Anda di halaman 1dari 10

Tugas

1. Jelaskan pola pergerakan lempeng tektonik akibat dari aktivitas bagian bumi yang cair ?
Jawab :
Lapisan litosfer dibagi menjadi lempeng-lempeng tektonik (tectonic plates). Lempeng-
lempeng litosfer ini menumpang di atas astenosfer (bagian bumi yang cair) Lempeng
lempeng tektonik ini bergerak relatif satu dengan yang lainnya di batas-batas lempeng,
baik divergen (menjauh), konvergen(bertumbukan),ataupun transform (menyamping).
Pergerakan divergen: Pergerakan dimana kulit/kerak bumi yang baru terbentuk ketika
lempeng yang berdekatan saling menjauhi.
Pergerakan konvergen: Pergerakan dimana lapisan kulit bumi hancur ketika sebuah
lempeng menujam ke bawah lempeng lainnya.
Pergerakan transformasi: Pergerakan dimana tidak ada kulit bumi yang terbentuk atau
dihancurkan, karena lempeng-lempeng bergesekan satu sama lain secara horisontal.

2. Jelaskan pola pergerakan lempeng diseluruh dunia?


Jawab :
Permukaan bumi terdiri dari 15 lempeng besar (mayor) dan 41 lempeng kecil (minor), 11
lempeng kuno dan 3 dalam orogens, dengan jumlah keseluruhan 70 lempeng tektonik yang
tersebar di seluruh permukaan bumi. Lempeng mayor di bumi di anataranya :
 African Plate covering Africa - Continental plate Afrika Plate meliputi Afrika - Benua
piring
 Antarctic Plate covering Antarctica - Continental plate Antarctic
Plate meliputi Antartika - Benua piring
 Australian Plate covering Australia - Continental plate Australia
Plate meliputi Australia - Benua piring
 Indian Plate covering Indian subcontinent and a part of Indian Ocean - Continental
plate Indian Plate meliputianak benua India dan merupakan bagian dari Samudra
Hindia - Benua piring
 Eurasian Plate covering Asia and Europe - Continental plate Eurasian
Plate meliputi Asia dan Eropa - Benua piring
 North American Plate covering North America and north-east Siberia - Continental
plate
 South American Plate covering South America - Continental plate
 Pacific Plate covering the Pacific Ocean - Oceanic plate

Lempeng tetonik memiliki nama yang berbeda – beda sesuai tempat atau asal
lempeng itu berada. Dengan pergerakan lempeng tektonik yang terjadi mampu membentuk
muka bumi serta menimbulkan gejala – gejala atau kejadian – kejadian alam seperti gempa
tektonik, letusan gunung api, dan tsunami.
Pergerakan lempeng tektonik di seluruh dunia digolongkan dalam tiga macam batas
pergerakan lempeng, yaitu konvergen, divergen, dan transform (pergeseran).
a. Divergen: Pergerakan lempeng dimana lempeng-lempeng bergerak saling menjauh
satu dengan yang lain dimana gaya yang bekerja pada gerak ini adalah gaya tarikan
(tensional). Divergen ini menyebabkan naiknya magma dari pusat bumi yang akan
membentuk lantai samudera atau kerak samudera. Contohnya adalah MOR (Mid
Ocean Ridges) di dasar samudera Atlantik.
b. Konvergen: Pergerakan lempeng dimana lempeng-lempeng bergerak saling mendekati
satu dengan yang lain dimana gaya yang bekerja pada gerak ini adalah gaya
kompresional. Ada tiga jenis pergerakan konvergen yaitu
o Subduksi: Pergerakan konvergen diantara lempeng benua dengan lempeng
samudera, dimana lempeng samudera akan menunjam ke bawah lempeng benua
karena berat jenis lempeng benua lebih ringan dibandingkan dari lempeng
samudera. Contohnya adalah palung yang memanjang dari sebelah barat Sumatra,
selatan Jawa, hingga ke sealatan Nusa Tenggara Timur.
o Obduksi: Pergerakan konvergen diantara kerak benua dengan kerak samudera,
dimana kerak benua menunjam di bawah kerak samudera. Penunjaman ini terjadi
karena perubahan dari batas lempeng divergen menjadi konvergen yang kemudian
penunjaman tersebut membawa kerak benua berbenturan dengan kerak samudera.
o Kolisi: Pergerakan konvergen diantara lempeng benua dengan lempeng
benua.Kedua lempeng tersebut memiliki massa jenis yang sama sehingga
membentuk pegunungan lipatan yang sangat tinggi. Contohnya: Pegunungan
Himalaya
c. Transform: Pergerakan lempeng dimana lempeng-lempeng bergerak saling
berpapasan. Gerakan ini sejajar dan tidak tegak lurus dimana menghasilkan sesar
mendatas jenis Strike Slip Fault. Contohnya adalah sesar San Andreas di Amerika
Serikat.

Pergerakan lempeng tektonik di Indonesia


Secara teori tektonik lempeng, pembentukan Kepulauan Indonesia dimulai sekitar 55
juta tahun yang lalu. Indonesia dibentuk oleh interaksi setidaknya tiga lempeng penyusun
bumi; Lempeng Samudera India, Lempeng Laut Filipina, dan Lempeng Eurasia yang
merupakan lempeng kontinen. Lempeng-lempeng tadi bergerak satu sama lain di mana
Lempeng Samudera India bergerak relatif ke arah utara dengan kecepatan 7 cm per tahun,
Lempeng Laut Filipina bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan 8 cm per tahun dan
lempeng Eurasia yang cenderung stabil. Pergerakan lempeng-lempeng ini kemudian
bertemu pada satu zona tumbukan yang disebut dengan zona subduksi.
Interaksi ketiga lempeng tadi mengakibatkan pengaruh pada hampir seluruh
kepulauan yang ada di Indonesia, kecuali Kalimantan. Pengaruh dari pergerakan lempeng
tadi ada yang langsung berupa pergerakan kerak bumi di batas pergerakan lempeng tadi,
yang akan menimbulkan gempa bumi dan tsunami apabila pergerakannya terdapat di dasar
laut, maupun tidak langsung. Gempa bumi dan tsunami yang terjadi setahun lalu di Aceh
dan Sumatera Utara merupakan contoh nyata.
Selain itu pertemuan Lempeng Samudera India dengan Lempeng Eurasia juga
menghasilkan lajur gunung api yang memanjang dari Sumatera sampai Nusa Tenggara dan
membentuk sebuah rangkaian gunung api. Rangkaian gunung api ini dikenal dengan
istilah busur vulkanik dan berhenti di Pulau Sumbawa, kemudian berbelok arah ke Laut
Banda menuju arah utara ke daerah Maluku Utara, Sulawesi Utara dan terus ke Filipina.
Busur gunung api ini sendiri ada yang masih aktif seperti Gunung Merapi, Gunung
Krakatu di Selat Sunda, Gunung Galunggung dan Gunung Papandayan di Jawa Barat,
Gunung Merapi di Jogjakarta, Gunung Agung di Bali, Gunung Rinjani dan Tambora di
Nusa Tenggara, Gunung Gamalama dan Tidore di Maluku Utara, dan Gunung Klabat di
Sulawesi Utara.Pergerakan ketiga lempeng tadi juga dapat menimbulkan patahan atau
sesar yaitu pergeseran antara dua blok batuan baik secara mendatar, ke atas maupun relatif
ke bawah blok lainnya. Patahan atau sesar ini merupakan perpanjangan gaya yang
ditimbulkan oleh gerakan-gerakan lempeng utama. Patahan atau sesar inilah yang akan
menghasilkan gempa bumi di daratan dan tanah longsor. Akibatnya, bangunan yang ada di
atas zona patahan ini sangat rentan mengalami runtuhan
3. Jelaskan jarak lokasi gempa dan stasiun gempa di beda waktu gelombang P dan S dan
tentukan energi gempa !
Jawab:
Untuk mengetahui jarak episentrum suatu gempa dapat menggunakan rumus Laska:
A = (S – P) – 1 menit x 1000 km
A = jarak episentrum dari stasiun pencatat gempa
S = waktu yang menunjukkan pukul berapa gelombang sekunder tercatat di stasiun
P = waktu yang menunjukkan berapa gelombang primer tercatat di stasiun
1 menit = (konstanta/ketetapan)
1.000 km = (konstanta/ketetapan)

Contoh :
Berdasarkan tiga buah stasiun pengamatan (A, B dan C) tercatat getaran gempa sebagai
berikut:
Stasiun A
Gelombang P pertama tercatat pukul 2: 28.25
Gelombang S pertama tercatat pukul 2: 30.40

Stasiun B
Gelombang P pertama tercatat pukul 2: 30.15
Gelombang S pertama tercatat pukul 2: 33.45

Stasiun C
Gelombang P pertama tercatat pukul 2: 32.15
Gelombang S pertama tercatat pukul 2: 36.15
1.Tentukan jarak episentral masing-masing stasiun:
a. Delta A
((2. 30’ 40’’ – 2. 28’ 25’’) – 1’) X 1.000 km
= (2’ 15’’ – 1’) X 1.000 km
= 1’ 15’’ X 1.000 km (karena 1’ = 60’’ maka (1 X 1.000) + (15/60 X 1.000))
= 1.250 km
Artinya jarak episentrum gempa yang tercatat dari stasiun A berjarak 1.250 km.

b. Delta B
= (( 2. 33’ 45’’ – 2. 30’ 15’’) – 1’) X 1.000 km
= (3’ 30’’ – 1’) X 1.000 km
=2’ 30’’ X 1.000 km
(2 X 1.000) + (30/60 X 1.000)
= 2.500 km
Artinya jarak episentrum gempa yang tercatat dari stasiun B berjarak 2.500 km

c. Delta C
= ((2. 36’ 15’’ – 2. 32’ 15’’) – 1’) X 1.000 km
= (4’ – 1’) X 1.000 km
= 3’ X 1.000 km
= 3.000 km
Artinya jarak episentrum gempa yang tercatat dari stasiun C berjarak 3.000 km

4. Tentukan Energi Gempa !


Jawab :
Kekuatan gempa disumbernya dapat juga diukur dari energi total yang dilepaskan
oleh gempa tersebut. Energi yang dilepaskan oleh gempa biasanya dihitung dengan
mengintegralkan energi gelombang sepanjang kereta gelombang (wave train) yang
dipelajari (misal gelombang badan) dan seluruh luasan yang dilewati gelombang (bola
untuk gelombang badan, silinder untuk gelombang permukaan), yang berarti
mengintegralkan energi keseluruh ruang dan waktu. Berdasar perhitungan energi dan
magnitudo yang pernah dilakukan, ternyata antara magnitudo dan energi mempunyai relasi
yang sederhana, yaitu:

logE = 4,78 +2,57mb dengan satuan energi dyne cm atau erg.

Berdasar persamaan tersebut, kenaikan magnitudo gempa sebesar 1 skala richter akan
berkaitan dengan kenaikan amplitudo yang dirasakan disuatu tempat sebesar 10 kali, dan
kenaikan energi sebesar 25 sampai 30 kali. Untuk mendapatkan gambaran seberapa besar
energi yang dilepaskan pada suatu kejadian gempa, kita dapat menggunakan persamaan di
atas untuk menghitung energi gempa yang mempunyai magnitudo mb = 6.8. Perhitungan
energi ini akan menghasilkan angka sebesar 1022 erg = 1015 joule = 278 juta kWh. Angka
ini mendekati energi listrik yang dihasilkan oleh generator berkekuatan 32 mega watt
selama 1 tahun. Jadi untuk gempa dengan magnitudo 7.8, energinya menjadi kurang lebih
30 kali lipat dari itu (30 x 278 juta kWh).

5. Tentukan rumus kecepatan gelombang primer dan sekunder berdasarkan massa jenis
batuan !

Jawab :
Kecepatan gelombang-P dan gelombang-S bergantung pada medium tempat gelombang
menjalar:
λ+2𝜇
𝑣𝑝 = √ ;
𝜌

λ+𝜇
𝑣𝑠 = √
𝜌

dengan :
𝑣𝑝 =cepat rambang gelombang-p
k = modulus inkompresibilitas
λ = kedalaman
𝜌 = massa jenis medium

5 Soal Ujian
1. Gambarkan struktur bumi lengkap dengan ukuran ketebalan masing-masing perlapisan
(bagian strukturnya). Tunjukkan bagian mana pada perlapisan yang bersifat padat dan
cair !
Jawab :

a. Kerak bumi (crush) merupakan kulit bumi bagian luar (permukaan bumi). Tebal
lapisan kerak bumi mencapai 70 km dan merupakan lapisan batuan yang terdiri dari
batu-batuan basa dan masam. Lapisan ini menjadi tempat tinggal bagi seluruh mahluk
hidup. Suhu di bagian bawah kerak bumi mencapai 1.100 oC. Lapisan kerak bumi dan
bagian di bawahnya hingga kedalaman 100 km dinamakan litosfer.
b. Selimut atau selubung (mantle) merupakan lapisan yang terletak di bawah lapisan
kerak bumi. Tebal selimut bumi mencapai 2.900 km dan merupakan lapisan batuan
padat. Suhu di bagian bawah selimut bumi mencapai 3.000 oC.
c. Inti bumi (core), yang terdiri dari material cair, dengan penyusun utama logam besi
(90%), nikel (8%), dan lain-lain yang terdapat pada kedalaman 2900 – 5200 km.
Lapisan ini dibedakan menjadi lapisan inti luar dan lapisan inti dalam.
Lapisan inti luar tebalnya sekitar 2.000 km dan terdiri atas besi cair yang
suhunya mencapai 2.200 oC ( bersifat cair).
Inti dalam merupakan pusat bumi berbentuk bola dengan diameter sekitar 2.700 km.
Inti dalam ini terdiri dari nikel dan besi yang suhunya mencapai 4.500 oC. (bersifat
padat)
2. Pada bagian mana dari struktur bumi yang merupakan tempat-tempat terjadinya gempa
tektonik. Jelaskan alasannya. !
Jawab :
Pada Lempeng tektonik atau lempeng lithosfer yang merupakan bagian dari kerak
bumi yang keras dan mengapung di atas astenosfer yang cair dan panas. Hal tersebut
mengakibatkan lempeng tektonik menjadi bebas bergerak dan saling berinteraksi satu
sama lain. Daerah perbatasan lempeng-lempeng tektonik merupakan tempat-tempat
yang memiliki kondisi tektonik yang aktif, yang menyebabkan gempa bumi, gunung
berapi, dan pembentukan dataran tinggi. Lempeng-lempeng tektonik yang berdekatan
saling berinteraksi dengan tiga kemungkinan pola gerakan yaitu apabila kedua
lempeng saling menjauhi (spreading), saling mendekati (collision), dan saling geser
(transform). Kadang-kadang, gerakan lempeng ini macet dan saling mengunci,
sehingga terjadi pengumpulan energi yang berlangsung terus-menerus sampai pada
suatu saat batuan pada lempeng tektonik tersebut tidak kuat menahan gerakan tersebut
dan akhirnya terjadi pelepasan mendadak yang kita kenal sebagai gempa bumi

3. Bagaimana cara menentukan lokasi pusat gempa (episentrum) berdaasarkan jauhnya


dari tiga pusat gempa !
Jawab :
Untuk mengetahui jarak episentrum suatu gempa dapat menggunakan rumus Laska:
A = (S – P) – 1 menit x 1000 km
A = jarak episentrum dari stasiun pencatat gempa
S = waktu yang menunjukkan pukul berapa gelombang sekunder tercatat di stasiun
P = waktu yang menunjukkan berapa gelombang primer tercatat di stasiun
2 menit = (konstanta/ketetapan)
1.000 km = (konstanta/ketetapan)

Contoh :
Berdasarkan tiga buah stasiun pengamatan (A, B dan C) tercatat getaran gempa sebagai
berikut:
Stasiun A
Gelombang P pertama tercatat pukul 2: 28.25
Gelombang S pertama tercatat pukul 2: 30.40
Stasiun B
Gelombang P pertama tercatat pukul 2: 30.15
Gelombang S pertama tercatat pukul 2: 33.45

Stasiun C
Gelombang P pertama tercatat pukul 2: 32.15
Gelombang S pertama tercatat pukul 2: 36.15
1.Tentukan jarak episentral masing-masing stasiun:
a. Delta A
((2. 30’ 40’’ – 2. 28’ 25’’) – 1’) X 1.000 km
= (2’ 15’’ – 1’) X 1.000 km
= 1’ 15’’ X 1.000 km (karena 1’ = 60’’ maka (1 X 1.000) + (15/60 X 1.000))
= 1.250 km
Artinya jarak episentrum gempa yang tercatat dari stasiun A berjarak 1.250 km.

b. Delta B
= (( 2. 33’ 45’’ – 2. 30’ 15’’) – 1’) X 1.000 km
= (3’ 30’’ – 1’) X 1.000 km
=2’ 30’’ X 1.000 km
(2 X 1.000) + (30/60 X 1.000)
= 2.500 km
Artinya jarak episentrum gempa yang tercatat dari stasiun B berjarak 2.500 km

c. Delta C
= ((2. 36’ 15’’ – 2. 32’ 15’’) – 1’) X 1.000 km
= (4’ – 1’) X 1.000 km
= 3’ X 1.000 km
= 3.000 km
Artinya jarak episentrum gempa yang tercatat dari stasiun C berjarak 3.000 km

Dari ketiga episentral diatas, kita dapat memperoleh episentrumnya. Episentrum


diperoleh dari perpotongan ketiga lingkaran dengan radius (jari – jari) yang berupa jarak
episentral dari masing – masing stasiun diatas. Agar hasil dari perhitungan episentrum
tersebut lebih akurat, maka ada baiknya jika anda membuatnya dengan skala tertentu.
Misalkan saja kita peroleh gambar dan letak episentrum seperti berikut ini :

4. Pada seismograf sebagai detector gempa dikenal adanya tipe gelombang gempa primer
(p) dan sekunder (s). Jelaskan masing-masing karakteristik gelombang gempa tersebut
berdasarkan sumber penyebab, kecepatan rambat, media rambat dan pada bagian mana
saja kedua jenis gelombang merambat didalam struktur bumi !
Jawab :
a. Karakteristik Gelombang Primer :
 sumber penyebab : Gempa tektonik
 kecepatan rambat 330 m/s di udara, 1450 m/s di air dan 5000 m/s di granit.
 media rambat segala jenis medium ( padat, cair, gas )
 Tempat perambatan : di dalam interior bumi

b. Karakteristik Gelombang Sekunder :


 sumber penyebab : Gempa tektonik
 kecepatan rambat 60 % dari P-wave (artinya lebih lambat).
 media rambat medium padat
 Tempat perambatan : di dalam interior bumi