Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN KEGIATAN DOKTER INTERNSIP

PUSKESMAS SALOBULO KABUPATEN WAJO


PERIODE FEBRUARI 2017 – FEBRUARI 2018

F4. UPAYA PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT


“PENYULUH PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN GIZI BURUK MELALUI
PENYULUHAN MENGENAI PENTINGNYA ASI EKSKLUSIF
DAN PEMBERIAN GIZI SEIMBANG”

A. LATAR BELAKANG
Air Susu Ibu (ASI) ialah makanan pilihan utama untuk bayi dan merupakan makanan
yang sempurna dan terbaik bagi bayi karena mengandung unsur-unsur gizi yang dibutuhkan
oleh bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Perlu diketahui, komposisi
zat gizi di dalam ASI demikian sempurna untuk memenuhi kebutuhan zat gizi sesuai
tahapan tumbuh kembang bayi, bahkan untuk bayi yang lahir prematur sekalipun.
Pemberian ASI merupakan satu-satunya jalan yang paling baik untuk mengeratkan
hubungan antara ibu dan bayi, dan ini sangat dibutuhkan bagi perkembangan bayi yang
normal terutama pada bulan pertama kehidupannya. Pemberian ASI tanpa pemberian
makanan lain selama enam bulan disebut menyusui secara eksklusif.

UNICEF menyatakan, sebanyak 30.000 kematian bayi di Indonesia dan 10 juta


kematian anak Balita didunia pada tiap tahunnya, bisa dicegah melalui pemberian ASI (Air
Susu Ibu) secara eksklusif selama enam bulan sejak tanggal kelahirannya, tanpa harus
memberikan makanan serta minuman tambahan kepada bayi. UNICEF juga menyebutkan
bukti ilmiah terbaru yang dikeluarkan oleh Jurnal Pediatrik pada tahun 2006 ini, terungkap
data bahwa bayi yang diberi susu formula, memiliki kemungkinan untuk meninggal dunia
pada bulan pertama kelahirannya. Dan peluang itu 25 kali lebih tinggi dari bayi yang disusui
oleh ibunya secara eksklusif.

B. PERMASALAHAN
Meskipun manfaat memberikan ASI Eksklusif dapat membantu pertumbuhan dan
perkembangan anak telah diketahui secara luas, namun kesadaran ibu untuk memberikan
ASI Eksklusif di Indonesia baru sebesar 14% saja, itu pun diberikan hanya sampai bayi
berusia 4 bulan, Banyaknya kasus kurang gizi pada anak-anak berusia di bawah dua tahun
yang sempat melanda beberapa wilayah Indonesia dapat diminimalisir melalui pemberian
ASI secara eksklusif. Oleh sebab itu sudah sewajarnya ASI eksklusif dijadikan sebagai
prioritas program di negara berkembang ini. Ketidaktahuan ibu tentang pentingnya ASI,
cara menyusui dengan benar, serta pemasaran yang dilancarkan secara agresif oleh para
produsen susu formula, merupakan faktor penghambat bagi terbentuknya kesadaran orang
tua didalam memberikan ASI eksklusif.

Menyusui merupakan suatu proses alamiah, namun sering ibu-ibu tidak berhasil
menyusui atau menghentikan menyusui lebih dini dari yang semestinya. Oleh karena itu
ibu-ibu memerlukan bantuan agar proses menyusui lebih berhasil. Banyak alasan yang
dikemukakan ibu-ibu antara lain, ibu merasa bahwa ASI nya tidak cukup, atau ASI tidak
keluar pada hari-hari pertama kelahiran bayi. Sesungguhnya hal ini tidak disebabkan karena
ibu tidak memproduksi ASI yang cukup, melainkan karena ibu kurang percaya diri bahwa
ASI nya cukup untuk bayinya Masih rendahnya kepatuhan ibu dalam pemberian ASI tidak
terlepas dari faktor ibu, petugas dan pelayanan kesehatan maupun lingkungan. Faktor dari
ibu berhubungan dengan umur, pendidikan, pengetahuan ASI dan pekerjaan. Faktor dari
petugas dan pelayanan kesehatan berhubungan dengan KIE petugas serta perhatian dan
bantuan petugas. Sedangkan faktor dari lingkungan berhubungan dengan riwayat menyusui
orang tua, dukungan keluarga, pemberian cuti melahirkan adanya izin untuk menyusui di
tempat kerja, ada tidaknya tempat penyimpanan ASI dan penitipan bayi serta promosi susu
formula. Berdasarkan keadaan tersebut, maka pengetahuan masyarakat khususnya
pemahaman orang tua bayi dan balita mengenai pentingnya ASI eksklusif perlu ditingkatkan
agar jumlah bayi yang memperoleh ASI eksklusif bertambah.

C. PERENCANAAN DAN PEMILIHAN INTERVENSI


Oleh karena permasalahan yang terjadi di atas, maka kami mengadakan penyuluhan
kesehatan dengan materi “Pentingnya ASI Eksklusif”. Pada penyuluhan ini akan
disampaikan mengenai pengertian ASI Eksklusif, pentingnya inisiasi menyusui dini,
kandungan gizi pada ASI, bagaimana cara menyusui yang benar, manfaat ASI, waktu yang
tepat untuk pemberian makanan pendamping ASI, dan lain sebagainya. Selain itu, pemateri
akan mengidentifikasi berapa banyak ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif pada
anaknya.

D. PELAKSANAAN
Penyuluhan kesehatan mengenai Pentingnya ASI Eksklusif ini dilaksanakan pada
Kamis, 7 Desember 2017, bertempat di Posyandu Massaile, Kabupaten Wajo. Penyuluhan
ini diikuti oleh peserta yang terdiri dari 17 peserta yang terdiri dari ibu yang datang untuk
mengimunisasi bayinya, serta ibu-ibu yang hendak melakukan pemeriksaan kesehatan.
Pemateri menyampaikan informasi mengenai pentingnya ASI eksklusif dan pemberian gizi
seimbang dalam keluarga yang diselingi dengan penggalian informasi dari ibu-ibu peserta
penyuluhan mengenai seberapa banyak ibu-ibu yang mengikuti penyuluhan ini yang
memberikan ASI eksklusif pada bayi mereka. Pemateri juga menyampaikan informasi
mengenai pengertian ASI Eksklusif, pentingnya inisiasi menyusui dini, kandungan gizi
pada ASI, bagaimana cara menyusui yang benar, manfaat ASI, waktu yang tepat untuk
pemberian makanan pendamping ASI, dan lain sebagainya. Kemudian di akhir sesi,
pemateri memberi kesempatan kepada peserta dan kader untuk bertanya seputar pentingnya
ASI eksklusif.

E. EVALUASI
Jumlah ibu yang memberikan ASI eksklusif pada daerah ini masih kurang. Hal ini
ditunjukkan dari jumlah ibu-ibu yang menjadi peserta penyuluhan, hanya sekitar sepertiga
total peserta saja yang memberikan ASI eksklusif pada bayinya. Yang tidak memberikan
ASI ekslusif mengungkapkan beberapa alasan antara lain produksi ASI yang kurang, bayi
tidak ingin menyusu dari ibunya, hingga alasan karena kesibukan sebagai ibu rumah tangga
atau pekerjaan lainnya. Setelah mendapatkan materi penyuluhan, banyak peserta yang baru
menyadari akan pentingnya ASI eksklusif terutama sampai umur anak 6 bulan.

Salobulo, Februari 2018

Peserta Pendamping,

dr. A. M. Irsyad Sulkifli MB, S.Ked dr. Hj. Maskura Syam, M.Kes