Anda di halaman 1dari 34

TUGAS BESAR

PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM

BAB IV
PENDAHULUAN
4.1. SUMBER AIR BAKU
Sumber air baku yang digunakan untuk instalasi pengolahan air minum memiliki
kapasitas air baku yang akan diambil sebesar 160 liter/detik. Tidak semua sumber air
baku yang ada memenuhi kalitas air baku yang sudah ditentukan,baik secara
fisik,kimia,maupun biologi. Untuk mengetahui kualitas air baku yang diolah,maka
dilakukan analisa kualitas air yang bertujuan untuk mengetahui jenis pengolahan yang
terbaik dan tepat yang diperlukan,sehingga tingkat efisiensi dan efektivitas yang tinggi
akan dapat dipenuhi. Dalam melakukan analisis kualitas air baku,nilai parameter yang
digunakan tergantung pada jenis parameter itu sendiri dan disesuaikan dengan dampak
yang dapat ditimbulkannya.
Peraturan tentang kualitas air minum yang digunakan untuk menganilisis air
baku pada sungai dengan kekeruhan sedang sampai tinggi dilakukan dengan
membandingkan data dengan :

 PP No 82 tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian


pencemaran air untuk Kelas I yaitu untuk parameter kualitas air baku dan air
minum.

 Peraturan Menkes RI no 492 tahun 2010

Tujuan dari perbandingan tersebut adalah untuk melihat dan menentukan :

 Parameter-parameter yang perlu dipertimbangkan dari data kualitas air baku

 Tingkat penurunan dari parameter-parameter tersebut

Tujuan analisa kualitas air baku diatas selanjutnya digunakan untuk menentukan desain
pengolahan yang akan digunakan dan dimensi dari pengolahan tersebut.

4.2. ANALISIS KUALITAS AIR BAKU

CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM

Evaluasi untuk air baku berdasarkan pada kriteria kualitas air menurut
Permenkes Nomor 492/Menkes/Per/IV/2010 dan PP No. 82 Tahun 2001 Kelas 1 tentang
Persyaratan Kualitas Air Minum.
Untuk lebih jelasnya dapat ditampilkan pada tabel perbandingan kualitas air
baku dengan Peraturan Menteri Kesehatan No.492/Menkes/Per/IV/2010 dan PP No. 82
Tahun 2001 Kelas 1 sebagai berikut:

Tabel 4.1 Perbandingan Kriteria Air Baku Dengan Standar Air Minum
No Parameter Satuan Kualitas PP no Permenkes Keterangan
Air 82/2001 no
Baku Gol.1 492/2010
MIKROBIOLOGI
jumlah per
Total
1 100 ml 925 1000 0 Memenuhi
Koliform
sampel
jumlah per
Bakteri E
2 100 ml 87 100 0 Memenuhi
Coli
sampel
FISIKA
1 Bau - Tidak - - Memenuhi
Berbau
2 TDS mg/l 1310 1000 500 Tidak
Memenuhi
3 TSS mg/l 1661 50 - Tidak
Memenuhi
4 Kekeruhan NTU 120 - 5 Tidak
memenuhi
5 Suhu °C 28 ±3 ±3 Memenuhi
6 Warna PtCo - - - Memenuhi
KIMIA ANORGANIK
1 pH - 7,7 6-9 6,5-8,5 Memenuhi
2 Besi (Fe) mg/l 4,87 0,3 0,3 Tidak
Memenuhi
3 Fluorida (F) mg/l <0,03 1,5 1,5 Memenuhi
4 Fenol mg/l 0,0962 1 - Memenuhi
5 Kadmium mg/l <0,0019 0,01 0,003 Memenuhi
(Cd)
6 Chlorida mg/l 2 600 250 Memenuhi
7 Cr6+ mg/l < 0,005 0,05 0,05 Memenuhi

CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM

8 Mangan mg/l 0,13 0,1 0,4 Tidak


(Mn) Memenuhi
9 Nitrat mg/l 1,3 10 50 Memenuhi
(NO3-)
10 Nitrit mg/l 0,0281 0,06 3 Memenuhi
(NO2-)
11 Seng (Zn) mg/l 0,0072 0,05 3 Memenuhi
12 Sianida mg/l <0,008 0,02 0,07 Memenuhi
(CN)
13 Sulfat mg/l 6 400 250 Memenuhi
(SO42-)
14 Tembaga mg/l <0,0054 0,02 2 Memenuhi
(Cu)
15 Timbal (Pb) mg/l <0,005 0,03 0,01 Memenuhi
16 Kesadahan mg/l 76,12 - 500 Memenuhi
Tidak
17 BOD mg/l 18,6 2 -
Memenuhi
18 COD mg/l 35,8 10 - Tidak
Memenuhi
19 Detergen mg/l - 0,2 0,05 Memenuhi
20 Amonia mg/l 0,0108 0,5 1,5 Memenuhi
Bebas
(NH3-N)
(Sumber: Data kualitas air baku di Kali Krukut, Sumber PP no 82/2001 Gol.1,
Permenkes no 492/2010, Analisis Penulis, 2015)

Berdasarkan hasil perbandingan kualitas air baku rata-rata dari data yang
diperoleh di IPA dengan kualitas air minum milik Permenkes No.
492/Menkes/Per/IV/2010, dan PP No.82 Tahun 2001 dapat diketahui parameter air
belum memenuhi semua peraturan- peraturan tersebut diatas, sehingga diperlukan
pengolahan untuk menjadikan air tersebut memenuhi persyaratan.
Dari hasil analisis kualitas air baku diatas menunjukkan bahwa beberapa
parameter kualitas air baku tersebut belum memenuhi standar kualitas air minum.
Parameter yang perlu dipertimbangkan dalam proses pengolahan adalah:

1. TDS
2. TSS
3. Kekeruhan
4. Fe
5. COD
CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM

6. MANGAN
7. BOD

Perhitungan kebutuhan penyisihan dari tujuh parameter dalam proses pengolahan


agar memenuhi persyaratan Permenkes No. 492/Menkes/Per/IV/2010, dan PP No.82
Tahun 2001 adalah sebagai berikut:

Tabel 4.2 Data Kualitas Air Baku

Permenkes no
492/2010
Paramete Kategor Kebutuhan
No Konsentrasi Atau
r i Penyisihan (η)
PP no 82/2001
Gol.1
Melebihi (120-5)/120x100% =
1 Kekeruhan 120 NTU 5 NTU
Standar 95,8%
Melebihi (1661-50)/1661 x100%
2 TSS 1661 mg/L 50 mg/L
Standar = 97,1%
Melebihi (1310-1000)/1310
3 TDS 1310 mg/L 1000 mg/L
Standar x100% = 23,66%
Melebihi (35,3-10)/35,3 =
4 COD 35,3 mg/L 10 mg/L
Standar 71,67%
Melebihi (18,6-2)/18,6 x 100% =
5 BOD 18,6 mg/L 2 mg/L
Standar 89,25%
Melebihi (0,13-0,1)/0,13x 100%
6 Mn 0,13 mg/L 0,1mg/L
Standar =23,08%
Melebihi (4,87-0,3)/4,87 x 100%
7 Besi (Fe) 4,87 0,3
Standart = 93,84%

4.3. ALTERNATIF PENGOLAHAN


Analisis penentuan alternatif unit operasi dan proses dipengaruhi oleh aspek
teknis dan efisiensi bangunan pengolahan air minum yang dibuat. Sementara itu, fokus
pengolahan ini adalah sembilan parameter ( Kekeruhan, TSS, BOD, COD, Mangan
(Mn), Besi(Fe) dan TDS) yang belum memenuhi persyaratan Permenkes No.
492/Menkes/Per/IV/2010, dan PP No.82 Tahun 2001. Efisiensi pengolahan air minum
yang dapat ditentukan dari sembilan parameter tersebut adalah sebagai berikut:

CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM

Tabel 4.3 Efisiensi pengolahan Air Minum


Unit
TSS BOD COD Kekeruhan Mn Fe TDS
Pengolahan
5-20
Bar Screen - - - - - -
%
40-
25-40
Prasedimentasi 50 - 25-40 % - - -
%
%
65-75 65-75
Aerasi - 65-75 % 46,57% 46,57% -
% %
Koagulasi- >50 60-70 60-70 80-
60-70 % - -
Flokulasi % % % 90%
>40-
10-30 10-30
Sedimentasi 75 10-30 % - - -
% %
%
95,72% 95,72%
>50 25-50 25-
Filtrasi 25-50 %
(karbon (karbon -
% % 50%
aktif) aktif)
Desinfeksi - >50% >50% - - - -
(Sumber : Degreemont, 1991 dan Metcalf Eddy, 2004,Joko,2012.,Hardini I.
Karnaningrum N,2010)

Efsiensi Removal tiap parameter pada unit pengolahan berbeda-beda nilainya


karena kemampuan unit dalam menyisihkan setiap parameter juga berbeda. Pada unit
Bar Screen dapat dihilangkan TSS dengan efisiensi 5-20%. Sedangkan pada Unit
Prasedimentasi yang dapat dihilangkan adalah parameter Kekeruhan 25-40%.
Pada Unit Pengolahan Aerasi yang dapat dihilangkan adalah parameter Fe
dengan efisiensi 46,57,Mn 46,57%,dan kekeruhan 65%-75%. Unit pengolahan
Koagulasi-Flokulasi memiliki efisiensi removal pada parameter TDS sebesar 80-90%.
Unit Sedimentasi memiliki efisiensi removal pada parameter kekeruhan sebesar 10-
30%. Unit Filtrasi memiliki efisiensi removal pada parameter Fe sebesar 95.72%, Mn
95,72, dan kekeruhan sebesar 25-50%. Sedangkan pada unit pengolahan Desinfeksi dan
Klorinasi dapat disisihkan BOD >50%, dan COD >50%.
Berdasarkan analisis kualitas air baku dan efisiensi pengolahan air minum yang
dapat ditentukan dari tujuh parameter tersebut, maka dapat dirancang lima alternatif

CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM

pengolahan. Perbandingan dari alternatif unit pengolahan air minum dapat dilihat
sebagai berikut:

Tabel 4.4 Perbandingan Alternatif Unit Pengolahan Air Minum

Alternatif 1 Alternatif 2 Alternatif 3 Alternatif 4 Alternatif 5


Intake Intake Intake Intake Intake

Pra Sedimentasi Pra Sedimentasi Aerasi Aerasi Pra sedimentasi

Aerasi Koagulasi Koagulasi Koagulasi Aerasi

Koagulasi Flokulasi Flokulasi Flokulasi Koagulasi

Flokulasi Sedimentasi Sedimentasi Filtrasi Flokulasi

Sedimentasi Filtrasi Filtrasi Desinfeksi Filtrasi

Filtrasi Desinfeksi Desinfeksi Desinfeksi

Desinfeksi

4.3.1 Alternatif Unit Pengolahan 1


Alternatif unit pengolahan 1 terdiri dari 8 unit pengolahan yaitu Bar Screen,
Prasedimentasi, aerasi, AIR BAKU flokulasi, sedimentasi, filtrasi,
koagulasi desinfeksi, dan
reservoir. Alternatif unit pengolahan 1 dapat dilihat dalam diagram alir sebagai berikut:
INTAKE

BARSCREEN Menyaring Sampah” Besar dan


CHYNTYA SYAFRIL menyisihkan TSS
21080113140063
PRA Menyisihkan warna, bau,
SEDIMENTASI kekeruhan, TSS dan BOD
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM

AERASI Mengurangi kadar COD, BOD ,


Kekeruhan, Mn, Fe dengan
KOAGULASI supply udara
PEMBUBUHAN
TAWAS Menyisihkan warna, kekeruhan,
FLOKULASI TSS, BOD, COD, dan TDS

SEDIMENTASI Menyisihkan TSS, BOD, COD


dan Kekeruhan
FILTRASI Menyisihkan semua cemaran
hingga 96%
PEMBUBUHAN
CHLOR DESINFEKSI Mengurangi kadar COD dan BOD.

RESERVOIR Air sesuai PERMENKES 492/2010

Tabel 4.5 Perhitungan Efisiensi Removal pada Alternatif 1

Efisiensi Nilai Sisa


Bangunan Nama Kualitas
Pengolahan Removal Removal
Pengolahan Removal Air Baku
(%) Treatment Treatment
Bar Screen TSS 1441 15 216,15 1224,85
TSS 1224,85 45 551,18 673,67
Prasedimentasi BOD 18,60 35 6,51 12,09
Kekeruhan 120,00 40 48,00 72,00
BOD 12,09 75 9,07 3,02
COD 35,30 75 26,48 8,83
Aerasi 75
Kekeruhan 72,00 54,00 18,00
Mn 0,13 46,57 0,06 0,07
TSS 673,67 70 471,57 202,10
BOD 3,02 70 2,12 0,91
Koagulasi- 70
COD 8,83 6,18 2,65
Flokulasi
Kekeruhan 18,00 70 12,60 5,40
TDS 1310,00 90 1179,00 131,00
Sedimentasi TSS 202,10 75 151,58 50,53
CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM

BOD 0,91 30 0,27 0,63


COD 2,65 30 0,79 1,85
Kekeruhan 5,40 30 1,62 3,78
TSS 50,53 60 30,32 20,21
BOD 0,63 30 0,19 0,44
COD 1,85 50 0,93 0,93
Filtrasi 30
Kekeruhan 3,78 1,13 2,65
Besi (Fe) 4,87 95,72 4,66 0,21
Mn 0,07 95,72 0,07 0,00
Desinfeksi BOD 0,44 50 0,22 0,22
TSS 20,21
BOD 0,22
COD 0,93
Reservoir Kekeruhan 2,65
Besi (Fe) 0,21
Mn 0,00
TDS 131,00

Hasil dari alternative unit pengolahan 1 telah memenuhi baku mutu Permenkes no
492/2010 atau PP no 82/2001 Gol.1

Hail akhir pada alternatif 1 didapatkan hasil TSS 20,21 mg/l berdasarkan
standard baku mutu PP No 82/2001 Gol.1 dan Permenkes No 492/2010 yaitu minimal
50 mg/l artinya telah memenuhi standard baku mutu.. Untuk BOD senilai 0,22 mg/l dan
pada standard bakumutu minimal 2 mg/l artinya telah memenuhi standard baku mutu.
Untuk COD nilai akhirnya 0,93 mg/l dengan standard minimal 10 mg/l artinya telah
memenuhi standard baku mutu. Untuk kekeruhan nilai akhirnya 2,65 mg/l dan pada
standard baku mutu minimal 5 mg/l artinya telah memenuhi standard baku mutu. Untuk
Fe nilai akhirnya 0,21 mg/l dan pada standard baku mutu minimal 0,3 mg/l artinya telah
memenuhi standard baku mutu. Untuk Mn nilai akhirnya 0,00 mg/l dan pada standard
baku mutu minimal 0,1 mg/l artinya telah memenuhi standard baku mutu. Dan TDS
nilai akhirnya 131,00 mg/l dan pada standard baku mutu minimal 500 mg/l artinya telah
memenuhi standard baku mutu.
Kelebihan alternatif ini ialah semua parameter TSS, BOD, kekeruhan, Mn, Fe,
TDS dan COD mengalami penurunan konsentrasi sangat rendah dibandingkan baku
mutu, Kandungan biologis mati atau hilang dengan penambahan desinfektan, air minum
lebih terjamin dari aspek biologis. Sedangkan kekurangan dari pengolahan ini adalah
tahap-tahapnya yang panjang membutuhkan unit pengolahan yang banyak, memerlukan
pengoperasian oleh tenaga ahli dalam proses aerasi, Penambahan biaya desinfektan dan

CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM

investasi yang sedikit lebih besar. Namun hal ini sebanding dengan hasil yang diperoleh
yaitu kualitas air yang tinggi.

CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM
Air Baku Bar Screen Pra Sedimentasi Aerasi Koagulasi Flokulasi

Kekeruhan :120 NTU Kekeruhan : 120 NTU Kekeruhan: 72 NTU Kekeruhan 18 NTU Kekeruhan : 5,4 NTU

TSS : 1441 mg/L TSS : 1225 mg/L TSS : 674 mg/L TSS : 674 mg/L TSS : 202,1 mg/L

COD : 35,3 mg/L COD : 35,3 mg/L COD : 35,3 mg/L COD : 8,83 mg/L COD : 2,65 mg/L

BOD : 18,6 mg/L BOD : 18,6 mg/L BOD : 12,1 mg/L BOD : 3,02 mg/L BOD : 0,91 mg/L

Mn : 0,13 mg/L Mn : 0,13 mg/L Mn : 0,13 mg/L Mn : 0,07 mg/L Mn : 0,07 mg/L

Fe : 4,87 mg/L Fe : 4,87 mg/L Fe : 4,87 mg/L Fe : 4,87 mg/L Fe : 4,87 mg/L

TDS : 1310 mg/L TDS : 1310 mg/L TDS : 1310 mg/L TDS : 1310 mg/L TDS : 131 mg/L

Reservoir Desinfeksi Filtrasi Sedimentasi

Kekeruhan :2,65 NTU Kekeruhan :2,65 NTU Kekeruhan : 2,65 NTU Kekeruhan : 3,78
NTU
TSS : 20,21 mg/L TSS : 20,21 mg/L TSS : 20,21 mg/L
TSS : 50,53 mg/L
COD : 0,93 mg/L COD : 0,93 mg/L COD : 0,93 mg/L
COD : 1,85 mg/L
BOD : 0,22 mg/L BOD : 0,22 mg/L BOD : 0,44 mg/L
BOD : 0,63 mg/L
Mn : 0,00 mg/L Mn : 0,00 mg/L Mn : 0,00 mg/L
Mn : 0,07 mg/L
Fe : 0,21 mg/L Fe : 0,21 mg/L Fe : 0,21 mg/L
Fe : 4,87 mg/L
TDS : 131 mg/L TDS : 131 mg/L TDS : 131 mg/L
Gambar 4.2 Neraca Massa Alternatif Unit Pengolahan 1 TDS : 131 mg/L

CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM

4.3.2 Alternatif Unit Pengolahan 2


Alternatif pengolahan 2 terdiri dari 7 unit pengolahan yaitu Bar Screen,
Prasedimentasi, koagulasi flokulasi, sedimentasi, filtrasi, desinfeksi, dan reservoir.
Alternatif unit pengolahan 2 dapat dilihat dalam diagram alir sebagai berikut:

Gambar 4.3 Diagram Alir Alternatif Unit Pengolahan 2

CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM

Tabel 4.6 Perhitungan Efisiensi Removal pada Alternatif 2

Kualitas Efisiensi Nilai Sisa


Bangunan Nama
Air Pengolahan Removal Removal
Pengolahan Removal
Baku (%) Treatment Treatment
Bar Screen TSS 1441 15 216,15 1224,85
TSS 1224,85 45 551,18 673,67
Prasedimentasi BOD 18,60 35 6,51 12,09
Kekeruhan 120,00 40 48,00 72,00
TSS 673,67 70 471,57 202,10
BOD 12,09 70 8,46 3,63
Koagulasi- 70
COD 35,30 24,71 10,59
Flokulasi
Kekeruhan 72,00 70 50,40 21,60
TDS 1310,00 90 1179,00 131,00
TSS 202,10 75 151,58 50,53
BOD 3,63 30 1,09 2,54
Sedimentasi 30
COD 10,59 3,18 7,41
Kekeruhan 21,60 30 6,48 15,12
TSS 50,53 60 30,32 20,21
BOD 2,54 30 0,76 1,78
COD 7,41 50 3,71 3,71
Filtrasi 30
Kekeruhan 15,12 4,54 10,58
Besi (Fe) 4,87 95,72 4,66 0,21
Mn 0,13 95,72 0,12 0,01
Desinfeksi BOD 1,78 50 0,89 0,89
TSS 20,21
BOD 0,89
COD 3,71
Reservoir Kekeruhan 10,58
Besi (Fe) 0,21
Mn 0,01
TDS 131,00

Hail akhir pada alternatif 2 didapatkan hasil TSS 20,21 mg/l berdasarkan
standard baku mutu PP No 82/2001 Gol.1 dan Permenkes No 492/2010 yaitu minimal
50 mg/l artinya telah memenuhi standard baku mutu.. Untuk BOD senilai 0,89 mg/l dan
pada standard bakumutu minimal 2 mg/l artinya telah memenuhi standard baku mutu.
Untuk COD nilai akhirnya 3,71 mg/l dengan standard minimal 10 mg/l artinya telah
memenuhi standard baku mutu. Untuk kekeruhan nilai akhirnya 10,58 mg/l dan pada

CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM

standard baku mutu minimal 5 mg/l artinya belum memenuhi standard baku mutu.
Untuk Fe nilai akhirnya 0,21 mg/l dan pada standard baku mutu minimal 0,3 mg/l
artinya telah memenuhi standard baku mutu. Untuk Mn nilai akhirnya 0,01 mg/l dan
pada standard baku mutu minimal 0,1 mg/l artinya telah memenuhi standard baku mutu.
Dan TDS nilai akhirnya 131,00 mg/l dan pada standard baku mutu minimal 500 mg/l
artinya telah memenuhi standard baku mutu.
Kelebihan alternatif ini ialah semua parameter TSS, BOD, Mn, Fe, TDS dan
COD mengalami penurunan konsentrasi sangat rendah dibandingkan baku mutu,
Kandungan biologis mati atau hilang dengan penambahan desinfektan, air minum lebih
terjamin dari aspek biologis. Sedangkan kekurangan dari pengolahan ini adalah tahap-
tahapnya yang panjang membutuhkan unit pengolahan yang banyak, parameter
kekeruhan belum memenuhi baku mutu, Penambahan biaya desinfektan dan investasi
yang sedikit lebih besar.

CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM

Air Baku Bar Screen Pra Sedimentasi Koagulasi Flokulasi

Kekeruhan :120 NTU Kekeruhan :120 NTU Kekeruhan :72 NTU Kekeruhan :21,6 NTU

TSS : 1441 mg/L TSS : 1224,85 mg/L TSS :673,67 mg/L TSS : 202,1 mg/L

COD : 35,3 mg/L COD : 35,3 mg/L COD : 35,3 mg/L COD : 10,59 mg/L

BOD : 18,6 mg/L BOD : 18,6 mg/L BOD : 12,09 mg/L BOD : 3,63 mg/L

Mn : 0,13 mg/L Mn : 0,13 mg/L Mn : 0,13 mg/L Mn : 0,13 mg/L

Fe : 4,87 mg/L Fe : 4,87 mg/L Fe : 4,87 mg/L Fe : 4,87 mg/L

TDS : 1310 mg/L TDS : 1310 mg/L TDS : 1310 mg/L TDS : 131 mg/L

Reservoir Desinfeksi Filtrasi Sedimentasi

Kekeruhan :10,58 NTU Kekeruhan :10,58 NTU Kekeruhan :10,58 NTU Kekeruhan :15,12 NTU

TSS : 20,21 mg/L TSS : 20,21 mg/L TSS : 20,21 mg/L TSS : 50,53 mg/L

COD : 3,71mg/L COD : 3,71mg/L COD : 3,71mg/L COD : 7,41 mg/L

BOD : 0,89 mg/L BOD : 0,89 mg/L BOD : 1,78 mg/L BOD : 2,54 mg/L

Mn : 0,01 mg/L Mn : 0,01 mg/L Mn : 0,01 mg/L Mn : 0,13 mg/L

Fe : 0,21mg/L Fe : 0,21mg/L Fe : 0,21mg/L Fe : 4,87 mg/L

TDS : 131 mg/L TDS : 131 mg/L TDS : 131 mg/L TDS : 131 mg/L
\Gambar 4.4 Neraca Massa Alternatif Unit Pengolahan 2

CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM

4.3.3 Alternatif Unit Pengolahan 3


Alternatif pengolahan 3 terdiri dari 7 unit pengolahan yaitu Bar Screen, aerasi,
koagulasi flokulasi, sedimentasi, filtrasi, desinfeksi, dan reservoir. Alternatif unit
pengolahan 3 dapat dilihat dalam diagram alir sebagai berikut:

AIR BAKU

INTAKE

Menyaring Sampah” Besar dan


BARSCREEN menyisihkan TSS

AERASI Mengurangi kadar COD, BOD ,


Kekeruhan, Mn, Fe dengan
supply udara
PEMBUBUHA KOAGULASI
N TAWAS
Menyisihkan warna,
kekeruhan, TSS, BOD, COD,
FLOKULASI dan TDS

Menyisihkan TSS, BOD, COD


SEDIMENTAS dan Kekeruhan
I

FILTRASI Menyisihkan semua cemaran


hingga 96%

PEMBUBUHAN
DESINFEKSI Mengurangi kadar COD dan
CHLOR
BOD.

RESERVOIR Air sesuai PERMENKES


492/2010
Gambar 4.5 Diagram Alir Alternatif Unit Pengolahan 3

CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM

Tabel 4.8 Perhitungan Efisiensi Removal pada Alternatif 3

Efisiensi Nilai Sisa


Bangunan Nama Kualitas
Pengolahan Removal Removal
Pengolahan Removal Air Baku
(%) Treatment Treatment
Bar Screen TSS 1441 15 216,15 1224,85
BOD 18,60 75 13,95 4,65
COD 35,30 75 26,48 8,83
Aerasi
Kekeruhan 120,00 75 90,00 30,00
Mn 0,13 46,57 0,06 0,07
TSS 1224,85 70 857,40 367,46
BOD 4,65 70 3,26 1,40
Koagulasi- 70
COD 8,83 6,18 2,65
Flokulasi
Kekeruhan 30,00 70 21,00 9,00
TDS 1310,00 90 1179,00 131,00
TSS 367,46 75 275,59 91,86
BOD 1,40 30 0,42 0,98
Sedimentasi
COD 2,65 30 0,79 1,85
Kekeruhan 9,00 30 2,70 6,30
TSS 91,86 60 55,12 36,75
BOD 0,98 30 0,29 0,68
COD 1,85 50 0,93 0,93
Filtrasi
Kekeruhan 6,30 30 1,89 4,41
Besi (Fe) 4,87 95,72 4,66 0,21
Mn 0,07 95,72 0,07 0,00
Desinfeksi BOD 0,68 50 0,34 0,34
TSS 36,75
BOD 0,34
COD 0,93
Reservoir Kekeruhan 4,41
Besi (Fe) 0,21
Mn 0,00
TDS 131,00

Hasil dari alternative unit pengolahan 3 telah memenuhi baku mutu Permenkes no
492/2010 atau PP no 82/2001 Gol.1

Hail akhir pada alternatif 3 didapatkan hasil TSS 36,75 mg/l berdasarkan
standard baku mutu PP No 82/2001 Gol.1 dan Permenkes No 492/2010 yaitu minimal
50 mg/l artinya telah memenuhi standard baku mutu.. Untuk BOD senilai 0,34 mg/l dan
pada standard bakumutu minimal 2 mg/l artinya telah memenuhi standard baku mutu.

CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM

Untuk COD nilai akhirnya 0,93 mg/l dengan standard minimal 10 mg/l artinya telah
memenuhi standard baku mutu. Untuk kekeruhan nilai akhirnya 4,41 mg/l dan pada
standard baku mutu minimal 5 mg/l artinya telah memenuhi standard baku mutu. Untuk
Fe nilai akhirnya 0,21 mg/l dan pada standard baku mutu minimal 0,3 mg/l artinya telah
memenuhi standard baku mutu. Untuk Mn nilai akhirnya 0,00 mg/l dan pada standard
baku mutu minimal 0,1 mg/l artinya telah memenuhi standard baku mutu. Dan TDS
nilai akhirnya 131,00 mg/l dan pada standard baku mutu minimal 500 mg/l artinya telah
memenuhi standard baku mutu.
Kelebihan alternatif ini ialah semua parameter TSS, BOD, kekeruhan, Mn, Fe,
TDS dan COD mengalami penurunan konsentrasi sangat rendah dibandingkan baku
mutu, Kandungan biologis mati atau hilang dengan penambahan desinfektan, air minum
lebih terjamin dari aspek biologis, prosesnya tidak membutuhkan langkah yang panjang
sehingga biaya yang dibutuhkan tidak terlalu besar. Sedangkan kekurangan dari
pengolahan ini adalah memerlukan pengoperasian oleh tenaga ahli dalam proses aerasi,
Penambahan biaya desinfektan, efektivitas tinggi.

CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM

Air Baku Bar Screen Aerasi Koagulasi Flokulasi Sedimentasi

Kekeruhan :120 NTU Kekeruhan :120 NTU Kekeruhan :30 NTU Kekeruhan : 9 NTU Kekeruhan : 6,30 NTU

TSS : 1441 mg/L TSS : 1224,85 mg/L TSS : 1224,85 mg/L TSS : 367,46 mg/L TSS : 91,86 mg/L

COD : 35,3 mg/L COD : 35,3 mg/L COD : 8,83 mg/L COD : 2,65 mg/L COD : 1,85 mg/L

BOD : 18,6 mg/L BOD : 18,6 mg/L BOD : 4,65 mg/L BOD : 1,40 mg/L BOD : 0,98 mg/L

Mn : 0,13 mg/L Mn : 0,13 mg/L Mn : 0,07 mg/L Mn : 0,07 mg/L Mn : 0,07 mg/L

Fe : 4,87 mg/L Fe : 4,87 mg/L Fe : 4,87 mg/L Fe : 4,87 mg/L Fe : 4,87 mg/L

TDS : 1310 mg/L TDS : 1310 mg/L TDS : 1310 mg/L TDS : 131 mg/L TDS : 131 mg/L

Reservoir Desinfeksi Filtrasi


Kekeruhan : 4,41 NTU Kekeruhan : 4,41 NTU Kekeruhan : 4,41 NTU
TSS : 36,75 mg/L TSS : 36,75 mg/L TSS : 36,75 mg/L
COD : 0,93 mg/L COD : 0,93 mg/L COD : 0,93 mg/L
BOD : 0,34 mg/L BOD : 0,34 mg/L BOD : 0,68 mg/L
Mn : 0,00 mg/L Mn : 0,00 mg/L Mn : 0,00 mg/L
Fe : 0,21 mg/L Fe : 0,21 mg/L Fe : 0,21 mg/L
TDS : 131 mg/L TDS : 131 mg/L TDS : 131 mg/L

CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM

Gambar 4.6 Neraca Massa Alternatif Unit Pengolahan 3

CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM

4.3.4 Alternatif Unit Pengolahan 4


Alternatif pengolahan 4 terdiri dari 6 unit pengolahan yaitu Bar Screen, aerasi,
koagulasi flokulasi, filtrasi, desinfeksi, dan reservoir. Alternatif unit pengolahan 4 dapat
dilihat dalam diagram alir sebagai berikut:

Gambar 4.7 Diagram Alir Alternatif Unit Pengolahan 4

CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM

Tabel 4.9 Perhitungan Efisiensi Removal pada Alternatif 4

Efisiensi Nilai
Bangunan Nama Kualitas Sisa Removal
Pengolahan Removal
Pengolahan Removal Air Baku Treatment
(%) Treatment
Bar Screen TSS 1441 20 288,20 1152,80
BOD 18,60 75 13,95 4,65
COD 35,30 75 26,48 8,83
Aerasi 75
Kekeruhan 120,00 90,00 30,00
Mn 0,13 46,57 0,06 0,07
TSS 1152,80 70 806,96 345,84
BOD 4,65 70 3,26 1,40
Koagulasi- 70
COD 8,83 6,18 2,65
Flokulasi
Kekeruhan 30,00 70 21,00 9,00
TDS 1310,00 90 1179,00 131,00
TSS 345,84 60 207,50 138,34
BOD 1,40 30 0,42 0,98
COD 2,65 50 1,32 1,32
Filtrasi 30
Kekeruhan 9,00 2,70 6,30
Besi (Fe) 4,87 95,72 4,66 0,21
Mn 0,07 95,72 0,07 0,00
Desinfeksi BOD 0,98 50 0,49 0,49
TSS 138,34
BOD 0,49
COD 1,32
Reservoir Kekeruhan 6,30
Besi (Fe) 0,21
Mn 0,00
TDS 131,00

Hail akhir pada alternatif 4 didapatkan hasil TSS 138,34 mg/l berdasarkan
standard baku mutu PP No 82/2001 Gol.1 dan Permenkes No 492/2010 yaitu minimal
50 mg/l artinya belum memenuhi standard baku mutu.. Untuk BOD senilai 0,49 mg/l
dan pada standard bakumutu minimal 2 mg/l artinya telah memenuhi standard baku
mutu. Untuk COD nilai akhirnya 1,39mg/l dengan standard minimal 10 mg/l artinya
telah memenuhi standard baku mutu. Untuk kekeruhan nilai akhirnya 6,30 mg/l dan
pada standard baku mutu minimal 5 mg/l artinya belum memenuhi standard baku mutu.
Untuk Fe nilai akhirnya 0,21 mg/l dan pada standard baku mutu minimal 0,3 mg/l
artinya telah memenuhi standard baku mutu. Untuk Mn nilai akhirnya 0,00 mg/l dan
pada standard baku mutu minimal 0,1 mg/l artinya telah memenuhi standard baku mutu.

CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM

Dan TDS nilai akhirnya 131,00 mg/l dan pada standard baku mutu minimal 500 mg/l
artinya telah memenuhi standard baku mutu.
Kelebihan alternatif ini ialah semua parameter BOD, Mn, Fe, TDS dan COD
mengalami penurunan konsentrasi sangat rendah dibandingkan baku mutu, Kandungan
biologis mati atau hilang dengan penambahan desinfektan, air minum lebih terjamin
dari aspek biologis, prosesnya tidak membutuhkan langkah yang panjang sehingga
biaya yang dibutuhkan tidak terlalu besar. Sedangkan kekurangan dari pengolahan ini
adalah memerlukan pengoperasian oleh tenaga ahli dalam proses aerasi, Penambahan
biaya desinfektan, Parameter TSS dan kekeruhan belum emmenuhi standar baku mutu
sehingga alternatif pengolahan 4 tidak efektif

CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM

Air Baku Bar Screen Aerasi Koagulasi Flokulasi

Kekeruhan :120 NTU Kekeruhan :120 NTU Kekeruhan : 30 NTU Kekeruhan : 9 NTU

TSS : 1441 mg/L TSS : 1224,85 mg/L TSS : 1224,85 mg/L TSS : 345,84 mg/L

COD : 35,3 mg/L COD : 35,3 mg/L COD : 8,83 mg/L COD : 2,65 mg/L

BOD : 18,6 mg/L BOD : 18,6 mg/L BOD : 4,65 mg/L BOD : 1,40 mg/L

Mn : 0,13 mg/L Mn : 0,13 mg/L Mn : 0,07 mg/L Mn : 0,07 mg/L

Fe : 4,87 mg/L Fe : 4,87 mg/L Fe : 4,87 mg/L Fe : 4,87 mg/L

TDS : 1310 mg/L TDS : 1310 mg/L TDS : 1310 mg/L TDS : 131 mg/L

Reservoir Desinfeksi Filtrasi


Kekeruhan : 6,3 NTU Gambar 4.8Kekeruhan : 6,3 NTU
Neraca Massa Alternatif UnitKekeruhan : 6,34NTU
Pengolahan
TSS :138,34 mg/L TSS :138,34 mg/L
(5)
TSS :138,34 mg/L
COD : 1,32 mg/L COD : 1,32 mg/L COD : 1,32 mg/L
BOD : 0,49 mg/L BOD : 0,49 mg/L BOD : 0,98 mg/L
Mn : 0,00 mg/L Mn : 0,00 mg/L Mn : 0,00 mg/L
Fe : 0,21 mg/L Fe : 0,21 mg/L Fe : 0,21 mg/L
TDS : 131 mg/L TDS : 131 mg/L TDS : 131 mg/L

CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM

4.3.5 Alternatif Unit Pengolahan 5


Alternatif pengolahan 5 terdiri dari 7 unit pengolahan yaitu Bar Screen,
Prasedimentasi, aerasi, koagulasi flokulasi, filtrasi , desinfeksi, dan reservoir. Alternatif
unit pengolahan 5 dapat dilihat dalam diagram alir sebagai berikut:

Gambar 4.9 Diagram Alir Alternatif Unit Pengolahan 5

Tabel 4.10 Perhitungan Efisiensi Removal pada Alternatif 5

CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM

Efisiensi Nilai Sisa


Bangunan Nama Kualitas Air
Pengolahan Removal Removal
Pengolahan Removal Baku
(%) Treatment Treatment
Bar Screen TSS 1441 15 216,15 1224,85
TSS 1224,85 45 551,18 673,67
Prasedimentasi BOD 18,60 35 6,51 12,09
Kekeruhan 120,00 40 48,00 72,00
BOD 12,09 75 9,07 3,02
COD 35,30 75 26,48 8,83
Aerasi 75
Kekeruhan 72,00 54,00 18,00
Mn 0,13 46,57 0,06 0,07
TSS 673,67 70 471,57 202,10
BOD 3,02 70 2,12 0,91
Koagulasi- 70
COD 8,83 6,18 2,65
Flokulasi
Kekeruhan 18,00 70 12,60 5,40
TDS 1310,00 90 1179,00 131,00
TSS 202,10 60 121,26 80,84
BOD 0,91 30 0,27 0,63
COD 2,65 50 1,32 1,32
Filtrasi 30
Kekeruhan 5,40 1,62 3,78
Besi (Fe) 4,87 95,72 4,66 0,21
Mn 0,07 95,72 0,07 0,00
Desinfeksi BOD 0,63 50 0,32 0,32
TSS 80,84
BOD 0,32
COD 1,32
Reservoir Kekeruhan 3,78
Besi (Fe) 0,21
Mn 0,00
TDS 131,00

Hail akhir pada alternatif 5 didapatkan hasil TSS 80,84 mg/l berdasarkan
standard baku mutu PP No 82/2001 Gol.1 dan Permenkes No 492/2010 yaitu minimal
50 mg/l artinya belum memenuhi standard baku mutu.. Untuk BOD senilai 0,32 mg/l
dan pada standard bakumutu minimal 2 mg/l artinya telah memenuhi standard baku
mutu. Untuk COD nilai akhirnya 1,32 mg/l dengan standard minimal 10 mg/l artinya
telah memenuhi standard baku mutu. Untuk kekeruhan nilai akhirnya 3,78 mg/l dan
pada standard baku mutu minimal 5 mg/l artinya telah memenuhi standard baku mutu.
Untuk Fe nilai akhirnya 0,21 mg/l dan pada standard baku mutu minimal 0,3 mg/l
artinya telah memenuhi standard baku mutu. Untuk Mn nilai akhirnya 0,00 mg/l dan
pada standard baku mutu minimal 0,1 mg/l artinya telah memenuhi standard baku mutu.

CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM

Dan TDS nilai akhirnya 131,00 mg/l dan pada standard baku mutu minimal 500 mg/l
artinya telah memenuhi standard baku mutu.
Kelebihan alternatif ini ialah semua parameter BOD, kekeruhan, Mn, Fe, TDS
dan COD mengalami penurunan konsentrasi sangat rendah dibandingkan baku mutu,
Kandungan biologis mati atau hilang dengan penambahan desinfektan, air minum lebih
terjamin dari aspek biologis, prosesnya tidak membutuhkan langkah yang panjang
sehingga biaya yang dibutuhkan tidak terlalu besar. Sedangkan kekurangan dari
pengolahan ini adalah memerlukan pengoperasian oleh tenaga ahli dalam proses aerasi,
Penambahan biaya desinfektan, parameter TSS belum memenuhi baku mutu sehingga
pengolahan ini tidak efektif.

CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM
Air Baku Bar Screen Pra Sedimentasi Aerasi Koagulasi Flokulasi

Kekeruhan :120 NTU Kekeruhan :120 NTU Kekeruhan :72 NTU Kekeruhan :18 NTU Kekeruhan :5,4 NTU

TSS : 1441 mg/L TSS : 1224,85 mg/L TSS : 673,67 mg/L TSS : 673,67 mg/L TSS : 202,1 mg/L

COD : 35,3 mg/L COD : 35,3 mg/L COD : 35,3 mg/L COD : 8,83 mg/L COD : 2,65 mg/L

BOD : 18,6 mg/L BOD : 18,6 mg/L BOD : 12,09 mg/L BOD : 3,02 mg/L BOD : 0,91 mg/L

Mn : 0,13 mg/L Mn : 0,13 mg/L Mn : 0,13 mg/L Mn : 0,07 mg/L Mn : 0,07 mg/L

Fe : 4,87 mg/L Fe : 4,87 mg/L Fe : 4,87 mg/L Fe : 4,87 mg/L Fe : 4,87 mg/L

TDS : 1310 mg/L TDS : 1310 mg/L TDS : 1310 mg/L TDS : 1310 mg/L TDS : 131 mg/L

Menyisihkan warna,
kekeruhan, TSS, BOD,
Reservoir Desinfeksi Filtrasi
COD, dan TDS
Kekeruhan : 3,78 NTU Kekeruhan : 3,78 NTU Kekeruhan : 3,78 NTU
Fe : 4,87 mg/L
TSS : 80,84 mg/L TSS : 80,84 mg/L TSS : 80,84 mg/L
TDS : 1310 mg/L
COD : 1,32 mg/L COD : 1,32 mg/L COD : 1,32 mg/L
BOD : 0,32 mg/L BOD : 0,32 mg/L BOD : 0,63 mg/L
Mn : 0,00 mg/L Mn : 0,00 mg/L Mn : 0,00 mg/L
Fe : 0,21 mg/L Fe : 0,21 mg/L Fe : 0,21 mg/L
TDS : 131 mg/L TDS : 131 mg/L TDS : 131 mg/L

Gambar 4.10 Neraca Massa Alternatif Unit Pengolahan 5

CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM

Hasil yang didapatkan dari masing-masing alternatif unit pengolahan berbeda.


Perbandingan hasil dari lima alternatif unit pengolahan adalah sebagai berikut:
Tabel 4.11 Perbandingan 5 Alternatif Berdasarkan Efisiensi Removal

Permenkes no
AL-1 AL- 2 AL- 3 AL- 4 AL- 5 492/2010/ dan
No PARAMETER
(mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) PP no 82/2001
(mg/L)
1. TSS 20,21 20,21 36,75 138,34 80,84 50 mg/L
2. BOD 0,22 0,89 0,34 0,49 0,32 2 mg/L
3. COD 0,93 3,71 0,93 1,32 1,32 10 mg/L
4. Kekeruhan 2,65 10,58 4,41 6,30 3,78 5 mg/L
5. Mangan 0,21 0,21 0,21 0,21 0,21 0,4 mg/L
6. Besi (Fe) 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,3 mg/L
7. TDS 131,00 131,00 131,00 131,00 131,00 500 mg/L

Berdasarkan tabel perbandingan 5 alternatif dari segi efisiensi removal, maka


dapat diketahui apabila hasil pengolahan dari beberapa alternatif telah memenuhi baku
mutu Permenkes no 492/2010/dan PP no 82/2001. Oleh karena itu, pemilihan alternatif
perlu mempertimbangkan aspek-aspek lainnya. Skoring penentuan pemilihan alternatif
dari berbagai aspek adalah sebagai berikut:

Tabel 4.12 Skoring Penentuan Pemilihan Alternatif

CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM

CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM

Standar
No. Komponen Penilaian 1 2 3 4 5
Kabupaten

CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM

1 Air Baku

a Potensi sumber air (Kuantitas) Ok 1 1 1 1 1

b Kualitas air baku Ok 0 0 0 0 0

c Kontinuitas air baku Ok 1 1 1 1 1

c Topografi Ok 1 1 1 1 1

2 Rencana Lokasi

a Ketersediaan lahan 2000 m2 1 1 1 1 1

Ada rencana
1 1 1 1 1
b Jaringan distribusi PLN perluasan

c Bebas banjir Ok 1 1 1 1 1

Dekat dengan pusat aktivitas


Ok 1 1 1 1 1
d kota

e Akses jalan dengan lokasi Mudah 1 1 1 1 1

daerah
1 1 1 1 1
f Kontur lokasi cenderung datar

3 Kajian Ekonomis

a Biaya investasi langsung Sesuai Unit 1 0 1 0 0

b Biaya operasi dan pemeliharaan Sesuai Unit 1 0 1 1 1

c Kelayakan pendanaan Ok 1 1 1 0 0

4 Kajian Teknis

Kemudahan operasi dan


Sesuai Unit 1 0 1 1 0
a pemeliharaan

b Kemudahan Pembangunan Sesuai Unit 1 0 0 0 1

c Ketersediaan peralatan Ok 1 1 1 1 1

d Sumber daya manusia Ok 1 1 1 1 1

e Beban pengolahan Sesuai Standar 1 0 1 0 0

5 Aspek Sosial

a peran serta masyarakat Aktif 1 1 1 1 1

CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM

b analisis kebutuhan air Memenuhi 1 1 1 1 1

c operasional dan pelayanan Sesuai Standar 1 1 1 1 1

Skoring tersebut didasarkan pada asumsi pengolahan tiap unit, dimana nilai
rangking dari 0-1, dimana skor 1 menunjukkan bahwa indikator tersebut layak dan
memenuhi syarat, skor 0 menunjukkan tidak layak atau tidak memenuhi syarat. Berikut
disertakan tabel-tabel yang menjelaskan tentang rekapitulasi skoring alternatif.

Tabel 4.12
Perhitungan Skoring Penentuan Pemakaian Alternatif Pengolahan Air Baku

Komponen
No. 1 2 3 4 5
Penilaian
1 Air Baku 3 3 3 3 3
2 Rencana Lokasi 6 6 6 6 6
3 Kajian Ekonomis 3 1 3 1 1
4 Kajian Teknis 4 2 3 4 3
5 Aspek Sosial 3 3 3 3 3
JUMLAH 19 15 18 17 16

Berdasarkan hasil skoring di atas, maka alternatif yang dipilih adalah


alternatif ke-1. Selain hasil pengolahan dari alternatif ke-1 memenuhi baku mutu
Permenkes no 492/2010/dan PP no 82/2001, alternatif ke-1 juga lebih efektif dan
efisien.

Alternatif unit pengolahan 1 dapat dilihat dalam diagram alir sebagai berikut:

CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM

Gambar 4.1 Diagram Alir Alternatif Unit Pengolahan 1

Dalam membangun suatu instalasi pengolahan air minum, kita tidak hanya

memperhitungakan jangka pendek tetap juga harus memperhitungkan jangka panjang. Jadi
pembangunan instalasi pengolahan air minum ini merupakan investasi untuk masa depan dari
suatu daerah.
CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM

Oleh karena itu dibutuhkan perencanaan yang benar-benar matang mulai dari feasibility
study (studi kelayakan), bench scale dan plot study, preliminary engineering studies dan
perancanaan desain konstruksi yng meliput desain awal, desain akhir, konstruksi dan
pengoperasian awal instalasi.Dalam perencanaan juga harus dipertimbangkan segi ekonomi,
sosial dan kualits air baku yang akan diolah.

CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063