Anda di halaman 1dari 5

Nama : Retno Try Lestari

NIM : 051611133149
Kelas :C
Kelompok : CK-04

TUGAS MANDIRI

 FORMULA UMUM SEDIAAN SERBUK


Secara umum sediaan serbuk diformulasikan dalam komposisi berikut:

R/ Bahan obat X

Bahan pembantu Y

m.f.pulv...

Bahan obat
 Bahan padat
 Bahan setengah padat
 Bahan cair

Bahan pembantu
Bahan pembantu adalah bahan yang menambah efektivitas kerja obat. Bahan
pembantu/tambahan umumnya ditambahkan untuk menambah bobot sediaan atau juga
memperbaiki rasa. Sebagai bahan pembantu dapat digunakan glukosa, saccharum
lactis (untuk tujuan pemakaian dalam) atau bahan lainnya yang bersifat inert (
misalnya talk untuk pemakaian luar)

 CARA PEMBUATAN SEDIAAN SERBUK


A. Memperkecil ukuran partikel bahan
A.1 Cara penggerusan /trituration
Adalah cara memperkecil ukuran partikel bahan obat dengan menggerus
bahan tersebut dalam mortir dengan pertolongan stamper. Dengan
penekanan dan pengadukan akan diperoleh proses pengecilan ukuran
partikel dan sekaligus pencampuran menjadi sediaan yang homogen
Mortir dan stamper terbuat dari
- Kaca : digunakan untuk menggerus dan mencampur bahan dalam
jumlah yang sedikit atau bahan yang berwarna kuat
- Porselin : paling sering digunakan
- Besi : digunakan untuk menggerus bahan yang sangat keras
A.2 Cara penggilingan
Adalah proses untuk memperkecil ukuran partikel suatu bahan dengan
pertolongan bahan kedua yang tidak mudah dipisahkan setelah proses
berakhir.

A.3 Cara pulverization by intervention


Adalah proses untuk memperkecil ukuran partikel suatu bahan dengan
pertolongan bahan kedua yang mudah dipisahkan setelah proses berakhir.
Cara penghalusan :
- Bahan ditambah alkohol/aseton secukupnya sambil digerus sampai
tepat larut
- Kemudian ditambah bahan inert dan digerus sampai kering dan
homogen.

B. Mencampur bahan bahan


B.1 Cara spatulasi
Digunakan untuk mencampur bahan yang dalam proses pencampurannya
tidak boleh ada tekanan, bahan dalam jumlah kecil, mempunyai ukuran
partikel dan berat jenis yang hampir sama, serta bahan yang tidak
berkhasiat keras karena homogenitasnya kurang terjamin.

B.2 Cara penggerusan/trituration


Cara pencampuran
- Dengan mencampur bahan obat satu per satu, sedikit demi sedikit
(dalam jumlah yang sama banyak) dan dimulai dari bahan obat yang
jumlahnya sedikit, yang dikenal dengan metode pengenceran
geometris (geometric dilution)

B.3 Cara pengayakan/sleving


Digunakan untuk bahan yang ringan dan mudah mengalir. Cara
mencamurnya, bahan obat diletakkan di ayakan, kemudian diayak atau
ditekan dengan spatel.

B.4 Cara penggulingan / tumbling


Digunakan untuk mencampur bahan serbuk yang sangat ringan ,
pencampuran serbuk yang tidak dikehendaki adanya peekanan, atau
pencampuran serbuk-serbuk dengan perbedaan bobot jenis yang besar.
Dalam hal ini tidak terjadi pengeclan ukuran partikel yang berarti. Cara
mencampurnya bahan bahan dicampur kemudian diguling-gulingkan
dalam suatu wadah yang bermulut lebar dan terturup rapat
C. Membagi serbuk
C.1 Cara penimbangan
Merupakan cara yang paling tepat dan akurat , karena serbuk dibagi
dengan menimbangnya satu per satu. Namun selama pencampuran ada
kemungkinan bahan sehingga bobot keseluruhan berkurang. Untuk
mengaatasinya, setelah pencampuran, bobot keseluruhan ditimbang
dahulu, kemudian ditimbang satu per satu.

C.2 Cara blocking and dividing


Campuran yang telah homogen diletakkan pada papan/kertas yang bersih,
diratakan dan dibentuk menjadi segi empat panjang, kemudian dibagi
dalam bagian yang sama dengan menggunakn spatel sesuai dengan jumlah
yang ditulis dalam resep. Kemudian masing-masing bagian dipindahkan
secara hati hati ke kertas dengan pertolongan spatula. Cara ini kurang
tepat dan tidak teliti.

C.3 Cara visual


Campuran serbuk dibagi langsusng pada masing masing kertas
pembungkus. Masing masing bagian serbuk dibentuk dengan diamter dan
tinggi yang sama. Cara ini sangat praktis dan sering dilakukan, bagi yang
sudah terlatih akan didapatkan bobot yang hampir sama pada tiap bagian.

C.4 Cara mengukur dengan alat pengukur


Campuran serbuk dibagi dengan cara mengukur sendiri dengan alat
pengukur . Untuk penakaran suatu dosis dapat digunakan alat-alat
pengukur seperti sendok atau gelas pengukur. Cara ini kurang teliti karena
bervariasinya alat pengukur yang ada.

D. Membungkus serbuk
Umumnya yang digunakan untuk membungkus serbuk adalah kertas perkamen. Selain
itu dapat digunakan pula kertas berlilin, kertas perak, dan lain sebagainya. Bahan
pembungkus harus mempunyai sifat mudah dilipat dan tidak menghisap air.

 WADAH/KEMASAN SEDIAAN SERBUK

Sediaan serbuk diserahkan dalam wadah yang sesuai yakni wadah yang tertutup baik
bila perlu harus dapat melindungi serbuk terhadap pengaruh cahaya, udara (O2, CO2 lembab,
dll), harus dapat mencegah keluarnya/menguapnya bahan-bahan yang terkandung dalam
serbuk, dan sediaan harus mudah terambil dari wadahnya. Oleh karena itu wadah yang
digunakan untuk sediaan serbuk bervariasi tergantung pada kebutuhan. Untuk itu dapat
digunakan anatara lain : dos serbuk, pot atau botol mulut lebar.
 PEMBUATAN SEDIAAN SERBUK DENGAN BAHAN BERSIFAT KHUSUS

Bahan obat padat

a. Obat berkhasiat keras dalam jumlah kecil


Bahan obat yang beratnya kurang dari 50 mg dapat disiapkan dengan cara
pengenceran.
b. Bahan higroskopis dan deliquescent
- Digerus dalam mortir kering dan hangat
- Ditambah bahan inert sebagai absorben
- Dibungkus dengan baik dan rapat
c. Bahan eflorescent
- Diganti dengan bentuk anhidrat/kering dengan jumlah yang sesuai
- Dipanaskan pada suhu tertrntu sampai berat konstan
d. Terbentuk campuran eutektik
- Ditambah absorben masing masing bahan dicampur dengan bahan inert
- Diberikan secara terpisah
- Dibiarkan terbentuk campuran eutektik, kemudian dikeringkan dengan bahan inert
e. Bahan obat dalam bentuk tablet
Tablet digerus kemudian dicampur dengan bahan lainnya
f. Bahan obat dalam bentuk kapsul
Isi kapsul dikeluarkan terlebih dahulu, kemudian digerus sampai homogen. Setelah itu
dicampur dengan bahan lain.

Bahan obat setengah padat

a. Ekstrak kental
Bahan obat dalam mortir hangat dilarutkan dengan pelarut yang sesuai, kemudian
ditambah bahan pengering yang inert.
b. Adeps lanae, vaselin
-Bila bahan dalam jumlah kecil, dapat dilarutkan dalam pelarut organik yang sesuai,
kemudian ditambahkan bahan pengering
-Bila dalam jumlah besar dilakukan dengan cara dilebur di atas penangas air,
kemudian ditambah bahan pengering yang sesuai

Bahan obat cair

a. Tingtura
1. Bahan berkhasiat tahan pemanasan
-Bila tingtura dalam jumlah kecil dapat ditambahkan dengan cara menggunakan
mortir panas dan dikeringkan dengan penambahan bahan pengering yang sesuai
-Bila tingtura dalam jumlah besar, diuapkan terlebih dahulu di atas penangas air
sampai kental, kemudian dikeringkan dengan ditambah bahan pengering yang
sesuai
2. Bahan berkhasiat tidak tahan pemanasan
-Apabila bahan berkhasiat dapat diganti dengan komponen-komponennya, maka
dapat digunakan komponennya saja tanpa bahan cairnya
-Apabila bahan berkhasiat tidak dapat diganti dengan komponennya maka
i. Bila tingtura dalam jumlah kecil dapat langsung ditambahkan
ii. Bila tingtura dalam jumlah besar, diuapkan pada suhu serendah mungkin
sampai kental kemudian keringkan dengan ditambahk bahan pengering yang
sesuai.
b. Ekstrak cair
Tahapannya sama dengan tingtura. Apabila diketahui bobot sisa keringnya, maka
dapat diganti dengan bentuk keringnya/ekstrak kering.
c. Bahan cair non alkoholis
-Bila dalam jumlah kecil dapat langsung ditambahkan
-Bila dalam jumlah besar, diuapkan dulu di atas penangas air sampai sepertiganya,
kemudian ditambah bahan pengering yang sesuai.
d. Minyak atsiri dalam elaeosacchara
Elaeosacchara adalah campuran gula-minyak atsiri dengan perbandingan 2 gram gula
dengan satu tetes minyak atsiri

Anda mungkin juga menyukai