Anda di halaman 1dari 7

PROPOSAL PENELITIAN

SIKAP DENGAN PERILAKU REMAJA PUTRI


TENTANG PENANGANAN DISMENORE

( Studi di SMPN 3 Jombang )

EKA NURUL HIDAYATI


133210179

PROGRAM STUDI S-1 ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
INSAN CENDEKIA MEDIKA
JOMBANG
2017
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kesehatan reproduksi remaja saat ini masih menjadi masalah

yang perlu mendapat perhatian. Kesehatan reproduksi remaja tidak

hanya masalah seksual saja tetapi dengan menyangkut segala aspek

tentang reproduksinya, termasuk masalah menstruasi dan

dismenore. Pemahaman menstruasi sangat diperlukan untuk dapat

mendorong remaja yang mengalami gangguan menstruasi agar

mengetahui dan mengambil sikap yang terbaik mengenai

permasalah reproduksi yang mereka alami berupa kram, nyeri

karena ketidak nyamanan yang dihubungkan dengan menstruasi

yang disebut dismenore (Sembiring, 2011). Fenomena yang terjadi

remaja putri mengeluh nyeri, malas melakukan aktifitas serta

mengalami perubahan mood. Bahkan mereka mengurangi rasa

nyeri dengan meminum suplemen dan ada yang menggunakan

kompres air hangat di perut bagian bawah, perilaku tersebut dapat

mengatasi nyeri dengan cara menekan otot rahim ( relaksasi ) dan

melancarkan aliran darah.

Menurut Paramita, 2010, Angka kejadian dismenore di dunia

sangat besar. Rata-rata lebih dari 50% perempuan disetiap dunia

mengalaminya. Dari hasil penelitian di Amerika Serikat persentase

kejadian dismenore sekitar 60%, Swedia 72%, dan di Indonesia


55%. Penelitian di Amerika Serikat menyebutkan bahwa

dismenore dialami oleh 30-50% wanita usia reproduktif dan

10-15% diantaranya kehilangan kesempatan kerja, menganggu

kegiatan belajar di sekolah dan kehidupan keluarga.

Menurut WHO (2012), didapatkan kejadian sebesar 1.769.425

jiwa ( 90% ) wanita mengalami dismenore dengan 10-15%

mengalami dismenore berat. Di Indonesia angka kejadian

dismenore terdiri dari 54,89% dismenore primer dan 9,36%

dismenore sekunder ( Purnamasari, 2013 ). Di Jawa Timur jumlah

remaja putri yang reproduktif yaitu yang berusia 10-24 tahun

adalah sebesar 56.598 jiwa. Sedangkan yang mengalami dismenore

dan datang kepelayanan kesehatan sebesar 11.565 jiwa ( 1,31% )

(BPS Provinsi Jawa Timur, 2010 ). Jumlah penduduk remaja di

Kabupaten Jombang yang berusia reproduktif sebesar 27.988 jiwa,

dengan jumlah yang mengalami menstruasi dan datang

kepelayanan kesehatan karena nyeri saat haid sebesar 9.678 jiwa

(BKKBN, Kabupaten Jombang, 2010 dalam Nino, 2012 ).

Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di SMPN 3

Jombang dari 10 siswi terdapat 7 siswi mengalami dismenore dan

3 siswi kurang mengerti cara penanganan dismenore sehingga

sering kali siswi tersebut meminta izin untuk pulang atau

beristirahat di unit kesehatan sekolah.

Dismenore biasanya terjadi saat hari pertama menstruasi, yang

disebabkan karena tingginya produksi hormone prostaglandin.


prostaglandin yang dihasilkan tersebut akan menginduksi

terjadinya kontraksi uterus. Karena kontraksi uterus yang

berkepanjangan menyebabkan aliran darah ke uterus menurun,

sehingga uterus tidak mendapatkan suplai oksigen yang adekuat

dan menyebabkan dismenore. Jika remaja putri tidak pernah

mendapatkan informasi tentang dismenore dan penanganannya

maka akan menimbulkan sikap yang kurang baik dalam menangani

bahkan dapat menyebabkan nyeri lebih hebat, serta aktivitas

terganggu dan biasanya terjadi pada anak remaja yang mengalami

kegelisahan, ketegangan. Bahkan akan berdampak negatif pada

kegiatan sehari-hari serta menjadi salah satu alasan tersering tidak

melakukan aktifitas ( sekolah, kerja dan lain-lain).

Perilaku penanganan dismenore tidak akan terjadi begitu saja,

tetapi merupakan sebuah proses yang dipelajari karena individu

mengerti dampak positif dan negatif suatu perilaku yang terkait.

Apabila remaja putri mengetahui tentang dismenore dan cara

penanganannya, mereka akan mengatasi dismenore tersebut dengan

cara yang baik. Seperti yang diungkapkan Notoatmodjo ( 2007 )

bahwa perilaku penanganan dismenore yang dilakukan oleh para

sisiwa terbentuk karena adanya suatu proses tahapan awareness

(kesadaran), interest (merasa senang), evaluation (menimbang-

nimbang), trial (mencoba), adaptation (menerima) pada diri

seseorang. Adapun upaya untuk mengurangi atau mengatasi nyeri

pada saat menstruasi (dismenore) dengan cara farmakologi dan non


farmakologi. Secara farmakologi untuk mengurangi nyeri saat

menstruasi bisa diberikan obat anti peradangan non-steroid

( misalnya ibuprofen, naproxen, dan asam mefenamat). Obat ini

akan sangat efektif jika mulai diminum dua hari sebelum

menstruasi dan dilanjutkan sampai hari 1-2 menstruasi. Selain

dengan obat-obatan rasa nyeri juga bisa dikurangi dengan cara

latiha aerobik, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berenang, agar

membantu memproduksi bahan alami yang dapat menghambat rasa

sakit dan untuk melancarkan aliran darah, menggunakan kompres

panas atau dingin pada daerah perut yang terasa nyeri, menjalankan

pola hidup sehat seperti melakukan olahraga ringan,

mengkomsumsi buah-buahan dan sayuran, hindari merokok dan

minum kopi. Selanjutnya terapkan pola hidup sehat secara terus

menerus sebagai gaya hidup sehari-hari (Kusmiran, 2011). Untuk

mengatasi permasalahan pada remaja putri dalam penanganan

dismenore, maka perlu dilakukan pengkajian secara mendalam.

Permasalahan yang dihadapi didasarkan pada sikap dan perilaku

tindakan penanganan dismenore. Maka perlu dilakukan penelitian

dengan judul sikap dengan perilaku remaja putri tentang

penanganan dismenore.
1.2 Rumusan Masalah

Apakah ada hubungan sikap dengan perilaku remaja putri tentang

penanganan dismenore di SMPN 3 Jombang ?

1.3 Tujuan Penelitian

1.3.1 Tujuan umum

Menganalisis sikap dengan perilaku remaja putri tentang

penanganan dismenore di SMPN 3 Jombang

1.3.2 Tujuan khusus

1. Mengidentifikasi sikap remaja putri tentang penanganan dismenore

di SMPN 3 Jombang

2. Mengidentifikasi perilaku remaja putri tentang penanganan

dismenore di SMPN 3 Jombang

3. Menganalisis hubungan sikap dengan perilaku remaja putri tentang

penanganan dismenore di SMPN 3 Jombang

1.4 Manfaat Penelitian

1.4.1 Manfaat teoritis

Menambah pengembangan ilmu pengetahuan tentang

keperawatan maternitas khususnya sikap dengan perilaku remaja

putri tentang penanganan dismenore.

1.4.2 Manfaat praktis

1. Bagi Siswi

Manfaat penelitian ini bisa menambah informasi bagi siswi

sehingga dapat memberikan pengetahuan dalam sikap dengan

perilaku remaja putri tentang penanganan dismenore.


2. Bagi Guru SMP

Dengan adanya hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai

bahan informasi untuk menigkatkan sikap dengan perilaku

remaja putri tentang penanganan dismenore.

3. Bagi Dosen Stikes Icme

Penelitian ini bermanfaat menjadi acuan awal, referensi dan

pengetahuan yang terkait penanganan dismenore, bagi

seluruh jajaran staf, dosen dan mahasiswi STIKES ICME

Jombang.

4. Bagi Peneliti Selanjutnya

Penelitian ini dapat bermanfaat untuk peneliti selanjutnya

sebagai refrensi dan acuan awal penelitian tentang

penanganan dismenore.