Anda di halaman 1dari 39

About Me

Just another blogs UNY Sites site

CONTOH PROPOSAL
KEWIRAUSAHAAN
September 23, 2014 Dwi Fitriyati

PROPOSAL

USAHA SKALA KECIL

JAGUNG MANIS KUKUS

Disusun oleh :

NAMA : Dwi Fitriyati

NO UJIAN : 05-101-162-7

KELAS : XII
Akuntansi 2

SMK NEGERI 1 WONOSARI

Jl. Veteran Wonosari Gunungkidul 55812 Telp. (0274) 391054


2013 / 2014

PROPOSAL

USAHA SKALA KECIL

JAGUNG MANIS KUKUS

Disusun oleh :

NAMA : Dwi Fitriyati

NO UJIAN : 05-101-162-7

KELAS : XII Akuntansi


2

SMK NEGERI 1 WONOSARI

Jl. Veteran Wonosari Gunungkidul 55812 Telp. (0274) 391054

2013 / 2014

HALAMAN PENGESAHAN

PROPOSAL

USAHA SKALA KECIL

JAGUNG MANIS KUKUS


Disusun oleh :

NAMA : Dwi
Fitriyati

NO UJIAN : 05-101-162-
7

KELAS : XII
Akuntansi 2

PENGUJI

Penguji I Penguji II

Drs. Bambang Sudaryanto, M. Drs.Anastasia Onik Kartikaningsih, M.Pd

NIP. 1956077 198602 1 004 NIP. 19641005 199003 02 005

MENGETAHUI

Kepala Sekolah

Drs. Mudji Muljatna, MM

NIP. 195709191985031016

SMK NEGERI 1 WONOSARI

Jl. Veteran Wonosari Gunungkidul 55812 Telp. (0274) 391054

2013 / 2014
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayah-Nya, sehingga pemyusunan proposal ini dapat diselesaikan.

Proposal ini disusun dalam rangka memenuhi tugas kewirausahaan untuk Ujian Praktik
Kewirausahaan

Keberhasilan dalam penyusun an proposal ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Untuk
itu tak lupa penyusun mengucapkan terima kasih kepada :

1. Mudji Mulyatno, MM selaku Kepala SMK N 1 Wonosari.


2. Bapak Drs. Bambang Sudaryono selaku pembimbing mata pelajaran kewirausahaan.
3. Orang tua yang telah memberikan bantuan moril dan materiil.
4. Berbagai yang telah memberikan bantuan, baik secara langsung maupun tidak
langsung.

Penyusun menyyadari bahwa proposal ini banyak kesalahan dan kekurangan, oleh karena itu
kritik yang membangun dari semua pihak sangat kami harapkan demi kesempurnaan proposal
ini. Penulis berharap proposal ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Wonosari, 2014

Penyusun

DAFTAR ISI

HALAMAN
JUDUL………………………………………………………………………………………….
i

LEMBAR
PENGESAHAN………………………………………………………………………………..
ii
KATA
PENGANTAR…………………………………………………………………………………
……. iii

DAFTAR
ISI………………………………………………………………………………………………
….. iv

DESKRIPSI UMUM
USAHA…………………………………………………………………………… v

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar
Belakang………………………………………………………………………………
………. 6
2. Perumusan Visi
Usaha……………………………………………………………………………. 6
3. Perumusan Misi
Usaha…………………………………………………………………………… 7
4. Tujuan
Usaha……………………………………………………………………………………
…… 7
5. Manfaat
Usaha……………………………………………………………………………………
…..7
6. Deskripsi
Usaha……………………………………………………………………………………
…7

BAB II PEMBAHASAN

1. Aspek
Produk…………………………………………………………………………………
……….. 8
2. Aspek
Pemasaran………………………………………………………………………………
…….. 9
3. Aspek
Teknis…………………………………………………………………………………
……….. 10
4. Aspek Organisasi dan
Manajemen…………………………………………………………….. 11
5. Aspek
Yuridis…………………………………………………………………………………
……….. 11
6. Aspek
Finansial………………………………………………………………………………
……….. 12
7. Perkiraan
Laba/Rugi………………………………………………………………………………
… 13

BAB III PENUTUP

1. Kesimpulan……………………………………………………………………………
………………… 14
2. Saran……………………………………………………………………………………
…………………. 14

LAMPIRAN……………………………………………………………………………………
………………….. 15

DESKRIPSI UMUM USAHA

NAMA USAHA : JAGUNG MANIS KUKUS

BENTUK : INDIVIDU

JENIS : INDUSTRI KECIL

NAMA PEMILIK : DWI FITRIYATI

ALAMAT : DENGOK II, DENGOK, PLAYEN, GUNUNGKIDUL,


YOGYAKARTA.

BAB I

PENDAHULUAN
1. Latar Belakang

Zaman dahulu orang membeli makanan hanya berpedoman pada rasanya yang enak dan
murah, ini terutama bagi kalangan masyarakat menengah kebawah, duahal inilah yang
menjadi prioritas utama dalam membeli makanan. Mereka tidak begitu memikirkan
kandungan gizi dan nutrisi yang terkandung didalam makanan yang mereka beli.

Akan tetapi akhir-akhir ini kecenderungan masyarakat kita dalam membeli


makanan adalah memperhatikan rasa, gizi yang terkandung dalam makanan tersebut,baru
memikirkan harga. Oleh karena itu olahan jagung manis banyak menjadi pilihan manusia
untuk makanan ringan, dimana dari segi rasa, olahan jagung manis kukus menawarkan cukup
banyak rasa yang ditawarkan. Dari segi gizi juga memenuhi kebutuhan gizi manusia. Dari
segi harga, harga jagung manis mudah dijangkau semua kalangan masyarakat.

Dari fenomena diatas maka sangat cocok dan potensial bila kami mendirikan usaha jualan
jagung manis kukus, dimana dari segi rasa memenuhi konsumen yaitu enak, dari segi gizi
jagung manis sesuai dengan apa yang diinginkan oleh konsumen, karena mengandung
karbohidrat, protein dll. Dari segi harga jagung manis terbilang mudah dijangkau oleh semua
lapisan masayrakat.Usaha yang akan kami mulai adalah usaha industry kecil, yaitu olahan
jagung manis menjadi jagung yang dipipil lalu dikukus dan setelahnya diberi campuran keju
parut dan bahan pelengkap lainnya, seperti cokelat, kacang strawberry, bahkan saos.Dengan
factor produksi yang relative murah dan terjangkau serta mudah didapat. kami yakin usaha
perdana yang kami lakukan ini memiliki berbagai aspek yang dapat menguntungkan, bagi
pribadi maupun orang lain.

Adapun latar belakang didirikannya usaha ini adalah :

1) Masyarakat membutuhkan makanan yang sehat bergizi.

2) Dengan produk yang bervariasi diharapkan masayrakat tidak jenuh.

3) Bahan baku mudah diperoleh dan murah.

1. Perumusan Visi Usaha

Menjadikan usaha memproduksi jagung manis kukus sebagai usaha kecil menengah yang
diminati masyarakat serta agar mendapatkan keuntungan yang maksimal.

1. Perumusan Misi Usaha


2. Proses produksi yang higienis baik dari tempat, alat dan bahan-bahan yang digunakan.
3. Menerapkan pelayanan prima (sikap yang sopan dan ramah, pelayanan yang cepat dan
baik).
4. Menjaga cita rasa makanan.
5. Dengan rasa yang khas dan harga yang terjangkau diharapkan memuaskan konsumen.
6. Memperkenalkan jagung manis kukus kepada masyarakat.
1. Tujuan Usaha

Adapun beberapa tujuan dalam usaha Jagung Manis Kukus ini adalah :

1. Meningkatkan taraf hidup menjadi lebih baik untuk memperoleh keuntungan.


2. Untuk menerapkan jiwa berwirausaha
3. Melatih kemandirian.

MANFAAT USAHA

1. Mampu memenuhi kebutuhan dan selera konsumen


2. Menciptakan lapangan pekerjaan
3. Meningkatkan pendapatan dan memperoleh keuntungan.

DESKRIPSI USAHA

Usaha yang akan kami mulai adalah usaha yang bergerak dalam bidang pengolahan makanan
(industry kecil) yang memanfaatkan jagung manis yang segar menjadi hidangan menu
masakan yang nikmat, bergizi, berselara tinggi dan sehat untuk metabolisme tubuh. Karena
pada dasarnya jagung adalah jenis sayuran yang memiliki nilai gizi yang sangat tinggi,
apalagi dengan jagung yang segar bebas dari bahan kimia yang nantinya akan merusak tubuh
manusia secara perlahan. Usaha ini mungkin masih jarang diminati orang banyak, karena
kebanyakan mereka hanya membuat sebagai makanan untuk disajikan dirumah saja, namun
oleh karena itu kami berusaha untuk mengembankan usaha ini agar dapat lebih maju lagi dan
menunjukan citra yang baik akan segala macam olahan jagung manis yang segar sehat dan
bergizi tinggi. Produk yang dihasilkan jagung manis kukus yang setelah dipipil dikukus lalu
dihidangkan menggunakan cup.

BAB II

PEMBAHASAN

1. ASPEK PRODUK
2. Jenis Produk Usaha

Usaha ini akan memproduksi dan menjual jagung manis kukus bahan bakunya adalah jagung
manis.Produk yang dihasilkan dapat beraneka rasanyasesuai dengan permintaan konsumen
yang dikemas dengan menggunakan cup.

2. Jumlah Produk yang dibuat


Rata-rata setiap harinya dibuat 30 cup dan dalam sebulan yaitu 24 hari dapat memproduksi
kurang lebih 720 cup.

3. Waktu Kegiatan Produksi

Kegiatan produksi dilakukan setiap hari kecuali hari minggu mulai dari jam 11 pagi.

4. Jumlah Tenaga yang Dibutuhkan

Diperlukan satu orang yaitu pemilik sendiri sekaligus bertindak sebagai pembuat dan penjual.

5. Bahan dan Peralatan Yang digunakan

 Peralatan yang digunakan :

Nama Peralatan Jumlah Harga satuan Total


Gerobak etalase 1 Rp 1.000.000,00 Rp 1.000.000,00
Panci Kukusan 1 Rp 300.000,00 Rp 300.000,00
Toples selai 6 Rp 20.000,00 Rp 120.000,00
Solet Kecil 2 Rp 15.000,00 Rp 30.000,00
Parutan keju 2 Rp 5.000,00 Rp 10.000,00
Tempat Garpu,dsb 1 Rp 45.000,00 Rp 45.000,00
Kompor Gas 1 Rp 400.000,00 Rp 400.000,00
Jumlah Rp 1.905.000,00

 Bahan-bahan dan perlengkapan yang digunakan selama satu bulan:

Nama barang Satuan Harga satuan Total


Selai strawberry 8 kg Rp 7.000,00 Rp 56.000,00
Selai blueberry 10 kg Rp 8.000,00 Rp 80.000,00
Selai nanas 8 kg Rp 7.000,00 Rp 56.000,00
Margarine 10 kg Rp 6.000,00 Rp 60.000,00
Cokelat ceres 8kg Rp 12.000,00 Rp 96.000,00
Selai kacang 5kg Rp 12.000,00 Rp 60.000,00
Susu vanilla 25 kaleng Rp 7.000,00 Rp 175.000,00
Saus sambal ABC 10 botol Rp 8.000,00 Rp 80.000,00
Keju batang 15 batang Rp 16.000,00 Rp 240.000,00
Plastic kantong 5 pack Rp 4.000,00 Rp 20.000,00
Gelas cup 100 lusin Rp 2.000,00 Rp 200.000,00
Jumlah Rp1.123.000,00
 Perlengkapan yang digunakan per 2 hari

Nama
Satuan Harga satuan Total
perlengkapan
Isi ulang gas 1 kali Rp 17.000,00 Rp 17.000,00
Jagung manis 12kg Rp 3.000,00 Rp 36.000,00
Jumlah Rp 53.000,00

6. Proses Produksi

Cara membuat martabak mini :

1. Cuci jagung manis yang sudah dipipil hingga bersih.


2. Masukan kedalam panci pengukus yang airnya sudah mendih.
3. Ambil jagung yang sudah empuk secukupnya saat ada yang membeli dan masukkan
ke dalam cup.
4. Siram dengan Susu vanilla yang telah diberi campuran air secukupnya.
5. Kemudian diatasnya ditaburi coklat parut, keju parut atau selai maupun saus sesuai
dengan permintaan pembeli.
6. Setelah itu tuangkan lagi susu vanilla tetapi yang masih kental di atas rasa tadi.
7. Lalu ambil margarin dengan menggunakan sendok kecil lalu masukkan sendok plastik
kecil tersebut ke dalam cup. Letakkan dipinggir.
8. Lalu terakhir tutup cup menggunakan tutup, dan arahkan lubang tutup ke atas sendok,
agar sendok dapat tertusuk dan tidak tumpah.
9. Rencana Perluasan Usaha

Jika ada tanggapan positif dari semua pihak da nada modal yang mendukung rencananya
akan membuka cabang.

1. ASPEK PEMASARAN
2. Segmen Pasar

Target konsumen adalah masyarakat di daerah sekitar dari semua golongan baik usia muda
maupun tua.

2. Strategi Pemasaran

Dalam penjualan dan pemasaran produk ini, ada beberapa strategi yang digunakan yaitu :

 Menetapkan harga yang relative muraah agar semua masyarakat dapat menjangkau
harganya.
 Tempat penjualan yang strategis.
 Melakukan pelayanan yang terbaik yaitu dengan menerapkan pelayanan prima, sopan
dan ramah.
 Memenuhi kepuasan dan permintaan konsumen.
3. Promosi

 Dengan memasang papan nama di depan tempat usaha.


 Dari mulut ke mulut yang dilakukan oleh konsumen yang pernah mengkonsumsi.

4. Penetapan Harga Jual

Penetapan harga jual produk ini dengan menggunakan metode BEP.

5. Sistem Penjualan/Distribusi

Sistem penjualan yang digunakan dalam penjualan produk ini adalah langsung dan menerima
pesanan lewat telepon atau secara langsung.

1. ASPEK TEKNIS
2. Display

Display toko dilakukan dengan menampilkan gambar jagung manis kukus dalam cup yang
dibuat stiker yang ditempatkan pada gerobak dengan hiasan yang menarik.

2. Kebutuhan Peralatan dan Perlengkapan

Dalam usaha ini, peralatan yang digunakan adalah :

Gerobak etalase, panci kukusan, kompor gas toples selai, solet kecil, parutan keju, tempat
garpu, dsb.

Sedangkan perlengkapan yang digunakan yaitu :

Isi ulang gas, gelas cup + sendok, plastik kantong.

3. Bahan baku dan bahan pembantu yang diperlukan

Bahan baku yang digunakan yaitu jagung manis. Sedangkan bahan pembantu yang
diperlukan yaitu susu vanilla, selai, coklat, saus sambal, keju batang, dan margarin.

4. Kebutuhan menyiapkan pelayanan

Kebutuhan fasilitas yang diperlukan dalam menunjang pelayanan meliputi :

1. Mengantar pesanan langsung ke tempat pembeli


2. Kendaraan pribadi
3. Tikar
4. Tempat usaha

1. ORGANISASI DAN MANAJEMEN


2. Tim Manajemen

Usaha pembuatan jagung manis kukus ini dijalankan oleh pemilik pribadi secara sendirian,
tetapi untuk mengantarkan pesanan dapat dibantu oleh keluarga atau menyuruh orang.

2. Informasi parter usaha

Untuk pengembangan usaha ini. Kami akan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak yang
dapat mendukung usaha ini, meliputi :

1) Bank milik pemerintah ataupun swasta yang mendukung financial.

2) Distributor jagung manis yang unggul.

3) Lembaga yang sedang mengadakan kegiatan yang mengundang massa, seperti:

1. Bazaar
2. Pentas seni
3. Kejuaraan olahraga dengan sekaligus mempromosikan produk.

3. Beberapa Kelemahan atau hambatan yang timbul

Ada beberapa kelemahan yang akan menjadi hambatan usaha, seperti :

1) Merupakan suatu produk yang sudah ramai dipasaran.

2) Kapasitas produksi yang terbatas

3) Dukungan financial yang terbatas

4) Kurangnya sarana promosi dan jaringan pemasaran

Selain kelemahan, ada ancaman yang harus segera diatasi. Ancaman tersebut adalah :

1. Belum adanya hak paten


2. Kemungkinan pemalsuan produk kami di pasaran yang akan mengurangi pemasaran.
3. Tindakan alternatif

Untuk mengatasi kelemahan dan ancaman usaha, kami berusaha untuk :

1. Mengadakan devisi penelitian, model dan pengembangan pada perusahaan.


2. Menjalin kerjasama dengan pihak lain yang dapat membantu mengatasi masalah
tersebut.

Untuk itu upaya penelitian kami adalah :

1) Mengadakan survey tentang model produk yang diinginkan konsumen.


2) Mengadakan survey tentang rasa-rasa kegemaran produk yang sedang trend.

3) Mengadakan survey tentang produk yang dapat dihasilkan dari bahan baku yang ada.

Variasi rasa bagi usaha kami merupakan hal yang saya unggulkan. Untuk itu, kami
menargetkan setiap bulan selalu ada satu rasa unggulan atau variasi baru.

1. ASPEK YURIDIS

Dalam melaksanakan usaha diperlukan aspek-aspek yuridis meliputi Surat Izin Tempat Usaha
(SITU) DANN Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).

1. ASPEK FINANSIAL
2. Sumber Modal
3. Sumber modal usaha ini adalah modal sendiri sebesar Rp 2.500.000,00
4. Tanah Rp 10.000.000,00
5. Bangunan Rp 5.000.000,00
6. Alat – alat

 Kompor gas + tabung 400.000,00


 Gerobak 1.000.000,00
 Panci kukusan 300.000,00
 Toples selai 120.000,00
 Parut keju 10.000,00
 Solet kecil 30.000,00
 Tempat Garpu,dsb 45.000,00 +

Jumlah modal alat Rp 1.905.000,00 +

Total modal Rp 19.405.000,00

2. Analisis Break Event Point

Jumlah biaya yang diperlukan :

 Biaya Bahan Baku


 Jagung manis Rp 432.000,00
 Biaya bahan penolong

1. Selai strawberry Rp 56.000,00


2. Selai blueberry Rp 80.000,00
3. Selai nanas Rp 56.000,00
4. Margarine Rp 60.000,00
5. Cokelat ceres Rp 96.000,00
6. Selai kacang Rp 60.000,00
7. Susu vanilla000,00
8. Saus sambal ABC Rp 80.000,00
9. Keju batang000,00

Rp 903.000,00

 Biaya lain – lain

1. Isi ulang gas 000,00


2. Plastik kantong Rp 20.000,00
3. Gelas cup + sendok Rp000,00
4. Biaya penyusutan gedung Rp 50.000,00
5. Biaya penyusutan peralatan Rp 10.000,00
6. Biaya iklan Rp 20.000,00
7. Biaya telepon Rp 50.000,00
8. Biaya Bensin Rp 75.000,00
9. Biaya pemeliharaan peralatan Rp 46.000,00
10. Biaya lain-lain Rp 90.000,00+

Jumlah biaya lain-lain Rp 765.000,00 Total


Biaya Rp 2.100.000,00

 Harga Pokok Produksi per produk =

Total Biaya Rp 2.100.000,00


= = Rp 2.500,00
Jumlah Barang Yang diproduksi 840

Produk ini di jual dengan harga Rp 5.000,00

 Penjualan Minimal (BEP)

Total Biaya Rp 2.100.000,00


= = 420
Harga Jual Rp 5.000,00

Jadi penjualan minimal adalah sebanyak 420 cup agar kembali modal.

3. Perhitungan Laba Rugi

 Pendapatan

Penjualan = 720 @ Rp 5.000,00 Rp 3.600.000,00


Pengeluaran

 Biaya Bahan Baku Rp 432.000,00


 Biaya bahan penolong Rp 903.000,00
 Biaya Lain-lain Rp 765.000,00 +

Jumlah Pengeluaran Rp 2.100.000,00 –

Laba Bersih Rp. 1.500.000,00

4. Cash Flow

Hari 1 Hari 2 Hari 3


Penerimaan
Modal Awal Rp 19.045.000,00 Rp 18.640.000,00 Rp 20.140.000,00
Penjualan Rp 3.600.000,00 Rp 3.600.000,00 Rp 3.600.000,00
Jumlah Penerimaan Rp 22.645.000,00 Rp 22.240.000,00 Rp 23.740.000,00
Pengeluaran
BBB Rp 432.000,00 Rp 432.000,00 Rp 432.000,00
BBP Rp 903.000,00 Rp 903.000,00 Rp 903.000,00
BOP Rp 765.000,00 Rp 765.000,00 Rp 765.000,00
Jumlah Pembelian
Rp 1.905.000,00
Peralatan
Jumlah
Rp 4.005.000,00 Rp 2.100.000,00 Rp 2.100.000,00
Pengeluaran
Modal Akhir Rp 18.640.000,00 Rp 20.140.000,00 Rp 21.640.000,00

BAB III

PENUTUP

1. KESIMPULAN

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dalam memilih suatu usaha perlu
mengetahui terlebih dahulu berbagai macam hal yang berhubungan dengan usaha yang
didirikan. Seperti mengetahui peluang usaha, lokasi yang strategis, pemasaran produk dan
aspek-aspek lain yang berkenaan dengan pendirian usaha, sehingga usaha yang akan
dijalankan dapat berjalan dengan baik. Usaha jagung manis kukus ini merupakan suatu usaha
skala kecil yang dapat membantu menciptakan lapangan usaha baru, sehingga mengurangi
pengangguran. Usaha ini tidak memerlukan modal yang cukup besar, namun memerlukan
perencanaan yang matang..

1. SARAN
2. Dalam mendirikan usaha sebaiknya dipersiapkan segala sesuatunya dengan matang
dan tepat sehingga usaha yang dijalankan dapat berjalan dengan baik.
3. Dalam berwirausaha diperlukan keyakinan, percaya diri, dan keuletan.
4. Seorang wirausaha haruslah selalu kreatif dan inofatif serta selalu mengikuti trend
dan selera konsumen agar pelanggan tidak mudah bosan.
5. Semangat wirausaha harus selalu tertanam dalam diri kita.
6. Jangan mudah menyerah menghadapi berbagai hambatan dan masalah.
PROPOSAL USAHA

PROGRAM

KEWIRAUSAHAAN SISWA SMK KESEHATAN BAKTI INDONESIA


BOGOR

Judul:

Nugget Tahu

Oleh

Nur Agisni
A. LATAR BELAKANG
Alasan kami menawarkan produk ini adalah karena saat ini semakin banyak masyarakat yang
menderita kolesterol, kolesterol merupakan salah satu penyebab kematian terbesar saat ini. Oleh
karena itu masyarakat beralih pada makanan yang rendah kolesterol seperti tahu. Namun
masyarakat memandang tahu itu sebagai makanan yang tidak menarik dari rasa maupun
bentuknya. Padahal, begitu banyak manfaat yang dikandung oleh tahu seperti menghambat proses
penuaan dini, mengandung protein nabati, dan mencegah kanker payudara. Disini kami membantu
masyarakat untuk mencegah maupun menimalisir resiko penyakit kolesterol.

B. TUJUAN

a. Mendapatkan keuntungan dari produk ini


b. Membudayakan makanan sehat
c. Membuat produk makanan yang mempunyai inovasi baru dan disukai seluruh
kalangan masyarakat
BAB I

PENDAHULUAN
A. Judul Kegiatan : Nugget Tahu

B. Status Usaha : Usaha yang akan saya jalankan adalah rintisan usaha baru

C. Rasional Kegiatan : Nugget memang telah banyak dijumpai di berbagai pusat perbelanjaan.
Namun kami memberikan rasa yang berbeda dan tampak lebih menarik serta lebih unik dengan
bahan-bahan yang baru. Nugget tahu ini akan menambah cita rasa baru di dunia kuliner. Dengan
adanya nugget tahu, diharapkan akan menambah variasi nugget baru.

D. Tujuan Kegiatan :

Tujuan dari didirikankanya usaha industri nugget tahu ini adalah:

a) Untuk memperoleh penghasilan yang dapat saya gunakan untuk menunjang kebutuhan
hidup sehari-hari
b) Untuk menerapkan ilmu pengetahuan dalam bidang pengolahan hasil tataboga yang pernah
saya pelajari
c) Memanfaatkan hasil pertanian serta meningkatkan nilai tambah buah nanas yang ada
didaerah.
BAB II

METODE PELAKSANAAN

A. Produk
Produk ini memiliki peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Karena makanan ini sangat
dikenal dan harganya yang ekonomis serta dapat dinikmati oleh semua kalangan. Nugget tahu
ini mampu bertahan selama kurang lebih satu bulan (disimpan di freezer).

B. Bahan Baku

 Tahu 500 gr
 Susu Cair 2 sdm
 Telur ayam 3 butir
 Tepung sagu 50 gr
 Tepung maizena 50 gr
 Bawang merah 10 siung
 Garam 1 sdm
 Merica bubuk 1 sdt
 Gula pasir 1 sdt
 Kaldu bubuk rasa ayam 1 bks
 Margarine 2 sdm
 Sasa ½ sdt
 Bawang putih 5 siung
 Tepung panir
 Telur 1 butir
 Tepung roti 200 gr
 Minyak goreng ½ liter
 Saus tomat secukupnya
C. Proses Produksi
Cara membuat produk kami tidak berbeda jauh dengan membuat nugget pada umumnya,
yaitu dengan langkah-langkah berikut ini:

o Campur daging ayam cincang dengan susu cair, telur, tepung sagu, tepung maizena,
bawang merah, bawang putih, garam, merica, gula pasir, kaldu bubuk, dan margarine.
Diaduk hingga rata.
o Siapkan Loyang atau pinggan tahan panas, olesi minyak goreng. Kukus adonan selama
20 menit hingga matang, angkat dan diinginkan.
o Setelah dingin, masukkan adonan ke kocokan telur, lalu lumuri adonan ke tepung panir,
disimpan dalam lemari pendingin selama 2 jam/beku.
o Panaskan minyak dan goreng hingga kecokletan, angkat.
o Sajikan panas dengan saus.

D. Pemasaran

Telah banyak jenis nugget yang bisa dijumpai di berbagai pusat perbelanjaan, seperti pasar,
departement store dan mall. Namun dari sekian banyak tempat perbelanjaan seperti itu membuat
lebih banyak pilihan dan kurang real karena tidak bisa mencoba dan memadupadankan dengan
selera yang sesuai dengan konsumen. Oleh sebab itu, masyarakat harus tau tentang keberadaan
produk kami. Untuk itu, kami telah menyusun strategi pemasaran. Tahapan-tahapannya sebagai
berikut:

a. Pengembangan produk

Nugget memang telah banyak dijumpai di berbagai pusat perbelanjaan. Namun kami
memberikan rasa yang berbeda dan tampak lebih menarik serta lebih unik dengan bahan-bahan
yang baru. Nugget tahu ini akan menambah cita rasa baru di dunia kuliner. Dengan adanya nugget
tahu, diharapkan akan menambah variasi nugget baru.

b. Pengembangan wilayah pemasaran

Area pemasaran utama adalah di sekitar daerah tempat tinggal kami. Contohnya di kampus
A Universitas Negeri Jakarta. Promosi dilakukan melalui kelompok-kelompok kecil sampai pada
tingkat yang lebih tinggi.
c. Kegiatan promosi

Promosi merupakan bagian dari proses pemasaran. Promosi sangat mempengaruhi


kelancaran dan keberhasilan suatu usaha. Kami melakukan promosi produk kami pada tahap awal
melalui mulut ke mulut. Selanjutnya dilakukan juga promosi melalui media sosial yang kini marak di
dunia maya.

E. Tempat Produksi :

Lokasi ini cukup strategis. Selain itu, pembeli bisa datang langsung melihat-lihat proses
produksi dan dapat memesan langsung. Tempat produksi kami berlokasi di daerah Depok yang
mudah dijangkau dengan kendaraan maupun transportasi umum,berada di pinggir jalan yang
strategis sehingga dapat dikenalkan kepadda setiap yang melewati jalan tersebut untuk sekedar
membaca nama produk kami.
BAB III

TARGET LUARAN

A. Target produk :
Kami memproduksi nugget yang belum ada dipasaran. Kami juga memberikan pilihan bentuk
nugget tahu yang menarik kepada konsumen. Kami berusaha menciptakan suatu pembaharuan di
dunia makanan khususnya nugget. Proses produksi kami tidak dilakukan sewaktu-waktu saja. Namun
berjalan terus menerus selama ada waktu luang.

B. Target konsumen :
Konsumen yang ditargetkan untuk semua usia dengan jumlah target rata-rata Rp. 98.500 :
60 buah = Rp. 1.700

C. Target pendapatan :
Nugget yang terjual x harga jual = 60 x Rp 2.000 = Rp. 120.000
BAB IV

RENCANA BIAYA

A. Rencana biaya usaha :

 Biaya tetap yang dibutuhkan untuk 1 kali produksi adalah Rp. 445.000 : 8 Kali =
Rp. 56.000
 Total biaya produksi yang dikeluarkan per produksi = Rp 56.000 + Rp 42.500 =
Rp 98.500
 Biaya per unit adalah Total biaya produksi dalam 1 kali produksi : jumlah produk yang
dihasilkan per bulan Rp. 98.500 : 60 buah = Rp. 1.700
 Harga jual per buah Rp 2.000
 Modal Awal
 Modal awal = Total Biaya Tetap + Biaya Variabel untuk 1 kali produksi
 = Rp 445.000 + Rp 42.500
 = Rp 487.500

1. PERALATAN

b. Peralatan yang digunakan

No Nama Barang Jumlah Harga Jumlah Harga


Barang Satuan

1 Kompor gas 1 buah Rp.100.000 Rp.100.000

2 Tabung gas 1 buah Rp.150.000 Rp. 150.000

3 Kukusan 1 buah Rp. 75.000 Rp. 75.000

4 Mesin giling 1 buah Rp.120.000 Rp. 120.000


TOTAL Rp. 445.000

c. Per produksi

Nama Barang Jumlah Harga


Barang

Tahu 500gr 10000

Susu cair 2 sdm 1000

Telur ayam 3 butir 4500

Tepung sagu 50 gr 3000

Tepung maizena 50 gr 3000

Bawang merah (haluskan) 10 siung 3000

Garam 1 sdm 500

Merica bubuk 1 sdt 500

Gula pasir 1 sdt 2500

Kaldu bubuk rasa ayam 1 bks 500

Margarine 2 sdm 1500

Sasa ½ sdt 500

Bawang putih (haluskan) 5 siung 1000

Panir

Telur 1 butir 1500

Tepung roti 200 gr 5000


Minyak goreng ½ ltr 3000

Saus tomat Secukupnya 1500

Jumlah Harga Rp. 42.500

2. Biaya Total

o Biaya total = Variable cost + Fixed cost


= Rp. 42.500 + Rp. 445.000

= Rp. 487.500

3. Biaya dan Harga Per Unit

o Biaya tetap yang dibutuhkan untuk 1 kali produksi adalah Rp. 445.000 : 8 Kali =
Rp. 56.000
o Total biaya produksi yang dikeluarkan per produksi = Rp 56.000 + Rp 42.500 =
Rp 98.500
o Biaya per unit adalah Total biaya produksi dalam 1 kali produksi : jumlah produk yang
dihasilkan per bulan Rp. 98.500 : 60 buah = Rp. 1.700
o Harga jual per buah Rp 2.000
4. Modal Awal

o Modal awal = Total Biaya Tetap + Biaya Variabel untuk 1 kali produksi
= Rp 445.000 + Rp 42.500

= Rp 487.500

5. Analisis Titik Impas (Break Even Point)

o BEP harga = Total biaya produksi untuk 1 kali produksi : Produksi = 42.500 :
60 buah = Rp. 1.700
o Harga jual per unit Rp 2.000
o BEP produksi = Total biaya produksi untuk 1 kali produksi : Harga per unit = Rp 42.500 :
2.000 = 22 buah
Jadi, untuk mencapai titik impas maka dalam 1 buah nugget yang harus terjual adalah 22 buah
dengan harga per buah adalah Rp 2.000
6. Analisis Keuntungan

o Pendapatan : Nugget yang terjual x harga jual = 60 x Rp 2.000 = Rp. 120.000


o Total biaya produksi dalam 1 kali produksi : Rp. 42.500
o Keuntungan = Pendapatan –Total biaya produksi = Rp 120.000 – Rp 42.500
= Rp 77.500

Jadi, keuntungan yang diperoleh dengan menjual 60 buah nugget dengan harga Rp
2.000 per buah dalam 1 kali produksi adalah Rp 77.500

7. Pengembalian Modal

Total biaya Produksi : Laba usaha = Rp 487.500: Rp 77.500

= 6 kali produksi
BAB VII

POTENSI KHUSUS

A. Peluang Komersial: Produk NUGGET TAHU mungkin pernah diproduksi oleh perorangan ataupun
industri makanan yang sudah ada, dengan demikian produk ini memiliki peluang pasar yang baik
karena tanpa pesaing.

B. Peluang Patent atau Haki: Nugget Tahu merupakan produk baru dengan karakteristik sebagai
makanan ringan sekaligus memiliki khasiat untuk menurunkan kadar kholestrol, maka produk ini
memiliki peluang yang besar untuk mendapatkan patent.

C.Peluang Legalitas: Peluang untuk mendapatkan legalitas usaha sangat tinggi karena produk
makanan nugget tahu diproduksi dengan manual pengolahan.

\
Proposal Usaha Nugget Tahu
Sabtu, 22 Oktober 2016

BAB I
PENDAHULUAN

Nama dan Alamat Perusahaan


Nama Perusahaan : Bardock Healthy Nugget
Bidang Usaha : Produk makanan
Jenis Produk : Nugget Tahu
Alamat Perusahaan : Jalan Mabor Panguripan
Nomor Telepon : 081991xxx

Nama dan Alamat Pemilik


Nama pemilik : Gray Mangun Uton
Alamat pemilik : Jl. Miber Indah
No. Telp 081619xxx

A. Identifikasi Peluang Bisnis


Dewasa ini, bisnis kuliner menjadi salah satu bentuk bisnis yang menjanjikan.
Berbagai macam jenis makanan bermunculan dengan ragam kreatifitas yang menarik.
Makanan biasa dikreasikan menjadi makanan yang memiliki cita rasa dan nilai jual tinggi.
Salah satu makanan biasa yang sering kita temui adalah tahu dengan kandungan protein yang
tinggi. Namun, masyarakat mulai jenuh dengan bentuk dan rasa tahu yang biasa-biasa saja
(tidak adanya inovasi).
Untuk itu, diperlukan inovasi baru dalam mengolah tahu tersebut sehingga penyajian
tahu tidak monoton. Dalam pembahasan kali ini akan mencoba mengkreasikan tahu tersebut
dengan mengolah tahu menjadi nugget yang sehat, bergizi, serta bentuk yang mampu
mengundang selera. Kelebihan nugget ini adalah bentuk yang bervariasi terdiri dari tiga
bentuk yaitu, bulat, hati, bintang dan rasa tahu yang unik dikemas dalam bentuk nugget.

B. Penjelasan Produk
Cara membuat produk ini tidak berbeda jauh dengan membuat nugget pada umumnya,
yaitu dengan langkah-langkah berikut ini:
1. Campur daging ayam cincang dengan susu cair, telur, tepung sagu, tepung maizena, bawang
merah, bawang putih, garam, merica, gula pasir, kaldu bubuk, dan margarine. Diaduk hingga
rata.
2. Siapkan Loyang atau pinggan tahan panas, olesi minyak goreng. Kukus adonan selama 20
menit hingga matang, angkat dan diinginkan.
3. Setelah dingin, masukan adonan ke kocokan telur, lalu lumuri adonan ke tepung
panir,disimpan dalam lemari pendingin selama 2 jam/beku.
4. Panaskan minyak dan goreng hingga kecokletan, angkat.
5. Sajikan panas dengan saus.

C. Latar Belakang Bisnis


Alasan menawarkan produk ini adalah karena saat ini semakin banyak masyarakat
yang menderita kolestrol. Kolestrol merupakan salah satu penyebab kematian terbesar saat
ini. Oleh karena itu masyarakat beralih pada makanan yang rendah kolesterol seperti tahu.
Namun masyarakat memandang tahu itu sebagai makanan yang tidak menarik dari rasa
maupun bentuknya. Padahal, begitu banyak manfaat yang dikandung oleh tahu seperti
menghambat proses penuaan dini, mengandung protein nabati, dan mencegah kanker
payudara. Tahu juga membantu masyarakat untuk mencegah maupun menimalisir resiko
penyakit kolesterol.

D. Visi dan Misi


Visi : Menciptakan makanan sehat dan bergizi yang memiliki berbagai macam cita rasa.
Misi : Memberikan dan menerapkan pelayanan yang baik dan berkualitas demi kepuasaan
pelanggan.

E. Tujuan
a) Mendapatkan keuntungan dari produk
b) Membudayakan makanan sehat
c) Membuat produk makanan yang mempunyai inovasi baru dan disukai seluruh kalangan
masyarakat
d) Membangun aset untuk mewujudkan rencana masa depan
e) Menciptakan karakter kemandirian dan kewirausahaan,

F. Potensi Bisnis
Produk ini memiliki peluang bisnis yang cukup menjanjikan, karena makanan ini
sangat dikenal dan harganya yang ekonomis serta dapat dinikmati oleh semua kalangan.
Nugget tahu ini mampu bertahan selama kurang lebih satu bulan (disimpan di frezer).
BAB II
PEMBAHASAN

A. ANALISIS SWOT
1. Faktor Internal
1) Strength (Kekuatan)
a) Keunggulan produk
Produk ini menawarkan suatu makanan sehat dengan harga yang ekonomis dan rasa yang
lezat.
b) Kreativitas
Kreativitas baru dalam mengolah tahu ini adalah dengan menggabungkan berbagai rasa
nugget tahu yang menarik, yaitu rasa ayam, daging, buah-buahan, ikan uceng, ikan wader,
ikan sedaker pecut dan sayuran.
c) Bahan baku mudah di dapat
Bahan baku pembuatan nugget tahu ini tersedia banyak dan mudah di dapat serta harganya
terjangkau untuk menghasilkan rasa yang enak produk ini akan langsung mengambil tahu
yang masih segar langsung pada pabrik tahu yang terletak di Jalan Bengawan Solo Gang 3,
Pakunden Kota Blitar.
2) Weakness (Kelemahan)
Belum memiliki cukup pengalaman. Pengalaman untuk memulai usaha yang masih sangat
minim merupakan suatu kelemahan yang harus diatasi.

2. Faktor Eksternal
1) Opportunities (Peluang)
a. Banyaknya konsumen
Banyaknya masyarakat yang menggemari berbagai macam variasi nugget, karena nugget
merupakan makanan yang sudah siap dan mudah diolah. Dengan adanya nugget tahu ini akan
menambah variasi nugget dan menawarkan cita rasa baru bagi masyarakat pada umumnya.
b. Sistem pemasaran
Pemasaran yang akan dilakukan cukup mudah. Kami akan memasarkannya dilingkungan
kampus dan tempat tinggal. Serta menggunakan beberapa media seperti facebook, instagram,
twiter, BBM, Brosur, lewat radio dan melalui mulut-kemulut dalam pemasaran produk ini.
2) Threats (Ancaman)
Salah satu bentuk ancaman yang dikhawatirkan biasa terjadi adalah keacuhan konsumen.
Terkadang masyarakat kurang tertarik terhadap makanan yang dibuat dari bahan sederhana
seperti tahu dan gaya konsumsi masyarakat saat ini dikuasai oleh makanan-makanan modern,
siap saji, dan dari bahan-bahan import. Munculnya Perusahaan-perusahaan baru sejenis yang
berusaha menyaingi perusahaan kami, dengan berbagai bentuk, rasa dan variasi terbaru.

STRATEGI SWOT Strength Weakness


a. Keunggulan produk a. Belum memiliki
b. Bahan baku mudah cukup pengalaman
di dapat

Opportunity a. Melakukan program c. Melakukan latihan


a. Banyaknya promosi jitu terus-menerus
konsumen b. Meningkatkan d. Belajar berbisnis
b. Sistem pemasaran produksi dengan segala fasilitas
yang ada dan menjalin
koneksi seluas-
luasnya.
Threat a. Melakukan promosi a. Memperbaiki
a. Keacuhan konsumen kepada konsumen yang sistem manajemen
bMunculnya sekiranya tertarik b. Meningkatkan
Perusahaan - dengan produk ini. promosi
perusahaan baru b. Menawarkan c. Menjaga kualitas
yang sejenis yang keuntungan yang produk
berusaha menyaingi didapat dengan
perusahaan. membeli produk ini.

B. PERENCANAAN BISNIS
1. Sasaran dan Target Pasar
Sasaran kami adalah seluruh masyarakat dari segala usia. Untuk itu kami memulai
promosi dari daerah sekitar tempat tinggal kami serta melakukan promosi pada rekan
mahasiswa di kampus, karena kami menganggap promosi akan lebih efektif jika terjadi dalam
suatu kelompok. Untuk itu, kami menggalakkan promosi di berbagai media social, seperti
facebook, twitter, blog, BBM, radio, brosur-brosur dan promosi lewat mulut kemulut. Hal ini
kami maksudkan untuk memberi kemudahan dalam pemesanan dan pembelian produk ini.

2. Pembiayaan
1. Biaya Tetap (Fixed cost)
Di bawah ini sedikit alat yang digunakan:
No Nama Barang Jumlah Harga Jumlah Harga
Barang Satuan
1 Kompor gas 1 buah Rp.100.000 Rp.100.000
2 Tabung gas 1 buah Rp.150.000 Rp. 150.000
3 Kukusan 1 buah Rp. 75.000 Rp. 75.000
4 Mesin giling 1 buah Rp.120.000 Rp. 120.000
TOTAL Rp. 445.000

2. Biaya Variabel (Variable cost) - Per Produksi


Nama Barang Jumlah Harga
Barang
Tahu 500gr 10000
Susu cair 2 sdm 1000
Telur ayam 3 butir 4500
Tepung sagu 50 gr 3000
Tepung maizena 50 gr 3000
Bawang merah (haluskan) 10 siung 3000
Garam 1 sdm 500
Merica bubuk 1 sdt 500
Gula pasir 1 sdt 2500
Kaldu bubuk rasa ayam 1 bks 500
Margarine 2 sdm 1500
Sasa ½ sdt 500
Bawang putih (haluskan) 5 siung 1000
Panir
Telur 1 butir 1500
Tepung roti 200 gr 5000
Minyak goreng ½ ltr 3000
Saus tomat Secukupnya 1500
Jumlah Harga Rp. 42.500

3. Biaya Total
 Biaya total = Variable cost + Fixed cost
= Rp. 42.500 + Rp. 445.000
= Rp. 487.500
4. Biaya dan Harga Per Unit
 Biaya tetap yang dibutuhkan untuk 1 kali produksi adalah Rp. 445.000 : 8 Kali = Rp. 56.000
 Total biaya produksi yang dikeluarkan per produksi = Rp 56.000 + Rp 42.500 = Rp 98.500
 Biaya per unit adalah Total biaya produksi dalam 1 kali produksi : jumlah produk yang
dihasilkan per bulan Rp. 98.500 : 60 buah = Rp. 1.700
 Harga jual per buah Rp 2.000
5. Modal Awal
 Modal awal = Total Biaya Tetap + Biaya Variabel untuk 1 kali produksi
= Rp 445.000 + Rp 42.500
= Rp 487.500
6. Analisis Titik Impas (Break Even Point)
 BEP harga = Total biaya produksi untuk 1 kali produksi : Produksi
= 42.500 : 60 buah = Rp. 1.700
 Harga jual per unit Rp 2.000
BEP produksi = Total biaya produksi untuk 1 kali produksi : Harga per unit
= Rp 42.500 : 2.000 = 22 buah
Jadi, untuk mencapai titik impas maka dalam 1 buah nugget yang harus terjual adalah 22
buah dengan harga per buah adalah Rp 2.000
7. Analisis Keuntungan
 Pendapatan : Nugget yang terjual x harga jual = 60 x Rp 2.000
= Rp. 120.000
 Total biaya produksi dalam 1 kali produksi : Rp. 42.500
 Keuntungan = Pendapatan –Total biaya produksi
= Rp 120.000 – Rp 42.500
= Rp 77.500
Jadi, keuntungan yang diperoleh dengan menjual 60 buah nugget dengan harga Rp
2.000 per buah dalam 1 kali produksi adalah Rp 77.500
8. Pengembalian Modal
Total biaya Produksi : Laba usaha = Rp 487.500: Rp 77.500
= 6 kali produksi
Jadi modal akan kembali dalam jangka waktu 6 kali produksi.

C. STUDI KELAYAKAN
1. Lokasi
Rencananya pembuatan nugget tahu ini dilakukan di jalan Kalasan Kota Blitar. Lokasi
ini cukup strategis karena berdekatan dengan makam Bung Karno dan jalan ini juga sangat
ramai sekali dilewati banyak orang sehingga orang akan mudah mengetahui. Selain itu,
pembeli bisa datang langsung melihat-lihat proses produksi dan dapat memesan langsung.

2. Sarana dan Prasarana


Selain menggunakan rumah produksi, dalam melakukan peningkatan kinerja dalam
hal ini juga akan memanfaatkan berbagi media seperti, radio, brosur, blog, facebook, twitter,
BBM dan lain sebagainya. Semua sarana ini dilengkapi dengan prosedur atau tata cara
membuat nugget tahu.

3. Sumber Daya Manusia


Untuk usaha awal, sumber daya manusia yang dibutuhkan terdiri dari Sembilan orang
yang bertanggung jawab sebagai manager, bendahara, penanggung jawab produksi, dan
bagian pemasaran. Setiap sumber daya manusia yang ada harus memeliki keahlian
dibidangnya masing-masing. Sehinga diharapakan dapat menjaga kualitas produk,
memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen, dan mampu bersaing dipasaran.

D. REAL BUSINESS PLAN


1. Rencana Manajemen
1. Strategi pemasaran
Telah banyak jenis nugget yang bisa dijumpai diberbagai pusat perbelanjaan, seperti
pasar, departement store dan mall. Namun dari sekian banyak tempat perbelanjaan seperti itu
membuat lebih banyak pilihan dan kurang real karena tidak bisa mencoba dan
memadupadankan dengan selera yang sesuai dengan konsumen. Oleh sebab itu, masyarakat
harus tau tentang keberadaan produk ini. Untuk itu, harus dilakukan penyusunan strategi
pemasaran. Tahapan-tahapannya sebagai berikut:
a. Pengembangan produk
Nugget memang telah banyak dijumpai diberbagai pusat perbelanjaan. Namun produk
ini berusaha memberikan rasa yang berbeda dan tampak lebih menarik serta lebih unik
dengan bahan-bahan yang baru. Nugget tahu ini akan menambah cita rasa baru didunia
kuliner. Dengan adanya nugget tahu, diharapkan akan menambah variasi nugget baru.
b. Pengembangan wilayah pemasaran
Area pemasaran utama adalah di sekitar daerah Jl. Klaasan Kota Blitar karena dekat
dengan Makam Bung Karno dan rumah kos. Promosi dilakukan melalui kelompok-kelompok
kecil sampai pada tingkat yang lebih tinggi.
c. Kegiatan promosi
Promosi merupakan bagian dari proses pemasaran. Promosi sangat mempengaruhi
kelancaran dan keberhasilan suatu usaha. Dalama melakukan usaha ini promosi produk ini
pada tahap awal melalui media sosial yang kini marak di dunia maya serta menggunakan
brosur-brosur.

2. Strategi Produksi
Dalam memproduksi nugget yang belum ada dipasaran ini akan memberikan pilihan
bentuk nugget tahu yang menarik kepada konsumen. Dalam hal ini akan berusaha
menciptakan suatu pembaharuan didunia makanan khususnya nugget. Proses produksi tidak
dilakukan sewaktu-waktu saja. Namun berjalan terus menerus selama ada waktu luang.

3. Strategi Penetapan Harga


Harga merupakan suatu variabel yang mempunyai peranan penting dalam dunia
bisnis. Harga menunjukkan level dari suatu produk juga menjadi acuan tentang bagaimana
produk itu seharusnya bila dilihat dari harganya. Harga yang ditawarkan di sini, akan
disesuaikan dengan sasaran yaitu para masyarkat menengah ke bawah. Harga akan
disesuaikan dengan bahan dan berbagai variable lain. Produk ini akan mengutamakan kualitas
makanan, dan tidak hanya berfokus mengambil keuntungan semata.

4. Rencana Pengembangan Produksi


Rencana-rencana pengembangan produksi nugget tahu ini antara lain:
a. Memperluas wawasan dibidang makanan khususnya nugget
b. Menemukan dan menciptakan cara terbaru dalam membuat nugget
c. Memperluas berbagai cita rasa nugget
d. Meningkatkan produksi
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Nugget tahu merupakan suatu jenis makanan yang dibuat dengan memberikan variasi
rasa dan bentuk yang unik serta baru. Produk ini bertujuan membantu masyarakat untuk lebih
sering mengonsumsi tahu dalam sehari-hari. Mengingat tahu dapat menurunkan kadar
kolesterol, mencegah kanker payudara, serta mencegah penuaan dini pada masyarakat. Proses
pemasaran pada tahap awal akan dilakukan melalui media seperti, radio, blog, facebook,
twitter, BBM dan brosur-brosur. Harga yang ditetapkan cukup terjangkau oleh masyarakat
menengah ke bawah. Untuk kelancaran usaha ini maka akan menyediakan pelayanan
pemesanan nugget.

Diposkan oleh madara uciha di 07.39 Tidak ada komentar:


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke
Pinterest
Beranda
Langganan: Entri (Atom)

Mengenai Saya

madara uciha
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog
 ▼ 2016 (1)
o ▼ Oktober (1)
 BAB IPENDAHULUAN Nama dan AlamatPerusahaanNa...

Template Sederhana. Diberdayakan oleh Blogger.