Anda di halaman 1dari 83

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Keluarga yang merupakan bagian dari masyarakat sesungguhnya

mempunyai peranan yang sangat penting dalam membentuk budaya dan

perilaku sehat. Dari keluargalah pendidikan kepada individu dimulai,

tatanan masyarakat yang baik diciptakan, budaya dan perilaku sehat dapat

lebih dini ditanamkan. Oleh karena itu, keluarga mempunyai posisi yang

strategis untuk dijadikan sebagai unit pelayanan kesehatan karena masalah

kesehatan dalam keluarga saling berkaitan dan saling mempengaruhi antar

anggota keluarga, yang pada akhirnya juga akan mempengaruhi keluarga

dan masyarakat yang ada disekitarnya.

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang secara

terus menerus mengakibatkan tingkat pendidikan dan teknologi semakin

maju. Orang dengan mudah berobat dan tidak takut dengan penyakit

berbahaya. Tapi hal ini dipengaruhi oleh peningkatan biaya pengobatan

sementara masyarakat, masih banyak yang hidup dibawah garis kemiskinan.

Oleh karena itu masyarakat harus sudah mengenal kesehatan keluarga dari

sekarang agar masyarakat mengenal arti pentingnya kesehatan. Agar

masyarakat hidup sehat, maka keperawatan keluarga merupakan salah satu

area spesialis dalam keperawatan yang berfokus kepada keluarga sebagai

target pelayanan. Tujuan dari keperawatan keluarga adalah untuk

1
meningkatkan kesehatan keluarga secara menyeluruh dan setiap anggota

keluarga.

Keluarga berperan dalam menentukan cara asuhan yang diperlukan

anggota keluarga yang sakit. Keberhasilan keperawatan di rumah sakit dapat

menjadi sia-sia jika tidak dilanjutkan oleh keluarga. Secara empiris dapat

dikatakan bahwa kesehatan anggota keluarga dan kualitas kehidupan

keluarga menjadi sangat berhubungan atau signifikan. Keluarga menempati

posisi diantara individu dan masyarakat, sehingga dengan memberikan

pelayanan kesehatan kepada keluarga, perawat mendapat dua keuntungan

sekaligus. Keuntungan pertama adalah memenuhi kebutuhan individu, dan

keuntungan yang kedua adalah memenuhi kebutuhan masyarakat.

Peranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku antar

pribadi, sifat, kegiatan yang berhubungan dengan pribadi dalam posisi dan

situasi tertentu. Peranan pribadi dalam keluarga didasari oleh harapan dan

pola perilaku dan keluarga, kelompok dan masyarakat.

Berdasarkan dari pengamatan penulis selama tiga hari dalam lingkup

wilayah kerja Puskesmas Sudiang Makassar, maka penulis menyusun

laporan ini yang berdasar pada konsep keperawatan keluarga.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan dari uraian latar belakang di atas, maka dirumuskan

masalah konsep keperawatan keluarga dan kejadian yang terkait dengan

masalah keluarga dalam masyarakat serta upaya pemberdayaan keluarga

dalam mengatasi masalah yang terjadi disekitarnya.

2
C. Tujuan Penulisan

1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui konsep keperawatan keluarga dan kejadian

yang terkait dengan masalah keluarga dalam masyarakat serta upaya

pemberdayaan keluarga dalam mengatasi masalah yang terjadi

disekitarnya.

2. Tujuan Khusus

a. Untuk mengidentifikasi masalah yang terjadi dalam ruang

lingkup keluarga di Wilayah Kerja Puskesmas Sudiang

Makassar.

b. Untuk mengetahui sebab akibat dari masalah yang dihadapi

keluarga di Wilayah Kerja Puskesmas Sudiang Makassar.

c. Untuk mengetahui dan memahami upaya pemberdayaan

keluarga dalam konsep keperawatan keluarga di Wilayah Kerja

Puskesmas Sudian Makassar.

D. Manfaat Penulisan

1. Bagi Individu

Agar klien lebih mengetahui mengenai konsep keperawatan

dalam keluarga. Sehingga dapat mengurangi risiko kejadian penyakit

dan dapat mengatasi masalah kesehatan dalam ruang lingkup

keluarga.

3
2. Bagi Keluarga

Agar keluarga lebih bisa dan lebih siap dalam mengatasi

masalah kesehatan yang terjadi dan memanfaatkan fasilitas yang

tersedia untuk mencapai derajat kesehatan keluarga yang optimal.

3. Bagi Puskesmas

Sebagai bahan acuan bagi tenaga kesehatan khususnya di

Wilayah Kerja Puskesmas Sudiang makassar dalam mengontrol

masalah kesehatan yang ada dalam ruang lingkup kerjanya.

4. Bagi Institusi

Dapat menambah wacana dan dapat digunakan sebagai

literatur serta acuan dalam penatalaksanaan konsep keperawatan

keluarga.

E. Sistematika Penulisan

Adapun sistematika penulisan karya tulis ini adalah :

BAB I : Pendahuluan yang berisi latar belakang , rumusan masalah,

tujuan penulisan, manfaat penulisan, metode penulisan, dan

sistematika penulisan.

BAB II : Tinjauan teoritis yang meliputi pengertian keluarga, struktur

keluarga, tipe keluarga, fungsi keluarga, tugas keluarga,

peranan keluarga, interaksi antara sehat/ sakit dan keluarga,

faktor yang mempengaruhi berkembangnya keperawatan

keluarga, konsep dasar asuhan keperawatan keluarga.

4
BAB III : Tinjauan kasus yang meliputi pengkajian, klasifikasi data,

diagnosa keperawatan, skoring masalah, intervensi

keperawatan, implementasi dan evaluasi keperawatan.

BAB IV : Kesimpulan dan saran

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

5
BAB II

TINJAUAN TEORITIS

A. KONSEP KEPERAWATAN KELUARGA

1. Pengertian Keluarga

Banyak ahli menguraikan pengertian keluarga sesuai dengan

perkembangan sosial masyarakat. Berikut ini definisi keluarga menurut

beberapa ahli dalam (Jhonson R, 2010):

a. Raisner

Keluarga adalah sebuah kelompok yang terdiri dan dua

orang atau lebih masing-masing mempunyai hubungan kekerabatan

yang terdiri dari bapak, ibu, kakak, dan nenek.

b. Duval

Menguraikan bahwa keluarga adalah sekumpulan orang

dengan ikatan perkawinan, kelahiran dan adopsi yang bertujuan

untuk menciptakan, mempertahankan budaya dan meningkatkan

perkembangan fisik, mental, emosional serta sosial dari setiap

anggota keluarga.

c. Spradley dan alllender

Satu atau lebih yang tinggal bersama, sehingga mempunyai

ikatan emosional dan mengembangkan dalam interelasi sosial,

peran dan tugas.

6
d. Departemen Kesehatan RI

Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang

terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul

dan tinggal di suatu tempat di bawah satu atap dalam keadaan

saling ketergantungan.

Dapat disimpulkan bahwa karakteristik keluarga adalah :

a. Terdiri dari dua atau lebih individu yang diikat oleh hubungan

darah, perkawinan atau adopsi.

b. Anggota keluarga biasanya hidup bersama atau jika terpisah

mereka tetap memperhatikan satu sama lain.

c. Anggota keluarga berinteraksi satu sama lain dan masing – masing

mempunyai peran sosial : suami, istri, anak, kakak dan adik.

d. Mempunyai tujuan : menciptakan dan mempertahankan budaya,

meningkatkan perkembangan fisik, psikologis, dan sosial anggota.

2. Struktur Keluarga

Struktur keluarga menggambarkan bagaimana keluarga

menjalankan fungsi keluarga di masyarakat. Struktur keluarga terdiri

dari bermacam-macam diantaranya adalah:

a. Patrilineal

Merupakan keluarga sedarah yang terdiri dari sanak

saudara sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu

disusun melalui jalur garis ayah.

7
b. Matrilineal

Merupakan keluarga sedarah yang terdiri dari bermacam-

macam dalam beberapa generasi dimana hubungan itu disusun

melalui jalur garis ibu.

c. Matrilokal

Merupakan sepasang suami istri yang tinggal bersama

keluarga sedarah istri.

d. Patrilokal

Merupakan sepasang suami istri yang tinggal bersama

keluarg sedarah suami.

e. Keluarga Kawin

Merupakan hubungan suami istri sebagai dasar bagi

pembinaan keluarga dan beberapa sanak saudara yang menjadi

bagian keluarga karena adanya hubungan dengan suami atau istri

(Harnilawati, 2013).

3. Tipe Keluarga

Menurut Mubarak (2011 hal 70-71) keluarga dibagi beberapa

tipe yaitu:

a. Traditional nuclear adalah keluarga inti yang terdiri atas ayah, ibu

dan anak yang tinggal dalam satu rumah ditetapkan oleh sanksi-

sanksi legal dalam suatu ikatan perkawinan, satu/keduanya dapat

bekerja diluar rumah.

8
b. Extended family adalah keluarga inti ditambah dengan sanak

saudara, misalnya nenek, kakek, keponakan, saudara sepupu,

paman, bibi dan sebagainya.

c. Reconstituted nuclear adalah pembentukan baru dari keluarga inti

melalui perkawinan kembali suami/istri, tinggal dalam

pembentukan satu rumah dengan anak anaknya, baik itu bawaan

dari perkawinan lama maupun hasil dari perkawinan yang baru.

d. Middle Age/Aging Couple adalah suami sebagai pencari uang, istri

dirumah,/keduanya bekerja di rumah, anak sudah meninggalkan

rumah karena sekolah/perkawinan/meniti karier.

e. Dyadic Nuclear adalah suami istri yang sudah berumur dan tidak

mempunyai anak, keduanya/salah satunya bekerja diluar rumah.

f. Single Parent adalah satu orang tua sebagai akibat

perceraian/kematian pasangannya dan anak anaknya dapat tinggal

di rumah/diluar rumah.

g. Dual Varrier adalah suami istri berkarir dan tanpa anak.

h. Commuter Married adalah suami istri orang karir dan tinggal

terpisah pada jarak tertentu, keduanya saling mencari pada waktu

waktu tertentu.

i. Single Adult adalah wanita atau pria dewasa yang tinggal sendiri

dengan tidak adanya keinginan untuk menikah.

j. Three Generation adalah tiga generasi atau lebih tinggal dalam satu

rumah.

9
k. Institutional adalah anak anak atau orang dewasa tinggal dalam

suatu panti.

l. Comunal adalah satu rumah terdiri atas dua/lebih pasangan yang

monogami dengan anak anaknya dan bersama sama dalam

penyediaan fasilitas.

m. Group Marriage adalah satu perumahan terdiri atas orang tua dan

keturunannya di dalam satu kesatuan keluarga dan tiap individu

adalah menikah dengan yang lain dan semua adalah orang tua dari

anak anak.

n. Unmaried parent and Child adalah ibu dan anak dimana

perkawinan tidak dikehendaki, anaknya diadopsi.

o. Cohibing couple adalah dua orang/satu pasangan yang tinggal

bersama tanpa pernikahan.

4. Fungsi Pokok Keluarga

a. Friedman

Secara umum fungsi keluarga adalah sebagai berikut :

1) Fungsi afektif, adalah fungsi keluarga yang utama untuk

mengajarkan segala sesuatu untuk mempersiapkan anggota

keluarga berhubungan dengan orang lain (Harnilawati, 2013).

2) Fungsi sosialisasi, adalah fungsi mengembangkan dan tempat

melatih anak untuk berkehidupan sosial sebelum meninggalkan

rumah untuk berhubungan dengan orang lain di luar rumah

(Harnilawati, 2013).

10
3) Fungsi reproduksi, adalah fungsi untuk mempertahankan

generasi dan menjaga kelangsungan keluarga (Harnilawati,

2013).

4) Fungsi ekonomi, adalah keluarga berfungsi untuk mmenuhi

kebutuhan keluarga secara ekonomi dan tempat untuk

mengembangkan kemampuan individu dalam meningkatkan

penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga (harnilawati,

2013).

5) Fungsi perawatan/ pemeliharaan kesehatan, adalah fungsi

untuk mempertahankan keadaan kesehatan anggota keluarga

agar tetap memiliki produktivitas tinggi (Harnilawati, 2013).

b. UU tahun 1992 dan PP No. 21 tahun 1994

Secara umum fungsi keluarga adalah sebagai berikut:

1) Fungsi Keagamaan

a) Membina norma ajaran-ajaran agama sebagai dasar dan

tujuan hidup seluruh anggota keluarga.

b) Menerjemahkan agama ke dalam tingkah laku hidup

sehari-hari kepada seluruh anggota keluarga.

c) Memberikan contoh konkrit dalam kehidupan sehari-hari

dalam pengalaman dari ajaran agama.

d) Melengkapi dan menambah proses kegiatan belajar anak

dalam keagamaan yang kurang diperolehnya di sekolah

atau masyarakat.

11
e) Membina rasa, sikap, dan praktik kehidupan keluarga

beragama sebagai pondasi menuju keluarga kecil bahagia

sejahtera (Harnilawati, 2013).

2) Fungsi Budaya

a) Membina tugas-tugas keluarga sebagai lembaga untuk

meneruskan norma-norma dan budaya masyarakat dan

bangsa yang ingin dipertahankan.

b) Membina tugas-tugas keluarga sebagai lembaga untuk

menyaring norma dan budaya asing yang tidak sesuai.

c) Membina tugas-tugas keluarga sebagai lembaga yang

anggotanya mencari pemecahan masalah dari berbagai

pengaruh negatif globalisasi dunia.

d) Membina tugas-tugas keluarga sebagai lembaga yang

anggotanya dapat berprilaku yang baik sesuai dengan

norma bangsa indonesia dalam menghadapi tantangan

globalisasi.

e) Membina budaya keluarga yang sesuai, selaras dan

seimbang dengan budaya masyarakat atau bangsa untuk

menjunjung terwujudnya norma keluarga kecil bahagia

sejahtera (Harnilawati, 2013).

12
3) Fungsi Perlindungan

a) Memenhi kebutuhan rasa aman anggota keluarga baik dari

rasa tidak aman yang timbul dari dalam maupun dari luar

keluarga.

b) Membina keamanan keluarga baik fisik maupu psikis dari

berbagai bentuk ancaman dan tantangan yang datang dari

luar.

c) Membina dan menjadikan stabilisasi dan keamanan

keluarga sebagai modal menuju keluarga kecil bahagia

sejahtera (Harnilawati, 2013).

4) Fungsi Reproduksi

1) Membina kehidupan keluarga sebagai wahana pendidikan.

2) Memeberikan contoh pengalaman kaidah – kaidah

pembentukan keluarga dalam hal usia, pendewasaan fisik

dan mental.

3) Mengamalkan kaidah-kaidah reproduksi sehat, baik yang

berkaitan dengan waktu melahirkan, jarak antara 2 anak

dan jumlah ideal anak yang diinginkan dalam keluarga.

4) Mengembangkan kehidupan reproduksi sehat sebagai

modal yang kondusif untuk menuju keluarga kecil bahagia

sejahtera (Harnilawati, 2013).

13
5) Fungsi Sosisalisasi

a) Menyadari, merencanakan, dan menciptakan lingkungan

keluarga sebagai wahana pendidikan dan sosialisasi anak

pertama dan utama.

b) Menyadari, merencanakan, dan menciptakan kehidupan

keluarga sebagai pusat tempat anak mencari pemecahan

masalah yang dijumpai di sekolah maupun masyarakat.

c) Membina proses pendidikan dan sosialisasi anak tentang

hal-hal yang diperlukan untuk meninngkatkan kematangan

dan kedewasaan.

d) Membina proses pendidikan dan sosialisasi yang terjadi

dalam keluarga sehingga tidak saja dapat bermanfaat

positif bagi anak, tetapi juga orang tua dalam mencapai

keluarga kecil bahagia sejahtera (Harnilawati, 2013).

6) Fungsi Ekonomi

a) Melakukan kegiatan ekonomi di luar maupun di dalam

lingkungan keluarga dalam rangka menopang

kelangsungan dan perkembangan kehidupan keluarga.

b) Mengelola ekonomi keluarga sehingga terjadi keserasian,

keselarasan dan keseimbangan antara pemasukan dan

pengeluaran keluarga.

14
c) Mengatur waktu sehingga kegiatan orang tua di luar

rumah dan perhatiannya terhadap anggota keluarga

berjalan serasi, selaras, dan seimbang.

d) Membina kegiatan dan hasil ekonomi keluarga sebagai

modal untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera

(Harnilawati, 2013).

7) Fungsi Pelestarian Lingkungan

a) Membina kesadaran, sikap dan praktik pelestarian

lingkungan internal keluarga.

b) Membina kesadaran, sikap dan praktik pelestarian

lingkungan eksternal keluarga.

c) Membina kesadaran, sikap dan praktik pelestarian

lingkungan yang serasi, selaras, dan seimbang antara

lingkungan hidup keluarga dan lingkungan hidup

masyarakat sekitar.

d) Membina kesadaran, sikap dan praktik lingkungan hidup

keluarga menuju keluarga kecil bahagia sejahtera

(Harnilawati, 2013).

c. Effendi

Ada tiga fungsi pokok keluarga terhadap anggota

keluarganya, adalah:

1) Asih, adalah memberikan kasih sayang, perhatian, rasa aman,

kehangatan kepada anggota keluarganya sehingga

15
memungkinkan mereka tumbuh dan berkembang sesuai usia

dan kebutuhannya.

2) Asuh, adalah menuju kebutuhan pemeliharaan keperawatan

anak agar kesehatannya selalu terpelihara, sehingga diharapkan

menjadikan anak-anak mereka sehat baik fisik, mental, sosial,

dan spiritual.

3) Asah, adalah memenuhi kebutuhan pendidikan anak, sehingga

siap menjadi manusia dewasa yang mandiri dalam

mempersiapkan masa depannya (Harnilawati, 2013).

5. Tugas Keluarga dalam Bidang Kesehatan

a. Mengenal masalah kesehatan setiap anggota keluarganya.

b. Mengambil keputusan untuk melakukan tindakan yang tepat bagi

keluarga.

c. Memberikan keperawatan anggotanya yang sakit atau yang tidak

dapat membantu dirinya sendiri karena cacat atau usianya yang

terlalu muda.

d. Mempertahankan suasana di rumah yang menguntungkan

kesehatan dan perkembangan kepribadian anggota keluarganya.

e. Mempertahankan hubungan timbal balik antara keluarga dan

lembaga kesehatan (pemanfaatan fasilitas kesehatan yang ada)

(Friedman 1981 dalam Harnilawati, 2013).

16
6. Peranan Keluarga

Peran adalah sesuatu yang diharapkan secara normatif dari

seseorang dalam situasi sosial tertentu agar dapat memenuhi harapan-

harapan. Peran keluarga adalah tingkah laku spesifik yang diharapkan

oleh seseorang dalam konteks keluarga. Jadi peranan keluarga

menggambarkan seperangkat perilaku interpersonal, sifat, kegiatan

yang berhubungan dengan individu dalam posisi dan situasi tertentu.

Peran individu di dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola

perilaku dari keluarga, kelompok, dan masyarakat.

Setiap anggota keluarga memiliki peran masing-masing sebagai

berikut:

a. Ayah

Ayah sebagai pemimpin keluarga mempunyai peran sebagai

pencari nafkah, pendidik, pelindung/ pengayom, pemberi rasa aman

bagi setiap anggota keluarga dan juga sebagai anggota masyarakat

kelompok sosial tertentu.

b. Ibu

Ibu sebagai pengurus rumah tangga, pengasuh dan pendidik

anak-anak, pelindung keluarga, dan juga sebagai pencari nafkah

tambahan keluarga dan juga sebagai anggota masyarakat kelompok

sosial tertentu.

17
c. Anak

Anak berperan sebagai pelaku psikososial sesuai dengan

perkembangan fisik, sosial, mental, dan spiritual (Harnilawati,

2013).

6. Interaksi Antara Sehat/Sakit dan Keluarga

Ada 6 tahap interaksi antara sehat/ sakit dan keluarga

diantaranya adalah:

a. Tahap pencegahan sakit dan penurunan risiko

Keluarga dapat memainkan peran vital dalam upaya

peningkatan kesehatan dan penurunan risiko, misalnya mengubah

gaya hidup dari kurang sehat ke arah lebih sehat (Friedman dalam

Zaidin Ali, 2010).

b. Tahap Gejala Penyakit yang Dialami oleh Keluarga

Setelah gejala diketahui, diinterpretasikan keparahannya,

penyebabnya, dan urgensinya, beberapa masalah dapat ditentukan.

Dalam berbagai studi Litman 1974 disimpulkan bahwa keputusan

tentang kesehatan keluarga dan tindakan penanggulangannya

banyak ditentukan oleh ibu yaitu 67,7 % sedangkan ayah 15,7 %.

Oleh karena itu, di Amerika ibu sering dijuluki sebagai “Ahli

kesehatan Keluarga”. Tidak sedikit masalah kesehatan yang

ditemukan dalam keluarga yang kacau/tertekan. Diantaranya adalah

TBC, artritis, gangguan mental, hipertensi, dan stroke yang fatal

(Friedman dalam Zaidin Ali, 2010).

18
c. Tahap Mencari Perawatan

Apabila keluarga telah menyatakan anggota keluarganya

sakit dan membutuhkan pertolongan, setiap orang mulai mencari

informasi tentang penyembuhan, kesehatan, dan validitas

professional dan keluarga besar, teman, tetangga, dan non-

professional lainnya (Friedman dalam Zaidin Ali, 2010).

d. Tahap Kontak Keluarga dengan Institusi Kesehatan

Setelah adanya keputusan untuk mencari perawatan,

dilakukan kontak dengan institusi kesehatan baik profesional

maupun non- profesional sesuai dengan tingkat kemampuan.

Misalnya kontak dengan rumah sakit, puskesmas, praktik dokter

swasta, paranormal/ dukun, dan sebagainya (Friedman dalam

Zaidin Ali, 2010).

e. Tahap Respons Sakit terhadap Keluarga dan Pasien

Setelah pasien menerima perawatan kesehatan dari praktisi,

sudah tentu ia menyerahkan beberapa hak istimewanya dan

keputusannya kepada orang lain dan menerima peran baru sebagai

pasien. Ia harus mengikuti aturan dan nasehat dari tenaga

profesional yang merawatnya dengan harapan agar cepat sembuh.

Oleh karena itu, terjadi respon dari pihak keluarga dan pasien

terhadap perubahan peran tersebut (Friedman dalam Zaidin Ali,

2010).

19
f. Tahap Adaptasi terhadap Penyakit dan Pemulihan

Adanya suatu penyakit yang serius dan kronis pada diri

seorang anggota keluarga biasanya memiliki pengaruh yang

mendalam pada sistem keluarga, khususnya pada sektor perannya

dan pelaksanaan fungsi keluarga. Untuk mengatasi hal tersebut,

pasien/ keluarga harus melakukan penyesuaian atau adaptasi.

Besarnya daya adaptasi yang diperlukan dipengaruhi oleh

keseriusan penyakitnya dan sentralisasi pasien dalam unit keluarga

(Friedman dalam Zaidin Ali, 2010).

7. Faktor yang Mempengaruhi Berkembangnya Keperawatan Keluarga

a. Peninngkatan pengakuan dalam keperawatan dan masyarakat

tentang perlunya peningkatan kesehatan dan perawatan kesehatan

secara menyeluruh. Bukan hanya praktik yang berorientasi pada

penyakit.

b. Peningkatan populasi lanjut usia dan perkembangan penyakit

kronis yang menyebabkan perawatan diri dan kebutuhan akan

asuhan keperawatan keluarga menjadi penting.

c. Perkembangan bidang riset keperawatan keluarga yang secara

pesat.

d. Pengakuan yang luas tentang banyaknya keluarga yang bermasalah

dalam komunitas kita.

e. Penyebarluasan secara umum teori tertentu yang berdasarkan pada

keluarga seperti teori kedekatan dan teori sistem umum.

20
f. Terapi keluarga dan perkawinan beralih dari terapi pertumbuhan ke

klinik layanan anak, perkawinan, dan keluarga.

g. Riset terhadap kedalaman dan keterlibatan komunikasi keluarga

tahun 1950-an dan 1960-an menunjukkan bahwa ibu-ibu yang

bermasalah dalam pola komuikasinya terkait dengan anak-anaknya

yang bermasalah (Zaidin Ali, 2010).

21
B. ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

1. Pengkajian

Pengkajian adalah suatu tahapan dimana seorang perawat

mengambil informasi secara terus-menerus terhadap anggota keluarga

yang dibinanya.

Hal-hal yang dikaji dalam keluarga adalah :

a. Data umum

Pengkajian terhadap data umum keluarga meliputi :

1) Nama kepala keluarga (KK)

2) Alamat dan telepon

3) Pekerjaan kepala keluarga

4) Pendidikan kepala keluarga

5) Komposisi keluarga

6) Tipe keluarga

Menjelaskan mengenai jenis tipe keluarga beserta kendala atau

masalah-masalah yang terjadi dengan jenis tipe keluarga tersebut

7) Tipe bangsa

Mengkaji asal suku bangsa keluarga tersebut serta mengidentifikasi

budaya suku bangsa tersebut terkait dengan kesehatan

8) Agama

Mengkaji agama yang dianut oleh keluarga serta kepercayaan yang

dapat mempengaruhi kesehatan.

22
9) Status sosial ekonomi keluarga

Status ekonomi sosial keluarga ditentukan oleh pendapatan baik

dari kepala keluarga maupun anggota keluarga lainnya. Selain itu

status sosial ekonomi keluarga ditentuka pula oleh kebutuhan-

kebutuhan yang dikeluarkan oleh keluarga serta barang-barang yang

dimiliki oleh keluarga.

10) Aktivitas rekreasi keluarga

Rekreasi keluarga tidak hanya dilihat kapan saja keluarga pergi

bersama-sama untuk mengunjungi tempat rekreasi tertentu namun

dengan menonton TV dan mendengarkan radio juga merupakan

aktivitas rekreasi.

b. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga

Yang perlu dikaji pada tahap perkembangan adalah :

1) Tahap perkembangan keluarga saat ini

Tahap perkembangan keluarga ditentukan dengan anak tertua dari

keluarga inti

2) Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi

Menjelaskan mengenai tugas perkembangan keluarga yang belum

terpenuhi oleh keluarga serta kendala mengapa tugas perkembangan

tersebut belum terpenuhi.

3) Riwayat keluarga Inti

Menjelaskan mengenai riwayat kesehatan pada inti, yang meliputi

riwayat penyakit keturunan, riwayat kesehatan masing-masing

23
anggota keluarga, perhatian terhadap pencegahan penyakit (

imunisasi ), sumber pelayanan kesehatan yang bisa digunakan serta

riwayat perkembangan dan kejadian-kejadian atau pengalaman

penting yang berhubungan dengan kesehatan.

4) Riwayat keluarga sebelumnya

Menjelaskan mengenai riwayat kesehatan pada keluarga dari pihak

suami dan istri.

c. Data Lingkungan

1) Karakteristik rumah

Karakteristik rumah dididentifikasikan dengan melihat luas rumah,

tipe rumah, jumlah ruangan, jumlah jendela, pemanfaatan ruangan,

peletakan perabotan rumah tangga, jenis septic tank, jarak septic tank

dengan sumber air, sumber air minum yang digunakan serta denah

rumah.

2) Karakteristik tetangga dan komunitas RW

Menjelaskan mengenai karakteristik dari tetangga dan komunitas

setempat, yang meliputi kebiasaan, lingkungan fisik, aturan/

kesepakatan penduduk setempat, budaya setempat yang

mempengaruhi kesehatan.

3) Mobiltas geografis keluarga

Mobilitas geografis keluarga ditentukan dengan kebiasaan keluarga

berpindah tempat.

24
4) Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat

Menjelaskan mengenai waktu yang digunakan keluarga untuk

berkumpul serta perkumpulan keluarga yang ada dan sejauh mana

keluarga interaksinya dengan masyarakat.

5) Sistem pendukung keluarga

Yang termasuk pada sistem pendukung keluarga adalah jumlah

keluarga yang sehat, fasilitas-fasilitas yang dimiliki keluarga untuk

menunjang kesehatan. Fasilitas mencakup, fasilitas fisik, fasilitas

psikologis atau dukungan dari anggota keluarga dan fasilitas sosial

atau dukungan dari masyarakat setempat.

d. Struktur Keluarga

1) Pola komunikasi keluarga

Menjelaskan mengenai cara berkomunikasi antar anggota keluarga.

2) Struktur kekeuatan keluarga

Kemampuan anggota keluarga mengendalikan dan mempengaruhi

orang lain untuk merubah perilaku.

3) Struktur peran

Menjelaskan peran dari masing-masing anggota keluarga baik secara

formal maupun informal.

4) Nilai atau norma keluarga

Menjelaskan mengenai nilai dan norma yang dianut oleh keluarga,

yang berhubungan denga kesehatan.

25
e. Fungsi-Fungsi Keluarga

1) Fungsi afektif

Hal yang perlu dikaji yaitu gambaran diri anggota keluarga, perasaan

memiliki dan dimiliki dalam keluarga, dukungan keluarga terhadap

anggota keluarga lainnya, bagaimana kehangatan tercipta pada

anggota keluarga, dan bagaimana keluarga mengembangkan sikap

saling menghargai.

2) Fungsi sosialisasi

Hal yang perlu dikaji bagaimana interaksi atau hubungan dalam

keluarga, sejauh mana anggota keluarga belajar disiplin, norma,

budaya dan perilaku.

3) Fungsi perawatan kesehatan

Menjelaskan sejauh mana keluarga menyediakan makanan, pakaian,

perlindungan serta merawat anggota keluarga yang sakit. Sejauh

mana pengetahuan keluarga mengenai sehat sakit. Kesanggupan

keluarga di dalam melaksanakan perawatan kesehatan dapat dilihat

dari kemampuan keluarga melaksanakan 5 tugas kesehatan keluarga,

yaitu keluarga mampu mengenal masalah kesehatan, mengambil

keputusan untuk melakukan tindakan, melakukan perawatan

terhadap anggota keluarga yang sakit, menciptakan lingkungan yang

dapat meningkatkan kesehatan, dan keluarga mampu memanfaatkan

fasilitas kesehatan yang terdapat dilingkungan setempat.

26
4) Fungsi reproduksi

Hal yang perlu dikaji mengenai fungsi reproduksi keluarga adalah:

a) Berapa jumlah anak

b) Bagaimana keluarga merencanakan jumlah anggota keluarga

c) Metode apa yang digunakan keluarga dalam upaya

mengendalikan jumlah anggota keluarga.

5) Fungsi ekonomi

Hal yang perlu dikaji mengenai fungsi ekonomi keluarga adalah :

a) Sejauh mana keluarga memenuhi kebutuhan sandang, pangan dan

papan

b) Sejauh mana keluarga memanfaatkan sumber yang ada di

masyarakat dalam upaya peningkatan status kesehatan keluarga.

f. Stres Dan Koping Keluarga

1) Stresor jangka pendek dan panjang yaitu:

a) Stresor jangka pendek yaitu stresor yang dialami keluarga yang

memerlukan penyelesaian dalam waktu ± 6 bulan.

b) Stresor jangka panjang yaitu stresor yang dialami keluarga yang

memerlukan penyelesaian dalam waktu lebih dari 6 bulan.

2) Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi / stresor

Hal yang perlu dikaji adalah sejauh mana keluarga berespon

terhadap situasi / stresor.

27
3) Strategi koping yang digunakan

Strategi koping apa yang digunakan keluarga bila meghadapi

permasalahan.

4) Strategi adaptasi disfungsional

Dijelaskan mengenai strategi adaptasi disfungsional yang digunakan

keluarga bila menghadapi permasalahan.

g. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik dilakukan pada semua anggota keluarga. Metode

yang digunakan pada pemeriksaan fisik berbeda dengan pemeriksaan

fisik di klinik.

h. Harapan Keluarga

Pada akhir pengkajian, perawat menanyakan harapan keluarga terhadap

petugas kesehatan yang ada.

28
2. Penerapan Prioritas Masalah

Skala untuk menentukan prioritas Asuhan Keperawatan Keluarga

No Kriteria Skore Bobot


Sifat Masalah :
Tidak/Kurang Sehat 3
1 1
Ancaman Kesehatan 2
Keadaan sejahtera 1
Kemungkinan masalah dapat dirubah:
Mudah 2
2 2
Sebagian 1
Tidak dapat 0
Potensial Masalah Untuk Dicegah:
3
Tinggi
3 2 1
Cukup
1
Rendah
Menonjolnya Masalah:
Masalah berat harus segera ditangani
4 Ada masalah tetapi tidak perlu 2 1
ditangani 1
Masalah tidak dirasakan 0
Skoring:

1) Tentukan skoring untuk setiap kriteria

2) Skore dibagi dengan angka tertinggi dan kalikan dengan bobot

3) Jumlahkanlah skore utuk semua kriteria

3. Prioritas Diagnosa Keperawatan

Dengan melihat kriteria yang pertama, yaitu sifatnya masalah, bobot

yang lebih berat diberikan pada tidak / kurang sehat karena pertama

29
memerlukan tindakan segera dan biasanya disadari dan dirasakan oleh

keluarga.

Untuk kriteria kedua, yaitu untuk kemungkinan masalah dapat diubah

perawat perlu memperhatikan terjangkaunya faktor-faktor sebagai berikut :

1) Pengetahuan yang ada sekarang, teknologi dan tindakan untuk

menangani masalah.

2) Sumber daya keluarga : dalam bentuk fisik, keuangan dan tenaga.

3) Sumber daya perawat : dalam bentuk pengetahuan, keterampilan dan

waktu.

4) Sumber daya masyarakat : dalam bentuk fasilitas, organisasi dalam

masyarakat, dan sokongan masyarakat.

Untuk kriteria ketiga, yaitu potensial masalah dapat dicegah, faktor-

faktor yang perlu diperhatikan ialah :

1) Lamanya masalah, yang berhubungan dengan jangka waktu maslah

itu ada.

2) Tindakan yang sedang dijalankan adalah tindakan-tindakan yang

tepat dalam memperbaiki masalah.

3) Adanya kelompok “high risk” atau kelompok yang sangat peka

menambah potensi untuk mencegah masalah.

Untuk kriteria keempat, yaitu menonjolnya masalah perawat perlu

menilai persepsi atau bagaimana keluarga melihat masalah kesehatan

tersebut. Nilai skore yang tinggi yang terlebih dahulu dilakukan intervensi

keperawatan keluarga. Diagnosa keperawatan adalah keputusan klinis

30
mengenai, keluarga, atau masyarakat yang diperoleh melalui suatu proses

pengumpulan data dan analisa data secara cermat, memberikan dasar untuk

menetapkan tindakan-tindakan dimana perawat bertanggungjawab untuk

melaksanakannya.

Diagnosa keperawatan keluarga yang sering terjadi

1) Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan keluarga.

Intervensi :

a) berikan informasi tentang pengertian, penyebab, tanda gejala,

komplikasi,serta penanganannya.

b) Identifikasi kebutuhan dan harapan tentang kesehatan.

c) Dorong sikap emosi yang sehat dalam mengatasi masalah

keluarga.

d) Beri penjelasan tentang keuntungan mengenal masalah-masalah

kesehatan.

2) Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan dalam melakukan

tidakan kesehatan yang tepat.

Intervensi :

a) Musyawarah bersama keluarga mengenai akibat-akibat bila

mereka tidak mengambil keputusan.

b) Perkenalkan kepada keluarga tentang alternatif yang dapat mereka

pilih dan sumber – sumber yang di perlukan untuk melakukan

tindakan keperawatan.

c) Identifikasi sumber-sumber yang dimiliki keluarga.

31
3) Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit.

Intervensi:

a) Beri penjelasan keluarga cara perawatan anggota keluarga yang

sakit.

b) Gunakan alat dan fasilitas yang ada di rumah.

c) Awasi keluarga melakukan perawatan.

d) Bantu anggota mengembangkan kesanggupan dalam merawat

anggota keluarga yang sakit.

4) Ketidakmampuan keluarga memelihara lingkungan rumah yang

dapat mempengaruhi kesehatan dan perkembangan pribadi anggota

keluarga. Intervensi:

a) Modifikasi lingkungan yang mendukung kesehatan

b) Beri penjelasan tentang keuntungan dan manfaat pemeliharaan

lingkungan rumah.

c) Kaji sumber-sumber keluarga yang mendukung memperbaiki

keadaan fisik rumah yang tidak sehat.

d) Berikan penjelasan kepada keluarga pentingnya sanitasi

lingkungan.

e) Lakukan perubahan lingkungan keluarga seoptimal mungkin.

5) Ketidakmampuan keluarga menggunakan sumber daya di

masyarakat guna memelihara kesehatan.

Intervensi:

a) Kenalkan fasilitas kesehatan yang ada di lingkungan keluarga.

32
b) Berikan penjelasan kepada keluarga tentang fungsi fasilitas

kesehatan.

c) Bantu keluarga menggunakan fasilitas kesehatan yang ada.

d) Beri penjelasan tentang keuntungan menggunakan fasilitas

kesehatan bagi keluarga.

4. Tahapan Tindakan Keperawatan Keluarga

Tindakan keperawatan terhadap keluarga mencakup hal-hal berikut ini:

1) Menstimulasi kesadaran atau penerimaan keluarga mengenal masalah-

masalah kesehatan dengan cara :

a) Memberikan informasi

b) Mengidentifikasi kebutuhan dan harapan tentang kesehatan

c) Mendorong sikap emosi yang sehat terhadap masalah

2) Menstimulasi keluarga untuk memutuskan cara perawatan yang tepat,

dengan cara:

a) Mengidentifikasi konsekuensi tidak melakukan tindakan

b) Mengidentifikasi sumber-sumber yang dimiliki keluarga

c) Mendiskusikan tentang konsekuensi tiap tindakan

3) Memberikan kepercayaan diri dalam merawat anggota keluarga yang

sakit dengan cara :

a) Mendemonstrasikan cara perawatan

b) Menggunakan alat dan fasilitas yang ada di rumah

c) Mengawasi keluarga melakukan perawatan

33
4) Membantu keluarga untuk menemukan cara bagaimana membuat

lingkuan menjadi sehat, dengan cara :

a) Menemukan sumber-sumber yang dapat digunakan keluarga

b) Melakukan perubahan lingkungan keluarga seoptimal mungkin

5) Memotivasi keluarga untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada,

dengan cara:

a) Mengenakan fasilitas kesehatan yang ada di lingkungan keluarga

b) Membantu keluarga menggunakan fasilitas kesehatan yang ada

5. Evaluasi

Evaluasi merupakan kegiatan membandingkan antara hasil

implementasi dengan kriteria yang telah ditetapkan untuk melihat

keberhasilannya. Kegiatan evaluasi meliputi mengkaji kemampuan status

kesehatan keluarga, membandingkan respon keluarga dengan kriteria hasil

dan menyimpulkan hasil kemajuan masalah dan kemajuan percapaian

tujuan keperawatan. Bila hasil evaluasi tidak / berhasil sebagian, perlu

disusun rencana keperawatan yang baru. Perlu diperhatikan juga evaluasi

yang dilakukan beberapa kali dengan melibatkan keluarga sehingga perlu

pula direncanakan waktu yang sesuai dengan kesediaan keluarga. Evaluasi

disusun dengan menggunakan SOAP secara operasional

S : adalah hal-hal yang dikemukakan oleh keluarga secara subjectif setelah

dilakukan intervensi keperawatan.

O : adalah hal-hal yang ditemui oleh perawat secara objektif setelah

dilakukan intervensi keperawatan.

34
A : adalah analisa dari hasil yang telah dicapai dengan mengacu pada

tujuan yang terkait dengan diagnosis.

P : adalah perencanaan yang akan datang setelah melihat respon dari

keluarga pada tahapan evaluasi.

35
C. KONSEP DASAR MEDIS TONSILITIS

1. Definisi

Tonsilitis dalah peradangan pada tonsil yang masih bersifat ringan.

Radang tonsil pada anak hampir selalu melibatkan organ sekitarnya

sehingga infeksi pada faring biasanya juga mengenai tonsil sehingga

disebut sebagai tonsilofaringitis (Huda, 2015).

2. Etiologi

Penyebab tonsilitis bermacam-macam, diantaranya adalah yang

tersebut dibawah ini yaitu:

a. Streptokokus Beta Hemolitikus

b. Streptokokus Viridans

c. Streptokokus Piogenes

d. Virus Influenza

Infeksi ini menular melalui kontak dari sekret hidung dan ludah (

droplet infections ) (Huda, 2015).

3. Proses Patologi

Bakteri dan virus masuk masuk dalam tubuh melalui saluran nafas

bagian atas akan menyebabkan infeksi pada hidung atau faring kemudian

menyebar melalui sistem limfa ke tonsil. Adanya bakteri dan virus patogen

pada tonsil menyebabkan terjadinya proses inflamasi dan infeksi sehingga

tonsil membesar dan dapat menghambat keluar masuknya udara. Infeksi

juga dapat mengakibatkan kemerahan dan edema pada faring serta

ditemukannya eksudat berwarna putih keabuan pada tonsil sehingga

36
menyebabkan timbulnya sakit tenggorokan, nyeri telan, demam tinggi bau

mulut serta otalgia (Brunner & Suddarth, 2001).

37
4. PATHWAYS

Invasi kuman patogen


(bakteri / virus)

Penyebaran limfogen

Faring & tonsil

Proses inflamasi

Tonsilitis akut Hipertermi

Edema tonsil Tonsil & adenoid membesar

Nyeri telan Obstruksi pada tuba


eustakii

Sulit makan &


minum
Kurangnya Infeksi sekunder
pendengaran
kelemahan

Resiko Otitis media


perubahanstatus
nutrisi < dari Intoleransi
kebutuhan tubuh aktifitas

Gangguan persepsi sensori:


pendengaran

(Huda, 2015).

38
5. Manifestasi Klinis

Tanda dan gejala Tonsilitis adalah:

a. Nyeri tenggorok

b. Nyeri telan

c. Sulit menelan

d. Demam

e. Mual

f. Anoreksia

g. Kelenjar limfa leher membengkak

h. Faring hiperemis

i. Edema faring

j. Pembesaran tonsil

k. Tonsil hyperemia

l. Mulut berbau

m. Otalgia ( sakit di telinga )

n. Malaise (Huda, 2015).

6. PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk memperkuat

diagnosa Tonsilitis adalah pemeriksaan laboratorium meliputi:

a. Leukosit : terjadi peningkatan.

b. Hemoglobin : terjadi penurunan

c. Usap tonsil untuk pemeriksaan kultur bakteri dan tes sensitifitas obat

(Huda, 2015).

39
7. Komplikasi

Komplikasi yang dapat muncul bila Tonsilitis tidak tertangani

dengan baik adalah:

a. Tonsilitis kronis

b. Otitis media media (peradangan pada telinga bagian tengah) (Huda,

2015).

8. Penatalaksanaan

Penanganan pada klien dengan Tonsilitis adalah:

a. Penatalaksanaan medis

1) Antibiotik baik injeksi maupun oral seperti cefotaxim, penisilin,

amoksisilin, eritromisin dll

2) Antipiretik untuk menurunkan demam seperti parasetamol,

ibuprofen.

3) Analgesik

b. Penatalaksanaan keperawatan

1) Kompres dengan air hangat

2) Istirahat yang cukup.

3) Pemberian cairan adekuat, perbanyak minum hangat.

4) Kumur dengan air hangat.

5) Pemberian diit cair atau lunak sesuai kondisi pasien (Huda, 2015).

40
D. KONSEP DASAR KEPERAWATAN

1. Pengkajian

a. Keluhan utama: sakit tenggorokan, nyeri telan, demam dll

b. Riwayat penyakit sekarang: serangan, karakteristik, insiden,

perkembangan, efek terapi dll

c. Riwayat kesehatan lalu

d. Riwayat kelahiran

e. Riwayat imunisasi

f. Penyakit yang pernah diderita ( faringitis berulang, ISPA, otitis

media)

g. Riwayat hospitalisasi

h. Pengkajian umum

Usia, tingkat kesadaran, antopometri, tanda – tanda vital dll

i. Pemeriksaan Umum

1) Pernafasan: Kesulitan bernafas, batuk

Ukuran besarnya tonsil dinyatakan dengan:

a) T0 : bila sudah dioperasi

b) T1 : ukuran yang normal ada

c) T2 : pembesaran tonsil tidak sampai garis tengah

d) T3 : pembesaran mencapai garis tengah

e) T4 : pembesaran melewati garis tengah

2) Nutrisi: Sakit tenggorokan, nyeri telan, nafsu makan menurun,

menolak makan dan minum, turgor kurang

41
3) Aktifitas / istirahat: Anak tampak lemah, letargi, iritabel, malaise

j. Keamanan / kenyamanan

Kecemasan anak terhadap hospitalisasi (Mansjoer, 2000).

42
B. Diagnosa Keperawatan

1. Hipertermi berhubungan dengan proses inflamasi pada faring dan

tonsil.

2. Nyeri berhubungan dengan pembengkakan pada tonsil

3. Resiko perubahan status nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

berhubungan dengan adanya anoreksia.

4. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan kelemahan.

5. Gangguan persepsi sensori : pendengaran berhubungan dengan

adanya obstruksi pada tuba eustaki (Huda, 2015).

C. INTERVENSI KEPERAWATAN

1. Hipertermi berhubungan dengan proses inflamasi pada tonsil

NOC

 Thermoregulation

Kriteria Hasil :

 Suhu tubuh dalam rentang normal

 Nadi dan RR dalam rentang normal

 Tidak ada perbahan warna kulit dan tidak ada pusing.

NIC

a) Monitor suhu sesering mungkin.

b) Berikan anti piretik.

c) Berikan pengobatan untuk mengatasi penyebab demam.

d) Kolaborasi pemberian cairan intra vena.

e) Kompres pasien pada lipat paha dan aksila.

43
f) Tingkatkan sirkulasi udara.

g) Berikan pengobatan untuk mencegah terjadinya menggigil.

2. Nyeri berhubungan dengan pembengkakan pada tonsil

NOC

 Pain level

 Pain control

 Comfort level

Kriteria Hasil:

 Mampu mengontrol nyeri (tahu penyebab nyeri,mampu

menggunakan tehnik nonfarmakologi untuk mengurangi

nyeri,mencari bantuan)

 Melaporkan bahwa nyeri berkurang dengan menggunakan

manajemen nyeri

 Mampu mengendalikan nyeri (skala, intensitas, frekuensi dan tanda

nyeri).

 Menyatakan rasa nyaman setelah nyeri berkurang

NIC

1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi,

karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi.

2) Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan.

3) Gunakan teknik komunikasi teraupetik untuk mengetahui

pengalaman nyeri pasien.

4) Ajarkan tentang teknik nonfarmakologi

44
5) Tingkatkan istirahat

6) Monitor vital sign

7) Kolaborasi dalam pemberian analgesik tergantung tipe dan beratnya

nyeri.

3. Resiko perubahan status nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan

dengan adanya anoreksia

NOC

 Nutritional status

 Nutritional status: food and fluid intake

 Nutritional status: nutrient intake

 Weight control

Kriteria Hasil:

 Adanya peningkatan BB sesuai tujuan.

 BB ideal sesuai tinggi badan.

 Tidak tanda-tanda malnutrisi

NIC

a) Kaji adanya alergi makanan.

b) Anjurkan pasien untuk meningkatkan protein.

c) Berikan substansi gula.

d) Berikan makanan yang terpilih.

e) Monitor turgor kulit.

f) Monitor adanya penurunan berat badan yang berarti.

45
g) Kolaborasi dengan tim gizi untuk menentukan jumlah kalori dan

nutrisi yang dibutuhkan pasien.

4. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan kelemahan

NOC

 Energy conservation

 Activity tolerance

 Self care

Kriteria Hasil:

 Mampu melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.

 Sirkulasi status baik

 Tanda-tanda vital normal

NIC

a) Kaji respon pasien terhadap aktivitas, perhatikan frekuensi nadi

lebih dari 20 kali per menit di atas frekuensi istirahat.

b) Instruksikan pasien tentang teknik pengamatan energi misalnya:

Menggunakan kursi saat mandi, duduk saat menyisir rambutdan

mengikat gigi melakukan aktivitas dengan perilaku.

c) Berikan dorongan untuk melakukan aktivitas / perawatan diri

terhadap jika dapat ditoleransi. Berikan bantuan hanya sebatas

kebutuhan akan mendorong kemandirian dalam melakukan

aktivitas.

46
5. Gangguan persepsi sensori : pendengaran berhubungan dengan adanya

obstruksi pada tuba eustakii

Intervensi:

a) Kaji ulang gangguan pendengaran yang dialami klien

b) Lakukan irigasi telinga

c) Berbicaralah dengan jelas dan pelan

d) Gunakan papan tulis / kertas untuk berkomunikasi jika terdapat

kesulitan dalam berkomunikasi

e) Kolaborasi pemeriksaan audiometri

f) Kolaborasi pemberian tetes telinga (Huda, 2015).

D. Implementasi

Implementasi merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan

oleh perawat untuk membantu klien dari masalah status kesehatan yang

dihadapi ke status kesehatan yang lebih baik yang menggambarkan kriteria

hasil yang diharapkan (Brunner & Suddarth, 2001).

E. Evaluasi

Evaluasi dalam keperawatan merupakan kegiatan dalam menilai

tindakan keperawatan yang telah ditentukan, untuk mengetahui

pemenuhan kebutuhan klien secara optimal dan mengukur hasil dari

proses keperawatan tersebut (Brunner & Suddarth, 2001).

47
BAB III

TINJAUAN KASUS

A. ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

Nama Perawat Yang Mengkaji : Zulyanti Busra, S.Kep

Tanggal Pengkajian : 24 Juli 2017

1. Data Keluarga

Nama Kepala Keluarga : Tn. M

Alamat Rumah : Jln. Goa Ria Laikkang

Agama/Suku :Islam/ Makassar

Bahasa Sehari-Hari : Bahasa Indonesia dan Makassar

Jarak Yankes Terdekat : ± 7 Km

Alat Transportasi : Motor/Ojek

Hub. Pend. Pekerja


Stt.Gizi TTV
No Nama Dgn Umur JK Suku Terak an Saat
(BB,TB)
KK hir Ini
1 Tn. M Suami 35 L Makass SD BB:65K Buruh 100/80
Thn ar TB:170cm Harian mmHg

2 Ny. F Istri 35 P Makass SD BB:60Kg IRT 130/80


Thn ar TB:160cm mmHg

3 An. A Anak 13 P Makass - BB:40Kg Pelajar Tidak


Thn ar TB:140cm di kaji

4 An. N Anak 10 P Makass - BB:35Kg Pelajar Tidak


Thn ar TB:120cm di kaji

5 An. Anak 6 thn L Makass - BB:25Kg -


Ar ar TB:110cm
6 An. Anak 11 bln P Makass - BB:9Kg -
Al ar

48
Lanjutan

Analisa
Status Status Riwayat Masalah
Penampilan
No Nama Imunisasi Kesehatan Penyakit Kesehatan
Umum
Dasar Saat Ini /Alergi Individu

1. Tn. M Lengkap Pakaian Sehat Tidak Tidak ada


sesuai ada
usia,tampak
bersih
2 Ny. F Lengkap Pakaian Sehat Tidak Tidak ada
sesuai usia, ada
tampak
bersih

3 An. A Lengkap Pakaian Sehat Tidak Tidak ada


sesuai usia, ada
tampak
bersih
4 An. N Lengkap Pakaian Sehat Pernah Tidak ada
sesuai usia, sakit
tampak tonsiliti
bersih
5 An. Lengkap Pakaian Sedang Tidak Tidak ada
Ar sesuai usia, sakit ada
tampak
bersih
6 An. Lengkap Pakaian Sehat Tidak Tidak ada
Al sesuai usia, ada
tampak
kurang bersih

2. Data Penunjang Keluarga

a. Rumah dan sanitasi lingkungan

1) Kondisi rumah : Tn.S memiliki tipe rumah permanen tampak kurang

bersih dan kurang tertata dengan rapi, lantai berpasir, tidak memiliki

49
teras rumah, 1 ruang tamu, 2 kamar tidur, 1 ruang makan sekaligus

dapur, dan 1 WC/kamar mandi.

2) Ventilasi : kurang

Memiliki 1 jendela di ruang tamu dan 1 ventilasi dan jendela dibuka

ditiap hari.

3) Pencahayaan rumah : Baik

Terlihat dari jendela dan pintu di buka tiap hari.

4) Saluran buang limbah : baik

Ny.F mengatakan ada selokan atau saluran pembuangan limbah

sehingga air limbah di biarkan mengalir ke selokan yang ada di

belakang rumah.

5) Sumber air bersih : Sehat

Ny. F mengatakan sumber air berasal dari air sumur bor dan telah di

pasangi pomp air.

6) amban memenuhi syarat : Ya

Ny. F mengatakan jamban milik sendiri ,jenis jamban leher angsa.

7) Tempat sampah : Tidak ada

Ny. F tidak mempunyai tempat sampah sendiri biasanya dikumpul

kemudian dibakar karena petugas sampah dan truk sampah tidak

disediakan oleh pemerintah setempat.

8) Rasio luas bangunan rumah dengan jumlah anggota keluarga 6 orang :

7x6 M.

50
b. PHBS di rumah tangga

1) Jika ada ibu nifas, persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan : tidak

ada ibu nifas.

2) Jika ada bayi, memberi ASI ekslusif : Dirumah Ny. F ada bayi dan

diberi ASI esklusif.

3) Jika ada balita, menimbang balita tiap bulan : Balita ditimbang tiap

bulan.

4) Mengunakan air bersih untuk makan dan minum : Ya, yaitu

mengonsumsi air sumur yang di masak dan air galon

5) Menggunakan air bersih untuk kebersihan diri : Ya, yaitu sumber air

bersihnya dari sumur

6) Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun : tidak, keluarga mencuci

tangan menggunakan air bersih namun jarang menggunakan sabun

cuci tangan.

7) Melakukan pembuangan sampah pada tempatnya : tidak, yaitu hanya

di kumpul kantongan plastik dan dibakar.

8) Menjaga lingkungan rumah tampak bersih : tidak, pada halaman

rumah Tn. M kurang bersih yaitu berdebu kemudian bagian belakang

rumah tampk sampah berserakan.

9) Mengkomsumsi lauk dan pauk tiap hari : Ya, yaitu lauk pauknya

adalah ikan, telur, tempe dan tahu.

10) Menggunakan jamban sehat : Ya, jamban tampak bersih

51
11) Memberantas jentik dirumah sekali seminggu: Ny. F mengatakan

jarang di lakukan pemberatasan jentik nyamuk tetapi tempat

penampungan air dibersihkan ketika selesai di paka

12) Makan buah dan sayur setiap hari : Ny. F mengatakan sering

mengonsumsi sayur- sayuran tetapi jarang mengonsumsi buah-

buahan.

13) Melakukan aktivitas fisik setiap hari : ya, Ny. F mengatakan semua

anggota keluarga memiliki aktifitasnya masing-masing.

14) Tidak merokok di dalam rumah : Tn. M selalu merokok dalam rumah.

52
c. Dena Rumah

DAPUR DAN RUANG MAKAN


WC

K II

6M

Ruang tamu
KI

7M

Keterangan:

Pintu :

Jendela :

KI : Kamar utama

K II : Kamar kedua

53
3. Kemampuan Keluarga Melakukan Tugas Pemeliharaan Kesehatan Anggota

Keluarga

a. Adakah perhatian keluarga kepada anggotanya yang menderita sakit : Ya,

karena keluarga peduli dengan kesehatan anggota keluarganya, walaupun

keluarga kurang peduli dengan anaknya yang lagi sakit cacar, karena

menganggap penyakit cacar itu tidak perlu diobati ke pelayanan kesehatan.

b. Apakah keluarga mengetahui masalah kesehatan yang dialami anggota

dalam keluarganya : ya

c. Apakah keluarga mengetahui penyebab masalah kesehatan yang dialami

anggota dalam keluarganya : ya, tetapi tidak terlalu paham.

d. Apakah keluarga mengetahui tanda dan gejala masalah kesehatan yang

dialami anggota dalam keluarganya : ya.

e. Apakah keluarga mengetahui akibat masalah kesehatan yang dialami

anggota dalam keluarganya bila tidak diobati/dirawat : tidak.

f. Pada siapa keluarga biasa menggali informasi tentang masalah kesehatan

yang dialami anggota keluarganya : Yaitu pada tenaga kesehatan dan

mahasiswa praktek.

g. Keyakinan keluarga tentang masalah kesehatan yang dialami anggota

keluarganya : Yaitu perlu berobat ke fasilitas yankes.

h. Apakah keluarga melakukan upaya peningkatan kesehatan yang dialami

anggota keluarganya secara aktif : ya.

54
i. Apakah keluarga mengetahui kebutuhan pengobatan masalah kesehatan

yang dialami anggota keluarganya : tidak, keluarga belum terlalu paham

tentang pengobatan mengenai masalah kesehatan yang dialami anaknya.

j. Apakah keluarga dapat melakukan cara merawat anggota keluarga dengan

masalah kesehatan yang dialaminya : tidak, karena keluarga kurang

memahami tentang cara merawat anggota keluarga jika ada yang sakit

k. Apakah keluarga dapat melakukan pencegahan masalah kesehatan yang

dialami anggota keluarganya : ya, yaitu dengan membeli obat di apotek

jika ada yang sakit sebelum di bawa ke pelayanan kesehatan.

l. Apakah keluarga mampu memelihara atau memodifikasi lingkungan yang

mendukung kesehatan anggota keluarga yang mengalami masalah

kesehatan : tidak, keadaan lingkungan halaman kurang bersih yaitu

berpasir kemudian bagian depan dan samping rumah tampak sampah

berserakan.

m. Apakah keluarga mampu menggali dan memanfaatkan sumber

dimasyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan anggota keluarganya: ya

55
4. Data Individu Yang Sakit

Data Pengkajian Individu Yang Sakit

a. Nama individu yang sakit : An Ar

Diagnosa medis : Tonsilitis

1) Keadaan Umum

a) Kesadaran : Composmentis

b) GCS : 15 (E4M6V5)

c) TTV : TD = -

N = 80 x/i

S = 38oC

P = 24 x/i

2) Sirkulasi/Cairan

Tidak ada edema, bunyi jantung normal, tidak ada

asites, akral hangat, tidak ada tanda-tanda perdarahan, tidak

ada tanda-tanda anemia, mukosa bibir kering, tidak ada pusing,

tidak ada kesemutan, klien berkeringat jika banyak melakukan

kegiatan, CRT < 2 detik.

3) Perkemihan

Pola BAK 6-8 x/hari, tidak ada hematuria, tidak ada

poliuria, tidak ada oliguria, tidak ada disuria, tidak ada

inkontinensia, tidak ada retensi, tidak ada nyeri saat BAK,

kemampuan BAK/BAB secara mandiri, tidak menggunakan

56
alat bantu saat BAK/BAB dan tidak menggunakan obat untuk

BAK/BAB.

4) Pernapasan

Tidak ada sianosis, tidak ada sekret, irama nafas teratur,

tidak ada wheezing, tidak ada ronki, tidak menggunakan otot

bantu napas, tidak menggunakan alat bantu napas, tidak ada

dispnea, tidak ada sesak, tidak ada stridor dan tidak ada

krepitasi.

5) Pencernaan

Klien mual, tidak ada muntah, tidak ada kembung,

nafsu makan kurang, klien mengalami kesulitan menelan, tidak

ada disphagia, aroma nafas klien berbau khas, tidak ada

distensi abdomen, bising usus = 14 x/i, tidak ada konstipasi,

tidak ada diare, tidak ada hemoroid, tidak ada stomatitis, tidak

ada maag, tidak teraba masa pada abdomen, tidak ada riwayat

menggunakan obat pencahar, diet rendah karbohidrat,

kebiasaan makan-minum secara mandiri, tidak ada alergi

makanan/minuman, dan tidak menggunakan alat bantu makan-

minum.

6) Muskuloskeletal

Tonus otot baik, tidak ada kontraktur, tidak ada fraktur,

tidak ada nyeri otot/tulang, tidak ada tremor, tidak ada malaise,
5 5
postur normal, kekuatan otot 5 5 tidak ada kelemahan

57
dan kelumpuhan pada ekstremitas atas dan bawah, berdiri dan

berjalan secara mandiri, tidak menggunakan alat bantu jalan,

dan tidak ada nyeri.

7) Neurosensori

a) Fungsi Penglihatan

Klien dapat melihat dengan jelas, tidak menggunakan alat

bantu penglihatan.

b) Fungsi Pendengaran

Klien dapat mendengar dengan jelas, tidak menggunakan

alat bantu dengar dan tidak ada tinnitus.

c) Fungsi Perasa

Klien dapat merasa pahit, asam, manis dan asin.

d) Fungsi Penciuman

Klien dapat membedakan bau dengan baik.

e) Fungsi Perabaan

Tidak ada kesemutan, tidak ada disorientasi, tidak ada

halusinasi, tidak ada amnesia, tidak ada parese, tidak ada

disartia, tidak ada paralisis, tidak ada kejang, tidak ada

refleks patologis dan fungsi perabaan baik.

8) Kulit

Klien tidak merasa gatal pada seluruh tubuhnya, tidak ada

jaringan parut, tidak ada memar, tidak ada laserasi, tidak ada

58
laserasi, tidak ada ulserasi, tidak ada pus, tidak ada lepuh, tidak

ada perdarahan, tidak ada luka bakar dan tidak ada dekubitus.

9) Tidur dan Istirahat

Tidak ada kesulitan tidur, waktu tidur siang ± 3 jam,

waktu tidur malam ± 8 jam dan tidak menggunakan bantuan

obat tidur.

10) Mental

Tidak ada gangguan mental, seperti cemas, denial, marah,

takut, putus asa, depresi, rendah diri, menarik diri, agresif

maupun perilaku kekerasan.

11) Komunikasi dan Budaya

Interaksi dengan keluarga baik dan berkomunikasi lancar.

12) Kebersihan Diri

Kebersihan diri baik, seluruh tubuh bersih dan berpakaian

sesuai dan bersih.

13) Perawatan Diri Sehari-Hari

Klien mandi, berpakaian dan menyisir rambut secara

mandiri.

59
Keterangan tambahan terkait individu

Genogram

? ? ? ?

? ? ? ?
35
35

13 10 6
11

Keterangan: : Laki - Laki : Perempuan

: Klien : Garis pernikaha

?: Umur tidak diketahui : Garis serumah

G.I : kakek dan nenek klien dari pihak ibu dan ayahnya masih hidup dan

mampu melakukan aktivitas secara mandiri.

G.II : kedua orang tua klien masih hidup dan mampu melakukan aktivitas

secara mandiri.

G.III: Klien anak ketiga dari 4 bersaudara dan sedang sakit tonsilitis.

60
5. Klasifikasi Data

KLASIFIKASI DATA

Data Subjektif Data Objektif


1. Keluarga mengatakan anaknya a. Tubuh anak Ar teraba hangat

demam sejak 4 hari yang lalu b. Tonsil anak Ar nampak membenkak

disertai nyeri pada tenggorokan, c. Mulut anak Ar berbau khas

nyeri saat menelan, sulit menelan d. Suhu tubuh anak Ar 38°C

dan mual. e. Pekarangan rumah kurang bersih

2. Ny F mengatakan didalam f. Sampah dibuang disembarangan tempat

keluarganya ada yang merokok g. Sampah nampak dikumpul kemudian

3. Keluarga mengatakan anaknya dibakar

yang sedang sakit cacar belum h. Lantai rumah berpasir

pernah dibawa ke pelayanan i. Rumah tampak kurang bersih

kesehatan j. Ventilasi di rumah Tn M nampak belum

4. Ny F mengatakan sampah yang cukup dan hanya memiliki 1 jendela

ada dikumpul di pekarangan k. Kulit anak Al nampak kemerahan karena

rumah kemudian dibakar cacar.

5. Ny F mengatakan anaknya tidur l. Tn M nampak merokok sambil

dilantai rumah menggendong anaknya.

m. Di rumah Tn M belum memiliki tempat

tidur yang layak/cukup.

61
6. Analisa Data

ANALISA DATA

No Data Problem Etiologi


1. DS:

a. Keluarga mengatakan anaknya Hipertermia Proses penyakit

demam sejak 4 hari yang lalu

disertai nyeri pada tenggorokan,

nyeri saat menelan, sulit menelan

dan mual.

DO:

a. Tubuh anak Ar teraba hangat

b. Tonsil anak Ar nampak

membenkak

c. Mulut anak Ar berbau khas

d. Suhu tubuh anak Ar 38°C

2. DS: Hambatan Kurang pengetahuan


pemeliharaan tentang
DO:
rumah pemeliharaan
a. Pekarangan rumah kurang bersih.
lingkungan rumah
b. Sampah dibuang disembarangan

tempat.

c. Sampah nampak dikumpul

kemudian dibakar.

62
d. Lantai rumah berpasir.

e. Rumah tampak kurang bersih .

f. Ventilasi di rumah Tn M nampak

belum cukup dan hanya memiliki 1

jendela.

3. DS
Ketidakefektifan
a. Ny F mengatakan didalam Strategi koping
pemeliharaan
tidak efektif dan
keluarganya ada yang merokok kesehatan
sumber daya
b. Keluarga mengatakan anaknya
pengetahuan tidak
yang sedang sakit cacar belum cukup

pernah dibawa ke pelayanan

kesehatan.

c. Ny F mengatakan sampah yang

ada dikumpul di pekarangan

rumah kemudian dibakar.

d. Ny F mengatakan anaknya tidur

dilantai rumah

DO:

a. Ventilasi di rumah Tn M nampak

belum cukup dan hanya memiliki 1

jendela.

b. Kulit anak Al nampak kemerahan

63
karena cacar.

c. Tn M nampak merokok sambil

menggendong anaknya.

d. Di rumah Tn M belum memiliki

tempat tidur yang layak/cukup.

64
7. Skala Prioritas

SKALA PRIORITAS

1. Penilaian (skoring) diagnosa keperawatan

Diagnosa I: hipertermia b/d proses penyakit (imflamasi)

No Kriteria Bobot Skore Pembenaran

1 Sifat masalah : 1 3 Anak Ar sudah demam sejak


x1 = 1
3
Tidak/kurang 4 hari yang lalu disertai nyeri

sehat pada tenggorokan, nyeri saat

menelan, sulit menelan dan

mual.

2 Kemungkinan 2 2 Yang dapat di lakukan untuk


x1 = 2
2
masalah dapat mengatasi masalah yaitu

diubah: adanya sarana dan prasarana

Mudah kesehatan yang mudah

dijangkau.

3 Potensial masalah 1 2 Dengan adanya HE yang di


x1
3
dapat dicegah: berikan sehingga keluarga
= 2/3
Cukup lebih paham tentang

penyakit anaknya yaitu

tonsilitis.

4 Menonjolkan 1 2 Anak Ar sudah demam sejak


x1 = 1
2
masalah : 4 hari yang lalu disertai nyeri

65
Berat harus pada tenggorokan, nyeri saat

segera ditangani menelan, sulit menelan dan

mual, demam ini jika tidak

segera ditangani bisa

menyebabkan kejang.

Total : 5

Diagnosa I I : Hambatan pemeliharaan rumah b/d kurang pengetahuan

tentang pemeliharaan rumah.

No Kriteria Bobot Skore Pembenaran

1 Sifat masalah : 1 2 Sampah dikumpul dan


x1
3
Ancaman dibuang disembarangan
= 2/3
kesehatan tempat.

2 Kemungkinan 2 2 Yang dapat di lakukan untuk


x1 = 2
2
masalah dapat mengatasi masalah yaitu

diubah: memberikan pendidikan

Mudah kesehatan tentang

pentingnya lingkungan

bersih dan sehat.

3 Potensial masalah 1 2 Keluarga dapat membuat


x1
3
dapat dicegah: tempat sampah yang lebih
= 2/3
Cukup layak dan lebih baik dengan

66
memanfaatkan lahan

pekarangan rumah yang luas.

4 Menonjolkan 1 0 Keluarga mengatakan


x1 = 0
2
masalah : keadaan lingkungan tersebut

Masalah tidak sama sekali tidak

dirasakan menimbulkan masalah dan

keluhan apapun.

1
Total: 3 3

Diagnosa III : Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan b/d Strategi

koping tidak efektif dan sumber daya pengetahuan tidak

cukup.

No Kriteria Bobot Skore Pembenaran

1 Sifat masalah : 1 2 Tn M nampak merokok


x1
3
Ancaman sambil menggendong
= 2/3
kesehatan anaknya dan di rumah Tn M

belum memiliki tempat tidur

yang layak/cukup.

2 Kemungkinan 2 1 Yang dapat di lakukan untuk


x1 = 2
2
masalah dapat mengatasi masalah yaitu

diubah: memberikan pendidikan

Hanya sebagian kesehatan tentang bahaya

67
yang bisa muncul karena

merokok, tetapi Tn M belum

mampu untuk tidak bahkan

untuk mengurangi untuk

merokok.

3 Potensial masalah 1 2 Jika keluarga Tn M sering


x1
3
dapat dicegah: memperoleh HE yang
= 2/3
Cukup berhubungan dengan

pentingnya menjaga dan

memelihara kesehatan hal

tersebut akan meningkatkan

daya pengetahuan keluarga.

4 Menonjolkan 1 0 Keluarga mengatakan


x1 = 0
2
masalah : keadaan lingkungan tersebut

Masalah tidak sama sekali tidak

dirasakan menimbulkan masalah dan

keluhan apapun.

1
Total: 2 3

68
8. Prioritas diagnosa keperawatan

Skoring
Prioritas Diagnosa keperawatan

1 Hipertermia b/d proses penyakit


5
(imflamasi)

2 Hambatan pemeliharaan rumah b/d


1
kurang pengetahuan tentang 3
3
pemeliharaan rumah.

3 Ketidakefektifan pemeliharaan

kesehatan b/d Strategi koping tidak 1


2
3
efektif dan sumber daya

pengetahuan tidak cukup.

69
9. Perencanaan Keperawatan

Fasilitas Yankes : PKM. Sudiang

Nama Perawat : Zulyanti Busra, S.Kep

Alamat : Jln. Goa Ria Laikang

Nama Penanggung Jawab/KK : Tn. M

Tgl/ Diagnosa
Tujuan Rencana Tindakan
No Keperawatan
24/07/17

1. Hipertermia b/d Noc : Nic :

proses penyakit Thermoregulasi (611) 1. Monitor TTV dengan tepat

(imflamasi) a. Tidak ada 2. Monitor warna kulit.

perubahan warna 3. Monitor tanda dan gejala

kulit hipertermi.

b. TTV normal 4. Monitor status hidrasi(mis:

membran mukosa lembab,

denyut nadi).

5. Monitor makanan dan

cairan yang dikomsumsi.

6. Anjurkan kompres air

hangat.

7. Tingkatkan asupan oral

8. Kaji riwayat kesehatan dan

penggunaan obat-obatan.

9. Identifikasi alergi

70
25/07/17

2. Hambatan Noc: Nic:

pemeliharaan rumah Linkungan rumah 1. Bangun hubungan

b/d kurang aman dan terawatt terapeutik.

pengetahuan tentang (648). 2. Tentukan bagaimana

pemeliharaan rumah. a. Linkungan rumah perilaku keluarga merawat

aman dan nyaman. pasien.

b. Penampilan dan 3. Monitor status resiko

kondisi rumah rapi kesehatan yang sudah

dan bersih. diketahui.

4. Lakukan program edukasi

untuk menghindari resiko.

5. Nilai tingkat pendidikan

pasien/keluarga.

6. Nilai pengetahuan keluarga

saat ini.

7. Pilih strategi pengajaran

yang tepat.

25/07/17

3. Ketidakefektifan Noc: Nic:

pemeliharaan Tingkat pemeliharaan 1. Gunakan pendekatan yang

kesehatan b/d kesehatan meningkat. tenang.

Strategi koping tidak a. Keluarga paham 2. Tentukan pengetahuan

71
efektif dan sumber tentang kesehatan dan gaya hidup

daya pengetahuan pemeliharaan perilaku saat ini.

tidak cukup. kesehatan 3. Targetkan sarana pada

b. Koping keluarga. kelompok yang akan

diberikan pendidikan

kesehatan.

4. Gunakan komunikasi yang

sesuai dan jelas.

5. Gunakan bahasa yang

sederhana.

6. Berikan informasi penting

secara lisan maupun

tertulis.

7. Diskusikan perubahan gaya

hidup yang mungkin

diperlukan untuk mencegah

komplikasi dimasa yang

akan datang.

72
4. Implementasi dan Evaluasi

Fasilitas Yankes : PKM. Sudiang

Nama Perawat : Zulyanti Busra, S.Kep

Alamat : Jln. Goa Ria Laikang

Nama Penanggung Jawab/KK : Tn. M

Diagnosa
Tgl/No Implementasi Evaluasi
Keperawatan
25/07/17

1. Hipertermia b/d Nic : S

proses penyakit 1. Memonitor TTV Ny F mengatakan anaknya

(imflamasi) dengan tepat. masih demam dan disertai

DS: Hasil: nyeri pada tenggorokan,

a. Keluarga TD:- nyeri saat menelan, sulit

mengatakan N:80x/i menelan dan mual.

anaknya demam P:24x/i O

sejak 4 hari S: 38°C a. Tubuh anak Ar teraba

yang lalu 2. Memonitor warna kulit. hangat

disertai nyeri Hasil: b. Tonsil anak Ar masih

pada Tidak ada tanda-tanda nampak membenkak

tenggorokan, sianosis dan tidak c. Mulut anak Ar berbau

nyeri saat terjadi perubahan warna khas

menelan, sulit pada kulit. d. Suhu tubuh anak Ar

menelan dan 3. Memonitor tanda dan 38°C.

73
mual. gejala hipertermi. A

DO: Hasil: Masalah Hipertermia pada

a. Tubuh anak Ar Mukosa bibir anak Ar anggota keluarga Tn M

teraba hangat kering. masih terjadi.

b. Tonsil anak Ar 4. Memonitor status P

nampak hidrasi (mis: membran Pertahankan intervensi 2 dan

membenkak mukosa lembab, denyut 9.

c. Mulut anak Ar nadi). 2. Monitor warna kulit.

berbau khas Hasil: 9. Identifikasi alergi

d. Suhu tubuh Memran mukosa kering Lanjutkan intervensi 1, 3, 4,

anak Ar 38°C dan nadi adekuat. 5, 6, 7 dan 8.

5. Memonitor makanan 1. Monitor TTV dengan

dan cairan yang tepat

dikomsumsi. 3. Monitor tanda dan gejala

Hasil: hipertermi.

Klien hanya diberi 4. Monitor status

bubur dan air putih. hidrasi(mis: membran

6. Menganjurkan kompres mukosa lembab, denyut

air hangat. nadi).

Hasil: 5. Monitor makanan dan

Klien malas dikompres cairan yang dikomsumsi.

dengan alasan tidak 6. Anjurkan kompres air

suka kalau badan nya hangat.

74
basah. 7. Tingkatkan asupan oral

7. Meningkatkan asupan 8. Kaji riwayat kesehatan

oral. dan penggunaan obat-

Hasil: obatan.

Klien sangat malas

minum karena merasa

nyeri jika menelan.

8. Mengkaji riwayat

kesehatan dan

penggunaan obat-

obatan.

Hasil:

Saat ini klien

mengkomsumsi

paracetamol tablet

3x1/2. Amoxillin 3x1/2

dan VIt C 3x1/2.

9. Mengidentifikasi alergi.

Hasil:

Klien tidak memiliki

riwayat alergi apapun

baik itu makanan,

minuman, obat-obatan

75
tertentu maupun bahan-

bahan tertentu.

25/07/17

2. Hambatan Nic: S

pemeliharaan 1. Membangun hubungan O

rumah b/d kurang terapeutik. a. Pekarangan rumah

pengetahuan Hasil: kurang bersih.

tentang Keluarga Tn M dan Ny b. Sampah dibuang

pemeliharaan F sangat rama saat disembarangan tempat.

rumah. dilakukan pengkajian. c. Sampah nampak

DS: - 2. menentukan bagaimana dikumpul kemudian

DO: perilaku keluarga dibakar.

a. Pekarangan merawat pasien. d. Lantai rumah berpasir.

rumah kurang Hasil: e. Rumah tampak kurang

bersih. Keluarga merawat klien bersih .

b. Sampah sesuai indikasi klien. f. Ventilasi di rumah Tn M

dibuang 3. Memonitor status resiko nampak belum cukup

disembarangan kesehatan yang sudah dan hanya memiliki 1

tempat. diketahui. jendela.

c. Sampah nampak Hasil: A

dikumpul Keluarga belum paham Hambatan pemeliharaan

kemudian tentang resiko apa yang rumah teratasi sebagian.

76
dibakar. dapat muncul akibat P

d. Lantai rumah lingkungan yang kurang Pertahankan intervensi 1, 2,

berpasir. bersih. 4 dan 7.

e. Rumah tampak 4. Melakukan program 1. Bangun hubungan

kurang bersih . edukasi untuk terapeutik.

f. Ventilasi di menghindari resiko. 2. Tentukan bagaimana

rumah Tn M Hasil: perilaku keluarga

nampak belum Keluarga diberikan HE merawat pasien.

cukup dan terkait penyakit yang 4. Lakukan program

hanya memiliki dapat muncul akibat edukasi untuk

1 jendela. pemeliharaan rumah menghindari resiko.

dan lingkungan yang 7. Pilih strategi pengajaran

kurang sehat. yang tepat.

5. Menilai tingkat Lanjutkan intervensi 3, 5

pendidikan dan 6.

pasien/keluarga. 3. Monitor status resiko

Hasil: kesehatan yang sudah

Klien saat ini belum diketahui.

sekolah sedangkan Tn 5. Nilai tingkat pendidikan

M dan Ny F tamatan pasien/keluarga.

SD. 6. Nilai pengetahuan

6. Menilai pengetahuan keluarga saat ini.

keluarga saat ini.

77
Hasil:

Keluarga kurang paham

tentang penyakit yang

diderita anak nya saat

ini.

7. Memilih strategi

pengajaran yang tepat.

Hasil:

Keluarga diberikan

penyuluhan tentang

penyakit yang ssat ini

diderita anaknya dan

masalah lingkungan

yang sehat.

25/07/17

3. Ketidakefektifan Nic: S

pemeliharaan 1. Menggunakan a. Ny F mengatakan

kesehatan b/d pendekatan yang didalam keluarganya ada

Strategi koping tenang. yang merokok

tidak efektif dan Hasil:


b. Keluarga mengatakan
sumber daya Saat melakukan dan
anaknya yang sedang
pengetahuan tidak beradaptasi dengan
sakit cacar belum pernah

78
cukup. keluarga Tn M dibawa ke pelayanan

DS menggunakan bahasa kesehatan.

a. Ny F yang sopan dan mudah


c. Ny F mengatakan
mengatakan untuk dimengerti
sampah yang ada
didalam keluarga.
dikumpul di pekarangan
keluarganya ada 2. Menentukan
rumah kemudian dibakar.
yang merokok pengetahuan kesehatan
d. Ny F mengatakan
dan gaya hidup perilaku
b. Keluarga anaknya tidur dilantai
saat ini.
mengatakan rumah
Hasil:
anaknya yang
O
Dalam keluarga Tn M
sedang sakit
a. Ventilasi di rumah Tn M
ada yang merokok yaitu
cacar belum
nampak belum cukup
Tn M sendiri.
pernah dibawa
dan hanya memiliki 1
3. Menargetkan sarana
ke pelayanan
jendela.
pada kelompok yang
kesehatan.
b. Kulit anak Al nampak
akan diberikan
c. Ny F kemerahan karena cacar.
pendidikan kesehatan.
mengatakan c. Tn M nampak merokok
Hasil:
sampah yang sambil menggendong
Kelompok yang akan
ada dikumpul di anaknya.
diberikan pendidikan
pekarangan d. Di rumah Tn M belum
kesehatan yaitu Tn M,
rumah memiliki tempat tidur
Ny F dan anak Ar.
kemudian yang layak/cukup.
4. Menggunakan

79
dibakar. komunikasi yang sesuai A

d. Ny F dan jelas. Ketidakefektifan

mengatakan Hasil: pemeliharaan kesehatan

anaknya tidur Saat berkomunikasi teratasi sebagian

dilantai rumah dengan Tn M dan P

keluarganya Pertahankan intervensi 1, 3,


DO:
menggunakan bahasa 4, 5, 6 dan 7.
a. Ventilasi di
Indonesia. 1. Gunakan pendekatan
rumah Tn M
5. Menggunakan bahasa yang tenang.
nampak belum
yang sederhana. 3. Targetkan sarana pada
cukup dan
Hasil: kelompok yang akan
hanya memiliki
Keluarga dan klien diberikan pendidikan
1 jendela.
diberikan penjelasan kesehatan.
b. Kulit anak Al
dan penyuluhan 4. Gunakan komunikasi
nampak
menggunakan bahasa yang sesuai dan jelas.
kemerahan
yang mudah dimengerti 5. Gunakan bahasa yang
karena cacar.
dan mudah untuk sederhana.
c. Tn M nampak
dipahami. 6. Berikan informasi
merokok sambil
6. Memberikan informasi penting secara lisan
menggendong
penting secara lisan maupun tertulis.
anaknya.
maupun tertulis. 7. Diskusikan perubahan
d. Di rumah Tn M
Hasil: gaya hidup yang
belum memiliki
Keluarga Tn M mungkin diperlukan

80
tempat tidur diberikan penjelasan untuk mencegah

yang dalam bentuk lisan dan komplikasi dimasa yang

layak/cukup. tertulis sehingga akan datang.

mempermudah keluarga Lanjutkan intervensi 2

untuk mengerti dan 2. Tentukan pengetahuan

paham tentang apa yang kesehatan dan gaya

dijelaskan. hidup perilaku saat ini.

7. Mendiskusikan

perubahan gaya hidup

yang mungkin

diperlukan untuk

mencegah komplikasi

dimasa yang akan

datang.

Hasil:

Bersama-sama keluarga

membahas tentang

bahaya dari merokok

terutama untuk perokok

pasif serta bagaimana

cara untuk

meningkatkan

pemeliharaan kesehatan

81
dan pemeliharaan

lingkungan yang sehat

dan nyaman sehingga

tidak menimbulkan

komplikasi dimasa yang

akan datang.

82
BAB VI

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dari hasil Ujian Tahap Akhir Praktek ini tentang “Asuhan Keperawatan

Keluarga dengan Diagnosa Medis Tonsilitis yang dilaksanakan pada tanggal

24 Juli sampai 26 Juli 2017 di wilayah kerja Puskesmas Sudian makassar,

maka ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Diketahuinya bahwa keluarga Tn M belum terlalu paham tentang penyakit

yang dialami anaknya.

2. Diketahuinya bahwa keluarga Tn M belum terlalu paham tentang cara

menjaga dan memodifikasi lingkungan yang sehat dan bersih.

3. Diketahuinya bahwa keluarga Tn M belum terlalu paham tentang

bagaimana cara untuk meningkatkan pemeliharaan kesehatan agar tidak

menimbulkan resiko dan komplikasi dimasa yang akan datang.

B. SARAN

1. Sebaiknya keluarga dan Tn M lebih memperhatikan kondisi dan tindakan

apa yang harus dilakukan jika ada anggota keluarga yang sakit.

2. Sebaiknya keluarga dan Tn M membawa anggota keluarga yang sedang

sakit ke pelayanan kesehatan agar dapat diberikan tindakan dan

pengobatan medis sesuai keluhan klien.

83