Anda di halaman 1dari 11

Laporan Praktikum Crypogamae Pertemuan Ke-2

JAMUR MAKROSKOPIS DAN MIKROSKOPIS


Aldi Rusmana¹, Rizal Maulana Hasby², Auliadinni³

Jurusan Biologi Fakultas Sains Dan Teknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Aldirsmn@gmail.com

ABSTRAK

Jamur termasuk organisme eukariotik karena sel penyusunnya telah memiliki membran inti.
Jamur merupakan organisme bersel banyak tetapi ada juga yang bersel tunggal. Pada jamur
multiseluler yang hifanya tidak bersekat (asepta), inti selnya tersebar di dalam sitoplasma dan berinti
banyak. Fungi terdiri dar 4 Divisi yaitu Basidiomycota, Zygomycota, Ascomycota, dan
Deuteormycota. Pada praktikum kali ini kami mengamati jamur makroskopis dan jamur mikroskopis.
Jamur makroskopis yaitu jamur tiram, shiitake, dan jamur kuping. Jamur mikroskopis yaitu jamur
pada ragi, dan jamur pada oncom.

Kata Kunci : Jamur, Fungi, Makroskopis, Mikroskopis, Jamur Kuping (Auricularia auricular), Jamur
Shiitake (Lentinus edodes), Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus), Jamur Ragi, Jamur Oncom.

ABSTRACT

Fungi include eukaryotic organisms because its constituent cells already have a nuclear
membrane. Fungi are multicellular organisms, but there are also single-celled. In multicellular fungi
are not insulated hifanya (asepta), spread cell nucleus in the cytoplasm and multinucleated. Fungi
comprises four Divisions dar Basidiomycota, Zygomycota, Ascomycota, and Deuteormycota. At this
time our lab observed macroscopic and microscopic fungus fungus. Ie macroscopic mushrooms oyster
mushrooms, shiitake and oyster mushrooms. Microscopic fungus is fungus in the yeast, and fungi on
oncom.

Keywords: Mushrooms, Fungi, macroscopic, microscopic, Ear Fungus (Auricularia auricular),


Shiitake (Lentinus edodes), oyster mushroom (Pleurotus ostreatus), Yeast Mushroom, Mushroom
Oncom.

I. PENDAHULAN tetapi ada juga yang bersel tunggal

Jamur termasuk organisme eukariotik (uniseluler). Tubuh jamur bersel banyak

karena sel penyusunnya telah memiliki terdiri atas benang-benang halus yang

membran inti. Jamur merupakan disebut hifa, kumpulan hifa jamur

organisme bersel banyak (multiseluler), membentuk anyaman yang disebut


miselium. Pada jamur multiseluler yang tertentu yang bermanfaat dari jamur
hifanya tidak bersekat (asepta), inti selnya tersebut (Kushwaha et al, 2011).
tersebar di dalam sitoplasma dan berinti Jamur melakukan reproduksi secara
banyak. Jamur jenis ini disebut jamur aseksual dan seksual. Reproduksi secara
senositik (coenocytic). Sedang yang aseksual terjadi dengan pembentukan
bersekat umumnya berinti satu dan disebut kuncup atau tunas pada jamur uniseluler
sebagai jamur monositik (monocytic) serta pemutusan benang hifa (fragmentasi
(Campbell, 2003). miselium) dan pembentukan spora
Bentuk jamur mirip dengan tumbuhan, aseksual (spora vegetatif) pada fungi
tetapi jamur tidak memiliki daun dan akar multiseluler. Reproduksi jamur secara
sejati. Selain itu, jamur tidak memiliki seksual dilakukan oleh spora seksual.
klorofil sehingga tidak mampu Spora seksual dihasilkan secara singami.
berfotosintesis. Dengan demikian, jamur Singami terdiri dari dua tahap, yaitu tahap
merupakan organisme heterotrop, yaitu plasmogami dan tahap kariogami (Ranjini,
organisme yang cara memperoleh 2012).
makanannya dengan mengabsorbsi nutrisi Jamur digolongkan ke dalam 4 divisi,
dari lingkungannya atau substratnya yaitu Zygomycota, Ascomycota,
(Jown, 2011). Basidiomycota dan Deuteromycocotin.
Jamur ada yang hidup sebagai parasit, 1. Zygomycota
ada pula yang bersifat saprofit. Selain itu,
Tubuh Zygomycota tersusun atas hifa
ada pula yang bersimbiosis dengan
senositik. Septa hanya ditemukan pada hifa
organisme lain secara mutualisme. Sebagai
bagian tubuh yang membentuk alat
parasit, jamur mengambil makanan
reproduksi saja. Reproduksi seksualnya
langsung dari inangnya. Jamur jenis ini
melalui peleburan gamet yang membentuk
memiliki haustorium, yaitu hifa khusus
zigospora. Setelah sporangium pecah,
untuk menyerap makanan langsung dari
spora akan bertebaran dibawa angin. Di
inangnya. Sebagai saprofit, jamur
tempat yang sesuai, spora tersebut akan
mengambil
berkecambah.Ia hidup saprofit misalnya
makanan dari sisa-sisa organisme lain pada roti atau kotoran hewan (Sher et al,
yang telah mati (Sumarsih, 2003). 2011).
Jamur yang bersimbiosis, mengambil 2. Ascomycota
nutrisi berupa zat organik dari organisme
lain dan organisme itu mendapatkan zat
Tubuh jamur ini tersusun atas miselium Semua anggota divisio Basidiomycota
dengan hifa bersepta. Pada umumnya beradaptasi pada kehidupan di
jamur dari divisio ini hidup pada habitat darat sebagai saproba, parasit pada
air bersifat sebagai saproba atau patogen organism lain dan mikoriza. Daur hidup
pada tumbuhan. Akan tetapi, tidak sedikit Basidiomycota Fase aseksual
pula yang hidup bersimbiosis dengan Basidiomycota ditandai dengan
ganggang membentuk Lichenes (lumut pembentukan konidium, sedangkan fase
kerak). Ciri khas Ascomycota adalah cara seksualnya ditandai dengan membentuk
perkembangbiakan seksualnya dengan basidiospora. Spora pada konidium
membentuk askospora. Sedangkan, maupun basidiospora pada kondisi yang
reproduksi aseksual terjadi dengan sesuai tumbuh (Siwulski et al, 2012).
membentuk konidium. Konidium ini dapat
Membentuk hifa bersekat melintang
berupa kumpulan spora tunggal atau
yang berinti satu (monokariotik).
berantai. Konidium merupakan hifa khusus
Selanjutnya, hifa akan tumbuh membentuk
yang terdapat pada bagian ujung hifa
miselium. Di antara hifa ada yang berjenis
penyokong yang disebut konidiofor. Di
(+) dan ada yang (-). Jika hifa (+) dan hifa
antara Ascomycota ada yang bersel
(-) bertemu, bersentuhan, maka dinding sel
tunggal, bersel banyak membentuk
yang membatasi keduanya akan melebur,
miselium dan ada pula yang membentuk
sehingga terbentuk saluran sel. Hifanya
tubuh buah (Simatupang et al, 2012).
kemudian menjadi berinti dua (dikariotik).
3. Basidiomycota Sel hifa dikariotik terus tumbuh menjadi
Pada umumnya jamur ini merupakan miselium. Dari miselium ini muncul tubuh
saproba yang penting. Aktivitasnya adalah buah (basidiocarp). Tubuh buah akan
menguraikan polimer lignin pada kayu dan membentuk basidium. Di dalam basidium,
berbagai bagian tumbuhan yang lain. inti yang mula-mula dua buah (masing-
jamur ini adalah hifa bersepta, fase masing haploid) melebur menjadi satu inti
seksualnya dengan pembentukan diploid. Inti diploid akan membelah secara
basidiospora yang terbentuk pada basidium meiosis dan menghasilkan 4 basidiospora
yang berbentuk gada, membentuk tubuh haploid (Suriawiria, 2009).
buah (basidiokarp) seperti payung yang 4. Deuteromycota
terdiri atas batang dan tudung. Di bagian
Dari berbagai pengamatan secara teliti
bawah tudung terdapat lembaran -
terhadap jamur tidak semua dapat
lembaran, tempat terbentuknya basidium.
diketahui cara reproduksi seksualnya.
Jamur- jamur yang seperti ini untuk Pertama mengambil jamur pada ragi
sementara digolongkan ke dalam dan oncom lalu meletakkan nya pada
Deuteromycota (Fungi Imperfecti = Jamur object glass kemudian diteteskan 1 tetes
tidak sempurna) (surawiria, 2010). air, dan menutup nya dengan cover glass

II. METODE lalu diamati dengan menggunakan


mikroskop.
2.1 Alat dan Bahan
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
Alat yang digunakan dalam percobaan
jamur makroskopis dan mikroskopis 3.1 Jamur Makroskopis

adalah mikroskop, object glass, cover A. Jamur Kuping (Auricularia

glass, pipet tetes, dissecting kit, dan auricular)

cawan petri. Kingdom :

Bahan yang digunakan dalam Fungi Divisi : Basidiomycota


percobaan jamur makroskopis yaitu Class : Agaricomycetes
Auricularia auricular (jamur kuping),
Ordo : Auriculariales
Lentinus edodes (shiitake), dan Pleurotus
ostreatus (jamur tiram). Sedangkan bahan Famili : Auriculariaceae

yang digunakan dalam jamur mikroskopis Genus : Auricularia


yaitu jamur pada ragi, dan jamur pada Spesies : Auriculari (Yuli, 2010).
oncom. 2.2 Cara kerja
Foto Pengamatan Keterangan
Adapun tujuan peraktikum kali ini Jamur kuping ini
adalah mengenal jenis-jenis dan struktur mirip kuping,
jamur makroskopis dan mengenal jenis- kenyal, dan enak
jenis dan struktur jamur mikroskopis d makan
2.2.1 Jamur Makroskopis

Pertama menuliskan nama jamur


Sumber :
tersebut dan menyebutkan familinya.
(Dokumentasi
Memnggambar jamur tersebut dan
pribadi, 2017)
memberikan keterangan dan membuat
tabel dan menuliskan tempat hidup, jenis
jamur, ordo dan marganya. Keterangan :

2.2.2 Jamur Mikroskopis


Pada praktikum kali ini kami menonaktifkan atau menetralkan
mengamati jamur kuping atau Auriculari kolesterol.
auricular. Jamur ini termasuk ke dalam Keterangan : 1. Hifa, 2. Lamella
kelas Basidiomycota. Fungi yang masuk
Jamur kuping biasanya berada di
ke dalam kelas ini umumnya makroskopis
tempat-tempat yang bersuhu dingin.
atau mudah dilihat dengan mata telanjang.
Menurut Ranjini (2012) jamur tumbuh dan
Miseliumnya bersekat dan dapat dibedakan
berkembang di alam terbuka sesuai dengan
menjadi dua macam yaitu: miselium
habitat dan lingkungan (media) hidupnya.
primer (miselium yang sel-selnya berinti
tetapi jamur kuping dapat ditemukan
satu, umumnya berasal dari perkembangan
sepanjang tahun di daerah yang beriklim
basidiospora) dan miselium sekunder
dingin (suhu sekitar 12° C) sampai dengan
(miselium yang sel penyusunnya berinti
daratan tropis beriklim panas (suhu sekitar
dua, miselium ini merupakan hasil
36° C) dan tumbuh optimal pada kisaran
konjugasi dua miselium primer atau
suhu 26° C - 28° C. Jamur kuping dapat
persatuan dua basidiospora). Cara
tumbuh dan berkembang pada berbagai
reproduksi : vegetatif (dengan membentuk
macam kayu di sembarang tempat. Tetapi,
tunas, dengan konidia, dan fragmentasi
jamur kuping tumbuh optimal pada kayu
miselium) dan secara generatif (dengan
lapuk yang tersebar di dataran rendah
alat yang disebut basidium, basidium
sampai lereng pegunungan atau kawasan
berkumpul dalam badan yang disebut
yang memiliki ketinggian antara
basidiokarp, yang menghasilkan spora
yang disebut basidiospora). B. Jamur Shiitake (Lentinus edodes)

Jamur kuping ini mempunyai warna Foto Pengamatan Keterangan

tubuh buahnya yaitu berwarna hitam atau Jamur ini

coklat kehitaman akan tetapi adapula yang berspora,

memiliki warna coklat tua. Jamur kuping teksturnya agak

sering digunakan sebagai bahan makanan. kasar, dan enak

Jamur kuping ini juga memilik khasiat untuk di


(Sumber : konsumsi
sebagai obat dan penawar racun. Manfaat
(Dokumentasi
jamur kuping ini adalah lender dari jamur
pribadi, 2017)
tersebut yang telah dihasilkan jamur
kuping selama dimasak dapat menjadi
pengental. Lendir jamur kuping dapat
disebut basidiokarp yang selanjutnya
menghasilkan spora.
Pada jamur shiitake tudung merupakan
tubuh buah dari jamur, dibawah tudung Pada jamur shiitake, kandungan

tersbut terdapat lamella-lamella. Jamur ini lentinan tertinggi akan didapatkan pada

juga terdapat vulva, vulva merupakan bagian batang dekat tudung dan bagian

bagian yang menghubungkan antara tudungnya. Sedang batang lainnya,

tangkai dan substrat. Tangkainya umumnya merupakan makanan kaya serat

Foto Pengamatan Literatur yang sangat bermanfaat untuk mencegah


terjadinya kanker usus.
Jamur ini mirip
tiram, jamur ini C. Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus)
biasanya (Dokumentasi prib
menempel satu
Kingdom : Fungi
sama lainnya
Filum : Basidiomycota

Class: Homobasidiomycetes
Sumber : Ordo : Agaricales
(Dokumentasi
Famili : Tricholomatacea
pribadi, 2017)
Genus : Pleurotus

Spesies: P. Ostreatus (Yuli, 2010)


merupankan yang mendukung tudung

Ciri khas pada jamur ini adalah


Keterangan : 1. Lamella 2. Tangkai 3. Hifa
batangnya dari tubuh buah sering
Selanjutnya yaitu kami mengamati jamur
melengkung, payung terbuka lebar.
tiram, jamur ini juga termasuk
Payung terbuka lebar, berwarna coklat tua
Basidiomycota. Jamur ini memiliki ciri-
dengan bulu bulu halus di bagian atas
ciri umum tubuh buah berwarna putih
permukaan payung. Menurut Kimball
hingga krem dan tudungnya berbentuk
(Jhon, 2011) jamur shiitake bereproduksi
setengah lingkaran mirip cangkang tiram
secara vegetative dan generative. Vegetatif
dengan bagian tengah agak cekung. Jamur
dengan pembentukan tunas oleh konidium
ini memiliki ciri-ciri umum tubuh buah
dan fragmentasi miselium. Generatif,
berwarna putih hingga krem dan
dengan alat yang disebut basidium,
tudungnya berbentuk setengah lingkaran
basidium berkumpul dalam badan yang
mirip cangkang tiram dengan bagian stroke. Jamur tiram juga mengandung
tengah agak cekung, tudungnya pun sedikit asam amino yang dikandungnya sangat
melekuk. lengkap, seperti lisin, triptofan, valin,

Pada umumnya jamur tiram, metionin, threonin, leusin, fenilalanin,

Pleurotus ostreatus, mengalami dua tipe isoleusin, dan histidin.

perkembangbiakan dalam siklus. Jamur 3.2 Jamur Mikroskopis


shiitake tumbuh di permukaan batang kayu a) Klasifikasi Jamur Ragi pada roti
yang melapuk dari pohon Castanopsis
Kingdom : Fungi
cuspidata, Castanea crenata (kastanye),
dan sejenis pohon ek Quercus acutissima. Phylum : Ascomycota

Ciri khas pada jamur ini adalah Class : Saccharomycetes

batangnya dari tubuh buah sering Ordo : Saccharomytales


melengkung, payung terbuka lebar. Famili : Saccharomycetaceae
Payung terbuka lebar, berwarna coklat tua
Genus : Saccharomyces
dengan bulu-bulu, hidupnya, yakni secara
Spesies : S. Cerevisiae (Anwar, 2010)s.
aseksual maupun seksual. Seperti halnya
reproduksi aseksual jamur, reproduksi Foto Pengamatan Literatur
aseksual basidiomycota secara umum yang
terjadi melalui jalur spora yang terbentuk
secara endogen pada kantung spora atau
sporangiumnya, spora aseksualnya yang
disebut konidiospora terbentuk dalam
konidium. Sedangkan secara seksual,
reproduksinya terjadi melalui penyatuan
: Sumber :
Sumber
dua jenis hifa yang bertindak sebagai (Tampubolon,
(Dokumentasi
gamet jantan dan betina membentuk zigot 2013)
pribadi, 2017)
yang kemudian tumbuh menjadi primodia
Perbesaran : 40 x
dewasa.
10
Spora seksual pada jamur tiram putih,
disebut juga basidiospora yang terletak
pada kantung basidium. Manfaat jamur
tiram yaitu dapat menjaga kesehatan
Keterangan : 1. Spora
jantung, menurunkan risiko hipertensi dan
Selanjutnya yaitu pengamatan pada makanan mereka melalui dua cara yaitu
jamur mikroskopis. Berebeda dengan respirasi aerobik dan fermentasi anaerobik.
jamur makroskopis, pada jamur Mereka dapat bertahan hidup di
makroskopis lebih dominan termasuk lingkungan yang kekurangan oksigen
Basidiomycota sedangkan pada jamur ragi, untuk jangka waktu tertentu. adaptasi lain
jamur tersbut termasuk Ascomycota. mereka adalah kemampuan mereka untuk

Cerevisiae memiliki arti sebagai " memiliki reproduksi seksual dan aseksual.

jamur gula ". Karena inilah ragi ini b) Klasifikasi Jamur Oncom
menggunakan untuk makanan. Jamur ini Kingdom : Fungi
ditemukan di alam liar yang tumbuh di
Phylum : Ascomycota
kulit buah anggur dan buah-buahan
lainnya. Saccharomyces cerevisiae Class :Ascomycetes

bereproduksi baik aseksual dan seksual. Ordo : Sordariales


Dalam reproduksi aseksual yang haploid Family : Sordariaceae
ragi dalam bentuk mitosis dan bentuk-
Genus : Neurospora
bentuk ragi haploid. Saccharomyces
Spesies : Neurospora sitophila (Anwar,
cerevisiae juga mendapatkan nutrisi dari
2010)
glukosa.

Saccharomyces cerevisiae termasuk ke Foto Pengamatan Literatur

dalam kingdom jamur. Hal ini karena


memiliki dinding sel yang terbuat dari
kitin, tidak memiliki peptiodglycan di
dinding sel, dan lipid ester. Jamur ini juga
menggunakan DNA template untuk
sintesis protein dan memiliki ribosom yang
lebih besar. Hal ini kemudian menjadi Sumber : Sumber :

pertimbangan bagi ragi karena ragi (Dokumentasi (Tampubolon,

merupakan organisme uniseluler sehingga pribadi, 2017) 2013)

tidak dapat membentuk tubuh buah, seperti Perbesaran : 40 x

jamur lain. 10

Saccharomyces cerevisiae telah


beradaptasi dengan beberapa cara. Salah Keterangan : 1. Spora 2. Hifa 3. Misselium

satunya adalah mereka mampu memecah


Yang terakhir kami melakukan fase seksualnya (teleomorph), yaitu
pengamatan jamur pada oncom, jamur dengan pembentukan askus, maka jamur
pada oncom juga termasuk filum oncom masuk ke dalam golongan
Ascomycota. Dapat dilihat pada gambar Ascomycota.
hasil pengamatan bahwa terdapat spora c) Kelasifikasi jamur tempe
yang berbentuk bula-bulat kecil dan
terdapat hifa yang berupa serabut-serabut Klasifikasi
panjang, dan terihat juga kumpulan hifa
Kingdom: Fungi
yang sering disebut misselium.

Hifa pada jamur ini pun bersekat dan Subkingdom: Eomycota


bersel banyak. Reproduksi aseksual
Divisi: Zygomycota
dengan konidia. Berasal dari pembentukan
askus yang normal bukan hanya berbeda
Subdivisi: Mucoromycotina
pada jenis yang berbeda. Tidak jarang
terjadinya inti yang berpasangan itu baru Ordo: Mucorales
kemudian setelah hampir tiba waktunya
untuk pembentukan kait, jadi hifa, askogen Famili: Mucoraceae

itu mula-mula sel- selnya mengandung


Genus: Rhizopus
banyak inti. Jika askospora mengadakan
kopulasi maka tidak dapat menghasilkan Spesies: Rhizopus oryzae (Anwar, 2010).
gametofit. Selain dari itu sporofitnya dapat
Foto Pengamatan Literatur
pula suatu reduksi. Jika askus langsung
terbentuk arkegonium atau spora terbentuk
dalam gametangium jantan.

Neurospora berasal dari kata


neuron (= sel saraf), karena guratan-
guratan pada sporanya menyerupai bentuk
akson. Jamur oncom termasuk dalam
Sumber : Sumber :
kelompok kapang (jamur berbentuk
(Dokumentasi (Tampubolon,
filamen). Sebelum diketahui
pribadi, 2017) 2013)
perkembangbiakan secara seksualnya,
Perbesaran : 40 x
jamur oncom masuk ke dalam kelompok
10
Deuteromycota, tetapi setelah diketahui
Menurut Pitt dan Hocking (1985 diacu

Berdasarkan hasil pengamatan saat dalam Aziz 2011), hal yang membedakan

praktikum, jamur pada tempe Rhizopus oligosporus dan Rhizopus oryzae

menunjukkan bagian mikroskopik berupa yaitu panjang sporangiosfor R.

sporangium dengan spora berwarna hitam, oligosporus150-400 mm lebih pendek

sporangiofor (Hifa udara), kolumela dan dari R. oryzaeyaitu lebih dari 1.500 mm,

tidak bersekat. Hal ini menunjukkan sedangkan sporangium R. oligosporus80-

bahwa cendawan yang tumbuh pada tempe 120 mm lebih pendek dari R. oryzae

adalah Rhizopus sp. KESIMPULAN

Menurut Fardiaz (2012), Pada jamur makroskopis terdapat Jamur


Jamur Rhizopus memiliki ciri-ciri sebagai Kuping, Shiitake, dan Jamur Tiram yang
berikut: hifanya non septet, mempunyai memiliki struktur tubuh yang beda-beda.
stolon dan rhizoid yang warnanya gelap Pada jamur kuping bentuk jamur ini
jika sudah tua, sporangiofortumbuh pada berbetntuk seperti kuping dan teksturnya
noda dimana terbentuk juga rhizoid, kasar. Pada jamur Shiitake dan tiram jamur
sporangio biasanya besar dan berwarna ini berbentuk seperti payung dan
hitam, kolumela agar bulat dan afofisis dibawahnya terdapat lamella-lamella. -
berbentuk seperti cangkir, membentuk hifa Pada jamur mikroskopis jamur pada ragi
negative yang melakukan penetrasi pada hanya terlihat spornya saja. Sedangkan
subsirat dan hifa fertile yang memproduksi pada jamur oncom spora, hifa, dan
sporangio pada ujung sporangiofor, misselium nya terlihat.
pertumbuhannya cepat dan membentuk DAFTAR PUSTAKA
miselium seperti kapas.
Ahmad, Riza Zainuddin. 2015.
Hal yang memperkuat bahwa jamur Pemanfaatan Khamir
pada tempe berupa Rhizopus yaitu Hayati Saccharomyces CerevisiaeUntuk
(2009) yang menyatakan bahwa beberapa Ternak. Jurnal Peternakan.
Rhizopus yang berperan dalam pembuatan 15(1):50-51.
tempe adalah Rhizopus oligosporus dan
Anwar. 2010. Jamur. [anwarqomaruz.
Rhizopus oryzae. Berdasarkan hal tersebut
blogspot. com][Diakses pada
dapat diduga bahwa pengamatan cendawan
tanggal 2 november 2015 pukul
tempe termasuk diantara R. Oligosporus
19:00 WIB].
dan R. oryzae.
Campbell, Neill A. 2003. Biologi Edisi 5 AfricanJournal of Biotechnology
Jilid 2. Jakarta: Erlangga 10: 183-188.

Dewi K dan Asiz. 2011. Perbedaan Simatupang, E., Murniati, & S.I. Saputra.
Rhizopus oryzae dan Rhizopus. 2012. Pengaruh Pemberian
Jurnal biologi. 1(2) Beberapa Dosis Bekatul Pada

Fardiaz. 2012. Divisi Fungi. Jakarta: Medium Serbuk Gergaji Terhadap

Gramedia Pertumbuhan Dan Produksi Jamur


Tiram Putih (Pleurotus ostreatus).
Hayati L.2009. Peran Rhizopus sp. Dalam
Jurusan Agroteknologi. Fakultas
Pembuatan Tempe. Jurnal biologi.
Pertanian. Universitas Riau
1(3)
Siwulski M., M. Ziombra, & K.
John W . 2011. Biologi Jilid 3 Edisi 5.
Sobieralski. 2012. Impact of light
Jakarta: Erlangga
on yielding of some Pleurotus sp.
Kushwaha, K.P.S., P.K. Singh, K.K. strains. Acta Mycologica 47 : 65
Mishra, & S.B. Bhardwaj. 2011. 73
Cultural and morphological
Sumarsih, Sri. 2003. Diktat Kuliah
studies of Hypsizygus ulmarius,
Mikrobiologi Dasar Jurusan Ilmu
blue osyter mushroom. Patnagar
Tanah Yogyakarta : UPN
Journal of Research 9: 202-205.
Veteran.
Ranjini, R., & T. Padmavathi. 2012.
Suriawiria, U.H. 2009. Sukses
Phenol tolerance and degradation
Beragrobisnis Jamur Kayu.
profile of novel edible mushroom
Penebar Swadaya, Jakarta.
Hypsizygus ulmarius in
ligninolytic and nonligninolytic Suriawiria, U.H. 2010. Budi Daya Jamur

media. International Journal of Tiram. Kanisius, Yogyakarta.

Pharma and Bio Sciences 4: 987 Yuli. 2010. Jamur Mikroskopis.


994. [yudi94.blogspot.com] [Diakses

Sher H., M. Al-Yemeni & K. Khan. 2011. pada tanggal 2 november 2015

Cultivation of the oyster mushroom pukul 17:00 WIB].

(Pleurotus ostreatus (jacq.) p.


kumm.) in two different
agroecological zones of Pakistan.