Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN KEGIATAN DOKTER INTERNSIP

PUSKESMAS SALOBULO KABUPATEN WAJO


PERIODE FEBRUARI 2017 – FEBRUARI 2018

F3. UPAYA KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) SERTA KELUARGA BERENCANA (KB)
“PENYULUHAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD), KEHAMILAN RISIKO TINGGI DAN
UPAYA PENCEGAHAN KOMPLIKASI PERSALINAN”

A. Latar Belakang
Derajat kesehatan masyarakat yang baik ditandai dengan rendahnya Angka Kematian
ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) dan peningkatan status gizi masyarakat. Saat
ini kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu prioritas dari program kesehatan nasional.
Diharapkan nantinya terdapat penurunan AKI dan AKB sesuai dengan target nasional
MDGs 2015.
Kematian ibu erat kaitannya dengan kehamilan yang berisiko tinggi. Tinginya AKI
disebabkan infeksi 54,49%, hipertensi 23,95%, perdarahan 17,22%, lain lain 4,04%. Masih
rendahnya deteksi dini kehamilan risiko tinggi oleh masyarakat dan masih kurangnya
kesiapsiagaan keluarga dalam rujukan persalinan pada kehamilan risiko tinggi merupakan
beberapa alasan tingginya AKI. Kondisi ini menggambarkan derajat kesehatan masyarakat
khususnya status kesehatan ibu masih perlu ditingkatkan terutama di wilayah-wilayah
dengan kasus kematian ibu tinggi. Sedangkan kematian bayi berhubungan erat dengan
kesehatan ibu ketika hamil, proses persalinan yang aman dan status gizi bayi tersebut.
Pemahaman dan pengetahuan yang baik mengenai kehamilan risiko tinggi dan IMD
sangat diperlukan bagi wanita usia subur mengingat pengetahuan yang baik akan
mengarahkan pada tindakan dan kebiasaan-kebiasaan baik yang secara tidak langsung dapat
menurunkan AKI dan AKB. Masyarakat harus memahami pentingnya merencanakan
kehamilan dan persalinan agar ibu selamat dan bayi lahir sehat. Selain itu perlu
ditumbuhkan motivasi untuk melaksanakan berbagai cara untuk merencanakan kehamilan
tanpa komplikasi. Terkait dengan IMD dan ASI Eksklusif, penting bagi masyarakat untuk
memahami apa manfaat dari IMD dan memahami cara serta termotivasi melaksanakan IMD
dan ASI Eksklusif untuk bayinya.
B. Permasalahan
Permasalahan yang ditemukan di masyarakat yaitu masih kurangnya tingkat
pengetahuan masyarakat mengenai manfaat dan petingnya IMD. Selain itu juga masih
kurang pemahaman mengenai kehamilan risiko tinggi dan bagaimana melakukan
perencanaan persalinan yang baik sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi
kehamilan dan komplikasi persalinan. Pemberian penyuluhan IMD dan kehamilan risiko
tinggi perlu dilakukan secara rutin dan berkala agar menjadi edukasi yang baik bagi
masyarakat khususnya wanita usia subur dan juga ibu hamil.
C. Perencanaan dan Pemilihan Intervensi
Penyampaian informasi kepada sasaran yang tepat dan dengan metode yang baik
dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat secara umum. Penyuluhan
pada masyarakat luas merupakan salah satu metode yang sering digunakan. Penyuluhan kali
ini dilakukan pada sasaran seluruh ibu hamil dan ibu dengan balita yang berkunjung ke
Puskesmas Salobulo. Kerjasama perlu dilakukan dengan ibu-ibu PKK (Pembinaan
Kesejahteraan Keluarga), ibu-ibu kader Desa Salobulo sehingga tercipta kerjasama yang
sinergis antar sektoral.
Media yang diberikan berupa slide berisi informasi penting dan juga pemutaran video
mengenai IMD sehingga dapat menarik perhatian para peserta dan informasi dapat
tersampaikan dengan lebih baik. Materi IMD yang diberikan pada penyuluhan kali ini antara
lain mengenai :
1. Apa yang dimaksud dengan IMD?
2. Bagaimana cara melaksanakan IMD?
3. Apa manfaat IMD bagi bayi?
4. Apa manfaat IMD bagi ibu?
Sedangkan materi mengenai kehamilan risiko tinggi dan upaya pencegahan komplikasi
antara lai mengenain :
1. Siapkan perencanaan persalinan sejak awal kehamilan dibantu oleh kader PKK dan
Dasawisma.
2. Lakukan minimal empat kali kunjungan pemeriksaan ke bidan selama masa
kehamilan
3. Perhatikan gizi dan kesehatan selama kehamilan
4. Ikuti kelas ibu hamil
5. Pahami cara dan manfaat IMD dan ASI eksklusif
6. Jaga kebersihan pribadi dan lingkungan
7. Kenali tanda-tanda persalinan
8. Kenali tanda-tanda bahaya kehamilan dan persalinan
9. Rencanakan KB yang akan digunakan setelah persalinan
10. Dapatkan buku KIA

D. Pelaksanaan
Penyuluhan mengenai IMD dan Kehamilan risiko tinggi dan upaya pencegahan
komplikasi telah berjalan lancar pada :
Hari/ Tanggal : Rabu, 22 November 2017
Waktu : 09.00 WIB
Tempat : Puskesmas Salobulo
Kegiatan : Penyuluhan IMD, Kehamilan Risiko Tinggi dan Upaya
Pencegahan Komplikasi

E. Monitoring dan Evaluasi


Kegiatan penyuluhan berjalan dengan lancar dan tampak antusiasme dari peserta
penyuluhan. Penyuluhan dilakukan oleh dua pemateri yaitu dokter internship dan juga bidan
dari bagian KIA Puskesmas Salobulo. Peserta tampak antusias terutama ketika pemutaran
video mengenai IMD. Dalam video itu diceritakan bagaimana proses IMD yang benar dan
apa saja manfaat IMD baik bagi ibu dan bayinya. Media yang lebih atraktif seperti video
atau pemutaran film dapat meberikan informasi yang lebih mudah ditangkap oleh peserta.

Salobulo, Februari 2018

Peserta Pendamping,

dr. A. M. Irsyad Sulkifli MB, S.Ked dr. Hj. Maskura Syam, M.Kes

Anda mungkin juga menyukai