Anda di halaman 1dari 2

1.

Pengujian pisah batas apakah ada perbedaan antara penjualan dan retur

Jawab:

Ada, Pengujian pisah batas dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan bukti yang layak
bahwa (1) penjualan dan piutang usaha dicatat pada periode akuntansi yang sesuai dengan
periode terjadinya transaksi , dan (2) ayat-ayat jurnal untuk persediaan dan harga pokok
penjualan yang bersangkutan dibuat pada periode yang sama.

Pengujian pisah batas penjualan dibuat per tanggal neraca. Untuk penjualan barang yang
dikeluarkan dari gudang, pengujian menyangkut pembandingan antara penjualan yang
terjadi sekitar beberapa hari sebelum tanggal neraca hingga beberapa hari sebelum
tanggal neraca hingga beberapa hari sesudah tanggal neraca menurut pembukuan dengan
dokumen pengiriman untuk menentukan apakah transaksi-transaksi tersebut telah dicatat
pada periode yang tepat.

Pengujian pisah batas retur penjualan terutama ditujukan untuk mencermati kemungkinan
terjadinya retur sebelum akhir tahun tetapi pencatatannya baru akan dilakukan pada tahun
buku sberikutnya, sehingga terjadi lebih saji pada penjualan dan piutang.

2. Apa alasan perusahaan melarang konfirmasi piutang karena selain risiko adalah

Jawab :

Perusahaan melarang konfirmasi piutang biasanya terjadi karena melakukan manipulasi


laporan keuangan perusahaan. Untuk contohnya bisa dilihat dibawah.

Kasus akuntansi yang menimpa CF Foods, sebuah perusahaan distributor permen yang
memanipulasi laporan keuangan perusahaan dengan membukukan transaksi penjualan
yang fiktif sehingga mengakibatkan saldo piutang di neraca overstated. Ketika auditor
melakukan pengiriman konfirmasi atas saldo piutang tersebut, general partner CF Foods
kemudian menghubungi pelanggan yang dikonfirmasi oleh auditor serta memberitahukan
bahwa formulir konfirmasi yang dikirim auditor terdapat kesalahan dan harus
dikembalikan kepada CF Foods untuk diganti. Sang general partner kemudian mengisi
sendiri formulir konfirmasi tersebut, memalsukan tanda tangan pelanggannya, dan
mengembalikan formulir konfirmasi yang sudah dimanipulasinya tersebut kepada auditor.
Tindakan kecurangan ini kemudian terdeteksi, dan dari hasil investigasi kemudian
diketahui bahwa 97% dari nilai penjualan yang dibukukan dan offsetting piutang adalah
palsu/fiktif.

3. Konfirmasi piutang mana yang lebih dipercaya

Jawab :

prosedur konfirmasi bentuk negatif tidak efektif dan sebaiknya tidak diterapkan dalam
praktek karena ada berbagai kemungkinan jika sekiranya balasan konfirmasi tidak
diterima. Jadi, kalau balasan konfirmasi bentuk negatif tidak diterima auditor tidak
seharusnya langsung menyimpulkan bahwa responden setuju dengan informasi yang
disebutkan dalam permintaan konfirmasi. Mungkin saja balasan konfirmasi tidak
diperoleh karena alamat penerima konfirmasi tidak lengkap sehingga formulir konfirmasi
tidak sampai ke tangan penerima, responden tidak berniat menjawab ataupun berbagai
kemungkinan lainnya.

Meskipun demikian prosedur negatif tetap dapat digunakan jika konsumen terlalu banyak
dan nilai transaksinya tidak material.