Anda di halaman 1dari 53

Karang Taruna Aditya Karya 1

PENDAHULUAN
LETAK DAN KONDISI GEOGRAFIS
Desa Kalisampurno merupakan Desa yang terletak di
kecamatan Tanggulangin, kabupaten Sidoarjo dan merupakan
di wilayah provinsi Jawa Timur. Secara geografis Desa
Kalisampurno merupakan desa yang sangat subur dengan
luas wilayah 107.787 hektar dan terbagi menjadi 2 wilayah,
yaitu Desa Kalisampurno dan PERUMTAS (Perumahan
Tanggulangin Anggun Sejahtera). Secara administratif
pemerintahan terbagi menjadi 2 Dusun, 9 RW dan 59 RT.
1. Letak Desa
a. Letak / posisi Desa dalam Kecamatan Tanggulangin.
b. Letak / posisi Desa dalam Kabupaten Sidoarjo.
c. Letak / posisi Desa dalam Provinsi Jawa Timur.
2. Batas Desa
a. Sebelah utara berbatasan dengan Desa Kludan
kecamatan Tanggulangin.
b. Sebelah timur berbatasan dengan Desa Ketapang
kecamatan Tanggulangin.
c. Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Wunut
kecamatan Porong.
d. Sebelah barat berbatasan dengan Desa Kedensari
kecamatan Tanggulangin.
Karang Taruna Aditya Karya 2

3. Wilayah Dusun, RW dan RT


Wilayah Desa Kalisampurno terdiri dari 2 Dusun, 9
RW dan 59 RT yang terinci sebagai berikut:
a. Dusun Kalisawah terdiri dari RW 1 - 4 dan RW 6 - 9 yang
mencakup 54 RT.
b. Dusun Sampurno terdiri dari RW 5 yang terdiri dari RT
16 - 20.

4. Kondisi Geografis
Desa Kalisampurno terdiri dari hamparan dataran
tanah darat dan sebagian tanah sawah pertanian. Desa
Kalisampurno dilewati oleh aliran sungai di ujung selatan
dan timur Desa yang digunakan untuk irigasi lahan
persawahan sekaligus untuk pembuangan air hujan dari
semua penjuru Desa.
Desa Kalisampurno tergolong wilayah yang dekat
dengan akses jalan besar, yakni jalan propinsi Surabaya –
Malang yang berada di sekitar 300 meter sebelah timur
Desa, dan Jalan Kabupaten jurusan Tanggulangin -
Tulangan yang berada di sisi utara Desa.
Berdasarkan karakteristik sumber daya alam (SDA),
wilayah Desa Kalisampurno dapat dikategorikan dalam
dua kelompok, yaitu:
Karang Taruna Aditya Karya 3

a. Kawasan Permukiman, yang terdiri dari Dusun


Kalisawah dan sebagian besar Dusun Sampurno.
b. Kawasan Pertanian, yang terdiri dari sebagian Dusun
Kalisawah dan sebagian Dusun Sampurno.

POTENSI UMUM DESA


Desa Kalisampurno memiliki potensi yang banyak untuk
dapat dikembangkan, antara lain:
1. Sebagai bagian dari daerah industri (lainnya), Desa
Kalisampurno juga tergolong Desa industri, terutama
industri kecil menengah. Desa Kalisampurno memiliki
sentra-sentra usaha yang cukup potensial.
2. Sumber daya alam di manfaatkan untuk lahan penghijauan
dan peternakan.
3. Sumber daya manusia yang cukup tersedia dan mumpuni.
4. Desa Kalisampurno sebagai pintu gerbang kecamatan
Tanggulangin.
5. Semangat gotong royong, musyawarah, dan kerja sama
yang baik.
6. Komunikasi antar lembaga Desa, organisasi keagamaan,
orsospol terjalin dengan baik.
7. Aparatur pemerintahan Desa aktif menjalankan roda
pemerintahan.
Karang Taruna Aditya Karya 4

Selain potensi diatas di Desa Kalisampurno terdapat


kelompok tani dan lahan pertanian, industri, industri kecil,
koperasi, dan kerajinan. Industri di Desa Kalisampurno yang
ada adalah kelompok-kelompok pengrajin dari kulit,
pengrajin tas, industri antenna, dll.
Karang Taruna Aditya Karya 5

BIOGRAFI
BIOGRAFI MBAH SECOBOYO
Sebelum berdirinya Desa Kalisampurno yang sekarang,
dahulunya adalah berupa hutan belukar tidak berpenghuni
kemudian setelah abad ke 17 yaitu pada tahun 1742 datang
seorang perantau dari kota Surakarta yang bernama Secoboyo,
Siapakah Secoboyo itu?.
Secoboyo atau orang lebih mengenalnya Mbah Coboyo
adalah seorang perantau dari Surakarta. Pada abad ke 17 di
Surakarta mengalami penjajahan oleh bangsa belanda.
Terjadilah peperangan antara bangsa belanda dengan para
penduduk dibantu dengan tentara.Karena terjadi peperangan
banyak orang yang mencari perlindungan di tempat yang
aman atau orang jawa biasa menyebutnya ngungsi. Termasuk
juga Mbah Coboyo mengungsi dengan menaiki sebuah batang
pohon dan ngintir mengikuti aliran sungai tanpa arah dan
tujuan. Hingga pada tahun 1742, mbah Coboyo sampai hutan
belukar tidak berpenghuni.
Hutan belukar yang tidak berpenghuni dirasa aman
untuk ditempati dan berlindung dari peperangan. Mbah
Coboyo memulai menebang pohon, membuat sawah dan
membangun sebuah tempat yang nyaman untuk dihuni atau
orang jawa menyebutnya babat alas. Sebelum menebang
pohon dan membuat sawah dan lain sebagainya beliau
terlebih dahulu membuat alat-alatnya (mande) untuk
membuat berbagai alat pertanian.
Karang Taruna Aditya Karya 6

Mbah Coboyo hidup dengan nyaman di atas tanah yang


dibabat sendiri. Banyak tanah yang diubahnya menjadi tanah
persawahan, hingga beliau tinggal di atas tanah yang
dikelilingi oleh area persawahan. Tanah tersebut disebut tanah
Rawu dan tempat tinggal pertama kali disebut dulu diberi
nama dukuh Pandean. Tanah tersebut masih ada hingga
sekarang, bertempat di RT 01 RW 02.

Gambar Tanah Rawu

Setelah beberapa lama mbah Coboyo mendiami dukuh


Pandean, beliau tidak kerasan. Karena dukuh Pandean
tersebut sekitarnya sudah menjadi tanah sawah yang
dirasanya kurang nyaman. Kemudian beliau pindah di tanah
yang lain yang tidak jauh dari dukuh Pandean yang hingga
sekarang dinamakan Kalisawah.
Karang Taruna Aditya Karya 7

Mbah Coboyo mendiami tanah Kalisawah hingga beliau


menghembuskan nafas terakhirnya. Mbah Coboyo
dimakamkan di pemakaman Dusun Kalisawah tepatnya di RT
07 RW 02, beliau dimakamkan bersandingan dengan makam
istrinya. Begitu besar jasa-jasa beliau untuk membuat Desa ini
hingga kita bisa nikmati sampai sekarang.

Gambar Makam Mbah Secoboyo dengan Istri


Karang Taruna Aditya Karya 8

ANAK KETURUNAN MBAH SECOBOYO


Kedatangan Mbah Coboyo dari Surakarta di Desa ini
dengan membawa 3 orang anak yaitu 2 orang anak laki-laki
dan 1 anak perempuan.Anak pertama bernama Surogati, yang
kedua bernama Kobo, dan yang ketiga bernama
Surodiwongso.

1. Mbah Surogati
Mbah Surogati adalah anak pertama mbah Coboyo
yang dibawa dari mengungsi.Ketika itu umur mbah
Surogati kurang lebih berumur 25 tahun. Dulu mbah
Surogati menempati rumah di daerah RT 11 RW 03, di
sekitar rumah bapak Atrup sekarang.
Mbah Surogati mempunyai anak perempuan yang
dinikahi oleh orang dari Lumpang Bolong, Gunung Gangsir
yang bernama mbah Besut. Kemudian mbah Besut
mempunyai anak keturunan antara lain: buyut Kari,
Kasijam, Sariono, Ruslan,
Iskandar.
Mbah Besut adalah
orang yang sakti, cerita-
cerita kesaktiannya sampai
sekarang masih di kenang
oleh orang-orang sebagai
cerita bersejarah. Mbah Gambar Makam Mbah
Surogati
Karang Taruna Aditya Karya 9

besut meninggal dan dimakamkan di pemakaman yang


terletak di RT 12 RW 04.

2. Mbah Kobo
Mbah Kobo adalah anak perempuan mbah Coboyo yang
merupakan anak kedua. Beliau dibawa dari mengungsi
ketika itu kurang lebih berumur 20 tahun. Dulu mbah Kobo
menempati rumah di daerah RT 07 RW 02, di sekitar rumah
bapak Akhwan sekarang.Mbah Kobo mempunyai anak
keturunan antara lain: Boyot Barinah, Garibah, Jimin, Marso
(Sarikerto), Sumoh, Musthofa.

3. Mbah Surodiwongso
Anak terakhir dari mbah Coboyo yang dibawa ketika
mengungsi adalah mbah Surodiwongso. Ketika itu umur
mbah Surodiwongso kurang lebih berumur 18 tahun.Dulu
mbah Surodiwongso menempati rumah di daerah RT 06
RW 02, di sekitar rumah bapak H. Abu Khasan sekarang.
Mbah Surodiwongso mempunyai anak keturunan
antara lain: Suronoto, Surotruno, Surojoyo, Tun, Nur Ali, H.
Suro (H.Ustman). Makam mbah Surodiwongso terletak di
RT 02 RW 01.
Karang Taruna Aditya Karya 10

Gambar Makam Mbah Surodiwongso dan Temannya


Karang Taruna Aditya Karya 11

PEMBENTUKAN DESA

NAMA DESA
Dusun Kalisawah merupakan Dusun yang berada di
bagian sebelah timur Desa Kalisampurno yang berbatasan
dengan Desa ketapang. Sebelum menjadi Dusun Kalisawah,
tempat ini dahulunya adalah pedukuhan masyarakat yang
dinamakan dukuh pandean. Nama dukuh pandean awal mula
dari mbah Secoboyo merupakan seorang pande besi. Mbah
secoboyo membuat alat-alat pertanian sendiri untuk
membabat Desa ini dan menempati tanah yang saat ini lebih
dikenal sebagai tanah rawu. Tanah yang di tempati inilah
yang dinamakan Dukuh Pandean.
Mbah Coboyo hidup dengan nyaman di atas tanah yang
dibabat sendiri. Banyak tanah yang diubahnya menjadi tanah
persawahan, hingga beliau tinggal di atas tanah yang
dikelilingi oleh area persawahan. Setelah beberapa lama mbah
Coboyo mendiami dukuh Pandean, beliau tidak kerasan dan
pindah tempat tinggal dikarenakan sawah-sawah semakin
luas. Tanah yang dibabatnya berubah menjadi sawah-sawah
yang dialiri air atau aliran sungai yang menjadikan tanah
persawahan menjadi subur. Karena itulah nama dukuh
pandean dirubah nama menjadi dukuh Kalisawah. Kalisawah
berasal dari dua kata yaitu kali atau sungai dan sawah, yang
bermakna tanah persawahan subur yang diliri oleh sungai.
Karang Taruna Aditya Karya 12

Pada tahun 1950an Pemerintahan Kecamatan tanggulangin


merubah pedukuhan menjadi pedusunan, maka hingga
sekarang orang lebih mengenal dengan nama Dusun
Kalisawah.
Dusun Sampurno merupakan Dusun yang berada di
bagian sebelah barat Desa Kalisampurno yang berbatasan
dengan Desa wunut dan Desa kedensari. Sebelum menjadi
PeDusunan, Dusun Sampurno juga merupakan pedukuhan.
Nama dukuh Sampurno berasal dari mbah singoyudho, beliau
orang yang membabat alas daerah tersebut dan memberi
nama dukuh Sampurno. Kata Sampurno merupakan dalam
bahasa Indonesia yang berarti sempurna. Mbah singoyudho
memberi nama tersebut berkeinginan kehidupan
masyrakatnya mempunyai kehidupan sosial yang sempurna
dari segi agama, ekonomi dll. Hingga sekarang disebut
dengan nama Dusun Sampurno.
Pedukuhan Kalisawah dan pedukuhan Sampurno sudah
terbentuk. Hingga pada saat kepemimpinan kepala Desa
Sarikerto yaitu kurang lebih pada tahun 1971. Pedukuhan
Sampurno bergabung menjadi satu dengan dukuh Kalisawah
yang dikarenakan jumlah perumahan di dukuh Sampurno
hanya sedikit. Dengan bergabungnya tersebut maka Desa
diberi nama Kalisampurno. Nama Desa Kalisampurno berasal
dari dua kata yaitu kata kali dan Sampurno. Kata kali
merupakan bahasa Jawa yang mempunyai arti dalam bahasa
Indonesia berarti sungai, sedangkan Sampurno juga
Karang Taruna Aditya Karya 13

merupakan bahasa Jawa yang mempunyai arti dalam bahasa


Indonesia adalah sempurna. Jadi kata Kalisampurno
bermakna sungai yang sempurna, yang mempunyai arti
bahwa tanah Desa Kalisampurno tanahnya subur karena
kecukupan air dengan adanya aliran sungai dan
masyrakatnya mempunyai kehidupan sosial yang sempurna
dari segi agama, ekonomi dll.
Karena bertambahnya penduduk masyarakat sidoarjo
yang tinggi. Maka pada awal tahun 2000an investor membuat
lahan untuk dibuat perumahan diatas tanah sawah
masyarakat Kalisampurno. Perumahan yang dibuat diberi
nama Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera II.
Jadi sampai saat ini Desa Kalisampurno mempunyai luas
wilayah 107.787 hektar dan terbagi menjadi 2 wilayah, yaitu
Desa Kalisampurno dan Perumahan Tanggulangin Anggun
Sejahtera II. Secara administratif pemerintahan terbagi
menjadi 2 Dusun, yaitu Dusun Kalisawah dan Dusun
Sampurno, 9 RW dan 59 RT.

SEJARAH NAMA – NAMA KEPALA DESA


 Kepala Desa pertama bernama Surodiwongso
( Tahun 1742 – 1819 )
 Kepala Desa kedua bernama Suronoto
( Tahun 1819 – 1869 )
 Kepala Desa ketiga bernama Surotruno
( Tahun 1869 – 1904 )
Karang Taruna Aditya Karya 14

 Kepala Desa keempat bernama Surojoyo


( Tahun 1904 – 1908 )
 Kepala Desa kelima bernama Sarikerto
( Tahun 1908 – 1935 )
 Kepala Desa keenam bernama Sarirejo
( Tahun 1935 – 1940 )
 Kepala Desa ketujuh bernama Tatak Hadi Suryo
( Tahun 1940 – 1981 )
 Kepala Desa kedelapan bernama Katam
( Tahun 1982 – 1998 )
 Kepala Desa kesembilan bernama Ikhwanun muslimin
( Tahun 1998 – 2007 )
 Kepala Desa kesepuluh bernama Drs. H. Ach. Rifa’i
( Tahun 2007 – 2013 )
 Kepala Desa kesebelas bernama H. Nuryono
( Tahun 2013 – sekarang )
Karang Taruna Aditya Karya 15

LINGKUNGAN DAN SARAN UMUM


BALAI DESA
Balai Desa yaitu bangunan milik Desa tempat warga
Desa berkumpul pada waktu mengadakan musyawarah atau
pertemuan. Balai Desa Kalisampurno di bangun pada tanggal
5 November 1950. Pada tahun tersebut Desa Kalisampurno di
pimpin ( Kepala Desa ) Tata Hadi Suryo.
Pada tahun 1950 bentuk bangunan Balai Desa
Kalisampurno tidak seperti saat ini, dari tahun ke tahun
mengalami pembaruan bangunan hingga terlihat seperti yang
bisa kita lihat seperti gambar di bawah ini.

Gambar Balai Desa

BENDUNGAN DESA DAN ALIRAN SUNGAI


Peran saluran air di suatu daerah sangat penting dalam
kehidupan sehari – hari, begitu juga di Desa Kalisampurno
terdapat beberapa saluran air yang sangat penting bagi warga
Desa.Hampir setiap tempat di Desa Kalisampurno
Karang Taruna Aditya Karya 16

mempunyai saluran irigasi yang mempunyai fungsi masing


masing seperti mengairi sawah warga, pembuangan limbah,
mengantisipasi banjir dan lain – lain, di antaranya yang paling
berpengaruh adalah bendungan yang terletak di RT 15 di
perbatasan Desa Kalisampurno dengan Desa Wunut.
Bendungan atau yang biasa di sebut warga DAM di Desa
Kalisampurno di bangun pada tahun 1958 pada saat
kepemerintahan Tata Hadi Surya. Bendungan ini mengalir
hingga beberapa Desa seperti Desa Kalisampurno, Wunut, dan
Ketapang.

Gambar Bendungan Air

SARANA OLAHRAGA
Lapangan merupakan sarana umum yang ada di Desa
dan sebagai tempat berkumpulnya pemuda-pemudi untuk
melakukan olahraga seperti sepak bola, voly, dll. Seringkali
lapangan juga digunakan untuk membuat acara event
tahunan yaitu kegiatan karang taruna, acara 17 Agustus,
lomba sepakbola atau lebih ngetrennya disebut liga ceker. Liga
Karang Taruna Aditya Karya 17

ceker adalah lomba sepak bola yang pemainnya diharuskan


telanjang kaki tanpa sepatu alias nyeker.
Lapangan di Dusun Kalisawah berada di RT 12 RW 04
dan bersebelahan di samping SDN I Kalisampurno.
Sedangkan lapangan di Dusun Sampurno berada di RT 18 RW
05 bersebelahan dengan SDN II Kalisampurno, namun
disayangkan lapangan untuk saat ini dialih fungsikan menjadi
lahan pertanian.

Gambar Lapangan Desa Kalisampurno


Karang Taruna Aditya Karya 18

POS RONDA
Pos ronda adalah tempat paling terkecil dalam sistem
pemerintahan didesa, karena pos ronda merupakan tempat
berkumpulnya warga di lingkup RT. Pos ronda sangat
bermanfaat di Desa Kalisampurno ini, diantaranya adalah
a. Sebagai tempat pengumuman informasi tentang
kepentingan warga.
b. Tempat berkumpulnya warga untuk melakukan aktivitas
ronda.
c. Tempat silaturrahmi warga.
d. Tempat untuk mengadakan pertemuan warga.
e. Tempat untuk pemberitahuan bila ada kepentingan
mendadak.

Gambar Pos Ronda di RT 06 RW 02


dan Pos Ronda di RT 20 RW 05

Dulu di Desa Kalisampurno fungsi pos ronda sangat


dimaksimalkan. Tetapi pada saat ini pos ronda banyak yang
dialih fungsikan menjadi rumah, musholla dan masih ada pos
ronda yang dibiarkan menjadi bangunan tua yang tak terawat
Karang Taruna Aditya Karya 19

dan menjadi bangunan yang penuh dengan sejarah. Namun,


masih ada juga pos ronda yang difungsikan semestinya,
seperti pada pos ronda di RT 06 RW 02 dan di RT 20 RW 05.

Gambar Pos Ronda di RT 15 RW 04


dan Pos Ronda di RT 12 RW 04

SARANA PENDIDIKAN

1. SDN Kalisampurno I
alamat Dusun Kalisawah
RT 12 RW 3 Desa
Kalisampurno

Gambar SDN Kalisampurno 1

2. SDN Kalisampurno II
alamat Dusun Sampurno
RT 18 RW 05 Desa
Kalisampurno

Gambar SDN Kalisampurno II


Karang Taruna Aditya Karya 20

3. SDN Kalisampurno III


alamat PERUMTAS (
Perumahan
Tanggulangin Anggun
Sejahtera ) di RW 08

Gambar SDN Kalisampurno III

4. SMPN I Tanggulangin
alamat Dusun Kalisawah
Jl. H. Umar N0.1 Desa
Kalisampurno.

Gambar SMPN 1 Tanggulangin


Karang Taruna Aditya Karya 21

TEMPAT IBADAH
a. Masjid di RT 02 RW 01

Masjid ini dibangun


pada tanggal 3 Maret 1953
dan berada di Dusun
Kalisawah di RT 02 RW 01.
Pada 28 Maret 1983 masjid ini
diresmikan bernama Gambar Masjid Al-Muttaqoribin
masjid Al Muttaqorribin yang mempunyai arti orang- orang
yang dekat dengan Allah SWT. Sumber dana pembangunan
masjid adalah swadaya dari masyarakat. Masjid ini
mempunyai luas kurang lebih 500 M 2 .
Pada tahun 1953 bentuk bangunan Masjid Al
Muttaqorribin tidak seperti saat ini, dari tahun ke tahun
mengalami pembaruan bangunan hingga terlihat seperti
yang bisa kita lihat seperti gambar.

b. Musholla di RT 06 RW 02
Musholla Al Hikmah
adalah nama yang
diberikan pada musholla
yang berada di RT 06 RW
02. Musholla ini berdiri di
atas tanah milik bapak
Kajipan kemudian
Gambar Mushollah Al-Hikmah
Karang Taruna Aditya Karya 22

diwaqafkan untuk dibangun musholla.


Jama’ah yang datang ke musholla Al Hikmah adalah
warga RT 06 dan warga RT 05.Selain digunakan sholat
berjama’ah, juga terdapat kegiatan pengajian rutin dan
kegiatan bancaan untuk memperingati maulid nabi,
megengan puasa, menjelang hari raya, dll.

c. Musholla di RT 07 RW 02
Pembangunan
musholla yang ada di RT 07
RW 02 dilaksanakan pada
tahun 1984 dan bertepatan
dibulan Ramadhan.Tanah
yang digunakan
merupakan tanah Gambar Mushollah Al-Taufiq
yang diwaqofkan oleh bapak Selamet untuk pembangunan
musholla.
Setelah pembangunan selesai dilakukan, maka diberi
nama musholla At Taufiq. Dari tahun ketahun jumlah
penduduk semakin banyak dan perlu adanya pelebaran
dan perenovasian musholla.Pada tahun 1996 dilakukan
pelebaran tempat sholat dan perenovasian dari awalnya
lantai semen diganti dengan keramik.Disetiap tahunnya
juga mengalami perbaikan musholla dari perbaikan tempat
wudhu, penambahan atap, pengkeramikan dinding, dll.
Karang Taruna Aditya Karya 23

Jama’ah yang datang ke musholla At Taufiq


kebanyakan dari warga RT 07 tetapi juga ada dari warga RT
06 dan warga RT 01. Selain digunakan sholat berjama’ah,
juga terdapat kegiatan pengajian rutin dan kegiatan
pembacaan sholawat Ad Diba’i setiap hari sabtu malam.

d. Musholla di RT 09 RW 03
Sebelum dibangun
musholla, tanah yang
terletak di RT 09 RW 03
merupakan tanah milik
bapak Kasan yang
kemudian dijual kepada
bapak Sajad. Oleh Bpk. Gambar Mushollah An Nashihin
Sajad tanah tersebut diwakafkan untuk pembangunan
musholla.
Sekitar tahun 80’an musholla tersebut mulai dibangun
dan diberi nama musholla An Nashihin. Meskipun
letaknya di RT 09, jamaah yang datang sholat berjama’ah
tersebut berasal dari RT 08 dan RT 10.
Semakin berkembangnya jumlah penduduk disekitar
musholla, membuat jumlah jama’ahnya bertambah pula.
Sehingga perlu didakan renovasi.Pada tahun 2009 musholla
dilakukan perenovasian dengan biaya yang diperoleh dari
jama’ah yang berada disekitar musholla. Selain untuk
Karang Taruna Aditya Karya 24

sholat berjama’ah, musholla An Nashihin juga sering


digunakan untuk pengajian rutin.

e. Musholla di RT 10 RW 03
Musholla di RT 10
pertama kali didirikan sekitar
tahun 1950an diatas tanah
wakaf keluarga alm. ibu
Nahrawi (alm. Man Di)
dengan pembiayaan santunan Gambar Mushollah Al Muhajirin
warga. Nama musholla ini adalah musholla Al Muhajirin.
Musholla Al Muhajirin sudah mengalami 2 kali
direnovasi, pertama pada tahun 1990an dan kemudian
direnovasi kembali merombak semua tahun 2005 dengan
pembiayaan dana santunan kaleng warga setiap hari dan
iuran warga.
Selama ini kegiatan di musholla ini yaitu tadarus Al
Qur’an setiap bulan Ramadhan, kendurian peringatan
mauled dan terkadang dibuat sholawat diba’. Jama’ah yang
menggunakan musholla ini adalah warga RT 10, RT11, dan
juga sebagian warga RT 09 dan RT 05.Musholla Al
Muhajirin merupakan musholla tertua di Desa
Kalisampurno.
Karang Taruna Aditya Karya 25

f. Musholla di RT 12 RW 04
Musholla yang
berada di RT 12 RW 04
bernama musholla Al
Ikhlas. Dibangun pada
awal tahun 1992
bertepatan pada bulan
Ramadhan.Gagasan awal Gambar Mushollah Al Ikhlas
pembuatan musholla adalah para tokoh masyarakat dan
kepala sekolah SDN 1 Kalisampurno yang bernama pak
Tomo.
Atas perundingan tokoh-tokoh masyarakat,
pendanaan awal dari donator (BP3) dan diadakan rapat-
rapat tokoh masyarakat menemukan kesepakatan bahwa
pembangunan dilakukan di atas tanah SDN 1
Kalisampurno dan sedikit memakai tanah bapak Salamun
dengan pembiayaan pendanaan awal sebesar Rp. 900.000,-
pada waktu itu.
Musholla Al Ikhlas mengalami perenovasian sekitar
tahun 2011 – tahun 2012. Setelah selesai direnovasi,
musholla ini diresmikan oleh Kepala Departemen Agama
Kabupaten Sidoarjo.
Karang Taruna Aditya Karya 26

g. Musholla di RT 13 RW 04
Musholla yang
berada di RT 13 RW 04
bernama musholla
Hidayatul Iman.
Dibangun di atas tanah
sebagian milik bapak
Jamsari dan sebagian Gambar Mushollah Hidayatul Iman
milik bapak Akhsan.Pembangunan dilakukan selama 3
bulan yaitu dimulai dari awal Januari 1998 sampai Maret
1998. Pengerjaan pembangunan dilakukan oleh warga dan
pembiayaannya merupakan swadaya dari warga. Sampai
sekarang musholla belum mengalami renovasi karena
bangunan masih kokoh dan layak untuk dipergunakan.
Jama’ah merupakan kebanyakan dari warga RT 13.
Selain digunakan sholat berjama’ah, juga terdapat kegiatan
pengajian rutin dan kegiatan pembacaan Al Qur’an dengan
metode Qiroa’ah setiap hari selasa malam.

h. Musholla di RT 14 RW 04
Pada jaman penjajahan
G30S PKI yaitu pada tahun
1965 bapak H. Salim dan
bapak Kajo dibantu dengan
semua warga membuat
sebuah musholla yang diberi
Gambar Mushollah Al-Muttaqin
Karang Taruna Aditya Karya 27

nama musholla Al Muttaqin yang bertempat di RT 14 RW


04. Pada tahun 1965an musholla Al Muttaqin bermanfaat
untuk semua warga Desa Kalisampurno karena hanya ada
dua musholla yaitu musholla di RT 14, dan musholla ini
termasuk golongan musholla tertua kedua diDesa ini.
Pada tahun 1990an mengalami renovasi besar-besaran
meliputi pelebaran musholla dan perbaikan pada
bangunan.Disaat menjelang bulan Ramadhan dilakukan
perenovasian secara rutin setiap tahunnya dari dulu hingga
sekarang.
Dulu kegiatan untuk pembiayaan musholla dilakukan
dengan mengadakan koperasi padi yang hasilnya setengah
dibuat untuk pribadi dan setengah lagi dibuat untuk
perbaikan musholla.Kegiatan di musholla Al Muttaqin
digunakan untuk sholat berjama’ah dari dulu hingga
sekarang, juga sebagai tempat untuk pengajian rutin.
Kebanyakan jama’ah musholla Al Muttaqin merupakan
warga RT 14.

i. Musholla di RT 15 RW 04
Musholla ini bernama
musholla Fatkhun Najah
bertempat di Dusun Kalisawah
RT 15 RW 04 Desa
Kalisampurno.
Gambar Mushollah Fatkhun Najah
Karang Taruna Aditya Karya 28

j. Masjid di RT 17 RW 05

Gambar Masjid Sabilus Salam

Pada tanggal 10 Muharrom 1407 H atau 5 September


1986 M warga Dusun Sampurno membangun masjid yang
diberi nama masjid Sabilus Salam yang beralamatkan di RT
17 RW 05.
Terus berkembangnya penduduk Dusun Sampurno
mengakibatkan kapasitas masjid kurang memadai dan
dibangun kembali untuk perluasan masjid yaitu pada
tanggal 10 Muharrom 1423 H bertepatan dengan 20 Maret
Karang Taruna Aditya Karya 29

2002 M. kegiatan yang ada dimasjid Sabilus Salam meliputi


sholat berjama’ah, pengajian, pengajian rutin, dll.

k. Masjid di RT 18 RW 05
Masjid kedua yang ada di Dusun Sampurno. Masjid
ini diberi nama masjid Nurul Kamil. Letak masjid ini
disebelah utara Dusun Sampurno yang berdekatan dengan
perbatasan Desa Kalisampurno dengan Desa Kedensari
lebih tepatnya berada di RT 18 RW 05.

Gambar Masjid Nurul Kamil


Karang Taruna Aditya Karya 30

l. Musholla di RT 19 RW 05
Musholla ini berada di Dusun Sampurno di RT 19 RW
05 Desa Kalisampurno. Nama musholla ini adalah musholla
Al Ikhlas.

Gambar Musholla Al Ikhlas


Karang Taruna Aditya Karya 31

m. Musholla di RT 20 RW 05
Musholla Miftahul Hidayah adalah musholla yang
terdapat di paling ujung barat Desa Kalisampurno yang
berbatasan dengan Desa Kedensari.Musholla ini berdiri
diatas tanah milik bapak Selamet Arifin yang beralamat di
Dusun nggodog Desa Kedensari yang diwakafkan untuk
pembangunan musholla dengan nandirnya bapak H. Abdur
Rohman selaku Mudin di Desa Kalisampurno.

Gambar Musholla Miftahul Hidayah


Karang Taruna Aditya Karya 32

Pembangunan dilakukan pada akhir tahun 2003 yaitu


pada bulan November dan selesai pembangunan hingga
pada bulan Juni tahun 2004. Kebanyakan jama’ah musholla
Miftahul Hidayah merupakan warga RT 20.

n. Masjid di RT 5 RW 06
Masjid ini berada di Perumahan Tanggulangin
Anggun Sejahtera blok N dan M lebih tepatnya di RT 05
RW 06 Desa Kalisampurno. Nama masjid ini adalah masjid
Baiturrahman.

Gambar Masjid Baiturrahman


Karang Taruna Aditya Karya 33

o. Masjid di RT 05 RW 07
Masjid ini bernama masjid Al Hikmah bertempat di
Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera blok O, P, dan
Q lebih tepatnya di RT 05 RW 07 Desa Kalisampurno.

Gambar Masjid Al Hikmah


Karang Taruna Aditya Karya 34

p. Masjid di RT 5 RW 08
Masjid ini bernama masjid Baitul Muttahidiin
bertempat di Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera
blok R lebih tepatnya di RT 05 RW 08 Desa Kalisampurno.

Gambar Masjid Baitul Muttahidin


Karang Taruna Aditya Karya 35

q. Musholla Panggung di RT 07 RW 08
Musholla panggung ini berada di Perumahan
Tanggulangin Anggun Sejahtera blok R lebih tepatnya di
RT 07 RW 08 Desa Kalisampurno. Nama musholla ini
adalah musholla panggung Al Ikhlas.

Gambar Musholla Panggung Al Ikhlas

r. Masjid di RT 04 RW 09
Masjid ini berada di Perumahan Tanggulangin
Anggun Sejahtera blok S lebih tepatnya di RT 04 RW 09
Desa Kalisampurno. Nama masjid ini adalah masjid
Arjussalamah.
Karang Taruna Aditya Karya 36

Gambar Masjid Arjusssalamah

s. Musholla di RT 08 RW 09
Musholla ini bernama musholla Al Hidayah
bertempat di Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera
blok S lebih tepatnya di RT 08 RW 09 Desa Kalisampurno.
Karang Taruna Aditya Karya 37

Gambar Musholla Al Hidayah

LUMBUNG PADI ATAU LUMBUNG DESA


Lumbung Desa atau disebut juga lumbung padi atau ada
yang menyebut juga lumbung paceklik.Budaya teramat luhur
yang sudah terbentuk sejak ratusan tahun yang lalu, kini
sudah mulai luntur tenggelam jaman.Pada jaman sekarang
jarang sekali petani bahkan pemerintah Desa yang
memikirkan pentingnya lumbung Desa sebagai cadangan
pangan saat paceklik.
Karang Taruna Aditya Karya 38

Gambar Lumbung Padi di RT 13

Dulu para petani di Desa Kalisampurno menggunakan


lumbung padi sebagai tempat penyimpanan cadangan pangan
disaat paceklik, dan keberadaan lumbung Desa menunjukan
nilai-nilai kegotong-royongan warga Desa Kalisampurno yang
tinggi.Saat ini lumbung padi tidak difungsikan dan
keberadaannya tenggelam oleh jaman.Hanya tinggal satu
lumbung padi di Desa Kalisampurno yaitu terletak di RT 13
RW 04 tetapi tidak dipergunakan semestinya hanya sebagai
bangunan tua yang bersejarah.
Karang Taruna Aditya Karya 39

Bagaimanapun juga budaya lumbung padi atau lumbung


Desa merupakan warisan nenek moyang yang memiliki nilai
luhur dan manfaat yang tinggi.

TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU (TPST)


Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Desa
Kalisampurno dibangun mulai tahun 2012.Peresmian dan
mulai pengoprasionalan TPST dilaksanakan pada tanggal 1
Januari 2015. TPST Desa Kalisampurno adalah Badan Usaha
Milik Desa Kalisampurno yang berdiri diatas Tanah Kas Desa
dengan dilengkapi bangunan permanen seluas 300 M2 yang
berfungsi sebagai pusat pembuangan sampah sementara dan
sekaligus sebagai tempat pemilahan dan pengolahan sampah
terpadu bagi warga Desa Kalisampurno dan Pedagang Pasar
Desa Kalisampurno.

Gambar Pengolahan Sampah Desa Kalisampurno


Karang Taruna Aditya Karya 40

PASAR DESA

Gambar Pembangunan Pasar Desa

Pasar Desa yang ada di Desa Kalisampurno diberi nama


dengan nama “Pasar Desa Sampurna” yang berlokasi di
samping Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera.
Pembangunan dilakukan mulai bulan November tahun 2013,
awalmulanya pasar Desa Sampurna adalah sawah yang
dirubah menjadi bangunan pasar. Pembangunan pasar selesai
pada pertengahan tahun 2015, dan dilakukan peresmian pada
tanggal 13 Juni 2015 dan diresmikan oleh Bupati Sidoarjo,
bapak Syaiful Ilah.
Karang Taruna Aditya Karya 41

Pasar Desa Sampurna merupakan pasar yang sangat


strategis karena bertempat tidak jauh dari pemukiman warga
dan merupakan pasar yang tidak jauh dari Desa-Desa lain
seperti Desa Kludan, Desa Kalitengah dan Desa Kedensari.
Orang-orang yang berjualan di pasar ini yaitu kebanyakan
menjual kebutuhan rumah tangga seperti sayur-mayur, buah-
buahan, beras, lauk pauk, pakaian dll. Pasar ini sangat
bermanfaat bagi masyarakat khususnya warga Desa
Kalisampurno.

Gambar Pasar Desa


Karang Taruna Aditya Karya 42

MAKAM ISLAM DESA

Gambar Makam di Dusun Kalisawah

Makam atau orang jawa menyebutnya kuburan adalah


tempat untuk disemayamkannya bagi orang-orang yang telah
meninggal dunia. Di Desa Kalisampurno terdapat 4 makam
umum islam dua berada di Dusun Kalisawah dan dua lagi ada
di Dusun Sampurno. Tetapi yang dipergunakan hingga
sekarang hanya dua yaitu, satu di Dusun Kalisawah dan
satunya di Dusun Sampurno.
Karang Taruna Aditya Karya 43

Makam islam yang masih digunakan di Dusun


Kalisawah berada di RT 07 RW 02. Makam ini terbagi 2 tempat
yaitu untuk warga Dusun Kalisawah berada disebelah timur
dan untuk warga Perumtas berada disebelah barat. Di dalam
area makam ini terdapat makam tokoh-tokoh masyarakat
yang berpengaruh di Desa Kalisampurno yaitu makam mbah
Secoboyo sebagai orang yang babat alas Desa Kalisampurno
dan makam mbah H. Abdur Rohman sebagai orang yang
pertama yang menyebarkan agama islam. Sedangkan makam
yang saat ini sudah tidak digunakan lagi berada di RT 12 RW
04.

Gambar Makam di Dusun Kalisawah


Karang Taruna Aditya Karya 44

Makam islam yang masih digunakan di Dusun


Sampurno berada di RT 19 RW 05. Sedangkan makam yang
saat ini sudah tidak digunakan lagi berada di RT 16 RW 04.Di
area makam ini terdapat makam mbah Singoyudho atau orang
kebanyakan menyebutnya makam mbah Canggah.Mbah
Singoyudho merupakan tokoh masyarakat yang babat alas di
Dusun Sampurno.

Gambar Makam di Dusun Sampurno


Karang Taruna Aditya Karya 45

PUSKESMAS
Pusat Kesehatan Masyarakat, disingkat Puskesmas,
adalah organisasi fungsional yang menyelenggarakan upaya
kesehatan yang bersifat menyeluruh, terpadu, merata, dapat
diterima dan terjangkau oleh masyarakat, dengan peran serta
aktif masyarakat dan menggunakan hasil pengembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi tepat guna, dengan biaya yang
dapat dipikul oleh pemerintah dan masyarakat. Upaya
kesehatan tersebut diselenggarakan dengan menitikberatkan
kepada pelayanan untuk masyarakat luas guna mencapai
derajad kesehatan yang optimal, tanpa mengabaikan mutu
pelayanan kepada perorangan.

Gambar Puskesmas
Karang Taruna Aditya Karya 46

Di Desa Kalisampurno terdapat Puskesmas Pembantu


yang bertempat di RT 03 RW 01.Puskesmas sangat bermanfaat
untuk berobat orang yang sakit di daerah masyarakat Desa
Kalisampurno, ada juga dari Desa-Desa lain yang berobat di
Puskesmas Pembantu Kalisampurno, seperti warga Desa
Kludan, warga Desa Wunut, warga Desa Kedensari, dll.

KOPERASI UNIT DESA ( KUD )


Koperasi unit Desa merupakan koperasi diwilayah
pedesaan yang bergerak dalam penyedian kebutuhan
masyarakat yang berkaitan dengan kegiatan pertanian.
Koperasi unit Desa dapat juga dikatakan sebagai wadah
organisasiekonomi yang berwatak sosial dan merupakan
wadah bagi pengembangan berbagai kegiatan
ekonomimasyarakat peDesaan yang diselenggarakan oleh
masyarakat dan untuk masyarakat itu sendiri.
Koperasi Unit Desa dapat juga disebut sebagai koperasi
serba usaha karena berusaha memenuhi berbagai bidang
seperti simpan pinjam, kosumsi, produksi, pemasaran dan
jasa. Koperasi unit Desa diharapkan dapat menjadi tiang
perekonomian serta mampu berperan aktif untuk memperluas
perekonomian skala kecil dan usahakeluarga di Desa, dengan
cara membantu menyalurkan sarana produksi dan
memasarkan hasil pertanian. Selain itu koperasi unit Desa juga
diharapkan dapat memberikan bimbingan teknis kepada
Karang Taruna Aditya Karya 47

petani yang masih menggunakan teknologitradisonal yaitu


dengan mengadakan penyuluhan dan kursus bagi petani.
Bimbingan dan penyuluhan bagi para petani sangat
dibutuhkan karena untuk meningkatkan produksi hasil
pertananian.Dengan adanya hal tersebut diharapkan tujuan
akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan bagi petani
yang ada wilayah peDesaan.
Begitu besar manfaat KUD di Desa, namun di Desa
Kalisampurno ini KUD hanya tinggal bangunan yang mulai
lapuk di telan jaman, dan fungsi dari KUD tidak berjalan
semestinya.Masyarakat Desa Kalisampurno hanya
mengetahui sejarah KUD dari melihat bangunannya yang
bertempat di RT 07 RW 02.

Gambar Koperasi Unit Desa ( KUD )


Karang Taruna Aditya Karya 48

INTERMEZZO
PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN DESA DI TAHUN
1945
Pada awal kemerdekaan republik Indonesia pada tahun
1945 mayoritas masyarakat di Desa Kalisampurno berprofesi
sebagai petani, karena pada saat itu tanah di seluruh Desa
Kalisampurno masih di dominasi dengan sawah. Bercocok
tanam adalah sumber utama pendapatan warga di tahun 40-
an, sedikitnya bangunan mewah yang terlihat di tahun
tersebut menggambarkan kondisi ekonomi yang masih lemah.
Bangunan mewah pada saat itu dapat digambarkan bengunan
yang mempunyai luas yang besar yang terbuat dari kayu dan
anyaman bambu dan dengan pelataran yang luas, beberapa
warga yang memiliki bangunan tersebut bukan dari golongan
orang petani.
Seiring dengan berkembangnya zaman dan kebutuhan
ekonomi, pembangunan sarana umum di Desa semakin di
tingkatkan terutama pada akses jalan, balai Desa, bendungan
sungai, rumah ibadah, hingga sarana pendidikan. Berikut
adalah sarana umum yang di bangun di era tahun 1945 ,di
antaranya yaitu:

a. Bendungan
Bendungan yang berada di RT 15 di bangun pada
tahun 1958 pada saat kepemerintahan Tata Hadi Surya.
Karang Taruna Aditya Karya 49

b. Balai Desa
Balai Desa di bangun pada tahun antara 1963 – 1964
pada saat kepemerintahan Tata Hadi Surya.
c. Lapangan Desa Kalisampurno
Lapangan Desa Kalisampurno yang saat ini terletak di
sebelah SDN 1 Kalisampurno dahulunya adalah sawah
yang kemudian di gunakan untuk lapangan Desa,
pembuatan lapangan tersebut pada saaat kepemerintahan
Tata Hadi Surya.

Selain pembangunan di atas masih banyak lagi bangunan


yang lainnya. Dengan adanya tiga pembangunan utama di
atas perkembangan ekonomi, kesejahteraan, hingga lapangan
pekerjaan mulai meningkat di Desa Kalisampurno hingga saat
ini.

TOKOH AGAMA PADA TAHUN 1945 ( H.UMAR )


Apakah anda tau siapakah H.Umar yang saat ini menjadi
nama salah satu jalan di Desa Kalisampurno tepatnya di RW
01 kawasan SMPN 1 Tanggulangin? Beliau adalah salah satu
tokoh agama di Desa Kalisampurno sekitar tahun 1945. Pada
saat mbah sarirejo menjadi kepala Desa Kalisampurno yang
sekaligus saat itu mbah sarirejo membangun langgar atau
mushollah sebagai sarana ibadah, kemudian untuk mengisi
kegiatan mengaji mbah sarirejo memanggil seorang bernama
H. Umar sebagai salah guru ngaji di mushollah tersebut.
Karang Taruna Aditya Karya 50

Setelah H. Umar berhenti untuk mengajar ngaji,


datanglah seorang penjual tempe yang setiap harinya
berjualan keliling di Desa Kalisampurno. Namanya adalah
mbah kamim atau biasanya pada saat itu dikenal dengan
sebutan modin kamim yang berasal dari kedungcangkring,
beliau lah yang menggantikan H. Umar sebagai guru ngaji di
RW 01 Desa Kalisampurno.

CERITA SEKOLAH RAKYAT PEDUKUHAN KALISAWAH


Pada tahun 1943 di pedukuhan Kalisawah terdapat
sekolah dasar yang saat itu hanya ada satu sekolah di Desa,
letaknya saat ini berada di SDN Kalisampurno 1. Namun pada
saat itu nama sekolahnya bukan SDN Kalisampurno 1
melainkan SR ( Sekolah Rakyat ) yang di dirikan oleh penjajah
dari Negara Jepang. Bangunan sekolah pada saat itu tidak
seperti sekarang, melainkan terbuat dari bilik bambu dan
beralaskan tanah.
Karena nama sekolah masih SR ( Sekolah Rakyat ) yang
di didirikan oleh Negara Jepang, pelajaran yang di sampaikan
bukan dari kurikulum pemerintah Indonesia melainkan
pelajaran dari Negara Jepang. Seperti menulis huruf Jepang,
bahasa Jepang, serta di ajarkan lagu kebangsaan Negara
Jepang dan setiap hari senin di nyanyikan pada saat upacara
bendera dengan mengibarkan bendera Negara Jepang.
Walaupun pelajaran yang di ajarkan setiap hari berasal dari
Negara Jepang, namun tenaga pengajar tidak berasal dari
Karang Taruna Aditya Karya 51

keturunan orang Jepang, melainkan warga asli Negara


Indonesia.

PERKONOMIAN DI PEDUKUHAN KALISAWAH SEBELUM


TAHUN 1945
Ketika negara Jepang datang ke Indonesia sekitar tahun
1942, kesulitan ekonomi di tanah air sangat di rasakan oleh
penduduk pribumi karena kondisi negara masih di jajah oleh
negara Jepang. Begitu juga dengan masyarakat di pedukuhan
Kalisawah, kesulitan ekonomi sangat di rasakan oleh
masyarakat sekitar. Sebatas mencukupi kebutuhan makan
setiap hari sangat sulit di bandingkan dengan era revormasi
saat ini.
Menurut cerita dari mbah mol yang saat itu masih
berumur kurang lebih 10 tahun dan pada saat itu menempuh
pendidikan di SR ( Sekolah Rakyat ) milik negara jepang, tidak
setiap hari bisa mencukupi kebutuhan makan. “sedino isok
mangan sego pisan wes enak” tutur dari mbah mol. Hal ini di
picu karena sulitnya mencari penghasilan cukup setiap
harinya, hingga gogolan saat itu banyak di perjual belikan
untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari.

JEMBATAN ANTARA RT 13 DENGAN RT 16 (JEMBATAN


SAMPURNO)
Gambar di bawah adalah jembatan yang
menghubungkan antara dusun kalisawah dan dusun
Karang Taruna Aditya Karya 52

sampurno. Jembatan ini pertama kali di bangun pada tanggal


3 Desember 1971 dan di perbarui pada pertengahan tahun
2013 di karenakan jembatan terlalu sempit. Nama dari
jembatan ini adalah jembatan sampurno yang mempunyai arti
jembatan yang bagus dan sempurna. Biaya dari pembangunan
awal jembatan ini di peroleh dari swadaya masyarakat dan di
bangungun secara bergotong royong. Jembatan ini di bangun
dengan tujuan agar masyrakat di dusun sampurno dan dusun
kalisawah terjalin hubungan sosial yang baik.

Gambar Jembatan Sampurno


Karang Taruna Aditya Karya 53

Ucapan Terima Kasih


Kepada

Mbah Secoboyo dan keturunannya


Mbah Singo Yudho dan keturunannya
H. Nuryono (selaku Kepala Desa)
Perangkat Desa Kalisampurno
Para Sesepuh Desa
Mbah Mol
Bapak Takim
Bapak Atrup
Bapak Sapto
Bapak Katam
Dan Semua Warga Desa Kalisampurno (mohon maaf tidak
bisa menyebutkan satu persatu)