Anda di halaman 1dari 4

RESUME

SISTEM MANAJEMEN MUTU


“TINDAKAN PREVENTIF”

OLEH

 RAUDHATUL JANNAH (P07134115043)


 RIRIN WISAKHA DEWI (P07134115044)
 RISKA NOVITASARI (P07134115045)
 SAIFUL (P07134115046)

KEMENTERIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MATARAM
JURUSAN ANALIS KESEHATAN
2018
Tindakan Preventif
Tindakan preventif adalah proses proaktif yang bertujuan mengidentifikasi
kesempatan peningkatan untuk menghindari masalah yang mungkin timbul.Tindakan
preventif lebih diutamakan daripada reaksi untuk pengidentifikasian masalah atas
pengaduan yang terjadi. Sebagai bagian dari kaji ulang prosedur operasional,tindakan
preventif meliputi analisis data,termasuk analisis risiko kecendrungan serta hasil uji
profisiensi. Karena itu,Laboratorium pengujian atau laboratorium kalibrasi hendaknya
menerapkan Good Business Practice yaitu laboratorium merupakan suatu organisasi yang
proaktif,dengan mencari sumber sumber protensial masalah dan limbah laboratorium serta
melakukan tindakan untuk pengindentifikasiannya dan mencegah permasalahan tersebut
terulang kembali.

Karena itu,laboratorium harus mengidentifikasi kesempatan untuk melakukan


peningkatan yang diperlukan dan sumber-sumber potensial penyebab ketidaksesuaian,baik
yang bersifat teknis maupun yang berkaitan dengan sistem mutu.Jika tindakan preventif
diperlukan,rencana tindakan yang akan diambil harus dikembangkan,diterapkan dan
dipantau,untuk mengurangi kemungkinan terjadinya ketidaksesuaian serta mengambil
manfaat dari kesempatan peningkatan tersebut.Adapun prosedur untuk tindakan preventif
harus meliputi permulaan tindakan sedemikian rupa dan penerapan pengendalian untuk
memastikan bahwa tindakan tersebut edektif.

Pada dasarnya tindakan pencegahan merupakan kesempatan peningkatan yang


berkesinambungan dalam hal penerapan standar mutu meupun kegiatan operasional teknis
laboratorium serta antisipasi permasalahan yang mungkin timbul.Tindakan pencegahan
dapat dilakukan berdasarkan informasi dari,antara lain:

 Audit internal
 Saran dari personel laboratorium
 Pemantauan kecendrungan dari data yang ada, misalnya: ketidaksesuain,kalibrasi
perlatan,pengendalian mutu (QC)
 Pengukuran biaya pengelolaan limbah laboratorium
 Analisis risiko seperti:permasalahan keselamatan, mutu, pembelian, dampak
lingkungan
 Survei pelanggan
 Laboratorium atau pihak lain;dan
 Informasi terbaru baik dari buku,jurnal,pelatihan dan lain-lain

Setiap usaha peningkatan mutu data hasil uji dan/atau kalibrasi serta pencegahan
permasalahan yang mungkin timbul harus mempertimbangkan prinsip siklus peningkatan
berkelanjutan,yaitu:

 Lakukan “kaji ulang laboratorium” yang berjalan


 Buat “rencana” tindakan yang akan diambil (siapa melakukan apa,kapan,dengan
apa);
 Implementasikan “tindakan” tersebut (dokumentasikan perubahan yang
terjadi,lakukan pelatihan terhadap personel yang terkait,dan lain-lain
 Lakukan “pemantauan” efektivitas tindakan-tindakan tersebut; dan
 Lakukan “kaji ulang” terhadap kegiatan dan tindakan yang dilakukan serta tentukan
keputusan jika tindakan lebih jauh diperlukan.

Secara diagram dapat digambarkan sebagai berikut

Pemantauan Kaji Ulang


Pemantauan

Tindakan Rencana
Pemantauan Pemantauan
Perlu diingat bahwa mutu adalah sutau perjalanan,bukan merupakan tujuan.Karena
itu,peningkatan berkelanjutan bukan hanya memindahkan kesalahan atau kegagalan,tetapi
juga menciptakan dan memajukan kereativitas cara yang terbaik untuk organisasi, personel,
pelanggan ,lingkungan, dan lain-lain.

Proses peningkatan mutu seiirng dengan perjalanan waktu

Peningkatan Mutu

Waktu