Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH BAHASA INDONESIA

TENTANG
“ ETIKA FORUM ILMIAH ”

Oleh :

1. Khanza Fadilla . I 155090500111009

2. Dimas Dhanubrata 155090507111012

3. Muhammad Agusantio 155090501111038

PROGRAM STUDI STATISTIKA


JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Kuasa, karena hanya atas
limpahan rahmat Karunia-Nyalah, kami dapat menyelesaikan makalah tentang
“ ETIKA FORUM ILMIAH ” ini dengan lancar walaupun menghadapi kendala yang
cukup berarti selama proses penulisan.

Makalah ini kami susun untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia dari Bapak
Muh. Faton Rohman, M.Pd. untuk didiskusikan dan menambah wawasan kita semua.

Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang terkait sehingga kami
dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini sangat jauh dari kesempurnaan oleh karena
itu kami selaku penyusun makalah mengharap kesediaan pembaca untuk memberikan
kritik dan sarannya.

Akhir kata , maka atas segala kekurangan dalam tulisan ini, kami sangat mengharap saran-
saran dari berbagai pihak. Untuk selanjutnya kami juga berharap semoga karya tulis ini
dapat bermanfaat dan digunakan sebaik-baiknya.

Malang, 5 Maret 2018

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………………………………..............
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………..................
BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………………..
A. LATAR BELAKANG………………………………………………………….................
B. RUMUSAN MASALAH………………………………………………………………….
C. TUJUAN…………………………………………………………………………………..
D. MANFAAT……………………………………………………………………..................
BAB II PEMBAHASAN…………………………………………………………………………..
A. PENGERTIAN FORUM ILMIAH ……………………………………........................
B. JENIS JENIS FORUM ILMIAH .....................………………………………………..
C. ETIKA DAN ESTETIKA DALAM FORUM ILMIAH ..………………………………..
BAB III PENUTUP………………………………………………………………………………..
A. KESIMPULAN……………………………………………………………………………
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Forum ilmiah merupakan suatu kegiatan yang lazim dilakukan oleh mahasiswa dalam
dunia ilmiahnya. Kegiatan ini dilakukan untuk membicarakan mengenai informasi ilmiah.
Biasanya dilakukan dengan presentasi dan diskusi ilmiah. Presentasi ilmiah ini berfungsi
untuk menyebarkan informasi ilmiah. Karena mahasiswa merupakan intelektual yang
berkewajiban mengumpulkan ilmu yang dimilikinya, kemahiran untuk melakukan forum
ilmiah ini merupakan suatu kebutuhan. Agar forum ilmiah dapat berjalan dengan efektif,
maka diperlukan suatu pengetahuan mengenai etika dan estetika berforum ilmiah, khususnya
dalam penggunaan bahasa Indonesia yang merupakan suatu media komunikasi utama.
Etika merupakan suatu aturan, yaitu aturan penggunaan bahasa Indonesia dalam forum
ilmiah ini. Seperti halnya sebuah kehidupan, aturan ini diperlukan untuk membatasi
kesalahan khusunya dalam pemilihan kata dan kalimat yang digunakan dalam berforum
ilmiah. Mengetahui estetika berbahasa Indonesia dalam forum Ilmiah ini juga sangat
diperlukan, guna menyempurnakan diskusi dalam suatu forum ilmiah. Oleh karena itu,
makalah ini disusun dengan harapan dapat digunakan sebagai pedoman mahasiswa dalam
melakukan forum ilmiah.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apakah forum ilmiah?
2. Apa saja jenis forum ilmiah?
3. Bagaimana etika dalam berforum ilmiah?
4. Bagaimana estetika dalam berforum ilmiah?
C. TUJUAN
1. Unuk mengetahui apa dan bagaimana “ Forum Ilmiah “
2. Untuk mengetahui apa saja jenis jenis Forum Ilmiah
3. Untuk mengetahui bagaimana etika dan estetika dalam berforum ilmiah
D. MANFAAT
Makalah ini dapat dimanfaatkan menjadi bahan diskusi untuk menambah wawasan
dan pengetahuan seputar etika dalam berforum ilmiah. Agar mahasiswa dapat
menerapkan cara dan bagaimana etika dalam berforum ilmiah dalam kehidupan
berorganisasi di masyarakat .
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN FORUM ILMIAH
Forum ilmiah merupakan suatu pertemuan yang biasanya dilakukan oleh mahasiswa
ataupun pelaku pelaku-pelaku ilmiah lainnya, yang berfungsi sebagai sarana
penyebaran informasi ilmiah, baik secara konseptual maupun prosedural. Dalam forum
ilmiah, presentasi ilmiah merupakan suatu kegiatan yang pasti dilakukan.
Kegiatan itu berfungsi untuk menyebarkan informasi ilmiah. Karena mahasiswa
merupakan intelektual yang berkewajiban menyebarkan ilmu yang dimilikinya, kemahiran
untuk melakukan presentasi ilmiah merupakan suatu kebutuhan. Agar presentasi ilmiah dapat
berjalan dengan efektif, ada kiat-kiat yang perlu diterapkan, yaitu : 1.Menarik perhatian dan
minat pelaku ilmiah, 2.Menjaga agar presentasi tetap fokus pada masalah yang dibahas,
3.Menjaga etika ketika tampil di depan forum ilmiah.

B. JENIS-JENIS FORUM ILMIAH


Sebelum membahas lebih jauh mengenai forum ilmiah, berikut akan ditunjukkan beberapa
jenis dari forum ilmiah.

a. Diskusi Panel
Diskusi Panel merupakan suatu diskusi yang terdiri atas seorang pemimpin, sejumlah peserta,
dan beberapa pendengar. Dalam jenis diskusi ini tempat duduk diatur sedemikian rupa
sehingga pendengar dapat mengikuti jalannya diskusi dengan seksama. Setelah berlangsung
tanya jawab antara pemimpin dan peserta, peserta dan pendengar, pemimpin merangkum hasil
tanya-jawab atau pembicaraan, kemudian mengajak pendengar ikut mendiskusikan masalah
tersebut sekitar separuh dari waktu yang tersedia.

b. Seminar
Pertemuan berkala yang biasanya diselenggarakan oleh sekelompok mahasiswa dalam rangka
melaporkan hasil penelitiannya, dan umumnya di bawah bimbingan seorang dosen atau ahli.
Tujuan diskusi jenis ini tidak untuk memutuskan sesuatu. Seminar dapat bersifat tertutup atau
terbuka. Yang terakhir dapat dihadiri oleh umum, tetapi mereka tidak ikut berdiskusi,
melainkan hanya bertindak sebagai peninjau.
Untuk menyelenggarakan seminar harus dibentuk sebuah panitia. Pembicara yang ditentukan
sebelumnya, umumnya menguraikan gagasan atau topiknya dalam bentuk kertas kerja.

c. Simposium
Pertemuan ilmiah untuk mengetengahkan atau membandingkan berbagai pendapat atau sikap
mengenai suatu masalah yang diajukan oleh sebuah panitia. Uraian pendapat dalam
simposium ini diajukan lewat kertas kerja yang dinamakan prasaran. Dan beberapa prasaran
yang disampaikan dalam simposioum harus berhubungan.

d. Konferensi
Pertemuan yang diselenggarakan oleh suatu organisasi atau badan resmi sehubungan dengan
masalah tertentu. Jika konferensi hanya bertujuan menyampaikan hasil keputusan suatu
organisasi atau badan pemerintah mengenai suatu masalah maka hal tersebut dinamakan
dengar pendapat atau jumpa pers.

e . Lokakarya (Academic Workshop)


Suatu acara di mana beberapa orang berkumpul untuk memecahkan masalah tertentu dan
mencari solusinya. Sebuah lokakarya adalah pertemuan ilmiah yang kecil.

f. Whole Group
Bentuk diskusi kelompok besar (pleno, klasikal, paripurna dan sebagainya).

g . Buz Group
Diskusi kelompok kecil yang terdiri dari (4-5) orang.

h. Syndicate Group
Bentuk diskusi dengan cara membagi kelas menjadi beberapa kelompok kecil yangterdiri dari
(3-6) orang yang masing-masing melakukan tugas-tugas yang berbeda.
i. Brain Storming
Diskusi iuran pendapat, yakni kelompok menyumbangkan ide baru tanpa dinilai, dikritik,
dianalisis yang dilaksanakan dengan cepat (waktu pendek).

j. Informal Debate
Diskusi dengan cara membagi kelas menjadi 2 kelompok yang pro dan kontra yangdalam
diskusi ini diikuti dengan tangkisan dengan tata tertib yang longgar agar diperoleh kajian yang
dimensi dan kedalamannya tinggi. Selanjutnya bila penyelesaian masalah tersebut dilakukan
secara sistematis disebut diskusi informal.Adapun langkah dalam diskusi informal adalah :
(1) Menyampaikan problema
(2) Pengumpulan data
(3) Alternatif penyelesaian
(4) Memlilih cara penyelesaian yang terbaik.

k. Fish Bowl
Diskuasi dengan beberapa orang peserta dipimpin oleh seorang ketua mengadakan diskusi
untuk mengambil keputusan. Diskusi model ini biasanya diatur dengan tempat duduk
melingkar dengan 2 atau 3 kursi kosong menghadap peserta diskusi. Kelompok pendengar
duduk mengelilingi kelompok diskusi sehingga seolah-olah peserta melihat ikan dalam
mangkok.

l. Santiaji
Pertemuan yang diselenggarakan untuk memberikan pengarahan singkat
menjelang pelaksanaan suatu kegiatan.

m . Muktamar
Pertemuan para wakil organisasi mengambil keputusan mengenai suatu masalah yang
dihadapi bersama.

n. Diskusi Kelompok
Diskusi dengan anggota kelompok dalam suatu organisasi.
o. Bedah Buku
Kumpulan pakar-pakar ilmuwan untuk membicarakan hal-hal yg menyangkut
ilmu pengetahuan tertentu yg ada pada sebuah buku yg dianggap sumber.

C. ETIKA DAN ESTETIKA DALAM FORUM ILMIAH

1. Pengertian Etika
Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu ethos yang berarti karakter,
watak kesusilaan atau adat kebiasaan di mana etika berhubungan erat dengan
konsep individu atau kelompok sebagai alat penilai kebenaran atau evaluasi
terhadap sesuatuyang telah dilakukan. Etika dimulai bila manusia merefleksikan
unsur-unsur etis dalam pendapat- pendapat spontan kita. Kebutuhan akan refleksi
itu akan kita rasakan, antara lain karena pendapat etis kita tidak jarang berbeda
dengan pendapat orang lain. Untuk itulah diperlukan etika, yaitu untuk mencari
tahu apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia. Secara metodologis, tidak setiap
hal menilai perbuatan dapat dikatakansebagai etika. Etika memerlukan sikap kritis,
metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi. Karena itulah etika merupakan
suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku manusia. Akan
tetapi berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang meneliti juga tingkah laku manusia,
etika memiliki sudut pandang normatif. Maksudnya etika melihat dari sudut baik
dan buruk terhadap perbuatan manusia.
2. Etika Dalam Berforum Ilmiah
Etika dalam Forum Ilmiah dalam konteks ini ditujukan pada segi-segi moral
dari segala sesuatu yang terjadi dan terdapat di dalam teks dan dampak yang
mungkin timbul dari teks itu. Dalam hal ini, penulis telah terjadi perdebatan seru
tentang bagaimana etika memproduksi teks dan peranan yang hendaknya dimainkan
oleh etika di dalam kehidupan dunia seni dan media.
Dalam suatu forum Ilmiah, sangat dibutuhkan sebuah komunikasi
untuk menunjang kelangsungan di dalam forum ilmiah tersebut. Berikut di bawah
ini adalah beberapa etika dan etiket dalam berkomunikasi antar manusia dalam
kehidupan sehari-hari pada umumnya, yang juga dapat diterapkan dalam forum
ilmiah:
1. Jujur tidak berbohong
2. Bersikap Dewasa tidak kekanak-kanakan
3. Lapang dada dalam berkomunikasi
4. Menggunakan panggilan / sebutan orang yang baik
5. Menggunakan pesan bahasa yang efektif dan efisien
6. Tidak mudah emosi / emosional
7. Berinisiatif sebagai pembuka dialog
8. Berbahasa yang baik, ramah dan sopan
9. Menggunakan pakaian yang pantas sesuai keadaan
10. Bertingkah laku yang baik.
Etika berkaitan dengan keyakinan dan prinsip mengenai mana yang benar dan mana
yang salah, serta mana yang patut dan mana yang tidak patut. Satu nilai yang harus
dipegang dalam menjaga etika ketika berforum ilmiah adalah menjaga sikap agar tidak
merugikan orang lain. Kerugian mencakup hak atau kesempatan, kehilangan muka, dan
tersinggung perasaannya. Hak dalam forum ilmiah meliputihak bicara, hak membela dan
mempertahankan pendapatnya, serta hak untuk mendapatkan pengakuan. Kehilangan
muka dapat terjadi apabila aib atau kekurangan diungkapkan secara vulgar. Sementara
itu, apabila seseorang telah melakukan sesuatu yang sangat berharga, ia mempunyai hak
untuk mendapatkan pengakuan. Etika dalam forum ilmiah harus dijaga agar tujuan forum
tercapai dengan baik. Hal yang perlu diperhatikan oleh penyaji dalam etika adalah
kejujuran. Dalam dunia ilmiah, kejujuran merupakan butir etis terpenting. Setiap orang
wajib bersikap sangat terbuka dalam segala hal menyangkut informasi yang disajikan.
Jika menyajikan data, penyaji harus secara jujur menyebutkan apakah data itu
hasil penelitiannya ataukah diambil dari sumber lain. Jika diambil dari sumber lain, harus
disebutkan secara lengkap sesuai dengan kelaziman dunia ilmiah.
Adapun etika yang harus dijaga oleh peserta antara lain adalah sebagai berikut.
Pertama, setiap peserta harus jujur pada diri sendiri. Artinya,dia akan bertanya jika
memang tidak tahu, akan mencari klasifikasi apabila masih bingung atau belum yakin,
akan mengecek apakah pemahamannya sudah benar ataukah belum, dan sebagainya.
Selain itu, setiap peserta wajib menghargai pendapat atau gagasan orang lain dalam hal
ini mensyaratkan bahwa dia wajib menyimak apabila ada orang yang berbicara atau
bertanya. Misalnya, ketika orang lain telah mengusulkan gagasan, dia tidak akan
berbicara seolah-olah dialah pengusul pertama gagasan tersebut. Ketika pertanyaan telah
diajukan oleh peserta lain, dia tidak akan mengulangi pertanyaan tersebut. Ketika peserta
lain telah menyatakan sesuatu dan dia menyetujuinya, dia dapat mengungkapkan
dukungannya. Terkait dengan perilaku bertanya untuk memperoleh klarifikasi atau
informasi, satu kewajiban penanya adalah menyimak jawaban dari penyaji. Akan lebih
bagus jika penanya menunjukkan apresiasi positif terhadap jawaban yang telah diberikan.
Apabila dengan terpaksa penanya meninggalkan ruangan sebelum jawaban diberikan, dia
wajib meminta maaf dan meminta izin untuk meninggalkan ruangan. Jalannya forum
ilmiah banyak ditentukan oleh moderator sebagai pemandu. Etika yang harus dijaganya
adalah bahwa dia harus adil. Artinya, semua peserta sedapat-dapatnya memperoleh
kesempatan yang relatif sama dalam berpartisipasi aktif selama forum berlangsung.
Keseimbangan tempat duduk peserta dan kesetaraan gender harus benar-benar dijaga.
Demikian juga keseimbangan dalam hal waktu atau jumlah pertanyaan yang boleh
diajukan oleh peserta. Tidak kalah pentingnya, pemilihan kata dan kalimat yang
digunakan untuk berkomunikasi dalam forum ilmiahini juga perlu dipertimbangan.
Karena kata-kata yang kasar dan tidak formal bisa jadi menyinggung perasaan
peserta forum. Selain adil, seorang moderator juga harus menaati jadwal atau waktu yang
telah ditentukan. Pertama, moderator seyogyanya tidak terlalu banyak mengambil waktu
untuk berkomentar yang tidak fungsional. Kedua, moderator harus mengatur waktu yang
digunakan oleh semua pihak, baik penyaji maupun peserta. Oleh sebab itu, moderator
harus punya keberanian untuk menginterupsi dengan santun pembicaraan seseorang agar
tepat waktu. Semua hal yang terungkap selama forum, baik inti uraian penyaji,
pertanyaan, maupun jawaban perlu dicatat secara rapi oleh notulis. Hasil catatan yang
telah ditata ringkas sebaiknya dicetak dan dibagikan minimal kepada semua orang yang
terlibat dalam forum tersebut. Hal ini memberi kesempatan bagi pemilik gagasan/konsep
untuk meluruskannya jika ada hal-hal yang kurang tepat. Teknisi wajib memastikan
bahwa peralatan teknologi yang digunakan bekerja dengan baik. Dia harus melakukan
cek terakhir sebelum forum dimulai dan secara teratur mengontrol jalannya peralatan
teknologi yang digunakan. Apabila terjadi sesuatu pada teknologi, dia harus secara cepat
bertindak menyelamatkan jalannya kegiatan.
3. Pengertian Estetika
Kata estetika berasal dari kata Aesthesis yang artinya perasaan atau sensitifitas,
karena memang pada awalnya pengertian itu berhubungan dengan lidah dan perasaan.
Dalam pengertian teknis, Estetika adalah ilmu keindahan atau ilmu yang mempelajari
keindahan, kecantikan secara umum. Pengertian ini berdasarkan kepada, bila kita
memandang sesuatu secara umum, maka obyek itu dapat memberikan rasa senang,
puas dan sebagainya yang sejalur dengan kata tersebut, maka dapat dikatakan obyek
yang dipandang itu mengandung keindahan. Estetika secara sederhana adalah ilmu
yang membahas keindahan bagaimana ia bisa terbentuk, dan bagaimana seseorang
bisa merasakannya. Pembahasan lebih lanjut mengenai estetika adalah sebuah filosofi
yang mempelajari nilai-nilai sensoris, yang kadang dianggap sebagai penilaian
terhadap sentimen dan rasa. Estetika merupakan cabang yang sangat dekat dengan
filosofi seni.
4. Estetika Dalam Forum Ilmiah
Meskipun awalnya sesuatu yang indah dinilai dari aspek teknis dalam
membentuk suatu karya, namun perubahan pola pikir dalam masyarakat akan turut
mempengaruhi penilaian terhadap keindahan. Misalnya pada masa romantisme di
Perancis, keindahan berarti kemampuan menyajikan sebuah keagungan. Pada masa
realisme, keindahan berarti kemampuan menyajikan sesuatu dalam keadaan apa
adanya.
Dalam suatu forum ilmiah, kegiatan yang sangat ditonjolkan adalah kemampuan
berkomunikasi. Keberhasilan suatu forum ilmiah adalah, jika pelaku ilmiah dapat
berkomunikasi secara baik dan benar, sehingga informasi ilmiah juga dapat
tersampaikan secara optimal pula. Kemampuan berkomunikasi yang baik bisa
menjadi keindahan tersendiri dalam jalannya suatu forum ilmiah. Berikut adalah
contoh teknik komunikasi yang baik dalam kehidupan sehari-hari :
 Menggunakan kata dan kalimat yang baik menyesuaikan dengan lingkungan
 Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh lawan bicara
 Menatap mata lawan bicara dengan lembut
 Memberikan ekspresi wajah yang ramah dan murah senyum
 Menggunakan gerakan tubuh / gesture yang sopan dan wajar
 Bertingkah laku yang baik dan ramah terhadap lawan bicara
 Memakai pakaian yang rapi, menutup aurat dan sesuai sikon
 Tidak mudah terpancing emosi lawan bicara
 Menerima segala perbedaan pendapat atau perselisihan yang terjadi
 Mampu menempatkan diri dan menyesuaikan gaya komunikasi sesuai
dengan karakteristik lawan bicara.
 Menggunakan volume, nada, intonasi suara serta kecepatan bicara yang baik.
 Menggunakan komunikasi non verbal yang baik sesuai budaya yang berlaku seperti
berjabat tangan, merunduk, hormat atau semacamnya.

Dalam konteks bahasa Indonesia, contoh nilai keindahan dapat dicontohkan


dengan karya puisi. Puisi menggunakan kata-kata yang indah, pembawaannya lembut
dan berirama. Begitu halnya dalam berforum ilmiah, akan terlihat lebih
indah jika pelaku dalam forum tersebut, baik moderator, audience maupun penyaji
menyajikan karya ilmiah nya dengan komunikasi yang baik. Diantaranya
adalah, pemilihan kata-kata yang formal dan santun, penyusunan kalimat yang baik
dan teratur, juga penyajian kata-kata yang lembut namun tetap tegas dan jelas.
Penambahan senyuman dalam suatu forum ilmiah seperti halnya suatu aksen yang
dapat memperindah jalannya diskusi dalam forum ilmiah tersebut.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa suatu forum ilmiah merupakan pertemuan dilakukan
oleh mahasiswa ataupun pelaku-pelaku ilmiah lainnya, yang berfungsi sebagai sarana
penyebaran informasi ilmiah. Dalam forum ilmiah, presentasi ilmiah merupakan
suatu kegiatan yang pasti dilakukan. Sebab mahasiswa merupakan intelektual yang
berkewajiban menyebarkan ilmu yang dimilikinya, kemahiran untuk melakukan
presentasi ilmiah merupakan suatu kebutuhan. Oleh karena itu, untuk
penyempurnaan kegiatan di forum ilmiah, diperlukan aturan-aturan yang harus
dipenuhi. Adapun etika yang harus dijaga oleh peserta antara lain adalah sebagai
berikut. Pertama, setiap peserta harus jujur pada diri sendiri. Artinya, dia akan
bertanya jika memang tidak tahu, akan mencari klasifikasi apabila masih bingung
atau belum yakin, akan mengecek apakah pemahamannya sudah benar ataukah
belum, dan sebagainya. Selain itu, setiap peserta wajib menghargai pendapat atau
gagasan orang lain dalam hal ini mensyaratkan bahwa dia wajib menyimak apabila
ada orang yang berbicara atau bertanya. Misalnya, ketika orang lain telah
mengusulkan gagasan, dia tidak akan berbicara seolah-olah dialah pengusul pertama
gagasan tersebut. Dalam suatu forum ilmiah, kegiatan yang sangat ditonjolkan adalah
kemampuan berkomunikasi.
Keberhasilan suatu forum ilmiah adalah, jika pelaku ilmiah dapat
berkomunikasi secara baik dan benar, sehingga informasi ilmiah juga dapat
tersampaikan secara optimal pula. Kemampuan berkomunikasi yang baik bisa
menjadi keindahan tersendiri dalam jalannya suatu forum ilmiah. Dalam konteks
bahasa Indonesia, contoh nilai keindahan dapat dicontohkan dengan karya puisi.
Puisi menggunakan kata-kata yang indah, pembawaannya lembut dan berirama.
Begitu halnya dalam berforum ilmiah, akan terlihat lebih indah jika pelaku dalam
forum tersebut, baik moderator, audience maupun penyaji menyajikan karya
ilmiahnya dengan komunikasi yang baik.
DAFTAR PUSTAKA

Anonymous, 2012. http://www.scribd.com/doc/53552426/BAB-I. Diakses pada tanggal


8 Maret 2012.
Anonymous, 2012. http://www.scribd.com/edwienk/d/54506807-Forum-Ilmiah Diakses
pada tanggal 8 Maret 2012.