Anda di halaman 1dari 12

“ PERGAULAN PRIA DAN WANITA MENURUT ISLAM”

OLEH :

FITRIA MARDASARI ( 1510321011 )

DINDA PUTRY AYANG (1510321013 )

SALSABILA AURITA ( 1510321014 )

RAYHAN MUHAMMAD MARVIANO ( 1510321013 )

SATRIA SIDDIK (1510321017 )

YULI ANDREANI (1510321012 )

PRODI PSIKOLOGI

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS ANDALAS
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat serta hidayah-Nya terutama
nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah mata kuliah
“Agama”. Kemudian shalawat beserta salam kita sampaikan kepada Nabi besar kita
Muhammad SAW yang telah memberikan pedoman hidup yakni Al-qur’an dan Sunnah untuk
keselamatan umat di dunia.

Makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Agama di Program Studi Psikologi
Fakultas Kedokteran pada Universitas Andalas. Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih
kepada Bapak Syar’i Sumin selaku dosen pembimbing mata kuliah Agama dan kepada segenap
rekan-rekan yang telah membantu.

Penulis menyadari bahwa banyak terdapat kekurangan-kekurangan dalam penulisan


makalah ini, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari para
pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Padang , 15 November 2015

PENULIS
DAFTAR ISI

Kata Pengantar............................................................................................................... i
Daftar Isi......................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah.............................................................................................1

1.2 Rumusan Masalah......................................................................................... ………..1

1.3 Tujuan Penulisan......................................................................................................... 1

1.4 Manfaat Penulisan........................................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pergaulan pria dan wanita zaman sekarang.................................................................. 2

2.2 Etika Pergaulan dalam Islam....................................................................................... 3

2.3 Tata bergaul dengan lawan jenis yang baik.................................................................. 4

2.4 Menjaga diri dari pergaulan bebas…………………………………………………….5

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan...................................................................................................................7

3.2 Saran.............................................................................................................................. 7

Daftar Pustaka......................................................................................................................8

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada zaman modern sekarang ini sudah banyak sekali nilai-nilai Islam yang
perlahan menghilang dalam kehidupan masyarakat,termasuk tata cara pergaulan antara
kaum Adam dengan Hawa,dimana pola pikir masyarakat saat ini telah dipengaruhi oleh
kebudayaan Barat yang tidak terlalu ketat tentang peraturan tentang hubungan laki-laki
dan Perempuan
Namun Islam sangat memperhatikan hal ini,dan mengatur bagaimana pergaulan
umat manusia agar tidak mendapatkan kemurkaan Allah, dan sesuai aturan yang
seseungguhnya, dimana seseungguhnya Agama Islam telah mengatur kehidupan ini,
termasuk dalam pergaulan, sekarang saat ini penting sekali untuk kita memahami
bagaimana Islam mengaturnya dan tidak terjebak dalam Kebudayaan Barat yang sudah
mulai mempengaruhi masyarakat kita.

1.2 Rumusan Masalah

a. Bagaimana Pergaulan Pria Wanita zaman sekarang ?


b. Apa saja Dampak Negatif dari Pergaulan yang salah ?
c. Bagaimana Pergaulan yang benar menurut Syariat Islam ?
1.3 Tujuan
a. Memahami Pergaulan yang terjadi dizaman Modern saat ini
b. Mengetahui dampak Negatif yang terjadi pada pergaulan yang diatur tidak
sesuai dengan ajaran Islam
c. Mengetahui dan Memahami Bagaimana Pergaulan yang baik menurut Islam

1.4 Manfaat Penulisan


a. Untuk masyarakat dapat mengetahui cara bergaul yang baik dalam syariat
islam
b. Untuk mahasiswa dapat dijadika sebagai ajang dalam belajar menulis,
menyusun laporan, dan melaporkan serta mempertanggungjawabkan hasilnya pada
khalayak umum dalam presentasi diskusi

BAB II
PEMBAHASAN
Pertemuan antara laki-laki dengan perempuan tidak haram, melainkan jaiz (boleh).
Bahkan, hal itu kadang-kadang dituntut apabila bertujuan untuk kebaikan, seperti dalam urusan
ilmu yang bermanfaat, amal saleh, kebajikan, perjuangan, atau lain-lain yang memerlukan
banyak tenaga, baik dari laki-laki maupun perempuan. Tentu dalam batasan yang telah
ditetapkan islam. Maka kita tidak boleh ber-'uzlah, yakni mengisolir dan menjauhkan diri dari
pergaulan. Namun, kita juga tidak boleh minder dengan akhlak islam, sehingga kita larut dalam
gaya hidup dan pergaulan modern yang bebas tanpa ikatan norma moral dan agama. Justru, kita
harus pede karena islam menuntuk kira agar bermartabat dan kepribadian mulia kita tetap
terpelihara, serta tidak terjerumus dalam budaya pergaulan yang merusak.
Oleh karenanya, adalah suatu hal yang sangat penting mengetahui dan memahami pergaulan-
pergaulan dalam islam. Bagi sebagian orang yang tidak terbiasa dengan tata cara pergaulan
dalam islam, mereka akan merasa canggung atau barangkali malah merasa tertekan karena
pergaulan dalam islam itu terlihat begitu kaku dan tidak seperti pergaulan yang umum ditemui di
masyarakat.
Islam adalah agama yang syamil (menyeluruh) dan mutakamil (sempurna).

Agama mulia ini diturunkan dari Allah Sang Maha Pencipta, Yang Maha
Mengetahui tentang seluk beluk ciptaan-Nya. Dia turunkan ketetapan syariat agar manusia hidup
tenteram dan teratur. Diantara aturan yang ditetapkan Allah SWT bagi manusia adalah aturan
mengenai tata cara pergaulan antara pria dan wanita. Seperti ungkapan terdahulu bahwa adanya
tata cara pergaulan dalam islam itu sebenarnya bukan untuk membatasi namun untuk menjaga
harkat dan martabat manusia itu sendiri agar tidak sama dengan tata cara dan tatanan para hewan
dalam bergaul. Bila satu tutunan itu diambil dengan kerendahan hati dan keinginan untuk
berbakti kepada ilahi, maka tak ada hal sulit untuk mengikuti tuntunan yang baik itu. Terkesan
sulit karena melihatnya dari sisi nafsu dan kepentingan duniawi. Bila memang belum mampu
menjalankan tuntunan yang sebenarnya, jangan ditantang tuntunan itu. Cukup campkan dalam
hati bahwa diri akan selalu berusaha sekuat tenaga mengikuti aturan yang sesungguhnya. Kalau
menentang atau bahkan menantang, itulah tanda kesombongan diri terhadap Sang Maha Kuasa.

2.1 Bagaimana Pergaulan pria dan Wanita zaman sekarang ?


Dapat kita amati didalam zaman modern saat ini dimana perlahan-lahan pergaulan dalam
konteks aturan islam perlahan memudar, seakan masyarat tidak peduli lagi dengan aturan yang
mengikanya dalam bergaul,terutama bergaul dengan lawan jenis,
Kebudayaan Barat sudah melekat pada masyarakat kita saat ini terutama dikota-kota
besar, orang-orang menganggap sekarang bersentuhan itu biasa, berdua-duaan pun sudah wajar,
buktinya saja, banyak terjadi kasus ditelevisi,media sosial lainnya yang memberitakan terjadinya
perilaku menyimpang seperti seks bebas,pemerkosaan, dan masih banyak lagi
Etika pergaulan sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehingga kita dapat
menjaga diri dari perbuatan-perbuatan sia-sia yang akan membinasakan, dan aturan menurut
Islam dalam bergaul sangatlah penting.
Dampak negatif dari sebuah pergaulan sangatlah fatal, apabila kita bergaul dengan orang-
orang yang salah, hal ini akan berpengaruh pada kepribadian,pola pikir orang tersebut,sehingga
apa bila salah pergaulan maka sedikit banyak pasti kita akan tetular juga, banyak sekali kasus-
kasus terjadi akibat salah nya pergaulan terutama antara pria dan wanita
Diantaranya :
- Terjadinya pelecehan seksual,seks bebas,pemerkosaan,narkoba,penyimpangan
sosial,kepribadian yang kacau,lemah,

2.2 Etika Bergaul Dalam Agama Islam

1. Menjaga Pandangan

“Katakan kepada laki-laki yang beriman : Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan
memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui apa yang mereka perbuat.”(QS.An Nur : 30).
“Katakanlah kepada wanita yang beriman : Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan
memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa
nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan
janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, ayah mereka, atau ayah
suami mereka,atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara
laki-laki mereka, atau putra-putra saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara-
saudara perempuan mereka, atau wanita islam atau budak-budak yang mereka miliki atau
pelayan-pelayan laki-laki yang yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-
anak yang belum mengerti aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar
diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah,
hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”(QS.An Nur : 31).
2. Menutup aurat secara sempurna
“Hai nabi, katakan kepada istri-istrimu dan anak-anak perempuanmu dan istri-istri
orang-orang mukmin hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka, yang
demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenal, hingga mereka tidak diganggu. Dan Allah
Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.”(QS.Al Ahzab:59).
“Dari Abu Sa’id Radiallahuanhu, bahwasanya Rasulullah Salallahu Alaihi Wa Salam
bersabda : seorang laki-laki tidak boleh melihat aurat sesama laki-laki, begitu pula seorang
perempuan tidak boleh melihat aurat perempuan. Seorang laki-laki tidak boleh bersentuhan
kulit sesama lelaki dalam satu selimut, begitu pula seorang perempuan tidak boleh bersentuhan
kulit dengan sesama perempuan dalam satu selimut.”(HR.Muslim dikutip Imam Nawawi dalam
Tarjamah Riyadhush Shalihin).
3.Bagi wanita diperintahkan untuk tidak berlembut-lembut suara di hadapan laki-laki
bukan mahram.
18
“Hai istri-istri nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita lain, jika kamu bertakwa,
maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara, sehingga berkeinginanlah orang yang ada
penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.”(QS.Al Ahzab:32).

4. Dilarang Bagi Wanita bepergian sendirian tanpa mahramnya sejauh perjalanan satu
hari
“Dari Abu Hurairah Radiallahu Anhu, ia berkata : Rasulullah Sallahu Alaihi WA
salam bersabda: Tidak halal bagi seorang perempuan yang beriman kepada Allah dan hari
akhir untuk bepergian yang memakan waktu sehari semalam kecuali bersama muhrimnya”(HR.
Bukhari Muslim dikutip Imam Nawawi dalam Tarjamah Riyadhus Shalihin).
Dr. Yusuf Qardhawi dalam Fatwa-fatwa Kontemporer jilid 2halaman 542 mengemukakan
: “Kaum muslimin memperbolehkan wanita sekarang keluar rumah untuk belajar di sekolah, di
kampus, pergi ke pasar dan bekerja di luar rumah sebagai guru, dokter, bidan, dan pekerjaan
lainnya asalkan memenuhi syarat dan mematuhi pedoman-pedoman syari’ah “(Menutup aurat,
menjaga pandangan, dan lain-lain).
5. Dilarang “berkhalwat”(berdua-duaan antara pria dan wanita di tempat yang sepi)
“Dari Ibnu Abbas RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : Janganlah sekali-kali
salah seorang diantara kalin bersuyi-sunyi dengan perempuan lainnya kecuali disertai
muhrimnya.” (HR. Bukhari Muslim dikutip Imam Nawawi dalam Tarjamah Riyadhus Shalihin).
6. Laki-laki dilarang berhias menyerupai perempuan juga sebaliknya
“Dari Ibnu Abbas RA. Ia berkata : Rasulullah melaknat kaum laki-laki yang suka
menyerupai kaum wanita dan melaknat kaum wanita yang suka menyerupai kaum laki-laki”
(HR. Bukhari Muslim dikutip Imam Nawawi dalam Tarjamah Riyadhus Shalihin).

7. Islam menganjurkan menikah dalam usia muda bagi yang mampu dan shaum bagi yang
tidak mampu
“Wahai sekalin pemuda, barang siapa diantara kamu yang mampu nikah, maka
nikahlah, sesungguhnya nikah itu bagimu dapat menundukkan pandangan dan menjaga
kemaluan, naka jika kamu belum sanggup berpuasalah, sesunggunya puasa itu sebagai
perisai”(HR.Muttafaaqun Alaihi).

2.3 Bagaimanakah tata cara bergaul dengan Lawan Jenis yang sebaiknya ?

Allah telah menciptakan segala sesuatu di dunia ini dengan sempurna, teratur, dan
berpasang-pasangan. Ada langit dan ada bumi, ada siang dan ada malam, ada dunia ada
akhirat, ada surga dan neraka, ada tua dan ada muda, ada laki-laki dan ada perempuan.
Laki-laki dan perempuan: merupakan makhluk Allah yang telah diciptakan scara
berpasang-pasangan. jadi, merupakan suatu keniscayaan dan sangat wajar, jika terjadi
pergaulan di antara mereka. Dalam pergaulan tersebut, masing-masing berusaha untuk saling
mengenal. Bahkan lebih jauh lagi, ada yang berusaha saling memahami, saling mengerti dan
ada yang sampai hidup bersama dalam kerangka hidup berumah tangga. lnilah indahnya
kehidupan.
Laki-laki dan perempuan ditentukan dalam sunah Allah untuk saling tertarik satu
dengan yang lainnya. Laki-laki tertarik dengan perempuan, demikian juga sebaliknya,
perempuan tertarik kepada laki-laki. Allah Swt. memberikan rasa indah untuk saling
menyayangi di antara mereka. Tidak jarang juga masing-masing merindukan yang lainnya.
Rindu untuk saling menyapa, saling melihat, serta saling membenci atas. dasar ketulusan dan
kasih sayang.
Pergaulan yang baik dengan lawan jenis. hendaklah tidak didasarkan pada nafsu
(syahwat) yang dapat menjerumuskan pada pergaulan bebas yang dilarang agama. Inilah
yang tidak dikehendaki dalam Islam. Islam sangat memperhatikan batasan-batasan yang
sangat jelas dala pergaulan antara laki-laki dengan perempuan.
Seorang laki-laki yang bukan muhrim, dilarang untuk berduaan di tempat-tempat
yang memungkinkan melakukan perbuatan yang dilarang. Kalau pun bersama-sama
sebaiknya disertai oleh muhrimnya atau minimal ditemani tiga orang, yaitu: dua laki-laki dan
satu perempuan. atau Juga pergaulan untuk belajar atau bergaul jika ada dua orang
perempuan dan seorang laki-laki. Hal ini memungkinkan untuk lebih menjaga diri.
Salah satu hadis mengemukakan bahwa jika seseorang pergi dengan orang lain yang
bukan muhrimnya serta berlainan jenis kelamin, maka yang ketiganya pasti syetan yang
selalu berusaha untuk menjerumuskan dan menghinakan. ltulah yang disinyalir dalam ayat
A!-Quran, agar jangan mendekati zina.
Mencintai dan menyayangi seseorang merupakan hal yang wajar. Hendaklah pikiran
dan perasaan kita arahkan kepada hal-hal yang positif, dan bukan sebaliknya. Contohnya,
karena cinta dan sayang, seseorang mengorbankan segalanya termasuk hal-hal yang paling
“berharga” dan dilarang oleh Allah Swt. Membuktikannya, hendaklah dengan sesuatu yang
diridai oleh Allah. Hal inilah yang dikemukakan oleh Rasulullah saw dalam hadis riwayat
Abu Daud dan Tirmidzi:
(‫ب اففحيديكرم أففخاَهي ففرلييرخببرر )رواه ابوداود والترميدى‬
َ‫إبفذا أففح ب‬
Artinya:
“Jika salah seorang di antara kamu mencintai saudaranya, hendaklah ia
membuktikannya”. (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)
Islam mengajarkan agar dalam pergaulan dengan lawan jenis untuk senantiasa saling
menjaga diri, menghormati dan menghargai atas dasar kasih sayang yang tulus karena Allah,
bukan karena derajat, pangkat, harta, keturunan, tetapi semata-mata hanya karena Allah. Hal ini
pernah diriwayatkan dalam salah satu hadis dari Umar bin Khattab, yang diriwayatkan oleh Abu
Daud, suatu ketika Rasulullah saw pernah bersabda,
Yang artinya: “Bahwasannya di antara hamba-hamba Allah ada manusia yang bukan nabi-
nabi, hukan pula para syuhada’,tetapi sangat tinggi kedudukan di sisi Allah. Para sahabat
bertanya: “Siapakah gerangan orang itu, ya Rasullullah”:Nabi saw menjawab: “itulah
orang yang saling mencintai (menyayangi), karena harta. Demi Allah, maka wajah mereka
bersinar-sinar, tiada merasa kekuatan dikala mereka dalam keadaan ketakutan” (HR. Abu
Daud).
Sesudah itu, Rasulullah saw membaca ayat:
‫ف فعلفريبهرم فولفهيرم يفرحفزنيروفن‬
‫افلف اببَن افرولبفياَفء اب لففخرو ف‬

Artinya:
“Ketahuilah, bahwa wali-wali (penolong) Allah, mereka tidak merasa takut dan tidak merasa
bersedih ‘. (Sumber. Khuluqul Muslim”, karangan Muhammad Al-Ghazali)
Cinta karena Allah merupakan titik puncak dan tingginya kualitas iman seseorang
Hasilnya tidak dapat dilihat, melainkan hanya dapat dirasakan oleh orang yang telah nyaris
sempurna keikhlasanya. Cinta yang mendalam. ini merupakan bukti kesempurnaan serta
ketulusan iman, yang kedua-duanya berhak untuk mendapatkan pahala yang paling besar di sisi
Allah, sebagaimana saba Rasulullah saw:
‫ض فبااىِ ااا فوافرن‬ َ‫ أفرن يفيكروفن ا فوفريسروليهي اففح ب‬:‫ث فمرن يكبَن فبريبه فوفجفد فحلففوةف رابلريفماَبن‬
َ‫ب ابلفريبه بمبَماَفسفواهيهيفماَ فوافرن ييبح ب‬
‫ب فبااىِ اباا فويفربفغاا ف‬ ‫ثفلف ف‬
(‫ك بباَاب فسييئئاَ )رواه مسلم‬ َ‫تيروقفيد فناَفر فعبظريفمةف ففيفقفيع فبريفهاَ اففح ب‬
‫ب ابلفريبه بمرن افرن ييرسبر ف‬
Artinya:
“Ada tiga perkara, barangsiapa yang terdapat padanya ketiga hal tersebut, maka akan
merasakan lezat (manisnya) iman: “Jika ia mencintai Allah dan rasulnya melebihi yang
lainnya; Mencintai dan membenci semata-mata hanya karena Allah; Jika dilemparkan ke
dalam api neraka yang menyala-nyala, lebih disukai daripada syirik (menyekutukan)
Allah”. (HR. Muslim)
Orang yang bersahabat, bergaül, dan berkomunikasi dengan yang lainnya hanya
karena Allah, tandanya adalah senantiasa berusaha untuk mendoakan dengan tulus. Dalam
hal ini, Rasulullah saw penah bersabda:

‫ك بمرثيل فذالب ف‬
(‫ك )رواه مسلم‬ ‫ب فقاَفل رالفملف ي‬
‫ فولف ف‬:‫ك‬ ‫ظرهبر ارلفغري ب‬
‫إبفذافدفعاَ البَريجيل بلفبخريبه بب ف‬

Artinya:
“Jika seseorang berdoa untuk sahabatnya di belakangnya (jaraknya berjauhan), maka
berkatalah malaikat: “Dan untukmu pun seperti itu”. (HR. Muslim)

2.4 Apa saja yang harus dijaga agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas ?

Kita sudah ketahui bersama bagaimanakah kehidupan pemuda lajang saat ini. Pergaulan
bebas bukanlah suatu yang asing lagi di tengah-tengah mereka. Tidak memiliki kekasih dianggap
tabu di tengah-tengah mereka. Hubungan yang melampaui batas layaknya suami istri pun
seringkali terjadi. Bahkan ada yang sampai putus sekolah gara-gara masalah ini. Sungguh, inilah
tanda semakin dekatnya hancur dunia.
Berbicara tentang remaja selalu mendapat tanggapan yang beraneka ragam. Sayangnya,
sekarang ini kesan yang ada dalam benak masyarakat justru cenderung kebanyakan negatif.
Dimulai dari perkelahian antar pelajar, pornografi, kebut-kebutan, tindakan kriminal seperti
pencurian dan perampasan barang orang lain, pengedaran dan pesta obat-obat terlarang,
Di daerah yang tidak diduga sekalipun bahkan terpencil ada saja tempat untuk pemutaran
film-film porno. Rental VCD bertebaran di setiap tempat, belum lagi media cetak yang
demikian bebas mengumbar informasi sensual dan kemesuman Satu masalah yang perlu
mendapat perhatian serius adalah bebasnya hubungan antar jenis diantara pemuda yang
nantinya menjadi tonggak pembaharuan. Islam sangat memperhatikan masalah ini dan
banyak memberikan rambu-rambu untuk bisa berhati-hati dalam melewati masa muda. Suatu
masa yang akan ditanya Allah di hari kiamat diantara empat masa kehidupan di dunia ini.
Islam telah mengatur etika pergaulan remaja. Perilaku tersebut merupakan batasan-batasan
yang dilandasi nilai-nilai agama. Oleh karena itu perilaku tersebut harus diperhatikan,
dipelihara, dan dilaksanakan oleh para remaja

BAB III
PENUTUP
3.1Kesimpulan

Etika bergaul yang baik menurut islam yaitu menyangkut larangan-larangan yang
harus dijaga oleh manusia sesuai dengan apa yang telah di ungkapkan oleh telah ajaran
islam.Yaitu bedasarkan Al-Qur’an dan hadist,tata cara bergaul yang baik menurut ajaran islam
yaitu dimana kita dapat menyesuaikan diri dengan orang yang kita hadapi yang sesuai dengan
kaidah – kaidah agama yang telah ada.Sehingga kita dapat mengetahui batasan – batasan
terhadap dalam pergaulan sesuai tingkatan usia. Dari penjelasan – penjelasan yang sudah
dijelaskan di atas kita dapat mengetahui bahwa akibat pergaulan bebas dapat merusak diri –
sendiri dan menghancurkan masa depan kita. Dengan akibat pergaulan bebas dapat
menjerumuskan kita pada tindakan – tindakan negatif lainnya. Di samping itu, dengan akibat
pergaulan bebas berarti telah mendaftarkan diri kita pada pergaulan yang merusak moral.
Jadi sudah sepatutnya kita menghindari dari hal-hal kecil,baik itu dari diri kita
sendiri bagaimana cara kita bergaul dengan lawan jenis kita, untuk menjaga pergaulan dengan
tata cara islam.

3.2 Kritik dan Saran

Penulis menyadari akan banyaknya kekurangan dalam makalah ini, baik dari ejaan
penulisan, tata kalimat, tata bahasa maupun yang lainnya. Tetapi setidaknya penulis telah
berusaha menguraikan bagaimana Pergaulan Pria Wanita menurut ajaran Islam. Oleh karena
banyaknya kekurangan dalam makalah ini, penulis mengharapkan adanya wujud apresiasi
pembaca untuk memberikan koreksi dan masukkan agar penulis mampu memperbaikinya dan
tidak melakukan kesalahan sama untuk yang kedua kalinya. Terima kasih.
Pergaulan dan persahabatan yang baik tidak sampai putus karena permasalahan yang
tidak prinsip dan sepele atau karena informasi negatif yang belum jelas kebenarannya terhadap
sahabat kita. Sebab sebagai sahabat sesama muslim mempunyai kewajiban terhadap saudaranya
untuk saling tolong menolong. Allah SWT berfirman : “Dan tolong menolonglah kamu dalam
kebajikan dan takwa dan jangan saling menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan”. (Q.S.
Al-Maidah : 2). Wallahu A’lam.

DAFTAR PUSTAKA

http://assyafieq.blogspot.com/2010/11/etika-pergaulan-remaja-dalam-
pandangan.htmlhttp://dewandakwahjabar.com/etika-pergaulan-remaja-dalam-pandangan-islam/
http://rangga-bachdar.blogspot.com/2012/05/akhlak-pergaulan-dalam-islam.html