Anda di halaman 1dari 11

SALINAN

WALIKOTA BATU

PROVINSI JAWA TIMUR


PERATURAN WALIKOTA BATU
NOMOR 19 TAHUN 2014

TENTANG

PEMBENTUKAN DAN PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI


UNIT PELAKSANA TEKNIS PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK
PADA DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA BATU,

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 27 dan Pasal 33


Peraturan Daerah Kota Batu Nomor 5 Tahun 2013 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah, perlu menetapkan
Peraturan Walikota Batu tentang Pembentukan dan Penjabaran
Tugas dan Fungsi Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Air
Limbah Domestik pada Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya
dan Tata Ruang;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang


Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari
Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 3851);
2. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2001 tentang
Pembentukan Kota Batu (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2001 Nomor 91, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4118);
3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang
Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4286);
4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang
Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
5. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang
Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan
Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004
Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4400);
6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah
diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang
Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4844);
7. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang
Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
8. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor
140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5059);
9. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan
dan Kawasan Permukinan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2011 Nomor 7, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5188);
10. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang
Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5234);
11. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur
Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2014 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5494);
12. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2001 tentang
Pembinaan dan Pengawasan atas Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2001 Nomor 41, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4090);

Halaman 2 dari 11 Hlm…


13. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang
Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
14. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang
Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006
Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4614);
15. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang
Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah,
Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah
Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4737);
16. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang
Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4741);
17. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang
Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 127, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4890);
18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006
tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah
sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011
tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Dalam
Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan
Keuangan Daerah;
19. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007
tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat
Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Menteri Dalam Negeri Nomor 56 Tahun 2010 tentang
Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57
Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi
Perangkat Daerah;
20. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 16 Tahun 2008
tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan
Sistem Pengelolaan Air Limbah Permukiman (KSNP-SPALP);
21. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2014
tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah;
22. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 112
Tahun 2003 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik;
Halaman 3 dari 11 Hlm…
23. Peraturan Daerah Kota Batu Nomor 3 Tahun 2008 tentang
Urusan Pemerintahan Daerah Kota Batu;
24. Peraturan Daerah Kota Batu Nomor 8 Tahun 2011 tentang
Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah;
25. Peraturan Daerah Kota Batu Nomor 16 Tahun 2011 tentang
Perlindungan, Pelestarian, dan Pengelolaan Lingkungan
Hidup di Kota Batu;
26. Peraturan Daerah Kota Batu Nomor 5 Tahun 2013 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kota Batu;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN WALIKOTA TENTANG PEMBENTUKAN DAN


PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI UNIT PELAKSANA
TEKNIS PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK PADA
DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA
RUANG.

BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Peraturan Walikota ini yang dimaksud dengan:


1. Daerah adalah Kota Batu.
2. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kota Batu.
3. Walikota adalah Walikota Batu.
4. Sekretariat Daerah adalah Sekretariat Daerah Kota Batu
sebagai unsur Pembantu Pimpinan Pemerintah Daerah
dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.
5. Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kota Batu.
6. Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang adalah
Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Kota
Batu.
7. Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta
Karya dan Tata Ruang Kota Batu.
8. Unit Pelaksana Teknis Dinas yang selanjutnya disebut UPT
Pengelolaan Air Limbah Domestik adalah unsur pelaksana
tugas teknis pada Dinas.
9. UPT adalah UPT Pengelolaan Air Limbah Domestik pada
Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Kota
Batu.

Halaman 4 dari 11 Hlm…


10. Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas yang selanjutnya
disebut Kepala UPT adalah Kepala Unit Pelaksana Teknis
Pengelolaan Air Limbah Domestik pada Dinas Pekerjaan
Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batu.
11. Air limbah domestik atau air limbah rumah tangga adalah
air yang telah mengalami penurunan kualitas karena suatu
hasil usaha dan/atau kegiatan rumah tangga, daerah
komersial, perkantoran, fasilitas rekreasi, apartemen,
asrama, dan rumah makan yang berbentuk cair melalui
fasilitas pembuangan.
12. Sistem Setempat adalah suatu sistem sanitasi yang terdiri
dari jamban leher angsa dan terhubung dengan tangki
septik yakni sarana pengolahan air limbah domestik skala
rumah tangga yang menggunakan proses pengolahan secara
an-aerobik.
13. Sistem Terpusat adalah suatu sistem sanitasi yang
menghubungkan sejumlah jamban rumah tangga melalui
pipa pembawa menuju sarana pengolah air limbah domestik
skala kawasan atau skala kota.
14. Hulu adalah lokasi awal dimulainya pengolahan air limbah
domestik di tingkat rumah tangga yang biasanya berupa
tanki septik.
15. Hilir adalah lokasi akhir pengolahan air limbah domestik,
yang mana proses pengolahannya sudah paripurna sehingga
produk akhirnya aman untuk dibuang ke badan air
penerima atau dimanfaatkan lagi.
16. Pengelolaan air limbah domestik adalah upaya yang
sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan dalam
merencanakan, melaksanakan, memantau, dan
mengevaluasi penanganan air limbah domestik.
17. Jabatan Fungsional adalah kedudukan yang menunjukkan
tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak seseorang
Pegawai Negeri Sipil dalam suatu satuan organisasi yang
dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian
dan/atau keterampilan tertentu serta bersifat mandiri dan
kenaikan pangkatnya disyaratkan dengan angka kredit.
18. Jabatan Fungsional Umum adalah kedudukan yang
menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak
Pegawai Negeri Sipil dalam rangka menjalankan tugas dan
fungsi keahlian dan/atau keterampilan untuk mencapai
tujuan organisasi yang berada di bawah dan bertanggung
jawab langsung kepada Pejabat Struktural Eselon paling
rendah.

Halaman 5 dari 11 Hlm…


BAB II
PEMBENTUKAN DAN KEDUDUKAN

Pasal 2

Dengan Peraturan Walikota ini dibentuk Unit Pelaksana Teknis


Pengelolaan Air Limbah Domestik pada Dinas Pekerjaan Umum
Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batu.

Pasal 3

(1) UPT Pengelolaan Air Limbah Domestik berkedudukan


sebagai unsur pelaksana teknis operasional Dinas Pekerjaan
Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batu yang
merupakan unit struktural Pemerintah Daerah bidang
Pengelolaan Air Limbah Domestik.
(2) UPT Pengelolaan Air Limbah Domestik dipimpin oleh Kepala
UPT yang dalam melaksanakan tugas berada di bawah dan
bertanggung jawab kepada Kepala Dinas.

Pasal 4

(1) UPT Pengelolaan Air Limbah Domestik mempunyai tugas


melaksanakan sebagian dari tugas Dinas Pekerjaan Umum
Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batu dalam
menyelenggarakan pelayanan dan pengelolaan air limbah
domestik.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada
ayat (1), UPT Pengelolaan Air Limbah Domestik
menyelenggarakan fungsi:
a. pelaksanaan fasilitasi pelayanan dan pengelolaan air
limbah domestik;
b. pelaksanaan pengawasan dan pemeliharaan sarana dan
prasarana pengelolaan air limbah domestik; dan
c. pelaksanaan pemungutan dan pengelolaan administrasi
retribusi pengelolaan air limbah domestik sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan

BAB III
SUSUNAN ORGANISASI

Bagian Kesatu
Susunan Organisasi

Halaman 6 dari 11 Hlm…


Pasal 5

(1) Susunan Organisasi UPT Pengelolaan Air Limbah Domestik


terdiri dari:
a. Kepala;
b. Sub Bagian Tata Usaha; dan
c. Kelompok Jabatan Fungsional.
(2) Susunan Organisasi UPT sebagaimana tercantum dalam
Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari
Peraturan Walikota ini.

Bagian Kedua
Penjabaran Tugas dan Fungsi

Paragraf 1
Kepala

Pasal 6

(1) Kepala UPT Pengelolaan Air Limbah Domestik mempunyai


tugas melaksanakan pelayanan dan pengelolaan air limbah
domestik.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada
ayat (1), Kepala UPT Pengelolaan Air Limbah Domestik
menyelenggarakan fungsi:
a. penyusunan rencana kerja operasional pengelolaan air
limbah domestik dari hulu sampai ke hilir;
b. pelayanan pengelolaan air limbah domestik sistem
setempat dan terpusat;
c. pelaksanaan penampungan dan pengolahan air limbah
domestik sistem terpusat;
d. pelaksanaan fasilitasi teknis operasional dan
pemeliharaan Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik;
e. pemungutan retribusi pengelolaan air limbah domestik
sesuai dengan peraturan perundang-undangan;
f. pembinaan kelompok masyarakat pengelola sarana air
limbah domestik;
g. pemanfaatan hasil produk akhir pengelolaan air limbah
domestik;
h. pengendalian urusan ketatausahaan;
i. pelaksanaan koordinasi dengan instansi terkait dalam
mendukung pelayanan air limbah domestik;
j. pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan UPT; dan

Halaman 7 dari 11 Hlm…


k. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas
sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Paragraf 2
Sub Bagian Tata Usaha

Pasal 7

(1) Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan


penyusunan dan pelaporan program, ketatalaksanaan,
ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, perlengkapan,
kehumasan, rumah tangga, dan perpustakaan, serta
kearsipan.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada
ayat (1), Sub Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi:
a. pendataan dan pemetaan data informasi pengelolaan
limbah;
b. pengelolaan administrasi umum;
c. pengelolaan administrasi kepegawaian;
d. pengelolaan administrasi keuangan;
e. pengelolaan inventarisasi barang milik daerah;
f. pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan UPT; dan
g. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala UPT
sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Paragraf 3
Kelompok Jabatan Fungsional

Pasal 8

(1) Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas


melaksanakan sebagian tugas Pemerintahan Daerah sesuai
dengan keahlian dan kebutuhan di bidang pengelolaan air
limbah domestik serta bertanggung jawab kepada Kepala
Dinas sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
(2) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga
dalam jenjang jabatan fungsional yang terbagi dalam
berbagai keahlian di bidang pengelolaan air limbah
domestik.
(3) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) dipimpin oleh tenaga fungsional senior yang
ditunjuk oleh Kepala Dinas.

Halaman 8 dari 11 Hlm…


(4) Jumlah Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada
ayat (2) disesuaikan dengan kebutuhan dan berdasarkan
analisis beban kerja.
(5) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) ditentukan berdasarkan peraturan
perundang-undangan.
(6) Selain terdapat Jabatan Fungsional yang mendukung tugas
dan fungsi UPT sebagaimana dimaksud pada ayat (2), tugas
administratif dan teknis operasional UPT dilaksanakan oleh
Jabatan Fungsional Umum.
(7) Ketentuan lebih lanjut mengenai Jabatan Fungsional
Umum diatur dan ditetapkan dengan Peraturan Walikota.

BAB III
TATA KERJA

Pasal 9

(1) Dalam melaksanakan tugas, Kepala UPT Pengelolaan Air


Limbah Domestik bertanggung jawab kepada Kepala Dinas.
(2) Sub Bagian Tata Usaha dipimpin oleh Kepala Sub Bagian
Tata Usaha yang dalam melaksanakan tugas berada di
bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala UPT.
(3) Hubungan tata kerja antara Kepala UPT dengan bawahan
atau sebaliknya secara administratif dilakukan melalui
Kepala Sub Bagian Tata Usaha.

Pasal 10

(1) Kepala UPT berkewajiban melaksanakan prinsip koordinasi,


integrasi, sinkronisasi, dan simplifikasi baik dalam
lingkungan Kantor maupun dengan instansi terkait lainnya.
(2) Kepala UPT wajib memimpin dan mengkoordinasikan
bawahannya masing-masing serta memberikan bimbingan
dan petunjuk bagi kelancaran pelaksanaan tugasnya.
(3) Kepala Sub Bagian Tata Usaha harus melaksanakan prinsip
koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan simplifikasi sesuai
dengan lingkup tugasnya.
(4) Pertanggungjawaban Jabatan Fungsional sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 8 dikoordinasikan oleh Kepala UPT.

Halaman 9 dari 11 Hlm…


BAB IV
KETENTUAN LAIN-LAIN

Pasal 10

Ketentuan lebih lanjut mengenai teknis pelaksanaan Peraturan


Walikota ini diatur dengan Peraturan Kepala Dinas.

BAB V
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 11

Peraturan Walikota ini mulai berlaku pada tanggal


diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan
pengundangan Peraturan Walikota ini dengan penempatannya
dalam Berita Daerah Kota Batu.

Ditetapkan di Batu
pada tanggal 2 Mei 2014

WALIKOTA BATU,

ttd

EDDY RUMPOKO

Diundangkan di Batu
pada tanggal 2 Mei 2014
SEKRETARIS DAERAH KOTA BATU,

ttd

WIDODO

BERITA DAERAH KOTA BATU TAHUN 2014 NOMOR 11/E

Halaman 10 dari 11 Hlm…


Lampiran Peraturan Walikota Batu
Nomor : 19 Tahun 2014
Tanggal : 2 Mei 2014

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI


UNIT PELAKSANA TEKNIS PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK
PADA DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG

KEPALA DINAS
PEKERJAAN UMUM CIPTA
KARYA DAN TATA RUANG

KEPALA UNIT
PENGELOLA TEKNIS
PENGELOLAAN AIR
LIMBAH DOMESTIK

KELOMPOK JABATAN KEPALA SUB BAGIAN


FUNGSIONAL TATA USAHA

WALIKOTA BATU,

ttd

EDDY RUMPOKO

Halaman 11 dari 11 Hlm…