Anda di halaman 1dari 13

KONSUMSI, TABUNGAN DAN INVESTASI

DOSEN PENGAMPU : Dr.M. NASIR, MS

DISUSUN OLEH:

NAMA :AYU INDAH LESTARI


PRODI : MANAJEMEN
NIM : 7171210002
MATA KULIAH : PENGANTAR EKONOMI MAKRO

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018

1|Konsumsi, Tabungan dan Investasi


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, dan

Berkat-Nya sehingga saya dapat menyusun dan menyelesaikan tugas Mini Riset guna

memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pengantar Ekonomi Makro. Harapan saya semoga

makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga

saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.

Karena keterbatasan ilmu maupun pengalaman saya, saya percaya tetap banyak

kekurangan dalam makalah mini riset ini, Oleh karena itu kami sangat berharap saran dan kritik

yang membangun berasal dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Medan, Maret 2018

AYU INDAH LESTARI

2|Konsumsi, Tabungan dan Investasi


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR....................................................................................................2
DAFTAR ISI...................................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang................................................................................................4
1.2 Tujuan Penulisan............................................................................................4
BAB II PEMBAHASAN
A. Konsumsi.........................................................................................................5
B. Tabungan.........................................................................................................8
C. Investasi...........................................................................................................9
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan.....................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................12

3|Konsumsi, Tabungan dan Investasi


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Tabungan dan Investasi merupakan indikator tingkat pertumbuhan ekonomi. Negara
berkembang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan sumber dana yang
besar, namun di lain pihak sumber dana megalami kendala dalam pembentukan modal.
Depresiasi tajam nilai tukar rupiah, inflasi yang tinggi, menurunya kepercayaan investor,
terjadi akibat dari krisis ekonomi Indonesia tahun 1997. Investasi Domestik untuk biaya
pembangunan bisa bersumber dari tabungan nasional dan pinjaman luar negri, namun karena
keterbatasan pinjaman luar negeri, tabungan nasional menjadi hal yang utama. Saving
investment Gap yang melebar dari tahun ketahun menunjukan bahwa pertumbuhan investasi
domestik, melebihi kemampuan dalam mengakumulasi tabungan nasional.

1.2 Tujuan Penulisan

1. Mengetahui dan memahami Teori Konsumsi dan Tabungan

2. Mengetahui dan memahami Fungsi Konsumsi dan Tabungan

3. Mengetahui Faktor-faktor yang mempengaruhi Konsumsi dan Tabungan

4|Konsumsi, Tabungan dan Investasi


BAB II
PEMBAHASAN

KONSUMSI
1. Pengertian Konsumsi

Konsumsi adalah segala kegiatan atau tindakan menghabiskan atau mengurangi


kegunaan (daya guna) barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan. Pembelanjaan
masyarakat atas makanan, pakaian, dan barang-barang kebutuhan mereka yang lain
digolongkan pembelanjaan atau konsumsi. Barang-barang yang di produksi untuk digunakan
oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya dinamakan barang konsumsi.
2. Faktor yang mempengaruhi konsumsi

1. Pendapatan

Pendapatan yang meningkat tentu saja biasanya otomatis diikuti dengan peningkatan
pengeluaran konsumsi. Contoh : seseorang yang tadinya makan nasi aking ketika mendapat
pekerjaan yang menghasilkan gaji yang besar akan meninggalkan nasi aking menjadi nasi
beras rajalele. Orang yang tadinya makan sehari dua kali bisa jadi 3 kali ketika dapat tunjangan
tambahan dari pabrik.

2. Kekayaan

Orang kaya yang punya banya aset riil biasanya memiliki pengeluaran konsumsi yang
besar. Contonya seperti seseorang yang memiliki banyak rumah kontrakan dan rumah kost
biasanya akan memiliki banyak uang tanpa harus banyak bekerja. Dengan demikian orang
tersebut dapat membeli banyak barang dan jasa karena punya banyak pemasukan dari
hartanya.

3. Tingkat Bunga

Bunga bank yang tinggi akan mengurangi tingkat konsumsi yang tinggi karena orang lebih
tertarik menabung di bank dengan bunga tetap tabungan atau deposito yang tinggi dibanding
dengan membelanjakan banyak uang.

4. Perkiraan Masa Depan

5|Konsumsi, Tabungan dan Investasi


Orang yang was-was tentang nasibnya di masa yang akan datang akan menekan konsumsi.
Biasanya seperti orang yang mau pensiun, punya anak yang butuh biaya sekolah, ada yang
sakit buatuh banyak biaya perobatan, dan lain sebagainya.

5. Komposisi Penduduk

Dalam suatu wilayah jika jumlah orang yang usia kerja produktif banyak maka
konsumsinya akan tinggi. Bila yang tinggal di kota ada banyak maka konsumsi suatu daerah
akan tinggi juga. Bila tingkat pendidikan sumber daya manusia di wilayah itu tinggi-tinggi
maka biasanya pengeluaran wilayah tersebut menjadi tinggi.

6. JumlahPenduduk

Jika suatu daerah jumlah orangnya sedikit sekali maka biasanya konsumsinya sedikit. Jika
orangnya ada sangat banyak maka konsumsinya sangat banyak pula.

7. Kebiasaan Adat Sosial Budaya

Suatu kebiasaan di suatu wilayah dapat mempengaruhi tingkat konsumsi seseorang. Di


daerah yang memegang teguh adat istiadat untuk hidup sederhana biasanya akan memiliki
tingkat konsumsi yang kecil. Sedangkan daerah yang memiliki kebiasaan gemar pesta adat
biasanya memeiliki pengeluaran yang besar.

8. Gaya Hidup Seseorang

Seseorang yang berpenghasilan rendah dapat memiliki tingkat pengeluaran yang tinggi
jika orang itu menyukai gaya hidup yang mewah dan gemar berhutang baik kepada orang lain
maupun dengan kartu kredit.

3. Teori Konsumsi

a. Teori Keynes (Keynesian Consumption Model)


Keynes menjelaskan bahwa konsumsi saat ini (current consumption) sangat dipengaruhi
oleh pendapatan diposabel saat ini (current diposable income). Jika pendapatan disposabel
meningkat, maka konsumsi juga akan meningkat.

b. Agio dari Von Bohm Bawerk


Menurut Agio dan Von Bohm orang itu lebih suka menghargai barang-barang sekarang
daripada barng di kemudian hari.

6|Konsumsi, Tabungan dan Investasi


c. Franco Modigliani

Menurut teori ini pola pengeluaran konsumsi masyarakat mendasar kepada kenyataan
bahwa pola penerimaan dan pola pengeluaran konsumsi seseorang pada umumnya
dipengaruhi oleh masa dalam siklus hidupnya.

d. James Dusenberry

James Dusenberry mengemukakan bahwa pengeluaran konsumsi suatu masyarakat


ditentukan terutama oleh tingginya pendapatan yang pernah dicapainya. Pendapatan
berkurang,konsumen tidak akan mengurangi pengeluaran untuk konsumsi.Untuk
mempertahankan tingkat konsumsi yang tinggi terpaksa mengurangi besarnya tabungan.

4. Fungsi Konsumsi

Menurut Keynes pengeluaran seseorang untuk konsumsi dipengaruhi oleh


pendapatanya. Semakin tinggi tingkat pendapatannyamaka tingkat konsumsinya juga
semakin tinggi. Sejalan dengan pemikiran tersebut, kiranya mudah untuk dimengerti bahwa
seorang yang tingkat pendapatannya semakin tinggi, semakin tinggi pula tingkat tabungannya
karena tabungan merupakan bagian dari pendapatan yang tidak dikonsumsikan.

7|Konsumsi, Tabungan dan Investasi


TABUNGAN
1. Pengertian

Tabungan merupakan bagian dari pendapatan yang tidak digunakan untuk


konsumsi.Tabungan biasanya disimpan dibank dalam bentuk saving(tabungan ),demand
deposit (giro), dan deposit (deposito). Ada pula tabungan yang digunakan untuk
mendapatkan aktiva-aktiva keuangan atau fisik, misalnya saham, sebagai balas jasanya
mendapatkan deviden, bunga, dan penerimaan sewa.

2. Faktor yang Mempengaruhi

 Pendapatan Masyarakat

Pendapatan sangat berpengaruh terhadap tingkat tabungan. Semakin besar pendapatan


semakin besar dorongan untuk menabung sebagian dari pendapatan.

 Tinggi rendahnya suku bunga

Tingkat suku bunga juga sangat berpengaruh terhadap tingkat tabungan karena semakin
tinggi tingkat suku bunga maka masyarakat akan semakin bersemangat untuk menabung.

 Kepercayaan terhadap bank

Apabila suatu bank tidak dipercaya maka tingkat tabungan akan menurun.

 Kondisi perekonomian makro

Bila kondisi perekonomian tidak stabil, krisis ekonomi dan moneter terus berlangsung,
pengangguran cenderung meluas, masyarakat akan lebih memilih hal yang utama sehingga
mengakibatkan menurunnya tingkat konsumsi dan tabungan.

 Hasrat untuk menabung

Hasrat untuk menabung atau marginal propensity to save (MPS) merupakan


kecenderungan tambahan untuk menabung.

 Distribusi Pendapatan
 Dana Pensiun
 Tabungan dan kekayaan yang sudah ada

8|Konsumsi, Tabungan dan Investasi


INVESTASI
1. Pengertian

Investasi adalah kegiatan penanaman modal untuk memperluas dan meningkatkan


produksi barang dan jasa guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam pelaksanaannya
investasi dapat dibedakan menjadi investasi bruto dan investasi neto.

a. Investasi Bruto

Investasi untuk meningkatkan kemampuan untuk memproduksi barang dan jasa serta
investasi pembelian benda-benda modal mengalami penyusutan. Adapun yang termasuk
investasi bruto adalah pembelian barang-barang modal, seperti tanah, mesin-mesin industri,
kendaraan membangun pabrik, kantor, perumahan, dan pembelian bahan-bahan serta
barang-barang persediaan.

b. Investasi Neto

Investasi bruto dikurangi penyusutan selama satu tahun. Dilihat dari sudut apakah
investasi itu dipengaruhi oleh pendapatan nasional atau tidak, maka investasi dibagi 2 yaitu
:

 Autonomous Investment adalah investasi mandiri yang tidak dipengaruhi oleh


pendapatan nasional. Pada umumnya investasi ini dilakukan oleh pengusaha.
 Induced Investment adalah investasi yang dipengaruhi adanya penanaman modal
yang yang dipengaruhi oleh pendapatan nasional. Makin tinggi pendapatan nasional
mekin besar jumlah investasi.

2. Faktor-Faktor yang Memepengaruhi Investasi

a. Pendapatan Nasional

Pendapatan nasional adalah faktor yang sangat menentukan tinggi rendahnya


investasi disuatu negara. Negara yang pendapatan nasionalnya tinggi, maka tingkat
investasinya juga tinggi.

b. Tingkat Keuntungan

Setiap investor tentu mengharapkan keuntungan dari penanaman modal yang


dilakukan. Tinggi rendahnya keuntungan yang diharapkan akan mempengaruhi besar kecilya
investasi

9|Konsumsi, Tabungan dan Investasi


c. Suku Bubga Pinjaman Bank

Pengusaha akan menanamkan modal nya disektor-sektor usaha yang akan mendatangkan
keuntungan bersih lebih tinggi daripada tingkat bank.

d. Perkiraan Situasi Perekonomian

Kondisi perekonomian yang stabil akan meningkatkan investasi, sebaliknya jika


perkiraan perekonomian masa depan suram,pendapatan masyarakat turun maka tingkat
investasi akan turun.

e. Perkiraan Keamanan

Keamanan,ketertiban, dan ketenangan sangat diperlukan dalam kehidupan


perekonomian dan pelaksanaan penanaman modal.Terjadinya kerusuhan sosial,
pemberontakan, pembakaran.Dan pembunuhan,perusakan sarana dan prasarana ekonomi
mengakibatkan investor ragu dalam melaksanakan penanaman modal.

f. Marginal Efficiency of Capital (MEC)

MEC merupakan kemampuan modal dalam induced investment bahwa meningkatnya pendapatan
masyarakat akan mendorong meningkatnya permintaan yang dibarengi dengan kemampuan daya
beli.

3. Teori

a. John Maynard Keynes

Keynes mengatakan bahwa investasi bergantung kepada tingkat suku bunga


kemudian dibandingkan dengan marginal efficiency of capital (MEC). Hubungan investasi
dan tingkat suku bunga dapat ditulis secara matematis sebagai berikut :

I = f (i) Keterangan :

I = investasi (investment)

I = tingkat suku bunga (interest)

4. Pelaku Investasi

a. Pemerintah (Public investment)


Investasi yang dilakukan oleh pemerintah yang bertujuan untuk menungkatkan kesejahteraan
rakyat.

10 | K o n s u m s i , T a b u n g a n d a n I n v e s t a s i
b. Swasta (private investment)
Investasi yang dilakukan oleh pihak swasta dengan tujuan utamanya yaitu untuk memperoleh
keuntungan dan pertumbuhan pendapatan.

c. Pemerintah dan Swasta


Investasi ini umunnya di lakuakan pemerintah dan swasta luar negeri, walaupun tetap ada investasi.

BAB III
PENUTUP

11 | K o n s u m s i , T a b u n g a n d a n I n v e s t a s i
Kesimpulan

1. Konsumsi adalah pembelanjaan atas barang-barang dan jasa-


jasa yang dilakukan oleh rumah tangga dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dari or
ang yang melakukan pembelanjaan tersebut.
2. Semakin besar pendapatan seseorang maka semakin banyak tingkat konsumsinya pula, dan
tingkat tabungannya pun akan semakin bertambah. Begitu pula sebaliknya apabila tingkat
pendapatan seseorang semakin kecil, maka seluruh pendapatannya digunakan untuk konsumsi
sehingga tingkat tabungannya nol.
3. Pendapatan suatu negara terdiri atas dua hal, yaitu : (1). Pendapatan Perseorangan ( Y=C+S)
dan (2). Pendapatan Perusahaan (Y=C+I). Apabila pendapatan berubah, maka perubahan
tersebut akan berpengaruh terhadap konsumsi dan tabungan
4. Konsumsi adalah dibawah prediksi, Tabungan adalah lebih tinggi dari yang
diramalkanImplikasinya
5. Fungsi konsumsi Keynes adalah fungsi konsumsi jangka pendek.Keynes tidak mengeluarkan
fungsi konsumsi jangka panjang karena menurut Keynes bahwa di dalam jangka panjang, kita
semua akan mati

DAFTAR PUSTAKA

12 | K o n s u m s i , T a b u n g a n d a n I n v e s t a s i
https://iamfadhli.wordpress.com/2015/06/19/makalah-tabungan-dan-
investasi/
https://www.scribd.com/doc/31183276/Konsumsi-Tabungan-Dan-Investasi
http://digilib.uinsby.ac.id/9999/4/bab1.pdf
http://pustakauntuksemua.blogspot.co.id/2013/06/analisis-permintaan-dan-
penawaran.html

13 | K o n s u m s i , T a b u n g a n d a n I n v e s t a s i

Anda mungkin juga menyukai