Anda di halaman 1dari 5

Faktor-Faktor Kemunduran Islam di Dunia

Nama Anggota :
 Arista Dwi Rahmawati (06)
 Chantika Putri Ana (07)
 Muhammad Aris Subagio (21)
 Nanda Fitria Rahayu (22)
 Seftyana Wakhidatul M (27)
 Sri Mulyani (30)
A. MASA KEMUNDURAN ISLAM (1250-1500 M)

 Kemunduran Islam di Bagdad

Masa-masa kemajuan dunia islam yang telah berjalan beberapa abad lamanya, yang
pengaruhnya telah merebak dan merambah jauh ke berbagai belahan dunia non muslim
pada akhirnya juga mengalami masa-masa kemundurannya. Berbagai macam krisis yang
sangat komplek telah menerpa dunia islam. Jatuhnya kota Bagdad pada tahun 1258 M ke
tangan bangsa mongol bukan saja mengakhiri khilafah Abbasiyah, tetapi merupakan juga
awal kemunduran peradaban islam, karena Bagdad sebagai pusat kebudayaan dan
peradaban islam yang sangat kaya dengan khazanah ilmu pengetahuan itu ikut pula
lenyap dibumihanguskan oleh pasukan mongol yang di pimpin Hulagu Khan.
Bagdad yang terkenal sebagai pusat kebudayaan dan pengetahuan islam, pada tahun
1258 M mendapat serbuan tentara mongol. Tentara mongol menyembelih seluruh
penduduk dan menyapu Bagdad bersih dari permukaan bumi. Dihancurkan segala pusaka
dan peradaban yang telah dibuat beratus-ratus tahun lamanya. Diangkut kitab-kitab yang
telah dikarang oleh ahli ilmu pengetahuan bertahun-tahun lalu dihanyutkan ke dalam
sungai dajlah, sehingga berubah warna airnya lantaran tinta yang larut. Khalifah sendiri
beserta keluarganya dimusnahkan sehingga terputuslah keturunan abbasiyyah dan
hancurlah kerajaannya yang telah lama bertahta selama 500 tahun.

 Kemunduran Islam di Andalusia (Spanyol)

Ketika Bagdad dihancurkan oleh tentara mongol yang dipimpin Hulagu Khan (anak
Jenghiz Khan), sebanarnya Umayah di Andalusia juga sedang mengalami sebuah krisis
pemerintahan dimana kekuasaan Islam sudah banyak yang terlepas karena mengalami
berbagai macam faktor diantaranya mendapatkan serangan dari tentara-tentara kaum
Kristen yang tidak rela tanahnya diduduki oleh pendatang. Satu demi satu wilayah
kekuasaan islam berhasil direbut kembali oleh kaum kristiani.
Satu tahun (1493) setelah kemenangan tersebut masjid-masjid umat islam disulap
menjadi gereja-gereja dan kebudayaan-kebudayaan islam yang tak ternilai harganya
dihancurkan dengan rasa gembira.

 Kemunduran Islam di Mongol

Bangsa Mongol mengalami kemajuan ketika di pimpin oleh Timujin yang bergelar
Jenghis Khan (Raja yang perkasa). Ketika dia memimpin bangsa Mongol banyak daerah
yang ditaklukannya seperti Cina, dan negeri-negeri Islam lainnya.
Pada saat kondisi fisiknya mulai lemah, Jenghiskan mulai menyerahkan
kepemimpinannya kepada anaknya yang bernama Hulagu Khan. Ia berhasil mengalahkan
pemerintahan abbasyiah yang dipimpin al-Mu’tashim dan menghacurkan peradaban
dunia islam. Walaupun sudah dihancurkan, Hulagu Khan memantapkan kekuasaannya di
Bagdad selam dua tahun, sebelum melanjutkan gerakan ke Syiria dan Mesir, tetapi
mereka di Mesir dikalahkan oleh pasukan mamalik dalam perang ‘ain jalut pada tanggal
3 september 1260.
Bagdad dan daerah-daerah yang ditaklukan Hulagu selanjutnya diperintah oleh dinasti
Ilkhan. Ilkhan adalah gelar ayang diberikan kepada Hulagu Khan. Ilkhan berarti Khan
yang Agung. Selajutnya gelar tersebut diwarisi oleh para keturunannya. Keturunan dari
Hulagu Khan yang beragama islam adalah Ahmad Taguder, tapi beliau mati ditangan
para pembesar kerajaan yang lain. Selain Taguder, Mahmud Ghazan (1295-1304), raja
yang ketujuh, dan raja-raja selanjutnya pemeluk agama islam. Berbeda dengan raja-raja
sebelumnya, Ghazan mulai memperhatikan perkembangan peradaban. Ia seorang
pelindung ilmu pengetahuan dan sastra. Ia amat gemar kepada kesenian terutama
arsitektur dan ilmu pengetahuan alam seperti astronomi, kimia minerologi, metalurti dan
botani. Ia membangun semacam biara untuk para darwi, perguruan tinggi madzhab
Syafi’I dan hanafi, sebuah perpustakaan, observatorium dan gedung-gedung umum
lainnya. Pada masa pemerintahan Abu Sa’id (1317-1334 M), terjadi kelaparan yang
sangat menyedihkan dan angin topan dengan hujan es yang mendatangkan mala petaka.
Kerajaan Ilkhan yang didirikan oleh hulagu khan terpecah-pecah setelah pemerintahan
Abu Sa’id kerajaan pecahan-pecahan tersebut ditaklukan oleh timur lenk. Penguasa islam
yang terakhir dari keturunan Mongol adalah timur lenk yang berarti timur si pincang.
Ketika Timur lenk menjadi penguasa tunggal di tanah kelahirannya, ia mulai melakukan
invasi-invasi ke wilayah-wilayah lain.
Kemudian kekuasaannya digantikan oleh anaknya yang bernama Syah Rukh (1404), ia
seorang raja yang adil dan lemah lembut. Setelah wafat, ia diganti oleh anaknya Ulugh
Bey, ia seorang raja yang alim dan sarjana ilmu pasti. Selama dua tahun memerintah ia
dibunuh oleh anaknya yang haus kekuasaan, abul latif. Kerajaan timur lenk dan
keturunannya berakhir ditangan abu latif, dimana ketika ia memerintah banyak wilayah-
wilayah yang ditaklukannya memisahkan diri dan banyak huru-hara di sana-sini. Abu
latif sendiri terbunuh ketika berperang melawan Uzun Hasan, pengusa Ak Koyunlu.

 Kemunduran Islam di Mesir

Satu-satunya negeri islam yang selamat dari serbuan-serbuan tentara mongol dan timur
lenk, adalah Mesir. Mongol dan timur lenk tidak mampu mengalahkan negeri mesir
Karena di sana terdapat dinasti Mamalik. Dinasti mamalik mengalami perkembangan
yang sangat pesat ketika dipimpin oleh baybars, ia seorang pimpinan militer yang
tangguh dan cerdas. Pada masa ini banyak para ilmuan yang muncul baik ilmu pasti,
umum ataupun agama. Diantra para ilmuan tersebut, Ibn Khaldun, Ibn Hajr al-Asqalani,
Ibn Taimiyah, Ibn Qayyim al-Jauziyah.

Kemunduran dinasti mamalik disebabkan karena para sultan tidak lagi memperhatikan
kesejahtraan rakyatnya mereka lebih mementingkan dirinya sendiri, menerapkan pajak
yang sangat memberatkan rakyat.
B. Faktor – Faktor Penyebab Kemunduran Islam di Dunia

1. Akibat jauhnya umat Islam dari Kitabullah dan As Sunnah.

Kitabullah dan sunnah rasul-Nyalah yang akan mengangkat harkat dan martabat suatu
bangsa. Dengannya Allah swt meneguhkan keyakinan kaum muslimin dalam melawan
musuh-musuhnya. Dengannya pula Allah mengangkat suatu kaum dan merendahkan kaum
yang lain.

Jauhnya umat Islam dari Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya merupakan salah satu yang
mengakibatkan umat Islam kini mempunyai konsep diri yang buruk sekali. Lihatlah hari ini !.
berapa banyak anak-anak kita pada umur 9 tahun sudah hafal alquran. Jangankan menghafal,
membacanyapun masih sangat jarang. Berapa banyak anak-anak kita yang paham bahasa
alquran ?. Hanya untuk belajar matemataika, bahasa inggris dan ilmu umu lainnya kita rela
untuk mengkursuskan anak-anak kita, sedangkan untuk bahasa arab hampir tidak terpikirkan.

Maka benar apa yang disampaikan nabi kita Muhammad saw dalam hadistnya :

“Dari Ali bin abi Tholib ra berkata, bersabda Rasulullah saw : Akan datang pada ummatku
suatu zaman, yang tidak tersisa dari dari islam kecuali namanya, dan tidak tersisa dari
alqur’an kecuali tulisannya, masjid mereka ramai akan tetapi sepi dari petunjuk, ulama
mereka sejelek-jelek manusia dikolong langit, darinya keluar fitnah dan kepada mereka
fitnah tersebut kembali.” (HR. Baihaqi)

2. Taklid (ikut-ikutan).

Karena umat tidak punya nilai, tidak memiliki prinsip-prinsip yang sangat berharga
sebagaimana yang ada di dalam Al Qur’an dan As Sunnah, akhirnya yang mereka lakukan
adalah mencari nilai dari orang lain. Kalau sudah demikian yang terjadi, maka mereka akan
mengikuti apa saja sesuai dengan kebiasaan orang lain. Akibatnya adalah ikut-ikutan. Ini
yang pernah diantisipasi oleh Rasulullah saw, dalam haditsnya yang artinya :

“Sungguh kalian akan mengikuti cara-cara Sunan, gaya-gaya orang-orang sebelum kalian
satu jengkal, satu hasta, satu depa, secara bertahap sehingga sampai mereka memasuki
lubang biawak sekalipun kalian akan mengikutinya”. Para sahabat bertanya, ”Yahudi dan
Nasrani?”. Jawab Rasul, ”Siapa lagi kalau bukan mereka”. (HR. Bukhori)

Antisipasi ini nampaknya sudah terasa dimasa sekarang. Penyebabnya adalah umat ini telah
kehilangan nilai, prinsip dan tidak punya paradigma dalam hidup serta konsep hidup tidak
jelas. Padahal dalam Qur’an dan Sunnah sangat kaya dengan seluruh prinsip kehidupan
manusia.

3. Terjadinya perpecahan di kalangan umat.

Banyaknya organisasi-organisasi dan partai-partai umat Islam yang diakibatkan karena umat
sekarang ini tidak punya nilai konsep persatuan dan kesatuan fikroh pemikiran, dan akidah.
Semua merasa dirinya benar dan tidak bersikap dewasa. Yaitu sikap bahwa antara gerakan
yang satu membutuhkan gerakan yang lain.
4. Adanya pertempuran antara haq dan bathil .

Salah satu pelajaran berharga bagi umat Islam adalah “Perang Salib”, yang menggunakan
berbagai dimensi pertempuran, politik, ekonomi, dan perang di tataran keagamaan. Musuh-
musuh Islam menggunakan berbagai macam cara, mereka itu dari berbagai macam kelompok
yaitu orang-orang yang tidak beragama, atheis, yahudi, musyrikin, nasrani dan munafik.
Imam syafi’I dalam tafsir Ibnu katsir di akhir surat al kafirun menyatakan : apapun jenisnya
kekufuran itu merupakan satu pokok ajaran. Mereka bersatu padu untuk membangun satu
kesepakatan dan konspirasi yang selanjutnya mereka menggunakan berbagai macam sarana.

Akan tetapi Allah Ta’ala akan menyempurnakan cahayanya walaupun orang-orang kafir tidak
senang. Allah Ta’ala berfirman :

َ‫ور ِه َولَ ْو َك ِرهَ ْال َكافِ ُرون‬


ِ ُ‫ور هللاِ بِأ َ ْف َوا ِه ِه ْم َوهللاُ ُمتِ ُّم ن‬ ْ ُ‫يُ ِريدُونَ ِلي‬
َ ُ‫ط ِفئُوا ن‬
Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah
tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci. [QS As Shoff : 8]

Pada akhirnya, dengan seluruh sarana itu umat Islam digiring menjadi kelompok yang
tertindas. Pada saat umat ini merasakan titik bawah dalam kehidupan, kehilangan
kepercayaan diri, saat itulah mereka punya peluang untuk dimurtadkan. Perang pemikiran
ternyata merupakan langkah pertama yang utama dalam pertempuran antara haq dan bathil.

Banyak teori-teori sekarang ini yang menjauh dari nilai-nilai Islam, teori yang terkait dengan
kemanusiaan, seperti ekonomi politik, sosial budaya atau psikologi. Karena kita tidak
memiliki kekuatan prinsip nilai-nilai Islam, tidak memiliki paradigma teori yang
bersumberkan dari Al Quran dan Sunnah Rasulullah saw, pada akhirnya kita semua
mengikuti seluruh teori-teori itu tanpa sedikitpun kita menyeleksi, akibatnya persepsi kita
berubah. Cara berfikir kita juga berubah, umat Islam tidak lagi mencerminkan cara berfikir
yang islami, sehinga emosi umat Islam pun tidak memiliki emosi yang islami.

Sebagai jalan keluar dari semua itu adalah mengembalikan seluruh permasalahan kepada al
quran dan as sunnah. Sebagaimana perkataan imam malik rahimahullah :

َ ‫آخ َر َه ِذ ِه ْاْل ُ َّمة ِإالَّ ِب َما‬


‫صلُ َح ِب ِه أ َ َّولُ َها‬ ِ ‫صلُ َح‬
ْ َ‫لَ ْن ي‬
“Generasi akhir ummat ini tidak akan kembali jaya, kecuali dengan apa-apa yang telah
mengantarkan kejayaan generasi awal”

artinya, jauh dekatnya kita dengan pemahaman para salaf akan mempengaruhi kuat dan
tidaknya ummat islam ini. Semoga kita senantiasa diberikan kekuatan untuk mengembalikan
kembali kejayaan islam.