajian adalah

a. Respirasi >30 x/menit.

b. Tidak ada nadi radialis

c. Tidak sadar/penurunan kesadaran.

Pasien membutuhkan tindakan yang cepat. Keluhan utama adalah

berdasarkan pada ancaman serius terhadap nyawa, tubuh, atau organ,


20

misalnya: serangan jantung, trauma berat, gagal napas, syok dan fraktur

terbuka.

2) Tertunda diberi label kuning atau kegawatan yang tidak mengancam nyawa

dalam waktu dekat (prioritas 2). Kriteria sebagai berikut.

a. Respirasi <30 x/menit.

b. Nadi teraba.

c. Status mental normal.

Pasien membutuhkan tindakan segera, tetapi pasien masih memungkinkan

menunggu beberapa jam jika mampu, misalnya: nyeri abdomen, fraktur

tertutup, dan batu ginjal.

3) Pasien yang masih bisa berjalan atau setelah dilakukan pengkajian, karena

kondisi pasien tidak kritis, maka pasien dapat menunggu diberi label hijau

(prioritas 3), misalnya: konjungtivitis, gangguan pada tenggorokan, kulit

dan sebagainya.

4) Pasien meninggal diberi label hitam atau tidak memerlukan penanganan.

2.3.5 Kategori Triage

2.3.5.1 Triage Dua Tingkat

Dalam sistem triage dua tingkat, pasien dikategorikan sakit atau tidak

sakit. Pasien yang sakit membutuhkan perawatan darurat dengan kondisi yang

membahayakan nyawa, tubuh atau organ. Sementara itu, pasien yang tidak sakit

merupakan pasien yang tidak menunjukkan tanda-tanda serius, bisa menunggu

jika perawatan sedikit tertunda (Kartikawati, 2012).


21

2.3.5.2 Triage Tiga Tingkat

Sistem triage tiga tingkat ini banyak digunakan di Amerika Serikat.

Pengkategorian dapat ditentukan berdasarkan warna (merah, kuning dan hijau)

atau pemberian nomor (kategori 1, 2, 3), tetapi pada dasarnya kategori tersebut

merujuk pada kondisi di bawah ini (Kartikawati, 2012).

2.3.5.2.1 Gawat Darurat

Pasien membutuhakn tindakan yang cepat. Keluhan utama adalah

berdasarkan pada ancaman serius terhadap nyawa, tubuh, atau organ, misalnya:

serangan jantung, trauma berat, gagal napas, syok dan fraktur terbuka

(Kartikawati, 2012).

2.3.5.2.2 Darurat

Pasien membutuhkan tindakan segera, tetapi pasien masih

memungkinkan menunggu beberapa jam jika mampu, misalnya: nyeri abdomen,

fraktur tertutup, dan batu ginjal (Kartikawati, 2012).

2.3.5.2.3 Biasa

Pasien yang masih bisa berjalan atau setelah dilakukan pengkajian,

karena kondisi pasien tidak kritis, maka pasien dapat menunggu diberi label hijau,

misalnya: konjungtivitis, gangguan pada tenggorokan, kulit dan sebagainya

(Kartikawati, 2012)

2.3.5.3 Triage Empat Tingkat

Penggunaan sistem triage empat tingkat ini dilakukan dengan

menambahkan status life threatening (ancaman nyawa) selain status gawat

darurat, darurat, dan biasa (Kartikawati, 2012).


22

2.3.5.4 Triage Lima Tingkat

Berdasarkan kebijakan yang telah disepakati antara American Chollege of

Emergency Physicians (ACEP) dan ENA pada tahun 2003, maka di Amerika

Serikat telah diberlakukan secara nasional penggunaan sistem triage lima tingkat.

ACEP dan ENA meyakini bahwa kualitas pelayanan pasien akan bertambah

dengan menerapkan skala triage terstandar dan proses kategori akuitas. Saat ini,

skala triage lima tingkat banyak digunakan diseluruh UGD rumah sakit di

Amerika Serikat. Pada skala ini ada penambahan level yaitu tingkat 1 yang berarti

gawat darurat tertinggi dan tingkat 5 untuk pasien dengan kondisi yang paling

ringan (Kartikawati, 2012).

2.3.5.5 Skala Triage Australia

Skala triage Australia ini banyak digunakan di UGD rumah sakit di

Australia. Penghitungan waktu dimulai sejak pasien pertama kali tiba di UGD,

pemeriksaan tanda-tanda vital dilakukan jika perawat akan mengambil keputusan

tingkat kedaruratan triage. Selain itu, proses triage meliputi pemeriksaan kondisi

kegawat daruratan pasien secara menyeluruh (Kartikawati, 2012).


23

Tabel 2.1Triage Australia dan skala akuitasnya.

Tingkat Waktu Perawatan Presentase Tindakan

Sangat mengancam hidup Langsung 100

Sedikit mengancam hidup 10 menit 80

Berisiko mengancam hidup 30 menit 75

Darurat 60 menit 70

Biasa 120 menit 70

Keuntungan menggunakan skala triage Australia yaitu memberikan

penilaian tepat waktu untuk semua pasien yang datang ke IGD berdasarkan

kriteria klinis, praktis digunakan karena membedakan katagori pada pasien gawat

darurat, pengalokasian kode triage memerlukan waktu tidak lebih dari lima menit

(Panduan TriageIGD RS Indera Provinsi Bali).

2.3.5.5.1 Gambaran Klinis Pasien Triage Australia

Gambaran klinis pasien-pasien pada triageAustralia menurut Western

Australian Centre for Evidence Informed Healthcare Practice Curtin University

(2011) sebagai berikut.

1) Kategori 1 : Pasien dengan henti jantung, henti napas, resiko segera ke

saluran napas, pernapasan <10x/menit, GCS <9, kejang berkepanjangan.

2) Kategori 2 : Pasien dengan gangguan pernapasan berat, stridor parah,

perfusi berkurang, HR <50 atau >150 (dewasa), hipotensi dengan efek


24

hemodinamik, kehilangan banyak darah, nyeri dada seperti serangan

jantung, nyeri sangat berat, penurunan kesadaran, GCS <13, disfasia,

deman dengan tanda-tanda kelesuan, multi trauma besar (patah tulang

besar, amputasi).

3) Kategori 3 : Pasien dengan hypertension berat, kehilangan darah cukup

banyak, sesak napas cukup berat, kejang, muntah terus menerus, dehidrasi,

cedera kepala, nyeri dada yang berat tidak di jantung, nyeri perut, cedera

ektrimitas sedang, luka robek.

4) Kategori 4 : Pasien dengan perdarahan sedang, cedera dada tanpa nyeri

tulang rusuk atau distress pernapasan, kesulitan menelan, cedera kepala

ringan, tidak ada kehilangan kesadaran, nyeri sedang, muntah atau diare

tanpa dehidrasi, radang mata atau ada benda asing, pergelangan kaki

terkilir, fraktur tertutup, bengkak, sakit perut non spesifik.

5) Kategori 5 : Pasien dengan hanya nyeri minimal, riwayat berisiko

rendah, gejala minor penyakit stabil yang ada, gejala minor kondisi

berisiko rendah, luka ringan, lecet-lecet kecil, laserasi (tidak memerlukan

jahitan).

2.3.5.6 Skala Triage Kanada

Sekelompok dokter dan perawat di Kanada mengembangkan skala akuitas

dan triage lima tingkat. Setiap tingkst triage mewakili beberapa keluhan dari

pasien. Pada triage tingkat 1, contoh kasusnya yaitu serangan jantung, trauma

berat, gagal napas akut dan lain-lain. Sementara itu triage tingkat 5, contohnya

pasien terkilir, luka ringan dan sebagainya. Triage yang dilakukan oleh perawat
25

harus berdasarkan ilmu dan pengalaman tentang proses pemilahan pasien

berdasarkan tingkat kedaruratannya (Kartikawati, 2012).

Tabel 2.2 Triage Kanada dan skala akuitasnya.

Tingkat Waktu untuk Waktu untuk dokter Respons

perawat langsung

Resusitasi Langsung Langsung 98%

Gawat Darurat Langsung <15 menit 95%

Darurat <30 menit < 30 menit 90%

Biasa <60 menit < 60 menit 85%

Tidak Gawat <120 menit < 120 menit 80%

2.3.5.7 Skala Triage Manchester

Skala ini dikembangkan di Inggris oleh kelompok perawat dan dokter

gawat darurat. Setiap tingkatan pada triage ini diberi nama, nomor dan warna

sebagai pedoman perawat dalam memberikan perawatan kepada pasien. Perawat

menanyakan tanda dan gejala kepada pasien dan jawaban iya dari pasien

menunjukkan tingkat kedaruratan pasien (Kartikawati, 2012).


26

Tabel 2.3 Triage Manchester dan skala akuitasnya.

Nama Warna Waktu

Langsung Merah 0 menit

Gawat darurat Orange 10 menit

Darurat Kuning 60 menit

Standar Hijau 120 menit

Biasa Biru 240 Menit

Keuntungan menggunakan skala triage Manchester yaitu skala ini

membutuhkan dokumentasi standar, pendekatan diyakini menghemat waktu yang

diperlukan untuk dokumentasi, pendekatan ini sangat bermanfaat bagi perawat

pemula karena proses pengambilan keputusan dengan parameter yang sudah

ditetapkan. Kelemahan skala triage ini membutuhkan sistem komputerisasi yang

canggih (Panduan TriageIGD RS Indera Provinsi Bali).

2.4 Hubungan Response Time Perawat dengan Tingkat Kepuasan Pasien

Kategori Triage 4 dan 5 di Instalasi Gawat Darurat

Suatu rumah sakit disebut memiliki pelayanan paripurna salah satunya adalah

harus memiliki pelayanan gawat darurat. Pelayanan gawat darurat merupakan

pelayanan yang diberikan selama 24 jam yang memiliki perawat dengan

kompetensi khusus dibidang kegawatdaruratan (Permenkes, 2014). Dari segi


27

manajemen bisnis Instalasi Gawat Darurat (IGD) sangat penting memberikan

pelayanan yang maksimal. Setiap pasien yang masuk ruang rawat inap hampir

75% akan melewati IGD sebelum masuk ruang rawat inap. Ini artinya respon

terhadap kualitas rumah sakit pertama kalidirasakan oleh pasien adalah di IGD.

Salah satu indikator kualitas pelayanan yang penting diperhatikan di IGD

adalah waktu tanggap (response time) perawat. Dalam pelayanan gawat darurat

diperlukan response time dengan memberikan pelayanan yang cepat dan tepat

kepada pasien, baik dari pemberian pelayanan kegawatdaruratan maupun dalam

penyampaian informasi yang jelas. Membiarkan konsumen menunggu tanpa ada

alasan yang jelas menyebabkan persepsi negatif dalam kualitas pelayanan(Depkes

RI, 2006). Menurut Nursalam (2015) kepuasan muncul dari kesan pertama masuk

pasien terhadap pelayanan yang diberikan perawat, seperti pelayanan yang cepat

dan tanggap.

Hal ini didukung oleh penelitian Anjaryani (2009) yang menemukan dengan

memberikan pelayanan maksimal akan mempengaruhi peningkatan kepuasan

pasien. Penelitian yang berbeda dilakukan Wilde (2009) waktu tanggap cepat

sangat dibutuhkan pada pasien di IGD, waktu tanggap maksimal yang dapat

mengurangi angka kematian baik kasus medik maupun surgical. Penelitian yang

dilakukan Widodo, dkk (2015) yang menemukan bahwa response time perawat

yang cepat akan mempengaruhi peningkatan kepuasan pasien. Sama dengan

penelitian Widodo, penelitian yang dilakukan oleh D. Pisu. Hermawan, dkk(2015)

menemukan bahwa semakin cepat response time perawat semakin puas pasien dan

sebaliknya semakin lambat response time perawat semakin tidak puas pasien.
BAB III
KERANGKA KONSEP

3.1 Kerangka Konsep

Kerangka konsep merupakan model konseptual yang berkaitan dengan

bagaimana seseorang peneliti menyusun teori atau menghubungkan secara logis

beberapa faktor yang dianggap penting untuk masalah (Hidayat,2014)

Karangka konseptual adalah suatu hubungan atau kegiatan antara konsep satu

terhadap konsep yang lain dari masalah yang ingin di teliti. Karangka konseptual

akan memberikan gambaran dan mengarahkan asumsi mengenai variabel -

variabel yang akan di teliti (Setiadi, 2013). Karangka ini di dapat dari konsep ilmu

atau teori yang di pakai sebagai landasan penelitian atau ringkasan dari tinjauan

pustaka yang di hubungkan dengan garis sesuai dengan variabel yang akan di

teliti. Sesuai dengan tujuan dan pemikiran peneliti yaitu Hubungan Response

Time Perawat dengan Tingkat Kepuasan Pasien Kategori Triage 4 dan 5 di IGD

RSUD Kabupaten Buleleng. Adapun kerangka konseptual dalam penelitian ini

dapat dijelaskan seperti gambar berikut.

28
29

Gambar 3.1 Kerangka Konsep Penelitian Hubungan Response Time Perawat


dengan Tingkat Kepuasan Pasien Kategori Triage 4 dan 5 di IGD
RSUD Kabupaten Buleleng.

Faktor-faktor yang Faktor-faktor yang


mempengaruhi Response mempengaruhi Kepuasan:
Time:
1. Karakteristik produk
1. Sarana 2. Harga
2. Prasarana 3. Pelayanan
3. Sumber daya manusia 4. Fasilitas
4. Manajemen IGD 5. Image
6. Komunikasi

Tingkat Kepuasan pasien

Dimensi Kepuasan:
1. Reliability
Response Time
2. Responsivines
3. Assurance
4. Tangible
5. Emphaty
Ket :

: Variabel yang diteliti

: Tidak diteliti

: Mempengaruhi
30

3.2 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel

3.2.1 Variabel Penelitian

Variabel adalah suatu yang digunakan sebagai ciri, sifat atau ukuran yang

dimiliki atau didapatkan oleh satuan penelitian tentang sesuatu konsep pengertian

tertentu misalnya umur, jenis kelamin, pendidikan, setatus perkawinan, pekerjaan

dan sebagainya (Notoatmodjo, 2012).

Dalam penelitian ini menggunakan variabel independen dan dependen

(Bivariate) yaitu mengenai hubungan response time dengan tingkat kepuasan

pasien kategori triage 4 dan 5 di IGD RSUD Kabupaten Buleleng.

3.2.2 Macam-macam Variabel

Menurut Nursalam (2014), macam-macam variabel dalam penelitian dapat

dibedakan berdasarkan hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya

yakni sebagai berikut.

3.2.2.1 Variabel Independen (Bebas)

Variabel yang mempengaruhi atau nilainya menentukan variabel lain.

Suatu kegiatan stimulus yang dimanipulasi oleh peneliti menciptakan suatu

dampak pada variabel dependen. Dalam penelitian ini variabel bebasnya yaitu

response time perawat.

3.2.2.2 Variabel Dependen (Terikat)

Variabel yang dipengaruhi nilainya ditentukan oleh variabel lain. Variabel

respons akan muncul sebagai akibat dari manipulasi variabel-variabel lain. Dalam

penelitian ini variabel terikatnya yaitu tingkat kepuasan pasien.


31

Tabel 3.1 Definisi Operasional VariabelHubungan Response TimePerawat


Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Triage Tingkat 4 dan 5 di IGD
RSUDKabupaten Buleleng Tahun 2016.
No Variabel Definisi Parameter Alat Ukur Skala Skor
Operasional

11 Variabel Waktu Response time Observasi Ordinal 1. ≤5:


bebas : tanggap yang perawat akan (Arloji/Stop Cepat
Response dinilai dari di berikan watch) 2. 6-10:
time respon time nilai sesuai Sedang
perawat atau waktu yang 3. >10:
kecepatan perawat Lambat
pelayanan gunakan untuk
keperawatan menangani
di IGD pada pasien ketika
saat pasien pasien baru
baru datang masuk pintu
sampai IGD sampai
mendapatkan pasien
penanganan. mendapatkan
penanganan.

22 Variabel Suatu Kepuasan Kuesioner Ordinal 1. Sangat


terikat : ungkapan pasien tidak
Tingkat perasaan terhadap puas: 0-
kepuasan pasien response time 25%
pasien terhadap perawat akan 2. Tidak
pelayanan di ukur dengan puas: 26-
yang diterima kuesioner dan 50%
sesuai dengan skor yang 3. Puas:
pelayanan didapat lalu 51-75%
yang dicari 4. Sangat
diharapkan persentasenya. puas: 76-
dan diukur 100%
menggunakan
kuesioner
kepuasan.
32

3.3 Hipotesis

Hipotesis merupakan suatu dugaan sementara atas rumusan masalah

penelitian yang akan dicari jawabannya dalam penelitian. Hipotesis berfungsi

untuk menentukan kearah pembuktian, artinya hipotesis ini merupakan pernyataan

yang harus dibuktikan (Notoatmodjo, 2012).

3.2.3 Jenis jenis Hipotesis

3.2.3.1 Hipotesis Nol (H0)

Hipotesis nol merupakan hipotesis yang digunakan untuk pengukuran

statistik dan interpretasi hasil statistik. Hipotesis nol dapat sederhana atau

kompleks dan bersifat sebab atau akibat.

H0 : Tidak ada hubungan response time perawat dengan tingkat kepuasan

pasien katagori triage 4 dan 5 di IGD RSUD Kabupaten Buleleng.

3.2.3.2 Hipotesis Alternatif (Ha/H1)

Hipotesis alternatif adalah hipotesis penelitian. Hipotesis ini menyatakan

adanya suatu hubungan, pengaruh dan perbedaan antara dua atau lebih variabel.

Ha/H1 : Ada hubungan response timeperawat dengan tingkat kepuasan

pasien katagori triage 4 dan 5 di IGD RSUD Kabupaten Buleleng.


BAB IV
METODE PENELITIAN

4.1 Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan teknik deskriptif korelasional yaitu mengkaji

hubungan antara variabel. Pendekatan yang digunakan adalah cross sectional

yaitu suatu penelitian menekankan waktu pengukuran/observasi data variabel

independen dan dependen diamati hanya satu kali pada satu saat (Nursalam,

2014), dalam hal ini adalah hubungan response time perawat dengan tingkat

kepuasan pasien katagori triage 4 dan 5 di IGD RSUD Kabupaten Buleleng.

Desain penelitian ialah sebagai barikut:

Variabel I Deskripsi
Variabel

Uji Interpretasi
Hubungan makna/arti
Deskripsi
Variabel II
Variabel

Gambar 4.1 Skema penelitian deskriptif korelasional

4.2 Kerangka Kerja

Kerangka kerja adalah Langkah-langkah dalam aktivitas ilmiah, yang dimulai

dari penetapan populasi, penentuan sampel dan seterusnya (Nursalam, 2014).

Berdasarkan rumusan masalah, maka kerangka kerja pada penelitian ini adalah

sebagai berikut :

33
34

Populasi
Pasien kategori triage 4 dan 5 di IGD
RSUD Kabupaten Buleleng dengan
jumlah 137 pasien

Inklusi Eksklusi

Sampel
Pasien kategori triage 4 dan 5 di IGD
RSUD Kabupaten Buleleng dengan
jumlah 102 pasien

Tehnik Sampling
Non Probability sampling dengan tehnik accidental
sampling

Instrument Penelitian
(Kuesioner & Observasi )

Analisa data
Menggunakan uji statistik dengan analisa data korelasi bivariat yaitu
uji Spearman Rank, berbantuan sistem komputer

Penyajian Hasil Penelitian

Gambar 4.2 Kerangka Kerja Penelitian Hubungan Response Time Perawat


dengan Tingkat Kepuasan Pasien Katagori Triage 4 dan 5 di IGD
RSUD Kabupaten Buleleng.

4.3 Tempat dan Waktu Penelitian

4.3.1 Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan di IGD RSUD Kabupaten Buleleng.


35

4.3.2 Waktu Penelitian

Waktu penelitian dilaksanakan selama satu bulan pada tanggal 25 April - 25

Mei 2016.

4.4 Populasi, Sampel dan Teknik Sampling

4.4.1 Populasi

Populasi adalah keseluruhan obyek yang diteliti yang mempunyai kuantitas

dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan

kemudian dapat ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2015). Populasi target adalah

sekelompok atau subyek atau data dengan karakteristik klinis dan demografi.

Populasi terjangkau adalah bagian dari populasi target yang dibatasi oleh tempat

dan waktu (Sastroasmoro, 2008). Populasi target adalah seluruh pasien kategori

triage 4 dan 5 di IGD seluruh RS di Provinsi Bali dan sedangkan populasi

terjangkau dalam penelitian ini adalah seluruh pasien kategori triage 4 dan 5 di

IGD RSUD Kabupaten Buleleng yang rata-rata perbulan yaitu 137 pasien

4.4.2 Sampel

Sampel merupakan bagian populasi yang akan diteliti atau sebagian jumlah

dari karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Hidayat, 2014). Sampel terdiri dari

bagian populasi terjangkau yang dapat dipergunakan sebagai subyek penelitian

melalui sampling (Nursalam, 2014). Kriteria sampel meliputi kriteria inklusi dan

kriteria eksklusi, dimana kriteria tersebut menentukan dapat dan tidaknya sampel

tersebut digunakan (Hidayat, 2014).


36

Rumus yang digunakan untuk menetukan besar sampel menggunakan rumus

Slovin (Nursalam, 2014) adalah sebagai berikut:

Keterangan :

n : Jumlah sampel

N : Jumlah populasi

e : Standar eror (5%)

Perhitungan rumus diatas didapatkan hasil akhir 102 responden, agar

karakteristik sampel tidak menyimpang dari populasinya, maka sebelum

pengambilan sampel perlu ditentukan kriteria inklusi dan eksklusi.

4.4.2.1 Kriteria Inklusi

Kriteria inklusi adalah karakteristik umum subjek penlitian dari suatu

populasi target yang terjangkau dan akan diteliti (Nursalam, 2014). Kriteria

inklusi yang akan digunakan dalam penelitian ini meliputi pasien:

1. Bersedia menjadi responden.

2. Pasien dewasa berumur 17-55 tahun.

3. Pasien dengan katagori triage 4 dan 5.


37

4.4.2.2 Kriteria Eksklusi

Kriteria eksklusi adalah menghilangkan/mengeluarkan subjek yang

memenuhi kriteria inklusi dari studi karena berbagai sebab (Nursalam, 2014).

Kriteria eksklusi yang akan digunakan dalam penelitian ini meliputi pasien:

1. Pasien yang tidak bisa membaca dan menulis.

2. Pasien yang tidak bisa melihat.

4.4.3 Teknik Sampling

Teknik Sampling adalah proses menyeleksi porsi dari populasi yang dapat

mewakili populasi yang ada, sehingga jumlah sampel akan mewakili keseluruhan

populasi yang ada (Hidayat, 2014). Teknik pengambilan sampel dengan cara

accidental sampling yaitu cara pengambilan sampel yang dilakukan dengan

kebetulan bertemu (Hidayat, 2014). Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian

ini adalah dengan non probability sampling. Pengambilan sampel dilakukan

dengan cara accidental sampling.

4.5 Jenis dan Cara Pengumpulan Data

4.5.1 Jenis Data

Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data Primer yaitu

data yang dikumpulkan dari para responden dan bukan berasal dari pengumpulan

data yang pernah dilakukan sebelumnya. Data primer didapatkan dari responden

yang diperoleh adalah hasil pengukuran meliputi kepuasan pasien dan observasi

response time perawat.


38

4.5.2 Cara Pengumpulan Data

Pengumpulan data diperoleh dari data primer. Data primer diperoleh dengan

cara mengisi kuesioner oleh responden setelah responden selesai mendapatkan

penanganan oleh perawat dan mengobservasi response time perawat dengan

menggunakan arloji/stop watch ketika responden baru masuk pintu IGD sampai

responden mendapatkan penanganan dari perawat.

4.5.2.1 Alat Pengumpulan Data

Instrumen adalah alat-alat yang akan digunakan untuk mengumpulan data

(Notoadmodjo, 2012). Dalam penelitan ini, alat pengumpulan atau instrument

penelitian yang digunakan adalah kuesioner dengan cara memberikan pertanyaan-

pertanyaan tertutup dan observasi. Pengumpulan data diperoleh secara langsung

dari hasil pengisian kuesioner oleh responden yang lebih dahulu diberikan

pengarahan tentang prosedur penelitian oleh peneliti. Angket atau kuesioner

adalah alat ukur atau kuesioner dengan beberapa pertanyaan. Pembuatan

kuesioner ini mengacu pada parameter yang sudah dibuat peneliti sesuai

penelitian yang akan dilakukan (Hidayat, 2014). Observasi merupakan cara

pengumpulan data dengan mengadakan melakukan pengamatan secara langsung

kepada responden penelitian untuk mencari perubahan atau hal-hal yang akan

diteliti (Hidayat, 2014). Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan yaitu

lembar observasi dan arloji/stopwatch untuk mengukur response time perawat,

serta kuesioner untuk mengukur kepuasan.


39

4.5.2.2 Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan langkah-langkah

sebagai berikut:

1) Permohonan ijin dari pihak jurusan keperawatan untuk melakukan studi

pendahuluan, peneliti meminta ijin kepada RSUD Kabupaten Buleleng.

2) Peneliti mempersiapkan materi dan konsep yang akan mendukung

penelitian.

3) Mengajukan izin pengumpulan data dan penelitian yang ditandatangani

oleh Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Buleleng. Ijin

tersebut ditujukan kepada RSUD Kabupaten Buleleng serta Badan

Kesatuan Bangsa & Politik (Kesbang Pol).

4) Peneliti utama akan dibantu oleh peneliti pendamping yang sebelumnya

sudah dilakukan persamaan persepsi.

5) Peneliti menentukan responden sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi.

Kemudian peneliti memberikan informed consent pada responden untuk

ditandatangani sebagai bukti persetujuan menjadi responden penelitian.

6) Peneliti datang ke IGD lalu diadakan pengisisan kuesioner oleh responden

serta dilakukannya observasi response time perawat dalam menangani

pasien.

7) Menyimpulkan hasil penelitian

4.5.3 Uji Validitas

Alat ukur atau instrumen penelitian yang dapat diterima sesuai standar

adalah alat ukur yang telah melalui uji validitas dan reliabititas data. Uji Validitas
40

adalah suatu indeks yang menunjukkan alat itu benar untuk mengukur apa yang

diukur (Notoatmodjo, 2012).

Setelah semua pertanyaan dinyatakan valid dilakukan uji reliabilitas yaitu

untuk melihat tingkat konsistensi suatu instrument. Berdasarkan hasil uji validitas

pada kuesioner kepuasan yang berjumlah 20 pernyataan dengan sampel 30 orang

dengan berbantuan sistem komputer dan kuesioner disebarkan di ruang IGD

RSUD Kabupaten Buleleng, didapatkan bahwa semua pernyataan valid dan dapat

digunakan, r hitung terendah yaitu 0,341 dan tertinggi yaitu 0,758 dengan r tabel

0,312.

4.5.4 Uji Reliabilitas

Yang dimaksud dengan reliabilitas adalah indeks yang menujukkan sejauh

mana suatu alat ukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan (Sugiyono, 2015).

Berdasarkan hasil uji reliabel pada kuesioner kepuasan dengan jumlah 20

pernyataan dengan sampel 30 orang dengan berbantuan sistem komputer dan

kuesioner disebarkan di ruang IGD RSUD Kabupaten Buleleng, didapatkan

bahwa semua pernyataan sangat reliabel dan dapat digunakan, terendah 0,896 dan

tertinggi 0,907.

4.6 Pengolahan dan Analisa Data

4.6.1 Teknik Pengolahan Data

Menurut Notoatmodjo (2012) setelah data terkumpul dilakukan pengolahan

data melalui beberapa tahapan sebagai berikut :


41

4.6.1.1 Editing

Editing merupakan kegiatan untuk pengecekan dan perbaikan isian

kuesioner tersebut apakah kuesioner sudah diisi lengkap.

4.6.1.2 Coding

Setelah semua data diedit atau disunting, selanjutnya dilakukan

pengkodean atau coding, yakni mengubah data berbentuk kalimat atau huruf

menjadi data angka atau bilangan. Untuk memudahkan dalam pengolahan data,

maka setiap jawaban dari kuesioner yang telah disebutkan diberi kode dengan

karakter masing-masing, untuk memudahkan penginterpretasian hasil penelitian

seperti, Tingkat Pendidikan : (0) Tidak Sekolah ,(1) SD, (2) SMP , (3) SMA,

Tamatan Akademik (4). Jenis kelamin : (0) Laki-laki , (1) Perempuan. Pekerjaan :

Tidak Bekerja (0) ,Buruh (1) , Petani (2), PNS (3), Wiraswasta (4). Response time

perawat: Cepat (1), Sedang (2), Lambat (3). Tingkat kepuasan pasien: Sangat

tidak puas (1), Tidak puas (2), Puas (3), Sangat puas (4).

4.6.1.3 Entering

Yaitu memasukkan data yang telah diperoleh sesuai dengan kode yang

telah ditetapkan ke dalam media pengolahan data. Pengolahan data dilakukan

dengan menggunakan komputer.

4.6.1.4 Cleaning

Cleaning merupakan kegiatan pengecekan kembali data yang sudah di

entry.
42

4.6.1.5 Tabulating

Memasukkan data dari hasil penelitian ke dalam tabel-tabel sesuai criteria

ke dalam program SPSS.

4.6.2 Tehnik Analisa Data

4.6.2.1 Analisa Univariat

Analisa univariat bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan

karakteristik setiap variabel penelitian (Sugiyono, 2015). Anialisa Univariat yaitu

analisa yang digunakan untuk melihat gambaran dari masing-masing variabel dan

menganalisis frekuensi serta persentase dengan dibantu program komputer yang

dapat menghasilkan data persentase. Dalam penelitian ini, uji univariat akan

digunakan untuk menjawab tujuan sebagai berikut:

1) Mengidentifikasi karakteristik demografi responden meliputi jenis

kelamin, pekerjaan dan pendidikan.

2) Mengidentifikasi response time perawat.

3) Mengidentifikasi tingkat kepuasan pasien kategori triage 4 dan 5.

4.6.2.2 Analisa Bivariat

Analisa bivariat bertujuan untuk mencari hubungan antara dua variabel

(Sugiyono, 2015). Sesuai dengan tujuan penelitian untuk mencari hubungan

antara response time perawat dengan tingkat kepuasan pasien kategori triage 4

dan 5 di IGD RSUD Kabupaten Buleleng, untuk uji hubungan antara kedua

variabel adalah dengan tehnik korelasi Spearman Rank dengan dibantu program

komputer.
43

Hasil analisis diambil dengan kesimpulan sebagai berikut:

1) Bila t hitung ≥ t tabel , Ho ditolak berarti ada hubungan yang signifikan antara

response time perawat dengan tingkat kepuasan pasien kategori triage 4 dan 5

di IGD RSUD Kabupaten Buleleng.

2) Bila t hitung ≤ t tabel , Ho diterima berarti tidak ada hubungan antara response

time perawat dengan tingkat kepuasan pasien kategori triage 4 dan 5 di IGD

RSUD Kabupaten Buleleng.

4.7 Etika Penelitian

Etika dalam penelitian merupakan hal yang sangat penting dalam pelaksanaan

sebuah penelitian, mengingat penelitian kebidanan akan berhubungan langsung

dengan manusia, maka segi etika peneliti harus di perhatikan karena manusia

mempunyai hak asasi dalam kegiatan penelitian (Nursalam, 2014). Etika dalam

melakukan penelitian yaitu :

4.7.1 Self Determination

Responden di berikan kebebasan untuk menetukan pilihan apakah bersedia

atau tidak untuk mengikuti kegiatan penelitian, setelah semua informasi yang

berkaitan dengan penelitian di jelaskan dengan menandatangani Informed Consent

yang di berikan.

4.7.2 Informed Consent

Informed Consent merupakan bentuk persetujuan antara peneliti dengan

responden peneliti dengan memberikan lembar persetujuan.Informed Consent di

berikan sebelum peneliti melakukan tujuan agar responden mengerti maksud dan
44

tujuan dari penelitian. Jika responden bersedia, maka mereka menandatangani

lembar persetujuan. Jika responden tidak bersedia, maka peneliti harus

menghormati hak-hak pasien.

4.7.3 Anominity

Untuk menjaga kerahasiaan responden, peneliti tidak akan mencantumkan

nama responden pada lembar alat ukur dan hanya menuliskan kode pada lembar

pengumpilan data atau hasil peneliti yang di sajikan.

4.7.4 Confidentiality

Pada saat penelitian untuk menjamin kerahasiaan dari hasil penelitian baik

informasi maupun masalah-masalah lainnya. Semua responden yang telah di

kumpulkan dijamin kerahasiaannya oleh peneliti, hanya kelompok data tertentu

yang dilaporkan pada hasil penelitian.

4.7.5 Beneficence

Peneliti selalu berupaya agar segala tindakan keperawatan yang di berikan

kepada klien mengandung prinsip kebaikan (promote good). Prinsip berbuat yang

terbaik bagi klien ini tentu saja dalam batas-batas hubungan teraupetik antara

peneliti dan klien.

4.7.6 Justice

Subjek harus diperlakukan adil baik sebelum pemberian perlakuan dan

sesudah keikutsertaannya dalam penelitian tanpa adanya diskriminasi tanpa

membedakan gender, agama dan etnis (Nursalam, 2014).


BAB V

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1 Hasil Penelitian

5.1.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian adalah RSUD Kabupaten Buleleng. RSUD Kabupaten

Buleleng berlokasi di jalan Ngurah Rai No. 30 yang merupakan RS tipe B yang

dimiliki pemerintah Kabupaten Buleleng. RSUD Kabupaten Buleleng memiliki

beberapa ruang unit pelayanan kesehatan diantaranya ruang IGD yang memiliki

ruang perawatan, ruang triase dan ruang tindakan bedah. Jumlah perawat yang ada

di IGD berjumlah 33 orang dengan perawat pendidikan S2 1 orang, S1 10 orang,

D3 19 orang dan D4 2 orang. IGD memiliki jam kerja yang dibagi menjadi 3 shift

yaitu pagi, sore dan malam, yang terdiri dari 1 shift 7 jam kerja dengan 6 perawat

jaga.

5.1.2 Karakteristik Responden

Karakteristik responden dalam penelitian ini yaitu berdasarkan karakteristik

umur yang didistribusikan dengan mancari mean, standar deviasi, minimal dan

maksimal, dan 95%CI, sedangkan jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan yang

kemudian didistribusikan dalam tabel frekuensi dan persentase.

45
46

5.1.2.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Umur

Tabel 5.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Umur

Variabel N Mean S.D Minimal- Maksimal 95% CI


Umur 102 34.97 10.475 18 - 55 32.91 – 37.03

Dari tabel 5.1 dapat dilihat rata-rata umur responden yaitu 34.97 tahun

(95% CI: 32.91 – 37.03) dengan standar deviasi 10.475. Umur terendah 18 tahun

dan tertinggi 55 tahun. Dari estimasi interval disimpulkan bahwa 95% diyakini

bahwa rata-rata umur responden di IGD yaitu diantara 32.91 tahun sampai dengan

37.03 tahun.

5.1.2.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Tabel 5.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Frekuensi Persentase (%)


Laki-laki 56 54,9
Perempuan 46 45,1
Total 102 100

Dari tabel 5.2. dapat dilihat karakteristik responden berdasarkan jenis

kelamin. Data ini menunjukkan bahwa paling banyak yang menjadi responden

yaitu berjenis kelamin laki-laki dengan jumlah 56 orang (54,9%).


47

5.1.2.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Pedidikan

Tabel 5.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir

Pendidikan Terakhir Frekuensi Persentase (%)


Tidak Sekolah - -
SD 51 50,0
SMP 25 24,5
SMA 21 20,6
Tamatan Akademik 5 4,9
Total 102 100

Dari tabel 5.3 dapat dilihat karakteristik responden berdasarkan pendidikan

terakhir. Data ini menunjukkan bahwa paling banyak yang menjadi responden

yaitu responden yang berpendidikan terakhir SD dengan jumlah 51 orang

(50,0%).

5.1.2.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan

Tabel 5.4 Karakteristik Responden Berdasarkan pekerjaan

Pekerjaan Frekuensi Persentase (%)


Tidak Bekerja 12 11,8
Buruh 19 18,6
Petani 35 34,3
PNS 2 2,0
Wiraswasta 34 33,3
Total 32 100

Dari tabel 5.4 diatas karakteristik responden berdasarkan pekerjaan. Data

ini menujukkan bahwa yang paling banyak menjadi responden yaitu responden

yang memiliki pekerjaan sabagai petani dengan jumlah 35 orang (34,3%).


48

5.1.3 Analisa Data

5.1.3.1 Mengidentifikasi Response Time Perawat

Tabel 5.5 Response Time Perawat

Response Time Perawat Frekuensi Persentase (%)


Cepat - -
Sedang 3 2,9
Lambat 99 97,1
Total 102 100

Berdasarkan tabel 5.5 diatas response time perawat dari 102 responden.

Data ini menujukkan bahwa lebih dominan responden yang mendapatkan

response time perawat kategori lambat berjumlah 99 responden (97,1%).

5.1.3.2 Mengidentifikasi Tingkat Kepuasan Pasien

Tabel 5.6 Tingkat Kepuasan Pasien

Tingkat Kepuasan Pasien Frekuensi Persentase (%)


Sangat tidak puas 3 2,9
Tidak puas 80 78,4
Puas 19 18,6
Sangat puas - -
Total 102 100

Berdasarkan tabel 5.6 dapat dilihat tingkat kepuasan pasien dari 102

responden. Data ini menujukkan lebih dominan pasien tidak puas dengan jumlah

80 orang (78,4%).
49

5.1.3.3 Menganalisis Hubungan Response Time Perawat Dengan Tingkat

Kepuasan Pasien Triage 4 dan 5 di IGD RSUD Kabupaten Buleleng

Tabel 5.7 Analisis Hubungan Response Time Perawat Dengan Tingkat


Kepuasan Pasien Triage 4 dan 5 di IGD RSUD Kabupaten
Buleleng

Tingkat Kepuasan Total


Respons Sangat Tidak Puas Sangat
e Time tidak puas puas P value Rho
Perawat puas
N % N % N % N % N %
Cepat - - - - - - - - - -
Sedang - - 1 1 2 2 - - 3 2,9 0,037 -0,207
Lambat 3 2,9 79 77,5 17 16,7 - - 99 97,1
Total 3 2,9 80 78,4 19 18,6 - - 102 100

Dari tabel 5.8 diatas menggambarkan hubungan response time perawat

dengan tingkat kepuasan pasien yaitu yang response time sedang dengan

responden yang tidak puas berjumlah 1 responden (1%), dengan responden puas

berjumlah 2 responden (2%) dan tidak ada responden yang sangat puas. Response

time lambat dengan responden yang sangat tidak puas berjumlah 3 responden

(2,9%), dengan responden yang tidak puas berjumlah 79 responden (77,5%),

dengan responden yang puas berjumlah 17 responden (16,7%) dan tidak ada

responden yang merasa sangat puas.

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa nilai koefisien korelasi adalah -

0,207 yang menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara response time

perawat dengan tingkat kepuasan pasien dengan signifikasi (p) adalah 0,037. Hasil

tersebut menunjukkan bahwa (p) = 0,037<0,05 yang berarti hipotesis penelitian

yang berbunyi ada hubungan antara response time perawat dengan tingkat

kepuasan pasien triage 4 dan 5 di ruang IGD RSUD Kabupaten Buleleng


50

diterima. Selain itu berarti nilai H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat

disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara response time perawat

dengan tingkat kepuasan pasien.

Berdasarkan data yang telah disampaikan, maka berikut ini akan di bahas

tentang Hubungan Response Time Perawat Dengan Tingkat Kepuasan Pasien

Triage 4 dan 5 di Instalasi Gawat Darurat RSUD Kabupaten Buleleng.

Dari hasil uji menggunakan uji korelasi Spearman Rank adalah 0,037 nilai

ini lebih kecil dari level of significance (α) sebesar 0,05 hal ini menunjukkan

bahwa ada Hubungan Response Time Perawat Dengan Tingkat Kepuasan Pasien

Triage 4 dan 5 di Instalasi Gawat Darurat RSUD Kabupaten Buleleng.

5.2 Pembahasan Hasil Penelitian

5.2.1 Response Time Perawat

Sesuai dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui response time

perawat di IGD, maka berikut akan dilakukan pembahasan hasil penelitian

mengenai response time perawat di IGD tersebut.

Dari hasil penelitian didapatkan bahwa dari 102 responden yang

mendapatkan response time lambat berjumlah 99 responden (97,1%). Ini

menyatakan bahwa response time perawat di IGD RSUD Kabupaten Buleleng

masih lambat. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Tumbuan

(2015) yang menyatakan bahwa dari 77 responden 44 orang (57,1%) mendapatkan

response time yang lambat dari perawat ini menujukkan response time perawat di

IGD masih lambat, keadaan ini menujukkan belum terpenuhinya standar IGD
51

sesuai Kepmenkes (2009) tentang indikator response time di IGD, berbeda dengan

hasil penelitian yang dilakukan oleh Widodo (2015) yang menyatakan bahwa dari

95 responden 88 orang (92,6%) mendapatkan response time yang cepat dari

perawat, ini menujukkan response time perawat di IGD cepat, karena RS Panti

Waluyo dalam meningkatkan mutu pelayanan di IGD mencanangkan standar

pelayanan minimal di IGD berupa response time < 3 menit pada tahun 2015,

namun berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Tumbuan (2015) dan

Widodo (2015) hasil penelitian yang dilakukan oleh Purba (2015) yang

menyatakan bahwa rewsponse time perawat yang cepat (≤ 5 menit) dan yang

lambat (> 5 menit) sama, masing-masing berjumlah 15 orang (50%),

menggambarkan bahwa response time perawat di IGd RSUP Prof. DR. R. D.

Kandou Manado masih belum 100% memiliki response time cepat.

Menurut Depkes RI (2006) salah satu indikator mutu pelayanan IGD adalah

waktu tanggap atau yang disebut dengan response time. Menteri Kesehatan pada

tahun (2009) telah menetapkan salah satu prinsip umumnya tentang penanganan

pasien yang harus ditangani paling lama 5 (lima) menit setelah sampai di IGD,

waktu tanggap gawat darurat merupakan waktu tanggap saat pasien tiba di depan

pintu IGD. Dalam mencapai hal tersebut, dilakukan program yaitu memenuhi

kebutuhan ketenagaan di IGD, memenuhi sarana dan prasarana dan membangun

sistem manajemen IGD yang baik (Kepmenkes, 2009).

Menurut peneliti response time perawat masih lambat, dikarenakan

beberapa faktor yang dapat mempengaruhi response time seperti jumlah

kunjungan pasien, ketersediaan sarana dan prasarana, serta ketersediaan sumber


52

daya manusia (SDM). Berdasarkan jumlah kunjungan pasien triage 4 dan 5 ke

IGD RSUD Kabupaten Buleleng yaitu rata-rata 137 orang/bulan atau per/hari 5

orang dan jumlah SDM perawat 33 orang. Hal ini didukung oleh penelitian

Widodo (2015) mengemukakan bahwa jumlah kunjungan pasien IGD RS. Panti

Waluyo Surakarta yang jumlah kunjungannya sekitar 54 hari dengan jumlah

perawat 18 orang, maka kebutuhan tenaga perawat sudah cukup dan penempatan

perawat yang sudah terlatih untuk melakukan triage dan pertolongan pertama

dapat menentukan response time perawat.

Ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten mendukung tercapainya

response time yang baik. Hal ini sesuai dengan teori dari American College of

Emergency Physician (2008) dalam Widodo (2015) yang menyatakan bahwa pada

IGD yang mengalami permasalahan jumlah pasien yang ingin mendapatkan

pelayanan, maka menempatkan seorang dokter dan perawat di wilayah triage

dapat mempercepat proses pemulangan pasien.

Ketersediaan sarana dan prasarana selain alat medis yang memadai, untuk

memberikan kesan bahwa pelayanan yang cepat diperlukan jumlah

strecher/tempat tidur pasien yang cukup di IGD. IGD RSUD Kabupaten Buleleng

menyediakan 19 tempat tidur, dengan komposisi 12 bed untuk tindakan, 2 bed

untuk triage, 3 bed untuk tindakan bedah dan 2 bed untuk observasi. Posisi tempat

tidur yang mudah dijangkau, membuat perawat lebih cepat memberikan

pertolongan. Penelitian Nooria (2015) yang menyatakan bahwa keterbatasan

jumlah strecther akan membuat response time perawat menjadi lebih lambat

karena harus mengupayakan fasilitas dengan cara mencari fasilitas alternatif untuk
53

digunakan dalam penanganan pasien baru dan teori Canadian of Association

Physician dalam Widodo (2015) menuliskan bahwa kejadian kurangnnya

stretcher untuk penanganan kasus yang akut berdampak serius terhadap

kedatangan pasien baru yang mungkin saja dalam kedaan yang sangat kritis.

5.2.2 Kepuasan Pasien

Sesuai dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui tingkat kepuasan

pasien di IGD, maka berikut akan dilakukan pembahasan hasil penelitian

mengenai tingkat kepuasan pasien di IGD tersebut.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 102 responden

kategori triage 4 dan 5 di IGD RSUD Kabupaten Buleleng, 80 responden

(78,4%) tidak puas. Ini menujukkan masih banyak responden tidak puas dengan

response time perawat di IGD. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh

Hermawan (2015) yang menyatakan bahwa dari 60 responden 20 orang (33,3%)

menyatakan kurang puas dan 17 orang (28,3%), ini menujukkan bahwa masih

banyak responden yang tidak puas dengan response time perawat, berbeda dengan

hasil penelitian yang dilakukan oleh Purba (2015) yang menyatakan bahwa dari

30 responden 24 orang (80,0%) menyatakan puas dengan response time perawat,

ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan keperawatan di IGD RSUP Prof. Dr.

R. D. Kandou Manadon dalam penerapannya dilapangan baik. Menurut peneliti

semakin cepat tindakan yang diberikan oleh perawat maka semakin puas pasien

begitu juga sebaliknya semakin lambat tindakan yang diberikan maka semakain

tidak puas pasien.


54

Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien (Moison,

Walter dan White dalam Nooria, 2008) yaitu karakteristik produk, harga,

pelayanan, fasilitas, image dan komunikasi. Teori tersebut didukung oleh

penelitian yang dilakukan Lestari (2008) dalam Purba (2015) menyatakan faktor

responsiviness atau daya tanggap sangat penting dalam memandang sikap dan

perilaku petugas kesehatan dalam menentukan kepuasan mereka dan juga faktor

empati seperti melakukan hubungan komunikasi yang baik, perhatian dan

meemahami kebutuhan pasien sebagai pelanggan merupakan faktor penting yang

menunjang dalam menentukan tingkat kepuasan pasien. Penelitian yang dilakukan

oleh Aswad (2015) menyatakan terdapat hubungan antara komunikasi perawat

dengan kepuasan pasien, bahwa sebagian besar menyatakan bahwa perawat telah

menerapkan komunikasi terapeutik dengan baik dan sebagian besar pasien

menyatakan telah puas dengan komunikasi yang diberikan oleh perawat, dimana

semakin baik komunikasi terapeutik yang dilaksanakan perawat maka semakin

puas pasien dalam menerima.

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kepuasan yang dirasakan

oleh pasien sangat berkaitan erat dengan pelayanan yang diberikan oleh perawat

di IGD. Selain kecepatan dan ketepatan, perilaku perawat merupakan hal yang

penting dalam mewujudkan kualitas pelayanan keperawatan yang profesional dan

memuaskan bagi pengguna jasa.


55

5.2.3 Hubungan Response Time Perawat Dengan Tingkat Kepuasan Pasien

Kategori Triage 4 dan 5 di IGD RSUD Kabupaten Buleleng

Uji statistik mengenai hubungan response time perawat dengan tingkat

kepuasan pasien kategori triage 4 dan 5 di IGD RSUD Kabupaten Buleleng

dengan menggunakan korelasi Spearman Rank (α = 0,05) diperoleh nilai p value

= 0,037 dimana p value < 0,05. Dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima

artinya ada hubungan antara response time perawat dengan tingkat kepuasan

pasien kategori triage 4 dan 5 di IGD RSUD Kabupaten Buleleng dengan

tingkat korelasi negatif.

Analisis peneliti terhadap analisa diatas adalah kedua variabel mempunyai

hubungan yang signifikan. Response time perawat di IGD RSUD Kabupaten

Buleleng tergolong sangat penting karena berpengaruh terhadap kepuasan yang

dirasakan pasien, dimana semakin cepat response time perawat maka kepuasan

pasien/keluarga akan meningkat. Mekanisme response time selain penderita

penyakit jantung, juga dapat menentukan keluasan rusaknya organ-organ dalam

dan mengurangi beban pembiayaan (Wilde, 2009). Sejalan dengan penelitian

yang dilakukan oleh Surtiningsih (2015) yang menyatakan bahwa semakin cepat

response time perawat maka semakin puas pasien dan begitu juga sebaliknya

semakin lambat response time perawat makan semakin tidak puas pasien.

Upaya memberikan pelayanan agar bisa memberikan kepuasan pasien

khususnya pelayanan gawat darurat dapat dinilai dari kemampuan perawat

dalam hal responsiveness (cepat tanggap), reliability (pelayanan tepat waktu),

assurance (sikap dalam meberikan pelayanan), tangible (mutu jasa pelayanan)


56

dan emphaty (kepedulian dan perhatian dalam memberikan pelayanan) dari

perawat kepada pasien (Lupiyoadi, 2009).

Waktu tanggap gawat darurat merupakan gabungan dari waktu tanggap

saat pasien tiba di depan pintu IGD sampai mendapat respon dari perawat

dengan waktu pelayanan yang diperlukan sampai selesai proses penanganan

(Haryatun dan Sudaryanto, 2008 dalam Widodo, 2015).

Menurut Moison, Walter dan White dalam Nooria (2008) adapun beberapa

faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan yaitu karakteristik produk:

karakteristik produk rumah sakit meliputi penampilan bangunan rumah sakit,

kebersihan dan tipe kelas kamar yang disediakan beserta kelengkapannya, harga:

semakin mahal harga perawatan maka pasien mempunyai harapan yang lebih

besar, pelayanan: meliputi pelayanan keramahan petugas rumah sakit, kecepatan

dalam pelayanan dan tanggap terhadap keluhan pasien. Rumah sakit dianggap

baik apabila dalam memberikan pelayanan lebih memperhatikan kebutuhan pasien

maupun orang lain yang berkunjung di rumah sakit, fasilitas: kelengkapan fasilitas

rumah sakit turut menentukan penilaian kepuasan pasien, misalnya fasilitas

kesehatan baik sarana dan prasarana, tempat parkir, ruang tunggu yang nyaman

dan ruang kamar rawat inap, image: yaitu citra, reputasi dan kepedulian perawat

terhadap lingkungan konsumen, komunikasi: bagaimana keluhan-keluhan dari

pasien dengan cepat diterima oleh perawat.

Mengenai korelasi yang didapat negatif yaitu -0,207 artinya semakin

rendah angka response time perawat maka tingkat kepuasan semakin tinggi,

begitu juga sebaliknya semakin besar angka response time perawat maka tingkat
57

kepuasan semakin menurun. Sejalan dengan penelitian Surtiningsih (2015)

didapat hasil korelasi negatif yaitu -0,596, hal ini disebabkan karena response

time perawat sebagian sangat cepat yaitu 0 menit dan pasien sangat puas dengan

waktu tanggap yang diberikan oleh perawat. Berbeda dengan penelitian Widodo

(2015) yang menemukan hasil korelasi positif dalam kategori rendah yaitu

0,207, hal ini disebabkan karena kecepatan bukan merupakan hal utama yang

diinginkan, namun keramahan, kepedulian dan kemampuan profesional petugas

di IGD dalam memberikan pelayanan dan kesempatan untuk

berinteraksi/berdiskusi menjadi faktor yang diharapkan pasien sehingga pasien

akan merasa puas dengan pelayanan yang diberikan.

Dari hasil penelitian ini dapat diasumsikan bahwa jika semakin rendah

angka response time perawat maka tingkat kepuasan semakin tinggi, begitu juga

sebaliknya jika semakin tinggi angka response time maka tingkat kepuasan

semakin menurun.

5.3 Keterbatasan Penelitian

Keterbatasan penelitian ini antara lain:

Peneliti tidak dapat mengontrol factor confouding/perancu seperti alat ukur

menggunakan kuesioner yang bersifat subyektif sehingga responden bisa

menjawab asal-asalan, jumlah kunjungan pasien yang tidak menentu, gaya

komunikasi dari perawat dan ada pula responden yang merasa tidak mood untuk

mengisi kuesioner.
BAB VI

PENUTUP

6.1. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan hasil penelitian yang telah diuraikan dalam bab

sebelumnya dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1) Response time perawat dalam memberikan pelayanan di IGD RSUD

Kabupaten Buleleng dari 102 responden 3 responden (2,9%) dalam kategori

sedang, 99 responden (97,1%) dalam kategori lambat dan tidak ada dalam

kategori cepat.

2) Tingkat kepuasan pasien dari 102 responden 3 responden (2,9%) dalam

kategori sangat tidak puas, 80 responden (78,4%) dalam kategori tidak puas,

19 responden (18,6%) dalam kategori puas dan tidak ada dalam kategori

sangat puas dengan response time perawat.

3) Ada hubungan yang bermakna antara response time perawat dengan tingkat

kepuasan pasien kategori triage 4 dan 5 di IGD RSUD Kabupaten Buleleng.

6.2 Saran

6.2.1 Bagi Perawat di IGD RSUD Kabupaten Buleleng

Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan perawat dapat mempercepat

response time untuk meningkatkan kepuasan pasien.

58
59

6.2.2 Institusi Pendidikan Terutama Ilmu Keperawatan

Penelitian ini hendaknya dapat digunakan untuk wawasan dan pengetahuan

ilmu keperawatan dan mahasiswa keperawatan tentang pelayanan keperawatan

yang ada pada gawat darurat.

6.2.3 Bagi Peneliti Selanjutnya

Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian lebih lanjut

tentang response time sebagai upaya untuk mengetahui ketepatan bahkan ketidak

berhasilan penanganan pasien dan untuk mengontrol faktor-faktor yang

berhubungan dengan response time serta kepuasan dengan menggunakan

rancangan penelitian yang berbeda, cakupan responden yang lebih luas dan lokasi

penelitian yang berbeda.


DAFTAR PUSTAKA

Anjaryani, Diah. 2009. Kepuasan Pasien Rawat Inap Terhadap Pelayanan


Perawat Di RSUD Tugururejo Semarang (Thesis): Program Studi
Magister Promosi Kesehatan Universitas Diponegoro.

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.


Jakarta : Renika Cipta.

Aswad, S. 2015. Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat Dengan Tingkat


Kepuasan Pasien Di Instalasi Gawat Darurat RSUD DR. H. Chasan
Boesoirie Ternate (Skripsi): FK Universitas Sam Ratulangi.

Depkes RI. 2006. Sistem Penanggulangan Gawat Darurat (SPGD). Jakarta:


Departement Kesehatan.

Hidayat, A. A. 2014. Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisa Data.


Jakarta: Salemba Medika.

Kartikawati, N. D. 2012. Buku Ajar Dasar-Dasar Keperawatan Gawat Darurat.


Jakarta: Salemba Medika.

Kepmenkes. 2009. Standar Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit. Jakarta:
Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Lupiyoadi. 2009. Manajemen Pemasaran Jasa. Jakarta: Salemba Medika

Muninjaya, A. A. Gde. 2011. Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan. Jakarta:


EGC.

Nooria, Widoningsih. 2008. Pengaruh Persepsi Kualitas Jasa Pelayanan


Terhadap Kepuasan dan Loyalitas Pelanggan RSU Saras Husada
Purworejo (Skripsi). Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah
Surakarta.

Notoatmodjo, S. 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan, Edisi Revisi. Jakarta :


EGC.

Nursalam. 2014. Metodologi Penelitian Keperawatan, Edisi 3. Jakarta: Salemba


Medika

Nursalam. 2015. Manajemen Keperawatan: Aplikasi dalam Praktik Keperawatan


Profesional. Jakarta: Salemba Medika.
Panduan Triage RS Indera Prov. Bali. (online), diakses pada tanggal 10 Januari
2016)

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 56 Tahun 2014 Tentang Klasifikasi dan


Perizinan Rumah Sakit. Jakarta: Menteri Kesehatan Republik Indonesia

Pisu, Hermawan. D. 2015. Hubungan Response Time Perawat Dengan Tingkat


Kepuasan pasien Di Instalasi Gawat Darurat RSUP Prof. Dr. R. D.
Kondou Manado (Skripsi) Volume 3 no 2: FK Universitas Sam Ratulangi
Manado

Purba, D. E, dkk. 2015. Hubungan Response Time Dengan Kepuasan Keluarga


Pasien Gawat Darurat Pada Triase Merah Di IGD RSUP Prof. DR. R.
D. Kandou Manado (Skripsi): FK Universitas Sam Ratulangi Manado.

Sari, D. I. 2008. Manajemen Pemasaran Usaha Kesehatan. Mitra Yogyakarta:


Cendikia Press

Sastroasmoro, S. 2008. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis. Edisi ke-3.


Jakarta: Sagung Seto.

Setiadi. 2013. Konsep dan Penulisan Riset Keperawatan. Yogyakarta: Graha


Ilmu.

Siboro, T. 2013. Hubungan Pelayanan Perawatan Dengan Tingkat Kepuasan


Pasien Di Ruang Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Advent Bandung
(Skripsi): Universitas Advent Indonesia Bandung.

Sugiyono. 2015. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: CV. ALFABETA

Suhartati et al. 2011. Standar Pelayanan Keperawatan Gawat Darurat di Rumah


Sakit. Jakarta: Kementerian Kesehatan.

Supranto, J. 2006. Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan. Cetakan Ketiga


Jakarta: Rineka Cipta

Surtiningsih, dkk. 2015. Hubungan Response Time Perawat Dengan Kepuasan


Penanganan Kegawatdaruratan Pada Pasien Kecelakaan Di IGD RSD
Balung (Skripsi): FK Universitas Muhammadiyah Jember

Sutawijaya. 2009. Gawat Darurat. Yogyakarta: Aulia Publishing.


Tumbuan, A. N, dkk. 2015. Hubungan Response Time Perawat Dengan Tingkat
Kecemasan Pasien Kategori Triase Kuning di IGD RSU GMIM
Kalooran Amurang (Skripsi) Volume 3 No 2: FK Universitas Sam
Ratulangi Manado.

Western Australian Centre for Evidence Informed Healthcare Practice Curtin


University. 2011. Triage Categories and Examples of Conditions,
(online), (http://www.bhi.nsw.gov.au, diakses 14 Januari 2016).

Widodo, E. dkk. 2015. Hubungan Response Time Perawat Dalam Memberikan


Pelayanan Dengan Kepuasan Pelanggan Di IGD RS Panti Waluyo
Surakarta (Skripsi): Prodi S1 Keperawatan STIKes Kusuma Husada
Surakarta

Wilde, E. T. 2009. Do Emergency Medical System Response Times Matter for


Health Outcome. New York: Columbia University.
Lampiran 1: Jadwal Penyusunan Skripsi

JADWAL PENYUSUNAN SKRIPSI PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


TAHUN AJARAN 2015/2016 STIKES BULELENG

No KEGIATAN BULAN
DES JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Sosialisasi Proposal
2 Registrasi Administrasi/Akademik
3 Registrasi Proposal sesuai dengan syarat
4 Penyusunan Proposal
5 Sidang Proposal
6 Perbaikan Proposal
7 Pengurusan Izin Penelitian
8 Pengumpulan data dan analisis
9 Penyusunan laporan penelitian
10 Sidang SKRIPSI
11 Perbaikan SKRIPSI
12 Pengumpulan SKRIPSI
Lampiran 2: Keaslian Penelitian

YAYASAN KESEJAHTERAAN WARGA KESEHATA (YKWK)


SINGARAJA – BALI
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BULELENG
Program Studi : S1 Keperawatan, D3 kebidanan dan Profesi Ners, TERAKREDITASI
Office: Office : Jln. Raya Air Sanih Km. 11 Bungkulan Singaraja – Bali telp (0362)3435034, Fax(0361)3435033

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : I Gede Putra Kusumajaya

NIM : 12060140050

Jurusan : S1 Keperawatan

Menyatakan dengan ini sebenarnya bahwa Tugas Akhir yang saya tulis ini

benar-benar hasil karya sendiri, bukan merupakan pengambil alihan tulisan atau

pikiran orang lain yang saya akui sebagai tulisan atau pikiran saya sendiri.

Apabila dikemudian hari dapat dibuktikan bahwa tugas akhir ini adalah hasil

jiplakan, maka saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan tersebut.

Singaraja, 16 Juli 2016


Yang membuat pernyataan,

(I Gede Putra Kusumajaya)


Lampiran 3 : Surat Pernyataan Kesediaan Pembimbing

YAYASAN KESEJAHTERAAN WARGA KESEHATAN (YKWK)


SINGARAJA – BALI
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BULELENG
Program Studi : S1 Keperawatan, D3 kebidanan dan Profesi Ners, TERAKREDITASI
Office : Jln. Raya Air Sanih Km. 11 Bungkulan Singaraja – Bali telp (0362)3435034, Fax (0361)3435033

FORMULIR KESEDIAAN SEBAGAI PEMBIMBING SKRIPSI


PROGRAM STUDI S 1 KEPERAWATAN
STIKES BULELENG

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Gede Budi Widiarta, S.Kep., Ns., M.Kep

NIK : 2012. 083. 063

Pangkat/Jabatan : Pembimbing Utama

Dengan ini menyatakan kesediaan sebagai pembimbing utama Skripsi bagi


mahasiswa di bawah ini :

Nama : I Gede Putra Kusumajaya

NIM : 12060140050

Semester : VII

Jurusan : S1 Keperawatan

Demikianlah surat pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana


mestinya.

Singaraja, 27 April 2016


Calon Pembimbing Skripsi,

Gede Budi Widiarta, S.Kep., Ns., M.Kep


NIK. 2010.1228.037
Lampiran 3 : Surat Pernyataan Kesediaan Pembimbing

YAYASAN KESEJAHTERAAN WARGA KESEHATAN (YKWK)


SINGARAJA – BALI
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BULELENG
Program Studi : S1 Keperawatan, D3 kebidanan dan Profesi Ners, TERAKREDITASI
Office : Jln. Raya Air Sanih Km. 11 Bungkulan Singaraja – Bali telp (0362)3435034, Fax (0361)3435033

FORMULIR KESEDIAAN SEBAGAI PEMBIMBING SKRIPSI


PROGRAM STUDI S 1 KEPERAWATAN
STIKES BULELENG

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Drs. Gede Sukayatna, MM

NIP : 2011. 0615. 045

Pangkat/Jabatan : Pembimbing Pendamping

Dengan ini menyatakan kesediaan sebagai pembimbing pendamping Skripsi bagi


mahasiswa di bawah ini :

Nama : I Gede Putra Kusumajaya

NIM : 12060140050

Semester : VII

Jurusan : S1 Keperawatan

Demikianlah surat pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana


mestinya.

Singaraja, 27 April 2016


Calon Pembimbing Skripsi,

Drs. Gede Sukayatna, MM


NIK. 2011. 0615. 045
Lampiran 4: Surat Ijin Studi Pendahuluan
Lampiran 5: Surat Ijin Penelitian
Lampiran 6 : Pengantar Responden

PENGANTAR RESPONDEN

Judul Penelitian : Hubungan Response Time Perawat dengan Tingkat

Kepuasan Pasien Kategori Triage 4 dan 5 di Instalasi

Gawat Darurat RSUD Kabupaten Buleleng

Peneliti : I Gede Putra Kusumajaya

Pembimbing : 1. Gede Budi Widiarta, S.Kep., Ns., M.Kep

2. Drs. Gede Sukayatna, MM

Saudara/Saudari yang terhormat,

Saya adalah mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes

Buleleng. Dalam rangka untuk menyelesaikan tugas akhir, saya bermaksud untuk

mengadakan penelitian dengan judul “Hubungan Response Time Perawat dengan

Tingkat Kepuasan Pasien Kategori Triage 4 dan 5 di Instalasi Gawat Darurat

RSUD Kabupaten Buleleng”.

Pengumpulan data melalui pengisian instrument penelitian ini, agar tidak

terjadi kesalahan saya mohon petunjuk pengisian dibaca secara seksama.

Hasil penelitian ini sangat tergantung pada jawaban yang saudara/saudari

berikan, oleh karena itu saya mohon diisi sesuai dengan keadaan yang

saudara/saudari rasakan. Kerahasiaan identitas saudara/saudari akan dijaga dan

tidak disebarluaskan. Penulisan identitas pada lembar instrument penelitian cukup

dengan inisial saudara/saudari, misalnya Ayu Praba ditulis dengan AP.


Saya sangat menghargai kesediaan, perhatian serta perkenanan

saudara/saudari, untuk itu saya sampaikan terima kasih.

Singaraja,.............................2016

Peneliti

I Gede Putra Kusumajaya


NIM. 12060140050

Mengetahui,

Pembimbing I, Pembimbing II,

Gede Budi Widiarta, S.Kep., Ns., M.Kep Drs. Gede Sukayatna, MM


NIK. 2012.083.063 NIK. 2011. 0615. 045
Lampiran 6 : Pengantar Kuesioner

PENGANTAR KUESIONER

Judul Penelitian : Hubungan Response Time Perawat dengan Tingkat

Kepuasan Pasien Kategori Triage 4 dan 5 di Instalasi

Gawat Darurat RSUD Kabupaten Buleleng

Peneliti : I Gede Putra Kusumajaya

Pembimbing : 1. Gede Budi Widiarta, S.Kep., Ns., M.Kep

2. Drs. Gede Sukayatna, MM

Saudara/saudari Yang Terhormat,

Saya adalah mahasiswi Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes

Buleleng. Dalam rangka untuk menyelesaikan tugas akhir, saya bermaksud

mengadakan penelitian dengan judul “Hubungan Response Time Perawat dengan

Tingkat Kepuasan Pasien Kategori Triage 4 dan 5 di Instalasi Gawat Darurat

RSUD Kabupaten Buleleng”.

Pengumpulan data melalaui pengisian instrument penelitian ini, agar tidak

terjadi kesalahan saya mohon petunjuk pengisian dibaca dengan seksama.

Hasil penelitian ini sangat tergantung pada jawaban yang saudara/saudari

berikan, oleh karena itu saya mohon diisi sesuai dengan keadaan yang

saudara/saudari rasakan. Kerahasian identitas saudara/saudari akan dijaga dan

tidak disebarluaskan. Penulisan identitas pada lembar instrument cukup dengan

inisial saudara/saudari misalnya Ayu Praba ditulis AP.


Saya sangat menghargai kesediaan, perhatian serta perkenanan

saudara/saudari, untuk itu saya sampaikan terima kasih.

Singaraja,………………….2016

Peneliti,

I Gede Putra Kusumajaya


NIM. 12060140050

Mengetahui,

Pembimbing I, Pembimbing II,

Gede Budi Widiarta, S.Kep., Ns., M.Kep Drs. Gede Sukayatna, MM


NIK. 2012.083.063 NIK. 2011. 0615. 045
Lampiran 7: Surat Persetujuan Responden

SURAT PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN

Saya telah mendapatkan penjelasan dengan baik mengenai tujuan dan

manfaat penelitian yang berjudul, “Hubungan Response Time Perawat dengan

Tingkat Kepuasan Pasien Kategori Triage 4 dan 5 di Instalasi Gawat Darurat

RSUD Kabupaten Buleleng”.

Saya mengerti bahwa saya akan diminta untuk mengisi instrument

penelitian. Saya mengerti resiko yang akan terjadi pada penelitian ini tidak ada.

Apabila ada pertanyaan dan intervensi yang menimbulkan respon emosional,

maka penelitian akan dihentikan. Saya mengerti bahwa catatan mengenai data

penelitian ini akan dirahasiakan, dan kerahasiaan ini akan dijamin. Informasi

mengenai identitas saya tidak akan ditulis pada instrument penelitian dan akan

tersimpan secara terpisah di tempat terkunci.

Saya mengerti bahwa saya berhak menolak untuk berperan serta dalam

penelitian ini atau mengundurkan diri dari penelitian setiap saat tanpa adanya

sanksi atau kehilangan hak-hak saya.

Saya telah diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai penelitian ini

atau mengenai peran serta saya dalam penelitian ini dan dijawab serta dijelaskan

secara memuaskan. Saya secara sukarela dan sadar bersedia berperan serta dalam

penelitian ini dengan menandatangani surat persetujuan menjadi responden

.
Lampiran 8 : Lembar Kuesioner

INSTRUMEN PENELITIAN

KUESIONER

HUBUNGAN RESPONSE TIME PERAWAT DENGAN TINGKAT


KEPUASAN PASIEN KATEGORI TRIAGE 4 DAN 5 DI IGD RSUD
KABUPATEN BULELENG

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BULELENG

2016
LEMBAR KUESIONER KEPUASAN

“HUBUNGAN RESPONSE TIME PERAWAT DENGAN TINGKAT


KEPUASAN PASIEN KATEGORI TRIAGE 4 DAN 5 DI IGD RSUD
KABUPATEN BULELENG”

No Responden :

Tanggal Pengisian :

Petunjuk Pengisian:

1) Bacalah terlebih dahulu kuesioner penelitian ini dengan seksama


2) Jawablah pernyataan dibawah ini sesuai dengan pendapat Anda !
3) Tanggal pengisian diisi oleh responden, nomer responden diisi oleh peneliti.
4) Berilah tanda (  ) pada kolom “1/2/3/4” sesuai dengan pelayanan yang
Anda rasakan pada:
1= Sangat tidak puas, 2= Tidak puas, 3= Puas, 4= Sangat Puas
5) Atas partisipasi dan bantuannya, saya ucapkan terimakasih.

1. Umur : ……. tahun


2. Pendidikan : ………………………………………….
3. Pekerjaan : ………………………………………….
4. Alamat : ………………………………………….
5. Jenis Kelamin : ………………………………………….
KUESIONER KEPUASAN

No DAFTAR PERNYATAAN 1 2 3 4

A KEANDALAN/RELIABILITY

1 Perawat mampu menangani masalah anda dengan


tepat dan profesional.

2 Perawat datang tepat waktu ketika anda


membutuhkan.

3 Prosedur perawatan yang tidak berbelit-belit.

B DAYA TANGGAP/RESPONSIVENESS

4 Perawat cepat tanggap dalam menangani keluhan


anda.

5 Perawat segera menangani anda ketika sampai di


ruangan IGD.

6 Perawat cepat pada saat anda membutuhkan.

7 Pelayanan perawatan dilakukan dengan cepat.

8 Perawat melakukan pemeriksaan kepada anda


dengan cepat dan tepat.

9 Perawat memberikan informasi yang jelas kepada


anda dan mudah dimengerti.

C KEYAKINAN/ASSURANCE

10 Perawat memberi salam dan senyum ketika bertemu


dengan anda.

11 Perawat perhatian terhadap keluhan yang anda


rasakan.

12 Perawat teliti dan terampil dalam melaksanakan


tindakan keperawatan kepada anda.

13 Perawat dalam memberikan tindakan keperawatan


kepada anda selalu menutup sampiran atau gorden
untuk menjaga privasi anda.

14 Perawat jujur memberikan informasi tentang


keadaan anda.

D KENYATAAN/TANGIBLES

15 Perawat selalu menjaga kerapian dan


penampilannya.

16 Perawat selalu menjaga kerapihan dan kebersihan


ruangan.

17 Perawat menjaga kebersihan dan kesiapan alat-alat


kesehatan yang digunakan.

E EMPATI/EMPHATY

18 Pelayanan yang diberikan oleh perawat tidak


memandang status sosial anda.

19 Pelayanan yang diberikan perawat tidak


membedakan jaminan kesehatan yang anda gunakan.

20 Perawat memberikan perhatian khusus kepada setiap


pasien.

Total Skor
Lampiran 8 : Lembar Observasi

INSTRUMEN PENELITIAN

LEMBAR OBSERVASI

HUBUNGAN RESPONSE TIME PERAWAT DENGAN TINGKAT


KEPUASAN PASIEN KATEGORI TRIAGE 4 DAN 5 DI IGD RSUD
KABUPATEN BULELENG

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BULELENG

2016
LEMBAR OBSERVASI RESPONSE TIME PERAWAT

“HUBUNGAN RESPONSE TIME PERAWAT DENGAN TINGKAT


KEPUASAN PASIEN KATEGORI TRIAGE 4 DAN 5 DI IGD RSUD
KABUPATEN BULELENG ”

No Responden Response Time Perawat (Menit)


Lampiran 9: Kisi-kisi Kuesioner

KISI-KISI KUESIONER

Dimensi Item-item dalam Dimensi Pernyataan

Reliability (Keandalan) 1. Petugas mampu menangani masalah Item 1:


pasien dengan tepat.
2. Pelayanan yang tidak berbelit-belit 1. Perawat mampu menangani masalah
anda dengan tepat dan profesional
2. Perawat datang tepat waktu ketika
anda membutuhkan.
Item 2:

1. Prosedur perawatan yang tidak


berbelit-belit.

Responsiveness (Daya Tanggap) 1. Pelayanan yang cepat dan tepat. Item 1:


2. Penyampaian informasi yang jelas.
1. Perawat cepat tanggap dalam
menangani keluhan anda.
2. Perawat segera menangani anda ketika
sampai di ruangan IGD.
3. Perawat cepat pada saat anda
membutuhkan.
4. Pelayanan perawatan dilakukan
dengan cepat.
5. Perawat melakukan pemeriksaan
kepada anda dengan cepat dan tepat.
Item 2:
1. Perawat memberikan informasi yang
jelas dan mudah dimengerti.
Assurance (Jaminan) 1. Pelayanan yang sopan dan ramah. Item 1:
2. Keterampilan petugas dalam bekerja.
3. Jaminan keamanan pelayanan dan 1. Perawat memberi salam dan senyum
kepercayaan terhadap pelayanan. ketika bertemu dengan anda.
2. Perawat perhatian terhadap keluhan
yang anda rasakan.
Item 2:

1. Perawat teliti dan terampil dalam


melaksanakan tindakan keperawatan
kepada anda.
Item 3:

1. Perawat dalam memberikan tindakan


keperawatan kepada anda selalu
menutup sampiran atau gorden untuk
menjaga privasi anda.
2. Perawat jujur memberikan informasi
tentang keadaan anda.
Tangibles (Bukti Langsung) 1. Petugas selalu menjaga kerapian dan Item 1:
penampilannya.
2. Kebersihan, kerapian dan kenyamanan 1. Perawat selalu menjaga kerapian dan
ruangan dan alat-alat. penampilannya.
Item 2:

1. Perawat selalu menjaga kerapihan dan


kebersihan ruangan.
2. Perawat menjaga kebersihan dan
kesiapan alat-alat kesehatan yang
digunakan.
Emphaty (Empati) 1. Pelayanan yang diberikan tidak Item 1:
memandang pangkat dan status pasien.
2. Petugas perhatian kepada pelanggan 1. Pelayanan yang diberikan oleh
perawat tidak memandang status
sosial anda.
2. Pelayanan yang diberikan perawat
tidak membedakan jaminan kesehatan
yang anda gunakan.
Item 2:

1. Perawat memberikan perhatian khusus


kepada setiap pasien.
Lampiran 10: Konsul Pembimbing I
Lampiran 10: Konsul Pembimbing II
Lampiran 11 : Lembar Anggaran Biaya

ANGGARAN BIAYA

“Hubungan Response Time Perawat Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Kategori


Triage 4 Dan 5 Di Instalasi Gawat Darurat RSUD Kabupaten Buleleng”

No Uraian Kegiatan Banyaknya Anggaran

Satuan Jumlah

1 a. Pembelian Kertas A4 2 Rim Rp. 35.000 Rp. 70.000


b. Pembelian ATK Rp. 15.000 Rp. 15.000
Lengkap
c. Pembelian Map Rp. 1000 Rp. 10.000
d. Pembelian Pulsa Modem 10 Eks Rp. 50.000 Rp. 150.000
Rp. 3.000.000 Rp. 3.000.000
2 Pembayaran Proposal SKRIPSI 1 Paket

3 Foto Copy
Rp. 150.000 Rp. 150.000
4 Transfortasi dan Penjilidan Rp. 200.000
4 Paket Rp. 50.000
5 Biaya Studi Pendahuluan di RSUD Rp. 150.000
1 Paket Rp. 150.000
6 Biaya Penelitian di IGD RSUD Rp. 150.000
1 Paket
Rp. 150.000
Jumlah Rp 3.895.000
Lampiran 12: Master Tabel

MASTER TABEL

No Jenis Umur Pendidikan Pekerjaan Response Persentase (%) dan


Responden Kelamin (Tahun) Time Kategori Kepuasan
Perawat
(Menit)

1 Laki-laki 38 SD Tidak bekerja 20 42.5 (Tdk puas)

2 Perempuan 25 SD Buruh 15 63.75 (Puas)

3 Laki-laki 46 SD Petani 18 33.75 (Tdk puas)

4 Perempuan 28 SMP Petani 11 63.75 (Puas)

5 Laki-laki 37 SMP Buruh 15 40.0 (Tdk puas)

6 Perempuan 36 SMA Wiraswasta 19 51.25 (Puas)

7 Perempuan 55 SARJANA PNS 25 42.5 (Tdk puas)

8 Perempuan 51 SD Petani 19 43.75 (Tdk puas)

9 Laki-laki 35 SD Petani 14 35.0 (Tdk puas)

10 Laki-laki 34 SMP Wiraswasta 12 36.25 (Tdk puas)

11 Laki-laki 55 SMP Petani 21 45.0 (Tdk puas)


12 Laki-laki 40 SMP Wiraswasta 16 36.25 (Tdk puas)

13 Laki-laki 22 SD Petani 17 46.25 (Tdk puas)

14 Perempuan 38 SD Petani 12 36.25 (Tdk puas)

15 Perempuan 34 SD Buruh 15 40.0 (Tdk puas)

16 Laki-laki 45 SMP Buruh 19 48.75 (Tdk puas)

17 Laki-laki 30 SMP Buruh 24 46.25 (Tdk puas)

18 Perempuan 42 SMP Wiraswasta 22 43.75 (Tdk puas)

19 Laki-laki 39 SMA Wiraswasta 15 35.0 (Tdk puas)

20 Laki-laki 22 SD Tidak bekerja 12 37.5 (Tdk puas)

21 Perempuan 37 SD Petani 19 42.5 (Tdk puas)

22 Laki-laki 45 SD Petani 10 56.25 (Puas)

23 Laki-laki 42 SD Wiraswasta 17 35.0 (Tdk puas)

24 Laki-laki 48 SMA Wiraswasta 13 31.25 (Tdk puas)

25 Perempuan 40 SMA Wiraswasta 15 40.0 (Tdk puas)


26 Perempuan 35 SMP Buruh 19 50.0 (Tdk puas)

27 Laki-laki 37 SD Buruh 25 63.75 (Puas)

28 Perempuan 49 SD Petani 20 43.75 (Tdk puas)

29 Perempuan 50 SD Petani 14 33.75 (Tdk puas)

30 Laki-laki 23 SD Petani 12 50.0 (Tdk puas)

31 Laki-laki 20 SD Tidak bekerja 20 63.75 (Puas)

32 Laki-laki 49 SMP Tidak bekerja 15 31.25 (Tdk puas)

33 Laki-laki 30 SARJANA Buruh 18 36.25 (Tdk puas)

34 Perempuan 42 SD Petani 11 52.5 (Puas)

35 Perempuan 48 SD Petani 15 40.0 (Tdk puas)

36 Perempuan 20 SD Wiraswasta 19 51.25 (Puas)

37 Laki-laki 38 SMA Wiraswasta 24 53.75 (Puas)

38 Laki-laki 36 SARJANA PNS 22 43.75 (Tdk puas)

39 Laki-laki 34 SMA Wiraswasta 14 35.0 (Tdk puas)


40 Perempuan 38 SD Petani 14 36.25 (Tdk puas)

41 Perempuan 40 SD Petani 20 43.75 (Tdk puas)

42 Laki-laki 49 SD Buruh 16 31.25 (Tdk puas)

43 Perempuan 50 SD Buruh 18 63.75 (Puas)

44 Laki-laki 54 SMP Buruh 13 35.0 (Tdk puas)

45 Perempuan 52 SMP Wiraswasta 15 40.0 (Tdk puas)

46 Laki-laki 36 SMP Wiraswasta 20 48.75 (Tdk puas)

47 Laki-laki 38 SD Petani 19 45.0 (Tdk puas)

48 Perempuan 26 SMA Wiraswasta 20 41.25 (Tdk puas)

49 Perempuan 45 SMA Wiraswasta 14 35.0 (Tdk puas)

50 Perempuan 25 SD Petani 13 36.25 (Tdk puas)

51 Laki-laki 49 SD Tidak bekerja 21 42.5 (Tdk puas)

52 Laki-laki 19 SD Buruh 15 33.75 (Tdk puas)

53 Laki-laki 19 SMP Buruh 18 33.75 (Tdk puas)


54 Perempuan 38 SMP Buruh 11 63.75 (Puas)

55 Perempuan 36 SARJANA Petani 15 40.0 (Tdk puas)

56 Perempuan 38 SMA Petani 19 51.25 (Puas)

57 Perempuan 21 SMA Wiraswasta 25 42.5 (Tdk puas)

58 Laki-laki 36 SD Wiraswasta 20 43.75 (Tdk puas)

59 Laki-laki 29 SMP Wiraswasta 14 50.0 (Tdk puas)

60 Laki-laki 36 SD Petani 12 36.25 (Tdk puas)

61 Laki-laki 39 SMA Wiraswasta 20 42.5 (Tdk puas)

62 Laki-laki 41 SD Petani 15 31.25 (Tdk puas)

63 Perempuan 23 SMP Petani 16 33.75 (Tdk puas)

64 Perempuan 19 SD Tidak bekerja 13 35.0 (Tdk puas)

65 Perempuan 46 SD Petani 16 40.0 (Tdk puas)

66 Laki-laki 48 SMA Wiraswasta 19 51.25 (Puas)

67 Laki-laki 49 SARJANA Petani 26 65.0 (Puas)


68 Perempuan 18 SMP Tidak bekerja 18 43.75 (Tdk puas)

69 Perempuan 19 SMP Wiraswasta 14 35.0 (Tdk puas)

70 Laki-laki 37 SMA Wiraswasta 12 36.25 (Tdk puas)

71 Perempuan 28 SMA Wiraswasta 20 42.5 (Tdk puas)

72 Laki-laki 26 SD Wiraswasta 15 31.25 (Tdk puas)

73 Laki-laki 39 SMP Wiraswasta 18 32.5 (Tdk puas)

74 Laki-laki 38 SD Petani 11 33.75 (Tdk puas)

75 Laki-laki 46 SD Petani 15 43.75 (Tdk puas)

76 Laki-laki 48 SD Petani 19 51.25 (Puas)

77 Laki-laki 40 SMA Wiraswasta 24 42.5 (Tdk puas)

78 Perempuan 39 SMA Wiraswasta 25 51.25 (Puas)

79 Perempuan 40 SD Tidak bekerja 14 35.0 (Tdk puas)

80 Perempuan 37 SD Petani 13 25.0 (Sgt tdk puas)

81 Perempuan 41 SD Petani 19 50.0 (Tdk puas)


82 Laki-laki 23 SD Petani 15 31.25 (Tdk puas)

83 Laki-laki 25 SMP Buruh 10 31.25 (Tdk puas)

84 Laki-laki 27 SD Buruh 17 35.0 (Tdk puas)

85 Laki-laki 52 SD Petani 15 40.0 (Tdk puas)

86 Laki-laki 34 SMA Wiraswasta 19 51.25 (Puas)

87 Laki-laki 18 SMP Tidak bekerja 24 42.5 (Tdk puas)

88 Laki-laki 18 SD Tidak bekerja 25 43.75 (Tdk puas)

89 Perempuan 19 SD Tidak bekerja 14 25.0 (Sgt tdk puas)

90 Perempuan 22 SMP Wiraswasta 12 36.25 (Tdk puas)

91 Perempuan 24 SMA Wiraswasta 18 63.75 (Puas)

92 Perempuan 25 SMA Wiraswasta 15 25.0 (Sgt tdk puas)

93 Perempuan 26 SMA Wiraswasta 18 33.75 (Tdk puas)

94 Perempuan 21 SD Petani 11 35.0 (Tdk puas)

95 Laki-laki 34 SD Petani 15 40.0 (Tdk puas)


96 Laki-laki 37 SD Buruh 19 47.5 (Tdk puas)

97 Laki-laki 25 SD Buruh 22 42.5 (Tdk puas)

98 Perempuan 40 SMP Buruh 20 43.75 (Tdk puas)

99 Perempuan 18 SD Tidak bekerja 14 35.0 (Tdk puas)

100 Perempuan 23 SMP Wiraswasta 10 65.0 (Puas)

101 Laki-laki 20 SMA Wiraswasta 13 36.25 (Tdk puas)

102 Laki-laki 26 SD Petani 15 43.75 (Tdk puas)


Lampiran 13: Output Analisa Data

A. Output Uji Valid dan Reliabel Kuesioner

Item-Total Statistics

Cronbach's
Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item
Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted

Q1 54.27 51.513 .428 .907

Q2 54.27 48.478 .501 .904

Q3 54.23 49.013 .460 .904

Q4 54.50 47.086 .538 .903

Q5 54.50 49.224 .379 .907

Q6 54.33 43.954 .758 .896

Q7 54.37 49.964 .341 .907

Q8 54.33 48.230 .544 .903

Q9 54.33 50.575 .461 .905

Q10 54.70 44.217 .674 .899

Q11 54.53 44.326 .649 .900

Q12 54.47 49.913 .423 .905

Q13 54.53 49.568 .374 .906

Q14 54.20 47.476 .637 .900

Q15 54.10 46.852 .702 .899

Q16 54.30 47.941 .618 .901

Q17 54.23 46.668 .705 .898

Q18 54.33 47.402 .585 .901

Q19 54.37 45.068 .672 .899

Q20 54.53 47.844 .542 .903


B. Output Data Demografi

Statistics

Umur
N Valid 102

Missing 0

Mean 34.97

Std. Error of Mean 1.037

Median 37.00

Mode 38

Std. Deviation 10.475

Minimum 18

Maximum 55

Descriptives

Statistic Std. Error

umur Mean 34.97 1.037

95% Confidence Interval for Lower Bound 32.91


Mean
Upper Bound 37.03

5% Trimmed Mean 34.87

Median 37.00

Variance 109.732

Std. Deviation 10.475

Minimum 18

Maximum 55

Range 37

Interquartile Range 17

Skewness -.030 .239

Kurtosis -1.049 .474


Jenis Kelamin
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent

Valid laki-laki 56 54.9 54.9 54.9

perempuan 46 45.1 45.1 100.0

Total 102 100.0 100.0

Pendidikan
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent

Valid SD 51 50.0 50.0 50.0

SMP 25 24.5 24.5 74.5

SMA 21 20.6 20.6 95.1

Tamatan Akademik 5 4.9 4.9 100.0

Total 102 100.0 100.0

Pekerjaan
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent

Valid Tdk Bekerja 12 11.8 11.8 11.8

Buruh 19 18.6 18.6 30.4

Petani 35 34.3 34.3 64.7

PNS 2 2.0 2.0 66.7

Wiraswasta 34 33.3 33.3 100.0

Total 102 100.0 100.0


C. Output Uji Normalitas

Descriptives

Statistic Std. Error

response Mean 16.84 .396

95% Confidence Interval for Lower Bound 16.06


Mean
Upper Bound 17.63

5% Trimmed Mean 16.74

Median 16.00

Variance 15.995

Std. Deviation 3.999

Minimum 10

Maximum 26

Range 16

Interquartile Range 5

Skewness .398 .239

Kurtosis -.541 .474

kepuasan Mean 33.84 .752

95% Confidence Interval for Lower Bound 32.35


Mean Upper Bound 35.33

5% Trimmed Mean 33.52

Median 33.50

Variance 57.639

Std. Deviation 7.592

Minimum 20

Maximum 52

Range 32

Interquartile Range 10

Skewness .803 .239

Kurtosis .289 .474


One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

response kepuasan

N 102 102
a
Normal Parameters Mean 16.84 33.84

Std. Deviation 3.999 7.592

Most Extreme Differences Absolute .158 .145

Positive .158 .145

Negative -.078 -.093

Kolmogorov-Smirnov Z 1.595 1.468

Asymp. Sig. (2-tailed) .012 .027

a. Test distribution is Normal.

D. Output Univariat
Response Time
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent

Valid sedang 3 2.9 2.9 2.9

lambat 99 97.1 97.1 100.0

Total 102 100.0 100.0

Kepuasan Pasien
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent

Valid sgt tdk puas 3 2.9 2.9 2.9

tdk puas 80 78.4 78.4 81.4

puas 19 18.6 18.6 100.0

Total 102 100.0 100.0


E. Output Crosstab
klp_response * klp_kepuasan Crosstabulation

klp_kepuasan

sgt tdk puas tdk puas puas Total

klp_response sedang Count 0 1 2 3

% within klp_response .0% 33.3% 66.7% 100.0%

% within klp_kepuasan .0% 1.2% 10.5% 2.9%

% of Total .0% 1.0% 2.0% 2.9%

lambat Count 3 79 17 99

% within klp_response 3.0% 79.8% 17.2% 100.0%

% within klp_kepuasan 100.0% 98.8% 89.5% 97.1%

% of Total 2.9% 77.5% 16.7% 97.1%

Total Count 3 80 19 102

% within klp_response 2.9% 78.4% 18.6% 100.0%

% within klp_kepuasan 100.0% 100.0% 100.0% 100.0%

% of Total 2.9% 78.4% 18.6% 100.0%

F. Output Bivariat
Correlations

klp_response klp_kepuasan
*
Spearman's rho klp_response Correlation Coefficient 1.000 -.207

Sig. (2-tailed) . .037

N 102 102
*
klp_kepuasan Correlation Coefficient -.207 1.000

Sig. (2-tailed) .037 .

N 102 102

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).


YAYASAN KESEJAHTERAAN WARGA KESEHATAN (YKWK)
SINGARAJA – BALI
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
BULELENG
Program Studi : S1 Keperawatan, D3 Kebidanan dan Profesi Ners, TERAKREDITASI
Office : Jln. Raya Air Sanih Km. 11 Bungkulan Singaraja – Bali Telp. (0362) 3435034, Fax (0362) 3435033
Web : stikesbuleleng.ac.id email : stikesbuleleng@gmail.com

BIODATA PENULIS

NAMA : I Gede Putra Kusumajaya

NIM : 12060140050

PROGRAM STUDI : S 1 Keperawatan

ANGKATAN :V

TTL : Singaraja, 12 Nopember 1994

NOMOR HP : 085847849177

EMAIL : e_puspita10@yahoo.co.id

ALAMAT : Jln. Tirta Taman Sari 1, Lingk.


Bebalang, Kec. Bangli, Kab. Bangli,
Bali

PTS : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan


Buleleng

ALAMAT PTS : Jln. Raya Air Sanih Km 11


Bungkulan Singaraja

Judul SKRIPSI : Hubungan Response Time Perawat


Dengan Tingkat Kepuasan Pasien
Kategori Triage 4 dan 5 di IGD
RSUD Kabupaten Buleleng

MOTTO : Teruslah Berusaha Dan Mencoba


Untuk Meraih Apa Yang Kamu
Inginkan

PESAN : Semoga kedepannya cara mengajar


dosen lebih efektif lagi dan fasilitas
kampus ditingkatkan agar mahasiswa
lebih mudah untuk melaksanakan
pembelajaran, serta apabila ada suatu
informasi maupun perubahan-
perubahan tolong sebaiknya
dipastikan terlebih dahulu agar tidak
terjadi miskomunikasi antara dosen
dan mahasiswa

KESAN : Melalui tugas yang diberikan oleh


dosen dengan membuat makalah,
melatih mahasiwa untuk dapat belajar
secara mandiri dan lebih mendalam
mengenai suatu topik dalam mata
kuliah tertentu. Selain itu saya dapat
belajar bagaimana cara menulis
SKRIPSI dengan metode serta bahasa
yang baik dan benar sesuai dengan
kaidah dan EYD. Serta materi kuliah
yang diajarkan dan adanya pratikum
di laboratorium dapat saling
berhubungan

Anda mungkin juga menyukai