Anda di halaman 1dari 18

PERHITUNGAN CADANGAN ANDESIT PADA PT.

RADIAN DELTA
WIJAYA DI DESA SADU KECAMATAN SOREANG
KABUPATEN BANDUNG PROVINSI
JAWA BARAT

PROPOSAL TUGAS AKHIR

Disusun oleh :

MUHAMAD SISWANTO
11.2014.1.00469

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL DAN KELAUTAN
INSTITUT TEKNOLOGI ADHI TAMA SURABAYA
2018
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

PT.Radian Delta Wijaya adalah pemegang Ijin Usaha Pertambangan


Operasi Produksi yang berlokasi di desa Sadu kecamatan Soreang
Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Kota Bandung terletak di antara
107036’ Bujur Timur dan 6055’ Lintang Selatan dengan luas 167,29 km2 .
Secara geografis, Kota Bandung berada di tengah-tengah provinsi Jawa
Barat, dengan demikian sebagai ibu kota provinsi, Kota Bandung
mempunyai nilai strategis terhadap daerah-daerah di sekitarnya. Wilayah
Kota Bandung berbatasan langsung dengan Kabupaten Bandung di sebelah
timur, selatan dan utara (sebagian), Kabupaten Bandung Barat di sebelah
utara, dan Kota Cimahi di sebelah barat. Kota Bandung dikelilingi oleh
pegunungan, oleh karena itu Kota Bandung merupakan suatu cekungan
(Bandung Basin) yang berada pada ketinggian ±791 meter di atas
permukaan laut (dpl), dengan posisi bagian utara pada umumnya lebih
tinggi dibanding bagian selatan. Ketinggian di sebelah utara sekitar ±1050
dpl, sedangkan di bagian selatan sekitar ±675 dpl.
Bahan galian merupakan salah satu dari banyak jenis sumberdaya
alam yang berpotensi untuk meningkatkan perekonomian suatu daerah.
Penyelidikan bahan galian sampai saat ini belum banyak dilakukan secara
optimal (Setiady, 2010). Berdasarkan Anonim (2013) salah satu bahan
galian(mineral non-logam) ialah andesit. Salah satu daerah yang memiliki
potensi andesit ini ialah daerah sekitar Kecamatan Soreang, Kabupaten
Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Perhitungan cadangan merupakan suatu kegiatan yang sangat penting


dalam eksplorasi maupun dalam eksploitasi suatu bahan galian. Perhitungn
cadangan dilakukan bertujuan untuk mengestimasi potensi suatu bahan
galian. Dalam melakukan perhitungan cadangan, hasil perhitungan sangat
tergantung pada data dan metode yang digunakan. Dalam penelitian ini
digunakan metode penampang atau cross section dan metode contur
(isoline) untuk mengetahui bentuk model dan seberapa bessar cadangan
batu andesit dilokasi penelitian agar sebagai acuan dalam proses
perencanaan dan penambangan.

1.2 Rumusan Masalah


Rumusan masalah dari penelitian ini adalah:
1. Bagaimana permodelan batuan andesit
2. Bagaimana mengestimasi batuan andesit
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dari kegiatan penelitian ini adalah:
1. Mengetahui permodelan batuan andesit
2. Menghitung cadangan batuan andesit
1.4 Batasan Masalah
Dalam penelitian ini dibatasi sampai dengan pemodelan
dengan menggunakan software dan Perhitungan
cadangan.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Ganesa Andesit

Andesit adalah nama salah satu batuan beku ekstrusif yang tersusun
atas butiran mineral yang halus (fine-grained). Batuan beku ekstrusif ini
biasanya ringan dan berwrna abu-abu gelap. Pada kondisi cuaca tertentu,
Andesit sering terlihat berwarna coklat sehingga untuk
mengidentifikasinya perlu dilakukan pemeriksaan yang lebih detail.
Andesit kaya akan mineral plagioklas feldspar dan biasanya mengandung
biotit, piroksen, atau amphibole.
Andesit adalah batuan umum kerak benua yang biasanya berada di
atas zona subduksi. Andesit umumnya terbentuk setelah "melting"
(pelelehan/pencairan) lempeng samudera akibat subduksi. Subduksi yang
menyebabkan "melting" pada zona ini merupakan sumber magma yang
apabila naik ke permukaan akan membentuk Andesit.
Andesit juga dapat terbentuk jauh dari lingkungan zona subduksi.
Sebagai contoh, batuan ini dapat terbentuk pada "ocean ridges" dan
"oceanic hotspots" yang dihasilkan dari "pelelehan sebagian" (partial
melting) batuan basaltik. Andesit juga dapat terbentuk selama letusan pada
struktur dalam lempeng benua di mana sumber magma meleleh dalam
kerak benua atau bercampur dengan magma benua. Kesimpulannya, ada
banyak lingkungan lain dimana andesit mungkin dapat terbentuk.
Batu andesit banyak digunakan dalam bangunan-bangunan
megalitik, candi, dan piramid. Begitu juga perkakas-perkakas dari zaman
prasejarah banyak memakai material ini, misalnnya : sarkofagus, punden
berundak, lumpang batu, meja batu, arca, dll. Pusat kerajinan dan
pemotongan batu andesit jga terdapat dia daerah cirebon dan majalengka
Jawa Barat. Karena didaerah ini banyak terdapat perbukitan yang
merupakan daerah tambang abtu andesit. Untuk batu andesit di daerah
cirebon umunya berwarna abu-abu dan terdiri dari 2 jenis utama, yaitu :
Andesit Batik dan Andesir Polos.

2.2 Analisa Dan Perhitungan Cadangan


2.2.1 Pengertian Cadangan

Menurut Mc. Kelvey yang dimaksud dengan cadangan (reserve)


adalah bagian dari sumber daya terindikasi dari suatu komoditas mineral
yang dapat diperoleh secara ekonomis dan tidak bertentangan dengan
hukum dan kebijaksanaan pemerintah pada saat itu. Suatu cadangan
dengan mineral biasanya digolongkan berdasarkan ketelitian
eksplorasinya.
Klasifikasi cadangan di Amerika menurut US Berau Of Mine and
US Geological Survey (USBM and USGS) dan usulan Mc. Kelvey, 1973
sebagai berikut:
a) Cadangan Terukur
Cadangan terukur adalah cadangan yang kuantitasnya dihitung
dari pengukuran nyata, misalnya dari pemboran, singkapan dan paritan,
sedangkan kadarnya diperoleh dari hasil analisa contoh. Jarak titik-titik
pengambilan contoh dan pengukuran sangat dekat dan terperinci,
sehingga model geologi endpan mineral dapat diketahui dengan jelas.
Struktur, jenis, komposisi, kadar, ketebalan, kedudukan, dan kelanjutan
endapan mineral serta batas penyebarannya dapat ditentukan dengan
tepat. Batas kesalahan perhitungan baik kuantitas maupun kualitas tidak
boleh lebih dari 20%.
b) Cadangan Terkira/Teridikasi (indicated)
Cadangan terkira adalah cadangan yang jumlah tonase dan
kadarnya sebagian diperoleh dari hasil perhitungan pemercontohan
dan sebagian lagi dihitung sebagai proyeksi untuk jarak tertentu
berdasarkan keadaan geologi setempat titik-titik pemercontoh dan
pengukuran jaraknya tidak perlu rapat sehingga struktur, ketebalan,
kedudukan, dan kelanjutan endapan andesit serta batas penyebarannya
belum dapat dihitung secara tepat dan baru disimpulkan/dinyatakan
berdasar indikasi. Batas kesalahan baik kuantitas maupun kualitas 20% -
40%.

2.2.2 Perhitungan Cadangan

Setelah kita melakukan ekplorasi pada tahap-tahap kegiatan


penambangan kemudian melakukan analisa dan perhitungan cadangan.
Adapun tujuan dari perhitungan cadangan yaitu agar dapat menentukan
jumlah dan mutu kualitas yang dapat dipertanggung jawabkan untuk
dieksploitasi sesuai dengan kebutuhan. Perhitungan merupakan kegiatan
akhir dalam eksplorasi mineral yang keberhasilannya sangat tergantung
pada kompetensi ahli yang menanganinya. Berbagai macam cara
perhitungan cadangan dapat dilakukan dengan mempertimbangkan pola
atau desain eksplorasinya.

Pemilihan cara perhitungan yang tepat guna dan berhasil guna


harus dilakukan oleh seorang penyelidik mineral agar hasilnya mempunyai
tingkat kepercayaan yang tinggi sehingga kelayakan ekonominya dapat
diperhitungkan dengan lebih tepat. Perhitungan cadangan ini merupakan
hal yang paling vital dalam kegiatan eksplorasi. Perhitungan yang
dimaksud di sini dimulai dari sumberdaya sampai pada cadangan yang
dapat di tambang yang merupakan tahapan akhir dari proses eksplorasi.
Hasil perhitungan cadangan tertambang kemudian akan digunakan untuk
mengevaluasi apakah sebuah kegiatan penambangan yang direncanakan
layak untuk di tambang atau tidak.

Perhitungan cadangan berperan penting dalam menentukan


jumlah, kualitas dan kemudahan dalam eksplorasi secara komersial dari
suatu endapan. Sebab hasil dari perhitungan cadangan yang baik dapat
menentukan investasi yang akan ditanam oleh investor, penentuan sasaran
produksi, cara penambangan yang akan dilakukan bahkan dalam
memperkirakan waktu yang dibutuhkan oleh perusahaan dalam
melaksanakan usaha penambangannya.
Kegiatan lapangan untuk memperoleh data guna perhitungan
cadangan adalah sebagai berikut:
a. Observasi Lapangan
Merupakan gambaran praktis kondisi dan keadaan dilapangan
meliputi pengambilan data geografi dan demografi.
b. Pemetaan
Tidak mutlak dilaksanakan, untuk pengambilan topografi, bentang
alam, dan lereng awal jika peta telah tersedia maka hanya dilakukan
ploting.
c. Pengambilan Contoh
Dapat berupa tanah, endapan, singkapan.
d. Pengambilan Data Geologi
Dapat dilakukan dengan studi literatur dan pengecekkan langsung
dilapangan.
e. Pengambilan Data Lubang Bor
Dapat berupa data survey dan lithologi endapan andesit.
Dalam menentukan metode untuk perhitungan cadangan andesit
maka metode yang digunakan dalam perhitungan cadangan andesit yang
ada pada di daerah penelitian yaitu Metode Cross Section yang
berpedoman pada perubahan bertahap (rule of graduation change) dan
Metode Contour. Metode ini dipilih karena metode ini cocok untuk
endapan dengan geometri yang sederhana, dalam hal ini aplikasi
perhitungannya mudah dan cepat, mudah digambar, dimengerti dan
dikoreksi. Hal ini menunjukkan bahwa metode ini dapat dikerjakan secara
manual.
2.2.3 Metode Cross Section

Prinsip dari metode ini adalah pembuatan sayatan pada badan


endapan mineral, kemudian di hitung luas masing-masing endapan
mineral dan untuk menentukan volume dengan menggunakan jarak antar
sayatan.
a. Penarikan garis batas sumberdaya

Penarikan garis batas sumberdaya dengan menerapkan pedoman


perubahan bertahap (rule of gradual change), langsung pada titik conto
yang terluar, sehingga titik conto tersebut terletak pada garis batas
sumberdaya. Batas daerah pengaruh pada metode cross section dengan
pedoman perubahan bertahap (rule of gradual change).

a. Ketebalan/kedalaman

Penerapan pedoman perubahan bertahap ketebalan di antara dua


penampang mempunyai satu nilai yang didapatkan dari interpolasi dua
nilai ketebalan penampang tersebut.
b. Volume sumberdaya

Volume sumberdaya adalah gambaran tiga dimensi dari


sumberdaya. Perbedaan yang terjadi pada satu dimensi dan dua dimensi
akan menjadi perbedaan kumulatif pada perhitungan tiga dimensi.

2.2.4 Metode Contour

Menggunakan kontur, yaitu kurva garis yang menghubungkan titik-


titik dengan nilai yang sama. Metode Isoline atau metode Contour cocok
untuk digunakan pada endapan dengan dan ketebalan yang berubah-ubah,
terutama untuk endapan yang tebal. namun metode ini tidak cocok untuk
endapan yang kompleks dan terputus-putus. Rumus yang digunakan untuk
perhitungan umumnya memakai rumus metode penampang.
Gambar 2.1
Metode contur

2.3 Konseptual Model


Model adalah representasi, atau deskripsi yang menjelaskan suatu
objek, sistem, atau konsep berupa penyederhanaan atau idealisasi dari
bentuk alami dengan hasil pemodelan berupa gambar fisik, citra,
matematis/analitik. (Shalaho Dina Devy, Heru Hendrayana, dan Dony
Prakasa Eka Putra,2014), sedangkan model endapan bahan galian andesit
adalah sautu bentuk representasi dari keadaan yang sebenarnya dari bentuk
badan endapan yang ada di bawah permukaan mengenai karakteristik dan
persebarannya. Tujuan dari pemodelan endapan adalah untuk mengetahui
jumlah endapan dan penyebarannya agar dapat mengetahui perubahan pada
saat penambangan.
Koseptual model di dalam melakukan pemodelan endapan andesit
perlu adanya suatu konsep yang kita sebut konseptual model. Konseptual
model adalah gambaran sederhana dari kondisi endapan yeng ada dibawah
permukaan bumi atau representasi sederhana dari model alami/perubahan
dari sistem fisik dan perilaku. Konseptual model merupakan suatu
gambaran sederhana dari endapan yang ada di bawah permukaan bumi,
biasanya disajikan dalam bentuk grafik (cross section) dan blok diagram
(blok model). Tujuan dari pembuatan konseptual model agar dapat
mengetahui bentuk endapan di permukaan bumi. Hasil dari konseptual
model menghasilkan pemodelan 2D dan 3D. (Shalaho Dina Devy, Heru
Hendrayana, dan Dony Prakasa Eka Putra,2014)
Data dalam pemodelan data-data yang diperlukan dalam proses
pemodelan adalah data pemboran dan data topografi dimana data pemboran
yang dibutuhkan untuk pemodelan diambil menjadi dua yaitu data
pemboran survey meliputi: nama titik bor, elevasi titik bor, koordinat titik
bor, kedalaman lubang bor. Data survey ini berguna untuk memberikan
informasi tentang lokasi titik-titik bor, sehingga dapat digambarkan pada
lokasi. Data pemboran geologi meliputi: nama titik bor, batas kedalaman
lapisan atas dan batas kedalaman lapisan bawah, dan kode lithologi.

Untuk menghitung cadangan andesit terlebih dahulu dibuat


permodelan endapannya. Data yang dibutuhkan pada permodelan yaitu:

1. Dalam perhitungan manual


a. Jarak dari lubang bor satu ke lubang bor yang lain .
b. Data survey dan litologi yang didapat dari pemboran.
2. Dalam menggunakan software
a. Data survey adalah data total kedalaman titik bor.
b. Data lithologi adalah data karakteristik batuan.
Prosedur perhitungan cadangan yaitu:

Dalam perhitungan cadangan secara manual


a. Dapatkan data lubang bor (survey dan lithologi) untuk menghitung
endapan.
b. Dapatkan data jarak antara titik lubang bor.
c. Melakukan perhitungan dengan metode cross section dan metode contur
untuk mendapatkan perhitungan endapan.
Dalam perhitungan cadangan menggunakan software yaitu:
1. Metode Cross Section
Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
a. Membuat sayatan pada peta topografi di daerah penelitian dengan
jarak tertentu sesuai dengan keadaan geologi yang dapat mewakili
daerah sekitarnya.
b. Kemudian dilakukan penggambaran dari masing-masing sayatan.
c. Setelah itu menghitung luas dari masing-masing penampang dimana
luasnya dapat diketahui dengan software.

2. Metode contur

Pada Metode Contour perhitungan yang dilakukan dengan


menggunakan pedoman perubahan bertahap (rule of gradual change),
perhitungan pada metode contour dilakukan setiap kontur agar lebih
akurat. Pada metode contour ini pula tidak menggunakan pedoman titik
terdekat (rule of the nearest point) dengan alasan yang sama dengan metode
sebelumnya.
Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan dalam perhitungan
dengan menggunakan metode contour adalah sebagai berikut:
a. Menghitung luas kontur pada peta topografi pada interval tinggi
tertentu dengan software.

b. Menghitung volume rata-rata dari dua buah garis kontur pada


interval tinggi tertentu dengan jarak antar kontur.
BAB III

METODELOGI PENELITIAN

3.1 Jenis penelitian


Penelitian tugas akhir di PT. Radian Delta Wijaya ini merupakan
penelitian aplikatif. Penelitian ini berkaitan dengan pegolahan data
pemboran untuk mengetahui cadangan andesit dan estimasi sumberdaya
andesit yaitu mengetahui ketebalan endapan, kedalaman titik bor dan
topografi dari area yang diestimasi tersebut. Data yang dibutuhkan dalam
penelitian ini adalah data Survey, litologi yang mana data ini akan dihitung
dengan menggunakan metode penampang (cross section) dan counter
(isoline) menggunakan Software yang sesuai dengan data yang diperoleh.
3.2 Variabel Penelitian
Beberapa variabel yang digunakan dalam penelitian ini antara lain:
1. Data Topografi: Sebagai data dasar dalam basis data pemodelan dan
pembagian blok.
2. Data Geologi: Sebagai data dasar dalam analisis pemodelan yang
mana data geologi dapat menjadi pembanding ketika melakukan
analisis persebaran andesit.
3. Data Pemboran: Berisikan data survey, litoligi yang menjadi basis
data pemodelan. Data pemodelan ini yang nantinya di gunakan
untuk perhitungan cadangan.

3.3 Pengumpulan Data Penelitian

1. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer:


pengambilan data pengeboran.

2. Data Sekunder: Batas IUP, Peta topografi, peta geologi, koordinat,


curah hujan. Sebelum melakukan pengelompokan data terlebih
dahulu dilakukan study literatur terkait dengan arah penyebaran
andesit berdasarkan studi literature tersebut dilakukan observasi
lapangan untuk mengumpulkan data-data.

3.
3.4. Pelaksanaan Penelitian

3.4.1 Tahap Persiapan

Tahapan persiapan merupakan studi pustaka, meliputi


pengumpulan informasi awal dan melakukan studi literature
terkait perusahaan.

3.4.2. Tahap Penelitian

Dalam tahap penelitian ini dilakukan pada Desa Sabe,


Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Tengah melakukan
pengambilan data peta topografi,peta geologi, data pemboran
terdiri dari survey dan lithology.

3.5 Tahap pengolahan dan analisis data


3.5 Tahap pengolahan
Pengolahan data untuk perhitungan cadangan tertambang dibagi
kedalam dua kelompok atau tahapan utama antara lain: Pembuatan Model
Endapan Bahan Galian dan Perhitungan Cadangan.

Gambar 3.2 dapat dijelaskan secara ringkas mengenai alur atau proses
pengolahan data.

1. Pembuatan Model Endapan Bahan Galian


Dalam pembuatan model ini menggunakan data pemboran yang
meliputi survey dan lithology. Data-data ini didapat dari hasil pemboran
eksplorasi yang dilakukan oleh PT. Radian Delta Wijaya, Metode yang di
gunakan dalam pembuatan model endapan ini adalah metode penampang
dan metode contur yang diolah dengan menggunakan perangkat lunak
(software) yang sesuai dengan data yang diperoleh. Kemudian dengan
mengoverley terhadap peta topografi maka kedudukan endapan dapat
diketahui. Kedudukkan endapan di maksud adalah persebaran secara lateral
dan vertical, secara lateral dapat dibuat atau diketahui boundary persebaran
endapan yang menjadi dasar bondary pitnya, dan secara vertical dapat
diketahui letak kedalaman endapan tersebut.
2. Perhitungan Cadangan
Perhitungan merupakan tahapan selanjutnya setelah pembuatan model
endapan. Dalam perhitungan cadangan ini menggunakan data pemodelan
sebagi batas samping dan batas bawah atau boundary, data topografi sebagi
batas atasnya, Metode yang digunakan dalam perhitungan cadangan adalah
penampang (cross section) dan countur (isoline) dengan bantuan perangkat
lunak yang membantu dalam perhitungan cadangan dengan metode
penampang (cross section) dan countur (isoline) yang memberikan
kemudahan dengan memasukan data yang dibutuhkan.
STUDI LITERATUR

PENGAMATAN LAPANGAN

PENGAMBILAN DATA

DATA PRIMER DATA SEKUNDER

 PENGUKURAN DATA LUBANG BOR  PETA TOPOGRAFI


 PETA GEOLOGI

PENGOLAHAN DATA

 PENGOLAHAN DATA
BASE
 PEMODELAN
 PERHITUNGAN
CADANGAN

HASIL

 MODEL ENDAPAN
 JUMLAH CADANGAN
DALAM TONASE

Gambar 3.2
Diagram alir pengolahan data
Mulai

Studi Pustaka
1. Tinjauan Teori
 Tentang perhitungan cadangan
2. Tinjauan Pustaka
 Jurnal jurnal penelitian terdahulu

Studi Lapangan
 Pengambilan Data Eksplorasi
 Pengambilan Data Lubang Bor

Pengolahan Data Dan Analisis Data


1. Pengolahan Data base
2. Perhitungan Dan Interpretasi Data Ekplorasi

Pembahansan
1. Pembahasan Mengenai Permodelan Endapan
2. Perhitungan Cadangan

Kesimpulan

Selesai

Gambar 3.2
Diagram Alir Penelitian
3.6 Rencana Jadwal Kegiatan
Kegiatan penelitian tugas akhir ini direncakan dimulai pada akhir Februari
2018 sampai awal April 2018 atau disesuaikan dengan kebijakan perusahaan.

Waktu ( minggu )
Kegiatan
1 2 3 4 5 6
Studi
literatur
Orientasi
Lapangan
Pengambilan
data
Pengolahan
data
Bimbingan
dan kosultasi

Tabel 3.1

Rencana jadwal kegiatan


DAFTAR PUSTAKA

1. Abdul Rauf, 1998 , Perhitungan Cadangan Endapan Mineral,


Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi Mineral UPN
“Veteran” Yogyakarta.
2. _______, 1998, Klasifikasi Sumberdaya Mineral dan Cadangan,
Standar Nasional Indonesia, SNI 13-4726-1998 Amandemen 1, Badan
Standarisasi Nasional.
3. Wardana, I Wayan, 1996, Perhitungan Cadangan Bahan Galian
Andesit Menggunakan Program Surfer, Media Teknik, Boyolali.