Anda di halaman 1dari 13

HARRY POTTER

AND THE
CURSED CHILD
∞∞
PART ONE

Translated by saputerbangpatah.blogspot.com (do not re-upload). Page 1


ACT ONE

Translated by saputerbangpatah.blogspot.com (do not re-upload). Page 2


ACT ONE, SCENE ONE

∞∞
STASIUN KING’S CROSS

Stasiun tampak sibuk dan ramai, penuh oleh orang-orang yang berlalu lalang. Diantara hiruk-
pikuk stasiun, terdapat dua sangkar besar berderik-derik di bagian paling atas dua troli yang
penuh muatan. Troli-troli itu didorong oleh dua orang anak laki-laki, JAMES POTTER dan ALBUS
POTTER. Ibu mereka, GINNY, mengikuti di belakangnya. Seorang pria tiga-puluh-tujuh tahunan
menggandeng tangan anak perempuannya, LILY.

ALBUS : Dad, dia terus-terusan bilang itu.

HARRY : James, sudahlah.

JAMES : Aku kan cuma bilang dia mungkin saja masuk Slytherin. Bisa jadi kan . . . (menangkap
pandangan ayahnya.) Baiklah.

ALBUS : (Menatap ibunya) Kalian akan mengirimiku surat, kan?

GINNY : Setiap hari, kalau kau mau.

ALBUS : Jangan setiap hari. James bilang kebanyakan orang cuma menerima surat dari rumah
sebulan sekali.

HARRY : Kami mengirim James tiga kali seminggu tahun lalu.

ALBUS : Apa? James!

Albus menatap James menuduh.

GINNY : Dan jangan percaya semua apa yang dia katakan tentang Hogwarts. Kakakmu itu suka
membanyol.

JAMES : (Menyeringai) Bisa kita pergi sekarang?

ALBUS menatap ayahnya, lalu ibunya.

Translated by saputerbangpatah.blogspot.com (do not re-upload). Page 3


GINNY : Yang harus kau lakukan hanya berjalan lurus ke arah palang rintangan antara peron
sembilan dan sepuluh.

LILY : Aku nggak sabar!

HARRY : Jangan berhenti dan jangan takut menabrak tembok, itu kunci pentingnya. Paling baik
melakukannya setengah berlari, kalau kau cemas.

ALBUS : Oke. Aku siap.

HARRY dan LILY meletakkan tangan mereka pada troli ALBUS – GINNY bergabung
dengan troli JAMES – bersama-sama, keluarga itu setengah berlari menuju palang
rintangan.

Translated by saputerbangpatah.blogspot.com (do not re-upload). Page 4


ACT ONE, SCENE TWO

∞∞
PERON SEMBILAN TIGA-PEREMPAT

Peron 9 3 4 diselimuti uap tebal yang keluar dari kereta HOGWARTS EXPRESS.

Peron ini tampak sama sibuknya seperti stasiun King’s Cross – tapi alih-alih orang-orang
memakai setelan tajam untuk pergi bekerja – peron ini kini dipenuhi oleh para penyihir
berjubah, sebagian besar sedang saling mengucapkan selamat tinggal dengan anak-anak
mereka.

ALBUS : Ini dia.

LILY : Wow!

ALBUS : Peron Sembilan tiga-perempat

LILY : Dimana mereka? Apa mereka disini? Mungkinkah mereka tidak datang?

HARRY menunjuk RON, HERMIONE, dan anak perempuan mereka, ROSE. LILY berlari ke
arah mereka.

Paman Ron. Paman Ron!!!

RON berbalik menghadap mereka tepat ketika LILY meluncur ke arahnya. Dia
mengangkat LILY ke lengannya.

RON : Kalau saja kau bukan Potter favoritku.

LILY : Paman sudah dapat tipuanku?

RON : Maksudmu produk bersertifikat dari Sihir Sakti Weasley, napas pencuri-hidung?

ROSE : Mum! Dad akan melakukan hal bodoh itu lagi.

HERMIONE : Kau bilang bodoh, dia bilang gemilang, aku bilang – di antara keduanya.

Translated by saputerbangpatah.blogspot.com (do not re-upload). Page 5


RON : Tunggu sebentar. Biarkan aku mengunyah . . . udara ini. Dan sekarang tinggal masalah
kecil dari . . . maafkan aku kalau agak sedikit berbau bawang . . .

RON menghembuskan napas pada wajah LILY. LILY terkikik geli.

LILY : Paman bau bubur.

RON : Bing. Bang. Boing. Nona muda, bersiaplah untuk tidak bisa mencium bau sama sekali . .

RON berpura-pura mengambil hidung LILY.

LILY : Dimana hidungku?

RON : Ta-da!

Tangannya kosong. Trik kuno, tapi semua orang tampaknya cukup terhibur.

LILY : Paman konyol.

ALBUS : Semua orang memandangi kita lagi.

RON : Itu karena aku! Aku sangat terkenal. Eksperimen hidungku memang melegenda.

HERMIONE : Itu benar-benar sesuatu.

HARRY : Parkirnya mulus?

RON : Aku mulus. Hermione tak percaya aku lulus ujian mengemudi kaum muggle, iya kan?
Dia pikir aku harus memantrai petugas ujiannya.

HERMIONE : Aku tidak bilang begitu. Aku sepenuhnya yakin padamu.

ROSE : Dan aku sepenuhnya yakin Dad meng-Confundus petugas ujiannya.

Ron : Oi!

ALBUS : Dad . . .

ALBUS menarik-narik jubah Harry. HARRY menunduk menatapnya.

Apakah kau pikir – bagaimana kalau aku – bagaimana kalau aku masuk Slytherin?

HARRY : Dan apa salahnya dengan itu?

ALBUS : Slytherin kan rumah ular, penuh Ilmu Hitam . . . itu bukan tempat untuk penyihir
pemberani.

Translated by saputerbangpatah.blogspot.com (do not re-upload). Page 6


HARRY : Albus Severus, kau diberi nama seperti nama dua kepala sekolah Hogwarts. Salah
satunya adalah Slytherin dan beliau mungkin adalah orang paling berani yang aku tahu.

ALBUS : Tapi misalnya aku masuk . . .

HARRY : Kalau itu penting buatmu, Topi Seleksi akan memperhitungkan pilihanmu juga.

ALBUS : Benar begitu?

HARRY : Waktu aku dulu begitu.

Dia belum pernah menceritakan hal itu sebelumnya. Memori itu bergema dalam
pikirannya sejenak.

Hogwarts-lah yang akan membentukmu, Albus. Tidak ada yang perlu kau cemaskan di
sana, aku janji.

JAMES : Jauh-jauh dari Thestrals. Hati-hati dengan Thestrals, Al.

ALBUS : Kupikir mereka nggak kasat mata!

HARRY : Dengarkan para profesormu, jangan dengarkan James, dan bersenag-senanglah.


Sekarang, kalau kau tak mau ketinggalan kereta, kau sebaiknya segera naik . . .

LILY : Aku mau mengejar keretanya.

GINNY : Lily, cepat kemari.

HERMIONE : Rose, jangan lupa sampaikan salam sayang kami kepada Neville.

ROSE : Mum, aku nggak bisa menyampaikan salam sayang kepada seorang professor!

ROSE masuk ke dalam kereta. Lalu ALBUS berbalik dan memeluk GINNY dan HARRY
untuk terakhir kalinya sebelum mengikuti ROSE masuk kereta.

ALBUS : Bye.

Dia memanjat naik ke kereta. HERMIONE, GINNY, RON, dan HARRY berdiri menatap
kereta – sementara peluit ditiup dan kereta mulai berjalan meninggalkan peron.

GINNY : Mereka akan baik-baik saja, kan?

HERMIONE : Hogwarts tempat yang besar.

RON : Besar. Menakjubkan. Penuh makanan. Aku rela memberikan apapun untuk kembali
kesana lagi.

Translated by saputerbangpatah.blogspot.com (do not re-upload). Page 7


HARRY : Aneh, Al jadi mencemaskan kalau-kalau dia masuk di Slytherin.

HERMIONE : Tidak apa-apa. Rose malah sudah mencemaskan apakah sebaiknya dia
memecahkan rekor skor Quidditch pada tahun pertama atau keduanya. Dan dia
berencana mengambil tes OWL-nya lebih awal.

RON : Tak punya gambaran darimana dia dapat semua ambisi itu.

GINNY : Bagaimana menurutmu, Harry, kalau Al – kalau dia di Slytherin?

RON : Kau tahu, Gin, kami selalu berpikir ada kemungkinannya kau bisa saja dulu masuk
Slytherin.

GINNY : Apa?

RON : Sebenarnya, Fred dan George membuat sebuah buku . . .

HERMIONE : Bisakah kita pergi sekarang? Orang-orang pada ngelihatin, kalian tahu.

GINNY : Orang-orang pada ngelihatin kalau kalian bertiga berkumpul. Dan kalau sendiri juga.
Orang-orang akan selalu melihat kalian.

Mereka berempat keluar. GINNY menahan HARRY.

Harry . . . Dia akan baik-baik saja, kan?

HARRY : Dia akan baik-baik saja.

Translated by saputerbangpatah.blogspot.com (do not re-upload). Page 8


ACT ONE, SCENE THREE

∞∞
HOGWARTS EXPRESS

ALBUS dan ROSE berjalan sepanjang koridor kereta.

Penyihir wanita penjual troli makanan mendekat, mendorong trolinya.

PENJUAL TROLI : Mau beli sesuatu dari troli, anak-anak? Pastel Labu? Coklat Kodok? Bolu Kuali?

ROSE : (Menangkap pandangan mendamba ALBUS pada Coklat Kodok) Al, kita perlu
konsentrasi.

ALBUS : Konsentrasi pada apa?

ROSE : Pada siapa yang akan kita pilih sebagai teman. Ibu dan ayahku bertemu ayahmu pada
perjalanan Hogwarts Express pertama mereka, kau tahu . . .

ALBUS : Jadi sekarang kita perlu memilih siapa yang akan jadi teman kita seumur hidup? Itu
agak mengerikan.

ROSE : Menurutku malah menyenangkan. Aku seorang Granger-Weasley, kau seorang Potter –
orang-orang pasti ingin berteman dengan kita, tinggal milih siapapun yang kita mau.

ALBUS : Jadi bagaimana caranya memutuskan – kompartemen mana yang akan kita masuki . . .

ROSE : Kita harus menilai dulu, baru bisa mengambil keputusan.

ALBUS membuka sebuah pintu kompartemen – lalu melihat seorang anak berambut
pirang yang tampak kesepian – SCORPIUS – di dalam kompartemen kosong. ALBUS
tersenyum. SCORPION balas tersenyum.

ALBUS : Hai, apa kompartemen ini . . .

SCORPIUS : Disini kosong. Hanya ada aku.

ALBUS : Bagus sekali. Jadi kami boleh – masuk – sebentar – kalau kau tak keberatan?

SCORPIUS : Aku tak keberatan, . .

Translated by saputerbangpatah.blogspot.com (do not re-upload). Page 9


ALBUS : Albus. Al. Aku – namaku Albus . . .

SCORPIUS : Hai Scorpius. Maksudku, aku Scorpius. Kau Albus. Aku Scorpius. Dan kau pasti . . .

Raut wajah ROSE berubah jadi dingin.

ROSE : Rose.

SCORPIUS : Hai, Rose. Kalian mau coba beberapa Kumbang Berdesing ini?

ROSE : Aku baru saja sarapan, thanks.

SCORPIUS : Aku juga punya beberapa Permen Meletup, Merica Setan, dan Jeli Siput. Ini ide
Mum – dia bilang (dia menyanyi), “Permen, akan selalu membantumu menemukan
teman.” (Dia lalu menyadari kalau menyanyi adalah sebuah kesalahan.) Ide bodoh,
mungkin.

ALBUS : Aku mau beberapa . . . Mum tak pernah membiarkanku makan permen. Kau mau mulai
makan yang mana?

ROSE memukul ALBUS sembunyi-sembunyi.

SCORPIUS : Mudah saja. Aku selalu berpendapat bahwa Merica Setan adalah raja dari segala
kembang gula. Itu permen pepermin pedas yang membuat telingamu berasap.

ALBUS : Brilian, kalau begitu aku akan makan – (ROSE memukulnya lagi.) Rose, bisakah kau
berhenti memukuliku?

ROSE : Aku tidak memukulmu.

ALBUS : Kau memukulku, dan itu sakit.

Raut SCORPIUS berubah muram.

SCORPIUS : Dia memukulmu karena aku.

ALBUS : Apa?

SCORPIUS : Dengar, aku tahu kau siapa, jadi mungkin akan adil kalau kau juga tahu siapa aku.

ALBUS : Apa maksudmu kau tahu siapa aku?

SCORPIUS : Kau Albus Potter. Dia Rose Granger-Weasley. Dan aku Scorpius Malfoy. Orangtuaku
adalah Astoria dan Draco Malfoy. Orangtua kita – mereka tidak akur.

ROSE : Itu agak terlalu halus. Ayah dan ibumu adalah Pelahap Maut!

Translated by saputerbangpatah.blogspot.com (do not re-upload). Page 10


SCORPIUS : (Tersinggung) Ayahku memang, tapi ibuku bukan!

ROSE membuang muka, dan Scorpius tahu alasannya.

Aku tahu tentang rumor yang beredar, tapi itu tidak benar.

ALBUS berpaling dari ROSE yang terlihat tidak nyaman ke arah SCORPIUS yang tampak
tertekan.

ALBUS : Rumor? Tentang apa?

SCORPIUS : Rumor bahwa orangtuaku tidak bisa punya anak. Bahwa ayahku dan kakekku sangat
menginginkan keturunan yang kuat untuk mencegah berakhirnya garis keturunan
keluarga Malfoy. Bahwa mereka . . . bahwa mereka menggunakan sebuah Pembalik
Waktu untuk mengirim ibuku kembali . . .

ALBUS : Mengirim ibumu kembali kemana?

ROSE : Rumornya adalah dia anak dari Voldemort, Albus.

Hening yang mengerikan dan membuat sesak.

Well, itu mungkin cuma sekedar rumor sampah. Maksudku . . . lihat, kau kan punya
hidung.

Ketegangan perlahan mencair. SCORPIUS tertawa, dalam hati merasa lega.

SCORPIUS : Dan ini mirip seperti punya ayahku! Aku punya hidung, rambut, dan nama ayahku.
Bukan berarti itu hal yang hebat – tentang rumor itu, maksudku. Tapi, secara
keseluruhan, aku lebih memilih menjadi seorang Malfoy daripada menjadi, kau tahu,
anak dari Pangeran Kegelapan.

SCORPIUS dan ALBUS saling memandang satu sama lain dan sesuatu lewat diantara
mereka.

ROSE : Benar. Well, kita mungkin harus mencari tempat duduk lain. Ayo, Albus.

ALBUS tampak berpikir keras.

ALBUS : Tidak. (Menghindari tatapan ROSE). Aku tidak masalah disini, kau pergilah . . .

ROSE : Albus, aku tak mau menunggu.

ALBUS : Aku tidak menyuruhmu menungguku. Aku akan tinggal disini.

Translated by saputerbangpatah.blogspot.com (do not re-upload). Page 11


ROSE menatapnya marah beberapa saat, lalu pergi meninggalkan kompartemen.

ROSE : Baiklah!

Sekarang tinggal SCORPIUS dan ALBUS di dalam kompartemen – saling menatap tidak
yakin.

SCORPIUS : Makasih.

ALBUS : Tidak. Tidak. Aku tidak tinggal – untukmu – aku cuma disini untuk permenmu.

SCORPIUS : Dia agak galak, ya?

ALBUS : Yah, maaf soal Rose.

SCORPIUS : Tak masalah. Aku malah suka. Kau lebih suka dipanggil Albus atau Al?

SCORPIUS nyengir dan melahap dua permen ke dalam mulutnya.

ALBUS : (Berpikir) Albus.

SCORPIUS : (Asap mulai keluar dari kedua telinganya) TERIMA KASIH TELAH TINGGAL UNTUK
PERMENKU, ALBUS!

ALBUS : (Tertawa) Wow.

Translated by saputerbangpatah.blogspot.com (do not re-upload). Page 12


ACT ONE, SCENE FOUR

∞∞
TRANSITION SCENE

Scene ini seluruhnya berisi sihir. Tidak ada scene individu, melainkan hanya penggalan-
penggalan dan potongan cerita seiring berjalannya waktu.

Sekarang kita berada di dalam Hogwarts, di Aula Besar, dan semua orang menari-nari
disekeliling ALBUS.

Translated by saputerbangpatah.blogspot.com (do not re-upload). Page 13