Anda di halaman 1dari 8

I.

Topik Praktikum
Pengamatan Organ-Organ Reproduksi

II. Tujuan Praktikum


Untuk mempelajari, mengenal, dan memberi pengetahuan tentang keragaman
sistem organ reproduksi pada organisme

III. Dasar Teori


Organ-organ reproduksi secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua,
yaitu alat reproduksi utama atau gonad dan alat reproduksi tambahan. Gonad
terdiri atas testis dan ovarium, sedangkan alat reproduksi tambahan terdiri atas
saluran-saluran reproduksi beserta kelenjar-kelenjar yang berhubungan
dengannya.
Sistem reproduksi wanita (betina) terdiri atas dua ovarium, dua tuba uterin,
oviduk, uterus, vagina, dan gernetalis eksterna. Ovarium terdiri atas daerah
medulla yang mengandung pembuluh darah dan sedikit jaringan ikat longgar, dan
daerah korteks mengandung folikel-folikel yang mengandung oosit. Permukaan
ovarium dibatasi oleh selapis epitel pipih disebut sel germinitivum, yang
dibawahnya stroma membentuk lapisan padat disebut tunika albugenia. Ovarium
mendapat pendarahan dari arteri ovarika cabang dari aorta.
Organ reproduksi jantan yaitu testis, tubulus seminiferus, dan epididimis.
Testis merupakan organ utama pada jantan, biasanya berpasangan dan fungsi
utama adalah menghasilkan sperma dan hormon reproduksi jantan utamanya
androgen. Tubulus seminifeus terdiri atas jaringan ikat fibrosa, lamina basalis, dan
epitel germinitivum. Epietl germinal terdiri dari 4-8 lapisan sel yang menempati
ruang antara membrane basalis dan lumen tubulus. Epididimis dibatasi oleh
jaringan ikat pada bagian luar, lapisan otot polos ditengah, dan epitel berlapis
banyak palsu bersilia di bagian dalam. Pada tikus dan mencit, testis hanya terdiri
dari satu ruangan saja. Di dalam testis terdapat saluran-saluran halus yang melilit
disebut tubulus seminiferus, tempat berlangsungnya spermatogenesis.

IV. Alat dan Bahan

No. Alat dan Bahan Jumlah


1. Alat bedah 1 set
2. Jarum pentul 8 buah

1
3. Mencit jantan 3 ekor
4. Mencit betina 3 ekor

V. Prosedur Kerja
Mendislokasi mencit, dengan cara yaitu memegang ekor mencit dengan tangan
kanan, kemudian meletakan mencit pada permukaan yang rata dan
merentangkan badan mencit, kemudian menahan dan menekan bagian tengkuk
mencit dengan menggunakan tangan kiri agar mencit tidak bergerak.
Kemudian menarik bagian ekor mencit dengan cepat dan kuat menggunakan
tangan kanan, sehingga leher mencit akan terdislokasi dan mencit akan
terbunuh.

Pengamatan Morfologi Organ reproduksi mencit:


a. Meletakkan mencit yang telah mati di atas papan bedah dalam posisi
menghadap ke atas.
b. Merentangkan tubuh mencit dengan menggunakan jarum pentul diatas
papan bedah.
c. Mengamati morfologi alat reproduksi mencit.
d. Mengambil gambar morfologi alat reproduksi mencit dengan
menggunakan kamera handphone.
e. Menggambar morfologi alat reproduksi mencit pada laporan sementara.
f. Mengamati anatomi organ reproduksi mencit dengan cara dibedah terlebih
dahulu.

Pengamatan Anantomi Organ Reproduksi Mencit:


a. Menggunting bagian kulit perut (bagian medial) secara vertikal lurus ke
arah dada (pectoral) menggunakan gunting bedah. Kemudian memegang
kulit yang sudah terpotong dengan pinset dan menariknya kearah lateral
kemudian menahannya pada papan bedah menggunakan jarum pentul agar
anatomi organ reproduksinya dapat terlihat.
b. Menggunting bagian kulit perut secara vertikal lurus ke arah anus.
Kemudian memegang kulit yang sudah terpotong dengan pinset dan
menariknya kearah lateral kemudian menahannya pada papan bedah

2
menggunakan jarum pentul agar anatomi organ reproduksinya dapat
terlihat.
c. Mengamati anatomi organ reproduksi mencit.
d. Mengambil gambar anatomi organ reproduksi mencit menggunakan
kamera handphone.
e. Menggambar pengamatan anatomi organ reproduksi mencit tersebut pada
laporan sementara.

VI. Hasil Pengamatan

No. Foto Pengamatan Gambar Pembanding


1. Organ Reproduksi (Morfologi)

3
Penis
Mencit (Mus musculus) Jantan Mencit (Mus musculus) Jantan
Skrotum

Sumber:
Sumber: Dokumentasi Kelompok https://www.habisjatuhbangunlagi.
wordpress.com

Mencit (Mus musculus) Betina Mencit (Mus musculus) Betina

klitoris
Lubang
Vagina
Lubang
Anus

Sumber: Dokumentasi Kelompok


Sumber:
https://www.habisjatuhbangunlagi.

wordpress.com

2. Organ Reproduksi (Anatomi)

4
Mencit (Mus musculus) Jantan Mencit (Mus musculus) Jantan

Penis
Epididimis
Vas deferens

Testis

Sumber: Dokumentasi Kelompok

Sumber:
https://tertoreh.blogspot.co.id
Mencit (Mus musculus) Betina Mencit (Mus musculus) Betina

Ovarium

Oviduct
Uterus

Vagina

Sumber: Dokumentasi Kelompok

5
Sumber:
https://tertoreh.blogspot.co.id

VII. Pembahasan
1. Mencit jantan (Mus musculus)
Berdasarkan pengamatan morfologi mencit jantan, dilihat secara langsung
bagian-bagiannya yang terdiri dari penis, kantong skrotum, anus dan ekor. Namun,
pada pengamatan kami hanya terlihat penis, epididimis, vas deferens, dan testis.
Dengan melihat jarak antara anus dan penis yang agak jauh, maka dapat diketahui
bahwa mencit tersebut merupakan mencit jantan. Penis yang berfungsi sebagai
alat kopulasi pada hewan jatan dan kantong skrotum berfungsi untuk
mempertahankan testis di bawah suhu intra abdomal. Mencit telah memiliki alat
kelamin luar berupa penis. Pada saat pengamatan anatomi organ reproduksi
mencit jantan, dilihat adanya testis, epididimis, ureter, penis, dan bursa lemak.
Testis, yang berjumlah dua buah terletak satu pada bagian kanan kelenjar bul
bourethra dan satu di sebelah kirinya, bentuknya bulat telur. Testis berada dalam
rongga perut dan terletak pada suatu kantong yang disebut scrotum dan dibungkus
dengan jaringan ikat fibrosa, tunika albugenia. Testis berfungsi untuk
menghasilkan sperma dan hormon reproduksi.. Epididimis, melekat pada sisi
posterior testis, dan berfungsi menghubungkan testis dan vas deferens.. Ureter

6
berfungsi sebagai saluran yang mengalirkan urine dari ginjal ke kantong kemih,
serta menghubungkan kandung kemih dengan bagian luar tubuh. Bursa lemak
yang berfungsi untuk melindungi organ genetalia internal, kandung kemih
berfungsi untuk menampung urine untuk sementara. Vas defferens, merupakan
kelenjar pelengkap langsung dengan saluran epididmis dan vasikula seminalis,
strukturnya kecil memanjang dan berlekuk-lekuk. Vas defferens, saluran halus
yang bermuara pada kloaka.
2. Mencit betina (Mus musculus)
Pada pengamatan mencit betina terdapat bagian-bagiannya yang terdiri dari
oviduk, ovarium, tuba fallopi, uterus, rectum, kandung kemih, dan bursa lemak.
Namun pada pengamatan kami hanya terlihat Ovarium, oviduct, uterus, vagina.
Pada mencit, uterusnya termasuk uterus tipe dupleks dan sebagai tempat
perkembangan fetus. Oviduk merupakan tempat jalannya sel telur dari ovarium
menuju uterus. Uterus terdiri atas sepasang yang terletak di kiri dan kanan.
Berfungsi sebagai alat transportasi sperma ke dalam tuba, pembentuk plasenta
serta tempat perkembangan embrio dan kelahiran mencit. Ovarium berfungsi
sebagai tempat perkembangan sel telur. Tuba fallopi letaknya di bawah ovarium.
Selanjutnya, bursa lemak berfungsi untuk melindungi organ-organ genetalia
internal pada mencit. Ovarium, terletak berdekatan dengan saluran telur dan
berfungsi untuk mengahasilkan ovum. Oviduct, merupakan saluran yang
berkelok-kelok yang berfungsi sebagai saluran telur. Uterus, sebagai saluran telur
dan merupakan pelebaran dari oviduk. Vagina, merupakan organ hewan betina dan
sebagai jalan keluar anak. Vulva yang berupa tonjolan pada bagian luar vagina
yang merupakan organ genitalia eksterna.

VIII. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan kami pada morfologi dan anatomi organ-
organ reproduksi pada mencit jantan dan betina, maka dapat di simpulkan bahwa
pada morfologi organ reproduksi mencit betina memiliki klitoris, lubang vagina.
Dan morfologi organ reproduksi pada mencit jantan memiliki penis, skrotum.
Sedangkan pada pengamatan anatomi organ reproduksi mencit betina terlihat
adanya ovarium, oviduct, ureter, vagina. Dan pada pengamatan anatomi organ

7
reproduksi mencit jantan terlihat adanya penis, epididimis, vas deferens, dan
testis.

IX. Daftar Pustaka

Adnan. 2008. Perkembangan Hewan. Makassar: Jurusan Biologi FMIPA UNM..

Campbell, N. A., J. B. Reece, L. G. Mitchell. 2003. Biologi Edisi Kelima Jilid 3.


Jakarta: Erlangga.
Idjah, Soemarwoto. 1990. Biologi Umum III. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Niam, B. 1995. Diktat Kuliah Struktur dan Perkembangan Hewan II. Purwokerto:
Unsoed.
Nurhayati, Awik Pudji Diah. 2004. Perkembangan Hewan. Surabaya: Program
Studi Biologi ITS.