Anda di halaman 1dari 5

1.

Konsep Historical Cost

Keterbatasan Biaya Historis Pada Saat Kenaikan Harga

Akuntansi biaya historis mengasumsikan bahwa uang memegang daya beli


konstan. Elliot (1986) menyatakan asumsi dalam model biaya historis adalah bahwa
unit moneter adalah tetap dan selalu konstan. Namun ada tiga komponen ekonomi
modern yang membuat asumsi ini kurang valid pada saat model ini dikembangkan
yaitu :

1) Perubahan tingkat harga tertentu, disebabkan oleh hal-hal seperti kemajuan


teknologi dan pergeseran pilihan konsumen
2) Perubahan tingkat harga umum (inflasi)
3) Fluktuasi nilai tukar mata uang.

Dalam standar akuntansi banyak aset yang diperoleh dan diukur


berdasarkan pada biaya historis. Banyak kritik terhadap akuntansi biaya historis
selama periode inflasi yang tinggi, tetapi ada juga banyak orang yang mendukung
akuntansi biaya historis. Profesi akuntansi dan entitas pelaporan cenderung
mempertahankan dukungan sebagian untuk pendekatan biaya historis. Kenyataan
bahwa akuntansi biaya historis terus diterapkan oleh badan usaha telah digunakan
oleh sejumlah akademisi untuk mendukung penggunaan secara berkelanjutan.

2. Konsep Akuntansi untuk Perubahan Harga


1. Current Purchasing Power Accounting (CPPA)
CPPA Sering disebut juga daya beli akuntansi yang berlaku umum atau
akuntansi tingkat harga umum atau akuntansi tingkat dolar konstan. Konsep ini
menilai uang menurut daya belinya pada barang dan jasa secara umum. Tujuan
konsep ini untuk mempertahankan nilai modal menurut harganya yang tetap,
dengan ukuran indeks harga. Nilai harta, hutang dan modal yang terpengaruh oleh
perubahan harga disesuaikan dengan faktor indeks harga, sehingga dapat
dinyatakan dengan nilai uang yang sama.
Konsep ini digunakan pada saat kenaikan harga, jika suatu entitas
mendistribusikan keuntungan yang disesuaikan berdasarkan harga perolehan
hasilnya bisa menjadi penurunan nilai riil dari suatu entitas. Penyeseuaian dalam
CPPA dilakukan pada akhir periode akuntansi atau yang biasanya dilakukan pada
saat akhir tahun. Selain itu, pada saat inflasi, pemegang aktiva moneter akan
kehilangan secara riil pemegang keuntungan kewajiban moneter, mengingat mereka
harus mengalami penurunan daya beli pada akhir periode jika dibandingkan dengan
awal periode sedangkan pemegang aktiva non-moneter tidak mengalami perubahan
daya beli. Keuntungan atau kerugian daya beli yang timbul dicatat dalam laba rugi
periode berjalan.
Beberapa kekurangan dari CCPA yaitu
a) Perubahan dalam harga barang dan jasa yang termasuk dalam indeks harga
umum mungkin tidak merefleksikan barang dan jasa di industri yang
berbeda.
b) Pengguna akan mengira nilai yang disesuaikan adalah asset tertentu,
padahal semua asset menggunakan indeks yang sama sehingga hal ini akan
membuat pengguna menjadi bingung.
Dengan semua kekurangan tersebut maka banyak yang menganggap bahwa data
yang disajikan CPPA tidak relevan terhadap pengambilan keputusan.
2. Current Cost Accounting (konsep akuntansi nilai sekarang )
Konsep dimana menyatakan nilai pos-pos laporan keuangan dengan harga
perolehan sekarang yaitu dengan harga perolehan dari pos yang mempunyai umur
dan kapasitas yang sama.
Kelebihan :
a) Jumlah yang seharusnya dibayar oleh perusahaan dalam periode berjalan
untuk memperoleh aktiva atau jasa.
b) Identifikasi dari penyimpangan laba atau rugi,sehingga mencerminkan hasil-
hasil keputusan manajmen asset dan dampak dari lingkungan atas
perusahaan yang tidak tercermin dalam transaksi rutin.
c) nilai aktiva pada perusahaan jika perusahaan melanjutkan untuk
memperoleh aktiva tersebut dan jika nilainya belum ditambah aktiva
tersebut.
d) Penjumlahan aktiva yang dinyatakan dalam nilai sekarang lebih bearti dari
pada penambahan biaya historis yang terjadi pada periode yang berbeda.
e) Pelaporan current operating profit,yang dapat digunakan untuk meramalkan
arus kas masa depan.
Kelemahan :
Pengguna current cost adalah subyektif karena sangat sulit menentukan
harga perolehan sekarang yang pasti setiap saat.
Masalah utama yang dihadapi dalam pelaksanaan Akuntansi Nilai Sekarang adalah
pengukuran dari nilai sekarang (current value) itu sendiri. Menurut Martin A. Miller
ada dua metode yang paling sering digunakan dalam perhitungan yaitu : Sistem Nilai
Masukan (Entry Value System) dari Sistem Nilai Keluaran (Exit Value System).
a) Entry Value System didasarkan atas dasar harga pokok penggantian
(Replacement Cost) atau harga pokok, untuk memproduksi (Reproduksi
Cost). Yang dimaksud dengan Replacement Cost adalah estimasi biaya yang
harus dikeluarkan untuk memperoleh aktiva baru atau ekuivalennya pada
harga sekarang (current prices) setelah disesuaikan dengan depresiasi.
Sedangkan Reproduction Cost dimaksud sebagai estimasi biaya yang harus
dikeluarkan untuk memproduksi aktiva baru atau ekuivalennya pada harga
sekarang setelah diasumsikan dengan depresiasinya.
b) Exit Value Sistem biasanya didasarkan atas nilai bersih yang dapat
direalisasi (Net Realizable Value) dalam keadaan usaha yang biasa atau
kadang-kadang berdasarkan atas Discounted Cash Flow. Yang dimaksudkan
dengan Net Realizable Value adalah estimasi harga penjualan atas aktiva
setelah didukungi biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menjual aktiva
tersebut. Sedangkan Discounted Future Cash Flow dimaksudkan sebagai
nilai sekarang (present value) dari estimasi pemasukan kas (Cash Inflow)
atau cast saving yang dijual pada tingkat bunga yang sesuai.
Elemen-Elemen Moneter dan Non Moneter
Dalam current cost accounting elemen-elemen di neraca perlu juga
dibedakan dalam elemen moneter dan non moneter.

Seperti juga halnya dengan elemen moneter, elemen non moneter juga
dibagi kedalam aktiva dan kewajiban non moneter. Untuk elemen non moneter
umumnya ditetapkan kembali untuk menghadapi perubahan harga sekarang
(changes in current value).

Dalam menerapkan metode ini kesimpulan atas aktiva moneter dan non
moneter adalah sebgai berikut:

Karena aktiva moneter telah ditetapkan dalam jumlah uang yang tetap, mereka itu
menggambarkan sejumlah uang yang diharapkan untuk direalisasikan dalam waktu
dekat, oleh karenanya aktiva moneter secara efektif telah ditetapkan kembali untuk
current value financial statement (laporan keuangan dengan nilai sekarang). Namun
aktiva non moneter tidak ditetapkan dalam sejumlah uang yang tetap dan karena itu
menggambarkan Net Realizables Value mereka. Oleh karena itu, aktiva non moneter
harus ditetapkan kembali untuk disajikan pada Current Value.

Holding Gain Or Losses


Holding gain dan losses timbul dikarenakan adanya perbedaan antara
perbedaan antara harga pokok historis atau aktiva dengan harga pokoknya
sekarang.
Holding gain terdiri atas dua komponen yaitu :
a) Realized Holding Gains yang dihasilkan dari penyelesaian (disposal) aktiva,
apakah aktiva itu dijual/digunakan dalam suatu periode akuntansi.
b) Unrealized Holding Gains yang dihasilkan dari penambahan dalam nilai
sekarang (current value) suatu aktiva dalam suatu periode akuntansi
dimana aktiva tersebut masih ditahan oleh perusahaan.
Langkah-langkah yang diperlukan dalam pengungkapan Akuntansi Nilai Sekarang
adalah sebagai berikut : (Smith-Skousen: 1991:566)
a) Tetapkan jumlah nilai berjalan persediaan, harta tak bergerak, pabrik, dan
peralatan.
b) Terapkan “tes jumlah yang dapat diganti kembali” ke jumlah nilai berjalan
dan pilih yang lebih rendah.
c) Berdasarkan hasil langkah b), hitunglah harga pokok penjualan, penyusutan
dan amortisasi.
d) Tetapkan perubahan dalam nilai berjalan persediaan dan harta tak bergerak,
pabrik, dan peralatan menurut jumlah nominal dan juga rupiah konstan.
Bila perusahaan beranggapan bahwa perubahan nilai sekarang (current cost)
tidaklah besar dan tidak memberikan pengaruh yang berarti atas laporan keuangan,
maka pengungkapan atas current cost ini tidak perlu dibuat, namun dalam catatan
informasi tambahan perlu disebutkan alasan yang mendukung.
3. Continuously Contemporary Accounting (CoCoA)
Menurut Continuously Contemporary Accounting (CoCoA), daya beli uang
tidak konstan, tapi terus berubah. Menurut model ini, nilai uang atau nilai realisasi
bersih dari bisnis adalah setara kas saat ini aset.
Sistem Akuntansi Adaptive
Sesuai dengan Continuously Contemporary Accounting (COCOA): bisnis,
untuk bertahan hidup, harus beradaptasi dengan ekosistem yang terus berubah di
mana mereka beroperasi, dan oleh karena itu harus jadi praktek akuntansi mereka.
Untuk perusahaan, adaptasi menyiratkan penjualan aset dianggap tidak layak dan
akuisisi aset lebih cocok dengan lingkungan baru. Oleh karena itu, tujuan akuntansi
harus untuk menawarkan harga tunai saat aset untuk pembantu suatu perusahaan
dalam pengambilan keputusan yang lebih baik. Continuously Contemporary
Accounting (CoCoA) menegaskan, laporan keuangan bisnis harus mencakup harga
jual prediksi saat ini setiap aset dan karenanya keuntungan harus dihitung sebagai
perubahan modal adaptif perusahaan selama periode tersebut.
Kekuatan
a) Mudah bagi akuntan untuk mempekerjakan dalam mengembangkan neraca
dan laporan keuangan.
b) Memprediksi biaya mengalokasikan untuk depresiasi jauh lebih sederhana
dan lebih akurat
c) Neraca Continuously Contemporary Accounting (CoCoA) memperkirakan
apa yang perusahaan akan terima jika menjual setiap aset pada tanggal saat
ini
d) Laporan adalah panduan yang berguna bagi pemegang saham untuk menilai
risiko investasi dan manfaat
Kelemahan
a) Menuntut perubahan mendasar dalam praktik akuntansi
b) Aset mungkin memiliki harga jual rendah di pasar, tapi mungkin nilai tinggi
dalam perusahaan
c) Neraca Continuously Contemporary Accounting (CoCoA) gagal untuk
memperhitungkan nilai internal aset dan hanya mengukur dengan nilai
harga keluar di pasar
d) Gagal untuk memperhitungkan pengaruh suatu entitas pada lingkungan

Anda mungkin juga menyukai