Anda di halaman 1dari 7

TEORI DASAR PENGUJIAN SUMUR METODE DRAWDOWN DAN BUILDUP

1/7

TEORI DASAR PENGUJIAN SUMUR METODE


DRAWDOWN DAN BUILDUP

Pressure Drawdown Testing

Pressure Drawdown Testing adalah suatu pengujian yang dilaksanakan

dengan jalan membuka sumur dan mempertahankan laju produksi tetap selama

pengujian berlangsung. Sebagai syarat awal, sebelum pembukaan sumur

tersebut, tekanan hendaknya seragam di seluruh reservoir yaitu dengan menutup

sumur sementara waktu agar dicapai keseragaman tekanan di reservoirnya.

Mengingat hal tersebut di atas, waktu yang paling ideal untuk melakukan

pressure drawdown test adalah pada saat-saat pertama suatu sumur

berproduksi. Namun tentu saja bahwa tes ini tidak hanya terbatas pada sumur-

sumur baru saja. Jadi pada dasarnya, pengujian ini dapat dilakukan pada:

1. Sumur baru

2. Sumur-sumur lama yang telah ditutup sekian lama hingga dicapai

keseragaman tekanan resevoar

3. Sumur-sumur produktif yang apabila dilakukan uji tutup sumur akan

merugikan.

Apabila didesain secara memadai, perolehan dari pengujian ini

mencakup banyak informasi yang berharga seperti model reservoir,

permeabilitas formasi, faktor skin dan volume pori-pori yang berisi fluida.

Gambar 1 memperlihatkan secara skematis sejarah produksi dan

tekanan selama pengujian berlangsung. Seperti telah dikatakan di atas, pertama,

idealnya sumur yang diuji ditutupi sampai tekanan mencapai tekanan statik.

Tuntutan ini biasa terjadi pada sumur baru tetapi jarang dapat dipenuhi pada
TEORI DASAR PENGUJIAN SUMUR METODE DRAWDOWN DAN BUILDUP
2/7
sumur yang telah lama berproduksi atau tua. Kemudian yang kedua, laju

produksi disaat drawdown harus dipertahankan tetap selama pengujian.

Laju alir, q

Produksi

Tutup sumur
Tekanan, pws

0 Waktu, t

pws

0 Waktu, t

Gambar 1 Grafik Laju Alir dan Respon Tekanan yang Ideal


terhadap Waktu untuk Drawdown Test

Keuntungan ekonomis melakukan pengujian jenis ini adalah kita masih

memperoleh produksi minyak selama pengujian (tidak seperti dalam pressure

build up test), sedangkan keuntungan secara teknis adalah kemungkinan dapat

memperkirakan volume reservoar. Tetapi kelemahan yang utama adalah, sulit

sekali mempertahankan laju aliran tetap selama pengujian berlangsung sehingga

data yang diperoleh tidak mempresentasikan seperti apa yang diinginkan secara

analitik.

Profil Tekanan Alir Dasar Sumur

Apabila suatu sumur diproduksi dari suatu reservoir, maka secara umum

akan mempunyai 3 periode, antara lain:

1. Periode Transien
TEORI DASAR PENGUJIAN SUMUR METODE DRAWDOWN DAN BUILDUP
3/7
2. Periode Transien Lanjut (Late Transient)

3. Periode Semi Mantap (Pseudosteady-State)

Ketiga periode tersebut di dapat dillihat pada Gambar 2.

A
B
Pwf

Pwf
A
B
C

Log t t

A = periode transien
B = periode transien lanjut
C = periode pseudosteady-
state state
Gambar 2 Regional Aliran yang Terjadi selama Pressure Drawdown

Solusi untuk Aliran Radial Transien, Laju Alir Produksi Konstan pada

Reservoir yang Tidak Terbatas (Line Source Solution)

Asumsi bahwa radius lubang bor mendekati nol (rw  0). Oleh sebab itu

di dalam reservoir yang berbentuk silindris lubang bor tersebut kelihatannya

hanya berupa garis. Itulah sebabnya hal ini dikenal sebagai line source solution.

Persamaan matematik untuk kasus ini adalah:

1   p D  p D
1. Persamaan diferensial, rD 
rD rD  rD  t D

2. Syarat kondisi awal, p D  rD , t D  0   0

3. Syarat kondisi batas luar, p D  rD  , t D   0

 p 
4. Syarat kondisi batas dalam, lim rD r   1
D

 D r D
TEORI DASAR PENGUJIAN SUMUR METODE DRAWDOWN DAN BUILDUP
4/7
Dengan anggapan bahwa sumur tersebut diproduksikan dengan laju

produksi yang konstan sebesar q, radius sumur mendekati nol, tekanan awal di

seluruh titik di reservoir sama dengan pi dan sumur tersebut menguras area yang

tidak terhingga besarnya, maka solusi persamaan di atas adalah:

qB  948c t r 
2
p r, t   p i  70.6 Ei  
kh  kt  (1)
 

dimana,

e y
Ei  x    x

dy .
y

(2)

Dalam bentuk variabel tak berdimensi dituliskan ssbagai berikut:

1  r2 
PD   E i   D  (3)
2  4t D 

Batas keakuratan dari persamaan (1) adalah pada selang waktu,

2 2
3.975 x10 5 c t rw 948c t re
t
kt kt

Persamaan (1) dikenal sebagai solusi pada saat kondisi reservoir

bersifat “infinite acting”.

Harga E(i) untu 0.01<x<10 dapat dibaca pada tabel ataupun grafik yang

sudah ada. Sedangkan untuk x < 0.01 dapat didekati dengan ketelitian < 0.6%

dengan persamaan:

Ei  x   ln1.789 x  (4)

Sehingga untuk tekanan di sumur dengan p = pwf dan r=rw akan diperoleh:

qB  1688 C t rw2 


p wf  pi  70.6 ln  (5)
kh  kt 

atau,
TEORI DASAR PENGUJIAN SUMUR METODE DRAWDOWN DAN BUILDUP
5/7

qB  1688 C t rw2 


p wf  p i  162 .6 log 
 (6)
kh  kt 

Pressure Build Up

Landasan Teori Pressure Build Up Test

Uji Pressure Build Up dimulai dengan mula-mula diproduksikannya

sumur dengan laju tetap, q, selama waktu t p, kemudian sumur ditutup selama

waktu t. Gambar 3 menunjukkan sketsa laju alir dan tekanan dasar sumur pada

saat uji sumur. Dengan melakukan superposisi persamaan (6) untuk kondisi

sumur diproduksikan dengan laju q dan sumur diinjeksikan dengan laju –q, maka

diperoleh:

162.6qB  t p  t 
p ws  p i  log 
 (7)
kh  t 

Persamaan (7) memperlihatkan bahwa pws shut-in BHP, yang dicatat

selama penutupan sumur, apabila diplot terhadap log [ (t+t) /t ] (Horner Time)

merupakan garis lurus dengan kemiringan :

162.6qB
m (8)
kh

Jelas bahwa permeabilitas, k, dapat ditentukan dari kemiringan,

sedangkan apabila garis ini diekstrapolasi ke harga “Horner Time” sama dengan

1 (ekivalen dengan penutupan sumur yang tidak terhingga lamanya), maka

tekanan pada saat ini secara teoritis sama dengan tekanan awal reservoir

tersebut.
TEORI DASAR PENGUJIAN SUMUR METODE DRAWDOWN DAN BUILDUP
6/7

LAJU ALIR, q

PENGALIRAN
q

PENUTUPAN
0
t
tp
WAKTU, t
TEKANAN, pws

P (t = 0)
wf

t
tp
WAKTU, t

Gambar 3 Grafik Laju Alir dan Tekanan yang Ideal terhadap Waktu
untuk Build Up Test

Apabila diperhitungkan adanya kerusakan di sekitar lubang sumur maka

berlaku hubungan:

  1688C r w 2 
 p i  mlog  0.869S 
t
p ws (9)
  kt p 
  

Tetapi, pada saat waktu penutupan = t berlaku hubungan:

 t p  t 
p ws  p i  m log 
 (10)
 t 
TEORI DASAR PENGUJIAN SUMUR METODE DRAWDOWN DAN BUILDUP
7/7
Kombinasi persamaan (9) dengan (10), dapat dihitung faktor skin, S, sehingga:

 p ws  p  1688C t rw 2   t  t  
S  1.151 i
 log   log p
 t  
  (11)
 m  kt 
     

Di dalam industri perminyakan biasanya dipilih t = 1 jam sehingga pws pada

persamaan di atas menjadi p1jam. p1jam ini harus diambil pada garis lurus atau garis

ekstrapolasinya. Kemudian faktor log [(tp+ t)/t] dapat diabaikan sehingga:

 p1jam  p ws  k  
S  1.151  log   3.23  (12)
 m  C tr 2  
  t w  

‘m’ pada persamaan (10) harus ‘berharga positif’

Apabila faktor skin ini berharga positif berarti ada kerusakan (damaged)

yang pada umumnya disebabkan adanya filtrat lumpur pemboran yang meresap

ke dalam formasi atau endapan-endapan lumpur (mud cake) di sekeliling lubang

bor pada formasi produktif yang kita amati. Faktor skin negatif menunjukan

adanya perbaikan (stimulated), biasanya setelah dilakukan pengasaman

(acidizing) atau suatu rekah hidraulik (hydraulic fracturing). Tapi dalam tugas

akhir ini kita tidak membahas pengaruh skin.