Anda di halaman 1dari 2

Hijrah menjadi lebih baik

Kadang saat kita diuji kita merasa jadi manusia paling sedih, seakan segala kesusahan lebih banyak kita
terima dari pada kemudahan. Kita lupa bahwa allah hanya memetik satu tangkai nikmat saja, allah ambil
itu saja, allah tidak mencabut akarnya, allah tidak mengambil semua nikmat yang lain, subhanallah,,
contohnya nih ketika kita diuji dengan satu ujian, kadang buat kita lupa diri, galau sepanjang hari,
tekanan batin tanpa henti, hingga kita lupa caranya bersyukur, dan lalai pada kewajiban diri, padahal ini
hanya secuil, allah tidak ambil nikmat lain, allah tidak ambil nikmat hidup, nikmat berjalan, nikmat
makan, nikmat ekonoma pendidikan 9atau nikmat lain0 allah nggak ambil semua itu, hanya allah ambil
satu saja 9sebagai jalan untuk ku diuji0, lalu kenapa kita merasa tidak adil dan merugi, sedang allah
masih turunkan nikmat itu 9lain0 tanpa henti, lalu kenapa kita merasa move on itu susah, sedang nikmat
besar lain tidak pernah pindah atau berubah.
Aku, yang terlahir dengan agama ini, tak paham benar tentang apa yang dimaksud dengan pegangan
hidup. Aku, yang hidup dalam suasana islami