Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH

PERKEMBANGAN TUMBUHAN EMBRIO HINGGA DEWASA

DI
S
U
S
U
N
OLEH:

1. Achmad Pramulya
2. Mutia Putri Lubis
3. Cut Diana Mutia
4. Aya Sovia
5. Kaslina
6. Siti Jamilah
7. Widya Ningsih

UNIVERSITAS SAINS CUT NYAK DHIEN LANGSA


FAKULTAS FARMASI
TA. 2016 - 2017
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang.


Embrio adalah sebuah eukariota diploid multisel dalam tahap paling awal dari
perkembangan. Dalam oranisme yang berkembangbiak secara seksual, ketika satu sel sperma
membuahi ovum, hasilnya adalah satu sel yang disebut zigot yang memilikiseluruh DNA
ddari kedua orang tuanya. Dalam tumbuhan, hewan, dan beberapa protista zigot akan mulai
membelah oleh mitosis untuk menghasilkan organisme multiselular. Hasil dari proses ini
disebut embrio.
Pada tumbuhan, istilah embrio hanya di pakai untuk tumbuhan kecil yang terbentuk
dalam biji yang berada dlam keadaan dormansi, menunggu kondisi lingkungan yang tepat
untuk berkecambah.

1.2. Rumusan masalah.


Apa itu embriologi?
1. Bagaimanakah proses pertumbuhan dan perkembangan embrio pada tumbuhan?
2. Faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan?
3. Apa itu mikrogametogenis tumbuhan?

1.3. Tujuan penulisan.


 Agar kita mengetahui apa itu embriologi.
 Untuk mengetahui proses pertu mbuhan dan perkembangan embrio pada tumbuhan.
 Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan.

1.4. Manfaat penulisan


Adapun manfaat penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi kewajiban dalam
tugas perkuliahan serta untuk lebih mendalami pembahasan materi tentang embriologi
tumbuhan ( mikrogametogenesis tumbuhan ).
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Embrio
2.1.1 Pengertian
Embrio adalah sebuah eukariota diploid multiseluler dalam tahap paling awal dari
perkembangan. dalam organisme yang berkembangbiak secara ketika
satu sel sperma membuahi ovum, hasilnya adalah satu sel yang disebut zigot yang memiliki
seluruh DNA dari kedua orang tuanya. Dalam tumbuhan, hewan, dan beberapa protista, zigot
akan mulai membelah oleh mitosis untuk menghasilkan organisme multiselular. Hasil dari
proses ini disebut embrio.
Pada tumbuhan, istilah embrio hanya dipakai untuk tumbuhan kecil yang terbentuk
dalam biji yang berada dalam keadaan dormansi, menunggu kondisi lingkungan yang tepat
untuk berkecambah.

2.2. Embrio Pada Tumbuhan


2.1.2 Perkembangan Embrio
Biji yang mengandung tumbuhan dalam keadaan embrio (lembaga atau sama artinya
dengan tumbuhan yang seakan akan baru dilahirkan yang merupakan hasil perkawinan antara
salah satu inti generatif dari serbuk sari dan inti primer dari saccus embrionalis) diselubungi
oleh kulit buji dan dibekali dengan sumber makanan cadangan.
Embrio dikelilingi oleh kotiledon dan endosperma yang merupakan persediaan
makanan,endosperma berkembang dari pembelahan mitosis nukleus endosperma yang
dihasilkan dari peleburan salah satu gamet jantan dengan kedua nucleus polar atau dengan
nukleus sekunder. Embrio dan persediaan makanannya terbungkus oleh radikula yang
merupakan bakal akar. Bagian sumbu embrionik diatas kotiledon adalah epikotil. Pada
ujungnya terdapat plumula yang merupakan bakal pucuk atau daun. Dan pada bagian batang
dibawah keping biji disebut hipokotil yang terdapat batang akar atau radikula. Baik plumula
atau radikula terdapat meristem apeks di ujungnya. Selain itu terdapat Kotiledon yang akan
menyerap zat-zat makanan dari endosperma dan memindahkannya ke embrio ketika biji
mulai berkecambah.
Pembelahan sel didalam embrio diiringi dengan pertumbuhan serta vakuolasi yaitu
dibentuknya vakuola yang membesar dari sel-sel yang terjadi, memulai organisasi dari sIstem
jaringan. bakal epidermis ditunjukan oleh lapisan permukaanyang bersifat meistimatik yakni
protoderm. Dibawah protoderm meristem dasar dari bakal korteks sudah dapat dibedakan
dengan adanya vakuolasi sel yang melebihi vakuolasi sel jaringan disebelahnya. Jaringan
ditengah yang kurang tervakuolasi dan memanjang sepanjang sumbu hipokotil -akar
merupakan meristem bakal jaringan pembuluh. Jaringan ini disebut prokambium.
Prokambium merupakan system yang berkesinambungan dan terkoordinasi antara kotiledon
dan sumbu hipokotil- akar.

2.3. Pertumbuhan Dan Perkembangan Tumbuhan


PERTUMBUHAN: Pertambahan jumlah sel pada suatu organisme dan bersifat tidak
dapat kembali (irreversible) serta pertambahan ini dapat diukur secara kuantitatif seperti
berat, tinggi, dan lain - lain.
PERKEMBANGAN: proses untuk mencapai kematangan fungsi organisme dan dapat
diukur secara kualitatif seperti fungsi organ reproduksi, dan fungsi fungsi organ lainnya

2.4. Perkembangan bakal biji dan buah


- Bakal biji mengandung zigot dan endosperm. Zigot tumbuh menjadi embrio. Endosperm
mengandung cadangan makanan yang digunakan untuk pertumbuhan dan perkembangan
embrio.
- Pembelahan zigot secara mitosis menghasilkan sel basal dan sel terminal. Sel basal
berkembang jadi suspensor, kulit bakal biji, dan mengalirkan nutrien dari endosperm. Sel
terminal berkembang jadi proembrio.
- Biji yang matang, embrio yang dikelilingi kotiledon, endosperm, atau keduanya.
Tumbuhan dikotil mempunyai dua kotiledon, sedangkan tumbuhan monokotil hanya
mempunya satu kotiledon. Biji dilindungi oleh kulit biji.
- Buah mulai berkembang setelah terjadi penyerbukan.
2.4.1 Perkecambahan
- Dimulai dari proses imbibisi yaitu proses masuknya air ke dalam biji dilanjutkan proses
pertambahan fungsi sel yang jelas (diferesiansi) dan pembentukan organ pada tumbuhan
(organogenesis).
- Biji dapat berkecambah karena didalamnya terdapat embrio yaitu:
Akar lembaga, berfungsi sebagai akar.
Daun lembaga sebagai:
· tempat menimbun makanan
· fotosintesis
· alat pengisap makanan untuk embrio
Batang lembaga:
· Epikotil: ruas batang diatas daun lembaga yang akan tumbuh menjadi batang dan daun
· Hipokotil: ruas batang bawah daun lembaga yang akan tumbuh menjadi akar
- Perkecambahan Epigeal:
perkecambahan yang ditandai dengan bagian hipokotil terangkat ke atas permukaan tanah.
- Perkecambahan Hipogeal:
perkecambahan yang ditandai dengan terbentuknya bakal batang yang muncul ke permukaan
tanah.

2.4.2 Pertumbuhan
- Pertumbuhan primer (hasil pembelahan sel - sel meristem). Penambahan panjang batang
dan akar.
- Titik tumbuh akar : jaringan meristem pada tudung akar (kaliptra)
- Titik tumbuh batang: jaringan meristem pada batang
- Meristem Kambium : tumbuhan dewasa
- Meristem Embrional : saat perkecambahan
- Pertumbuhan sekunder (hasil aktivitas jaringan meristem pada kambium). Pertumbuhan
sekunder adalah pertumbuhan diameter batang yang merupakan aktivitas sel meristem pada
kambium.
2.5 Faktor-Faktor Pemengaruh Pertumbuhan Dan Perkembangan Tumbuhan
2.5.1 Faktor eksternal
- Temperatur, memperngaruhi kerja enzim dan kandungan air pada tanaman.
- Cahaya matahari, mempengaruhi lama dan waktu fotosintesis pada tanaman.
- AIR, pH, oksigen; menentukan laju fotosintesis, pelarut universal, dan
pengedar hasil fotosintesis.
- Nutrisi, berguna untuk melangsungkan hidup
2.5.2 Faktor Internal
- Faktor genetis
- Faktor fisiologis

2.6 Embriologi Tumbuhan, / Tahap dan Proses


2.6.1 Proses Perkecambahan Biji Tumbuhan
Proses perkecambahan dapat dibedakan menjadi beberapa tahap yang saling tumpang
tindih, yaitu tahap aktivasi, tahap pencernaan dan translokasi, dan tahap pertumbuhan
kecambah.

2.6.1.1 Tahap Aktivasi. Tahap ini melipuli :


1) Hidrasi dan imbibisi air. selama kedua tahap ini, air masuk ke dalam embrio dan
mcmbasahi protein dan koloid lain,
2) Sintesis dan pengaktivan enzim, menyebabkan peningkatan aktivitas metabolisme
3) pemanjangan sel dan munculnya radikula.

2.6.1.2 Tahap Pencenaan dan Translokasi.


Pada tahap ini terjadi proses pencernaan lemak, protein dan karbohidrat yang
tersimpan pada endosperm, koliledon atau perisperm. Hasil pencernaan di translokasikan ke
titik pertumbuhan sumbu embrio.

2.6.1.3 Tahap Pertumbuhan Kecambah.


Kecambah berkembang akibat pembelahan sel yang kontinu pada titik tumbuh sumbu
embrio, yang selanjutnya diikuti dengan perluasan struktur kecambah.
Pada tanaman gandum, urutan perkecambahan adalah sebagai berikut. Pada awalnya
terjadi penyerapan air dan embrio mulai menghasilkan giberalin, yang tersebar ke lapisan
aleuron disekeliling endosperm. Giberelin merangsang sel-sel aleuron mensintesis amilase
yang menguraikan amilum pada sel-sel endosperm sehingga menyebabkan endosperm
menjadi rusak dan mencair (liquefy), di samping itu dihasilkan enzim protease dan
ribonuklease, yang menyebabkan terbentuknya sitokinin, auksin yang merangsang
pembelahan sel dan pembesaran embrio. Sumbu pucuk-embrio selanjutnya berkembang
dan tumbuh menjadi kecambah.

2.7 MIKROGAMETOGENESIS TUMBUHAN.


Mikrospora merupakan awal perkembangan generasi gametofit jantan. Mikrospora
mengalami dua kali pembelahan, pembelahan pertama menghasilkan 2 sel yaitu sel generatif
dan sel vegetatif. Pembelahan kedua hanya terjadi pada sel generatif menghasilakan 2 gamet
jantan. Pembelahan kedua ini mungkin berlangsung di dalam serbuk sari satu atau dalam
buluh serbuk sari.

2.7.1 ADA 2 JENIS PERTUMBUHAN PADA TUMBUHAN

1. PERTUMBUHAN PRIMER

Pertumbuhan primer pada tumbuhan

 Pertumbuhan primer akibat dari pembelahan sel-sel penyusun jaringan meristem


apikal
 Jaringan meristem adalah jaringa yang aktif membelah.
Terjadi pada ujung akar dan ujung batang (meristem apical)

2. PERTUMBUHAN SEKUNDER
Terjadi akibat aktivitas titik tumbuh sekunder (kambium)
 meristem lateral

2.7.2 METAGENESIS

 Metagenesis adalah suatu pergantian generasi, dari generasi seksual ke aseksual dan
sebaliknya.
 Fase aseksual (spora) dan seksual (sel kelamin)
 Tumbuhan yang mengalami metagenesis adalah tumbuhan paku (Pteridophyta) dan
lumut (Bryophyta)
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN.
Dalam tumbuhan, hewan, dan beberapa protista, zigot akan mulai membelah
oleh mitosis untuk menghasilkan organisme multiselular. Hasil dari proses ini disebut
embrio.
Faktor-Faktor Pemengaruh Pertumbuhan Dan Perkembangan Tumbuhan
1. Faktor eksternal
- Temperatur
- Cahaya matahari.
- AIR, pH, oksigen.
- Nutrisi.
2. Faktor Internal
- Faktor genetis
- Faktor fisiologis

3.2 SARAN.
Untuk mendapatkan materi yang lebih kompleks penulis mengharapkan agar pembaca
lebih kreatif untuk mencari sumber bacaan sendiri dari berbagai sumber.
DAFTAR PUSTAKA

1. gws_rd=cr&ei=lGMvV4j2OYSe0gTfpI6ACg#q=makalah+perkembangan+pertumbu
han+embrio+hingga+dewasa+pdf. oleh AKN Saiffullah - 2015 - Artikel terkait
2. gws_rd=cr&ei=lGMvV4j2OYSe0gTfpI6ACg#q=makalah+perkembangan+pertumbu
han+embrio+hingga+dewasa+pdf+2017oleh Zainuddin -. 10 Mar 2017 – anonim.2017
3. https://masalahmakalah.blogspot.com/2016/.../makalah-pertumbuhan-dan-
perkembangan. HeruSetianto.com 16 Agt 2016

Anda mungkin juga menyukai