Anda di halaman 1dari 10

ARTIKEL FISIKA BUMI

ILMU KEBUMIAN
Disusun untuk memenuhi tuga mata kuliah fisika bumi

Oleh

ESTHI WULAN PUSPITA


M0205024

JURUSAN FISIKA
FAKULTA MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
2008
ILMU-ILMU KEBUMIAN

1. GEOLOGI
Secara Etimologis Geologi berasal dari bahasa Yunani yaitu Geo yang
artinya bumi dan Logos yang artinya ilmu, Jadi Geologi adalah ilmu yang
mempelajari bumi. Secara umum Geologi adalah ilmu yang mempelajari planet Bumi,
termasuk Komposisi, keterbentukan, dan sejarahnya.
Geologi merupakan bagian dari berbagai aspek lingkungan hidup
manusia. Berbagai proses dan aspek pembentukan masyarakat memerlukan
pengetahuan dasar geologi. Contohnya: Sumber daya alam dan energi,
pembangungan, lingkungan maupun bencana alam.
Aplikasi baru dalam Ilmu Geologi Moderen
• Mineralogi dan Kedokteran (Polusi lingkungan hidup seperti asbes, merkuri dan
vvpeptisida.)
• Geologi lingkungan purba (GeoArkeologi)
• Bencana gempa bumi dan bencana Gunung Berapi (telah menelan korban lebih dari
kk100.000 jiwaj selama 100 tahun terakhir)
Karena Bumi tersusun oleh batuan, pengetahuan mengenai komposisi,
pembentukan, dan sejarahnya merupakan hal utama dalam memahami sejarah bumi.
Dengan kata lain batuan merupakan objek utama yang dipelajari dalam geologi.
Secara keseluruhan bumi ini terdiri dari beberapa lapisan yaitu :
1. Atmosfer, yaitu lapisan udara yang menyelubungi Bumi
2. Hidrosfer, yaitu lapisan air yang berada di permukaan Bumi
3. Biosfer, yaitu Lapisan tempat makhluk hidup
4. Lithosfer, yaitu lapisan batuan penyusun Bumi
Ruang lingkup pembelajaran geologi yaitu lithosfer yang merupakan lapisan batuan
penyusun bumi dari permukaan sampai inti bumi. Geologi juga mempelajari benda-
benda luar angkasa, dan bukan tak mungkin suatu saat nanti kita dapat mengetahui
keadaan geologi bulan misalnya.
2. GEOFISIKA
Dalam mempelajari gejala kebumian , telah berkembang berbagai macam
bidang keilmuan, diantaranya bidang geofisika eksplorasi. Bidang ini mempelajari
gejala kebumian pada lapisan bumi bagian permukaan saja. Study lapisan bumi
bagian permukaan terjadi perkembangan ilmu kebumian yaitu bidang geoteknik.
Bidang ini mempelajari lapisan bumi bagian permukaan dengan tujuan untuk
perencanaan pemanfaatandaerah di atas lapisan pemukaan bumi tersebut.
Geofisika merupakan ilmu yang mempelajari kondisi dan fenomena fisik
alam, mulai dari permukaan bumi hingga struktur interior bumi melalui penerapan
teori atau konsep fisika. Fenomena alam itu di antaranya gempa bumi, tsunami,
aktivitas gunung api, tanah longsor serta dinamika bumi secara global. Selain itu,
Geofisika berperan penting dalam eksplorasi SDA seperti air tanah, mineral,
geotermal (panasbumi), minyak dan gas bumi. Metoda Geofisika dapat diaplikasikan
pada studi geoteknik, lingkungan, arkeologi, bahkan penyelidikan forensik. Atau
dapat dikatakan, dalam melakukan eksplorasi, geofisika merupakan salah satu ilmu
terdepan yang dibutuhkan. Setelah mendapatkan minyak bumi bukan berarti tugas
bidang geofisika selesai, karena dalam geofisika dikenal metode empat dimensi (4D).
Di dalamnya, terdapat varibel waktu yang berfungsi mendeteksi arah pergerakan
minyak tersebut.
Metode pengamatan geofisika pada dasarnya adalah mengamati gejala
gangguan yang terjadi pada keadaan normal. Gangguan ini dapat bersifat statik
ataupun dinamik. Gejala gangguan yang terdapat pada keadaan normal disebut
anomaly. Dengan metoda geofisika kita bisa menduga jenis litologi, kedalaman dan
struktur lapisan batuan di bawah permukaan tanah. Metoda geofisika secara garis
besar terbagi dua yaitu yang bersifat statis dan dinamis. Disebut metoda geofisika
statis karena kita mengukur besaran fisika yang sudah ada dalam batuan tanpa
pengaruh dari luar, misalnya metoda gravity, magnetik dan paleomagnetik. Sedangkan
untuk metoda geofisika dinamis digunakan perlakuan khusus terhadap perlapisan
batuan, sehingga kita bisa menduga jenis litologinya dari respon yang terjadi.
Metode-metode yang sering dipakai dalam geofisika eksplorasi tersebut
adalah:

Metode Parameter yang diukur Sifat-sifat fisika yang terlibat


Densitas dan modulus
Waktu tiba gelombang seismik
elastisitas yang menentukan
Seismik pantul atau bias, amplitudo dan
kecepatan rambat gelombang
frekuensi gelombang seismik
seismik
Variasi harga percepatan gravitasi
Gravitasi Densitas
bumi pada posisi yang berbeda
Variasi harga intensitas medan
Suseptibilitas atau remanen
Magnetik magnetik pada posisi yang
magnetik
berbeda
Resistivitas Harga resistansi dari bumi Konduktivitas listrik
Tegangan polarisasi atau
Polarisasi
resistivitas batuan sebagai fungsi Kapasitansi listrik
terinduksi
dari frekuensi
Potensial diri Potensial listrik Konduktivitas listrik
Respon terhadap radiasi Konduktivitas atau Induktansi
Elektromagnetik
elektromagnetik listrik
Waktu tiba perambatan
Radar Konstanta dielektrik
gelombang radar
Metoda yang didasarkan pada teori gravitasi, magnetik dan
elektromagnetik, pengembangannya dapat digunakan untuk eksplorasi air tanah,
mineral, geotermal, minyak dan gas, studi struktur interior gunung api, geoteknik,
lingkungan, arkeologi, forensik, dan sebagainya.
Dengan menggunakan sifat keelektromagenetan batuan bawah permukaan,
kita dapat melokalisasi batuan yang memiliki sifat mineral tertentu. Misalnya untuk
eksplorasi nikel, emas, bijih besi, dan sebagainya. Selain itu karena menggunakan
gelombang elektromagnet dengan frekuensi yang tinggi, kita dapat mencitrakan
kondisi suatu bangunan (jembatan, gorong-gorong, pipa, dll) dengan metoda GPR.
Untuk mendapatkan hasil maksimal dalam melakukan eksplorasi, terlebih
dahulu diketahui karakter atau sifat target yang ingin dicari keberadaannya. Dengan
mengetahui karakter dari barang tambang tersebut, kita dapat menentukan metode
yang cocok untuk dipakai. Tiap metode geofisika mengukur atau mendeteksi besaran
yang berbeda-beda.
3. ILMU TANAH
llmu tanah adalah ilmu yang mempelajari seluk beluk tanah. Tanah adalah
lapisan yang menyeliputi bumi antara litosfer (batuan yang membentuk kerak bumi)
and atmosfer. Tanah adalah tempat tumbuhnya tanaman dan mendukung hewan dan
manusia.
Tanah berasal dari pelapukan batuan dengan bantuan tanaman dan
organisme, membentuk tubuh unik yang menyelaputi lapisan batuan. Proses
pembentukan tanah dikenal sebagai pedogenesis. Proses yang unik ini membentuk
tanah sebagai tubuh alam yang terdiri atas lapisan-lapisan atau disebut sebagai
horizon. Setiap horizon dapat menceritakan mengenai asal dan proses-proses fisika,
kimia dan biologi yang telah dilalui tubuh tanah tersebut.
Hans Jenny (1899-1992), seorang pakar tanah asal Swis yang bekerja di
Amerika Serikat, dalam bukunya Factors of Soil Formation (1941) mengajukan
konsep pembentukan tanah sebagai:
S = f(cl, o, r, p, t).
S adalah Soil (Tanah), cl = climate (iklim), o = organism, r = relief
(topografi), p = parent material (bahan induk atau batuan), t = time (waktu).
Selain mempelajari faktor dan proses pembentukan tanah, ilmuwan tanah
juga mempelajari sifat-sifat dan proses-proses fisika, kimia dan biologi dalam tanah.
Sehingga lahirlah disiplin-disiplin
1. Pedologi
2. Fisika tanah
3. Kimia tanah
4. Biologi tanah
5. Konservasi tanah
6. Mekanika tanah
7. Pemetaan dan survai tanah
8. Pedometrika
ARTIKEL FISIKA BUMI
METODE GEOFISIKA
Disusun untuk memenuhi tuga mata kuliah fisika bumi

Oleh

ESTHI WULAN PUSPITA


M0205024

JURUSAN FISIKA
FAKULTA MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
2008
METODE GEOFISIKA

Dalam pembahasan gefisika memiliki beberapa metode antara lain: grafitasi, mekanik,
seismologi, seismic, geolistrik, dll. Disini akansedikit dijabarkan tentang dua metode
yaitu seismic dan geolistrik.
1. METODE SEISMIC
metode seismic adalah salah satu metode geofisika yang penting dan
banyak sipakai. Hal ini disebabkan metode seismic memiliki ketepatan serta
resolusi yang tinggi di dalam memodelkan struktur geologi di bawah
pemukaan bumi. Metode ini dikategorikan menjadi dua yaitu
a. seismic bias dangkal (head wave atau refracted seismic)
b. seismic refleksi (reflected seismic)
disini seismic refraksi efektif digunakan untuk penentuan struktur geologi
yang dangkal sedangkan seismic reflaksi untuk struktur geologi yang dalam.
Eksplorasi seismik refleksi dapat dikelompokan menjadi dua: prospek dangkal
dan prospek dalam. Eksplorasi prospek dangkal biasanya diaplikasikan untuk
batu bara dan barang tambang lainnya. Sedangkan prospek dalam digunakan
untuk eksplorasi daerah prospek hidrokarbon (gas dan minyak bumi). Dalam
metode seismik terdapat tiga tahapan: akuisisi (cara pengambilan data),
processing dan interpretasi. Ketiga tahap ini sangat menentukan dan terkait
antara satu dengan lainnya.
Dasar teknik seismic dapat digambarkan sebagai berikut, suatu
sember gelombang dibangkitkan di permukaan bumi. Karena materian bumi
bersifat elastis maka gelombang seismic yang terjadi akan dijalarkan kedalam
bumi dengan berbagai arah . pada bidang batas antar lapisan, gelombang
seismic ini sebagian dipantulkan dan sebagian yang lain dibiaskan untuk
diteruskan kepermukaan bumi. Didalam bumi gelombang tersebut diterima
oleh serangkaian penerima (geophone) yang umumnya disusun membentuk
garis lurus dengan sumber ledakan, kemudian dicatat oleh alat seismograf dan
jarak antara penerima dengan sumber ledakan, struktur lapisan bumi di bawah
permukaan dapat diperkirakan berdasar sifat kecepatan gelombangnya.
2. METODE GEOLISTRIK
Penggunaan geolistrik pertama kali dilakukan oleh Conrad
Schlumberger pada tahun 1912. Geolistrik merupakan salah satu metoda
geofisika untuk mengetahui perubahan tahanan jenis lapisan batuan di bawah
permukaan tanah dengan cara mengalirkan arus listrik DC ('Direct Current')
yang mempunyai tegangan tinggi ke dalam tanah. Injeksi arus listrik ini
menggunakan 2 buah 'Elektroda Arus' A dan B yang ditancapkan ke dalam
tanah dengan jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB akan
menyebabkan aliran arus listrik bisa menembus lapisan batuan lebih dalam.
Dengan adanya aliran arus listrik tersebut maka akan menimbulkan
tegangan listrik di dalam tanah. Tegangan listrik yang terjadi di permukaan
tanah diukur dengan menggunakan multimeter yang terhubung melalui 2 buah
'Elektroda Tegangan' M dan N yang jaraknya lebih pendek dari pada jarak
elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah menjadi lebih besar maka
tegangan listrik yang terjadi pada elektroda MN ikut berubah sesuai dengan
informasi jenis batuan yang ikut terinjeksi arus listrik pada kedalaman yang
lebih besar.
Metode geolistrik ini memiliki banyak macamnya antara lain:
a. metode potensial diri
b. arus telluric
c. magnetotelluric
d. elektromagnetik
e. induced polarization
f. metode resistivitas
g. dan lain-lain
disini akan lebih dijabarkan terkait metode resistivitas ( tahanan jenia ).
Metode resistivitas
Metode resistivitas merupakan metode geolistrik yang mempelajari
sifat tahanan jenis listrik dari lapisan batuan di dalam bumi. Berdasarkan
tujuan penyelidikan metode resistivitas ini dibagi menjadi dua kelompok
besar:
a. metode resistivitas mapping
b. metode resistivitas sounding
Metode ini dikenal berbagai macam konfigurasi. Diantaranya yang sring
digunakan adalah :
- konfigurasi wenner
- konfigurasi schlumberger
- konfigurasi Bipol-dipol
konfigurasi diatas memiliki kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu
harus dilakukan pemilihan terlebih dahulu jenis konfigurasi yang sesuai
dengan kasus yang dihadapi
3. GPR (Ground Penetrating Radar)
Ground Penetrating Radar (GPR) biasa disebut georadar. Berasal dari
dua kata yaitu geo berarti bumi dan radar singkatan dari radio detection and
ranging. Jadi, arti harfiahnya adalah alat pelacak bumi menggunakan
gelombang radio. GPR baik digunakan untuk eksplorasi dangkal (nearsurface)
dengan ketelitian (resolusi) yang amat tinggi, sehingga mampu mendeteksi
benda sasaran bawah permukaan hingga benda yang berdimensi beberapa
sentimeter sekali pun.
GPR merupakan salah satu metode geofisika yang menggunakan
sumber gelombang elektromagnetik. Karena itu, GPR tergolong metode
geofisika tidak merusak (nondestructive). Kelebihan lain GPR adalah biaya
operasionalnya yang rendah, prosedur pengerjaan mudah, dan ketelitian sangat
tinggi (resolusi tinggi). Kelemahannya, penetrasinya tidak terlalu dalam atau
daya tembus metode ini hanya sampai puluhan meter (± 100 meter).
Itu sebabnya, metode ini bisa dikatakan cocok untuk pencarian situs
(atau harta karun). Dengan catatan: tempat itu benar-benar diyakini atau barang
tambang yang tempatnya tidak terlalu dalam. Karena panjang gelombang itu
mencerminkan ukuran minimum benda yang dapat terdeteksi. Makin tinggi
frekuensi makin kecil panjang gelombang, sehingga makin kecil ukuran benda
yang dapat terdeteksi (makin tinggi pula ketelitiannya). Hasil pencitraan GPR
bisa memunculkan informasi semacam ketebalan permukaan aspal jalan, jalur
pipa bawah tanah untuk mencari bedrock yang pas guna pondasi bangunan
hingga mencari mayat hilang dan fosil arkeologis.
Seperti dijelaskan di awal, radar memancarkan semacam gelombang
elektromagnet yang kemudian ditangkap balik oleh sensor alat. Spektrum
frekuensi yang digunakan disesuaikan kebutuhan pengukurannya. Gelombang
yang dipancarkan adalah gelombang pendek (mikro) agar bisa terpenetrasi ke
bawah permukaan bumi. Respons data yang diterima, diolah berdasarkan
hukum pantulan (refleksi) dan pembiasaan (gelombang). Tentu saja banyak hal
yang mempengaruhi penjalaran (propagasi) gelombang.
Secara keseluruhan, alat GPR berbobot tidak lebih dari lima kilogram,
sehingga sangat leluasa bergerak. Alat ini bekerja dengan dua antena. Satu
berfungsi sebagai transmiter, yaitu bertugas memancarkan gelombang radar.
Lainnya sebagai receiver, bertugas menerima gelombang radar yang
dipantulkan bahan di sekelilingnya kemudian diolah grafiknya ke dalam
komputer.
Pada prinsipnya, metode georadar dengan metode seismik sama yaitu
membangkitkan gelombang buatan ke dalam bumi. Perbedaannya hanya pada
jenis gelombang yang digunakan.

SUMBER : Buku goelistrik tahanan jenis oleh Lilik Hendrajaya dan Idam Arif
www.indomedia.com/BPost/052006/11/opini/opini1.htm,