Anda di halaman 1dari 20

Mata Kuliah : Desain Pembelajaran Matematika

Dosen Pengampuh : Prof. Dr. Abdul Rahman, M.Pd.

PENDEKATAN OPEN ENDED

(Disusun dalam Rangka Memenuhi Tugas Mata Kuliah Desain Pembelajaran


Matematika di Pascasarjana Universitas Negeri Makassar)

OLEH :
KELAS F
KELOMPOK IV

NI MADE ERLIANA 161050701098


A. TENRITTE 161050701115
UMMI SUNIAR 161050701117

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2017

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Pertama-tama marilah kita memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah


SWT. karena atas limpahan rahmat dan karuniah-Nyalah sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah ini sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Makalah ini ditujukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Desain
Pembelajaran Matematika yang membahas mengenai “Pendekatan Open Ended”.

Makalah ini terwujud dari beberapa sumber yang relevan dengan tujuan
untuk menambah pengetahuan pembaca tentang reliabilitas. Tak lupa penulis
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan masukan,
motivasi dan turut membantu penulis dalam menyusun makalah ini.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari
pembaca. Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua
orang, khususnya bagi para mahasiswa.

Makassar, November 2017

Penulis

ii
DAFTAR ISI

Halaman Judul.................................................................................................. i

Kata Pengantar.................................................................................................. ii

Daftar Isi........................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN............................................................................... 1

A. Latar Belakang........................................................................................ 1

B. Rumusan Masalah................................................................................... 3

C. Tujuan Penulisan..................................................................................... 3

BAB II PEMBAHASAN................................................................................. 4

A. Pengertian Pendekatan Open-Ended....................................................... 4

B. Tujuan Pendekatan Open-Ended............................................................. 5

C. Prinsip Pembelajaran Pendekatan Open Ended....................................... 6

D. Masalah Pendekatan Open Ended........................................................... 10

E. Langkah-Langkah Pembelajaran dengan Pendekatan Open Ended........ 11

BAB III PENUTUP.......................................................................................... 15

A. Kesimpulan............................................................................................. 15

B. Saran........................................................................................................ 15

Daftar Pustaka

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendekatan open ended merupakan salah satu upaya inovasi pendidikan


matematika yang pertama kali dilakukan oleh para ahli pendidikan matematika
Jepang. Pendekatan ini lahir sekitar 20 tahun yang lalu dari hasil penelitian yang
dilakukan Shigeru Shimada, Toshio Sawada, Yohiko Yashioto dan Keinchi
Shibuya. Munculnya pendekatan ini sebagai reaksi atas pendidikan matematika
sekolah saat itu yang aktifitas kelasnya disebut dengan “issey jugyow” (frontal
teaching); guru menjelaskan konsep baru di depan kelas kepada para siswa.
Kemudian memberikan contoh untuk penyelesaian beberapa soal.
Seperti diketahui bahwa masalah rutin yang biasa diberikan pada siswa
sebagai latihan atau tugas selalu berorientasi pada tujuan akhir, yakni jawaban
yang benar. Akibatnya proses atau prosedur yang telah dilakukan oleh siswa
dalam menyelesaikan soal tersebut kurang atau bahkan tidak mendapat perhatian
guru. Padahal perlu disadari bahwa proses penyelesaian masalah merupakan
tujuan utama dalam pembelajaran pemecahan masalah matematika. Gambaran
tersebut sebagaimana dikemukakan Anthony yang mengemukakan bahwa
pemberian tugas matematika rutin yang diberikan pada latihan atau tugas-tugas
matematika selalu terfokus pada prosedur dan keakuratan, jarang sekali tugas
matematika terintegrasi dengan konsep lain dan juga jarang memuat soal yang
memerlukan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Akibatnya ketika siswa
dihadapkan pada tugas yang sulit dan membutuhkan kemampuan berpikir
tingkat tinggi atau jawabannya tidak langsung diperoleh, maka siswa cenderung
malas mengerjakannya, akhirnya dia menegosiasikan tugas tersebut dengan
gurunya.
Pendapat senada juga dikemukakan oleh Rif’at yang menyatakan bahwa
pembelajaran melalui tugas matematika rutin terkesan untung-untungan. Dugaan
bahwa pembelajar ingat atau lupa akan suatu rumus tidak dapat dipertahankan.
Siswa berkecenderungan berpikir pasif, tidak dapat berfikir secara terstruktur dan

1
belajar menjadi tidak atau kurang bermakna. Weirtheimer juga berpendapat
bahwa pembelajaran yang prosedural, seperti penerapan rumus cenderung
menghilangkan kemampuan manusia untuk melihat struktur masalah secara utuh.
Padahal, pemahaman akan struktur masalah merupakan pemikiran produktif.
Proses-proses yang dilakukan oleh siswa dalam memilih, mengatur dan
mengintegrasikan pengetahuan baru, perilaku dan buah pikirannya akan
mempengaruhi keadaan motivasi dan sikapnya dan pada akhirnya akan
berhubungan dengan strategi belajarnya. Tugas dalam pembelajaran matematika
diharapkan mampu membuat siswa berpartisipasi aktif, mendorong
pengembangan intelektual siswa, mengembangkan pemahaman dan
keterampilan matematika, dapat menstimulasi siswa, menyusun hubungan dan
mengembangkan tata kerja ide matematika, mendorong untuk memformulasi
masalah, pemecahan masalah dan penalaran matematika, memajukan komunikasi
matematika, menggambarkan matematika sebagai aktifitas manusia, serta
mendorong dan mengembangkan keinginan siswa mengerjakan matematika.
Salah satu pendekatan dalam pembelajaran matematika yang harus
dikuasai oleh guru adalah pendekatan open ended. Pendekatan open ended adalah
salah satu alternatif pendekatan pembelajaran yang dapat mengembangkan
kreativitas dan aktivitas kreatif siswa. Pendekatan open ended adalah pendekatan
pembelajaran yang menyajikan suatu permasalahan yang memiliki metode atau
penyelesaian yang benar lebih dari satu. Dengan demikian Pendekatan open
ended dapat memberi kesempatan kepada siswa untuk memperoleh
pengetahuan/pengalaman menemukan, mengenali dan memecahkan masalah
dengan beberapa teknik. Pembelajaran dengan Pendekatan open ended diawali
dengan memberikan masalah terbuka kepada siswa. Masalah terbuka atau soal
open ended problem adalah soal yang memiliki lebih dari satu cara penyelesaian
yang benar, mempunyai lebih dari satu jawaban benar dan siswa dapat
menjawabnya dengan caranya sendiri tanpa harus mengikuti proses pengerjaan
yang sudah ada. Contoh soal jenis terbuka (open ended) seperti: “Tentukan
beberapa bilangan yang hasil kalinya sama dengan 125; Hedy mengatakan “saya
membagikan 24 permen kepada teman-teman. Saya memberikan ½ bagian kepada

2
Kim, 1/3 bagian kepada Juan, dan ¼ bagian kepada Maria. Jelaskan bagaimana
kamu mengetahui bahwa Hedy membuat penjelasan yang salah?” (Ummil
Muhsinin, 2013: 47-48).

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan pendekatan open ended?


2. Apa tujuan dari pendekatan open ended?
3. Apa masalah dalam pendekatan open ended?
4. Apa saja langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan open
ended?

C. Tujuan

1. Mengetahui maksud dari pendekatan open ended.


2. Mengetahui tujuan dari pendekatan open ended.
3. Mengetahui masalah dalam pendekatan open ended m.
4. Mengetahui langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan open
ended.

BAB II

3
PEMBAHASAN

A. Pengertian Pendekatan Open Ended

Pendekatan open-ended merupakan salah satu pendekatan dalam


pembelajaran termasuk dalam pembelajaran matematika. Pendekatan ini
dikembangkan dalam beberapa proyek penelitian pengembangan tentang metode
evaluasi kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher-order thinking) dalam
pembelajaran matematika dalam kurun 1971 dan 1976 di Jepang (Hafiza
Husna.blogspot.id, 2013).
Pendekatan open ended adalah suatu pendekatan pembelajaran yang
dimulai dari mengenalkan atau menghadapkan siswa pada masalah terbuka.
Pembelajaran dilanjutkan dengan menggunakan banyak jawaban yang benar dari
masalah yang diberikan untuk memberikan pengalaman kepada siswa dalam
menemukan sesuatu yang baru di dalam proses pembelajaran. Melalui kegiatan ini
diharapkan pula siswa dapat menjawab permasalahan dengan banyak cara,
sehingga mengundang potensi intelektual dan pengalaman siswa dalam proses
menemukan sesuatu yang baru (Shimada, 1997)
Pendekatan open ended adalah pendekatan pembelajaran yang menyajikan
suatu permasalahan yang memiliki metode atau penyelesaian yang benar lebih
dari satu. Masalah yang diformulasikan memiliki multi jawaban yang benar
disebut masalah tak lengkap atau disebut juga open ended problem atau soal
terbuka (Suherman dkk, 2003).
Pembelajaran dengan Pendekatan open ended diawali dengan memberikan
masalah terbuka kepada siswa. Kegiatan pembelajaran harus mengarah dan
membawa siswa dalam menjawab masalah dengan banyak cara serta mungkin
juga dengan banyak jawaban (yang benar), sehingga merangsang kemampuan
intelektual dan pengalaman siswa dalam proses menemukan sesuatu yang baru.
Sedangkan dasar keterbukaan masalah diklasifikasikan dalam tiga tipe, yakni:
a. Prosesnya terbuka, maksudnya masalah itu memiliki banyak cara
penyelesaian yang benar.

4
b. Hasil akhirnya terbuka, maksudnya masalah itu memiliki banyak jawaban
yang benar.
c. Cara pengembangan lanjutannya terbuka, maksudnya ketika siswa telah
menyelesaikan masalahnya, mereka dapat mengembangkan masalah baru
yaitu dengan cara merubah kondisi masalah sebelumnya (asli).

B. Tujuan Pendekatan Open Ended

Tujuan dari pembelajaran open ended problem menurut Nohda ialah untuk
membantu mengembangkan kegiatan kreatif dan pola pikir matematik siswa
melalui problem posing secara simultan. Dengan kata lain, kegiatan kreatif dan
pola pikir matematik siswa harus dikembangkan semaksimal mungkin sesuai
dengan kemampuan setiap siswa (Suherman dkk, 2003).
Pendekatan open ended menjanjikan kepada suatu kesempatan kepada
siswa untuk meginvestigasi berbagai strategi dan cara yang diyakininya sesuai
dengan kemampuan mengelaborasi permasalahan. Tujuannya tiada lain adalah
agar kemampuan berpikir matematika siswa dapat berkembang secara maksimal
dan pada saat yang sama kegiatan-kegiatan kreatif dari setiap siswa terkomunikasi
melalui proses pembelajaran. Inilah yang menjadi pokok pikiran pembelajaran
dengan open ended problem, yaitu pembelajaran yang membangun kegiatan
interaktif antara matematika dan siswa sehingga membuat siswa untuk menjawab
permasalahan melalui berbagai strategi.
Dalam pembelajaran dengan pendekatan open ended problem, siswa
diharapkan bukan hanya mendapatkan jawaban tetapi lebih menekankan pada
proses pencarian suatu jawaban. Suherman mengemukakan bahwa dalam kegiatan
matematik dan kegiatan siswa disebut terbuka jika memenuhi ketiga aspek
berikut:

a. Kegiatan siswa harus terbuka

5
Yang dimaksud kegiatan siswa harus terbuka adalah kegiatan
pembelajaran harus mengakomodasi kesempatan siswa untuk melakukan
segala sesuatu secara bebas sesuai kehendak mereka.
b. Kegiatan matematika merupakan ragam berpikir
Kegiatan matematika adalah kegiatan yang didalamnya terjadi proses
pengabstraksian dari pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari ke
dalam dunia matematika atau sebaliknya.

c. Kegiatan siswa dan kegiatan matematika merupakan satu kesatuan

Dalam pembelajaran matematika, guru diharapkan dapat membuat


pemahaman dalam berpikir matematika sesuai dengan kemampuan individu.
Meskipun pada umumnya guru akan mempersiapkan dan melaksanakan
pembelajaran sesuai dengan pengalaman dan pertimbangan masing-masing. Guru
bisa membelajarkan siswa melalui kegiatan-kegiatan matematika tingkat tinggi
yang sistematis atau melalui kegiatan-kegiatan matematika yang mendasar untuk
melayani siswa yang kemampuannya rendah. Pendekatan uniteral semacam ini
dapat dikatakan terbuka terhadap kebutuhan siswa ataupun terbuka terhadap ide-
ide matematika.
Pada dasarnya, Pendekatan open ended bertujuan untuk membuat kegiatan
kreatif siswa dan berpikir matematika secara simultan. Oleh karena itu, hal yang
perlu diperhatikan adalah kebebasan siswa untuk berpikir dalam membuat
progress pemecahan sesuai dengan kemampuan, sikap dan minatnya sehingga
pada akhirnya akan membentuk intelegensi matematika siswa.

C. Prinsip Pembelajaran Pendekatan Open Ended

Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan open ended


mengasumsikan tiga prinsip, yakni sebagai berikut:
1. Related to the autonomy of student activities. If requires that we should
appreciate the value of student activities for fear of being just non-
interfering.
2. Related to evolutionary and integral nature of mathematical knowledge.
Content mathematics is theoretical and systematic. Therefore, the more

6
essential certain knowledge is, the more comprehensively it derives
analogical, special, and general knowledge. Metaphorically, more
essential knowledge opens the door ahead more widely. At the same time,
the essential original knowledge can reflected on many times later in the
course of evolution of mathematical knowledge. This reflection on the
original knowledge is a driving force to continue to step forward across
the door.
3. Related to teachers expedient decision-making in class. In mathematics
class, teachers often encounter students unexpected ideas. In this about,
teachers have an important role to give the ideas full play, and to take into
account that other students can also understand real amount of the
unexpected ideas (Nohda, 2000).

Jenis Masalah yang digunakan dalam pembelajaran melalui Pendekatan


open ended adalah masalah yang bukan rutin yang bersifat terbuka. Sedangkan
dasar keterbukaanya (openness) dapat diklasifikasikan kedalam tiga tipe, yakni:
Process is open, end product are open dan ways to develop are open. Prosesnya
terbuka maksudnya adalah tipe soal yang diberikan mempunyai banyak cara
penyelesaian yang benar. Hasil akhir yang terbuka, maksudnya tipe soal yang
diberikan mempunyai jawaban benar yang banyak (multiple), sedangkan cara
pengembang lanjutannya terbuka, yaitu ketika siswa telah selesai menyelesaikan
masalahnya, mereka dapat mengembangkan masalah baru dengan mengubah
kondisi dari masalah yang pertama (asli). Dengan demikian, pendekatan ini
menyelesaikan masalah dan juga memunculkan masalah baru. Secara diagram
dapat digambarkan sebagai berikut:

Situation A: Formulating a Situation B: Investigation Situation C: Posing


problem mathematically various approach to the advanced problem
formulated problem

Original Problem Solving 1 Next Problem 1

7
Solving 2 Next Problem 2

Solving 3 Next Problem 3


Gambar Prinsip Open Ended Problem

Dalam prakteknya kegiatan pendekatan open-ended ini harus mencakup


tiga hal, yakni:
1. Kegiatan siswa terbuka.
2. Kegiatan matematik adalah ragam berpikir.
3. Kegiatan siswa dan kegiatan matematik merupakan satu kesatuan.

Kegiatan siswa harus terbuka adalah kegiatan pembelajaran harus dapat


mengakomodasi kesempatan siswa untuk melakukan segala sesuatu secara
bebas sesuai kehendak mereka. Misalkan siswa diberi masalah sebagai berikut:

 Tiga tim A, B dan C mengikuti perlombaan maraton. Setiap tim terdiri dari 10
pelari. Hasilnya dapat dilihat pada data tabel berikut:

Rangking 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

Tim A B A C B B C A C C C B A A B

Rangking 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

Tim B C A C B C B B A C A A A C B

Coba kalian pikirkan manakah tim yang menjadi juara pada perlombaan
tersebut! Tentukan berbagai cara untuk menentukan pemenangnya!

Untuk menyelesaikan masalah tersebut banyak kategori yang dapat


dijadikan patokan untuk menyatakan sebuah tim menjadi pemenang perlombaan
tersebut.
1. Urutan ditentukan dari banyaknya pelari pada setiap tim yang berada
pada sepuluh besar.
Tim Banyak pelari Rangking Tim

8
A 3 Rangking 2
B 3 Rangking 2
C 4 Rangking 1

2. Rangking ditentukan dari jumlah skor total setiap tim yang masuk
10 pelari pertama.

Tim Banyak pelari Rangking Tim


A 1 + 3 + 8 = 12 Rangking 1
B 2 + 5 + 6 = 13 Rangking 2
C 4 + 7 + 9 + 10 = 30 Rangking 3

3. Rangking ditentukan dari rata-rata rangking tim yang masuk 10 pelari


pertama. Hasilnya sama dengan no 2.
4. Rangking ditentukan dengan urutan pelari terbaik dari tiap tim.
o Pelari terbaik tim A urutan pertama. Urutan pertama
o Pelari terbaik tim B urutan kedua. Urutan kedua
o Pelari terbaik tim C urutan keempat. Urutan ketiga
5. Rangking ditentukan dengan urutan pelari terakhir dari tim
o Pelari terakhir tim A urutan ke-28. Urutan pertama
o Pelari terakhir tim B urutan ke-30. Urutan ketiga
o Pelari terakhir tim C urutan ke-29. Urutan kedua
6. Rangking ditentukan dengan skor total urutan lima pelari terbaik pertama
dari tiap tim
 Tim A : 1 + 3 + 8 + 13 + 14 = 39 Urutan pertama
 Tim B : 2 + 5 + 6 + 12 + 15 = 40 Urutan kedua
 Tim C: 4 + 7 + 9 + 10 + 11 = 41 Urutan ketiga
7. Rangking ditentukan dari selisih antara rangking terakhir dan rangking
pertama pada setiapa tim
 Tim A : 29 – 1 = 27 Urutan kedua

9
 Tim B : 30 – 1 = 28 Urutan ketiga
 Tim C : 29 – 4 = 25 Urutan pertama
8. Rangking ditentukan dari jumlah total rangking semua pelari pada setiap
tim.

 Tim A : 1 + 3 + 8 + ... + 28 = 162 Urutan ketiga


 Tim B : 2 + 5 + 6 + ... + 30 = 151 Urutan pertama
 Tim C : 4 + 7 + 10 + ... + 29 = 152 Urutan kedua
Dan lain sebagainya.
Terlihat bahwa melalui pembelajaran memberikan kesempatan kepada
siswa untuk berpikir secara optimal. Siswa akan berusaha menemukan jawaban
dari berbagai sudut pandang. Pada akhirnya siswa terdorong potensinya untuk
melakukan kegiatan matematik pada tingkatan berpikir yang lebih tinggi (Jarnawi
Afgani D, tanpa tahun)

D. Masalah Pendekatan Open Ended

Masalah yang diformulasikan memiliki banyak jawaban benar disebut


masalah tak lengkap (incomplete) atau masalah terbuka (Shimada, 1997). Masalah
open ended problem sebagai suatu situasi yang dirancang agar siswa mengalami
masalah dengan angka-angka yang tidak beraturan, angka-angka yang banyak,
informasi yang tidak lengkap atau mempunyai solusi-solusi ganda, masing-
masing dengan konsekuensi-konsekuensi yang berbeda (NCTM, 2000).
Sedangkan dasar keterbukaan masalah diklasifikasikan dalam tiga tipe, yaitu:
1. Prosesnya terbuka, maksudnya masalah itu memiliki banyak cara
penyelesaian yang benar.
2. Hasil akhirnya terbuka, maksudnya masalah itu memiliki banyak jawaban
benar.
3. Cara pengembangan lanjutannya terbuka, maksudnya ketika siswa telah
menyelesaikan masalahnya, mereka dapat mengembangkan masalah baru
yaitu dengan cara merubah kondisi masalah sebelumnya.

10
Lebih lanjut Swada mengemukakan bahwa secara umum terdapat tiga tipe
masalah open ended problem yang dapat diberikan, yaitu:
Tipe 1 : Menemukan hubungan.
Masalah ini diberikan bertujuan agar siswa dapat menemukan beberapa
aturan atau hubungan matematis.
Tipe 2 : Mengklasifikasi.
Siswa diminta mengelompokkan suatu obyek tertentu berdasarkan
karakteristik yang berbeda dari obyek tersebut untuk memformulasikan
beberapa konsep tertentu.
Tipe 3 : Pengukuran.
Siswa diminta menentukan ukuran-ukuran numerik dari suatu kejadian
tertentu. Siswa diharapkan dapat mengaplikasikan pengetahuan dan
keterampilan yang telah dipelajari sebelumnya untuk memecahkan
masalah.

E. Langkah-Langkah Pembelajaran dengan Pendekatan Open Ended

Adapun langkah-langkah pembelajaran dengan Pendekatan open


endedsebagai berikut:

No. Fase Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran

Memberikan problem terbuka kepada siswa, sehingga siswa


1 Menyajikan masalah mendapatkan kesempatan untuk melakukan segala sesuatu
secara bebas sesuai kehendak mereka.
P Guru mengarahkan siswa untuk menumbuhkan orisinilitas
2 Pengorganisasian ide, kreativitas, kognitif tinggi, kritis, komunikasi-interaksi,
pembelajaran sharing, keterbukaan, dan sosialisasi.
Guru harus menyiapkan atau menuliskan daftar antisipasi
respons siswa terhadap masalah.
3 Perhatikan dan catat Sehingga siswa dapat mengekpresikan ide atau pikirannya
respon siswa sebagai upaya mengarahkan dan membantu siswa
memecahkan masalah sesuai dengan cara kemampuannya.

11
Guru memberikan bimbingan dan arahan
Bimbingan dan kepada siswa untuk berimprovisasi mengembangkan metode,
4
pengarahan cara, atau pendekatan yang bervariasi dalam memperoleh
jawaban sehingga jawaban siswa beragam

Siswa diminta untuk menjelaskan proses mencapai jawaban


5 Membuat kesimpulan. tersebut

Sumber: Suyatno

Menurut Sawada, setelah guru mengkonstruksi masalah open ended


problem, guru perlu mempertimbangkan tiga hal berikut, sebelum masalah itu
ditampilkan di kelas sebagai awal dari pembelajaran, yaitu:
1. Apakah masalah tersebut kaya dengan konsep-konsep matematis.
2. Apakah level matematis dari masalah cocok untuk siswa.
3. Apakah masalah itu dapat mengembangkan konsep matematis lebih lanjut.

Masalah yang dibuat harus dapat mendorong siswa berpikir dalam


berbagai pandangan yang berbeda, sehingga masalah tersebut harus kaya akan
konsep-konsep matematis yang dapat dipecahkan dengan berbagai strategi yang
sesuai untuk siswa berkemampuan tinggi, maupun rendah. Tingkat kesulitan
masalah juga harus cocok dengan kemampuan siswa, karena ketika mereka akan
menyelesaikan masalah open ended mereka harus menggunakan pengetahuan atau
keterampilan yang telah mereka ketahui sebelumnya. Apabila guru telah
menyusun suatu masalah open ended problem dengan baik, langkah selanjutnya
adalah mengembangkan rencana pembelajaran. Pada tahap ini hal-hal yang perlu
diperhatikan adalah:
1. Tuliskan respon siswa yang diharapkan.
2. Tujuan yang harus dicapai dari masalah yang diberikan harus jelas.
3. Lengkapi dengan prinsip problem posing sehingga siswa dapat memahami
maksud dari masalah tersebut dengan mudah atau dapat memahami apa
yang diharapkan dari mereka.
4. Sajikan masalah semenarik mungkin.
5. Berikan waktu yang cukup kepada siswa untuk mengeksplorasi masalah.

12
Dalam pendekatan open ended problem, guru memberikan permasalahan
kepada siswa yang solusinya atau jawabannya tidak hanya ditentukan hanya
dengan satu jalan atau cara. Guru harus memanfaatkan keberagaman cara atau
prosedur untuk menyelesaikan masalah itu untuk memberi pengalaman siswa
dalam menemukan sesuatu yang baru berdasarkan pengetahuan, keterampilan dan
cara berpikir matematika yang telah diperoleh sebelumnya. Keunggulan dari
pendekatan ini antara lain:
1. Siswa berpartisipasi lebih aktif dalam pembelajaran dan sering
mengekspresikan idenya.
2. Siswa memiliki kesempatan lebih banyak dalam memanfaatkan
pengetahuan dan keterampilan matematik secara komprehensif.
3. Siswa dengan kemampuan matematika rendah dapat merespon
permasalahan dengan cara mereka sendiri.
4. Siswa secara instringsik termotivasi untuk memberikan bukti atau
penjelasan.
5. Siswa memiliki pengalaman lebih banyak untuk menemukan sesuatu dalam
menjawab permasalahan.

Disamping keunggulan yang dapat diperoleh dari pendekatan open ended


problem, terdapat beberapa kelemahan diantaranya:
1. Membuat dan menyiapkan permasalahan matematika yang bermakna bagi
siswa bukanlah pekerjaan yang mudah.
2. Mengemukakan masalah yang langsung dapat dipahami siswa sangat sulit
sehingga banyak siswa yang mengalami kesulitan bagaimana merespon
permasalahan yang diberikan.
3. Siswa dengan kemampuan tinggi bisa merasa ragu atau mencemaskan
jawaban mereka.
4. Mungkin ada sebagian siswa yang merasa bahwa kegiatan belajar mereka
tidak menyenangkan karena kesulitan yang mereka hadapi (Aris Shoimin,
2014).

13
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Pendekatan open ended adalah pendekatan pembelajaran yang menyajikan


suatu permasalahan yang memiliki metode atau penyelesaian yang benar lebih
dari satu. Pendekatan open ended bertujuan untuk mengangkat kegiatan kreatif
siswa dan berpikir matematika secara simultan. Hal yang perlu diperhatikan
adalah kebebasan siswa untuk berpikir dalam membuat progress pemecahan
sesuai dengan kemampuan, sikap dan minatnya sehingga pada akhirnya akan
membentuk intelegensi matematika siswa.

14
Sawada mengemukakan bahwa secara umum terdapat tiga tipe masalah
open ended yang dapat diberikan, yaitu: menemukan hubungan,
mengklasifikasi, dan pengukuran. Langkah-langkah pembelajaran dari
Pendekatan open ended terdiri dari 5 yakni menyajikan masalah, pengorganisasian
pembelajaran, perhatikan dan catat respon siswa, bimbingan dan pengarahan dan
membuat kesimpulan.

B. Saran
Ada beberapa masukan yang dapat penulis berikan kepada kita semua
terutama para pendidik agar perkembangan pendekatan pembelajaran anak dapat
berkembang dengan baik, antara lain:
1. Sebagai pendidik kita hendaknya mempunyai pengetahuan tentang
pendekatan pembelajaran terhadap psikologi pendidikan.
2. Sebagai pendidik kita diharapkan tidak memaksa siswa untuk berpikir sesuai
dengan apa yang kita pikirkan karena tahap perkembangan siswa belum
setaraf dengan kemampuan berpikir kita.
3. Sebagai pendidik kita hendaknya mampu menciptakan suasana yang
menyenangkan bagi siswa sehingga mereka terbiasa untuk mengemukakan
pikiran mereka.
4. Sebagai pendidik kita harus mampu menentukan metode mengajar yang
terbaik bagi siswa sehingga apa yang kita harapkan bersama dapat tercapai
dengan baik.

15
DAFTAR PUSTAKA

Afgani D, Jarnawi. Tanpa tahun. Pendekatan Open-Ended dalam Pembelajaran


Matematika, (Online), (http://open-ended.pdf, diakses 24 Agustus 2017).

Hafiza Husna. 2013. Makalah Pendekatan Open Ended, (Online),


(http://hafizahusna.blogspot.co.id/, diakses pada tanggal 26 Agustus
2017).
NCTM. 2010. Defining Representation, (Online), (http://www.learner.org/,
diakses pada tanggal 26 Agustus 2017).

Nohda, N. 2000. Learning and Teaching Through Open-ended Approacrh


Method. Dalam Tadao Nakahara dan Masataka Koyama (editor)

16
Proceeding of the 24th of the Intenational Group for the Psychology of
Mathematics Education. Hiroshima: Hiroshima University.

Shimada, S & Becker J.P. 1997. The Open-Ended Approach. A New Proposal
for Teaching Mathematics. Virginia: NCTM.

Shoimin, Aris. 2014. 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013.


Yogyakarta: Ar-Ruzz Media

Suherman dkk. 2003. Strategi Pembelajaran Kontemporer. Bandung: JICA-UPI.

Suyatno. Model-model Pembelajaran beserta sintaksnya, (Online), (http://


sanggarguru. Blogspot.com/, diakses pada tanggal 24 Agustus 2017).

Ummil Muhsinin, “Pendekatan Open Ended dalam Pembelajaran Matematika”.


Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 4, 47-48. 2013.

17