Anda di halaman 1dari 3

Germ Tube Test

Uji pembentukan Germ tube hanya digunakan untuk mengidentifikasi spesies Candida
albicans. Pada uji Germ tube media yang digunakan adalah bahan yang mengandung faktor
protein, seperti putih telur, serum dan plasma. Candida albicans pada media serum akan
membentuk germ tube karena pada media serum mengandung protein yang dibutuhkan sebagai
stimulan sel ragi untuk merubah bentuk (Tjampakasari, 2006). Pada umumnya prosedur
pemeriksaan germ tube Candida albicans yang dilaksanakan di laboratorium menggunakan
serum manusia, sebagai media serum manusia diketahui mengandung protein sebanyak
7% (Depkes, 1989).
Germ tube test dari Candida albicans tidak mempunyai rangkaian atau struktur seperti asalnya,
material sel yang baru yang menyusun germ tube memperlihatkan bentuk pseudohifa yang
diperoleh dari proses pertunasan blastospora (Oktari, 2007). Faktor yang mempengaruhi germ
tube adalah waktu inkubasi dan suhu. (Tjampakasari, 2006).

uji tabung Germ adalah tes skrining Semua yang digunakan untuk membedakan
Candida albicans dari ragi lainnya . Germ tube ( GT ) formasi yang pertama
kali dilaporkan oleh Reynolds dan Braude pada tahun 1956. Ketika Candida
tumbuh dalam serum manusia atau domba pada 37 ° C selama 3 jam , MEREKA
membentuk kuman tabung , yang dapat dideteksi dengan film KOH basah seperti
berserabut memperluas perkembangan dari sel ragi . Hal ini positif untuk
Candida albicans dan Candida dubliniensis . Sekitar 95-97 % dari Candida
albicans yang diisolasi mengembangkan kuman tabung Ketika diinkubasi di media
protein
principle

Formation of germ tube is associated with increased synthesis of protein and ribonucleic acid.
Germ Tube solutions contains tryptic soy broth and fetal bovine serum, essential nutrients for
protein synthesis. It is lyophilized for stability. Germ tube is one of the virulence factors of
Candida albicans. This is a rapid test for the presumptive identification of C. albicans. Positive
Test: A short hyphal (filamentous) extension arising laterally from a yeast cell, with no
constriction at the point of origin. Germ tube is half the width and 3 to 4 times the length of the
yeast cell and there is no presence of nucleus. Examples: Candida albicans and Candida
dubliniensis

Negative Test: No hyphal (filamentous) extension arising from a yeast cell or a short hyphal
extension constricted at the point of origin. Examples: C. tropicalis, C. glabrata and other yeasts
(2010). Karakteristik Candida albicans. (Online). Tersedia :
http://www.smallcrab.com/kesehatan/25-healthy/415-karakteristik-candida-albicans (6 Februari
2011)
__________. (2010). Oral Thrush penyakit mulut pada bayi. (Online). Tersedia:
http://ummukautsar.wordpress.com (30 Oktober 2011)
Al-Iman, A.H (2010). Tugas Akhir, Pengaruh Penambahan Sukrosa pada Media Modifikasi CMA (Corn Meal
Agar) Terhadap Pertumbuhan Jamur Candida albicans. Bandung : Sekolah Tinggi Analis Bakti
Asih
Arianaga, Eveline. (2008). Gambar Candida albicans. (Online). Tersedia
: http://adasidna.blogspot.com/2008/03/candidiasis-patogenesis-dan.html
( 6 Februari 2011)
Bridson,E.Y.(1998).The Oxoid Manual, edisi 8. Jakarta : PT Dipa Pharmalab Intersains
Darmani, E.H. (2001). Hubungan Antara Pemakaian AKDR dengan Kandidiasis Vagina. Jurnal
Hayat.FKUSU, Sumatra Utara.
DEPKES, R.I.(1989). Hematologi. Jakarta
Djuanda, Adhi.(2008).Ilmu penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi ke-5.Jakarta : FKUI
Gandsuhada, Srisari. dkk. (1998). Parasitologi Kedokteran, Edisi Ketiga. Jakarta : Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia
Hendrawati, Y.D. (2007). Klasifikasi Candida albicans. (Online). Tersedia : http://yosephine-dian-
hendrawati-078114110 candida.pdf (21 Juli 2010)
Jaweitz, Melnick & Adelberg.(1996). Mikrobiologi Kedokteran.Edisi-20. Jakarta : EGC
Candida
albicans merupakan jamur dimorfik karena kemampuannya untuk tumbuh dalam
dua bentuk yang berbeda yaitu sebagai sel tunas yang akan berkembang menjadi
blastospora dan menghasilkan kecambah yang akan membentuk hifa semuMorfologi
dan identifikasi Candida albicans
Candida albicans mempunyai tiga bentuk morfologi yaitu :21
1. Yeast Like cells, terlihat sebagai kumpulan sel berbentuk bulat atauoval
dengan variasi ukuran lebar 2-8 μm dan panjang 3-4 μm, diameter 1,5-5 μm.
Sel-sel tersebut dapat membentuk blastospora.
2. Pseudohypha, karena blastospora tidak lepas dan terus membentuk tunas baru.
3. Chlamydospora, dinding sel bulat dengan diameter 8-12 μm .Chlamydospora
terbentuk jika Candida albicans di kultur pada medium kurang nutrien seperti
Corn meal agar.

Spesies Candida tumbuh dengan cepat pada medium agar sederhana yang
mengandung peptone, dextrose, maltose atau sukrose. Candida albicans dalam
media mengandung karbohidrat yang dapat difermentasikan dan sedikit suasana
aerob, dengan penambahan nitrogen yang berlebih dalam media, pseudohifa,
blastospora, dan chlamidospora pada kondisi tertentu dapat tumbuh dengan baik.
Candida albicans pada temperatur di bawah 33oC, yeast cell tumbuh dengan baik
berbentuk ovoid (+ 3x5 μm) dan pembentukan tunas biasanya terjadi pada daerah
kutub sel. Pertumbuhan mycelial baik dan pertukaran yeast cell menjadi hypha
cell terjadi via germ tube pada temperatur yang ditingkatkan dengan pH yang
mendekati netral.

Anda mungkin juga menyukai