Anda di halaman 1dari 1

Depresi banyak dialami oleh remaja, daripada usia anak-anak, ataupun usia dewasa.

Pada
depresi yang dialami remaja, dikaitkan karena perbedaan gender, dimana remaja perempuan lebih
rentan terkena depredi daripada remaja laki-laki.

Dalam 3 penilitian oleh Studi Marcotte(2002), (McGrath, et al.; dalam Gladstone dan Koenig,
2002), dan Hankin et al.; dalam Calvete dn Cardenoso,2005) menyatakan bahwa depresi pada remaja
perempuan lebih banyak terjadi daripada remaja laki-laki, tetapi hanya 1 penelitian dari Nolen-
Hoeksema(1987-1990) yang menghsilkan bahwa tidak adaperbedaan genderterhadap depresi.

Terkait perbedaan gender terhadap timbulnya depresi dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu :

 Adanya perubahan fisik dan hormonal, dimana perempuan lebih berfikir kurang baik tehadap
perubahan yang terjadi , serta timbulnya keinginan menjalin hubungan interpersonal pada
remaja perempuan
 Adanya perbedaan pengatasan masalah pada remaja perempuan dan remaja laki-laki yaitu,
remaja laki-laki lebih efektif dalam mengatasi masalahnya.
 Remaja perempuan lebih cepat mengalami perubahan yang lebih cepat, serta remaja
perempuan lebih terpengaruh secara genetika terhdap depresi yang dituran dari orang tuanya
daripada remaja laki-laki.

Sedangkan menurut pandangan psikologi perbedaan gender terhadap timbulnya depresi


diakibatkan karna terdapt perbedaan antara remaja perempuan dan remaja laki-laki
dalammenghayati dan menampilkan masalah.

Menurut hasil dari penelitian tersebut, digunakan untuk menguji hipotesis yang berupa
perbedaan depresi antara laki-laki dan perempuan.