Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kewirausahaan (Entrepreneurship) adalah proses mengidentifikasi,
mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa
berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu.
Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk
pada kondisi risiko atau ketidakpastian.
Wirausaha secara historis sudah dikenal sejak diperkenalkan oleh
Richard Castillon pada tahun 1755. Beberapa istilah wirausaha seperti di
Belanda dikenadengan ondernemer, di Jerman dikenal dengan unternehmer.
Pendidikan kewirausahaan mulai dirintis sejak 1950-an di beberapa negara
seperti Eropa, Amerika, dan Kanada. Bahkan sejak 1970-an banyak
universitas yang mengajarkan kewirausahaan atau manajemen usaha kecil.
Pada tahun 1980-an, hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan
pendidikan kewirausahaan. DI Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru
terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan
dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi,
pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun
pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi
berkembang.
Krisis yang melanda bangsa Indonesia sejak tahun 1996 tidak hanya
berpengaruh terhadap dunia usaha, tetapi juga berpengaruh terhadap
kesejahteraan masyarakat luas. Dunia kerja semakin sempit, sementara
masyarakat yang membutuhkan lapangan kerja semakin meningkat.
Pengangguran yang disebabkan ketiadaan lapangan kerja pada akhirnya
menjadi beban masyarakat juga. Pengangguran ini akibat dari semakin
sulitnya mendapatkan pekerjaan terutama di kota-kota besar.
Masyarakat yang tinggal di perkotaan sering mengharapkan mendapat
pekerjaan formal di kantor-kantor, sementara penawaran pekerjaan di sektor
formal sangat terbatas. Tuntutan kualitas sumber daya manusia makin lama

1
makin tinggi dan menuntut kekhususan yang lebih sulit untuk dipenuhi.
Lapangan kerja yang terbatas membuat orang mencari jalan untuk bertahan
hidup agar dapat hidup layak. Dengan melihat situasi tersebut maka sektor
informal merupakan alternatif yang dapat membantu menyerap
pengangguran. Berwirausaha merupakan satu alternatif jalan keluar terbaik.
Wirausaha adalah seseorang yang berkemauan keras melakukan tindakan
yang bermanfaat. Wirausaha juga didefinisikan sebagai orang yang memiliki
gaagasan dan mengelola serta menjalankan gagasannya tersebut.
Kewirausahaan ialah kemampuan menggerakkan orang-orang dan berbagai
sumber daya untuk berkreasi, mengembangkan dan menerapkan solusi
terhadap berbagai masalah agar dapat menciptakan makna dan memenuhi
kebutuhan manusia.
Berdasarkan situasi diatas, kehadiran dan peranan wirausaha tentu saja
akan memberikan pengaruh terhadap kemajuan perekonomian dan perbaikan
pada keadaan ekonomi di Indonesia sekarang ini. Menjadi wirausaha berarti
memiliki kemampuan menemukan dan mengevaluasi peluang-peluang
mengumpulkan sumber – sumber daya yang diperlukan dan bertindak untuk
memperoleh keuntungan dari peluang – peluang tersebut. Dengan
meningkatnya kewirausahaan, diharapkan perekonomian di Indonesia juga
meningkat.
Berdasarkan latar belakang permasalahan yang telah diuraikan di atas,
maka masalah penelitian ini adalah bagaimana keterkaitan antara
perkembangan kewirausahaan dengan perekonomian di Indonesia, apa saja
pengaruh positif perkembangan kewirausahaan terhadap tingkat
perekonomian Indonesia, serta apakah resiko wirausahawan dalam
pengembangan bisnis.
Dengan demikian, tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui
dan menganalisis sampai berapa jauh keterkaitan antara perkembangan
kewirausahaan dengan perekonomian di Indonesia, untuk mengetahui
pengaruh positif perkembangan kewirausahaan terhadap tingkat
perekonomian Indonesia, serta untuk mengetahui resiko wirausahawan dalam
pengembangan bisnis di Indonesia.

2
Bagi pengusaha, penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan
bahwa tingkat keinginan untuk berwirausaha akan menjadi penentu
kelangsungan hidup usaha tersebut. Bagi peneliti lain, penelitian ini dapat
digunakan sebagai referensi yang dapat dijadikan bahan perbandingan dalam
melakukan penelitian di masa yang akan datang. Bagi penulis, penelitian ini
diharapkan dapat memberikan manfaat yaitu menambah wawasan
pengembangan ilmu mengenai kewirausahaan dan pengaruhnya terhadap
perekonomian di Indonesia, serta meningkatkan kesadaran pembaca untuk
berwirausaha dalam rangka meningkatkan perekonomian di Indonesia.
Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan.
Muncul pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur)
mempunyai cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka
mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat terkait
dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul.
1.2 Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum
Diharapkan mahasiswa dapat mengetahui tentang prinsip kewirausahaan
2. Tujuan Khusus
a. Mahasiswa diharapkan memahami pengertian kewirausahaan
b. Mahasiswa diharapkan memahami manfaat, fungsi kewirausahaan
c. Mahasiswa diharapkan memahami prinsip berkewirausahaan

3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian
Wirausaha atau entrepreneur adalah seorang yang bertanggung jawab
atas sebuah bisnis dengan memikul risiko untung atau rugi. Entrepreneur
dapat digolongkan ke dalam dua kelompok, yaitu business entrepreneur
(wirausaha bisnis) dan social entrepreneur (wirausaha sosial). Perbedaan
pokok keduanya terletak pada pemanfaatan keuntungan. Bagi business
entrepreneur keuntungan yang diperoleh akan dimanfaatkan untuk ekspansi
usaha, sedangkan bagi sosial entrepreneur keuntungan yang didapat (sebagian
atau seluruhnya) diinvestasikan kembali untuk pemberdayaan masyarakat.
Social entrepreneur adalah orang yang mengerti permasalahan sosial dan
menggunakan kemampuan entrepreneurshipnya untuk melakukan perubahan
sosial (sosial change), terutama meliputi bidang kesejahteraan (welfare),
pendidikan dan kesejahteraan (healthcare). Jika business entrepreneurs
mengukur keberhasilan dari kinerja keuangannya (keuntungan ataupun
pendapatan), maka keberhasilan social entrepreneurs diukur dari manfaat
yang dirasakan oleh masyarakat.
Permasalahan mendasar bangsa Indonesia antara lain :
1. Kemiskinan
2. Pengangguran
3. Besarnya hutang luar negeri
4. Kelaparan dan krisis pangan
5. Mahalnya harga pangan
6. Buruknya sistem pendidikan dan pelayanan kesehatan untuk masyarakat
Kewirausahaan sosial adalah solusi yang paling tepat dalam
menyelesaikan permasalahan bangsa. Kewirausahaan sosial merupakan
gerakan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan sosial, misalnya mengurangi
kemiskinan, menyediakan makanan bergizi bagi kaum miskin, asuransi
kesehatan dan pendidikan. Gerakan ekonomi dalam konteks ini digerakkan
oleh cause-driven, bukan profit-driven. Artinya, tujuan yang hendak dicapai

4
dari aktivitas ekonomi tadi adalah implikasinya terhadap kelompok sasaran,
jika masyarakat miskin menjadi kelompok sasarannya, diharapkan kondisi
kemiskinan tersebut dapat teratasi.
2.2 Manfaat Kewirausahaan
Dari beerapa penelitian mengedintifikasi bahwa pemilik bisnis mikro,
kecil, atau percaya bahwa mereka cenderung bekerja lebih keras,
menghasilkan lebih banyak uang, dan lebih membanggakan daripada bekerja
di suatu perusahaan besar. Sebelum mendirikan usaha, setiap calon wirausaha
sebaiknya mempertimbangkan manfaatkepemilikikan bisnis mikro, kecil atau
menengah.
Thomas W Zimmerer et al. (2005) merumuskan manfaat
kewirausahaan adalah sebagai berikut:
1. Memberi peluang dan kebebasan untuk mengendalikan nasib sendiri.
Memiliki usaha sendiri akan memberikan kebebasan dan peluang bagi
pebisnis untuk mencapai tujuan hidupnya. Pebisnis akan mencoba
memenangkan hidup mereka dan memungkinkan mereka untuk
memanfaatkan bisnisnya guna untuk untuk mewujudkan cita-citanya.
2. Memberi peluang melakukan perubahan.
Semakin banyak bisnis yang memulai usahanya karena mereka dapat
menagkap peluang untuk melakukan berbagai perubahan yang menurut
mereka sangat penting. Mungkin berupa penyediaan perumahan sederhana
yang sehat dan layak pakai, dan mendirikan daur ulang limbah untuk
melestarikan sumber daya alam yang terbatas, pebisnis kini menemukan
cara untuk mengombinasikan wujud kepedulian mereka terhadap berbagai
masalah ekonomi dengan sosial dengan harapan untuk menjalani hidup
yang lebih baik.
3. Memberi peluang untuk mencapai potensi diri sepenuhnya.
Banyak orang menyadari bahwa bekerja di suatu perusahaan seringkali
membosanka, kurang menantang dan tidak ada daya tarik. Hal ini tentu
tidak berlaku bagi seorang wirausahawan, bagi mereka tidak banyak
perbedaan antara bekerja atau menyalurkan hobi atau bermain, keduanya
sama saja. Bisnis-bisnis yang dimiliki oleh wirausahawan merupakan alat

5
untuk menyatakan aktualisasidiri. Keberhasilan mereka adalah suatu hal
yang ditentukan oleh kreativitas, antusias, inovasi, dan visi mereka sendiri.
Memiliki usaha atau perusahaan sendiri memberikan kekuasaan kepada
mereka, kebangkitan spiritual dan mampu mengikuti minat atau hobinya
sendiri.
4. Memiliki peluang untuk meraih keuntungan.
Walaupun pada tahap awal uang bukan daya tarik utama bagi
wirausahawan, keuntungan berwirausahawan merupakan faktor motivasi
yang penting untuk mendirikan usaha sendiri, kebanyakan pebisnis tidak
ingin menjadi kaya raya, tetapi kebanyakan diantara mereka yang menang
menjadi berkecukupan. Hampir 75% yang termasuk dalam daftar orang
terkaya (Majalah Forbes) merupakan wirausahawan generasi pertama.
Menurut hasil penelitian, Thomas stanley dan William Danko, pemilik
perusahaan sendiri mencapai 2/3dari jutawan Amerika serika. “Orang-
orang yang bekerja memiliki perusahaan sendiri empat kali lebih besar
untuk menjadi jutawan daripada orang-orang yang bekerja untuk orang
lain (karyawan perusahaan lain).
5. Memiliki peluang untuk berperan aktif dalam masyarakan dan
mendapatkan pengakuan atas usahanya.
Pengusaha atau pemilik usaha kecil seringkali merupakan warga
masyarakat yang paling dihormati dan dipercaya. Kesepakatan bisnis
berdasarkan kepercayaan dan saling merhormati adalah ciri pengusaha
kecil.Pemilik menyukai kepercayaan dan pengakuan yang diterima dari
pelanggan yang telah dilayani dengan setia selam bertahun-tahun. Peran
penting yang dimainkan dalam sistem bisnis dilingkungan setempat serta
kesadaran bahwa kerja memilki dampak nyata dalam melancarkan fungsi
sosial dan ekonomi nasional adalah merupakan imbalan bagi manajer
perusaan kecil.
6. Memiliki peluang untuk melakukan sesuatu yang disukai dan
menumbuhkan rasa senang dalam mengerjakan.
Hal yang didasarkan oleh pengusaha kecil atau pemilik perusahaan kecil
adalah bahwa kegiatan usaha mereka sesungguhnya bukan kerja.

6
Kebanyakan kewierausahawan yang berhasil memilih masuk dalam bisnis
tertententu, sebab mereka tertarik dan mrenyukai pekerjaan tersebut.
Mereka menyalurkan hobi atau kegemaran mereka menjadi pekerjaan
mereka dan mereka senang bahwa mereka melakukannya. Wirausahawan
harus mengikutu nasihat Harvey McKey. Menurut McKey: “Carilah dan
dirikan usaha yang anda sukai dan anda tidak akan penrnah terpaksa
harus bekerja sehari pun dalam hidup anda” Hal ini yang menjadi
penghargaan terbesar bagi pebisnis/wirausahawan bukan tujuannya,
melainkan lebih kepada proses atau perjalanannya.
Manfaat kewirausahaan terhadap Sosial
Kewirausahaan memiliki empat manfaat sosial; memperkuat pertumbuhan
ekonomi, meningkatkan produktivitas, menciptakan teknologi, produk dan jasa
baru, serta mengubah dan meremajakan pasar.
Pertumbuhan Ekonomi. Dengan kewirausahaan, dapat menciptakan
lowongan pekerjaan baru bagi masyarakat. Contohnya dalam bidang
elektronika yang berdiri kurang dari 5 tahun akan lebih menciptakan pekerjaan
daripada perusahaan yang sudah berdiri lebih dari 20 tahun. Dengan
meningkatnya penciptaan pekuang atau lapangan pekerjaan baru akan
meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara.
Produktivitas Yaitu kemampuan untuk menghasilkan lebih banyak barang
dan jasa dengan tenaga kerja dan input lain yang lebih sedikit. Fungsi
wirausaha adalah menjalankan aset organisasi untuk mendesain, menguji dan
menghasilkan produk baru.
Teknologi, Produk dan Jasa baru. Kewirausahaan memainkan peran
penting dalam memajukan perubahan teknologi, produk dan jasa inovatif.
Contoh usaha inovatif yang dihasilkan dari kewirausahaan misalnya: penemuan
radio FM, penisilin, mesin fotocopy, bolpen dan lain-lain. Kewirausahaan juga
menciptakan revolusi industri pada abad kedelapan belas, yaitu industri
penenunan kain dari kapas di Inggris yang awalnya diimpor dari India. Karena
kapasitas mesin terbatas, maka kuantitas kain yang dihasilkan tidak maksimal.
Proses yang panjang dari penenunan kain tersebut pada akhirnya menciptakan
suatu mesin pintal yang meningkatkan kapasitas produksi. Perubahan Pasar,

7
dengan globalisasi akan menciptakan pasar baru yang sebelumnya tidak
mendapat perhatian dari pengusaha lain. Contohnya pasar komputer yang
awalnya dikuasai oleh IBM mendapat pesaing dari microsoft serta Apple
computer.
2.3 Fungsi Kewirausahaan
Fungsi pokok kewirausahaan

1. Membuat keputusan-keputusan penting dan mengambil resiko tentang


tujuan dan sasaran perusahaan.
2. Memutuskan tujuan dan sasaran perusahaan.
3. Menetapkan bidang usaha dan pasar yang akan dilayani.
4. Menghitung skala usaha yang diinginkannya.
5. Menentukan modal yang diinginkan (modal sendiri atau modal dari luar).
6. Memilih dan menetapkan kriteria pegawai/karyawan dan memotivasinya.
7. Mengendalikan secara efektif dan efesien.
8. Mencari dan menciptakan cara baru.
9. Mencari terobosan baru dalam mendapatkan masukan atau input serta
mengelolahnya menjadi barang atau jasa yang menarik.
10. Memasarkan barang dan jasa tersebut untuk memuaskan pelanggan dan
sekaligus dapat memperoleh dan mempertahankan keuntungan maksimal.

Fungsi Makro dan Mikro Wirausaha

Wirausaha mempunyai dua fungsi, kedua fungsi tersebut adalah fungsi


makro dan fungsi mikro.
a. Fungsi Makro
Secara makro wirausaha berperan sebagai penggerak, pengendali, dan
pemacu perekonomian suatu bangsa. Di amerika serikat, eropa barat, dan
negara-negara di asia, kewirausahaan menjadi kekuat-an ekonomi negara
tertentu, sehingga negara-negara itu menjadi kekuatan ekonomi dunia
yang kaya dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan
inovasi. Hasil-hasil dari penemuan ilmiah, penelitian, dan pengembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi rekayasa telah menghasilkan kreasi-kreasi
baru dalam produk barang dan jasa-jasa yang berskala global, yang

8
merupakan hasil dari proses dinamis wirausaha yang dinamis. Bahkan para
wirausahalah yang berhasil menciptakan lapangan kerja dan mendorong
pertumbuhan ekonomi.
b. Fungsi Mikro
Secara mikro peran wirausaha adalah penanggung risiko dan
ketidakpastian, mengombinasikan sumber-sumber ke dalam cara yang
baru dan berbedauntuk menciptakan nilai tambah dan usaha-usaha baru.
Dalam melakukan fungsi mikronya menurut marzuki usman (1977) secara
umum wirausaha memiliki dua peran, yaitu sebagai penemu (innovator)
dan sebagai perencana (planner).
1. Innovator merupakan Wirausaha yang berperan dalam menemukan
dan menciptakan:
 Produk baru (the new product)
 Teknologi baru (the new technologi)
 Ide-ide baru (the new image)
 Organisasi usaha baru (the new organization)
2. Planner merupakan Wirausaha yang berperan dalam merancang ;
 Perencanaan usaha (corporate plan)
 Strategi perusahaan (corporate strategy)
 Ide-ide dalam perusahaan (corporate image)
 Organisasi perusahaan (corporate organi-zation)
Disamping itu untuk menjadi wirausahawan kita juga dituntut untuk
berfikir optimis atas peluang dan segala usaha yang kita
lakukan,karena dengan begitu semangat dan kemauan yang keras juga
ketekunan kita akan menciptakan usaha kita yang maju dan terus
berkembang.Juga disamping itu kita harus berfikir alternatif dimana
dengan berfikir alternatif kita menciptakan suatu Ide dan strategy dari
dan atas usaha yang akan kita lakukan untuk usaha kita.
2.4 Prinsip-Prinsip kewirausahaan
Prinsip kewirausahaan yang paling penting adalah Berani atau keluar
dari Rasa takut akan gagal. makna berani disini adalah tindakan dimana kita
harus bisa mengambil sikap atas peluang-peluang yang muncul dalam hidup

9
ini terutama peluang untuk mendirikan usaha. Seorang wirausahawan tidak
mengenal tingkat pendidikan tapi mengenal pada tingkat seseorang berani
mengambil Resiko.Walaupun pendidikan itu penting tapi perannya disini
justru adalah pada tingkatan keberanian akan usaha yang akan kita
buat.Pendidikan disini berguna pada tingkat keahlian dari bidang usaha yang
akan kita dirikan tapi hal tersebut bukan lah jadi prinsip dasar dalam
membangung usaha tapi keberanian kita lah yang dapat menjadi prinsip dasar
dalam membangun usaha.
Disamping itu untuk menjadi wirausahawan kita juga dituntut untuk
berfikir optimis atas peluang dan segala usaha yang kita lakukan,karena
dengan begitu semangat dan kemauan yang keras juga ketekunan kita akan
menciptakan usaha kita yang maju dan terus berkembang.Juga disamping itu
kita harus berfikir alternatif dimana dengan berfikir alternatif kita
menciptakan suatu Ide dan strategy dari dan atas usaha yang akan kita
lakukan untuk usaha kita.
Prinsip-prinsip entrepreneurship menurut Dhidiek D.Machyudin, yaitu:
1. Harus optimis
2. Ambisius
3. Dapat membaca peluang pasar
4. Sabar
5. Jangan putus asa
6. Jangan takut gagal
7. Kegagalan pertama dan kedua itu biasa, anggaplah kegagalan adalah
kesuksesan yang tertunda
Ada pula prinsip entrepreneurship yang diungkapkan oleh Khafidhul
Ulum. Ada tujuh prinsip yang diberikan, diantaranya:

1. Passion (semangat)
2. Independent (mandiri)
3. Marketing sensitivity (peka terhadap pasar)
4. Creative and innovative (kreatif dan inovatif)
5. Calculated risk taker (mengambil resiko dengan penuh perhitungan)
6. Persistent (pantang menyerah)

10
7. High ethical standard (berdasar standar etika)
Jadi, apabila kedua pendapat tersebut digabungkan ada 14 prinsip
dalam berwirausaha yaitu:

1. Jangan takut gagal.


Banyak yang berpendapat bahwa untuk berwirausaha dianalogkan
dengan impian seseorang untuk dapat berenang. Walaupun teori
mengenai berbagai gaya berenang sudah bertumpuk,sudah dikuasai
dengan baik dan literatur-literatur sudah lengkap, tidak ada gunanya
kalau tidak di ikuti menyebur ke dalam air (praktek berenanga) demikian
halnya untuk berusaha, tidak ada gunanaya berteori kalau tidak terjun
langsung, sehingga mengalami (berpengalaman), dan sekalilagi jangan
takut gagal sebab kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda.
2. Penuh semangat
Hal yang menjadi penghargaan terbesar bagi pembisnis atau
perwirausahaan bukanlah tujuannya melainkan lebih kepada proses dan
perjalanannya.
3. Kreativ dan Inovativ.
Kreativitas dan Inovasi adalah modal bagi seorang pengusaha. Seorang
wirausaha tidak boleh berhenti dalam berkreativitan dan berinovasi
dalam segala hal.
4. Bertindak dengan penuh perhitungan dalam mengambil resiko.
Resiko selalu ada dimanapun kita berada. Seringkali kita menghindra
dari resiko yang satu, tetapi menemui bentuk resiko lainnya. Namun yang
harus diperhitungkan adalah perhitugkan deangan baik-baik sebelum
memutuskan sesuatu, terutama yang tingkat resikonya tinggi.
5. Sabar, ulet dan tekun.
Prinsip lain yang tidak kalah penting dalam berusa adalah kesabaran dan
keytekunan. Saban dan tekun meskipun harus menghadapi berbagai
bentuk permasalahan, percobaan, dan kendala bahkan diremehkan oleh
orang lain.

11
6. Harus optimis.
Optimis adalah modal usaha yang cukup penting bagi usahawan, sebab
kata optimis nerupakan sebuah prinsip yang dapat memotivasi kesadaran
kita sehingga apapun usaha yang kita lakukan harus penuh optimis
bahwa usaha yang kita laksanakan akan sukses.
7. Abisius.
Demikian juga prinsip ambisius seorang wirausahawan harus berambisi,
apapun jenis usaha yang akan dilakukannya.
8. Pantang menyerah atau jangan putus asa.
Prinsip pantang menyerah adalah bagian yang harus dilakukan kapanpun
waktunya.
9. Peka terhadap pasar atau dapat baca peluang pasar.
Prinsip peka terhadap pasar atau dapat baca peluang pasa radalah prinsip
mutlak yang harus dilakukan oleh wirausahawan, baik pasar ditingkat
lokal, regional, maupun internasional. Peluang pasar sekecil apapun
harus di identifikasi dengan baik, sehingga dapat mengambil peluang
pasar tersebut dengan baik.
10. Berbisnis dengan standar etika.
Prinsip bahwa setiap pebisnis harus senantiasa memegang secara baik
tentang standar etika yang berlaku secara universal.
11. Mandiri.
Prinsip kemandirian harus menjadi panduan dalam berwirausaha.
Mandiri dalam banyak hal adalah kunci penting agar kita dapat
menghindarkan ketergantungan dari pikak-pikak atau para pemangku
kepentingan atas usaha kita.
12. Jujur.
Menurut Pytagoras, kejujuran adalah mata uang yang akan laku dimana-
mana. Jadi, jujur kepada pemasok dan pelanggan atau kepada seluh
pemangku kepentingan perusahaan adalah prinsip dasar yang harus
dinomorsatukan dalam berusaha.
13. Peduli lingkungan.

12
Seorang pengusaha harus memiliki kepedulian terhadap lingkungan
sehingga haruas turut serta menjaga kelestarian lingkungan tempat
usahanya.
14. Dan yang terakhir dalam prinsip kewirausahaan adalah membangun
Relasi dan network dengan sesama wirausahawan karena dengan begitu
proses pembelajaran dan pengetahuan akan kewirausahawan kita akan
berkembang. Semakin banyaknya network atau relasi juga akan
menciptakan peluang-peluang kita dalam mengembangkan dan mencapai
usaha yang baik.usaha yang baik dan maju disini bukan berarti rasa puas
dan rasa nyaman yang telah kita dapatkan,karena dengan rasa puas dan
nyaman tersebut justru nantinya akan menurunkan semangat dan
optimalisasi dalam kita meningkatkan usaha kita.

13
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kewirausahaan adalah suatu kemampuan kreatif dan inovatif dalam
menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda yang dijadikan dasar, kiat dalam
usaha atau perbaikan hidup. Hakikat dasar dari kewirausahaan adalah kreativitas
dan keinovasian. Kreativitas adalah berfikir sesuatu yang baru dan keinovasian
adalah berbuat sesuatu yang baru. Ada beberapa alas an mengapa seseorang
berminat berwirausaha yaitu alas an keuangan,alas an social, alasan pelayanan dan
alasan memenuhi diri.

Kehadiran dan peranan wirausaha akan memberikan pengaruh terhadap


kemajuan perekonomian dan perbaikan pada keadaan ekonomi di Indonesia
sekarang ini karena wirausaha dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan
kualitas hidup masyarakat, meningkatkan pemerataan pendapatan, memanfaatkan
dan memobilisasi sumberdaya untuk meningkatkan produktivitas nasional, serta
meningkatkan kesejahteraan pemerintahan. Dengan demikian, meningkatnya
perkembangan kewirausahaan dapat meningkatkan perekonomian di Indonesia.

3.2 Saran

Setelah dilakukan penelitian tentang pengaruh perkembangan


kewirausahaan terhadap tingkat perekonomian Indonesia , maka disarankan
wirausaha dapat menjadi alternatif dalam usaha pengentasan kemiskinan dan
pengangguran di Indonesia. Pemerintah diharapkan dapat mendukung kemajuan
kewirausahaan di Indonesia dengan cara memberikan bantuan modal sehingga
wirausahawan dapat mendirikan usaha tanpa halangan mengenai biaya modal.
Pencari lapangan kerja yang semula hanya berminat pada sektor formal juga
diharapkan merubah pandangannya dan beralih pada sektor informal yaitu
wirausaha.

14
DAFTAR PUSTAKA

Acs, Zoltan J., dkk. 2010. Global Entrepreneurship and the United States. SBA
Office for Advocacy, www.sba.gov/advo

Acs,Zoltan J., dkk. 2010. Entrepreneurship, Economic Development and


Institution.

Alma, Buchari. 2000. Kewirausahaan: Panduan Perkuliahan untuk Perguruan


Tinggi.Bandung: Alfabeta.

Andrew, Andy. 2004. The Traveler’s Gift: Tujuh Keputusan yang Membawa
AndaMenuju Keberhasilan Pribadi. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.

Braiker, Harriet B. 2005. Life is Yours: Mematahkan Jerat-jerat Manipulatif dan


Meraih Kembali Kendali Hidup Anda. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.

Crouch, Van. 2002. Buku Saku Para CEO (Chief Executive Officer).
Jakarta:Harvest Publication House.

Daniels, Aubrey C. 2005. Maximum Performance: Sistem Motivasi Terbaik bagi


Kinerja Karyawan. Jakarta; Bhuana Ilmu Populer.

Kasmir. 2007. Kewirausahaan. PT Raja Grafindo Perkasa: Jakarta.

Kushida, Kenji. 2001. Japanese Entrepreneurship: Changing Incentives in the


Context of Developing a New Economic Model, Stanford, Journal of East Asian
AffairsVol 1. Japan.

15