Anda di halaman 1dari 203

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
001 Manual Prosedur Promosi Mahasiswa Baru
002 Manual Prosedur Seleksi Mahasiswa Baru
003 Manual Prosedur Pembuatan Kalender Akademik
004 Manual Prosedur Pembuatan Jadwal Akademik
005 Manual Prosedur Regritrasi Mahasiswa Baru dan Lama
006 Manual Prosedur Orientasi Mahasiswa Baru
007 Manual Prosedur Penetapan Pembimbing PBL
008 Manual Prosedur Penetapan Penguji Karta Tulis Ilmiah
009 Manual Prosedur Penetapan Dosen Pembimbing Akademik
010 Manual Prosedur Pelayanan Kartu Rencana Studi
011 Manual Prosedur Penyusunan GBPP
012 Manual Prosedur Penyusunan Modul Perkuliahan
013 Manual Prosedur Pelaksanaan Kuliah
014 Manual Prosedur Pelaksanaan Praktikum
015 Manual Prosedur Pelaksanaan Praktik Belajar Lapangan
016 Manual Prosedur Pelaksanaan Karya Tulis Ilmiah
017 Manual Prosedur Pelaksanaan Yudicium Prodi
018 Manual Prosedur Penerbitan Kartu Hasil Studi
019 Manual Prosedur Penetapan Dosen Mata Kuliah
020 Manual Prosedur Penetapan Dosen Pembimbing Karya Tulis Ilmiah
021 Manual Prosedur Pelaksanaan Ujian Tengah Semester dan Ujian Aakhir Smtr
022 Manual Prosedur Pedoman Pelaksanaan Wisuda
023 Manual Prosedur Penerbitan Ijasah
024 Manual Prosedur Penerbitan Transkrip
025 Manual Prosedur Pelayanan dan Penerbitan Ijasah
026 Manual Prosedur Tracer Studi
027 Manual Prosedur Perpanjangan Masa Studi
028 Manual Prosedur Pengajuan Cuti Kuliah
029 Manual Prosedur Pengaktifan Kembali dari cuti kuliah
030 Manual Prosedur Evaluasi Progran Diploma
031 Manual Prosedur Ijin Studi lanjut Dosen
032 Manual Prosedur Ijin Cuti Dosen
033 Manual Prosedur Ijin Dosen Tidak Masuk
DAFTAR ISI

Tujuan ...................................................................................................................1
Ruang Lingkup .....................................................................................................1
Definisi ..................................................................................................................2
Rujukan…………………………………………………………………………..2
Garis Besar Prosedur .............................................................................................2
Bagan Alir Prosedur Pengajuan Cuti Dosen........................ ..............................3
Manual Prosedur Surat Ijin Tidak Masuk bagi Dosen

I. Pengertian dan Tujuan

1. Manual Pengajuan Surat Ijin Tidak Masuk bagi Dosen ini adalah prosedur yang mengatur
pengajuan ijin bagi para dosen yang berhalangan untuk hadir dan melaksanakan kegiatan
belajar mengajar dengan alasan pribadi apapun.
2. Manual Prosedur ini bertujuan untuk menjamin kelancaran dan keteraturan pelaksanaan
kegiatan belajar mengajar di Prodi D 3 Keperawatan FIKKES UNIMUS

II. Definisi

1. Dekan adalah pimpinan fakultas yang dalam kondisi tertentu bisa diwakilkan pada wakil
dekan 1 dan 2.
2. Pimpinan Program Studi adalah Ketua dari Program Studi masing-masing.
3. Dosen adalah Dosen Program Studi D III Keperawatan FIKKES UNIMUS.

III.Ruang Lingkup

Berlaku untuk pengajuan ijin tidak masuk karena sakit atau pengobatan, melahirkan, urusan
keluarga, atau keperluan pribadi mendesak lainnya yang diajukan oleh dosen kepada Ketua
Program studi.

IV. Bagian/ Orang Terkait


1. Dekan
2. Wakil dekan
3. Ketua Program Studi
4. Dosen Program studi D3 keperawatan.

V. Prosedur
1. Dosen yang bersangkutan mengajukan surat ijin tidak masuk kepada kaprodi.
2. Surat ijin tersebut diajukan sekurang-kurangnya satu harisebelum waktu tertanggal
mulainya tidak masuk, kecuali surat ijin karena sakit.
3. Khusus untuk surat ijin sakit, dosen yang bersangkutan harus menyertakan surat dokter
4. Ketua program studi memutuskan pemberian maupun penolakan ijin bagi dosen yang
bersangkutan.

VI. Tim Penyusun


1. Ns Heryanto AN.SKp,.Mkep,.Sp.Kom
2. Ns Amin Samiasih,SKp,.Msi.Med
3. Ns Desy Ariyana R,Skep,.MKep
VII. Lampiran
1. Instruksi kerja terkait
2. Bagan manual prosedur
CATATAN PERUBAHAN
No. revisi Halaman Bagian yang dirubah Disetujui Oleh Tanggal

DISTRIBUSI PEMEGANG COPY DOKUMEN

No. Pemegang dokumen Status Dokumen No. Copy


1 Administrasi Asli
2
3
4
5
DAFTAR ISI

Cover
Catatan Perubahan
Distribusi Pemegang Copy Dokumen
Daftar Isi
1. Tujuan Prosedur
2. Luas Lingkup Prosedur dan penggunanannya
3. Standar
4. Definisi Istilah
5. Prosedur
6. Penanggung Jawab Prosedur
7. Bagan alir prosedur
8. Catatan
9. Dokumen Terkait/Referensi
1. Tujuan Prosedur Tujuan Manual Prosedur Sistem Promosi kepada calon
mahasiswa adalah:
a. Merancang kegiatan yang akan dilakukan di dalam pomosi
program studi untuk menjaring mahasiswa baru
b. Sebagai pedoman bagi pimpinan ataupun tim promosi di
dalam menjalankan sistem promosi / sosialisasi program
studi kepada calon mahasiswa
c. Mempermudah pelaksanaan, monitoring dan evaluasi sistem
promosi kepada calon mahasiswa.

2. Luas Lingkup Prosedur dan Manual Prosedur Sistem promosi kepada calon mahasiswa
penggunanannya meliputi pembentukan tim promosi, penyiapan sarana dan
prasarana promosi, pembagian kerja tim promosi, laporan
pertanggung jawaban tim promosi

3. Standar
4. Definisi Istilah a. Promosi program studi ialah suatu upaya untuk
menyebarluaskan / mensosialisasikan / memberikan
informasi mengenai program studi kepada masyarakat /
khalayak tertentu untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
b. Calon Mahasiswa ialah murid SMU kelas 3 dan lulusan
SPK/SMK Kesehatan.

5. Prosedur a. Prodi mengusulkan spesifikasi syarat calon mahasiswa baru


prodi D3 Keperawatan
b. Bagian adminsi dan Tim promosi mengadakan pertemuan
dengan seluruh anggota tim promosi untuk membicarakan
rencana kegiatan promosi sekaligus agenda kerja dan
penganggaran.
c. Tim promosi mempersiapkan sarana dan prasarana yang
dibutuhkan selama promosi (misal leaflet, poster, CD film,
kendaraan, dll)
d. Pelaksanaan Promosi, sebagai berikut :
e. Panitia melakukan pembagian tim promosi
f. Tim promosi mendatangi langsung ke sekolah-sekolah untuk
memberikan informasi secara langsung kepada kepala
sekolah / guru BK / Murid SMU/SMK sekaligus
memberikan leaflet, poster, dan bahan poromosi lainnya.
g. Untuk siswa SMU/SMK yang datang ke UNIMUS: Tim
promosi menyiapkan leaflet yang dititpkan ke bagian PMB
dan resepsionis
h. Selain itu, tim promosi juga melakukan promosi melalui
web-site, media elektronik / cetak, serta bekerjasama dengan
bimbingan belajar.
i. Tim promosi menyusun laporan pelaksanaan kegiatan
promosi dan menyerahkannya kepada bagian admisi

6. Penanggung Jawab Bagian Admisi Universitas Muhammadiyah Semarang


7. Bagan alir prosedur Terlampir

8. Catatan Penerimaan mahasiswa baru tersentral di universitas dikoordinir


oleh UPT Admisi

9. Dokumen terkait/referensi Buku panduan universitas UNIMUS, panduan penerimaan


mahasiswa baru
Lampiran
Bagan alir prosedur orientasi akademik dan pengenalan kampus bagi Mahasiswa Baru

Calon Pendaftaran :
Mahasiswa One Ujian / Seleksi
Days/Beasiswa/d
ll

Daftar Gel. Tidak Tidak Pilihan


Berikutnya Sudah Sudah Lainnya

Lulus

Ya
Suda
h
Registrasi Akademik Registrasi Administrasi
Pengisian Blangko Pembayaran di BANK
Reg

Pengambilan Kegiatan Orientasi


Jas kampus
Almamater
CATATAN PERUBAHAN
No. revisi Halaman Bagian yang dirubah Disetujui Oleh Tanggal

DISTRIBUSI PEMEGANG COPY DOKUMEN

No. Pemegang dokumen Status Dokumen No. Copy


1 Administrasi Asli
2
3
4
5
DAFTAR ISI

Cover
Catatan Perubahan
Distribusi Pemegang Copy Dokumen
Daftar Isi
1. Tujuan Prosedur
2. Luas Lingkup Prosedur dan penggunanannya
3. Standar
4. Definisi Istilah
5. Prosedur
6. Penanggung Jawab Prosedur
7. Bagan alir prosedur
8. Catatan
9. Dokumen Terkait/Referensi
1. Tujuan Prosedur Memberikan acuan seleksi penerimaan mahasiswa baru

2. Luas Lingkup Prosedur dan Prosedur ini mencakup proses seleksi penerimaan
penggunanannya mahasiswa baru. Luas lingkup prosedur adalah tingkat
Universitas dan digunakan di tingkat Program Studi

3. Standar Calon mahasiswa program studi S1 Keperawatan harus lulus


seleksi penerimaan mahasiswa baru

4. Definisi Istilah 1. Seleksi administrasi: adalah seleksi calon mahasiswa baru


sesuai dengan syarat-syarat yang ditentukan
2. Jalur PEMIKAT merupakan upaya menggali calon
mahasiswa baru yang memiliki potensi dan prestasi di
bidang akademik, seni, olahraga dan atau keorganisasian.
Program ini diperuntukkan bagi siswa kelas III SMA/MA/
SMK Kesehatan (SPK) atau sederajat yang masih berstatus
sebagai siswa aktif (belum lulus),formulir dan proses
pendaftaran tidak dipungut biaya
3. Program Penelusuran Atlet Koni (Perkoni) Sekolah
Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan
merupakan program seleksi bagi siswa-siswi SMA & SMK
kesehatan (SPK) untuk memasuki melalui program seleksi
tanpa ujian tertulis sebagai upaya untuk menjaring calon
mahasiswa Unimus yang memiliki prestasi di bidang olah
raga. yang dapat dibuktikan dengan sertifikat, piagam atau
tanda bukti kejuaraan lainnya ditingkat propinsi juara 1/ 2/ 3
4. Penelusuran Mahasiswa Berprestasi (Permasi) Sekolah
Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan
merupakan program seleksi bagi siswa-siswi SMA & SMK
kesehatan (SPK)untuk memasuki Universitas
Muhammadiyah Semarang melalui program seleksi tanpa
ujian tertulis sebagai upaya untuk menjaring calon
mahasiswa Unimus yang memiliki kemampuan akademik,
ketrampilan dan kematangan pribadi, yang ditunjukkan
dengan prestasi yang telah dicapai di Sekolah Menengah
Atas atau Sekolah Menengah Kejuruan
5. One day Service Admission merupakan penyederhanaan
sistem pelayanan untuk memberikan kemudahan yang
setinggi-tingginya bagi para calon pendaftar.Melalui jalur
ini, pendaftar dapat menyelesaikan 4 tahap kegiatan dalam
satu hari, yaitu pendaftaran, ujian masuk, pengumuman, dan
registrasi ulang
6. Seleksi tes kesehatan adalah seleksi calon mahasiswa baru
dengan tes kesehatan fisik meliputi test buta warna, test
cacat fisik

5. Prosedur 1. Calon mahasiswa mendaftar melalui jalur PEMIKAT,


PERKONI, PROBEA, PERMASI, One day service
admission
2. Mahasiswa mengikuti seleksi administrasi
3. Mahasiswa mengikuti seleksi ujian tulis
4. Jika mahasiswa diterima mahasiswa dapat mengikuti ujian
kesehatan untuk mengetahui buta warna, ada atau tidaknya
cacat fisik
5. Jika mahasiswa diterima dilanjutkan dengan registrasi
administrasi dengan melakukan pembayaran di bank sesuai
yang ditentukan
6. Setelah menyerahkan slip pembayaran mahasiswa dapat
mengambil jas almamater di BAUK
7. Mahasiswa mengukuti kegiatan pra kuliah /PPS sesuai yang
ditentukan

6. Penanggung Jawab Bagian Admisi Universitas Muhammadiyah Semarang

7. Bagan alir prosedur Terlampir

8. Catatan Penerimaan mahasiswa baru tersentral di universitas dikoordinir


oleh UPT Admisi

9. Dokumen terkait/referensi Buku panduan universitas UNIMUS, panduan penerimaan


mahasiswa baru
Lampiran
Bagan alir prosedurorientasi akademik dan pengenalan kampus bagi Mahasiswa Baru

Calon Pendaftaran :
One Ujian / Seleksi
Mahasiswa
Days/Beasiswa/dll

Daftar Gel. Tida Tidak Pilihan


Berikutnya k Sudah Lainnya
Suda
h Lulus

Ya
Suda
h
Registrasi Akademik Registrasi Administrasi
Pengisian Blangko Pembayaran di BANK
Reg

Pengambilan Kegiatan Orientasi


Jas kampus
Almamater
CATATAN PERUBAHAN
No. revisi Halaman Bagian yang dirubah Disetujui Oleh Tanggal

DISTRIBUSI PEMEGANG COPY DOKUMEN

No. Pemegang dokumen Status Dokumen No. Copy


1 Administrasi Asli
2
3
4
5
DAFTAR ISI

Cover
Catatan Perubahan
Distribusi Pemegang Copy Dokumen
Daftar Isi
1. Tujuan Prosedur
2. Luas Lingkup Prosedur dan penggunanannya
3. Standar
4. Definisi Istilah
5. Prosedur
6. Penanggung Jawab Prosedur
7. Bagan alir prosedur
8. Catatan
9. Dokumen Terkait/Referensi
1. Tujuan Prosedur Memberikan acuan penyusunan kalender akademik

2. Luas Lingkup Prosedur dan Kalender akademik disusun dan ditetapkan agar menjadi
penggunanannya acuan semua pihak yang terlibat, sehingga proses
penyelenggaraan pembelajaran dapat berjalan secara efektif
dan efisien. Luas lingkup prosedur adalah tingkat Universitas dan
digunakan di tingkat Program Studi

3. Standar 1. Kalender akademik ditetapkan paling lambat 1 bulan


sebelum perkuliahan dimulai
2. Kalender akademik di upload ke SIAMUS paling lambat 1
hari sebelum kegiatan registrasi

4. Definisi Istilah Kalender akademik adalah jadwal seluruh kegiatan


penyelenggaraan pembelajaran dibuat dan disepakati program
studi serta disahkan oleh dekan Fakultas Ilmu Keperawatan dan
Kesehatan

5. Prosedur 1. Universitas menerbitkan kalender akademik


2. Kaprodi dan sekprodi merancang kalender akademik
program studi mengacu pada kalender universitas dan
mempertimbangkan karekteristik pembelajaran masing-
masing semester
3. Kalender akademik di ketik dan di setujui oleh ketua
program studi
4. Kalender akademik disahkan oleh dekan fakultas ilmu
keperawatan dan kesehatan
5. Kalender akademik disosialisasikan
a. Kalender akedemik disosialisasikan kepada mahasiwa
dengan mengunggah ke SIAMUS
b. Kalender akademik disosialisasikan kepada dosen
pengampu dan koordinator mata ajar melalui kegiatan
tepat akademik
6. Penanggung Jawab Kaprodi

7. Bagan alir prosedur Terlampir

8. Catatan 1. Penyusunan kalender akademik dilakukan setiap 1 tahun


sekali, kalender akademik digunakan selama 1 tahun ajaran.
2. Kalender akademik program studi S1 Keperawatan mengacu
pada kalender akademik yang dirumuskan universitas
dengan beberapa perubahan sesuai dengan karakteristik tiap
semester

9. Dokumen terkait/referensi Buku panduan universitas UNIMUS, kalender universitas


Lampiran
Bagan alir pembuatan kalender akademik

Kalender akademik universitas


diterbitkan dan diterima program
studi

Kaprodi dan sekprodi berdiskusi


tentang rumusan kalender
akadenim program studi

Cetak Kalender akademik


kalender di ketik
akademik

Disetujui ketua
program studi

Disahkah dekan
FIKKES

Disosialisasikan pada
dosen dan mahasiswa
iunggah ke SIAMUS

Selesai
(penyusunan jadwal
perkuliahan)
CATATAN PERUBAHAN
No. revisi Halaman Bagian yang dirubah Disetujui Oleh Tanggal

DISTRIBUSI PEMEGANG COPY DOKUMEN

No. Pemegang dokumen Status Dokumen No. Copy


1 Administrasi Asli
2
3
4
5
DAFTAR ISI

Cover
Catatan Perubahan
Distribusi Pemegang Copy Dokumen
Daftar Isi
1. Tujuan Prosedur
2. Luas Lingkup Prosedur dan penggunanannya
3. Standar
4. Definisi Istilah
5. Prosedur
6. Penanggung Jawab Prosedur
7. Bagan alir prosedur
8. Catatan
9. Dokumen Terkait/Referensi
1. Tujuan Prosedur Memberikan penyusunan jadwal perkuliahan di kelas dan
laboratorium

2. Luas Lingkup Prosedur dan Prosedur ini berisi petunjuk pembuatan jadwal perkuliahan
penggunanannya setiap semester. Luas lingkup prosedur adalah tingkat
Universitas dan digunakan di tingkat Program Studi.
3. Standar 1. Jadwal perkuliahan ditetapkan paling lambat 1 bulan
sebelum perkuliahan dimulai
2. Jadwal perkuliahan di upload ke SIAMUS paling lambat 1
hari sebelum kegiatan registrasi berakhir

4. Definisi Istilah 1. Jadwal perkuliahan adalah rencana kegiatan perkuliahan


2. SIAMUS adalah sistem informasi akademik Universitas
Muhammadiyah Semarang melalui internet yang dapat
diakses oleh mahasiswa dimanapun berada
5. Prosedur 1. Program studi menetapkan kalender perkuliahan
2. Ketua program studi dan sekretaris program studi membuat
mapping jadwal perkuliahan, koordinator mata ajar dan
dosen pengampu mata ajar
3. Program studi menghubungi dosen terkait untuk penentuan
jadwal besar perkuliahan
4. Pengetikan jadwal perkuliahan
5. Pencetakan jadwal perkuliahan
6. Jadwal besar perkuliahan disetujui program studi
7. Rapat koordinasi perkuliahan dengan dosen pengampu
konfirmasi ulang jadwal perkuliahan yang sudah dirumuskan
dengan koordinator mata ajar atau dosen pengampu
8. Revisi jadwal perkuliahan
9. Persetujuan ketua program studi
10. Koordinator mata ajar perkuliahan blok menyusun jadwal
perkuliahan teori dikelas dan perkuliahan laboratorium
sesuai dengan mapping jadwal yang sudah ditentukan
11. Jadwal perkuliahan secara rinci masing-masing blok di
setujui oleh ketua program studi
12. Sosialisasi pada mahasiswa

6. Penanggung Jawab Kaprodi, Koordinator mata ajar

7. Bagan alir prosedur Terlampir

8. Catatan Jadwal perkuliahan dibagi menjadi jadwal besar perkuliahan


secara umum tiap semester (baik jadwal perkuliahan kelas
maupun laboratorium)

9. Dokumen terkait/referensi Kalender akademik


Lampiran
Bagan alir pembuatan jadwal perkuliahan

Kalender akademik diterbitkan


program studi

Kaprodi dan sekprodi berdiskusi tentang


mapping koordinator mata ajar, dosen
pembimbing dan jadwal perkuliahan

Sekprodi menghubungi masing-masing


pembimbing untuk menentukan jadwal
perkuliahan tiap semester

Cetak draft Jadwal perkuliahan


jadwal di ketik
perkuliahan

Disetujui ketua
program studi

Cetak
Rapat koordinasi dengan dosen jadwal
Koordinator mata ajar pengampu konfirmasi ulang adanya perkuliahan
perkulimenyusun jadwal perubahan jadwal
perkuliahan teori dikelas
dan perkuliahan Revisi jadwal dan
laboratorium sesuai
dengan mapping jadwal persetujuan program
yang sudah ditentukan studi

Sosialisasi pada dosen


pengampu dan
mahasiswa

Selesai
CATATAN PERUBAHAN
No. revisi Halaman Bagian yang dirubah Disetujui Oleh Tanggal

DISTRIBUSI PEMEGANG COPY DOKUMEN

No. Pemegang dokumen Status Dokumen No. Copy


1 Administrasi Asli
2
3
4
5
DAFTAR ISI

Cover
Catatan Perubahan
Distribusi Pemegang Copy Dokumen
Daftar Isi
1. Tujuan Prosedur
2. Luas Lingkup Prosedur dan penggunanannya
3. Standar
4. Definisi Istilah
5. Prosedur
6. Penanggung Jawab Prosedur
7. Bagan alir prosedur
8. Catatan
9. Dokumen Terkait/Referensi
1. Tujuan Prosedur Memberikan acuan registrasi bagi mahasiswa baru dan
lama

2. Luas Lingkup Prosedur dan Lingkup prosedur digunakan pada mahasiswa baru yang akan
penggunanannya melakukan registrasi awal semester dan bagi mahasiswa lama
yang akan melakukan registrasi setiap awal semester.

3. Standar Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Semarang diwajibkan


melakukan registrasi atau daftar ulang, baik registrasi
administrasi maupun registrasi akademik.

4. Definisi Istilah 1. Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan


belajar pada perguruan tinggi di program studi D3
Keperawataqn Universitas Muhammadiyah Semarang

2. Registrasi administrasi adalah suatu kegiatan yang


dilakukan oleh mahasiswa untuk memperoleh status
terdaftar sebagai mahasiswa.

3. Registrasi akademik adalah suatu kegiatan pendaftaran


mata kuliah yang akan diisikan dalam KRS (Kartu rencana
Studi) untuk semester yang akan berjalan dan telah
mendapatkan legalisasi dari dosen wali.

4. SIAMUS adalah sistem informasi akademik Universitas


Muhammadiyah Semarang melalui internet yang dapat
diakses oleh mahasiswa dimanapun berada

5. BAUK adalah Badan Administrasi dan Urusan Keuangan


Universitas Muhammadiyah Semarang

5. Prosedur 1. Prosedur registrasi bagi Mahasiswa Baru


a. Registrasi Administrasi: Calon mahasiswa yang
telah lulus seleksi /dinyatakan diterima wajib
registrasi
1) Pembayaran biaya kuliah di BANK yang
ditunjuk
2) Mengisi berkas registrasi
3) Penyerahan berkas & mahasiswa memperoleh
a) Surat bukti registrasi
b) Kartu mahasiswa sementara
c) Surat pengantar pengambilan Jas Almamater
d) Pengukuran jas almamater
b. Registrasi Akademik: Pengisian KRS dilaksanakan
pada saat kegiatan Pra Kuliah. / orientasi
2. Prosedur registrasi Mahasiswa Lama
a. Mahasiswa membawa bukti pengesahan administrasi
dari BAUK.
b. Mahasiswa Membayar di Bank yang sudah ditentukan
c. Mahasiswa ke BAUK menunjukkan bukti pembayaran,
BAUK mengaktifkan koneksi dg SiAmus.
d. Mahasiswa mengisi KRS onLine dari manapun yang ada
koneksi dengan internet
e. Mencetak KRS dan minta tanda tangan Pembimbing
Akademik / Ka. Prodi
f. Mahasiswa mengcopy KRS 4 lembar untuk 1.
Pembimbing Akademik, 2. TU Prodi, 3. BAAK, dan 4.
yang asli untuk dirinya sendiri

6. Penanggung Jawab TIK UNIMUS, Bagian keuangan UNIMUS dan


Administrasi program studi

7. Bagan alir prosedur Terlampir

8. Catatan 1. Mahasiswa yang karena sesuatu hal tidak melaksanakan


registrasi, dianggap sebagai mahasiswa non aktif / mangkir
dan diperhitungkan sebagai masa studi.
2. Mahasiswa yang terlambat malakukan registrasi akan
dikenai sanksi baik administrasi maupun akademik sesuai
ketentuan yang berlaku

9. Dokumen terkait/referensi Buku panduan universitas UNIMUS, format KRS


Lampiran
Bagan alir prosedur Registrasi Mahasiswa Baru

Calon
Mahasiswa

Lulus Ujian /
Seleksi

Registrasi Administrasi
Pembayaran di BANK

Registrasi Akademik
Pengisian Blangko
Registrasi

Pengisian
KRS

Selesai
(mengikuti orientasi)
CATATAN PERUBAHAN
No. revisi Halaman Bagian yang dirubah Disetujui Oleh Tanggal

DISTRIBUSI PEMEGANG COPY DOKUMEN

No. Pemegang dokumen Status Dokumen No. Copy


1 Administrasi Asli
2
3
4
5
DAFTAR ISI

Cover
Catatan Perubahan
Distribusi Pemegang Copy Dokumen
Daftar Isi
1. Tujuan Prosedur
2. Luas Lingkup Prosedur dan penggunanannya
3. Standar
4. Definisi Istilah
5. Prosedur
6. Penanggung Jawab Prosedur
7. Bagan alir prosedur
8. Catatan
9. Dokumen Terkait/Referensi
1. Tujuan Prosedur Memberikan acuan bagi kegiatan orientasi studi dan
pengenalan kampus

2. Luas Lingkup Prosedur dan Digunakan saat calon mahasiswa baru diterima di Program
penggunanannya Studi D3 Keperawatan Unimus. Luas lingkup prosedur
adalah tingkat Universitas dan digunakan di tingkat
Program Studi

3. Standar 1. Semua calon mahasiswa program studi D3 Keperawatan


harus yang lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru harus
mengikuti kegiatan orientasi akademik dan pengenalan
kampus
2. Kegiatan orientasi akademik dan pengenalan kampus
dilakukan satu minggu sebelum perkuliahan dimulai

4. Definisi Istilah 1. Orientasi studi atau pengenalan program studi adalah


rangkaian kegiatan orientasi yang dilakukan di tingkat
program studi meliputi paparan visi, misi, tujuan dan
strategi, kurikulum yang ditempuh, struktur mata kuliah,
dan masa tempuh studi.
2. Pengenalan kampus adalah rangkaian kegiatan yang
dilakukan untuk tujuan mengenalkan atmosfir kampus dan
tata tertib/ aturan kampus.

5. Prosedur 1. Calon mahasiswa lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru


sudah melakukan registrasi
2. Mahasiswa mendapat perlengkapan (jas almamater, kartu
mahasiswa sementara)
3. Mahasiswa mengikuti kegiatan orientasi studi (kegiatan pra
kuliah /PPS) sesuai yang ditentukan:
a. Hari ke-1 : Gladi Bersih dan Penjelasan Kegiatan
b. Hari ke-2: Upacara Penerimaan mahasiswa Baru
diteruskan dengan Orientasi Universitas
c. Hari ke-3 : Orientasi Fakultas
d. Hari ke-4 ; Studium General
e. Hari ke-5 : Masa Ta’aruf ( Masta )
f. Penutup / Inougurasi

6. Penanggung Jawab Bagian PMB, BEM universitas dan fakultas, ketua program
studi

7. Bagan alir prosedur Terlampir

8. Catatan Mahasiswa yang sakit dan kondisinya tidak memungkinkan


secara fisik diperbolehkan tidak mengikuti orientasi dengan
bukti surat ijin dari dokter. Mahasiswa tersebut wajib mengikuti
orientasi pada tahun berikutnya.

9. Dokumen terkait/referensi Buku panduan universitas UNIMUS, panduan penerimaan


mahasiswa baru
Lampiran
Bagan alir orientasi akademik dan pengenalan kampus Mahasiswa Baru

Calon mahasiswa
baru lulus seleksi

Registrasi Administrasi
dan akademik

Registrasi Akademik
Pengisian Blangko
Registrasi

Pengambilan jas almamater dan


kartu mahasiswa sementara

Mengikuti kegiatan orientasi studi


dan pengenalan kampus selama 6
hari

Selesai
Kegiatan
perkuliahan
Lampiran
Bagan alir prosedur pendaftaran / Registrasi Mahasiswa Baru

Calon Pendaftaran :
Mahasiswa One Ujian / Seleksi
Days/Beasiswa/d
ll

Tida Tidak
Daftar Gel. k Sudah
Pilihan
Berikutnya Suda
Lulus Lainnya
h

Ya
Suda
h
Registrasi Akademik Registrasi Administrasi
Pengisian Blangko Pembayaran di BANK
Reg

Pengambilan Kegiatan Pra Kegiatan


Jas Kuliah /PPS Akademik
Almamater
CATATAN PERUBAHAN

No. revisi Halaman Bagian yang dirubah Disetujui Oleh Tanggal

DISTRIBUSI PEMEGANG COPY DOKUMEN

No Pemegang dokumen Status Dokumen No. Copy


1 Administrasi Asli
2 Ketua program studi Copy 1
3
4
5
DAFTAR ISI

Cover
Catatan Perubahan
Distribusi Pemegang Copy Dokumen
Daftar Isi
1. Tujuan Prosedur
2. Luas Lingkup Prosedur dan penggunanannya
3. Standar
4. Definisi Istilah
5. Prosedur
6. Penanggung Jawab Prosedur
7. Bagan alir prosedur
8. Catatan
9. Dokumen Terkait/Referensi
1. Tujuan Prosedur Memberikan acuan penetapan dosen pembimbing PBL

2. Luas Lingkup Prosedur dan Prosedur digunakan di tingkat Program Studi. Prosedur
penggunanannya dilakukan sebelum kegiatan PBL dimulai.

3. Standar a. Dosen pembimbing PBL adalah dosen pembimbing akademi


dan pembimbing klinik yang membimbing sesuai dengan
ruangan yang telah ditentukan
b. Dosen pembimbing PBL wajib membimbing mahasiswa
paling sedikit 4 jam setiap minggu
c. Pembimbing PBL dari lahan praktek (clinical instruktur)
ditetapkan berdasarkan SK dari lahan praktek
d. Kewajiban dosen pembimbing PBL selama proses PBL
antara lain:
1) Membimbing mahasiswa selama melaksanakan
praktek belajar lapangan baik di rumah sakit
maupun komunitas.
2) Melakukan evaluasi selama mahasiswa
melaksanakan praktek belajar lapangan.

4. Definisi Istilah a. Dosen pembimbing PBL adalah dosen tenaga pendidik


pada perguruan tertinggi di program studi yang sesuai
dengan kompetensinya ditugaskan untuk membimbing
mahasiswa dalam melaksanakan praktek belajar
lapangan lahan praktek
b. PBL adalah kegiatan pembelajaran laboratorium di
klinik baik di RS, panti wreda, puskemas, dan
komunitas

5. Prosedur a. Koordinator bersama program studi membuat mapping nama


pembimbing PBL dari institusi
b. Koordinator mata ajar berkoordinasi dengan Rumah Sakit
dalam menentukan nama-nama pembimbing PBL dari klinik
c. Nama dosen pembimbing disetujui ketua program studi
d. Program studi mengusulkan kepada rektor untuk membuat
surat keputusan dosen pembimbing PBL
e. Koordinator mata ajar meminta salinan SK pembimbing
klinik dari RS
f. Sosialisasi SK dosen pembimbing PBL
g. Pengarsipan SK dosen pembimbing PBL
h. Ketua program studi dan sekretaris program studi membuat
jadwal bimbingan.

6. Penanggung Jawab Kaprodi

7. Bagan alir prosedur Terlampir

8. Catatan a. SK dosen pengampu PBL dari institusi di sahkan oleh rektor


Universitas Muhammadiyah Semarang
b. SK pembimbing klinik dari RS disahkan oleh direktur RS
dan copynya diserahkan kepada koordinator untuk
diarsipkan oleh administrasi
9. Dokumen terkait/referensi SK mengajar dosen pembimbing PBL
Lampiran
Penentuan Dosen Pembimbing PBL

Mulai

Koordinasi dengan RS
Prodi dan koordinator berdiskusi
untuk penentuan
tentang nama dosen pembimbing
pembimbing klinik
PBL

SK Dosen
Disetujui ketua
pengamp
program studi
u

Koordinator mata ajar


SK Dosen Dosen pembimbing PBL dari meminta salinan SK
pengamp institusi diusulkan kepada rektor pembimbing klinik dari
u untuk dibuatkan SK dosen RS pengampu FIKKES
pengampu FIKKES

Sosialisasi SK kepada dosen


pengampu dan pengarsipan
CATATAN PERUBAHAN
No. revisi Halaman Bagian yang dirubah Disetujui Oleh Tanggal

DISTRIBUSI PEMEGANG COPY DOKUMEN


No. Pemegang dokumen Status Dokumen No. Copy
1 Administrasi Asli
2 Kaprodi Copy
3 Sekprodi Copy
4 Koordinator KTI Copy
5
DAFTAR ISI

Cover
Catatan Perubahan
Distribusi Pemegang Copy Dokumen
Daftar Isi
1. Tujuan Prosedur
2. Luas Lingkup Prosedur dan penggunanannya
3. Standar
4. Definisi Istilah
5. Prosedur
6. Penanggung Jawab Prosedur
7. Bagan alir prosedur
8. Catatan
9. Dokumen Terkait/Referensi
1. Tujuan Prosedur Memberikan acuan penentuan penguji KTI

2. Luas Lingkup Prosedur dan Luas lingkup prosedur adalah tingkat Universitas dan
penggunanannya digunakan di tingkat Program Studi

3. Standar Penguji dapat menjalankan kewajibannya sebagai penguji KTI


setelah mendapat SK dari dekan Fakultas Ilmu Keperawatan
Unimus

4. Definisi Istilah Penguji KTI adalah orang yang menguji ujian KTI

5. Prosedur a. Koordinator KTI dan sekretaris program studi membuat


mapping pembimbing KTI yang bisa dijadikan penguji
KTI berdasarkan peminatan keilmuan mahasiswa
b. Usulan susunan penguji KTI yang dibuat ketua
program studi diajukan kepada dekan Fakultas Ilmu
Keperawatan dan Kesehatan sebagai dasar pengusulan
SK menguji
c. Surat Keputusan penguji KTI ditetapkan oleh dekan
Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan
didesiminasikan pada masing-masing penguji dan
diarsipkan oleh administrasi prodi D3 Keperawatan
d. Daftar nama penguji yang sudah dirumuskan dalam
Surat Keputusan diumumkan pada mahasiswa dengan
menempelkan di papan pengumuman

6. Penanggung Jawab Ketua Program Studi


7. Bagan alir prosedur Terlampir
8. Catatan a. Syarat penguji ujian KTI:
1) Pendidikan minimal S1 Keperawatan dan kesehatan
2) Memiliki jabatan akademik
3) Menjadi pembimbing KTI program studi D3
Keperawatan dan pernah menjadi penguji ujian KTI
b. Copy SK penguji KTI disimpan di bagian administrasi Prodi
dalam arsip
c. Prosedur penetapan penguji KTI ditetapkan untuk setiap
angkatan, ditetapkan di awal semester

9. Dokumen terkait/referensi SK penguji KTI


Lampiran
Bagan alir penetapan penguji KTI

Mapping penguji berdasarkan


peminatan kelompok keilmuan

Penentuan penguji oleh program studi

Dokumen Usulan SK penguji ke dekan


SK penguji fakultas
KTI

Sosialisasi SK pada penguji,


mahasiswa teruji dan
pengarsipan SK oleh administrasi
program studi
CATATAN PERUBAHAN

No. revisi Halaman Bagian yang dirubah Disetujui Oleh Tanggal

DISTRIBUSI PEMEGANG COPY DOKUMEN

No. Pemegang dokumen Status Dokumen No. Copy


1 Administrasi Arsip asli
2
3
4
5
DAFTAR ISI
Cover
Catatan Perubahan
Distribusi Pemegang Copy Dokumen
Daftar Isi
1. Tujuan Prosedur
2. Luas Lingkup Prosedur dan penggunanannya
3. Standar
4. Definisi Istilah
5. Prosedur
6. Penanggung Jawab Prosedur
7. Bagan alir prosedur
8. Catatan
9. Dokumen Terkait/Referensi
1. Tujuan Prosedur Digunakan sebagai pedoman pengangkatan
Dosen Pembimbing Akademik tiap tahun ajar
akademik.
2. Luas Lingkup Prosedur dan Luas lingkup prosedur adalah tingkat
penggunaannya Universitas dan digunakan di tingkat Program
Studi
3. Standar Setiap dosen pembimbing akademik bertugas
membimbing mahasiswa selama satu tahun
ajar.

4. Definisi Istilah Dosen pembimbing akademik adalah dosen di


perguruan tinggi yang karena tugas atau
jabatannya di perguruan tinggi ditugaskan
untuk membimbing beberapa mahasiswa
untuk:
1. Memberikan bimbingan, arahan dan nasehat
pada mahasiswa mengenai berbagai masalah
yang dihadapi selama studi, membantu
mahasiswa dalam penyusunan rencana studi.
2. Menandatangani Kartu Rencana Studi atas
nilai yang telah diperoleh mahasiswa
perwaliannya.
3. Menandatangani Kartu Hasil Studi atas nilai
yang telah diperoleh mahasiswa
perwaliannya.
4. Membuat dan mengisi kartu evaluasi
individual mahasiswa perwaliannya.
5. Mengevaluasi keberhasilan studi sesuai
dengan tahapan evaluasi dan membuat
laporan serta rekomendasi terhadap
mahasiswa yang tidak memenuhi
persyaratan evaluasi kepada ketua jurusan /
program studi.
6. Mengirim KHS tersebut kepada orang tua
mahasiswa setiap akhir semester.

5. Prosedur 1. Pengajuan nama Pembimbing Akademik


dan mahasiswa bimbingan ke tingkat
Fakultas
2. Pengajuan nama Pembimbing Akademik
dan mahasiswa bimbingan ke tingkat
Universitas
3. Pengesahan nama Pembimbing Akademik
dan mahasiswa bimbingan dalam bentuk SK
Rektor
4. Sosialisasi SK kepada dosen Pembimbing
Akademik

6. Penanggung Jawab Prosedur Ketua Prodi D III Keperawatan FIKKES


Unimus

7. Bagan alir prosedur Terlampir

8. Catatan SK dosen pembimbing diarsipkan di bagian


administrasi akademik dan diberikan kepada
masing-masing dosen pembimbing

9. Dokumen terkait/referensi Panduan Akademik Universitas


Muhammadiyah Semarang.
Lampiran
Bagan alur penentuan pembimbing akademik

Mulai

Pengajuan nama Pembimbing Akademik dan


mahasiswa bimbingan ke tingkat Fakultas

Pengantar dari
Fakultas ke
Universitas

Pengajuan nama Pembimbing


Akademik dan mahasiswa bimbingan
ke tingkat Universitas
untuk dibuatkan SK dosen
pengampu FIKKES
SK Dosen
Pengesahan nama Pembimbing
pengampu
Akademik dan mahasiswa bimbingan
dalam bentuk SK Rektor

Sosialisasi SK kepada dosen


pengampu dan pengarsipan
CATATAN PERUBAHAN
No. revisi Halaman Bagian yang dirubah Disetujui Oleh Tanggal

DISTRIBUSI PEMEGANG COPY DOKUMEN


No. Pemegang dokumen Status Dokumen No. Copy
1
2
3
4
5
DAFTAR ISI

Cover
Catatan Perubahan
Distribusi Pemegang Copy Dokumen
Daftar Isi
1. Tujuan Prosedur
2. Luas Lingkup Prosedur dan penggunanannya
3. Standar
4. Definisi Istilah
5. Prosedur
6. Penanggung Jawab Prosedur
7. Bagan alir prosedur
8. Catatan
9. Dokumen Terkait/Referensi
1. Tujuan Prosedur Manual pengisian KRS dibuat untuk menjamin
pelaksanaan pengisian kartu rencana studi.

2. Luas Lingkup Prosedur dan Prosedur ini mencakup mahasiswa prosedur


penggunanannya pengisian KRS bagi mahasiswa Program Studi D3
Keperawatan Unimus. Luas lingkup prosedur
adalah tingkat Universitas dan digunakan di tingkat
Program Studi

3. Standar a. Pengisian KRS secara online melalui SIAmus


dapat dilakukan sesuai jadwal pada kalender
akademik yang dikeluarkan BAAK.
b. Data pokok KRS adalah mata kuliah tawar
pada setiap semester yang di update oleh
program studi sebelum jadwal pelaksanaan
KRS berlangsung.

4. Definisi Istilah KRS adalah kartu rencana studi yang diajukan oleh
mahasiswa pada awal perkuliahan dan disetujui
oleh pembimbing.

5. Prosedur a. Prodi mengidentifikasi mata kuliah dengan


kompetensi yang akan ditawarkan pada setiap
semester sesuai dengan SK Kurikulum
b. Administrasi akademik meng upload mata
kuliah tawar melalui SIAmus, pada semester
tersebut sesuai dengan SK Kurikulum.
c. Mahasiswa melakukan registrasi administrasi
dan menyerahkan slip pembayaran ke BAUK
d. Mahasiswa mengisi KRS secara online melalui
SIAmus, dengan mengisi mata kuliah yang
ditawarkan sesuai jadwal pada kalender
akademik yang dikeluarkan oleh BAAK.
e. KRS yang dicetak sejumlah 4 buah dan
disetujui oleh pembimbing akademik.
f. KRS diserahkan kepada pembimbing,
administrasi, BAUK dan disimpan mahasiswa.

6. Penanggung Jawab Prosedur BAUK dan Administrasi akademik prodi


7. Bagan alir prosedur Terlampir
8. Catatan
9. Dokumen terkait/referensi Panduan universitas
Lampiran

Bagan Alir Pengisian KRS

Mahasiswa
membayar biaya
kuliah

Mahasiswa ke
BAUK

Mahasiswa
Cetak / print Mengisi KRS
KRS sejumlah
(On-Line)
4

BAAK

Selesai mengikuti
kuliah
CATATAN PERUBAHAN
No. revisi Halaman Bagian yang dirubah Disetujui Oleh Tanggal
Tidak ada

DISTRIBUSI PEMEGANG COPY DOKUMEN


No. Pemegang dokumen Status Dokumen No. Copy
1 Administrasi Asli
2
3
4
5
DAFTAR ISI

Cover
Catatan Perubahan
Distribusi Pemegang Copy Dokumen
Daftar Isi
1. Tujuan Prosedur
2. Luas Lingkup Prosedur dan penggunanannya
3. Standar
4. Definisi Istilah
5. Prosedur
6. Penanggung Jawab Prosedur
7. Bagan alir prosedur
8. Catatan
9. Dokumen Terkait/Referensi
1. Tujuan Prosedur Dibuat untuk menjamin pelaksanaan
pembuatan RPKPS, GBPP dan SAP.

2. Luas Lingkup Prosedur dan Luas lingkup prosedur ini berlaku di Program
penggunanannya Studi D3 Keperawatan, mengatur
pelaksanaan pembuatan RPKPS, GBPP dan
SAP. Manual prosedur ini melibatkan pihak-
pihak terkait terdiri dari Ketua Program
Studi, tim kurikulum, koordinator mata ajar
dan dosen pengampu mata kuliah

3. Standar RPKPS dibuat awal semester, SAP dibuat


awal semester disesuaikan dengan GBPP.

4. Definisi Istilah a. RPKPS adalah rencana program kegiatan


pembelajaran semester
b. GBPP adalah garis besar program
pengajaran
c. SAP adalah satuan acara pengajaran
5. Prosedur a. Prodi mengidentifikasi mata kuliah dan
blok dengan kompetensi yang diajarkan
dan koordinator yang bertanggung jawab
terhadap mata kuliah/ blok yang
diajarkan
b. Koordinator membuat RPKPS, GBPP
c. Dosen membuat SAP
d. Penetapan evaluasi belajar oleh dekan
dengan usulan program studi melalui SK
Dekan.

6. Penanggung Jawab Prosedur Koordinator blok/mata kuliah, Dosen

7. Bagan alir prosedur Terlampir

8. Catatan Tidak ada

9. Dokumen terkait/referensi Panduan Prodi D3 Keperawatan, RPKPS,


GBPP, SAP
Lampiran
Bagan Alir Penyusunan RPKPS

Ketua Prodi

Tim RPKPS

Dosen

Draft RPKPS
RPKPS
Lampiran
Bagan Alir Penyusunan SAP dan GBPP

Ketua Prodi

Tim GBPP

Dosen

Draft SAP

SAP
CATATAN PERUBAHAN
No. revisi Halaman Bagian yang dirubah Disetujui Oleh Tanggal
Tidak ada

DISTRIBUSI PEMEGANG COPY DOKUMEN


No. Pemegang dokumen Status Dokumen No. Copy
1 Administrasi
2
3
4
5
DAFTAR ISI

Cover
Catatan Perubahan
Distribusi Pemegang Copy Dokumen
Daftar Isi
1. Tujuan Prosedur
2. Luas Lingkup Prosedur dan penggunanannya
3. Standar
4. Definisi Istilah
5. Prosedur
6. Penanggung Jawab Prosedur
7. Bagan alir prosedur
8. Catatan
9. Dokumen Terkait/Referensi
1. Tujuan Prosedur Manual prosedur penyusunan modul dibuat
untuk menjamin pelaksanaan pembuatan
modul.

2. Luas Lingkup Prosedur dan Luas lingkup prosedur ini berlaku di Program
penggunanannya Studi D3 Keperawatan, mengatur pelaksanaan
pembuatan modul. Manual prosedur ini
melibatkan pihak-pihak terkait terdiri dari
Ketua Program Studi, tim kurikulum,
koordinator mata ajar dan dosen pengampu
mata kuliah

3. Standar Modul dibuat berdasarkan kompetensi dan


sumber bahan yang actual pada awal
perkuliahan.

4. Definisi Istilah Modul adalah alat atau sarana pembelajaran


yang berisi materi, metode, batasan-batasan,
dan cara mengevaluasi yang dirancang secara
sistematis dan menarik untuk mencapai
kompetensi yang diharapkan sesuai dengan
tingkat kompleksitasnya.

5. Prosedur a. Prodi mengidentifikasi profil kompetensi


dan kompetensi
b. Prodi mengidentifikasi mata kuliah dan
blok dengan kompetensi yang diajarkan
dan coordinator yang bertanggung jawab
terhadap mata kuliah/ blok yang diajarkan
c. Prodi menunjuk dosen untuk membuat
modul sesuai format yang ada
d. Dosen membuat modul dengan
mengidentifikasi kompetensi dasar, aspek
moral pembelajaran, kegiatan
pembelajaran, indicator, dan penilaian.
e. Draft divalidasi oleh Prodi (validator),
direvisi oleh dosen dan dicetak sebagai
modul
f. Pengesahan modul oleh ketua program
studi
6. Penanggung Jawab Prosedur Koordinator blok/mata kuliah, Dosen
7. Bagan alir prosedur Terlampir
8. Catatan Draft modul disesuaikan dengan buku dan
sumber bahan
9. Dokumen terkait/referensi GBPP, Kurikulum
Lampiran
Bagan Alir Penyusunan Modul

Kajian KTSP SILABUS


•Kompetensi Dasar
Profil •Indikator
Kompetensi •Materi Pembelajaran
Kompetensi
Lulusan •Kegiatan Pembelajaran
•Acuan Penilaian

Perumusan Judul-Judul
Modul

Pengumpulan
Rambu-Rambu
Pemilihan Judul MODUL Buku-Buku &
Pemilihan
yang akan Dibuat Sumber Bahan
Judul
Judul Modul
Buku-Buku &
Sumber Bahan

Identifikasi
Identifikasi
Kompetensi Dasar
Indikator dan
Aspek Materi
Penilaian
Pembelajaran
Kegiatan Pemb.

Format Penyusunan
Penulisan MODUL Draft MODUL

INSTRUMEN
VALIDASI
Draft MODUL VALIDATOR

FILE
ELEKTRONIK
REVISI/Penyempurnaan

MODUL
CATATAN PERUBAHAN
No. revisi Halaman Bagian yang dirubah Disetujui Oleh Tanggal

DISTRIBUSI PEMEGANG COPY DOKUMEN


No. Pemegang dokumen Status Dokumen No. Copy
1
2
3
4
5
DAFTAR ISI

Cover
Catatan Perubahan
Distribusi Pemegang Copy Dokumen
Daftar Isi
1. Tujuan Prosedur
2. Luas Lingkup Prosedur dan penggunanannya
3. Standar
4. Definisi Istilah
5. Prosedur
6. Penanggung Jawab Prosedur
7. Bagan alir prosedur
8. Catatan
9. Dokumen Terkait/Referensi
1. Tujuan Prosedur 1. Meningkatkan kualitas aktivitas perkuliahan
2. Terlaksananya tertib administrasi perkuliahan
2. Luas Lingkup Prosedur dan Prosedur ini berlaku untuk semua mahasiswa,
penggunanannya dosen, petugas administrasi yang berkaitan
dengan proses perkuliahan di Program Studi D3
Keperawatan Fikkes Universitas Muhammadiyah
Semarang.
3. Standar a. Pelaksanaan perkuliahan dilaksanakan setelah
jadwal ditentukan dan ada rapat koordinasi
dengan dosen pengampu, dilaksanakan 1 SKS
setiap kali pertemuan minimal 100 menit
b. Mahasiswa yang mengikuti perkuliahan wajib
memakai seragam sesuai ketentuan.

4. Definisi Istilah Perkuliahan adalah aktivitas belajar mengajar


yang dilakukan oleh dosen , mahasiswa dan
petugas secara rutin dan berkesinambungan.

5. Prosedur 1. Mahasiswa yang melakukan registrasi


2. Petugas menyiapkan persiapan perkuliahan
3. Proses belajar mengajar
4. Ujian atau perbaikan
5. Mahasiswa lulus atau tidak
6. Prodi melakukan evaluasi akhir semester
7. Mahasiswa menerima KHS
6. Penanggung Jawab Prosedur BAUK dan Administrasi akademik prodi
7. Bagan alir prosedur Terlampir
8. Catatan
9. Dokumen terkait/referensi Panduan universitas
Lampiran

Bagan Alir Pelaksanaan Perkuliahan

Absensi Registrasi
Mahasiswa

Persiapan; Jadwal,
Modul dan Silabus

Proses
Belajar
Mengajar

Ujian/Perbaika
n

Tidak
Lulus?

Ya

Evaluasi Akhir Semester

KHS
CATATAN PERUBAHAN

No. revisi Halaman Bagian yang dirubah Disetujui Oleh Tanggal

DISTRIBUSI PEMEGANG COPY DOKUMEN

No. Pemegang dokumen Status Dokumen No. Copy


1 Administrasi Asli
2
3
4
5
DAFTAR ISI

Cover
Catatan Perubahan
Distribusi Pemegang Copy Dokumen
Daftar Isi
1. Tujuan Prosedur
2. Luas Lingkup Prosedur dan penggunanannya
3. Standar
4. Definisi Istilah
5. Prosedur
6. Penanggung Jawab Prosedur
7. Bagan alir prosedur
8. Catatan
9. Dokumen Terkait/Referensi
1. Tujuan Prosedur 1. Meningkatkan efisiensi pelaksanaan perkuliahan praktikum
2. Memberikan kemudahan pada mahasiswa, dosen dan tenaga
administrasi/TU dalam pelaksanaan praktikum

2. Luas Lingkup Prosedur dan Prosedur ini digunakan pada tingat program studi D3
penggunanannya Keperawatan sebagai acuan dalam proses perkuliahan
praktikum. Luas lingkup prosedur adalah tingkat
Universitas dan digunakan di tingkat Program Studi

3. Standar a. Pelaksanaan perkuliahan praktikum dilaksanakan setelah


jadwal ditentukan dan ada rapat koordinasi dengan dosen
pengampu, dilaksanakan 1 SKS setiap kali pertemuan
minimal 100 menit
b. Mahasiswa yang mengikuti praktikum wajib memakai
seragam sesuai ketentuan dan memakai jas laborat.
c. Mahasiswa yang mengikuti praktikum wajib membawa
laporan pendahuluan dan atau buku panduan praktikum.

4. Definisi Istilah a. Perkuliahan praktikum adalah kegiatan pembelajaran dengan


praktek di laboratorium.
b. Dosen adalah seseorang yang berdasarkan persyaratan
pendidikan, keahlian dan kemampuannya diangkat oleh
Rektor untuk menjalankan tugas pokok pendidikan.
c. Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar di
Prodi D3 Keperawatan FIKKES UNIMUS.
d. Penyelenggaraan perkuliahan praktikum dilaksanakan
semester gasal dan genap.
e. Kegiatan perkuliahan suatu mata kuliah dikelola oleh satu
tim dosen yang ditunjuk berdasarkan SK Dekan.
Kelembagaan perkuliahan terdiri dari:
a) Penanggung jawab mata kuliah adalah Dosen yang
berdasarkan persyaratan pendidikan, keahlian dan
jabatan akademiknya ditugaskan menjadi penanggung
jawab dan mengkoordinasikan penyelenggaraan suatu
mata kuliah.
b) Dosen mata kuliah Adalah dosen yang berdasarkan
persyaratan pendidikan dan keahliannya ditugaskan
untuk mengajar suatu mata kuliah.
f. Laboran adalah tenaga yang ditunjuk dan ditetapkan oleh SK
rektor yang bertanggung jawab terhadap kegiatan
pembelajaran di laboratorium

5. Prosedur a. Dosen koordinator mata kuliah membuat dan menyerahkan


jadwal topik praktikum dan panduan praktikum ke bagian
admninistrasi
b. Bagian administrasi menyerahkan jadwal praktikum kepada
koordinator kelas untuk digandakan pada semua mahasiswa
c. Bagian administrasi menyerahkan jadwal praktikum kepada
laboran
d. Mahasiwa menyiapkan perlengkapan praktikum dengan
berkoordinasi dengan laboran
e. Mahasiswa dan dosen hadir pada waktu dan tempat yang
telah dijadwalkan.
f. Dosen membimbing mahasiswa dalam melakukan praktek
laboratorium (praktikum) sesuai dengan alokasi waktu yang
ditentukan menggunakan media pembelajaran yang tersedia
g. Mahasiswa melakukan praktikum secara berkelompok dan
melakukan praktek secara mandiri
h. Mahasiswa mengisi presensi kuliah.
i. Dosen mengisi presensi kuliah dan topik yang diajarkan
serta memantau presensi mahasiswa.
j. Setelah selesai memberi kuliah, mahasiwa menembalikan
perlengkapan laboratorium kepada laboran
k. Sie pendidikan mengembalikan presensi kuliah ke TU.
l. Petugas kelas merapikan ruangan dan mengembalikan alat
bantu perkuliahan

6. Penanggung Jawab Bagian Akademik Universitas Muhammadiyah Semarang

7. Bagan alir prosedur Terlampir

8. Catatan Dosen berhak melarang mahasiswa yang tidak membawa


laporan pendahuluan atau melanggar aturan untuk tidak
mengikuti praktikum.

9. Dokumen terkait/referensi Silabus mata ajar, buku panduan praktikum setiap mata
ajar.
Lampiran
Bagan alir prosedur perkuliahan

Dosen Staf Administrasi/TU Mahasiswa

Jadwal topik Menyiapkan


Membuat jadwal & perlengkapan untuk
topik perkuliahan perkuliahan
praktikum
laboratorium
berkoordinasi dengan
Mengumumkan laboran
untuk mahasiswa
Siap di kelas sesuai
Jadwal topic
jadwal perkuliahan
Mengikuti kuliah
sesuai dengan
Menyiapkan alokasi waktu yang
fasilitas perkuliahan diberikan
dan presensi Siap di kelas sesuai
jadwal dan mengikuti
Memberi kuliah materi perkuliahan

sesuai dengan alokasi Mahasiswa mengisi


waktu yang diberikan presensi kuliah

Merapikan ruangan
dan mengembalikan
alat bantu
Dosen mengisi
perkuliahan dan
presensi kuliah dan
presensi
topik yang diajarkan
serta memantau
presensi mahasiswa

Dosen
mengembalikan
presensi mahasiswa di
TU.
CATATAN PERUBAHAN
No. revisi Halaman Bagian yang dirubah Disetujui Oleh Tanggal

DISTRIBUSI PEMEGANG COPY DOKUMEN


No. Pemegang dokumen Status Dokumen No. Copy
1 Administrasi
2
3
4
5
DAFTAR ISI
Cover
Catatan Perubahan
Distribusi Pemegang Copy Dokumen
Daftar Isi
1. Tujuan Prosedur
2. Luas Lingkup Prosedur dan penggunanannya
3. Standar
4. Prosedur pelaksanaan
5. Strategi pelaksanaan
6. Strategi bimbingan
7. Tugas pembimbing
8. Tugas mahasiswa
9. Tata tertib mahasiswa
10. Strategi evaluasi
11. Penanggung Jawab Prosedur
12. Bagan alir prosedur
13. Catatan
14. Dokumen Terkait/Referensi
1. Tujuan Prosedur Menjamin terlaksananya kegiatan PBL/PKL
yang lancar, tertib dan baik sesuai jadual dan
ketentuan yang berlaku

2. Luas Lingkup Prosedur dan Manual Prosedur Penyelenggaraan


penggunanannya PBL/PKL mengatur proses mulai penyusunan
jadwal, penugasan selama PBL, bimbingan,
tempat praktek dan model evaluasi PBL di
Rumah sakit umum, Rumah sakit jiwa,
puskesmas, Rumah bersalin, dan komunitas.
Manual Prosedur ini berlaku bagi
penyelanggaraan Praktek Keperawatan dasar
dan praktek klinik keperawatan terpadu di
lingkungan program studi D3 Keperawatan.
Program ini berbentuk kegiatan belajar
langsung dilapangan, yang memungkinkan
peserta didik memperoleh pengalaman nyata
dalam memberikan asuhan keperawatan pada
klien. Peserta didik diberi kesempatan untuk
merawat individu, keluarga, masyarakat,
diberbagai pelayanan kesehatan pada
kesehatan dalam keadaan sehat maupun sakit
diantaranya yang berada dalam lingkup
Keperawatan Medikal Bedah (KMB),
Keperawatan Gawat Darurat (KGD),
Keperawatan anak, dan Keperawatan
maternitas.
3. Standar a. Evaluasi hasil belajar melalui mata kuliah
minimal dilakukan melalui ujian stase
klinik
b. Evaluasi hasil belajar melalui praktek
klinik minimal dilakukan penilaian
kinerja, conference, laporan, seminar,
pencapaian target, dan laporan activity
daily living.
4. Prosedur pelaksanaan A. PELAKSANAAN PRAKTEK
Pelaksanaan praktek belajar lapangan di
Rumah sakit terdiri dari:
1. Praktek Klinik Keperawatan Medikal
Bedah V selama 6 minggu
2. Praktek Klinik Keperawatan Gawat
Darurat selama 2 minggu
3. Praktek Klinik Keperawatan Maternitas
selama 4 minggu ( 2 minggu di RS, 2
minggu PARLU)
4. Praktek Klinik Keperawatan Anak selama
4 minggu.

B. ALOKASI WAKTU
Praktek di RS dilaksanakan selama kurang
lebih 17 minggu efektif dengan waktu efektif
7 jam perhari, mulai hari Senin s/d Sabtu,
terbagi menjadi 3 shift. Adapun pembagian
waktu praktek adalah:
Dinas pagi -14.00
Dinas siang -21.00
Dinas malam -07.00

5. Strategi pelaksanaan 1. Tahap Persiapan


a. Pembentukan kerangka acuan praktek
besrta kelengkapannya
b. Mengurus perijinan praktek dan
menyelesaian pembiayaan praktek
c. Mahasiswa diberi penjelasan tentang teknik
pelaksanaan Praktek Klinik oleh
Koordinator Praktek Bedah Klinik dan
Pembimbing Klinik yang dilaksanakan
melalui kegiatan Panum di Institusi
Pendidikan.
2. Tahap Pelaksanaan
a. Sebelum masuk ruangan mahasiswa
mendapat pengarahan dari Karu
b. Setiap praktek dimulai dengan Brieving
dan Pre Conference untuk
mempersiapkan mahasiswa terjun
langsung memberikan asuhan
keperawatan pada pasien.
c. Mahasiswa melaksanakan praktek dengan
bimbingan dari pembimbing klinik dari
lahan maupun dari institusi pendidikan.
d. Penyusunan laporan kegiatan praktek
klinik keperawatan

6. Strategi bimbingan Metode Bimbingan


a. Bedside Teaching
b. Pre dan Post Conference.
c. Bimbingn penugasan individu dan
kelompok.
d. Ronde Keperawatan.
e. Bimbingan Kasus kelolaan.
f. Tugas Mandiri.

7. Tugas pembimbing 1. Tugas Pembimbing Klinik dari Lahan.


a. Mengadakan kegiatan pre dan post
conference serta brieving pada
mahasiswa.
b. Menentukan kasus yang akan dikelola
mahasiswa dengan kriteria: sesuai dengan
kompetensi yang diharapkan
c. Membimbing mahasiswa dalam
mengelola pasien dan melakukan
ketrampilan keperawatan.
d. Menandatangani presensi kehadiran dan
pencapaian target ketrampilan.
e. Memberikan penilaian pada mahasiswa
berkaitan dg Penampilan Klinik

2. Tugas Pembimbing Klinik dari Institusi


Pendidikan.
a. Mengadakan kegiatan pre, post
conference serta brieving pada
mahasiswa.
b. Mengadakan ronde keperawatan.
c. Menandatangani presensi mahasiswa.
d. Mengobservasi dan membimbing
mahasiswa melakukan tindakan
keperawatan..
e. Mendiskusikan dengan mahasiswa
masalah-masalah yang dialami oleh
pasien dan masalah-masalah yang
ditemukan dalam pemberian asuhan
keperawatan.
f. Membimbing mahasiswa dalam
penyusunan tugas/laporan.
g. Memeriksa dan memberikan penilaian
tentang tugas-tugas mahasiswa ( Laporan
Pendahuluan, Askep, Target Ketrampilan
dan Seminar).
h. Melakukan penilaian akhir stage (Jadwal
diatur oleh Koordinator).

8. Tugas mahasiswa a. Mahasiswa wajib menyusun Laporan


Pendahuluan sesuai dengan kasus
yang telah ditentukan oleh
pembimbing, dikumpulkan pada hari
pertama praktek setelah mendapat
persetujuan dari pembimbing
b. Mahasiswa wajib memberikan asuhan
keperawatan pada pasien
c. Setiap mahasiswa wajib
mengumpulkan laporan kasus
kelolaan secara lengkap setelah
diketahui dan ditandatangani oleh
masing-masing CI (laporan
dikumpulkan paling lambat hari
ketiga setelah meninggalkan ruangan)
d. Mahasiswa wajib mengisi buku
presensi dan buku target ketrampilan
e. Mahasiswa wajib mengikuti kegiatan
pre dan post conference
f. Mahasiswa wajib melaksanakan
praktek keperawatan sesuai tujuan
yang harus dicapai

9. Tata tertib mahasiswa 1. Kehadiran


a. Mahasiswa harus hadir ditempat praktek
sesuai jadwal
b. Mahasiwa harus hadir ditempat praktek
paling lambat 5 menit sebelum waktu
praktek
c. Mahasiwa harus menendatangani daftar
hadir di ruangan setiap hari
d. Apabila mahasiwa tidak dapat mengikuti
praktek karena sakit dengan surat
keterangan dokter, mahasiswa harus
mengganti sejumlah hari yang
ditinggalkan
e. Apabila mahasiwa tidak hadir saat
praktek tanpa keterangan dan tanpa ijin,
mahasiswa harus mengganti dua kali dari
hari yang ditinggalkan
f. Mahasiswa tidak diperkenankan menukar
atau mengganti jadwal dinas kecuali
seijin pembimbing klinik dan
pembimbing lahan

2. Seragam
a. Mahasiswa wajib mengenakan seragam
sesuai ketentuan (seragam putih,
dilengkapi nama dan logo institusi,
sepatu putih dengan kaus kaki putih,
mahasiswa wanita mengenakan jilbab
putih dengan list warna jingga
dilengkapi dengan kap)
b. Mahasiswa pria rambut dipotong rapi
tidak melebihi leher baju
c. Mahasiswa wanita tidak diperkenankan
mengenakan perhiasan dan make up
berlebihan
d. Kuku harus dipotong pendek dan tidak
boleh dicat

10. Strategi evaluasi Evaluasi dilakukan dengan penilaian


mencakup:
1. Evaluasi Individu, meliputi:
a. Presensi kehadiran mahasiswa
b. Penampilan
Klinik
c. Pengelolaan Kasus (LP dan Laporan
kasus individu)
d. Pencapaian Target Ketrampilan
e. Evaluasi akhir Stage (ujian praktek)
yang akan diatur oleh koordinato mata
ajar
2. Evaluasi Kelompok meliputi penugasan
kelompok dan presentasi seminar.

11. Penanggung Jawab Prosedur Koordinator mata kuliah, ketua program studi

12. Catatan Tanggal kelulusan adalah tanggal penetapan


IPK akhir program.

13. Dokumen terkait/referensi 1. Standard Akademik FIKKES


2. Peraturan Akademik FIKKES
3. Kalender Akademik UNIMUS
4. Manual Mutu FIKKES
5. Buku Panduan Akademik UNIMUS
6. Buku Panduan Akademik FIKKES
CATATAN PERUBAHAN
No. revisi Halaman Bagian yang dirubah Disetujui Oleh Tanggal

DISTRIBUSI PEMEGANG COPY DOKUMEN


No. Pemegang dokumen Status Dokumen No. Copy
1 Administrasi
2
3
4
5
DAFTAR ISI
Cover
Catatan Perubahan
Distribusi Pemegang Copy Dokumen
Daftar Isi
1. Tujuan Prosedur
2. Pendahuluan
3. Definisi istilah
4. Luas Lingkup Prosedur dan penggunanannya
5. Prosedur pelaksanaan
6. Tata cara penulisan dan pengumpulan
7. Penanggung Jawab Prosedur
8. Catatan
9. Dokumen Terkait/Referensi
1. Tujuan prosedur Menjamin terlaksananya kegiatan Penulisan Karya Tulis Ilmiah
yang lancar, tertib dan baik sesuai jadual dan ketentuan yang
berlaku

2. Pendahuluan Karya Tulis Ilmiah merupakan tulisan ilmiah hasil karya


mahasiswa Diploma III Keperawatan yang bersifat wajib dan
menjadi salah satu syarat kelulusan untuk dapat mengikuti
Ujian Akhir Program. Hasil Karya Tulis Ilmiah harus berbobot
dalam hal kriteria original, logis, bermanfaat bagi
pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang
keperawatan. Oleh karena itu perlu disusun panduan penulisan
Karya Tulis Ilmiah.

3. Definisi istilah 1. Karya Tulis Ilmiah adalah dokumen yang disusun oleh
mahasiwa berisi tulisan ilmiah berbentuk laporan lengkap
dari konsep dasar sampai pelaksanaan dan telah disahkan
oleh pembimbing
2. Bimbingan adalah interaksi mahasiswa dengan dosen
pembimbing yang telah ditentukan untuk membahas
penyusunan Karya Tulis Ilmiah yang baik dan berbobot.
3. Pembimbing adalah dosen ilmu keperawatan yang telah
memenuhi syarat akademi dan administratif yang telah
ditetapkan dan diangkat dengan keputusan dekan.
4. Ujian sidang adalah proses mengukur kemampuan
mahasiswa dalam menghasilkan karya ilmiah dalam
penguasaan substansi, metode dan tehnis penyajian yang
dilaksanakan dengan prosedur tahapan dan kriteria tertentu.

4. Luas Lingkup Prosedur Panduan penulisan dan bimbingan Karya Tulis Ilmiah
dan penggunanannya adalah panduan sederhana yang memuat ketentuan
administratif dan tehnis penulisan yang disusun untuk menjadi
pegangan dasar bagi mahasiswa, dosen pembimbing, penguji
dan pihak lain yang berkepentingan dengan Karya Tulis Ilmiah
tersebut.
Penulisan Karya Tulis Ilmiah merupakan salah satu
mata kuliah muatan lokal di Program Studi DIII FIKKES
UNIMUS dengan bobot 2 (dua) satuan kredit semester (SKS).
Mata kuliah ini bertujuan untuk mengembangkan kognitif,
afektif dan skill mahasiswa dalam memberikan asuhan
keperawatan pada klien sehingga mahasiswa siap menghadapi
Ujian Akhir Program dan siap menjadi Ahli Madya
Keperawatan.
Buku panduan ini disusun untuk dimanfaatkan oleh
mahasiswa dalam menyusun Karya Tulis Ilmiah (KTI) dan
sebagai sarana komunikasi dengan pembimbing, serta
bermanfaat bagi pelaksanaan pendidikan di Program Studi DIII
Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas
Muhammadiyah Semarang
5. Prosedur pelaksanaan A. PERSYARATAN
1. Terdaftar sebagai mahasiswa Program Studi DIII
Keperawatan FIKKES UNIMUS
2. Telah menyelesaikan perkuliahan semester I s/d V
dengan indeks prestasi komulatif minimal 2,00
3. Telah menyelesaikan administrasi (Keuangan) sesuai
ketentuan yang berlaku
B. PROSEDUR TEHNIS
1. Tim Ujian KTI menentukan judul KTI, mahasiswa dan
pembimbing
2. Mahasiswa membuat Pendahuluan dan Konsep dasar
sesuai dengan judul yang telah ditentukan
3. Mahasiswa mengajukan Pendahuluan dan Konsep dasar
yang telah disusun kepada pembimbing yang telah
ditentukan
4. Pengelolaan pasien sesuai konsep dasar dilakukan
setelah konsep dasar dikonsultasikan pada pembimbing
5. Pengelolaan pasien dilakukan setelah mendapat
persetujuan dari pembimbing dengan waktu pengelolaan
2 hari di ruang yang sudah ditentukan, sesuai dengan
ruangan praktek PKKT
6. Selama pengelolaan pasien, mahasiswa disupervisi oleh
pembimbing KTI atau pembimbing akademi yang
membimbing di ruangan tersebut minimal 1 kali
7. Apabila selama waktu yang ditentukan mahasiwa tidak
mendapat pasien kelolaan sesuai judul yang ditentukan,
mahasiswa segera lapor pada koordinator KTI (Ns.
Ernawati, S.Kep) untuk penggantian judul.
8. Proses bimbingan disesuaikan dengan pembimbing
yang bersangkutan, sesuai kesepakatan bersama
9. Proses ujian sidang KTI dilakukan 1 kali sesuai jadwal
yang telah ditentukan setelah ada persetujuan dan
pengesahan dari pembimbing dengan bukti fisik berupa
tanda tangan. Setiap mahasiswa diuji oleh 2 orang
penguji yaitu penguji dan pembimbing.
a. Ketentuan ujian sebagai berikut
1) Ujian dilakukan secara terbuka
2) Alokasi waktu ujian kurang lebih 45 menit
dengan perincian penyajian 15 menit dan
responsi 30 menit
b. Hasil ujian dikategorikan menjadi 4 yaitu:
1) A untuk nilai 3,51-4,00
2) AB untuk nilai 3,01-3,50
3) B untuk nilai 2,51-3,00
4) BC untuk nilai 2,00-2,50
c. Mahasiswa dinyatakan lulus jika mempunyai nilai
akhir ≥ 2,75
d. Mahasiswa dengan nilai < 2,75 diberi kesempatan
mengulang sebanyak 1 kali

6. Tata cara penulisan dan A. PENGETIKAN


pengumpulan 1. KTI diketik diatas kertas A4 (210x 297 mm) ukuran
80 gram
2. Jarak pengetikan 2 (dua) spasi. Bila pengetikan
menggunakan matriks jarak pengetikan minimal 1,5
spasi tiap barisnya.
3. Margin penulisan menggunakan ketentuan sebagai
berikut:
a. Margin kiri dan atas berjarak 4 cm dari tepi
b. margin kanan dan bawah berjaran 3 cm dari tepi
4. Menggunakan huruf standar (Times New Rowmans)
ukuran 12 atau 56 huruf dalam satu baris
5. Judul ditulis dengan huruf capital ukuran 14-16 pt, sub
judul dengan ukuran 14 pt
6. Nomor halaman menggunakan huruf latin (1, 2, 3, dst)
pada pojok kanan bawah
7. Pengetikan format NCP yang berbentuk matriks dapat
diketik dengan cara posisi portrait atau landscape
8. Tidak diperbolehkan menggunakan header/ footer pada
laporan.
9. KTI dituliskan menggunakan bahasa Indonesia dengan
mengacu pada Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)
dengan tata bahasa dan tata tulisan sebagai berikut:
a. Bahasa yang digunakan adalah bahasa baku ragam
ilmiah yang dituturkan dalam kalimat pasif
b. Kata-kata asing dicarikan padanannya dalam bahasa
Indonesia, jika tidak ada atau dikhawatirkan
menimbulkan konotasi perbedaan makna, maka
ditulis sesuai aslinya dengan cetakan miring (italic)
c. “di” dan “ke” sebagai awalan tulisan ditulis
serangkai dengan kata yang diikuti, sedangkan
apabila sebagai kata depan penunjuk tempat di tulis
terpisah. Contoh: diberi, di RSUP Dr. Kariadi
Semarang
d. Tidak menempatkan kata hubung atau kata sambung
pada awal kalimat

B. PENULISAN REFERENSI/ RUJUKAN/ KUTIPAN


1. Penulisan kutipan menggunakan model Harvard
a. Substansi rujukan dari suatu sumber bisa dikutip/
dicuplik lengkap dan disisipkan langsung ke naskah
jika hanya 1-3 baris kalimat, selebihnya ditulis
sebagai paragraf terpisah, menjorok kedalam dengn
ukuran huruf 10 pt. Kalimat dapat dipotong dengan
tanda ellipsis.
b. Contoh: ................”Pada dasarnya cemas bisa
ditularkan pada orang lain, bila tinggal pada tempat
dan situasi yang sama “(Budi Anna Kelliat, 1999)
2. Penyusunan daftar referensi dengan menurut EYD
tahun 2002:
a. Nama pengarang (asli, maksimal 3 pengarang, bila
lebih dituliskan nama pengarang pertama diakhiri
dengan dkk/ etc)
b. Tahun terbitan
c. Judul Buku (Asli, diberi garis bawah atau cetak
tebal atau cetak miring)
d. Volume / edisi kalau ada (dalam kurung)
e. Penerjemah (kalau ada)
f. Kota terbit
g. Nama penerbit
Contoh penulisan daftar pustaka dari buku:
Black, J.M, Jacob, E.M, 2000, Medical Surgical
Nursing, Clinical
Management ForContinuity of Care (5th
Edition), Philadelpia:
WB. Saunders Company
LeMone, P, Burke, Karen M, 2000, Medical Surgical
Nursing, Critical Thinking
in Client Care (2 Edition), New Jersey: Prentice
Hall Health
Contoh penulisan referensi dari website:
Knaps S & Doe, J, 2000, Role of Reference Ellements
in The Selection of
Sources by Psychology Undergraduates,
Retrieved June 7, 2006, from
http://www.telehealth.net/subscribe/newsletter4a.html#
1
3. Tidak boleh memakai referensi buku yang tidak
memiliki nomor penerbit (ISBN) makalah seminar,
materi mata kuliah, diktat atau handout yang hanya
digunakan terbatas
4. Jumlah referensi minimal 10 tahun yang lalu (1997-
2007)
5. Jumlah referensi minimal 8 buah, dengan jumlah
referensi keperawatan minimal 5 buah
C. HALAMAN SAMPUL/ COVER
1. Warna sampul adalah biru muda
2. Urutan penulisan sampul cover adalah sebagai berikut:
a. Judul Karya Tukis Ilmiah
b. Logo Akedemi
c. Penyusun
d. Nama Akademi
e. Tahun penulisan

D. DISTRIBUSI HALAMAN
1. Jumlah halaman berkisar antara 30-50 halaman
2. Perkiraan sebaran halaman adalah sebagai berikut
a. Halaman judul
b. Halaman persetujuan pembimbing
c. Halaman pengesahan
d. Halaman kata pengantar
e. Halaman daftar isi
f. Halaman daftar lampiran/ daftar gambar/ daftar
tabel
g. BAB I (Pendahuluan): 2-3 halaman
h. BAB II (Konsep Dasar): 6-10 halaman
i. BAB III (Tinjauan Kasus) : 15-20 halaman
j. BAB IV (Pembahasan): 10-15 halaman
k. BAB V (Penutup): 1-2 halaman
l. Daftar pustaka
m. Lampiran-lampiran

E. PENOMORAN DAN PENULISAN TABEL/ GAMBAR


1. Penomoran
a. Nomor halaman tambahan (halaman judul s/d
halaman daftar gambar/ tabel dituliskan
menggunakan angka romawi (i, ii, iii, dst),
sedangkan halaman isi menggunakan angka arab (1,
2, 3, dst)
b. Nomor yang menunjukkan urutan penyebutan
ditulis mendatar mengikuti uraian kalimat,
dipisahkan dengan tanda baca titik koma (;).
Misalnya: .........terdiri dari:
1)...........;2).............;3)...............;4)................dan
5)..............
c. Nomor Bab dengan Sub Bab menggunakan
campuran angka romawi dan huruf secara vertikal
kebawah seperti contoh:

2. Penulisan Tabel, grafik dan gambar


a. Penempatan tabel, grafik, gambar dan ilustrasi
lainnya harus utuh dala satu halaman (tidak
terpotong-potong)
b. Penempatan tabel, grafik, gambar dan ilustrasi
lainnya harus didahului dengan nomor dan judul
yang lengkap (nomor berapa, tentang apa)
contoh:

Gambar 1
Anatomi Hepar

c. Penempatan tabel, grafik, gambar dan ilustrasi


lainnya harus disertai dengan uraian penjelasan atau
analisa deskriptif yang memberikan penguatan

F. PENGUMPULAN KTI
1. KTI yang sudah disetujui pembimbing dijilid soft cover
warna biru muda sebanyak 2 eksemplar dikumpulkan
pada koordinator KTI
2. KTI yang sudah diujikan, sudah direvisi dan sudah
mendapat tanda tangan penguji dikumpulkan hard
cover warna biru muda sebanyak 1 eksemplar disertai
dengan copy CD (1 buah) dikumpulkan pada
koordinator KTI

7. Penanggung Jawab Koordinator mata kuliah, ketua program studi


Prosedur
8. Catatan Tanggal kelulusan adalah tanggal penetapan IPK akhir
program.

9. Dokumen 1. Standard Akademik FIKKES


terkait/referensi 2. Peraturan Akademik FIKKES
3. Kalender Akademik UNIMUS
4. Manual Mutu FIKKES
5. Buku Panduan Akademik UNIMUS
6. Buku Panduan Akademik FIKKES
CATATAN PERUBAHAN

No. revisi Halaman Bagian yang dirubah Disetujui Oleh Tanggal

DISTRIBUSI PEMEGANG COPY DOKUMEN

No. Pemegang dokumen Status Dokumen No. Copy


1 Administrasi
2
3
4
5
DAFTAR ISI

Cover
Catatan Perubahan
Distribusi Pemegang Copy Dokumen
Daftar Isi
1. Tujuan Prosedur
2. Luas Lingkup Prosedur dan penggunanannya
3. Definisi Istilah
4. Dokumen yang diperlukan
5. Prosedur pelaksanaan
6. Penanggung Jawab Prosedur
7. Bagan alir prosedur
8. Catatan
9. Dokumen Terkait/Referensi
1. Tujuan Prosedur Prosedur ini adalah prosedur yang mengatur
aktivitas pendaftaran dan pelaksanaan
yudisium yang bertujuan untuk menjaga tertib
administrasi dan kearsipan yudisium.
2. Luas Lingkup Prosedur dan Pelaksanaan Yudisium adalah suatu bagian
penggunanannya dari kegiatan akademik yang termasuk bidang
pendidikan dalam Tri Dharma Perguruan
Tinggi.
Pihak-pihak terkait antara lain :
a. Mahasiswa
b. Staf Administrasi
c. Skretaris Program Studi dan Perwakilan
Dosen
d. Ketua Program studi
3. Definisi Istilah Definisi Yudisium adalah seorang mahasiswa
yang telah menyelesaikan tugas di bidang
pendidikan dan dinyatakan lulus apabila telah
mengikuti yudisium

4. Dokumen Yang Diperlukan a. Buku Pendaftaran Yudicium


b. Undangan peserta (mahasiswa),
Perwakilan Dosen dan Ka prodi
c. Surat Keterangan Yudicium
d. Buku Kendali Studi Mahasiswa (BKSM)
dan copy KTM
e. KTI (berbentuk cetakan)
f. Copy CD (memuat : KTI)

5. Prosedur pelaksanaan 1. Mahasiswa


a. Mahasiswa datang 15 menit sebelum
acara dimulai
b. Mahasiswa mempersiapkan diri
dengan berpakaian rapi, sopan dan
memakai Jas Almamater untuk
memasuki ruang Sidang
c. Duduk berurutan sesuai dengan daftar
nama yang dipanggil
d. Mendengarkan :
~ Selayang Pandang oleh Ketua
program studi sekaligus membuka
acara sidang bahwa yudicium dapat
dimulai
~ Pembacaan SK Yudisium oleh
Sekretaris Program Studi.
e. Menerima Surat Keterangan
Yudicium dari Ketua program studi
f. Do’a bersama di pimpin oleh
perwakilan dosen yang ditujuk Ketua
Jurusan
g. Yudicium selesai
2. Staf Administrasi
a. Mempersiapkan sarana prasarana yang
dibutuhkan
b. Menyerahkan naskah yudicium
kepada petugas yang ditunjuk :
1) Daftar peserta yudicium
2) Surat keputusan Ketua Jurusan
3) Surat Keterangan Yudicium
4) Menerima kembali Surat
Keputusan dari petugas pelaksana
3. Sekretaris PS. dan Perwakilan Dosen
a. Salah satu bertindak sebagai Pembawa
Acara atau MC
b. Bertugas membacakan Surat
Keputusan Ka Prodi
c. Mempersiapkan Surat Keterangan
yang akan diserahkan Ketua Sidang
kepada peserta Yudicium secara
berurutan (sesuai daftar hadir)
d. Salah satu bertindak memimpin do’a
penutup
e. Ikut memberikan ucapan selamat
kepada peserta yudicium
4. Ketua program studi atau Sekretaris
program studi
a. Bertindak sebagai Pimpinan Sidang
b. Memberikan sambutan tentang
selayang pandang jurusan, pesan
dan harapan untuk peserta
c. Membuka sidang bahwa yudicium
siap dimulai
d. Menyerahkan Surat Keterangan
Yudicium kepada peserta
e. Menutup sidang bahwa acara
yudicium telah selesai
f. Memberi ucapan selamat kepada
peserta atas keberhasilannya
6. Penanggung Jawab Prosedur Koordinator mata kuliah, ketua program studi

7. Catatan Tanggal kelulusan adalah tanggal penetapan


IPK akhir program.

8. Dokumen terkait/referensi 1. Standard Akademik FIKKES


2. Peraturan Akademik FIKKES
3. Kalender Akademik UNIMUS
4. Manual Mutu FIKKES
5. Buku Panduan Akademik UNIMUS
6. Buku Panduan Akademik FIKKES
CATATAN PERUBAHAN

No. revisi Halaman Bagian yang dirubah Disetujui Oleh Tanggal

DISTRIBUSI PEMEGANG COPY DOKUMEN

No. Pemegang dokumen Status Dokumen No. Copy


1 Administrasi
2
3
4
5
DAFTAR ISI

Cover
Catatan Perubahan
Distribusi Pemegang Copy Dokumen
Daftar Isi
1. Tujuan Prosedur
2. Referensi
3. Dokumen
4. Unit yang terlibat
5. Prosedur
6. Penanggung Jawab Prosedur
7. Catatan
8. Dokumen Terkait/Referensi
1. Tujuan Prosedur Prosedur Pemasukan Nilai & Menerbitkan
KHS
2. Referensi Buku Pedoman Fakultas Ilmu Keperawatan
dan kesehatan Universitas Muhammadiyah
Semarang
3. Dokumen a. Nilai dari dosen Pengampu
b. Nilai yang telah disahkan oleh jurusan
c. Tanda terima Penyerahan nilai
d. KHS

4. Unit yang terlibat a. Dosen


b. Jurusan/Program
c. Staf. Administrasi (Akademik)
5. Prosedur 1. Dosen Pengampu
a. Menyerahkan nilai sesuai buku
pedoman
b. Menerima tanda terima penyerahan
nilai
2. Jurusan / Program
a. Mengesahkan nilai yang telah
diproses
3. Staff. Administrasi
a. Menerima nilai dari dosen pengampu
b. Memberi tanda terima penyerahan
nilai
c. Memasukkan nilai dari dosen
pengampu ke SIAMUS
d. Menyerahkan nilai kepada Jurusan
untuk disahkan
e. Mengumumkan nilai yang telah
disahkan Jurusan
f. Membuat KHS
g. Mengirim KHS ke dosen Pembimbing
Akademik
h. Menerima KHS lembar ke 1 & 3 yang
telah disahkan dosen PA
i. Mengirim KHS lembar ke 1 kepada
Orang Tua Mahasiswa
j. Mengarsipkan KHS lembar ke 3
berdasar NIM
4. Dosen Pembimbing Akademik
a. Menerima KHS 3 lembar dari
Administrasi
b. Mengesahkan KHS
c. Mengembalikan KHS lembar ke 1 &
3 ke Administrasi
d. Menyerahkan KHS lembar ke-2 pada
Mahasiswa waktu daftar ulang
akademik
6. Penanggung Jawab Prosedur Ketua program studi

7. Catatan Tanggal kelulusan adalah tanggal penetapan


IPK akhir program.

8. Dokumen terkait/referensi 1. Standard Akademik FIKKES


2. Peraturan Akademik FIKKES
3. Kalender Akademik UNIMUS
4. Manual Mutu FIKKES
5. Buku Panduan Akademik UNIMUS
6. Buku Panduan Akademik FIKKES
LAMPIRAN
BAGAN ALIR PERBITAN KHS

Penanggung Durasi
Aktifitas Dokumen Ket
jawab Waktu

Dosen MA
Menyerahkan Nilai Data Nilai
Mahasiswa

Admin Prodi Entry data nilai mahasiswa


ke Siamus Data nilai
mahsiswa di
Siamus

Dosen MA Penandatangan format


penilaian mahasiswa

Mahasiswa Pembukaan siamus Nilai


dan mencocokkan nilai

SELESAI
CATATAN PERUBAHAN

No. revisi Halaman Bagian yang dirubah Disetujui Oleh Tanggal

DISTRIBUSI PEMEGANG COPY DOKUMEN

No. Pemegang dokumen Status Dokumen No. Copy


1 Administrasi
2
3
4
5
DAFTAR ISI

Cover
Catatan Perubahan
Distribusi Pemegang Copy Dokumen
Daftar Isi
1. Tujuan Prosedur
2. Referensi
3. Dokumen
4. Unit yang terlibat
5. Prosedur
6. Penanggung Jawab Prosedur
7. Catatan
8. Dokumen Terkait/Referensi
1. Tujuan Prosedur Manual prosedur Penetapan Dosen Pengajar Mata Kuliah ini
adalah
mengatur tata cara penunjukkan dan penentuan dosen pengajar
mata kuliah pada tiap semester dalam setiap tahun akademik.
Tujuan dari manual prosedur ini adalah:
a. Menentukan dosen pengajar pada tiap semester pada tiap tahun
ajaran.
b. Mendapatkan dosen pengajar yang sesuai antara konsentrasi
dosen dan mata kuliah yang diajarkan.
c. Mendapatkan dosen pengajar sesuai dengan mata kuliah yang
diajarkan pada setiap semester.

2. Luas Lingkup Kegiatan penentuan dosen pengajar mata kuliah ini melibatkan
Prosedur dan beberapa orang dan unit dengan wewenang dan tanggung-jawab
penggunanannya sebagai berikut:
�Ketua Program Studi
Wewenang : Menetapkan dosen pengajar pada setiap semester
pada
tiap tahun ajaran.
Tanggung-jawab :
1. Memeriksa dosen pengajar yang akan ditugaskan untuk
mengajar,
apakah sudah sesuai dengan pertimbangan-pertimbangan
yang
sudah dilakukan.
2. Melaporkan penetapan dosen pengajar kepada Dekan.
3. Melaksanakan perubahan dosen pengajar.
Mekanisme wewenang dan tanggung jawab Ketua Program Studi:
a. Dengan mempertimbangkan pembidangan berdasarkan
kelompok minat keilmuan yang ada pada dosen dan
berdasarkan keahlian yang dimiliki yang tercermin dari ijazah
terakhir yang dimiliki, serta jabatan dosen, serta
pengalamannya dalam bidang tertentu, ketua Program Studi
menetapkan dosen pengajar mata kuliah.
b. Untuk setiap semester yang akan dilaksanakan kegiatan belajar
mengajar, penugasan mengajar kepada dosen dilakukan
dengan mempertimbangkan beban mengajar dan beban
lainnya, dalam kegiatan lingkup Tri Dharma Perguruan Tinggi,
seperti kegiatannya pada lembaga penelitian jurusan serta
aspek keadilan.
c. Penugasan dosen pengajar oleh Ketua Program Studi
dilaporkan kepada Dekan untuk dibuatkan surat keputusan
mengajar mata kuliah bagi setiap dosen.
d. Perubahan jenis mata kuliah yang diasuh oleh seorang dosen
dapat dilakukan oleh Ketua Program Studi apabila seorang
dosen melaksanakan studi lanjut, berhalangan seperti sakit
atau tidak mampu mengasuh mata kuliah yang menjadi tugas
dosen tersebut. Rencana perubahan mata kuliah yang diasuh
oleh seorang dosen harus dengan mengonfirmasikan lebih
dahulu kepada dosen yang bersangkutan.
�Dosen
Wewenang : Menyesuaikan antara konsentrasi dan mata kuliah
yang
ditetapkan.
Tanggung Jawab :
Menerima mata kuliah untuk diajarkan, jika sudah sesuai antara
konsentrasi dengan mata kuliah yang akan diajarkan.
Mekanisme wewenang dan tanggungjawab Dosen:
1. Dosen pengajar adalah dosen Jurusan Keperawatan Fikkes
atau dosen dari jurusan lain atau dosen luar biasa yang
dibutuhkan untuk membantu mengajar mata kuliah tertentu
yang tidak dapat dipenuhi oleh dosen di Jurusan Keperawatan
sendiri.
2. Yang berhak mengajar pada semester bersangkutan adalah
dosen yang tidak sedang dalam tugas belajar (studi lanjut) atau
dosen yang sedang tugas belajar (studi lanjut) dengan
persetujuan dari Program Studi.
�Sekretaris Prodi
Wewenang : Meneliti kesesuaian antara konsentrasi, mata kuliah,
dan
pertimbangan-pertimbangan yang lain.
Tanggung Jawab :
Menetapkan dosen pengajar sesuai dengan kompentensi, mata
kuliah, dan pertimbangan-pertimbangan lain.
Mekanisme wewenang dan tanggungjawab Sekretaris Prodi:
Melakukan verifikasi administratif atas usulan plotting dosen
pengampu
dengan memperhatikan;
a. Kompetensi dosen dan kesesuaian dengan mata kuliah yang
akan diajar.
b. Mencermati aspek keadilan dan beban mengajar dosen yang
bersangkutan yang telah digariskan oleh Ketua Prodi.
Staf Administrasi
Wewenang : Meneliti kembali dokumen dan jadwal dosen
pengajar
yang akan mengajar pada setiap semester.
Tanggung Jawab :
Menyiapkan laporan plotting dosen untuk dikirimkan ke Dekan
sekaligus sebagai bahan pembuatan surat penugasan mengajar
oleh
Dekan.

3. Standar Penetapan dosen berdsarkan keahliah dan SK Rektor Unimus Semarang


4. Definisi Istilah Dosen : adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan
tugasutama
mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan
ilmu
pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian,
dan
pengabdian kepada masyarakat
5. Prosedur 1. Ketua Prodi menetapkan dosen pengajar mata kuliah
berdasarkan konsentrasi dan keahliannya.
2. Sekretaris Prodi melakukan verifikasi administratif atas
usulan plotting dosen pengajar Mata Kuliah.
3. Ketua Prodi kemudian memberikan penugasan kepada
dosen pengajar mata kuliah dengan melaporkan kepada
Dekan.
4. Staf administrasi menyiapkan laporan plotting dosen
disesuaikan dengan jadwal dan kelas yang tersedia bagi
masing-masing dosen dari tiap prodi, dan dikirimkan ke
Dekan untuk dikeluarkan Surat Keputusan mengajarnya.

6. Penanggung Jawab BAUK dan Administrasi akademik prodi


Prosedur
7. Bagan alir Terlampir
prosedur
8. Catatan
9. Dokumen Panduan universitas
terkait/referensi
Lampiran
Bagan Alir Penetapan Dosen Mata Kuliah
I. Bagan Alir Prosedur Penetapan Dosen Pengajar Mata Kuliah

Kegiatan Ketua Sekretaris Dekan Waktu Dokumen yang


Prodi Digunakan
Prodi

Penetapan dosen pengajar mata


kuliah berdasarkan konsentrasi dan
keahliannya 11.

Verifikasi administratif
2

2
Penugasan kepada dosen pengajar
mata kuliah
3

Pelaporan plotting dosen


disesuaikan
dengan jadwal dan kelas yang
tersedia bagi masing-masing dosen
dari tiap jurusan 4

Pengiriman pelaporan plotting


dosen
yang telah disesuaikan ke Dekan
untuk dikeluarkan Surat
5
Keputusan
mengajar

Pengeluaran Surat Keputusan


Mengajar
6
CATATAN PERUBAHAN
No. revisi Halaman Bagian yang dirubah Disetujui Oleh Tanggal

DISTRIBUSI PEMEGANG COPY DOKUMEN


No. Pemegang dokumen Status Dokumen No. Copy
1 Administrasi Asli
2
3
4
5
DAFTAR ISI

Cover
Catatan Perubahan
Distribusi Pemegang Copy Dokumen
Daftar Isi
1. Tujuan Prosedur
2. Luas Lingkup Prosedur dan penggunanannya
3. Standar
4. Definisi Istilah
5. Prosedur
6. Penanggung Jawab Prosedur
7. Bagan alir prosedur
8. Catatan
9. Dokumen Terkait/Referensi
1. Tujuan Prosedur Memberikan acuan proses pembimbingan karya tulis
ilmiah (KTI)
2. Luas Lingkup Prosedur dan Luas lingkup prosedur adalah tingkat Universitas dan
penggunanannya digunakan di tingkat Program Studi
3. Standar Pembimbing menjadi pembimbing setelah mendapat SK
dari dekan Fakultas Ilmu Keperawatan Unimus
4. Definisi Istilah 1. Dosen Pembimbing Skripsi: adalah Dosen yang
ditunjuk oleh Ketua Jurusan untuk membantu
mahasiswa selama dalam penyusunan dan penyelesaian
tugas akhir (KTI)
2. Pembimbing 1 adalah dosen pembimbing skripsi ke
arah keilmuan
3. Pembimbing 2 adalah dosen pembimbing skripsi ke
arah metode penelitian
4. Tugas Akhir (KTI): adalah suatu karya tulis ilmiah
berupa paparan tulisan hasil penelitian diploma yang
membahas suatu permasalahan/ fenomena dalam
bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-
kaidah yang berlaku
5. Prosedur 1. Mahasiswa dengan membawa rencana judul karya tulis
ilmiahnya, menghadap koordinator karya tulis ilmiah
2. Koordinator KTI dan sekretaris program studi membuat
mapping pembimbing satu dan pembimbing dua
berdasarkan peminatan keilmuan mahasiswa
3. Usulan susunan pembimbing yang dibuat ketua
program studi diajukan kepada dekan Fakultas Ilmu
Keperawatan dan Kesehatan sebagai dasar pengusulan
SK pembimbing
4. Surat Keputusan pembimbing KTI di tetapkan oleh
dekan Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan di
desiminasikan pada masing-masing penguji dan
diarsipkan oleh administrasi prodi D III Keperawatan
5. Daftar nama pembimbing yang sudah di buat Surat
Keputusan di umumkan pada mahasiswa dengan
menempelkan di papan pengumuman
6. Penanggung Jawab Ketua Program Studi
7. Bagan alir prosedur Terlampir
8. Catatan 1. Syarat pembimbing : bekerja sebagai dosen minimal 2
tahun, pendidikan minimal S2 dan memiliki jabatan
fungsional.
2. Copy SK pembimbing disimpan di bagian administrasi
Prodi dalam arsip
9. Dokumen terkait/referensi SK pembimbing KTI, Panduan universitas
Lampiran
Bagan alir penetapan pembimbing karya tulis ilmiah

Mahasiwa mengumpulkan judul


kepada koodinator KTI

Penentuan pembimbing oleh program


studi berdasarkan masukan dari
koorinator KTI

Dokumen Usulan SK pembimbing ke


SK dekan fakultas
pembimbing

Disosialisaikan pada
pembimbing dan mahasiswa

Proses pembimbingan KTI


CATATAN PERUBAHAN
No. revisi Halaman Bagian yang dirubah Disetujui Oleh Tanggal
Tidak ada

DISTRIBUSI PEMEGANG COPY DOKUMEN


No. Pemegang dokumen Status Dokumen No. Copy
1 Administrasi
2
3
4
5
DAFTAR ISI

Cover
Catatan Perubahan
Distribusi Pemegang Copy Dokumen
Daftar Isi
1. Tujuan Prosedur
2. Luas Lingkup Prosedur dan penggunanannya
3. Standar
4. Definisi Istilah
5. Prosedur
6. Penanggung Jawab Prosedur
7. Bagan alir prosedur
8. Catatan
9. Dokumen Terkait/Referensi
1. Tujuan Prosedur Manual prosedur UTS dan UAS dibuat untuk
menjamin pelaksanaan evaluasi UTS dan UAS hasil
belajar

2. Luas Lingkup Prosedur dan Prosedur ini mencakup proses evaluasi UTS dan UAS
penggunanannya bagi mahasiswa program diploma Program Studi D
III Keperawatan Fikkes Unimus. Luas lingkup
prosedur adalah tingkat Universitas dan digunakan di
tingkat Program Studi

3. Standar a. Mahasiswa dapat mengikuti UAS dengan syarat


kehadiran ≥ 75%
b. Mahasiswa dengan kehadiran 75-90% wajib
menyerahkan resum mata kuliah sebanyak 4
halaman folio kepada bagian administrasi.
c. Sebelum mengikuti ujian mahasiswa wajib
mengambil kartu ujian di bagian administrasi
d. Mahasiswa dapat mengikuti ujian UTS dan UAS
dengan dengan menempati tempat duduk sesuai
nomor test masing-masing.
e. Dosen pengajar wajib menyerahkan soal ujian
paling lambat 1 hari sebelum pelaksanaan ujian.

4. Definisi Istilah a. UTS adalah ujian (evaluasi) yang diselenggarakan


pada pertengahan semester pada minggu ke 8
b. UAS adalah ujian (evaluasi) yang
diselenggarakan pada akhir semester setelah
semua perkuliahan selesai
a. Penyontekan, yaitu dengan sengaja atau tidak
sengaja menggunakan alat bantu atau bahan
informasi tanpa ijin dosen yang bersangkutan
dengan tujuan untuk mempermudah
menyelesaikan tugas dalam kegiatan akademik

5. Prosedur a. Dosen dan koordinator mata ajar mengumumkan


jadwal pelaksanaan UTS dan UAS melalui bagian
administrasi
b. Ketika pelaksanan UAS bagian administrasi
mengumumkan rekapitulasi kehadiran mahasiswa
yang menjelaskan siapa saja yang boleh ikut UAS
c. Bagian administrasi menyiapkan kartu ujian
sesuai jumlah peserta dan membagikan pada
mahasiswa
d. Dosen menyerahkan soal ke bagian administrasi
e. Administrasi mengetik ulang soal dan
menggandakan soal
f. Petugas kelas dan administrasi menyiapkan kelas
untuk ujian
g. Mahasiwa hadir mengikuti ujian, menempati
tempat duduk dan ruangan sesuai jadwal yang
ditentukan
h. Dosen pengampu dengan dibantu administrasi
mengawasi ujian
i. Pengawas ujian mencatat semua kejadian yang
berlangsung saat ujian dalam lembar berita acara
j. Setelah ujian selesai pegawas ujian
mengumpulkan lembar jawab ujian dan
melengkapi berkas ujian dengan absensi
mahasiswa serta berkas berita acara
k. Pengawas menyerahkan lembar jawab ujian
kepada bagian administras
l. Bagian administrasi mendistribusikan lembar
jawab ujian kepada dosen pengampu.

6. Penanggung Jawab Prosedur Koordinator blok/mata kuliah, ketua program studi

7. Bagan alir prosedur Terlampir

8. Catatan b. Mahasiswa dengan kehadiran 75-90% boleh


mengikuti UAS dengan membuat resum
perkulihan sebanyak 4 halaman folio/tugas dari
dosen MK
c. Mahasiswa dengan kehadiran < 75% tidak boleh
mengikuti ujian
d. UAS dan UTS dilaksanakan untuk mata ajar yang
bukan termasuk dalam blok
e. Mahasiswa yang ketahuan melakukan
penyontekan saat UTS dan UAS akan dilakukan
pengurangan nilai ujian pada mata kuliah atau
dinyatakan tidak lulus ujian ( Nilai E )
9. Dokumen terkait/referensi Panduan program Studi D III Keperawatan Fikkes
Unimus, panduan Universitas
CATATAN PERUBAHAN
No. revisi Halaman Bagian yang dirubah Disetujui Oleh Tanggal

DISTRIBUSI PEMEGANG COPY DOKUMEN

No. Pemegang dokumen Status Dokumen No. Copy


1 Administrasi Asli
2
3
4
5
DAFTAR ISI

Cover
Catatan Perubahan
Distribusi Pemegang Copy Dokumen
Daftar Isi
1. Tujuan Prosedur
2. Luas Lingkup Prosedur dan penggunanannya
3. Standar
4. Definisi Istilah
5. Prosedur
6. Penanggung Jawab Prosedur
7. Bagan alir prosedur
8. Catatan
9. Dokumen Terkait/Referensi
1. Tujuan Prosedur Memberikan acuan untuk pelaksanaan kegiatan wisuda

2. Luas Lingkup Prosedur dan Prosedur ini berisi pelaksanaan wisuda berlaku untuk
penggunanannya mahasiswa program studi D III Keperawatan reguler dan
lintas jalur yang akan mengikuti wisuda. Luas lingkup
prosedur adalah tingkat Universitas dan digunakan di
tingkat Program Studi

3. Standar 1. Mahasiswa dapat mengikuti kegiatan wisuda setelah


dinyatakan lulus oleh program studi dibuktikan dengan
surat keterangan lulus dari Prodi
2. Mahasiwa dapat mengikuti wisuda setelah melengkapi
persyaratan sesuai ketentuan
3. Setiap lulusan wajib membayar biaya penyelenggaraan
upacara wisuda yang besarnya ditetapkan Rektor.
4. Semua lulusan wajib menyerahkan sumbangan buku
kepada universitas

4. Definisi Istilah 1. DAPS adalah kegiatan Darul Arqom Purna Studi yang
dilaksanakan setelah mahasiswa menyelesaikan studi
untuk membantu meningkatkan iman dan ketaqwaan
mahasiswa dan menumbuhkan kesejahteraan rohani
mahasiswa dengan penyelenggaraan kegiatan yang
bernafas keislaman
2. Upacara wisuda adalah salah satu bentuk upacara
akademik dan merupakan tradisi akademik yang
diselenggarakan dalam forum rapat Senat terbuka
Universitas guna melantik lulusan yang telah
menyelesaikan studinya
5. Prosedur 1. Mahasiswa yang sudah dinyatakan lulus mendaftar
wisuda melalui Siamus
2. Mahasiswa harus bebas tanggungan laboratorium,
keuangan, KTI dan Jurnal yang diverifikasi oleh
petugas yang berkepentingan
3. Menyiapkan lampiran copy ijazah terakhir, pas foto
4. Setelah bebas tanggungan. Dapat print bebas
tanggungan dan permohona penerbitan ijazah di
Siamus dan menyerahkan semua berkas ke BAAK
UNIMUS
5. BAAK menerbitkan pengumuman peserta Wisuda dan
DAPS yang ditempel pada papan pengumuman di
Rektorat dan Program Studi/Fakultas serta
mengumumkan lewat web UNIMUS
6. Calon wisudawan mengambil Toga dan Udangan
7. Selanjutnya mengikuti DAPS dan mendapatkan
sertifikat DAPS sebagai syarat mengambil ijazah
8. Mengikuti gladi bersi sehari sebelum pelaksanaan
wisuda
6. Penanggung Jawab Ketua program studi, adminstrasi program studi
7. Bagan alir prosedur Terlampir

8. Catatan a. Universitas Muhammadiyah Semarang


menyelenggarakan upacara wisuda sebanyak-
banyaknya 2 (dua) kali dalam satu tahun.
b. Mahasiswa yang telah dinyatakan lulus dari suatu
program pendidikan di Universitas Muhammadiyah
Semarang, wajib mengikuti upacara wisuda pada
periode kelulusannya.

9. Dokumen terkait/referensi Surat keterangan lulus, Formulir bebas tanggungan, dan


Form permohonan penerbitan ijazah
Lampiran
Bagan alir pelaksanaan wisuda

Lunas semua Penyiapan


Mahasiswa Kewajiban adm documen: Penyerahan
Dinyatakan Univ, Fak, Prodi, Fc Ijz, Foto, Berkas di
Lulus Lab, Perpust dll transkr Nil BAAK
sementara
dll

Kegiatan Ambil Toga, Pengumuman Peserta Wisuda


DAPS Undangan & DAPS

Proses Pembuatan Ijazah

Gladi Bersih

Wisuda
NAMA UNIT KERJA No Dokumen 023
PRODI D III Berlaku sejak 14 Juni 2013
KEPERAWATAN
PROSEDUR Revisi
PENERBITAN IJAZAH Halaman

PROSEDUR
PENERBITAN IJAZAH
Digunakan untuk melengkapi Standart Mutu Program Studi D III Keperawatan Dalam
Penerbitan Ijazah

Proses Penanggung jawab Tanggal


Nama Jabatan Tanda tangan
1. Perumusan Ns. Desi Ariyana R, Ketua Tim GPM 03 Juni, 2013
S.Kep, M.Kep. Prodi D3
Keperawatan
2. Pemeriksaan Amin Samiasih, SKp, Sekretaris Prodi 06 Juni, 2013
Msi.Med. D3 Keperawatan

3. Persetujuan Ns. Heryanto AN, Ketua Prodi D3 12 Juni 2013


M.Kep, Sp.Kom Keperawatan

4. Penetapan H. Edy Soesanto, SKp, Dekan FIKKES 14 Juni 2013


Mkes.

5. Pengendalian Dra. Yusrin M.Pd. Ketua TPMF 14 Juni 2013


FIKKES

Dokumen ini adalah hak milik intelektual unit kerja Program Studi D3 Keperawatan Fakultas Ilmu
Keperawatan dan Kesehatan UNIMUS dan tidak boleh dikopi atau digunakan untuk keperluan komersial
atau tujuan lain baik seluruhnya atau sebagian tanpa ijin dari Ketua Program Studi D3 Keperawatan

1
NAMA UNIT KERJA No Dokumen 023
PRODI D III Berlaku sejak 14 Juni 2013
KEPERAWATAN
PROSEDUR Revisi
PENERBITAN IJAZAH Halaman

CATATAN PERUBAHAN

No. revisi Halaman Bagian yang dirubah Disetujui Oleh Tanggal


- - - - -
- - - - -
- - - - -

DISTRIBUSI PEMEGANG COPY DOKUMEN

No. Pemegang dokumen Status Dokumen No. Copy


1 Administrasi Asli -
2
3
4
5

2
NAMA UNIT KERJA No Dokumen 023
PRODI D III Berlaku sejak 14 Juni 2013
KEPERAWATAN
PROSEDUR Revisi
PENERBITAN IJAZAH Halaman

DAFTAR ISI

Cover
Catatan Perubahan
Distribusi Pemegang Copy Dokumen
Daftar Isi
1. Tujuan Prosedur
2. Luas Lingkup Prosedur dan penggunanannya
3. Standar
4. Definisi Istilah
5. Prosedur
6. Penanggung Jawab Prosedur
7. Bagan alir prosedur
8. Catatan
9. Dokumen Terkait/Referensi

3
NAMA UNIT KERJA No Dokumen 023
PRODI D III Berlaku sejak 14 Juni 2013
KEPERAWATAN
PROSEDUR Revisi
PENERBITAN IJAZAH Halaman

1. Tujuan Prosedur Penerbitan ijazah bertujuan untuk menjamin


kelancaran penerbitan ijazah
2. Luas Lingkup Prosedur dan Ijazah diterbitkan setelah ada pengesahan dari
penggunanannya BAAK terkait dengan proses pengolahan nilai
dari semester pertama sampai dengan akhir
selesai dan atau semua prasyarat terpenuhi
Luas lingkup di tingkat Universitas dan
digunakan di tingkat Program studi
3. Standar Penerbiatan ijazah selambat-lambatnya
dikeluarkan 1 bulan setelah wisuda
4. Definisi Istilah Ijazah: bukti kelulusan yang disahkan oleh
rektor
5. Prosedur 1). Mahasiswa menyerahkan ke staf
Perpustakaan perbaikan Skripsi, abstrak,
sinopsis baik dalam bentuk hardcopy
maupun softcopy
2). Mahasiswa ke BAAK dengan membawa
persyaratan al : Form pengisian ijazah, pas
foto 4x6 hitam putih 3 lbr, serta
pembayaran wisuda.
2). Staf mencatat nama mahasiswa dan menulis
isian kedalam form ijazah.
3). Ijazah diperiksa Ka BAAK untuk diperiksa
dan dibuatkan surat pengantar kepada WR
I Bidang Akademik untuk meminta
pengesahan Ijazah.
4). Ijazah dikembalikan kepada Kabag untuk
dibuatkan surat pengantar kepada Dekan
FIKKES UNIMUS dalam rangka
pengesahan ijazah.
5). Ijazah dikembalikan kepada staf untuk
dibuatkan kopi ijazah sebanyak 5 lbr dan
dilegalisir.
6). Legalisir ijazah diberikan kepada
mahasiswa, ijazah asli diberikan pada saat
wisuda.
6. Penanggung Jawab Prosedur Ka BAAK UNIMUS
7. Bagan alir prosedur Terlampir
8. Catatan Ijazah diterbitkan hanya satu kali, bila ijazah
rusak atau hilang maka universitas akan
membuatkan /mengeluarkan ijazah duplikat
dari UNIMUS
9. Dokumen terkait/referensi Buku Panduan Akademik UNIMUS ,
panduan pengambilan ijazah

4
NAMA UNIT KERJA No Dokumen 023
PRODI D III Berlaku sejak 14 Juni 2013
KEPERAWATAN
PROSEDUR Revisi
PENERBITAN IJAZAH Halaman

BAGAN ALIR PROSEDUR

Penanggung Durasi Ket


No Aktivitas Dokumen
Jawab Waktu
1 Mahasiswa 1 minggu Draft KTI
MULAI

Pendaftaran dan
menyerahkan syarat2 ke staf
BAAK

2 BAAK 1 minggu Berkas ijazah


Mencatat nama mahasiswa
dalam form ijazah

3 BAAK 1 minggu Berkas ijazah


Pemeriksaan ijazah

4 DEKAN 1 minggu Berkas ijazah


Pengesahan ijazah

5. 1 minggu Berkas ijazah


Mengkopi dan melegalisir
BAAK ijazah

6. BAAK 1 minggu Daftar


Memberikan ijazah kepada fotokopi
mahasiswa ijazah

SELESAI

5
CATATAN PERUBAHAN

No. revisi Halaman Bagian yang dirubah Disetujui Oleh Tanggal


- - - - -
- - - - -
- - - - -

DISTRIBUSI PEMEGANG COPY DOKUMEN

No. Pemegang dokumen Status Dokumen No. Copy


1 Administrasi Asli -
2
3
4
5
DAFTAR ISI

Cover
Catatan Perubahan
Distribusi Pemegang Copy Dokumen
Daftar Isi

1. Tujuan Prosedur
2. Luas Lingkup Prosedur dan penggunanannya
3. Standar
4. Definisi Istilah
5. Prosedur
6. Penanggung Jawab Prosedur
7. Bagan alir prosedur
8. Catatan
9. Dokumen Terkait/Referensi
1. Tujuan Prosedur Prosedur ini menjelaskan tentang penerbitan
transkrip nilai
1. Luas Lingkup Prosedur dan Prosedur ini mencakup penerbitan transkip
penggunanannya nilai akhir dimulai dari penyerahan skripsi,
sinopsis, dan abstrak sampai dengan
menjelang pelaksanaan wisuda.
2. Standar Penerbitan transkrip dibuat oleh Fakultas
3. Definisi Istilah Transkrip : daftar nilai yang dikeluarkan dari
semester I sampai dengan semester akhir
4. Prosedur  Mahasiswa menyerahkan perbaikan
Skripsi, abstrak, sinopsis baik dalam
bentuk hardcopy maupun softcopy ke staf
Perpustakaan dengan membawa
persyaratan al: Form pengisian ijazah, pas
foto 4x6 hitam putih 3 lbr, kwitansi
pembayaran wisuda.
 Staf mencatat nama mahasiswa kedalam
buku catatan kelulusan dan memasukkan
nilai ujian sidang skripsi kedalam
SIAMUS
 Transkrip diserahkan kepada ka Prodi
untuk diverifikasi dan diparaf.
 Transkrip diserahkan kepada Dekan
Fakultas untuk ditandatangani.
 Transkrip dikembalikan kepada staf untuk
dibuatkan kopi transkrip sebanyak 10 lbr
dan dilegalisir oleh Dekan Fakultas.
 Legalisir transkrip diberikan kepada
mahasiswa beserta transkrip asli diberikan
pada saat wisuda.
5. Penanggung Jawab Prosedur Dekan Fakultas
6. Bagan alir prosedur Terlampir
7. Catatan -
8. Dokumen terkait/referensi Buku Pedoman Akademik
BAGAN ALIR PROSEDUR
PENERBITAN TRANSKRIP
Penanggung Durasi
No Aktivitas Dokumen Ket
Jawab Waktu
1  Mahasiswa 1 minggu Draft Revisi
MULAI
 Staf Skripsi, Form
Perpustakaan Pendaftaran
wisuda, SKL
Mahasiswa menyerahkan
perbaikan Skripsi. Dan
mendaftra wisuda ke BAAK

2 Staf Administrasi 1 minggu Buku Catatan


akademik Staf mencatat nama Kelulusan
program studi mahasiswa kedalam buku
catatan kelulusan dan
memasukkan nilai ujian
sidang skripsi kedalam
SIAMUS

3 Ka Prodi 1 minggu Transkrip


Transkrip diserahkan kepada Nilai
Ka Prodi untuk diverifikasi
dan diparaf

4 Dekan 1 minggu Trankrip


Transkrip diserahkan kepada Nilai
ka Dekan untuk
ditandatangani

5 Staf Administrasi 1 minggu Transkrip


Transkrip dikembalikan Nilai
Akademik Prodi
kepada staf untuk dibuatkan
kopi transkrip sebanyak 10
lbr dan dilegalisir oleh
Dekan

6 Staf Administrasi 1 hari Transkrip


Legalisir transkrip diberikan Nilai
Akademik Prodi
kepada mahasiswa beserta
transkrip asli diberikan

pada saat wisuda.


7
SELESAI
CATATAN PERUBAHAN

No. revisi Halaman Bagian yang dirubah Disetujui Oleh Tanggal


- - - - -
- - - - -
- - - - -

DISTRIBUSI PEMEGANG COPY DOKUMEN

No. Pemegang dokumen Status Dokumen No. Copy


1 Tim TPM Universitas Copy 01
2 Tim TPM Fakultas Copy 02
3 Tim TPM Program Studi Asli 00
4 Program Studi DIII Analis kesehatan Copy 03
5
DAFTAR ISI

Cover
Catatan Perubahan
Distribusi Pemegang Copy Dokumen
Daftar Isi
1. Tujuan Prosedur
2. Luas Lingkup Prosedur dan penggunanannya
3. Standar
4. Definisi Istilah
5. Prosedur
6. Penanggung Jawab Prosedur
7. Bagan alir prosedur
8. Catatan
9. Dokumen Terkait/Referensi
1. Tujuan Prosedur Penerbitan ijazah bertujuan untuk menjamin
kelancaran penerbitan ijazah
2. Luas Lingkup Prosedur dan Ijazah diterbitkan setelah ada pengesahan
penggunanannya dari BAAK terkait dengan proses pengolahan
nilai dari semester pertama sampai dengan
akhir selesai dan atau semua prasyarat
terpenuhi Luas lingkup di tingkat
Universitas dan digunakan di tingkat
Program studi
3. Standar Penerbiatan ijazah selambat-lambatnya
dikeluarkan 1 bulan setelah wisuda
4. Definisi Istilah Ijazah: bukti kelulusan yang disahkan oleh
rektor
5. Prosedur 1). Mahasiswa menyerahkan ke staf BAAK
perbaikan KTI, abstrak, sinopsis baik
dalam bentuk hardcopy maupun softcopy
ke staf BAAK dengan membawa
persyaratan al : Form pengisian ijazah,
pas foto 4x6 hitam putih 3 lbr, serta
pembayaran wisuda.
2). Staf mencatat nama mahasiswa dan
menulis isian kedalam form ijazah.
3). Ijazah diserahkan ke Ka BAAK untuk
diperiksa dan dibuatkan surat pengantar
kepada WR I Bidang Akademik untuk
meminta pengesahan Ijazah.
4). Ijazah dikembalikan kepada Kabag untuk
dibuatkan surat pengantar kepada Dekan
FIKKES UNIMUS dalam rangka
pengesahan ijazah.
5). Ijazah dikembalikan kepada staf untuk
dibuatkan kopi ijazah sebanyak 10 lbr
dan dilegalisir.
6). Legalisir ijazah diberikan kepada
mahasiswa, ijazah asli diberikan pada
saat wisuda.

6. Penanggung Jawab Prosedur Ka BAAK UNIMUS


7. Bagan alir prosedur Terlampir
8. Catatan Ijazah diterbitkan hanya satu kali, bila ijazah
rusak atau hilang maka universitas akan
membuatkan /mengeluarkan ijazah duplikat
dari UNIMUS
9. Dokumen terkait/referensi Buku Panduan Akademik UNIMUS ,
panduan pengambilan ijazah
BAGAN ALIR PROSEDUR
PENERBITAN IJASAH

Penanggung Durasi
No Aktivitas Dokumen Ket
Jawab Waktu
1 Mahasiswa 1 minggu Draft KTI
MULAI

Pendaftaran dan
menyerahkan syarat2 ke staf
Administrasi

2 BAAK 1 minggu Berkas ijazah


Mencatat nama mahasiswa
dalam form ijazah

3 BAAK 1 minggu Berkas ijazah


Pemeriksaan ijazah

4 DEKAN 1 minggu Berkas ijazah


Pengesahan ijazah

5. 1 minggu Berkas ijazah


BAAK Mengkopi dan melegalisir
ijazah

6. BAAK 1 minggu Daftar


Memberikan ijazah kepada fotokopi
mahasiswa ijazah

SELESAI
CATATAN PERUBAHAN

No. revisi Halaman Bagian yang dirubah Disetujui Oleh Tanggal


- - - - -
- - - - -
- - - - -

DISTRIBUSI PEMEGANG COPY DOKUMEN

No. Pemegang dokumen Status Dokumen No. Copy


1 Administrasi Asli -
2
3
4
5
DAFTAR ISI

Cover
Catatan Perubahan
Distribusi Pemegang Copy Dokumen
Daftar Isi
1. Tujuan Prosedur
2. Luas Lingkup Prosedur dan penggunanannya
3. Standar
4. Definisi Istilah
5. Prosedur
6. Penanggung Jawab Prosedur
7. Bagan alir prosedur
8. Catatan
9. Dokumen Terkait/Referensi
1. Tujuan Prosedur Tujuan Manual Prosedur tracer study adalah

1. Untuk mendapatkan informasi dari


stakeholder dalam perbaikan dan
pengembangan prodi D III
Keperawatan
2. Untuk mendapatkan informasi
mengenai proses jaminan mutu produk
yang diperlukan
3. Untuk mendapatkan masukan dari para
pengguna jasa dalam perbaikan
kurikulum / silabus perkuliahan yang
diberikan, serta bagaimana manfaat
yang didapatkan
4. Untuk memperoleh data yang relevan
sebagai solusi alternatif penyusunan
rencana terhadap prodi D III
Keperawatan dalam menjalankan peran
dan fungsinya.

2. Luas Lingkup Prosedur dan Manual Prosedur Tracer Study kepada alumni
meliputi pembentukan tim tracer study,
penggunanannya
penyiapan sarana dan prasarana tracer study,
pembagian kerja tim tracer study, laporan
pertanggung jawaban tim tracer study.
3. Standar Dilaksanakan minimal setiap satu tahun sekali ,
yaitu merupakan rekapitulasi hasil wisuda
dalam satu tahun.
Kuisioner akan dikirimkan lewat pos, email
atau langsung melalui telephon.
Tracer study juga dilakukan dengan
menggunakan jejaring sosial facebook,
sehingga update informasi dengan almunus
dapat terjalin lebih intens.

4. Definisi Istilah 1. Promosi tracer study ialah suatu upaya


untuk melacak / menelusuri informasi dan
jejak alumni dimana dan bagaimana
penerapan ilmu di dunia kerja mereka
sebagai upaya peningkatan kinerja prodi D
III Keperawatan
2. Alumni ialah mahasiswa prodi D III
Keperawatan yang telah lulus dan telah
diwisuda karena telah menyelesaikan study
mereka.

5. Prosedur Uraian Prosedur :


1. BAAK Universitas memberikan surat
pemberitahuan untuk pelaksanaan Tracer
study alumni kepada Fakultas
2. Surat pemberitahuan ditindaklanjuti oleh
Pembantu Dekan I dengan menyusun tim
tracer studi. Tim tracer studi terdiri dari staf
bagian akademik, kemahasiswaan dan
alumni, serta perwakilan Jurusan (masing-
masing 1 orang). Tim tracer studi terbentuk
paling lambat 7 hari setelah penerimaan
surat dari BAAK
3. Pembantu Dekan I melakukan koordinasi
dengan seluruh anggota tim tracer studi
untuk membicarakan rencana pelaksanaan
kegiatan, pembagian tugas, dan kebutuhan.
Pertemuan dilakukan paling lambat 7 hari
setelah terbentuk tim tracer studi.
4. Bagian akademik mempersiapkan data
daftar alumni berdasarkan tahun lulus, IPK,
dan lama kelulusan / waktu studi. Data
diserahkan kepada tim tracer studi paling
lambat 3 hari setelah pertemuan.
5. Ketua tim tracer studi menyerahkan daftar
alumni kepada bagian kemahasiswaan dan
alumni untuk segera memproses daftar
alamat yang bisa dihubungi. Bagian alumni
menyerahkan daftar alamat alumni kepada
ketua tim tracer studi paling lambat 3 hari
sesudahnya
6. Ketua tim tracer studi menghimpun data-
data yang sudah diperoleh dari bagian
akademik dan bagian alumni untuk
menentukan jumlah responden pewakil
berdasarkan IPK, tahun kelulusan, dan lama
studi, paling lambat 7 hari sesudahnya.
7. Ketua tim tracer studi mempersiapkan
kuesioner dan melakukan penggandaan.
Ketua tim tracer studi membagi kuesioner
kepada enumerator berdasarkan daerah
alamat alumni. Enumerator menerima
kuesioner paling lambat 2 hari setelah
tersusun daftar responden.
8. Enumerator melakukan penggalian
informasi seperti yang tercantum di
kuesioner kepada alumni. Penggalian
informasi dilakukan selama 30 hari baik
langsung ke rumah ataupun melalui
telephon.
9. Enumerator menyusun data-data yang
sudah diperoleh dan memasukkannya ke
dalam database di komputer. Enumerator
menyerahkan database isian kuesioner dan
kuesioner asli yang diisi oleh alumni
kepada ketua tim tracer studi paling lambat
7 hari setelah semua kuesioner terisi.
10. Ketua tim tracer studi melakukan kompilasi
data-data dan menyusun laporan akhir hasil
tracer paling lambat 7 hari setelah
enumerator memasukkan semua data.
11. Ketua tim tracer studi menyerahkan laporan
hasil pelaksanaan tracer studi kepada
Pembantu Dekan I bidang akademik.
12. Pembantu Dekan I melakukan verifikasi
laporan tracer studi. Verifikasi meliputi
kelengkapan data-data isian kuesioner.
Apabila ada perbaikan, ketua tim tracer
studi melakukan perbaikan paling lama 2
hari setelah laporan dikembalikan.
Pembantu Dekan I menyerahkan laporan
hasil pelaksanaan tracer studi kepada
Universitas (BAAK)
13. Prosedur layanan tracer studi alumni
selesai.
6. Penanggung Jawab Prosedur 1. Kaprodi D III Keperawatan
2. Tim Tracer Study
7. Bagan alir prosedur terlampir

8. Catatan
9. Dokumen terkait/referensi Kuesioner Tracer Study
No Penangg Aktivitas Durasi Dokumen Ket
ung Waktu
Jawab
Kaprodi
1 hari Surat menerima surat
Pemberitahuan dari
1 BAAK pemberitahuan pemberitahuan
BAAK dari BAAK

Pembentukan tim
2 Kaprodi 1 hari
tracer study

Kaprodi
melakukan
Koordinasi tim 1 hari koordinasi
3 Kaprodi
tracer study dengan Tim
Tracer Studi

IPK, tahun
Persiapan data kelulusan, lama
4 Bag 2 hari Data daftar
dafar alumni studi
akademik alumni

Inventarisir daftar
5 Bag 1 hari
kemahasi alamat alumni
swaan

Penentuan calon
6 1 hari Daftar calon
responden responden
Tim
tracer
study 1 hari Kuesioner
Persiapan dan penggandaan
7
form kuesioner

Ketua tim Surat, email,


8 tracer telepon,
study 1 Kuesioner facebook
minggu

Tim
tracer
9 study Penggalian 1
minggu
Informasi ke alumni
diserahkan
kepada kaprodi

Ketua tim Laporan


10 tracer Penyusunan laporan
Kompilasi data tracer study
study akhir 1
minggu
menyerahkan
ke BAAK
11 Verifikasi dan
Ketua tim 3 hari Laporan
penyerahan laporan
tracer tracer study
study

Kaprodi
CATATAN PERUBAHAN

No. revisi Halaman Bagian yang dirubah Disetujui Oleh Tanggal

DISTRIBUSI PEMEGANG COPY DOKUMEN

No. Pemegang dokumen Status Dokumen No. Copy


1 Administrasi Asli -
2
3
4
5
DAFTAR ISI

Cover
Catatan Perubahan
Distribusi Pemegang Copy Dokumen
Daftar Isi
1. Tujuan Prosedur
2. Luas Lingkup Prosedur dan penggunanannya
3. Standar
4. Definisi Istilah
5. Prosedur
6. Penanggung Jawab Prosedur
7. Bagan alir prosedur
8. Catatan
9. Dokumen Terkait/Referensi
1. Tujuan Prosedur Memberikan acuan kepada mahasiswa program studi D III
Keperawatan yang ingin memperpanjang masa studi

2. Luas Lingkup Prosedur dan Prosedur ini mencakup proses administrasi yang berkaitan
penggunanannya dengan pemberikan ijin perpanjangan masa studi. . Luas
lingkup prosedur adalah tingkat Universitas dan digunakan
di tingkat Program Studi

3. Standar a. Masa kuliah Mahasiswa D III Keperawatan Reguler tidak


lebih dari 14 semester
b. Masa studi mahasiswa D III Lintas jalur tidak lebih dari 4
semester
c. Mahasiswa harus melengkapi bukti-bukti yang menguatkan
agar Dekanat dapat memberikan ijin perpanjangan masa
studi.

4. Definisi Istilah a. Izin Perpanjangan Masa Studi adalah izin yang diberikan
Ketua Program Studi kepada mahasiswa untuk
menyelesaikan studi lebih lambat dari 10 (sepuluh) semester
untuk program D III Keperawatan, dengan rekomendasi
Penasihat Akademik dan Ketua Program Studi masing-
masing yang dipandang perlu.
b. Perpanjangan masa kuliah adalah mahasiswa yang diberikan
izin berdasarkan Surat Keputusan Ketua dengan mengacu
kepada surat Permohonan Mahasiswa untuk kembali aktif
atau memperpanjang mengikuti kegiatan akademik setelah
menyelesaikan masa kuliahnya atau akan memperpanjang
masa kuliahnya.

5. Prosedur 1. Mahasiswa konsultasi ke dosen wali dan ketua prodi


2. Mahasiswa ke BAAK (adminitrasi akademik dan
kemahasiswaan)
3. Mahasiswa mengisi formulir perpanjangan masa studi
a. Mahasiswa mengisi from surat perpanjangan masa studi
yang diketahui oleh Ketua Prodi
b. Mahasiswa menyertakan transkrip sementara dan
rencana kegiatan yang akan ditempuh selama
perpanjangan masa studi
c. Mahasiswa melampirkan fotocopi KTM terakhir
4. Mahasiswa minta rekomendasi ketua program studi:
Mahasiswa meminta persetujuan perpanjangan masa studi
kepada ketua program studi
5. Mahasiswa minta rekomendasi Dekan FIKKES: Mahasiswa
menyerahkan surat permohonan cuti mahasiswa beserta
kelengkapannya ke Dekan memberikan rekomendasi.

6. Surat perpanjangan masa studi diusulkan untuk mendapat


persetujuan Wakil Rektor I
7. Proses penerbitan surat keterangan permohonan
perpanjangan masa studi sekitar 2X 24 jam (2 hari kerja)
8. Mahasiswa mengambil surat keputusan surat keterangan
perpanjangan masa studi di BAAK
1. Penanggung Jawab Bagian Adminitrasi Universitas Muhammadiyah Semarang

2. Bagan alir prosedur Terlampir

3. Catatan Surat ijin perpanjangan kuliah akan diberikan jika mahasiswa


tersebut masa cutinya tidak lebih dari 14 semester untuk
mahasiswa reguler dan tidak lebih dari 10 semester untuk
mahasiswa Lintas jalur.

4. Dokumen Buku panduan universitas UNIMUS


terkait/referensi
Lampiran
Bagan alir prosedur perpanjangan masa studi

Mahasiswa : Mulai

Konsultasi ke
Dosen Wali &
Prodi

Pengambilan
formulir ke BAAK

Mahasiswa mengisi formulir

Mahasiswa meminta rekomendasi


(tanda tangan ke ke program studi)

Penyerahan berkas
ke BAAK

Pengajuan surat Surat perpanjangan studi


permohonan yang sudah disetujui oleh
perpanjangan studi Wakil Rektor I
untuk mendapat
persetujuan Wakil
rektor I
Selesai
Pengisian borang Penyerahan Disetujui
perpanjangan berkas ke
masa studi Adminitrasi Dekanat
Fakultas

Pemrosesan
Penyampaian Pengesahan Surat
selesai Surat Surat Perpanjanga
Perpanjangan Perpanjangan n masa studi
masa studi masa studi
CATATAN PERUBAHAN

No. revisi Halaman Bagian yang dirubah Disetujui Oleh Tanggal

DISTRIBUSI PEMEGANG COPY DOKUMEN

No. Pemegang dokumen Status Dokumen No. Copy


1 Administrasi Asli -
2
3
4
5
DAFTAR ISI

Cover
Catatan Perubahan
Distribusi Pemegang Copy Dokumen
Daftar Isi
1. Tujuan Prosedur
2. Luas Lingkup Prosedur dan penggunanannya
3. Standar
4. Definisi Istilah
5. Prosedur
6. Penanggung Jawab Prosedur
7. Bagan alir prosedur
8. Catatan
9. Dokumen Terkait/Referensi
1. Tujuan Prosedur Prosedur ini dimaksudkan untuk memberikan petunjuk
kepada mahasiswa yang akan mengajukan cuti kuliah
2. Luas Lingkup Prosedur dan Prosedur ini mencakup proses administrasi yang berkaitan
penggunanannya dengan pelaksanaan cuti kuliah bagi mahasiswa. Luas
lingkup prosedur adalah tingkat Universitas dan digunakan
di tingkat Program Studi
3. Standar Mahasiswa yang ingin mengajukan cuti kuliah, wajib
melakukan registrasi (untuk cuti kuliah) pada setiap awal
semester (gasal/genap).
4. Definisi Istilah Mahasiswa Cuti Kuliah adalah mahasiswa yang
mendapatkan izin dari Universitas berupa Surat Keputusan
Cuti Kuliah dari wakil rektor I yang diberikan kepada
seorang mahasiswa atas dasar permohonan mahasiswa
untuk cuti kuliah dengan alasan yang dapat dipertanggung-
jawabkan untuk tidak mengikuti kegiatan akademik dalam
jangka waktu tertentu serta atas dasar pertimbangan Ketua
Program Studi.
5. Prosedur 1. Mahasiswa ke BAAK (Adminitrasi akademi dan
mahasiswa)
2. Mahasiswa mengisi formulir cuti akademik
3. Mahasiswa minta tanda tangan Ka. Prodi
4. Setelah itu meminta tanda tangan ke Dekan
5. Mahasiswa menyerahkan berkas ke BAAK
6. BAAK memproses surat cuti akademik
7. Surat cuti diusulkan untuk disetujui oleh Wakil Rektor
I
8. Proses penerbitan surat cuti akademik sekitar 3 x 24
jam (s hari kerja)
9. Mahasiswa mengambil surat keterangan cuti akademik
di BAAK
10. Mahasiswa status cuti akademik

6. Penanggung Jawab Bagian Adminitrasi Universitas Muhammadiyah Semarang

7. Bagan alir prosedur Terlampir

8. Catatan a. Cuti akademik ditoleransi maksimal 4 semester dan


minimal 2 semester
b. Surat ijin cuti kuliah akan diberikan jika mahasiswa
tersebut menyampaikn dan melengakapi prosedur2
yang ada di Prodi Keperawatan.

9. Dokumen terkait/referensi Buku panduan universitas UNIMUS, panduan pengajuan


cuti kuliah.
Lampiran
Bagan alir prosedur pengajuan cuti kuliah

Mulai

Mahasiswa
Aktif

Konsultasi ke
Dosen Wali &
Prodi

Persetujuan
Prodi & Dekan

Penyerahan
Berkas di BAAK

Surat Cuti yang


Pengajuan surat cuti
sudah disetujui
untuk mendapat
oleh Wakil Rektor
persetujuan Wakil
I
rektor I

Selesai
CATATAN PERUBAHAN

No. revisi Halaman Bagian yang dirubah Disetujui Oleh Tanggal

DISTRIBUSI PEMEGANG COPY DOKUMEN

No. Pemegang dokumen Status Dokumen No. Copy


1 Administrasi Asli -
2
3
4
5
DAFTAR ISI

Cover
Catatan Perubahan
Distribusi Pemegang Copy Dokumen
Daftar Isi
1. Tujuan Prosedur
2. Luas Lingkup Prosedur dan penggunanannya
3. Standar
4. Definisi Istilah
5. Prosedur
6. Penanggung Jawab Prosedur
7. Bagan alir prosedur
8. Catatan
9. Dokumen Terkait/Referensi
1. Tujuan Prosedur Memberikan acuan kepada mahasiswa yang cuti kuliah
untuk mengaktifkan kembali statusnya agar bisa mengikuti
perkuliahan.
2. Luas Lingkup Prosedur dan Prosedur ini mencakup proses administrasi yang berkaitan
penggunanannya dengan pemberikan ijin perpanjangan masa studi
Mahasiswa oleh Dekan FIKKES. Luas lingkup prosedur
adalah tingkat Universitas dan digunakan di tingkat
Program Studi.
3. Standar Mahasiswa yang masa cutinya habis harus melengkapi
bukti-bukti yang menguatkan agar Universitas dapat
memberikan ijin perpanjangan masa studi.
4. Definisi Istilah Mahasiswa Aktif Kembali setelah cuti kuliah adalah
mahasiswa yang diberikan izin berdasarkan Surat
Keputusan WR I dengan mengacu kepada surat
Permohonan Mahasiswa untuk kembali aktif mengikuti
kegiatan akademik setelah menyelesaikan masa cuti
kuliahnya.
5. Prosedur 1. Mahasiswa ke BAAK (adminitrasi akademik dan
kemahasiswaan)
2. Mahasiswa mengisi formulir aktif kembali
3. Mahasiswa minta tanda tangan Ka. Prodi
4. Setelah itu meminta tanda tangan ke Dekan
5. Verifikasi biaya kuliah di BAUK
6. Mahasiswa melakukan pembayaran di bank yang sudah
ditentukan sesuai dengan ketentuan
7. Mahasiswa malaporkan pembayaran ke BAUK
8. BAUK mengaktifkan koneksi ke BAAK
9. Mahasiswa menyerahkan berkas ke BAAK
10. BAAK memproses surat aktif kembali
11. Surat Cuti diusulkan untuk mendapat persetujuan
Wakil Rektor I
12. Proses penerbitan surat aktif kembali sekitar X 24 jam
(2 hari kerja)
13. Mahasiswa mengambil; surat keterangan aktif kembali
di BAAK
14. Mahasiswa mengisi KRS on-line
6. Penanggung Jawab Bagian Adminitrasi Universitas Muhammadiyah Semarang
7. Bagan alir prosedur Terlampir
8. Catatan Jika penyerahan berkas lebih dari 2 hari tidak akan di
layani dalam pengulangan berkas kembali
9. Dokumen terkait/referensi Buku panduan universitas UNIMUS
Lampiran
Bagan alir pengajuan mahasiswa aktif kembali

Mahasiswa Cuti

Konsultasi ke
Dosen Wali &
Prodi

Persetujuan Prodi
& Dekan

Verifikasi biaya
kuliah

Pembayaran di
Bank

Ke BAUK

Penyerahan berkas di
BAAK

Pengajuan surat aktif Surat Cuti yang


kembali untuk mendapat sudah disetujui oleh
persetujuan Wakil rektor I Wakil Rektor I

Selesai
mahasiswa bisa mengikuti
perkuliahan
CATATAN PERUBAHAN
No. revisi Halaman Bagian yang dirubah Disetujui Oleh Tanggal

DISTRIBUSI PEMEGANG COPY DOKUMEN


No. Pemegang dokumen Status Dokumen No. Copy
1 Administrasi
2
3
4
5
DAFTAR ISI

Cover
Catatan Perubahan
Distribusi Pemegang Copy Dokumen
Daftar Isi
1. Tujuan Prosedur
2. Luas Lingkup Prosedur dan penggunanannya
3. Standar
4. Definisi Istilah
5. Prosedur
6. Penanggung Jawab Prosedur
7. Bagan alir prosedur
8. Catatan
9. Dokumen Terkait/Referensi
1. Tujuan Prosedur Manual prosedur evaluasi diploma dibuat
untuk menjamin pelaksanaan evaluasi hasil
belajar
2. Luas Lingkup Prosedur dan Prosedur ini mencakup proses evaluasi
penggunanannya mahasiswa program diploma Program Studi
DIII Keperawatan FIKKES Unimus. Luas
lingkup prosedur adalah tingkat Universitas
dan digunakan di tingkat Program Studi
3. Standar a. Evaluasi hasil belajar melalui mata kuliah
minimal dilakukan melalui ujian tengah
semester, penilaian pelaksanaan tugas,
kuis, praktikum, uas, sedangkan ujian
akhir program melalui ujian kompetensi
Keperawatan Diploma III dan Tugas
Akhir
b. Evaluasi hasil belajar melalui praktek
klinik minimal dilakukan penilaian
kinerja, conference, laporan, seminar,
pencapaian target, dan laporan activity
daily living.
c. Tingkat keberhasilan mahasiswa dalam
satu semester dinyatakan dengan Indeks
Prestasi (IP).
4. Definisi Istilah Evaluasi hasil belajar adalah evaluasi yang
dilakuan prodi untuk mengetahui
kemampuan mahasiswa.
5. Prosedur 1. Sistem Ujian
Ujian dapat diselenggarakan melalui :
a. Evaluasi mata ajar yang dilaksanakan
dalam bentuk ujian tertulis, yang terdiri
atas : Ujian tengah semester, penilaian
pelaksanaan tugas, penilaian kuis, ujian
praktikum., ujian akhir semester.
b. Evaluasi pembelajaran praktek klinik
penilainnya meliputi: penilaian kinerja,
conference, laporan praktek, seminar,
target, laporan ADL, ujian praktek.
c. Evaluasi tugas akhir (skripsi) meliputi
ujian sidang skripsi
2. Sistem penilaian
a. Jenis penilaian dan cara
melakukannya disesuaikan dengan
sifat mata kuliah.
b. Nilai hasil ujian dinyatakan dengan
huruf dan nilai bobot sebagai berikut :
A = 4 (85 – 100)
B = 3 (70-84,9)
C = 2 (55-69,9)
D = 1 (40-54,9)
E = 0 (0-39,9)
c. Nilai hasil ujian diumumkan secara
terbuka.
d. Cara Penilaian :
1) Penilaian Acuan Patokan (PAP) yaitu
penilaian yang didasarkan pada kriteria
tertentu menurut keyakinan penguji.
2) Apabila dalam penilaian, nilai belum
dapat ditentukan, maka kepadanya
diberikan nilai T (Tunda) atau TL (tidak
lengkap) dan selambat-lambatnya
sebelum pendaftaran KRS nilai TL
harus sudah ditentukan dengan syarat
yang bersangkutan sudah melengkapi
data. Bila tidak dapat melengkapi,
nilainya ditentukan oleh dosen yang
bersangkutan.
3) Penilaian dengan PAP diterapkan
apabila telah dilakukan beberapa aspek
kegiatan Proses Belajar Mengajar
(PBM) yaitu :
a) TIU dan TIK telah dirumuskan secara
baik dan benar.
b) TIU dan TIK dikomunikasikan kepada
kelompok dosen dan mahasiswa.
c) Dilakukan evaluasi sepanjang semester
(continuous assessment).
d) Dilakukan upaya motivasi di pihak
mahasiswa.
e) Dilakukan upaya pengayaan
(enrichment) dalam perkuliahan.
f) Dilakukan evaluasi pencapaian TIU dan
TIK
e. Perhitungan Indeks Prestasi (IP), setiap
mata kuliah bobot SKSnya hanya satu kali
dipergunakan sebagai pembagi dan nilai
yang dipergunakan adalah nilai yang
tertinggi.
f. Tingkat keberhasilan mahasiswa dari
semester pertama sampai dengan semester
tertentu dinyatakan dengan Indeks Prestasi
Kumulatif (IPK).
3. Akhir Program.
1) Selambat – lambatnya pada akhir
semester ke-sepuluh, mahasiswa harus
sudah lulus semua beban SKS yang
ditetapkan dengan Indeks Prestasi
Kumulatif harus sama atau lebih tinggi
dari 2,75.
2) Mahasiswa akan mendapatkan peringatan
akademik apabila disangsikan dapat
melalui tiap tahapan evaluasi.
3) Mahasiswa yang tidak dapat memenuhi
kriteria setiap tahapan dianggap tidak
mampu mengikuti kegiatan akademiknya,
dan Rektor akan menerbitkan Surat
Keputusan Peringatan dan atau
penghentian sebagai mahasiswa
Universitas Muhammadiyah Semarang,
setelah mendapat bahan – bahan
pertimbangan dari dosen wali melalui
Program Studi /Jurusan.
4) Mahasiswa dinyatakan berhasil
menyelesaikan pendidikan program
diploma, apabila :
a) Telah berhasil mengumpulkan jumlah
satuan kredit semester (SKS) yang
ditetapkan di dalam kurikulum
program studi, termasuk ujian akhir
program.
b) Indeks Prestasi Kumulatif sama atau
lebih tinggi dari 2,75.
c) Sesuai dengan tuntutan spesifikasi
program studi menentukan nilai mata
kuliah tidak ada nilai D sebagai syarat
kelululusan
2. Penanggung Jawab Prosedur Koordinator blok/mata kuliah, ketua program
studi
3. Bagan alir prosedur Terlampir
4. Catatan Tanggal kelulusan adalah tanggal penetapan
IPK akhir program.
5. Dokumen terkait/referensi Panduan program Studi D3 Keperawatan,
panduan Universitas
CATATAN PERUBAHAN
No. revisi Halaman Bagian yang dirubah Disetujui Oleh Tanggal
DAFTAR ISI

Tujuan ...................................................................................................................1
Ruang Lingkup .....................................................................................................1
Definisi ..................................................................................................................2
Rujukan…………………………………………………………………………..2
Garis Besar Prosedur .............................................................................................2
Bagan Alir Prosedur Pengajuan Ijin studi lanjut Dosen..... ..............................3
DAFTAR ISI Halaman

KATA PENGANTAR
i

DAFTAR ISI ii

Tujuan
1

Definisi
1

Ruang lingkup
1

Pihak Orang Terkait 2

Uraian Prosedur 2

Tim Penyusun 2

Lampiran 2

Bagan alur 3
TUJUAN:

Manual Prosedur Studi Lanjut Dosen dibuat untuk menjamin pelaksanaan studi lanjut dosen
sesuai dengan kebijakan akademik dan rencana strategis FIKKES UNIMUS

DEFINISI

Dosen adalah dosen tetap di Prodi D3 Keperawatan FIKKES UNIMUS

RUANG LINGKUP

Manual prosedur Studi Lanjut Dosen berlaku mulai dari persiapan calon dosen yang akan
studi lanjut, cara melamar, cara studi lanjut dan cara setelah menyelesaikan studi lanjut.

REFERENSI

1. Kebijakan Akademik

2. Peraturan Akademik

PIHAK ORANG TERKAIT

1. Dekan

2. Pembantu Dekan I

3. Pembantu Dekan II

4. Ketua Program Studi

5. Dosen yang akan studi lanjut

URAIAN PROSEDUR:

A. PERSIAPAN DOSEN YANG AKAN STUDI LANJUT

1. Setiap dosen yang akan melanjutkan studi memiliki kepangkatan minimal IIIa (Penata
Muda) dengan jabatan asisten ahli, mengajukan surat ijin ke Dekan melalui Kaprodi.

2. Setiap dosen diwajibkan untuk melanjutkan studi di dalam atau di luar negeri.

3. Setiap dosen yang akan melanjutkan studi telah mendapatkan ijin tertulis dari Dekan .

5. Setiap dosen yang ingin studi lanjut perlu mempersiapkan diri terutama dalam bahasa asing

dan kemampuan di bidang studi yang akan ditekuni.

6. Persiapan lain yang perlu dilakukan bagi dosen yang ingin studi lanjut adalah menerbitkan
artikel di berbagai jurnal. Pengalaman menulis di jurnal sering menjadi pertimbangan untuk
diterima di universitas yang dituju.

7. Setiap dosen dapat mencari informasi studi lanjut ke bagian akademik di kantor rektorat
.atau sumber lain yang tersedia.

8. Pembantu Dekan I dan Ketua Prodi menginformasikan kepada dosen berkenaan

dengan tawaran studi lanjut kepada dosen yang akan studi lanjut.

B. CARA MELAMAR STUDI LANJUT

1. Dosen melamar univesitas yang dituju berdasarkan bidang studinya dengan


mempersiapkan persyaratan yang ditetapkan oleh universitas yang dituju.

2. Dosen yang sudah memperoleh universitas tujuan dapat melamar ke universitas yang
dituju dengan mengajukan surat ke Rektor melalui Dekan. Dimana Rektor akan meneruskan
ke universitas yang bersangkutan melalui Dirjen Dikti.

3. Surat lamaran studi lanjut akan disertai curriculum vitae (cv) oleh sebab itu, dosen yang

bersangkutan diharapkan sudah menyiapkan cv dan berbagai sertifikat yang berkaitan dengan

studi lanjut,

4. Dosen yang sudah diterima akan memperoleh surat ijin tugas belajar dari Rektor. Surat
tugas belajar ini harus disimpan oleh dosen bersangkutan untuk dipergunakan setelah selesai

studi lanjut.

5. Bagi yang studi ke luar negeri maka perlu mengurus paspor apabila ke luar negri.

6. dinas dan visa yang dapat dilakukan melalui kantor di rektorat bagian akademik.

7. Setelah paspor dinas dan visa diperoleh maka dosen tersebut dapat membeli tiket pesawat.

Tiket pesawat dapat di pesan (booking) di berbagai biro perjalanan sebelum paspor dan visa

keluar . Hal ini penting agar mudah memperoleh tiket

8. karena sering terjadi pada saat akan berangkat tiket sudah penuh.

9. Bagi yang akan studi ke luar negeri segera menghubungi persatuan mahasiswa Indonesia

yang ada di negara dituju untuk mendapatkan informasi yang diperlukan.

10. Bawalah kamus dan buku yang mungkin diperlukan.

C. PADA MASA STUDI LANJUT

1. Dosen yang telah sampai di tujuan akan lebih baik apabila segera mempersiapkan diri
dengan mencari informasi jadwal kuliah, buku-buku dan dosen pembimbing.

2. Dosen dalam mengikuti studi perlu tekun dan tawakalagar studi lanjut dapat diselesaikan
dengan baik.
3. Dosen yang telah memperoleh ijasah (surat selesai studi) maka dapat segera pulang

D. SETELAH SELESAI MASA STUDI LANJUT

1. Setelah selesai studi lanjut maka dosen harus melaporkan ke Rektor dan Dekan bahwa
dosen tersebur telah menyelesaikan studinya.

2. Karena setelah 6 (enam) bulan studi lanjut gaji dosen yang bersangkutan akan dipotong
tunjangan fungsional maka setelah selesai masa studi perlu mengurus gaji tunjangan
fungsional dengan menggunakan surat tugas belajar yang sebelum berangkat telah diberikan
oleh Rektor.

3. Pembantu Dekan II akan mengurus tambahan gaji tunjangan fungsional apabila surat tugas
belajar dan surat selesai tugas belajar tersedia.

4. Ijasah dari luar negeri perlu diurus untuk penyetaraan/akreditasi ijasah di Depdiknas.
Akreditasi ijasah ini penting untuk kenaikan pangkat.

BAGAN ALUR STUDI LANJUT DOSEN

VI. Tim Penyusun

1. Ns Heryanto AN.SKp,.Mkep,.Sp.Kom

2. Ns Amin Samiasih,SKp,.Msi.Med

3. Ns Desy Ariyana R,Skep,.MKep

VII. Lampiran

1. Instruksi kerja terkait

2. Bagan manual prosedur


CATATAN PERUBAHAN
No. revisi Halaman Bagian yang dirubah Disetujui Oleh Tanggal
DAFTAR ISI

Tujuan ...................................................................................................................1
Ruang Lingkup .....................................................................................................1
Definisi ..................................................................................................................2
Rujukan…………………………………………………………………………..2
Garis Besar Prosedur .............................................................................................2
Bagan Alir Prosedur Pengajuan Cuti Dosen........................ ..............................3
Ringkasasan Prosedur : Terselenggaranya tertib administrasi cuti bagi dosen dan pegawai
di lingkungan FIKKES UNIMUS.

I. TUJUAN :
Sebagai acuan penetapan pengajuan cuti dosen dan pegawai di lingkungan FIKKES
UNIMUS

II. PENGERTIAN :
Hak setiap dosen dan pegawai yang diberikan oleh instansi sesuai dengan peraturan yang
berlaku.

Cuti terdiri atas :

a. Cuti tahunan

b. Cuti sakit

c. Cuti bersalin

d. Cuti alasan penting

e. Cuti besar

f. Cuti di luar tanggungan Institusi

Dalam Manual Prosedur ini terkait beberapa pengertian :

a. Cuti Tahunan adalah Dosen atau Pegawai yang telah bekerja sekurang-kurangnya 1 tahun
secara terus menerus berhak atas cuti tahunan dengan lamanya cuti 12 (dua belas) hari kerja,
dengan ketentuan :
 1 (satu) tahun tidak cuti maka pada tahun yang akan datang mendapat hak cutinya
selama 18 (delapan belas) hari kerja.
 2 (dua) tahun tidak cuti maka hak cuti yang bersangkutan pada tahun yang ketiga selama
24 (dua puluh empat) hari kerja.
b. Cuti Sakit, Apabila yang bersangkutan sakit selama :
 2 (dua) hari sampai dengan 14 (empat belas) hari, maka yang bersangkutan berhak atas
Cuti Sakit, dengan menunjukkan Surat Keterangan Sakit dari Dokter. Yang
bersangkutan mengajukan permohonan Cuti Sakit kepada yang berwenang (bagian
umum).
 Lebih dari 14 (empat belas) hari dapat diperpanjang sampai dengan 6 (enam) bulan, dan
paling lama 18 (delapan belas) bulan, apabila yang bersangkutan tetap belum sembuh,
maka yang bersangkutan diperiksakan ke Tim Penguji Kesehatan yang ditunjuk untuk
pemeriksaan tersebut, maka yang bersangkutan diusulkan untuk dipensiun karena sakit.
c. Cuti bersalin, Mendapat hak cuti 3 (tiga) kelahiran anak (sejak diangkat). Hak cuti
tersebut selama 1(satu) bulan sebelum dan 2 (dua) bulan sesudah melahirkan. Pengertian
1 (bulan) sebelum adalah sebagai berikut : Apabila yang bersangkutan menjalani cuti
dapat 1 hari atau lebih dan mengalami kelahiran, maka pengambilan cuti dihitung pada saat
kelahiran anak, yang bersangkutan dipertihungkan cuti untuk 2 (dua) bulan
T.M.T anak lahir. Untuk anak selanjutnya (kebijakan Pimpinan).
d. Cuti alasan penting, Cuti dapat digunakan :
 Duka cita karena meninggalnya keluarga (istri/suami, adik/kakak, orang tua/mertua)
 Untuk perkawinan yang pertama
 Lamanya Cuti alasan penting paling lama 2 (dua) bulan
 Apabila Pejabat yang berwenang tidak ada, sedangkan PNS tersebut sangat mendesak
untuk cuti tersebut maka atasan PNS dimana ia bekerja berhak memberikan Cuti tersebut
dan PNS tersebut tetap melapor kepada Pejabat yang berwenang memberikan cuti
tersebut
 Pengajuan Cuti tersebut secara tertulis dengan menyebutkan alasannya
 Dosen atau Pegawai yang mengambil cuti tersebut tetap menerima penghasilan penuh.
e. Cuti Besar, dengan ketentuan :
 Dosen atau Pegawai tersebut telah bekerja sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun terus
menerus
 Yang mengambil cuti ini tidak berhak atas Cuti tahunan dimana yang bersangkutan
sedang cuti besar (pada tahun tersebut)
 Cuti ini digunakan untuk memenuhi kewajiban agama (Haji/Umroh)
 Lama cuti tersebut maksimal selama 3 (tiga) bulan
 Dosen atau Pegawai yang mengambil cuti besar tetap mendapat penghasilan penuh
 Cuti tersebut diajukan secara tertulis dengan menyebutkan alasannyA
f. Cuti di luar tanggungan Institusi, permohonan cuti ini berlaku bagi Dosen atau Pegawai
dan harus mendapat persetujuan dari atasan langsung yang bersangkutan, dimana selama
masa cuti tidak mendapatkan penghasilan penuh.
III. REFERENSI :
1. Peraturan Kepegawaian di Lingkungan FIKKES UNIMUS

2. Standar Nasional Indonesia (SNI) Sistem Manajemen Mutu (SMM) – Persyaratan ISO
9001:2008, Badan Standarisasi Nasional.

IV. PIHAK YANG TERKAIT :


1. Biro Administrasi Umum dan Keuangan

2. Kabag. Kepegawaian

3. Staff Bagian Umum

4. Atasan langsung Dosen / Pegawai

5. Dosen / Pegawai

V. PROSEDUR :
1. Pegawai mengajukan permohonan cuti melalui atasan langsung masing-masing setelah
ditandatangani oleh yang bersangkutan
2. Atasan langsung memberikan pertimbangan
3. Permohonan cuti tersebut ditujukan kepada Ketua Program Studi dengan tembusan ke
dekan, BAUK.
4. Staff Bagian Umum meneliti cuti apa saja yang pernah/belum diambil
5. Staff Kepegawaian memproses dan meneruskan permohonan cuti tersebut kepada
Direktur Administrasi Umum dan Keuangan
6. Staff Bagian Umum membuatkan surat cuti yang bersangkutan
7. Surat cuti di paraf oleh Staff Bagian Umum dan Kasubag. Keuangan, untuk selanjutnya
ditandatangani oleh ka BAUK.
8. Staff Bagian Umum menyerahkan surat cuti kepada yang bersangkutan dan
memasukkan arsip pada file yang bersangkutan.
I. Bagan Alir Prosedur Cuti Dosen