Anda di halaman 1dari 13

PERANCANGAN AKADEMI PSS SLEMAN

DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HIGH TECT

YOHAN RAHMADANI
141411417
PENDAHULUAN PROFIL KABUPATEN SLEMAN
PROFIL PROVINSI D.I.YOGYAKARTA
SEPAKBOLA DI INDONESIA
Luas Wilayah Pembagian Wilayah

3.185,80 Km2
Kabupaten Sleman
Kota Yogyakarta
Kabupaten Bantul
Kabupaten Kulon Progo
Letak Geografis Kabupaten Gunung Kidul

8º 30' - 7º 20' LS
109º 40' - 111º 0' BT

Indonesia merupakan negara berkembang, terutama mengenai sepakbolanya


yang terus berusaha meningkatkan mutu persepakbolaannya. Indonesia sendiri
merupakan negara dengan pesepakbola nomor 7 terbanyak di dunia. Ada sekitar Jumlah penduduk
7,1 juta pesepakbola dinegeri ini, namun hanya 66.960 yang terdaftar di FIFA
3.452.390 jiwa

Pulau Jawa merupakan pulau dengan Klub terbanyak di liga Indonesia. Tercatat
ada 9 klub berasal dari jawa dan 9 Klub lainnya tersebar dari sumatra, kalimantan,
bali, sampai papua. ini menunjukan bahwa potensi klub di jawa begitu besar.

Luas Wilayah Pembagian Wilayah

574,82 Km2 17 Kecamatan


86 Desa
1.212 Dusun

Letak Geografis

7° 34′ 51″ - 7° 47′ 30″ LS


110° 33′ 00″ - 110° 13′ 00″ BT
Jawa Tengah adalah salah satu daerah dengan potensi sepakbola dengan fanatisme
suporter yang sangat tinggi. Namun klub yang berdiri di liga teratas hanya ada 1
yaitu PSIS Semarang yang baru saja naik ke kasta tertinggi untuk musim 2018.
Jumlah penduduk

Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan, provinsi 1.125.369 jiwa


yang memiliki klub besar yang pernah mencicipi
liga teratas di indonesia, sebut saja PSS Sleman,
P S I M Yo g y a k a r t a , d a n P E R S I B A B a n t u l .
namun prestasi yabg paling mentereng ditunjukan
Persiba dengan menjuarai Liga Premier Indonesia
pada Tahun 2010. Namun sangat disayangkan
persiba musim depan harus berlaga dikasta ketiga
akibat tidak mampu bersaing di liga 2 musim lalu.
Potensi sepakbola DIY juga dilihat dari Suporternya
Beruntung DIY memiliki Basis suporter yang
dikagumi di Indonesia bahkan di dunia.
Salah satunya adalah Brigata Curva Sud dari Sleman.
PENDAHULUAN SEPAKBOLA SECARA UMUM DAN POTENSI KAB. SLEMAN

SEPAKBOLA DI DUNIA
Sepakbola merupakan salah satu olahraga paling poluler dan diminati di dunia. Perserikatan Sepakbola Sleman PSS Sleman merupakan Klub yang menjadi kebanggan masyarakat
Federation Internationale de Football Association (FIFA) menyebutkan jumlah pemain Sleman. Berdiri sejak 20 Mei 1976. PSS Sleman melakukan debutnya pada Turnamen Pra PON di
di seluruh dunia mencapai 265 juta individu baik pesepakbola laki-laki maupun
perempuan, lebih dari 200 negara di setiap belahan dunia. Atau ada sekitar 270 juta Stadion Kridosono Yogyakarta. Prestasi PSS dari Tahun ke tahun
yang terlibat di dunia sepakbola termasuk wasit dan official, Jumlah ini merupakan 4
persen dari jumlah populasi dunia,hasil polling dari situs must-popular.net ( 20 Maret 2006 ). 1976 -1995 kompetisi Devisi II DIY
1996 Juara Devisi II DIY
1997 Juara Kompetisi Perserikatan Jawa Tengah
1998- 1999 Devisi I Nasional
2000 Juara Devisi I Nasional (promosi Liga tertinggi di Indonesia )
2001 - 2002 Finish peringkat 9 Liga Bank Mandiri
2003 - 2004 Finish Peringkat 4 Liga Bank Mandiri
2004 - 2005 Semifinalis Copa Djie Sam Soe
2006 mundur dari dari kompetisi dengan alasan kemanusiaan
2007 32 besar devisi I
2008-2009 52 besar devisi I
Gambar Timnas Jerman Juara piala Dunia 2014 Gambar Timnas Australia Juara piala Asia 2015
2012 40 besar devisi I
2013 Juara DU LPIS (gagal Promosi akibat kompetisi dibubarkan)
2014 Diskualifikasi (akibat sepakbola Gajah)
2016 Finalis ISC B
2017 Babak 16 Besar Liga 2 Indonesia

Kesuksesan dibalik Promosinya PSS Sleman pada tahun 2000 adalah berkat buah kerja keras dari pemain- pemain lokal dari Sleman.
Yang seluruh Skuadnya saat itu merupakan Saringan dari Klub dibawah naungan PSS Sleman yang terdiri dari 84 Klub, yang
kala itu menjadi Klub Perserikatan terbesar yang memiliki klub Binaan di bawahnya. 20 Klub berkompetisi di Devisi Utama,
Gambar Timnas Indonesia Juara piala AFF U-19 2016 Gambar PSS Sleman Juara DU LPIS 2013 20 Klub berkompetisi di Devisi I dan 44 Klub di Kompetisi Devisi II wilayah DIY.
Cara menjaring pemain ini selalu di lakukan oleh PSS Sleman hingga detik ini salah satunya data terbaru SSB dan Liga yang beroperasi di Sleman.
Juara merupakan tujuan setiap klub di dunia. juara didapatkan dengan perjuangan dan
kerja keras bukan dengan cara instan atau dengan cara curang. menjadi juara butuh proses
mulai dari berlatih sejak dini hingga menjadi profesional.

Salah satu proses dari sepak bola adalah berlatih sejak dini di sekolah sepak bola SSB.
Belajar sejak dini tentang sepakbola dan giat berlatih akan mengembangkan bakatnya.
pembinaan pemain usia dini merupakan salah satu yang diwajibkan di eropa.

salah satu contoh akademi La Masia,


yang berhasil menghasilkan pemain klas dunia,
seperti Lionel Messi, Iniesta, Xavi, Icardi, dll.
PENDAHULUAN
RUMUSAN MASALAH

1.Bagaimana merancang sebuah fasilitas Akademi Sepak Bola Indonesia yang dapat mewadahi
kegiatan pendidikan seperti membentuk, membina, dan kepribadian peserta didik sesuai dengan
kebutuhan yang telah ada secara optimal.
2.Bagaimana menyelesaikan pengelolaan zona tapak, fasilitas latihan, fasilitas penunjang, sistem
struktur dan konstruksi, dalam Akademi Sepakbola Indonesia sesuai dengan standar-standar arsitektur
serta karakteristik pengguna fasilitas yang ada.
3.Bagaimana merancang dengan memerhatikan kendala dan potensi yang ada, serta keamanan dan
kenyamanan, dan privasi yang tetap terjaga untuk Sekolah Pembinaan Sepak Bola Indonesia ini.
4.Bagaimana mengintegrasikan area terbuka, fasilitas utama dengan fasilitas penunjangnya dengan
berbagai fungsi serta kejelasan orientasi dan sirkulasi, untuk setiap aktivitas, baik di dalam maupun
di luar tapak.

TUJUAN

Mewadahi permasalahan pada sistem sepak bola nasional. dengan beberapa kajian, dan gagasan yang
ditinjau dari sudut pandang arsitektur. Tujuan dari pembahasan latar belakang judul ini adalah :

1.Memfasilitasi pendidikan pembinaan olahraga sepak bola, seperti fungsi ruang-ruang yang
responsif terhadap segala kegiatan di dalamnya, agar tetap terjaga tidak saling mengganggu dan
saling berhubungan.
2.Menyediakan fasilitas berlatih dan fasilitas kebugaran yang baik untuk pemain sepak bola.
3.Menyediakan fasilitas institusi pendidikan dan lembaga pemerintah untuk terciptanya sistem
pendidikan dan pengawasan yang baik.
4.Menyediakan fasilitas bersama untuk terciptanya interaksi lahan perancangan dengan lingkungannya.
PENDAHULUAN

MANFAAT

1.Manfaat Teoritis
Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat di dunia pendidikan khususnya di bidang
olahraga sepakbola dalam hal pembinaan pemain usia dini, dan sebagai pembelajaran bagi pihak- pihak
terkait sehingga dapat berkontibusi untuk persepakbolaan Indonesia.
2.Manfaat Praktis
Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu menjadikan manfaat bagi semua pihak yang terkait dalam
penelitian ini, diantaranya :
a.Sebagai masukan bagi pihak PSSI dalam rangka mengembangkan sektor pembinaan pemain usia dini
b.Sebagai masukan bagi Klub- klub yang ada di Indonesia dalah rangka meningkatkan pemain muda lokal.
c.Sebagai Literatur bagi Mahasiswa yang ingin memajukan persepakbolaan Indonesia dalam sektor
Pembinaan pemain usia dini.
PENDAHULUAN TINJUAN PUSTAKA
TINJUAN PUSTAKA

Sepakbola di indonesia terus berkembang sedemikian pesat. Namun perkembangan sepakbola di indonesia juga
harus di imbangi dengan standar yang sudah ditentukan oleh Asian Football Confederation (AFC) dalam
Club Licensing Regulation (CLR) agar indonesia memiliki klub yang benar benar profesional.
Point dari CLR yang berkaitan dengan Arsitektur antara lain :
A .Kriteria Sporting B.Kriteria Infrastruktur
·Struktur Pengembangan pemain ·Stadion yang disetujui oleh AFC
·Program pembinaan pemain usia muda ·Sertifikat keamanan Stadion
·Support medis pemain yang dikontrak ·Rencana efakuasi Stadion
·Program Grassroot ·Fasilitas Latihan
·Program pendidikan sepakbola ·Keamanan Stadion
·Program CSR ·Fasilitas pelatihan untuk pengembangan pemain
·Akademi Klub untuk Pemain Muda ·Stadion sesuai Standart FIFA
·Kebijakan Anti Rasis ·Fasilitas Difavel
Akademi Sepakbola merupakan lembaga pendidikan formal yang
menyelenggarakan pendidikan vokasi cabang sepakbola sejak usia
dini yang mengacu pada kurikulum yang sudah ditentukan dalam
jangka waktu tertentu. Keseriusan PSSI dalam membentuk pembinaan
usia dini adalah dengan meluncurkan Buku kurikulum Pembinaan Usia
dini Pada 9 November 2017
PENDAHULUAN TINJUAN PUSTAKA
SYARAT SEBUAH AKADEMI SEPAKBOLA

TERDAFTAR
Akademi sepak bola harus terdaftar di pengurus cabang (pengcab) tempat akademi tersebut berada, terdaftar
di Asosiasi Sekolah Sepak Bola Indonesia, dan masuk dalam database PSSI Pusat.

STANDAR LAPANGAN
Lapangan harus dalam kategori memuaskan dan tidak bergelombang. Kondisi rumput juga harus selalu terawat
baik. Sementara ukuran lapangan harus bisa digunakan untuk permainan 11 lawan 11

ORGANISASI KEPENGURUSAN
Selain harus memiliki Pembina, direktur, bendahara, sekretaris, tim pelatih, dan komisi wasit, akademi juga harus
memiliki tim kesehatan yang terdiri dari fisioterapis, dokter, dan rumah sakit

FASILITAS LATIHAN
Fasilitas seperti gawang, cones, serta bola harus tersedia. Diharuskan juga memiliki fasilitas penunjang seperti
kamar ganti, pusat kebugaran, atau mini bus untuk keperluan latih tanding tim.

EKSISTENSI
Telah terbukti memiliki aktivitas dalam kurun waktu yang cukup lama. Artinya, pengelola akademi mesti memberikan
laporan kegiatan selama mereka berdiri. Termasuk jumlah lulusan dan keikutsertaan dalam kompetisi

KATEGORI UMUR
Minimal memiliki empat kategori umur. Misalnya kategori U-8, U-10, U-12, dan U-14.

PELATIH
Perbandingan jumlah pelatih dan siswa minimal 1 banding 10. Artinya, apabila jumlah siswa yang sedang mengikuti
sesi latihan melebihi 10 pemain, harus menggunakan 2 pelatih. Pelatih itu bisa pelatih utama atau asisten.
PENDAHULUAN TINJUAN PUSTAKA

LISENSI
Lisensi pelatih kepala minimal B. untuk asisten pelatih minimal memegang lisensi C. syarat lainnya adalah
ketersediaan pelatih Pembina yang berlisensi A yang aktif terlibat melatih atau mengawasi latihan.

PROGRAM LATIHAN
Sudah memiliki visi dan misi jelas dalam menjalankan program pengembangan pemain. Saat latihan
dilakukan, tim pelatih sudah memiliki modul dan pola latihan yang jelas dan terstruktur untuk
diinformasikan kepada siswa.

BIAYA
Hal ini yang membedakan antara sekolah sepak bola dan akademi. Semua siswa yang masuk ke dalam
akademi tidak dipungut biaya apa pun. Mereka mendapat beasiswa untuk belajar di akademi. Untuk
mendapatkan beasiswa, calon siswa harus melewati serangkaian tes kelayakan dan kemampuan.
Dana operasional akademi bisa diperoleh dari sponsor atau mendapatkan jatah andnggaran dari klub yang
menaungi mereka.
PENDAHULUAN TINJUAN PUSTAKA

Arsitektur High Tect

Istilah High Tect merupakan buah pemikiran modern pada abad 20 yang mempopulerkan penggunaan
material industri. Dalam arsitektur banyak digunakan istilah Hight-Tect Untuk menginterpretasikan sebuah
sistem teknologi sebagai gambaran keberhasilan dalam penggunaan teknologi canggih pada tahun 1970an.

Karakter High- Tect

1. Inside out.
Bagian interior yang diperlihatkan keluar dengan penggunaan material penutup yang transparan, seperti kaca.
Fungsi-fungsi yang umumnya tertutup/ditutupi namun ditonjolkan keluar, seperti fungsi servis dan utilitas.

2. Celebration of process.
Penekanan terhadap pemahaman mengenai konstruksinya bagaimana, mengapa, dan apa dari suatu bangunan,
sehingga muncul suatu pemahaman dari seorang awam ataupun seorang ilmuwan. Sebagai catatan yang ditulis
oleh Charles Jenks mengenai Norman Foster, yaitu ciri khas dari pekerjaan Norman Foster yang terkesan dapat
mengungkapkan sesuatu yang lebih daripada arsitek manapun dalam cara penyelesaian dengan ide-ide c
emerlangnya yang mengembangkan suatu rancangan sesuai dengan zamannya sehingga kegunaan dan tampak
dari bangunan tersebut merupakan suatu mekanisme yang sempurna.

3. Transparan, pelapisan dan pergerakan.


Ketiga kualitas keindahan ini hampir selalu ditonjolkan secara dramatis tanpa terkecuali, kegunaan yang lebih luas
dari kaca yang transparan dan tembus cahaya, pelapisan dari pipa-pipa saluran, tangga dan struktur, serta
penekanan pada escalator dan lift sebagai suatu unsur yang bergerak merupakan karateristik dari bangunan
high-tech.
PENDAHULUAN TINJUAN PUSTAKA

Karakter High- Tect

4. Pewarnaan yang cerah dan merata.


Hal ini ditujukan untuk memberikan perbedaan yang jelas mengenai jenis struktur dan utilitas, juga untuk
mempermudah para teknisi dalam membedakannya dan memahami penggunaannya secara efektif. Pada karya
Richard Rogers yaitu bangunan Pampidou Center dan Inmos Factory menggunakan warna-warna yang cerah.

5. A light weight filigree of tensile members.


Baja-baja tipis penopang merupakan kolom Doric dari High-tech building, sekelompok kabel-kabel baja penopang
dapat membuat mereka lebih ekspresif dalam pemikiran mengenai penyaluran gaya-gaya pada struktur.

6. Optimistic confidence in a scientific cultura.


High-tech building adalah janji masa depan dari dunia yang menanti untuk ditemukan. Bangunan yang dapat
mewakili kebudayaan/peradaban masa depan yang serba scientific, sehingga pada saat itu tetap bisa dipakai dan
tidak ketinggalan zaman. Hasilnya lebih mendalam pada suatu metode kerja, perlakuan pada material, warna-warna
dan pendapatan, dibandingkan dengan prinsip-prinsip komposisi.
PENDAHULUAN SISTEMATIKA PEMBAHASAN

SISTEMATIKA PEMBAHASAN

A.Latar Belakang
Latar belakang berisi tentang alasan mengangkat isu tersebut, hal-hal yang mendasari pentingnya topik,
serta cara penyelesaiannya.

B.Rumusan Masalah
Berisi tentang rumusan masalah berdasarkan latar belakang yang sudah dijabarkan.

C.Tujuan
Berisi tujuan dari perumusan masalah

D.Manfaat
Menjabarkan manfaat yang didapat dari penelitian terhadap topik yang diangkat

E.Tinjauan Pustaka
Berisi tentang literatur-literatur pendukung penyelesaian topik permasalahan

F.Sistematika Pembahasan

G.Daftar Pustaka
PENDAHULUAN DAFTAR PUSTAKA
Buku Kurikulum Pembinaan Sepakbola Indonesia PSSI
http://semutlaga.blogspot.co.id/2016/12/perbedaan-akademi-sepakbola-dan-sekolah.html
http://perkembanganarsitekturdunia.blogspot.co.id/2013/02/arsitektur-hightech.html
http://bijeh-design.blogspot.co.id/2014/03/arsitektur-high-tech.html
wawancara di PSSI Sleman
PENDAHULUAN KERANGKA BERFIKIR
Sepakbola sebagai olahraga populer di Sleman

Tuntutan masyarakat akan Prestasi sepakbola sleman


yang lebih tinggi dari sekarang

Fasilitas yang ada masih belum memenuhi standart


sesuai dengan aturan AFC Masalah

Belum adanya wadah untuk membina (teori dan Praktek)


bagi pemain berbakat usia dini yang ada di Sleman
•Sirkulasi dan akses
•Bentuk dan massa bangunan
•orientasi bangunan
Belum tersedianya fasilitas medis yang memadai •Zoning
•Landscape
•Material
•Struktur
•Utilitas

Perancangan Akademi Sepakbola PSS Sleman


Metode
Perancangan Training Center PSS Sleman Konsep Transformasi
Pengumpulan
desain
Data
Redesain Stadion Maguwoharjo Sleman

Data Primer
•Dokumentasi, Pengumpulan data
•wawancara langsung dengan Instasi terkait •Pengertian Akademi sepak bola •Makro & mikro
•Observasi, pengamatan langsung di lokasi •Standar fasilitas Akademi sepak bola •Kawasan Perancangan
dan Objek terkait •Kelompok umur •Existing site
•Program materi sesuai kelompok umur •Potensi
Data Sekunder •Syarat Akademi Sepakbola di Indonesia •Permasalahan
•Pola pelaku kegiatan
•RTRW kabupaten Sumba Barat •Hubungan ruang
•RDTR kota Waikabubak •Besaran ruang
•IMB kabupaten Sumba Barat •Zoning
•Data olahraga dinas PPO