Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH ETIKA PROFESI

“ETIKA BERBICARA, MENEGUR, DAN MENGHORMATI


ORANG LAIN”

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Etika Profesi

Oleh kelompok 3

Khoirun Nisak 1103000003

Faiz Nurwiratri 1103000013

Annisa Afif Abidah 1103000025

Shesa Kurniawulandari 1103000038

Avida Isworowati 1103000049

Brassica Debry 1103000060

Popi Putri K.N.A 1103000070

Dina Hutami 1103000078

JURUSAN D III GIZI

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG


BAB I

PENDAHULUAN

a. LATAR BELAKANG
Sebagai remaja kita perlu teman, karena itu perlu memperluas pergaulan. Supaya
kita dapat bergaul dengan baik, kita harus memahami ilmunya terlebih dahlu yaitu "etiket
bergaul". Yang dimaksud etiket bergaul adalah sopan santun atau tata karma dalam
bergaul yang sesuai dengan situasi dan keadaan serta tidak melanggar norma-norma yang
berlaku, baik norma agama, norma kesopanan, norma hukum dan lain-lain.

Pada dasarnya manusia dituntut untuk saling berhubungan, saling mengenal dan
saling membantu, namun dalam bergaul ada nilai-nilai yang harus dipedomani. Nilai-nilai
tersebut harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, agar tingkah laku kita dapat
diterima dan disenangi oleh siapa saja yang bergaul dengan kita. Kita harus ingat bahwa
tata karma dan tingkah laku kita sehari-hari merupakan cermin pribadi diri kita sendiri.

Dalam bergaul juga sebaiknya pandai menempatkan diri , seperti peribahasa


mengatakan "dimana kaki berpijak di situ langit dijunjung". Dalam pergaulan, kita harus
dapat membedakan bagaimana sikap kita terhadap orang yang lebih tua, sebaya, dan yang
lebih muda. Orang yang lebih tua atau yang dituakan harus kita hormati, yang sebaya
harus hargai dan yang lebih muda harus kita sayangi.

Selain keterampilan dibidang akademik , seorang ahli gizi juga dituntut untuk
mempunyai kemampuan untuk dapat bersosialisasi dengan orang lain disekitarnya, baik
dengan klien, rekan kerja maupun masyarakat umum. Oleh karena penting dalam hal ini
mahasiswa memahami etiket komunikasi (etiket berbicara, etiket bertegur sapa dan etiket
menghormati orang lain) sebagai penujang profesi seorang ahli gizi.

b. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana etiket dalam berbicara yang benar sebagai ahli gizi dalam kehidupan
dalam menjalankan profesinya ?
2. Bagaimana etiket dalam berkenalan yang benar sebagai ahli gizi dalam
menjalankan profesinya ?
3. Bagaimana etiket dalam menghormati orang lain yang benar sebagai ahli gizi
dalam menjalankan profesinya?

c. TUJUAN
1. Untuk mengetahui etiket dalam berbicara yang benar sebagai ahli gizi dalam
kehidupan dalam menjalankan profesinya.
2. Untuk mengetahui etiket dalam berkenalan yang benar sebagai ahli gizi
dalam menjalankan profesinya.
3. Untuk mengetahui etiket dalam menghormati orang lain yang benar sebagai
ahli gizi dalam menjalankan profesinya.
BAB II

PEMBAHASAN

I. ETIKET BERBICARA

Berbicara mudah dilakukan sepanjang seseorang bisa berbicara, namun


dalam kerangka komunikasi yang efektif, terjadi pemahaman dan keselarasan
terhadap isi pesan, maka berbicaralah sesuai dengan situasi dan kondisi dimana
Anda berada dengan batasan rambu-rambu budaya, agama, status sosial, usia
maupun pendidikan. Disamping itu, agar dapat berkomunikasi secara efektif
dalam kehidupan sehari-hari, maka individu harus memahami tata cara atau
etika berbicara yang baik, diantaranya:

a. Menatap Lawan Berbicara

Saat berbicara dengan seseorang, tatap dan lihatlah pada daerah T-Zone,
yaitu diantara kedua mata lawan bicara dengan tatap teduh yang bersahabat.
Jangan menoleh ke kanan atau ke kiri selama pembicaraan berlangsung yang
memberikan kesan gelisah atau jenuh.

b. Berbicara dengan jelas

Berbicaralah dengan suara yang jelas, jangan terlalu lirih/berguman atau


terlalu keras/berteriak. Jangan terlalu panjang atau berbelit-belit sehingga susah
untuk dipahami.

c. Ekspresi wajah yang menyenangkan

Wajah merupakan cerminan hati. Jangan cemberut saat berbicara karena


akan ditangkap sebagai tidak bersahabat. Jangan berwajah genit atau mesum jika
Anda ingin mendapatkan citra positif. Tampilkan ekspresi wajah yang ceria dan
bersahabat agar lawan bicara Anda merasa nyaman saat berbicara dengan Anda.
d. Bahasa

Gunakanlah bahasa yang sesuai dengan kondisi dan situasi lawan bicara
Anda. Misalkan ketika Anda berbicara dengan anak kecil, gunakanlah bahasa
anak-anak yang penuh dengan keceriaan. Atau ketika Anda berada dalam situasi
rapat maka gunakanlah bahasa yang formal. Gunakanlah selalu kata-kata ajaib
(magic word) seperti akan saya coba.., silahkan…, maaf…, tolong…, atau yang
sejenisnya. Hindari penggunakan kata-kata yang membunuh (killer word) seperti
tidak bisa…, terserah…., salah sendiri, tidak tahu…, cepetan dong…, atau yang
sejenisnya. Disamping bahasa verbal, keterlibatan bahasa tubuh (non-verbal) tidak
dapat dielakkan saat berbicara. Bersikaplan rileks dan condongkan tubuh ke arah
lawan bicara Anda. Ini menunjukkan perhatian dan ketertarikan Anda pada isi
pembicaraan.

Dalam menciptakan suatu percakapan yang menyenangkan diperlukan seni


tersendiri dan hal inipun memerlukan etika tersendiri.
Communication Field terdiri dari :
1.Facial Expression.
2.Body Position.
3.Good ( Clear ) Voice.
Sikap Pokok Yang Harus Dimiliki Pada Saat Berbicara
1. Mutual Respect (Saling Menghargai)
2. Speak Up (Berbicara Dengan Terang Dan Jelas)
3. Careful Listening (Mendengar Dengan Sungguh-Sungguh)
4. Communication Ability (Kemampuan Berkomunikasi)
5. Positive Thinking (Berpikir Positif)
Sikap pada waktu bicara hendaknya sopan:
1. Jangan sambil mengunyah permen karet
2. Jangan menggaruk-garuk badan atau kepala
3. Jangan bertolak pinggang atau tangan disaku
4. Jangan tetap duduk jika seseorang datang mengajak kita berbicara, sedangkan
orang itu tetap berdiri (tentu tergantung siapa orangnya).
5. Tataplah wajah lawan bicara kita
6. Janganlah berbicara dengan rokok dimulut
7. Bila sedang duduk dengan sikap yang santai sekali, dan seorang yang lebih tua
datang, duduk disebelah kita dan mengajak bicara, hendaknya sikap duduk
diperbaiki.
8. Jangan terus menerus bicara sehingga tidak memberi kesempatan pada orang
lain.
Apabila berbicara dengan orang lain, yang harus diperhatikan ialah:
1. Volume suara, keras atau lembut disesuaikan dengan situasi
2. Kecepatan berbicara
3. Tinggi rendahnya nada suara, jangan cempreng atau melengking
4. Nada suara hendaknya mengandung keramahan
5. Pilihlah kata yang sopan
Dalam melakukan pembicaraan (conversation):
1. Jika baru berkenalan jangan membicarakan agama, politik atau hal-hal yang
sifatnya sangat pribadi.
2. Jangan memonopoli pembicaraan
3. Bila ingin mengundurkan diri, carilah alasan yang dapat diterima
4. Jangan terlalu memperhatikan apa yang dikenakan oleh lawan bicara kita
5. Ucapkanlah kata-kata dengan jelas dan terang, bila kita kurang menangkap apa
yang dikatakan oleh lawan bicara kita jangan menggunakan hata “ha” atau
“apa” melainkan gunakan maaf…..bisa diulang atau dibantu.
Cara dan gaya bahasa berbicara dengan baik antara lain:
1. Berbicara cukup perlahan
Tidak terlalu keras dan tidak terlalu lemah
2. Berbicara bersemangat
3. Berbicara ada tekanan tertentu
• Ada selingan antara tinggi rendah suara
• Ada tekanan-tekanan tinggi bagi pesan yang penting
• Menggunakan efek pembicaraan (berhenti sebentar)
4. Berbicara tidak hanya satu arah, tetapi kepelbagai arah kelompok khalayak
sesuai dengan situasi dan kondisi
5. Pergunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar

II. ETIKET BERTEGUR SAPA

Sapa menyapa yang sopan merupakan ciri orang yang bertata-


krama/etiket. Biarpun setiap hari kita berjumpa orang yang kita kenal, baik di
rumah maupun di luar rumah.
Cara - caranya tergantung dari "tingkat keakraban".
1. Sapaan dapat di lakukan dengan ucapan; "selamat pagi/siang/sore/malam (
sesuai dengan waktu ) atau; "apa kabar ? , hai , halo" dan lain sebagainya
Ini dapat di ucapkan untuk orang - orang yang kita kenal dan akrab.Sapaan
dengan menggunakan Assalamualikum…sebaiknya harus kita yakini
dahulu bahwa orang yang kita temui seiman.
2. Hati-hati menyapa dengan menggunakan bahasa daerah
setempat,misalkan; Horas… atau Sugeng Ndalu… dan sebagainya,kita
harus pastikan apakah orang yang kita sapa berkenan dengan bahasa
daerahnya.

3. Jika kita disapa oleh orang Barat…Misalnya…”How Are you?” maka


respon kita “Fine and how are you?” atau “How Do You Do” respon kita
juga mengucapkan “How Do You Do”.Jika disapa dengan “How’s Life”
cukup menjawab “Good atau Great,Thank you and How Are You?.

4. Menyapa dari kejauhan , kita dapat lakukan dengan menggangguk atau


mengangkat tangan sambil tersenyum.

5. Ada baiknya Anda juga menyebutkan namanya sebagai " tanda


menghormati " dan " keakraban " misalnya ; " Selamat Pagi Ibu Yani ... "
atau Selamat Siang Bapak Asrin" atau “Selamat Siang Pak Ricky…” atau
Apa Kabar Mbak Dewi... ? "Jika dalam situasi formal sebaiknya
menyebutkan dengan nama lengkapnya,”Selamat Pagi Yani Wardoyo…
atau Selamat siang Mbak Dewi Tahir…”.
6. Sebutan Bapak…Ibu….adalah sebutan formal dan dianggap paling tepat
terhadap orang yang sudah dikenal maupun yang belum atau baru dikenal.

7. Umumnya sebutan Bapak…Ibu… juga dipakai dalam surat-menyurat dan


ditujukan kepada orang yang usianya lebih tua, orang yang di tuakan atau
dihormati meskipun usianya lebih mudah atau sebaya.

8. Sebutan Bapak…Ibu… digunakan jika kita ingin berbicara dengan


seseorang melalui telepon dan yang menerima adalah sekretarisnya atau
orang lain, misalnya “Bisa saya bicara dengan Ibu Yani Wardoyo?”.

9. Jika menyapa seseorang dalam situasi informal,sebutan Mbak…Mas…


ditujukan tidak hanya kepada orang yang lebih tua tetapi juga bisa kepada
yang lebih muda sebagai ungkapan penghormatan.

10. Sebutan Mbak…Mas…kakak/kak…dik…juga bisa ditujukan kepada


temana akrab dan kepada orang yang baru dikenal untuk lebih
mendekatkan hubungan.

11. Jika anda akan menyapa "pelayan restoran" panggilah dengan sebutan ;
mas, mbak, dik, sesuaikan diri dengan kebiasaan daerah. Diluar negri dapat
memanggil dengan waiter, waitress, ober, fraulein dan lain
sebagainya.

12. Menyapa dengan sebutan Oom…Tante… dapat dipergunakan jika berada


dalam situasi yang sudah akrab dan dekat karena adanya hubungan
persaudaraan.Atau meskipun bukan keluarga,kedekatan itu tercipta karena
hubungan yang terus menerus terjalin.Umumnya sebutan ini ditujukan
kepada orang yang usianya lebih tua.

13. Sebutan Anda…dapat dipergunakan jika menyapa orang yang belum atau
baru kita kenal.Hindari menyebut Anda… kepada teman karena berkesan
formal dan berkesan ingin menjaga jarak,kecualai dipergunakan dalam
situasi formal.
14. Bung….menyapa dengan sebutan ini dipergunakan bila situasinya
informal dengan catatan sebutan ini untuk menghormati
seseorang,misalnya Bung Taury…Bung Yanto…. Dan sebagainya. Dalam
suatu situasi,kadang kita menyapa dengan Bung,tanpa menyebut nama
orangnya.Ini bisa jadi karena kita belum kenal betul dengan orang tersebut
dan kita sedang mencoba untuk bersikap ramah dan akrab.

15. Menyapa seseorang langsung dengan namanya bisa dilakukan jika kita
lebih tua dari yang kita sapa atau setidaknya sebaya, dan ini biasanya
terjadi pada situasi informal.Sebagai orang Timur kita dilarang keras
memanggil orang yang lebih tua hanya dengan namanya saja.

16. Sebutan Tuan…Nyonya…tidak dipergunakan dalam bahasa percakapan


sehari-hari karena mengesankan kita “menuankan” yang
dipanggil.

17. Jika kita ingin menyapa seseorang tetapi kita masih ragu apakah orang
yang kita sapa masih mengingat kita atau tidak…ada baiknya kita
menyapa dengan cara “Selamat Siang Bapak Asrin Haznam…maaf saya
Indah Soekotjo,semoga Bapak masih ingat saya ya teman waktu di SMA 6
Mahakam.”.Ini dimaksud untuk membantu orang yang kita sapa untuk
mengingat , masa perkenalan/pertemuan/pertemanan yang lalu.

18. Bila kita disapa dan kebetulan kita lupa dengan nama orang yang menyapa
bahkan kita lupa pernah kenal dimana..kita dapat berdiplomasi dengan,
menanyakan aktivitasnya…atau kantornya…atau kita bisa minta kartu
namanya.

19. Jika Anda bertemu "teman lama"/ "teman sekolah" yang kebetulan pindah
ke kota kediaman Anda sebagai pejabat tinggi atau teman sekolah yang
sudah lama tak pernah jumpa dan sekarang sebagai pejabat tinggi. Beri
salam secara wajar dahulu dan tunggulah reaksi teman lama tersebut.
Kemudian walaupun Ia masih ingin akrab pada waktu santai, pada
"kesempatan resmi" panggillah Ia "bapak" atau "ibu", sesuai dengan " adat
- kebiasaan " kita terhadap seorang pejabat dan hindari menyapanya
dengan menggunakan nama kecil atau nama julukannya atau nama
panggilan sehari-hari kecuali yang bersangkutan berkenan.

20. Jika Anda berjumpa atasan/senior Anda di tempat umum dan Ia melihat
Anda, cukup dengan mengganggukkan kepala, dan mengatakan "selamat
pagi/siang/sore atau selamat malam"tidak perlu mengulurkan tangan.
Menyapa dengan tersenyum atau mengagukkan kepala juga dapat
dilakukan bila kita masuk ke suatu ruangan pertemuan atau masuk
kedalam lift dimana sudah ada orang di dalamnya.

21. Kalau berjumpa di suatu "pertemuan" , sebaiknya kita menghampiri dan


mengucapkan "selamat malam" dan sebagainya ... Tergantung pada
atasan/senior, apakah Ia ingin berbicara lebih lanjut . Kalau tidak , Anda
boleh berlalu.

22. Jika seseorang menyapa Anda dengan pertanyaan " mau kemana ? " dan
lazimnya pertanyaan ini dianggap sebagai " basa - basi " , maka Anda
tidak usah menjawab secara rinci. Anda dapat menjawab secara umum
dengan mengatakan ; "maaf ada perlu sebentar" atau " maaf mau kesana ...
"atau" maaf mau jalan - jalan ... ".

23. Jika bertemu seseorang kenalan baik di " tempat umum " . Janganlah
"menarik perhatian umum" dengan cara "berteriak" untuk menyapa atau
memanggilnya. Dekatilah orang yang dimaksud jika ada "keperluan".
Kalau tidak Anda dapat me "lambaikan tangan" dari kejauhan.

24. Hindari menyapa seorang kenalan kita yang kebetulan bertemu "di super
market"atau di "pasar" dengan ucapan "sedang borong - borong ya ... ? "
Hal ini mempunyai arti "negatif" karena "memborong" itu berarti
"membeli tanpa batas" .dan bersifat "basa -basi". Jika ada yang menyapa
demikian, jawablah dengan "senyum" saja.
25. Hindari menyapa seseorang dengan cara "memukul bahu".Hindari pula
menegur atau menyapa di sertai pukulan dan cubitan.

26. Hindari menyapa dengan memberi "komentar" yang kurang


menyenangkan tentang "rupa" atau "keadaan" seseorang , misalnya; "kok
kurus sekarang... cape ya... ?" atau "kok gemuk sekarang ?, makmur
ya ... ?" Ini tidak pada tempatnya.Jika anda menerima sapaan seperti ini,
berikan " senyum "dan bersikap"acuh" lebih baik dan serasi apabila " kok
gemuk " menjadi " kok segar " dan lain sebagainya.

27. Jika bertemu dengan teman/sahabat atau salah satu kerabat dari orang tua
kita,maka sebaiknya kita menghampiri orang tersebut dan
menyapanya,misalnya;"Selamat sore tante Imelda...saya Adelani putrinya
Ibu Indah Soekotjo." Hindari berpura-pura tidak mengenalnya atau
berpura-pura tidak melihat orang tersebut.

28. Jika bertemu dengan pembantu tetangga kita,atau office boy/pramu yang
bekerja di perusahaan/organisasi/kampus atau tempat aktivitas kita,sapalah
ia dengan ramah,misalnya; “Bi…,Pak…bagaimana? Baik-baik saja?”

29. Jika kita bertemu dengan satpam atau tukang parkir ditempat dimana kita
sering melakukan aktivitas kita, misalkan
kampus,kantor,yayasan,organisasi,atau di mall/pusat perbelanjaan yang
seringkali di kunjungi.Ada baiknya berikan teguran misalnya;Selamat
pagi...atau Apa kabar...?

30. Bertegur sapalah bila berpapasan dengan tetangga atau orang-orang yang
berada di sekitar lingkungan kita tinggal.

III. ETIKET MENGHORMATI ORANG LAIN

a. Bila berjumpa dengan segerombolan kenalan atau teman-teman,


hendaknya kita terlebih dahulu menegur atau memberi hormat kepada
perempuan tertua dari rombongan itu. Sesudah itu baru pada yang lain,
b. Ketika menegur atau memberi hormat, jangan menyimpan tangan di saku
atau meletakkanya di bagian pinggang, karena akan memberi kesan
sombong dan tidak sopan dalam pandangan orang terpelajar.
c. Jangan mengulurkan tangan terlebih dahulu pada orang yang lebih tua atau
tinggi kedudukannya, maupun pada seorang perempuan waktu bertemu
atau berpisah. Hendaknya kita menunggu sampai ia mengulurkan
tangannya, kecuali dalam suatu rapat atau pertemuan resmi.
BAB III
PENUTUP
I. SIMPULAN
 Seorang ahli gizi perlu memiliki berbagai etiket dalam
berkomunikasi karena profesi ahli gizi berkaitan dengan banyak
orang dengan beragam karakter yang menyertainya. Di bawah ini
kami simpulkan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam
berkomunikasi :
- Menatap lawan berbicara
- Berbicara dengan jelas
- Ekspresi wajah yang menyenangkan
- Penggunaan bahasa