Anda di halaman 1dari 75

Farmakoterapi Pada dan Gangguan

Ansietas Menyeluruh (GAM) dan


Gangguan Panik (GP)

Nurmiati Amir
Departemen Medik Psikiatri, RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo/FKUI
Imeri, 13 Januari 2018

1
S
Objektif
o Pendahuluan

o Kriteria diagnosis GAM dan GP menurut DSM-5TM

o Epidemiologi GAM dan GP

o Perjalanan penyakit GAM dan GP

o Neurobiologi GAM dan GP

o Farmakoterapi pada GAM dan GP

o Simpulan

2
3
Pendahuluan
§ Simtom, sirkit dan neurotransmiter pada gangguan ansietas
bertumpang tindih dengan gangguan depresi

§ Serotonin merupakan neurotransmiter utama yang


menginervasi amigdala dan sirkit CSTC

§ Antidepresan yang dapat meningkatkan serotonin


(memnghambat SERT), efektif mengurangi simtom ansietas
dan rasa takut

§ SSRI, SNRI, BDZ, antipsikotika atipik (5-HT1A parsial


agnonis), dan buspiron è efektif sebagai ansiolitik

4
Pendahuluan (lanjutan)

§ Buspiron bekerja sebagai § SSRI dan SNRI juga


parsial agonis 5-HT IA pada bekerja seperti buspiron
reseptor presinap dan
postsinap § Onset kerja buspiron
sebagai ansiolitik lebih
§ Kerjanya pada kedua lambat è perlu adaptasi
tempat ini è me é pada neuron dan reseptor
aktivitas serotonin yang
berproyeksi ke amigdala, § Benzodiazepin bekerja
korteks prefrontal, langsung pada reseptor
striatum dan talamus è BDZ è efeknya lebih
efek ansiolitik cepat
Stahl SM. Stahl’s Essential Psychopharmacology. 2013; 406
6
Simtom Gangguan Ansietas

Fatig
Konsentrasi Keterjagaan/
psikomotor

Ansietas
Tidur atau takut Khawatir
(fear)

Penghindaran
fobik
iritabilitas

7
S
Gangguan Ansietas Menyeluruh

Fatig
Konsentrasi Keterjagaan/
psikomotor

Ansietas
menyeluruh Khawatir
Tidur
/takut menyeluruh

Penghindaran
iritabilitas fobik

8
S
9
Definisi GAM

• Gangguan Ansietas Menyeluruh adalah ansietas kronik yang


ditandai dengan kekhawatiran yang berlebihan, menyeluruh,
sulit dikendalikan, menetap dan dapat disertai gejala-gejala
somatik dan psikik

• Menetapnya kecemasan dan kekhawatiran, secara berlebihan,


terhadap peristiwa-peristiwa kehidupan sehari-hari

• Durasi, frekuensi, intensitas kecemasan tentang peristiwa-


peristiwa yang menakutkan tersebut tidak sesuai dengan
kejadian yang sebenarnya atau dampak peristiwa tersebut
10
Kriteria Diagnosis GAM
(DSM-5TM)
A. Ansietas dan khawatir yang
2. Mudah lelah
A. berlebihan terhadap berbagai 3. Sulit konsentrasi atau pikiran seperti
peristiwa atau aktivitas, yang kosong (blank)
terjadi paling sedikit enam bulan. A. 4. Iritabilitas
B. 5. Keteganggan otot
B. Individu tersebut sulit mengontrol C. 6. Sulit tidur (sulit masuk tidur,
kekhawatiran tersebut. D. memertahankan tidur, atau gelisah,
E. atau tidur tidak puas)
D. Ansietas, kekhawatiran,
C. Ansietas dan kekhawatiran tersebut
simtom pisik tersebut
disertai dengan ³ 3 dari 6
menimbulkan penderitaan
gejala berikut:
yang bermakna secara klinis
1. 1. Kegelisahan atau terperangkap
atau hendaya sosial,
2. atau seperti di ujung tanduk
pekerjaan, atau fungsi
penting lainnya.
11
American Psychiatric Association, DSM-5TM:122-123
Fokus Kekhawatiran
• Fokus kekhawatiran/ansietas pada GAM

• Pekerjaan dan karir


• Keuangan
• Kesehatan
• Keamanan
• Manajemen rumah tangga
• Manajemen waktu

• Pasien menyadari bahwa kekhawatirannya sangat berlebihan


dan kondisi yang sebenarnya tidak seperti yang ditakutkannya

12
Kondisi Medik Umum Obat
Dikaitkan dengan GAM

Endokrin
• Hipertiroid Obat-obatan
• Hiperparatiroid • Agonis adrenergik
• Hipoparatiroid • Kafein: toksik/putus zat
• Hipoglikemia • Bronkodilator
• Sinrom Cushing • Kortikosteroid
• Suplemen tiroid
• Antihipertensi
Neurologi • Digoksin
• Kejang parsial • SSRIs (terutama fluoksetin)
kompleks • Alkohol dan putus sedatif
• Tumor intrakranial
• Stroke
• Iskemia serebri
13
14
Perjalanan Penyakit GAM;
ansietas kronik dengan eksaserbasi

intensitas simtom

hari minggu derajat ansietas kronik

Bulan/tahun

Studi prospektif, n = 711, hanya 15% remisi sempurna setelah 2 bulan (1


tahun), 25% remisi sempurna dalam 2 tahun
• Rickels K.. J Clin Psychiatry. 1997; 58 (Suppl 11): 4-10 1997.
• Yonkers KA, dkk. Br J Psychiatry 1996; 168: 308-312
15
16
Simtom GP

Ansietas Khawatir
antisipatori terhadap
/takut serangan Serangan panik
panik yang tak diduga

Penghindaran
fobik/ perubahan
perilaku

17
Kriteria Diagnosis GP (DSM-5TM)

A. Berulangnya serangan panik yang tak diharapkan. Serangan panik


yaitu ketakutan berlebihan yang muncul dengan tiba-tiba dan
mencapai puncaknya dalam beberapa menit, selama periode waktu
tersebut empat (atau lebih) terjadi gejala berikut:

• Berulangnya : >1 serangan panik yang


tak diharapkan

1. Palpitasi, bunyi
3. Menggigil atau gemetar
jantung keras,
4. Nafas terasa pendek
akselerasi denyut
5. Rasa tercekik
jantung
6. Rasa tidak enak atau
2. Berkeringat
nyeri di dada

American Psychiatric Association. DSM-5, hal 208-221


18
Kriteria Diagnosis GP
(DSM-5TM)
• Tak diharapkan: tidak adanya pencetus
atau isyarat yang nyata yang menyebabkan
terjadinya serangan panik (dapat terjadi
sedang istirahat atau bangun tidur)

7. Mual atau nyeri perut


8. Pusing atau rasa melayang atau kepala terasa
ringan atau pingsan
9. Merasa dingin atau sensasi panas
10. Parastesia (mati rasa)
11. Derealisasi, depersonalisasi
12. Takut hilang kontrol atau “ menjadi gila”
13. Takut mati

American Psychiatric Association. DSM-5, hal 119-120


19
Kriteria Diagnosis GP
(lanjutan)

Catatan:
• simtom-simtom khas budaya (tinitus, sakit
leher, sakit kepala, menjerit atau menangis
yang tak bisa dikontrol) dapat ditemui.
Simtom-simtom ini tidak dapat dimasukkan
ke dalam empat simtom yang dibutuhkan

• Diharapkan: terdapat isyarat atau


faktor pencetus® serangan panik

American Psychiatric Association. DSM-5 hal 119-120


20
Kriteria Diagnosis GP (lanjutan)

B. Paling sedikit satu serangan diikuti oleh satu bulan (atau


lebih) satu atau dua yang berikut:

• 7. Mual menetap
Kekhawatiran / nyeri perut
tentang akan terjadinya
8. Pusing
kembali serangan/ panik
rasa atau
melayang (96%)
konsekuensinya
(misalnya, hilang kontrol,
9. Derealisasi, mengalami serangan jantung
depersonalisasi
atau “menjadi gila”)
10. Takut hilang kontrol/jadi gila
• 11. Takut
Perubahan mati mendadak
maladaptif yang signifikan pada perilaku
12.serangan
terkait Mati rasa (parestesia)
(misalnya, perilaku(73%)
yang diciptakan
13.menghindari
untuk Aliran panas-dingin (kepala,
serangan panik, dada dan
misalnya
menghindari aktivitas
leher) 1,2 atau situasi yang tak biasa)

American Psychiatric Association. DSM-5, hal 119-120


21
Kriteria Diagnosis GP (lanjutan)

• Gejala utama gangguan panik yaitu berulangnya


serangan panik

• Ada7. Mual
yang / nyeri
spontan dan perut
ada yang dicetuskan oleh
8. Pusing
stimulus fobik / rasa melayang (96%)
9. Derealisasi, depersonalisasi
• Agorafobia
10. Takutdan hilang
ansietaskontrol/jadi
antisipatori sering
gila menjadi
penyebab rekurennya serangan panik
11. Takut mati mendadak
• 12.
Oleh Matiitu,
karena rasa (parestesia)
serangan (73%)antisipatori,
panik, ansietas
13. fobik,
simtom Alirankomorbiditas
panas-dingin (kepala,
(agorafobia dandada dan
depresi)
leher)1,2
harus dinilai

22 1991;83: 7-17
Rosenberg R, dkk. Acta Psychiatr Scand
Gambaran Diagnostik
t a s

Panik Panik

t a s
ansietas
e n s i

e n s i
Tenang
Tenang Tenang
i n t

waktu i n t waktu

Serangan panik terjadi dari kondisi tenang atau ansietas dan dapat tenang kembali
atau ansietas
23
Gambaran Diagnostik
(lanjutan)
t a s

Panik Panik Panik

t a s
e n s i

ansietas

e n s i
Tenang ansietas
Tenang Tenang
i n t

i n t

waktu waktu

24
Serangan “hampir panik”

o Limited symptom attacks (LSA) o LSA ® 40% pada pasien dengan


® hampir panik
GP + Agorafobia

o Tidak memenuhi empat o Simtom kognitif ® menetapnya


simtom yang harus dipenuhi ketakutan agorafobik
u/GP menurut DSM-IV

o Setelah satu tahun ® 19%


o Prevalensi di komunitas 2.2%- berkembang menjadi GP.
8.5%
o 50% dari semua serangan panik
adalah LSA
o LSA tidak begitu berat, jarang,
durasinya lebih pendek
1. Katerndahl D. Am J Pychiatry 1993; 150: 246-249
o LSA ditemui pada fase residual GP
2. Rosenbaum J. Psychosomatics 1987;28: 407-41 25 (19%)
Tiga Kelompok Simtom Panik
(dengan Instrumen Panic Attack Questionnaire)

• Pusing,
vertigo,
• Takut
• Takhikardia perasaan menjadi
dan tak stabil, gila
palpitasi merasa • Takut
mau jatuh kehilangan
pingsan
kontrol

Distres Simtom
Kardiorespirasi Simtom
terkait pusing Kognitif/psikologi
Cox B, dkk. Compr Psychiatry
26
1994; 35: 349-553
Panik Nokturnal

o Gejalanya ® tiba-tiba terbangun, o Kelompok panik diurnal lebih sering


teror, aktivasi fisiologik ­­ mengalami nyeri dada dan
ketakutan mati mendadak
o Terjadi pada tidur non-REM, pada
stadium 2 dan 3, biasanya antara o Gejala serangan panik di siang hari
24-225 menit setelah awitan tidur lebih berat dan durasi sakitnya
lebih lama pada kelompok dengan
o Sekitar 70% pasien GP pernah riwayat panik nokturnal
menglami panik nokturnal
o Komorbiditas dengan ansietas lain
o Frekuensi panik nokturnal lebih dan depresi mayor sering terjadi
jarang vs panik di siang hari
o Ada riwayat gangguan ansietas
masa kanak (74% vs 25% tidak
ada)
1. Krystal J, dkk. Comp Psychiatry 1991; 32: 474-480
2. Labatte l, dkk. Biol psychiatry 1994; 36; 57-60.

27
28
Under-recognized & Undertreated

Tidak Terdiagnosis

Ravindran L,
dkk. 4558-4560 Tidak Mendapat Terapi (mendapat
terapi di puskesmas
29 20%-27%)
Prinsip-Prinsip Manajemen
Gangguan Ansietas

§ Menegakkan diagnosis dengan cermat, perhatian


terhadap komorbid pisik dan psikiatrik, stresor dan
kerentanan genetik éé

§ Pemeriksaan pisik dan laboratorium (sesuai indikasi)

§ Psikoedukasi (fokus terhadap kepatuhan dan


manajemen diri sendiri)

§ Pemantauan sistematik keberhasilan terapi


(instrumen atau skala)
30
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi
Pemilihan Terapi
§ Berat dan kroniknya penyakit § Sitom dalam bentuk umum
atau spesifik (serangan panik-
§ Komorbiditas terkait performa ansietas)
§ Riwayat respons terhadap § Tilikan atau kecenderungan
terapi (keluarga atau personal) kepatuhan
§ Penggunaan bersama dengan § Motivasi untuk mengubah
medikasi lainnya atau perilaku atau pikiran
interaksi obat
§ Biaya pengobatan

31
7 Langkah Tatalaksana
Gangguan Ansietas

Psikoterapi & &


Psychotherapy Diagnosis
Diagnosis
psikoedukasi
psychoeducation

Discontinuation
Diskontinu & & follow-up
pemantauan Pemilihan obat
Drugs of choice

Duration Dosis
Dose
Durasi
ESO
Side-effects
32
33
Farmakoterapi Pada Gangguan Ansietas

• Ikatan a2 δ(pregabalin dan gabapentin), SSRI, Lini-1


SNRI, buspiron

• TCA, BDZ, mirtazapin, trazodon,


Lini-2
antihistamin (hidroksizin)

• SGA, hipnotika dan CBT tambah


an

34
Farmakoterapi Pada GAM & GP

Laporan Efikasi Obat

Onset cepat (1-2 hari) Onset Lambat (10-28 hari)

• Benzodiazepin • SSRIs
• SNRIs
• Beta-blockers,
antipsikotika, • TCAs
barbiturat • MAOIs
• RIMA
• Buspiron
35
36
Peranan GABA pada Ansietas

• Obat yang bekerja meningkatkan akivitas


reseptor GABAA (benzodiazepin)

neuronal firing rate ¯¯dan aktivitas neurotransmiter di


daerah limbik (misalnya noradrenalin di lokus seruleus) ¯¯
® ansietas ¯¯¯

• GAM penyakit kronik ® BZ bisa menyebabkan penyalahgunaan,


ketergantungan dan putus obat.
• Jangan diberikan BZ pada GAM yang menyalahgunakan zat dan
alkohol

1. Ninian PT. J Clin Psychiatry 1999; 60 (Suppl 22): 12-17 1999.


2. Nutt DJ, dkk. J Clin Psychiatry. 2001; 62 (Suppl 11): 22-27 2001
3. Kalueff A, dkk. Depress Anxiety 371997; 4: 100-10 1997.
Jenis-jenis Benzodiazepin
Jenis Dosis Awal Dosis Rumatan
Long acting (T1/2 > 24h) less rebound symptoms; withdrawal may be delayed, better
choice when tapering off of BZD

Klonazepam 0,25-2 mg, 2 x/hari 0,5-4mg, 2x/hari

Diazepam 2-5mg,2 x/hari 5-30mg, 2x/hari


Intermediate acting (T1/2 12-24h)

Klobazam 5-20mg, 2x/hari 10-40mg, 2x/hari

Estazolam 0,5-1mg, 2x/hari 1-2mg, 2x/hari


Short acting (T1/2 <12h) more rebound anxiety effect & withdrawal reactions, better
sedative/hypnotic, easier metabolized

Alprazolam 0.25-0,5 mg, 3x/hari 0,5-2mg, 3 x/hari


Lorazepam 0,25-0,5mg,382x/hari 0,5-2mg, 2 x/hari
Benzodiazepin pada GAM

Pada RCT dilaporkan beberapa BDZ efektif pada GAM:


• Diazepam
• Alprazolam
• Klobazam
• Lorazepam
Cepat, aman pada dosis besar dan memperbaiki tidur dengan cepat

• Beberapa penelitian menunjukkan bahwa antidepresan


efektifitasnya sebanding dengan atau lebih baik dari BDZ

(Rickels 2000, Cohn 1986, Lydiard 1997, Cutler 1993, Davidson 2001)

39
Faktor-Faktor yang Membatasi
Penggunaan BDZ pada GAM
• BDZ menyebakan;
§ Sedasi
§ mengganggu atensi, psikomotor, kognitif, memori
§ dikaitkan dengan agresif
§ tidak mengobati komorbiditas (depresi)
• Penggunaan jangka panjang menyebabkan:
§ ketergantungan fisik
§ eskalasi dosis (Rickels 1986)
§ adanya gejala putus zat
• Tingginya angka kekambuhan pada enam bulan setelah diskotinu
• Berpotensi disalahgunakan (rekreasi)

Rickels K, dkk. Psychopharm Bull. 1986; 22: 407-15


Schweizer E, dkk. J Clin Psychiatry 1996; 57 Suppl 7: 9-12
40
Putus Obat Benzodiazepin
pada GAM
Sinroma putus obat
• Terlihat dalam 6-12 jam
• Puncaknya dalam 2-4 hari
• Dalam 2-3 minggu ditemukan
• gugup
• Insomnia
• gelisah
• letargi
• mual
• depresi

Rickels (1990)

41
Beratnya Gejala Putus BDZ

Faktor yang berperanan


• Beratnya derajat ansietas dan depresi
• Tingginya dosis BDZ
• Lamanya durasi penggunaan
• Penggunaan waktu paruh pendek
• Ketergantungan nikotin
• Riwayat penyalahgunaan obat
• Adanya gangguan pada Axis-II
• Serangan panik
• Cepatnya penurunan dosis Schweizer (1996)

42
Farmakoterapi Menormalkan
Aktivitas Batang Otak Pada GP

CBT menormalkan
kortek

Antisipatori
ansietas terjadi
• Serot, norepi, setelahnya
pengontrolan • Aktivasi
respirasi prekortikal
• Kardiovaskular • Kindling
reaktivitas struktur
limbik
Lokus di Fobia
batang otak menghindar

Obat menormalkan aktivitas


43
batang otak
Benzodiazepin Pada Gangguan Panik

BZ efektif dan ditoleransi baik1

Alprazolam, klonazepam, diazepam, dan lorazepam (efektif


mengurangi frekuensi panik, ansietas global, penghindaran agorafobik)2

BZ tidak berbeda bermakana dengan imipramin dalam efikasi jangka


pendek3

SSRI lebih superior vs BZ dalam mengatasi serangan panik4

1. Kasper S, dkk. Eur Neuropsychopharmacol 2001;11: 3. Van Balcon, dkk. J Nerv Ment Dis 1997; 185: 510-
307-321 516
2. Den Boer JA, dkk. J Clin Psychiatry 1998; 59 (Suppl 8): 44 4. Boyer W. Int Clin Psychopharmacol 1995; 10: 45-49
30-36
Gejala Putus BZ Sulit Diatasi

• Gangguan panik ® kondisi kronik ® perlu terapi jangka panjang1


• Lama pemberian ­­+ dosis >>® simtom putus zat terjadi ­­2
• Menghentikan BZ lebih sulit pada GP vs pada gangguan cemas lainnya3

• Sulit mengatasi gejala Tidak


putus BZ menjadi
• Berpotensi
disalahgunakan lini-I
• Efikasinya pada terapi
simtom depresi ¯¯ GP4
• Hendaya psikomotor
(terutama dosis ­­)

1. Davidson JRT, dkk. J Clin Psychiatry 1998; 59 (suppl 8): 17-21 3. Schweizer E, dkk. Pharmacopsychiatry 1990; 23: 90-93
2. Curtis GC, dkk. J Psychiatr Res 1993; 27 (Suppl 1): 127-142 45 4. American Psychiatric Association 1998.
46
Jenis Trisiklik/Tetrasiklik Dosis (mg)

Amitriptilin 150-300

Klomipramin 150-300

Imipramin 150-300

Maprotilin 100-225

47
Efek Samping Trisiklik dan Tetrasiklik

• Efek antikolinergik
• mulut kering, konstipasi, mata kabur, gangguan traktus
urinarius, bingung, penurunan kognitif

• Efek kardiovaskuler, misalnya, takikardia, pemanjangan


interval QT, depresi segmen ST, mendatarnya gelombang T,
hipotensi ortostatikk

• Efek antihistamin (sedasi, delirium, nafsu makan ­, BB ­)

• Menurunkan ambang kejang

• Letal bila dosis berlebihan

• Simtom diskontinuitas (+)


48
Tolerabilitas dan Efek Samping TCA/
Tetrasiklik Pada GP

Sangat sensitif
dengan simtom
Efek
mirip serangan
antikolinergik,
panik (mis.
kardiovaskuler,
berdebar-debar,
dll
tremor)

Eksaserbasi simtom
cemas

Mulai dosis kecil, naikkan dosis bertahap


49 DC
Klerman GL, dkk. American Psychiatric Press, Washington
50
Jenis – Jenis SSRI
Jenis SSRI Dosis (mg/hari) Nama Dagang

Fluoksetin 5-60 Prozac Ò


MOIs TCAs SSRIs: Lain-lain
Sertralin 25-100 Zoloft®®
• Effexor XR
(venlafaxine)
Fluvoksamin 50-300 Luvox
• Cymbalta ® Ò
(duloxetine)
Escitalopram 10-20 Cipralex®

Vortioksetin 5-20 Brintellix®

Tolerabilitas dan keamanan SSRI lebih baik vs SNRI, MAOI


51 Zoloft Product Training
SSRI Terapi Lini Pertama Pada Ansietas

• SSRI antidepresan lini-I • Penambahan BDZ di awal


untuk ansietas terapi bisa dilakukan
(jangka pendek)
• Mulai dosis rendah dan
naikkan pelan-pelan • Untuk menilai efikasi
tunggu 8-12 minggu
• Dosis tinggi tidak (dengan dosis optimum)
dianjurkan
• Terapi rumatan paling
sedikit 6 bulan

52
53
SNRIs Pada GAM
• Venlafaksin dan duloksetin disetujui USA FDA untuk GAM
• Secara statistik superior vs plasebo pada GAM
• AE paling sering (terjadi pada ³10%, 2 x lebih sering vs
plasebo):
• mual
• somnolen
• mulut kering
• pusing
• berkeringat
• konstipasi
• anoreksia
Tekanan darah harus dipantau
54
Antidepresan SSRI dan
SNRI pada GAM

o Awitan kerja Setelah beberapa


SSRI dan SNRI minggu/bulan ® ganti
lebih lambat vs dengan SSRI/SNRI lain
kerjanya pada atau buspiron atau
GDM (³6 menambah dengan BZ
bulan) atau ikatan a2d

o APG-II untuk ansietas berat, refrakter, simtom


sangat mengganggu yang tak berespons
Schweizer (1996)
o CBT
55
Efek Samping SSRI

§ Disfunggsi seksual (gangguan desire, arousal, ereksi, ejakulasi,


disfungsi orgasmus)

§ Obat diganti dengan agomelatin, bupropion, moklobemid,


atau mirtazapin) atau menurunkan dosis

§ Dapat terjadi serotonin sinrom atau SNM (sangat jarang)

§ Hiponatrium, agranulositosis, osteoporosis, dan fraktur (pada


orang tua)

§ Risiko pendarahan GI terutama bila bersama dengan NSAID


Schweizer (1996)

56
Dosis Awal SSRIs dan SNRI
Lebih Rendah

§ Dosis awal lebih rendah è efek ansiogenik di awal


terapi (durasi pendek)

§ Respons awal (3-4 minggu) dan tunggu 8-12 minggu


efek terapetik

§ Target terapi remisi sempurna

§ Remisi parsial è risiko kambuh éé dan disfungsi


psikososial menetap

57
SSRI Pada GP

• Mulai dengan imipramin dan MAOI pada tahun 1960 ® efektif untuk
GP1

• BZ potensi tinggi (alprazolam dan klonazepam, juga efektif, efeknya


lebih cepat, pada minggu pertama atau kedua)2

• SSRI, (sertralin, fluvoksamin, fluoksetin) lebih efektif dan ditoleransi


lebih baik vs TCA dan BZ ® SSRI lini pertama pada GP3

Serangan panik, cemas antisipatori, perilaku


menghindar, depresi ¯¯, perbaikan fungsi ­­4
1. Sheehan D, dkk. Arch Gen Psychiatry 1980;37: 51-59. 3. Jobson KO, dkk. Psychopharmacol Bull. 1995; 31: 457-507
2. Ballenger JC, dkk. J Clin Psychiatry 1998; 59 (Supll 8): 47-54
58 4. Shear MK, dkk. Arch Gen Psychiatry 1994; 147: 507-509.
Penggunaan Antipsikotika Dosis
Rendah Pada GAM
Flufenazin, tioridazin, klorpromazin
Kerugiannya
Keuntungannya

• Sedasi
• Mengobati insomnia
• EPS, TD
• Mengurangi paranoid
• Tidak mengobati depresi

• Problem jantung

• Sedikit studinya

59
60
Sejarah Buspiron

§ 1968, disintesis, mulanya sebagai antipsikotika


karena bekerja pada dopamin

§ 1970 è diketahui bekerja pada 5-HT1A è


mengatasi perilaku agresif

§ 1980 è berefek ansiolitik

§ 1986 è nonbenzodiazepin yang disetujui FDA


untuk GAM

61
Mekanisme Kerja Buspiron

§ Bekerja terutama pada serotonin (5-HT) dan


dopamin

§ Afinitasnya terhadap 5-HT1A éé (agonis atau


parsial agonis)

§ Afinitas terhadap D2 (sedang) è agonis dan


antagonis

§ Efek sedatif ê dan efek ketergantungan (-)

62
Metabolisme Buspiron

§ Dimetabolisme oleh CYP 450 3A4, di hepar,


polimorfisme è aktivitasnya bervariasi interindividu

§ 6-OH hidroksibuspiron, afinitasnya 4 x lebih kuat di


5-HT1A presinaps nukleus rafe dorsalis vs postsinaps
5-HT1A di hipokampus

§ Waktu paruh (t1/2) minimum (2-3 jam) dan


maksimm (11 jam), dosis antara 10-40 mg

63
Kerja Buspiron pada Serotonin

§ Agonis pada 5-HT1A presinaps (autoreseptor), parsial agonis


pada 5-HT1A postsinaps, dan antagonis lemah pada 5-HT2C.

§ Aktivasi reseptor 5-TT1A autoreseptor somatodenrit di


nukleus rafe midbrain è efek terapetik buspiron.

§ Aktivasi reseptor 5-HT1A postsinaps di hipokampus è


eksitabilitas neuron ê

§ Kombinasi buspiron + SSRI è downregulation 5-HT2A dan 5-


HT2C è efektifnya penambhan buspiron terhadap yang tidak
berespons dengan SSRI

64
Kerja Buspiron pada Dopamin

§ Bekerja sebagai agonis dan antagonis reseptor D2

§ Antagonis pada presinaps dopamin (antagonis


autoreseptor) dan juga pada dopamin postsinaps

§ Buspiron berfungsi sebagai agonis dopamin dan


antagonis D1

65
Kerja Buspiron pada
Neurotransmiter lainnya

§ Secara tidak langsung memengaruhi GABA

§ Berinteraksi dengan adrenergik α1 dan β,


noradrenalin éè TD dan N ê

§ Kolinergik è tidak ada afinitas terhadap


kolinergik

66
Manfaat Buspiron pada GAM

§ Efektivitas buspiron pada GAM, secara statistik,


inferior atau ekuivalen dengan BDZ dalam
mengurangi simtom ansietas, akut

§ Manfaat ansiolitik buspiron kurang bila


dibandingkan dengan alprazolam dan lorazepam

§ Penelitian lainnya melaporkan tidak ada perbedaan


antara buspiron dengan alprazolam atau diazepam
dalam mengurangi simtom ansietas

67
Manfaat Buspiron pada GAM
(lanjutan)

§ Tidak ada perbedaan antara buspiron dengan


diazepam dalam mengurangi simtom ansietas pada
pasien yang belum terpapar dengan benzodiazepin

§ Tidak ada perbedaan antara buspiron dengan


venlafaksin dalam mengurangi derajat simtom
ansietas pada GAM

68
Manfaat Buspiron Pada
Gangguan Jiwa Lainnya
§ Gangguan cemas lainnya (GP, PTSD, GOK, GAS),
GDM, gangguan makan, dan ADHD.

§ Alkohol dan kanabis è terapi tambahan dalam


mengobati komorbid antara ansietas dan
alkoholisme atau kanabis

§ Ketergantungan nikotin è buspiron + sertralin


meningkatkan angka abstinensia merokok vs kontrol
(45.3% vs 17.3%), 26 minggu setelah berhenti
merokok
69
Manfaat Buspiron Pada Gangguan
Jiwa Lainnya (lanjutan)
§ Agitasi è buspiron vs haloperidol pada AD è penurunan
skor ketegangan dengan buspiron (11%) vs haloperidol
1,6%)

§ Psikosis, 6 bulan terapi è tidak ada efek terhadap


skizofrenia (gejala positif atau negatif ) tetapi berefek positif
terhadap fungsi kognitif

§ Disfungsi seksual è memerbaiki disfungsi seksual pada


perempuan GDM yang menggunakan SSRI

§ Sinrom prahaid è perbaikan global, iritabilitas, dan simtom


terkait prahaid (nyeri, kram otot, interaksi sosial dan)
membaik dengan buspiron 70
Manfaat Buspiron Pada Gangguan
Jiwa Lainnya (lanjutan)
§ Apnea tidur è apnea tidur diinduksi morfin membaik
dengan buspiron IV, Apnea Hipopnea Index (AHI). Sampel kecil

§ ADHD dan oppositional defiant disorder (ODD) è anak dan


remaja (n=50), diberikan buspiron 6 bulan è 63%
membaik (derajat sedang) pada ODD (iritabilitas, agresi,
ledakan kemarahan)

§ Putus zat atau medikasi lainnya èefikasinya sama dengan


metadon dalam menghilangkan simtom putus zat pada pasien
yang menghentikan heroin

§ Simtom putus marijuana è buspiron mengurangi rasa


menagih dan iritabilitas akibat putus marijuana
71
Simpulan

• Gejala inti GAM yaitu kekhawatiran yang


berlebihan, menyeluruh, menetap dan disertai gejala-
gejala somatik dan psikik

• Prevalensi lebih tinggi pada perempuan (2.7%) dan


lansia (2.2%), pada status sosial ¯¯

• Hanya 15% remisi sempurna setelah 2 bulan, 25%


remisi sempurna dalam 2 tahun

72
Simpulan (lanjutan)

• Tiga kelompok simtom panik

• Dapat berkomorbiditas dengan gangguan jiwa lainnya dan


berbagai dampak yang diakibatkannya

• Dampaknya lebih serius pada yang disertai penyakit lain,


misalnya depresi

• Ada tumpang tindih simtom, sirkit, neurotransmiter antara


gangguan ansietas dengan GDM ® AD berefek sebagai
antiansietas

73
Simpulan (lanjutan)

• Benzodiazepin efektif pada GAM, tetapi ada beberapa faktor


yang membatasi penggunaannya

• TCAs, SNRIs, dan SSRIs juga efektif untuk GAM

• Beberapa penelitian menunjukkan bahwa efektifitas


antidepresan sebanding dengan atau lebih baik dari BDZ

• Kerja BDZ lebih cepat tetapi sering disalahgunakan


• Buspiron efektif sebagai ansiolitik. Bekerja pada berbagai
gangguan jiwa lainnya

74
Terima Kasih

75