Anda di halaman 1dari 11

TUGAS SWAMEDIKASI

“Mata Merah Ad Causa Renang, Anak 8 Tahun


Setelah Berenang Matanya Merah”

DOSEN PENGAMPU :
Dra. Kisrini, SU., M.Si.,Apt.

Disusun Oleh : Kelompok 1

Desty Dahana 1820353973


Jumariswan 1820353977
Kharisma Gustinoor F 1820353979
Rizky Apriliyani 1820353985
Tasya F. Bachtiar 1820353951
Veronika H. Rahman 1820353957
Wiwik Wiraningsih 1820353965
Yunilah Sukmadryani 1820353966

PROGRAM PROFESI APOTEKER XXXV


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS SETIA BUDI
SURAKARTA
2018
BAB I

PENDAHULUAN

Renang merupakan olahraga yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan
manusia. Berenang di kolam renang merupakan kegiatan olahraga atau rekreasi yang banyak
digemari oleh masyarakat termasuk anak – anak. Untuk menjamin kesehatan pengunjung
kolam renang, desinfeksi merupakan langkah penting. Klorin merupakan desinfektan yang
paling umum digunakan untuk menjaga kualitas air kolam renang. Desinfeksi kolam renang
salah satunya adalah pemberian senyawa kimia klor berupa kaporit (Ca(OCl)2) yang
berfungsi untuk membunuh mikroorganisme yang bersifat patogen di dalam air dan juga
untuk menghilangkan bau.

Kondisi mata merah dan perih memang sering terjadi di kolam renang umum. Namun,
penyebab dari masalah kesehatan mata ini ternyata bukanlah disebabkan oleh kaporit atau
klorin yang memang banyak digunakan pada kolam renang umum, melainkan oleh campuran
dari bahan kimia dan urine dari begitu banyak orang yang berenang dari kolam renang
tersebut. Yang menjadi masalah adalah, semakin merah mata kita atau semakin cepat kita
mengalami masalah tersebut, hal ini menandakan semakin banyak orang yang mengeluarkan
urine di kolam renang tersebut.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Iritasi Mata

Iritasi mata adalah terjadinya gangguan mata yang ditandai dengan rasa gatal,
kekeringan pada mata, pandangan menjadi kabur, perih dan terasa sakit. Kondisi mata ini bisa
disebabkan oleh berbagai macam hal misalnya pemakaian lensa kontak, kotoran yang masuk
kedalam mata, karena alergi, bahan alergen dan iritan serta infeksi konjungtivitis. Gangguan
mata ini bila disebabkan oleh virus atau bakteri dapat dengan menulari orang lain.

B. Faktor Resiko yang Menyebabkan Iritasi Mata

Patogenesis iritasi mata saat setelah berenang adalah akibat dari urine atau air seni
dapat menjadi salah satu penyebab mata menjadi merah, karena urin memiliki kandungan
nitrogen. Jika nitrogen ini tercampur dengan klorin, maka terbentuklah senyawa chloramine.
Senyawa inilah yang kemudian menyebabkan mata kita mudah merah. Jika semakin
menyengat bau klorin di kolam renang, maka kadar urine dalam kolam tersebut juga semakin
banyak. Klorin mengikat segala zat berbahaya untuk dimusnahkan sebelum menyerang
tubuh. Ketika bakteri terikat pada klorin dia akan mengiritasi tubuh.

Idealnya, kadar klorin di kolam renang adalah sekitar 1 hingga 3 ppm. Sementara itu,
kadar pH air kolam renang idealnya sekitar 7,2 hingga 7,8. pH pada kolam renang sendiri
sangatlah penting karena bisa menentukan keefektifan klorin dalam mencegah perkembangan
kuman kriptosporidium yang bisa memicu diare pada manusia. Jika kadar pH dan klorin
pada kolam renang ideal, maka air kolam renang seharusnya tidak menimbulkan bau
layaknya bahan kimia yang kuat.

Faktor risiko lain yang menyebabkan iritasi mata adalah keberadaan virus dan bakteri
dalam air kolam renang, pH air, bahan kimia lain dan penggunaan kacamata renang. Iritasi
mata bisa menjadi masalah tetapi jika penyebabnya dapat diketahui maka akan sangat mudah
untuk diobati. Ketika kotoran atau ada cairan asing yang kontak dengan kelopak mata maka
akan menyebabkan iritasi. Berikut ada beberapa penyebab iritasi mata diantaranya :

1. Blepharitis merupakan infeksi pada kelopak mata. Hal ini terjadi karena bakteri
pada kulit. Masalah ini menyebabkan peradangan pada folikel bulu mata
2. Okuler rosacea adalah kondisi peradangan kulit, dan ketika hal itu terjadi didekat
mata bisa menyebabkan iritasi. Hal ini membuat kelopak mata bengkak dan rasa
panas terbakar terus menerus di mata.
3. Iritasi mata kering dapat terjadi akibat dari kekeringanpada kornea mata dan
konjungtiva, kekurangan produksi air mata menyebabkan mata kering. Air mata
berguna untuk melumasi dan memelihara mata jika produksi air mata berkurang
maka hal itu mengarah pada iritasi mata.
4. Keratitis mengacu pada berbagai infeksi atau peradangan ada kornea. Ini adalah
luka terbukadi lapisan luar kornea. Pengobatan secepatnya harus dilakukan untuk
mencegah kerusakan lebih lanjut dari kornea.
5. Penyebab lain adalah iritis, peradangan pada iris, mata merah, debu, lensa kontak
yang terinfeksi, mata lelah atau penggunaan make up pada daerah mata.
C. Gejala Iritasi Mata

Gejala iritasi mata sepenuhnya tergantung pada penyebabnya. Sebagian besar


penyebab yang berhubungan dengan penyakit mata ini akan meyebabkan mata terasa
terbakar, gatal, iritasi pada kelopak mata, mata merah, mata berair, radang mata atau kelopak
mata, kulit terkelupas atau bahkan ketombe pada kelopak mata,kepekaan terhadap cahaya,
infeksi nanah, benjolan dikelopak mata, bintik pada kornea, sakit mata parah, penglihatan
kabur dan mata merah.
D. Cara Penggunaan Tetes Mata
1. Cuci tangan dengan menggunakan air dan sabun sampai bersih.
2. Kocok obat sehingga tercampur dengan baik.
3. Buka tutup botol obat. Jangan menyentuh lubang penetes.
4. Minta anak untuk berbaring telentang atau mendongakkan kepala.
5. Tarik kelopak mata mata kebawah dengan jari agar terbentukl semacam cekungan,
kemudian, anak disuruh melihat keatas.
6. Pegang botol tetes mata sedekat mungkin dengan kantong bawah mata. Teteskan
obat tegak lurus sebanyak 1-2 tetes kedalam cekungan atau teteskan sehingga
mengenai seluruh permukaan.
7. Teruskan menutup mata sampai 1-2 menit.

8. Bersihkan kelebihan cairan dengan dengan tissue atau kapas steril.


E. Terapi Farmakologi
Mata merah ad causa renang, anak 8 tahun setelah berenang matanya merah
Terapi :
1. Rohto Cool
KANDUNGAN :
Nafazolin HCl 0,012 %; Asam Borat; Natrium Borat; Dinatrium Edetat; Polisorbat 80;
Benzalkonium klorida 0,005 %; Klorobutanol & L-Menthol
INDIKASI :
Meredakan sementara mata merah akibat iritasi ringan yang disebabkan oleh debu,
asap, angin, sengatan sinar matahari, pemakaian lensa kontak, alergi atau berenang.
EFEK SAMPING :
Mata pedih, panas, hiperemia pada penggunaan yang berlebihan
DOSIS :
Teteskan 1-2 tetes Rohto Cool pada masing-masing mata, 3-4 kali sehari
PENYIMPANAN :
Disimpan pada suhu kamar dalam wadah tertutup rapat dan terlindung dari cahaya
matahari
Nb : Pemakaian maksimal 3 hari
Harga : Rp 18.143,- / Botol

PERHATIAN : Glaukoma

2. Visine Tetes Mata 6 ml


Kandungan
Tetryzoline hydrochloride / Tetrahidrozolin HCl 0.05% Benzalkonium Chloride
0.01%
INDIKASI
Rasa seperti terbakar, gatal-gatal, lakrimasi (proses pembentukan air mata) yang
berlebihan, & kemerahan akibat hiperemia konjungtiva (kelebihan darah pada selaput
ikat mata).
KEMASAN : Tetes mata 0,05 % x 6 ml.
DOSIS : 2-3 kali sehari 1-2 tetes.
PABRIK : Pfizer.
HARGA : Rp. 13.000
PERHATIAN :
Gunakan hanya pada iritasi mata ringan. Jika kondisi tak membaik dalam 48 jam, atau
iritasi mata kemerahan menetap, hentikan penggunaan visine, kemudian mintalah
petunjuk dokter. Jangan digunakan bila larutan berubah warna warna atau menjadi
keruh. Jika iritasi disebabkan oleh hal yang lebih serius, maka sebaiknya perlu
berkonsultasi dengan dokter.Bila terjadi sakit kepala berat, perubahan penglihatan,
atau timbul bercak di mata, hubungi dokter mata terdekat. Untuk menghindari
pencemaran, jagan menyentuh ujung botol. Segera tutup setelah digunakan.
EFEK SAMPING :
Mata terasa pedih, terbakar, dan hipermia dapat terjadi pada penggunaan yang
berlebihan.
PENYIMPANAN : Disimpan pada suhu kamar dalam wadah tertutup rapat dan
terlindung dari cahaya matahari.

3. Insto Reguler
KANDUNGAN :
Tetryzoline hydrochloride / Tetrahidrozolin HCl 0,05 %, Benzalkonium Klorida 0,01
%, Asam Borat 1,5 %.
INDIKASI : Menghilangkan iritasi dan kemerahan pada mata.
KEMASAN : Botol tetes mata 7,5 mL.
DOSIS : 3-4 kali sehari 2-3 tetes.
PABRIK : Sterling.
HARGA : Rp. 12.000
PERHATIAN :
Hindari pemakaian INSTO tetes mata 7.5 ml secara terus menerus. Jangan
gunakan INSTO tetes mata 7.5 ml setelah 1 bulan dari pembukaan segel.
EFEK SAMPING :
Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan antara lain rasa menyengat
sementara. Bila efek samping menetap bahkan memburuk segera hentikan
penggunaan dan konsultasikan ke Dokter.
PENYIMPANAN : Disimpan pada suhu kamar dalam wadah tertutup rapat dan
terlindung dari cahaya matahari.
F. Pemilihan Obat
 ROHTO COOL
Alasan Pemilihan :
Mata merah disebabkan karena pelebaran pada pembuluh darah maka terapi yang
dipilih adalah agen vasokonstriktor Nafazolin. Dan terdapat kandungan mentol
yang memberikan rasa dingin pada mata sehingga saat digunakan untuk anak
tidak terasa perih.
Mekanisme Kerja :
Rohto cool mengandung nafazolin hidroklorida, suatu senyawa turunan
imidazolin yang memiliki efek simpatomimetik dengan waktu kerja
relatif panjang. Mekanisme kerja nafazolin hidroklorida adalah sebagai
dekongestan yang membatasi respon vaskular konjungtiva dengan cara
vasokontriksi.
G. Terapi Non Farmakologi

Iritasi mata tersebut pada akhirnya akan sembuh sendiri, tetapi sementara iritasi belum
sembuh, ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk meringankan rasa perih pada mata.
Untuk mengatasi mata perih akibat berenang, cara yang dapat digunakan meliputi :

1. Bilas mata dengan air dingin


2. Gunakan larutan saline (larutan garam fisiologis) untuk mengembalikan
kelembapan mata.
3. Cobalah beberapa tetes susu.
4. Gunakan kompres dingin
5. Kenakan kacamata renang saat berenang
6. Jangan berenang di kolam yang tidak “sehat”

BAB III

SIMULASI DIALOG
 KASUS

Seorang ibu datang ke apotik untuk membeli obat buat anaknya yang berumur 8 tahun
yang mengalami mata merah setelah berenang di kolam renang.

 SIMULASI ANTARA APOTEKER DENGAN PASIEN

Siang hari seorang ibu pergi ke apotik untuk membeli obat :

Pasien : “Permisi mbak”

Apoteker : “Selamat siang bu, ada yang bisa saya bantu ?”

Pasien : “Ini mbak saya mau beli obat buat mata merah gitu mbak untuk anak saya”

Apoteker : “Oh iya bu, anaknya umur berapa tahun ya ?”

Pasien : “Umurnya 8 tahun mbak”

Apoteker : “Mata merahnya disebabkan karena apa ya bu, terus sudah berapa lama anak
ibu mengalami itu ?”

Pasien : “Begini mbak critanya anak saya tadi pagi itu kan renang di kolam renang,
sampai kira-kira sekitar 4 jam an dia renangnya, nah sehabis selesai renang
kok dia kelihatan mengucek mata terus menerus, katanya juga matanya terasa
gatal gitu mbak, pas saya lihat matanya sudah merah sehabis dikucek tadi itu”

Apoteker : “Sudah dicoba dibilas dengan air dingin belum bu setelah kejadian tersebut?”

Pasien : “Sudah itu mbak, tapi kok mata merahnya belum bisa hilang, gatalnya juga
masih terasa...”

Apoteker : “Oh begitu ya bu, memang selalu seperti ini ya bu kalau sehabis renang mata
anak ibu memerah ? Atau baru kali ini saja kejadiannya ?”

Pasien : “Baru kali ini sih mbak, biasanya kalau dia renang itu baik-baik aja, nggak
pernah sampai seperti ini kok”

Apoteker : “Ooo itu bisa jadi sewaktu renang terlalu lama anaknya didalam kolamnya
jadi matanya kena paparan air kolam yang biasanya diberi kaporit atau klorin
buat menjernihkan air kolamnya atau bisa juga memang air kolamnya yang
kurang bersih sehingga kalau lama-lama didalam air bisa kena iritasi misalnya
jadi merah atau gatal matanya”

Pasien : “Oh gitu toh mbak, saya baru tau ini mbak.... Terus kira-kira dikasih obat apa
ya mbak biar merah sama gatalnya hilang ?”

Apoteker : “Begini bu ini saya ada obat tetes mata Rohto Cool harganya 10.000 ribu ;
ada Visine kemasan 6 ml harganya 13.000 ribu ; ada juga tetes mata Insto
Reguler yang Hijau harganya 12.000
Pasien : “Hemm itu bedanya apa ya mbak?”

Apoteker : “Sebenarnya ketiganya itu fungsinya sama sih ibu untuk menghilangkan
kemerahan pada mata karena iritasi ringan misalnya gatal-gatal di mata, kena
debu, alergi lensa kontak atau setelah berenang.... Cuma berbeda pada
harganya begitu bu sama pabriknya yang membuat”

Pasien : “Waduh saya kurang ngerti mbak, enaknya yang mana ya terus efeknya cepat
yang mana mbak? Mbak aja yang pilihkan mana yang paling bagus...”

Apoteker : “Sama aja kok ibu, yaudah saya sarankan saja pakai tetes mata Rohto Cool,
dibandingkan yang lainnya, tetes mata ini mengandung mentol yang memberi
rasa dingin sewaktu dipakai sehingga tidak perih kalau untuk anak ibu.”

Pasien : “Iya mbak kalau begitu saya beli yang ini aja deh...”

Apoteker : “Baik ibu, untuk tetes mata Rohto Cool ini nanti cara pakainya diteteskan ke
mata sebanyak 1-2 tetes pada masing-masing mata kanan dan kiri, dipakainya
3-4 kali sehari, kalau dirasa kemerahan sama gatal pada mata sudah berkurang,
obatnya boleh dihentikan ibu pemakaiannya. Tetapi kalau dalam 3 hari
gejalanya ini belum kunjung hilang, ibu silahkan pergi ke dokter saja untuk
menanyakan kondisi lebih lanjutnya seperti apa. Efek samping dari obatnya
sendiri itu mata jadi pedih/panas kalau dipakai secara berlebihan.

Pasien : “Oh iya mbak, baik”

Apoteker : “Emm, maaf bu untuk mengkonfirmasi cara pemakaian obat tetes mata sudah
benar atau belum, boleh dijelaskan kembali pada saya bu ?”

Pasien : “Iya mbak, tadi obat tetes matanya dipakai 3-4 kali sehari dengan diteteskan
ke mata 1-2 tetes pada mata kanan dan kiri. Kalau sudah sembuh obatnya
boleh dihentikan. Begitu mbak...”

Apoteker : “Oh iya baik bu, berarti ibu sudah mengerti terhadap apa yang saya
sampaikan. Untuk kedepannya nanti diharpkan ibu lebih mengawasi anaknya
supaya tidak terlalu lama saat berenang ya bu, kalau perlu saat renang
memakai kacamata khusus renang itu bu, supaya meminimalisir resiko
terjadinya iritasi mata”

Pasien : “Iya mbak, baik kalau begitu”

Apoteker : “Jangan lupa ya bu obatnya disimpan di tempat yang kering dan kalau bisa
jangan kontak langsung dengan sinar matahari dan jauhkan dari anak-anak.”

Pasien : “Iya mbak saya dirumah punya kotak obat kok”

Apoteker : “Baik bu semoga anak ibu lekas sembuh dan dapat beraktivitas seperti biasa”

Pasien : “Baik mbak terimakasih.


DAFTAR PUSTAKA

http://www.akumata.com/mata-iritasi

Thompson, K Clive et.al. Disinfection By-Product in Drinking Water. United Kingdom:

The Royal Society of Chemistry; 2015.

Cita, Dian Wahyu dan Retno Andriyani. Kualitas Air Dan Keluhan Kesehatan Pengguna

Kolam Renang Di Sidoarjo. Jurnal Kesehatan Lingkungan. 2013;7(1):26-31.

Joko, Tri. Unit Produksi Dalam Sistem Penyediaan Air Minum. Yogyakarta: Graha Ilmu;
2010. New York State Departement of Health. The Facts About Chlorine. New York:
New York State Departement of Health; 2004.

Georgia Optometric Association. Pool Chemicals May Cause “Chemical Conjunctivitis and

Keratitis.” http://www.goaeyes.com. Published 2013. Accessed April 5, 2016.